BAB III
METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model
Bamboo Dancing pada pembelajaran IPA.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini diadakan di SDN 02 Pasar Batukambing dalam waktu satu semester dari bulan Januari-Juni 2017.
C. Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan oleh pendidik atau peneliti untuk menyelesaikan masalah pembelajaran melalui kegiatan penelitian. Upaya penelitian ini dilakukan dengan cara merubah kebiasaan misalnya strategi, metode, model, media yang ada dalam kegiatan pembelajaran. Perubahan tindakan yang baru ini diharapkan dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.1
Menurut Harjodipuro PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para
1
Komara dan Endang, Penelitian Tindakan Kelas dan Peningkatan Profesionalitas Guru, (Bandung: Refika Aditama, 2012), h. 44.
pendidik untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk mengubahnya.2
Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang bersifat kolaboratif, dimana pendidik dan obsever sebagai peneliti secara bersama-sama melakukan penelitian tindakan untuk tujuan meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil pembelajaran secara optimal.3
2. Alur Penelitian
Tahapan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap, secara rinci sebagai berikut:
1. Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Pada PTK dimana peneliti dan pendidik adalah orang yang berbeda, dalam tahap menyusun rancangan harus ada kesepakatan antara pendidik yang akan melakukan tindakan dengan peneliti yang akan mengamati proses jalannya tindakan.
2. Tindakan (pelaksanaan)
Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas.
2
Dadang Yudhistira, Menulis Penelitian Tindakan Kelas yang APIK, ( Jakarta: PT Grasindo, 2013), h. 28.
3
3. Pengamatan (observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, penggunaan model pembelajaran Bamboo Dancing, alat peraga, peningkatan hasil belajar. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya.
4. Refleksi
Refleksi ialah perbuatan merenung atau memikirkan sesuatu atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator yang terkait dengan suatu PTK. Refleksi ini dilakukan secara kolaboratif, yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil observasi. Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan (replanning) selanjutnya ditentukan.
Tahap-Tahap Penelitian Tindakan Kelas
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 02 Pasar Batukambing. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan guru kelas V SDN 02 Pasar Batukambing.
Perencanaan Refleksi Perencanaan Pengamatan Pelaksanaan SIKLUS I Pengamatan
D. Data dan Sumber Data
1. Data
Data penelitian berupa data hasil pengamatan, dokumentasi, dan data hasil belajar dari setiap tindakan pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Bamboo Dancing di kelas V SDN 02 Pasar Batukambing.
Data tersebut berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran.
2. Sumber data
Sehubungan dengan jenis data yang diperlukan maka sumber data adalah proses pembelajaran, pelaksanaa pembelajaran, kegiatan pembelajaran, kegiatan evaluasi pembelajaran, dan peilaku guru dan peserta didik selama proses pembelajaran IPA berlansung.
E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan daa dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlansung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti.4
Observasi pada konteks pengumpulan data adalah tindakan atau proses pengambilan informasi, atau data melalui media
4
pengamatan. Melalui pengamatan dengan mata sendiri, seorang pendidik harus melakukan pengamatan terhadap tindakan, dan peilaku responden di kelas atau sekolah. Kemudian mencatat, merekam sebagai materi awal untuk dianalisis.5
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data lain yang sering digunakan dengan cara pertemuan lansung yang direncanakan antara pewancara dan yang diwawancarai untuk saling bertukar pikiran, guna memberikan atau menerima informasi tertentu yang diperlukan dalam penelitian.6
Wawancara adalah merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan bahasa lisan baik secara tatap muka atau melalui saluran media tertentu. Intrumen ini juga sering digunakan untuk mengumpulkan data dalam PTK.7
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan orang yang diselidiki. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan daftar nama peserta didik, nilai hasil belajar peserta didik di SDN 02 Pasar Batukambing.
5
M. Sukardi, Metode Penelitian Pendidikaan Tindakan Kelas Implementasi dan Pengembangannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 50.
6
Ibid, h, 48 7
d. Tes
Tes adalah instrumen pengumpulan data untu mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pembelajaran.8 Tes adalah alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau secara lisan atau perbuatan.9
2. Instrumen Penelitian a. Lembar Observasi
Alat yang digunakan untuk mengukur tingkah laku individu maupun proses terjadinya suatu kegiatan yang diamati.
b. Pedoman Wawancara
Digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi di kelas baik unsur pendidik maupun peserta didik. Menggunakan daftar pertanyaan dan catatan-catatan.
c. Tes
Digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada butir penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran dari unsur peserta didik.
8
Ibid, h. 98 9
Nana Sudjana dkk, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, (Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset, 2012), h. 100.
F. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitaf yang mengacu kepada teknik pengumpulan data.
Analisisyang digunakan secara umum terdiri dari proses analisis untuk menghitung prosentase keaktifan peserta didik dan mengetahui tingkat hasil belajar peserta didik.
1. Data Keaktifan Peserta Didik
Untuk mengetahui seberapa besar keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar, dilakukan analisis terhadap instrumen lembar observasi dengan menggunakan teknik deskriptif dengan presentase.
Instrumen lembar observasi terdiri dari 4 aspek pengamatan a. Peserta didik mendengarkan penjelasan guru dengan seksama b. Peserta didik berbagi informasi kepada teman dengan baik c. Peserta didik berpartisipasi menjawab pertanyaan
d. Peserta didik menjawab pertanyaan dengan tepat.
Adapun perhitungan presentase keaktifan peserta didik adalah : Rata-rata aktivitas (x) = Ʃ Aktivitas seluruh peserta didikƩ pes erta didik
Presentase % =Ʃ rata −rata aktifitas
2. Data Hasil Belajar Peserta Didik
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik, peneliti menggunakan statistik deskriptif dengan mencari nilai rata-rata dan presentase dari hasil belajar peserta didik, sebagaimana rumus :
a. Kriteria Hasil belajar < 75 = Tidak tuntas ≥ 75 = Tuntas
b. Analisis Data Hasil Belajar
Jumlah nilai semua peserta didik ( ∑X) Jumlah peserta didik ( ∑ N )
Jumlah rata-rata semua peserta didik yang tuntas belajar Nilai rata-rata x= x
N
Ketuntasan belajar % p = peserta didik yang tuntas belajar
peserta didik 𝑥 100%
G. Indikator Keberhasilan
1. Keaktifan peserta didik diatas 75 %
Indikator keberhasilan aktivitas peserta didik dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan aktifitas belajar peserta didik diatas 75% dari jumlah seluruh peserta didik dalam kelas.
2. Kriteria ketuntasan minimal 75
Indikator keberhasilan hasil belajar dalam penelitian ini yaitu apabila nilai peserta didik memenuhi KKM yaitu 75.
3. Ketuntasan belajar peserta didik diatas 75 %
Indikator keberhasilan hasil belajar dalam penelitian ini yaitu apabila nilai peserta didik memiliki ketuntasan belajar secara individu dan mendapat nilai lebih dari atau sama dengan 75, sedangkan presentase yang telah mencapai ≥ 75% dari seluruh peserta didik dalam kelas.