• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsumsi Junk Food Berhubungan dengan Hipertensi pada Lansia di Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Konsumsi Junk Food Berhubungan dengan Hipertensi pada Lansia di Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Lansia berdasarkan  Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, dan Pekerjaan
Tabel 2. Kejadian Hipertensi pada Lansia berdasarkan  Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, dan Pekerjaan
Tabel 4. Hubungan Konsumsi Junk Food dan Hipertensi pada Lansia

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Parsoburan Kecamatan Siantar Marihat Tahun 2011

Karena nilai p-value lebih kecil dari 0,05 maka keputusan uji adalah H 0 ditolak, sehingga disimpulkan terdapat hubungan konsumsi junk food dengan usia menarche dini pada

Masyarakat migran dengan pola konsumsi fast food sering memiliki risiko 1,49 kali lebih besar terhadap kejadian hipertensi dibandingkan dengan pola konsumsi fast food

Asupan makan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yang dapat diubah.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi

disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha

disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antar peran keluarga terhadap perilaku pencegahan komplikasi pada lansia dengan hipertensi di wilayah Puskesmas Kasihan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi jus apel merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dan