• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user i

PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN MENGGUNAKAN SASARAN TERHADAP KETEPATAN MELEMPAR

BOLA SOFTBALL PADA ATLET SOFTBALL BUFFALOES UNS TAHUN 2012

Skripsi

Oleh:

KRISTANTO ADI NUGROHO NIM. K 5608056

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Januari 2013

(2)

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Kristanto Adi Nugroho

NIM : K5608056

Jurusan/Program Studi : JPOK/PENKEPOR

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN MENGGUNAKAN SASARAN TERHADAP

KETEPATAN MELEMPAR BOLA SOFTBALL PADA ATLET

SOFTBALL BUFFALOES UNS TAHUN 2012” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini jiplakan saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, Januari 2013

Yang membuat pernyataan

(3)

commit to user iii

PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN MENGGUNAKAN SASARAN TERHADAP KETEPATAN MELEMPAR

BOLA SOFTBALL PADA ATLET SOFTBALL BUFFALOES UNS TAHUN 2012

Oleh :

Kristanto Adi Nugroho

NIM K5608056

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Januari 2013

(4)

commit to user iv

PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapkan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta, Januari 2013 Dosen Pembimbing I Drs. Agustyanto, M. Pd NIP. 19680818 199403 1 001 Dosen Pembimbing II Drs. Sugiyoto, M. Pd NIP. 19541112 198403 1 001

(5)

commit to user v

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Hari : Tanggal :

Tim Penguji Skripsi :

Ketua : Fadilah Umar, S. Pd., M.Or ...

Sekretaris : Islahuzzaman Nuryadin, S.Pd, M.Or ...

Anggota I : Drs. Agustiyanto, M.Pd ...

Anggota II : Drs. Sugiyoto, M.Pd ...

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Dekan,

Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd NIP. 19600727 198702 1 001

(6)

commit to user vi ABSTRAK

Kristanto Adi Nugroho. PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA

SOFTBALL DENGAN MENGGUNAKAN SASARAN TERHADAP

KETEPATAN MELEMPAR BOLA SOFTBALL PADA ATLET

SOFTBALL BUFFALOES UNS TAHUN 2012. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.Januari.2013.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan lempar atas (over

head throw) dengan menggunakan sasaran pada atlet softball putra Buffaloes

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu atau

quasi experiment, dengan rancangan eksperimen pre test-post test. Subjek

penelitian ini adalah atlet putra klub softball Buffaloes Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berjumlah 20 orang. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes ketepatan lempar atas softball menurut The O’Donnell Softball Test (Nurhasan, 2007:243) untuk mengukur ketepatan lempar atas (over head throw) tingkat perguruan tinggi (mahasiswa/mahasiswi). Teknik analisis data menggunakan computer dengan program SPSS-18.

Hasil penelitian lempar atas (over head throw) antara pre test dengan post test ada perbedaan yang signifikan dan nilai rata-rata post test sebesar 14.60 lebih tinggi dari nilai pre test yaitu sebesar 13.85 sehingga terdapat peningkatan mencapai 5,24%.

Dari hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan ternyata hipotesis yang diajukan dapat diterima kebenarannya. Dengan demikian dapat diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara data awal dan data akhir pada kemampuan lempar atas bola softball pada atlet softball putra Buffaloes UNS tahun 2012 (thit 2.319 > ttabel 5% sebesar 2.093). (2)

Setelah diadakan pelatihan melempar atas bola softball dengan sasaran, maka kemampuan lempar atas bola softball meningkat pada atlet softball putra Buffaloes UNS tahun 2012 sebesar 5,24%.

(7)

commit to user vii ABSTRACT

Kristanto Adi Nugroho. INFLUENCE of EXERCISE BALL THROWING SOFTBALL GOALS AGAINST by USING the PRECISION THROWS the BALL SOFTBALL on SOFTBALL ATHLETE BUFFALOES UNS in 2012 A Thesis, Surakarta: Teacher Training and Educational Faculty Sebelas Maret University Surakarta.January.2013.

This study aims to improve the precision of throwing up (over head throw) using targeted at men's softball athletes Buffaloes University Eleven March Surakarta.

The method used in this study is quasi-experimental or quasi-experiment, the experimental design of pre-test-post-test. The subject of this research is the son of club softball athlete of March Buffaloes University of Surakarta, amounting to 20 people. As the subjects in this study were the entire population. Data collection techniques gained through the softball throwing accuracy tests according to The O'Donnell Softball Test (Nurhasan, 2007:243) to measure the accuracy of throwing up (over head throw) the college level (student / student). Data analysis techniques using the computer program SPSS-18.

The results throw up (over head throw) between the pre-test to post-test no significant difference and the average post-test of 14.60 is higher than the value of pre test is equal to 13.85 so there is an increased reaching 5.24%.

From the results of research and data analysis has been done apparently hypothesis can be accepted as true. Thus the conclusion can be obtained as follows: (1) There are significant differences between baseline and final data on the ability to throw the ball softball softball athletes son UNS Buffaloes in 2012 (thit 2319> ttabel 5% of 2,093). (2) After the training was held on the softball throw at the target, then the ability to throw the ball up on the softball athletes UNS Buffaloes men's softball in 2012 amounted to 5.24%.

(8)

commit to user viii MOTTO

۞ Jadikanlah dirimu seorang yang istimewa jika ingin diperlakukan

istimewa oleh orang lain. (Ayahanda Tercinta)

۞ Jangan pernah tergantung kepada orang lain tetapi jadikanlah dirimu

bermanfaat bagi semua orang. (Penulis)

۞ Sukses ada ditangan kita semua, tergantung usaha kita untuk meraihnya.

(Penulis)

۞ Disiplin adalah nafasku, Putus asas berarti mati, Berpikir, berbuat yang

terbaik .

(9)

commit to user ix

PERSEMBAHAN

Teriring syukurku pada-MU, kupersembahkan karya ini untuk :

1. Bapak dan Ibu Tercinta yang selalu mendidik, mensuport dan

mengiringi dalam setiap langkahku. Matur sembah nuwun.

2. Mbak Pita Tercinta, kakak perempuan satu-satunya yang selalu

memberiku motivasi dan selalu mengingatkanku.

3. Puput Fauziah Septia Wulandari Tersayang yang selalu bisa membuatku

nyaman dan menyemangati dalam melewati setiap hari-hariku.

4. Keluarga besar Resimen Mahasiswa 905 Universitas Sebelas Maret yag

telah memberiku banyak pelajaran tentang arti hidup.

5. Rekan – rekan Pra Gladi Patria 24MENWA UNS

(Kesit,Ihwan,Danang,Yosef,Lina,Kafa…… dll )kita pernah merasakan pahit manisnya berorganisasi dan terima kasih atas kerja samanya selama ini, sukses untuk kita semua.

6. Teman-teman senasib seperjuangan PENKEPOR 2008.

7. Buffaloes Softball Club, terima kasih atas kerja samanya.

(10)

commit to user x

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang memberiilmu, inspirasi dan kemuliaan. Atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ” PENGARUH LATIHAN LEMPAR BOLA SOFTBALL DENGAN MENGGUNAKAN SASARAN TERHADAP

KETEPATAN MELEMPAR BOLA SOFTBALL PADA ATLET

SOFTBALL BUFFALOES UNS TAHUN 2012”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Jurusan Pendidikan olahraga dan Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

3. Ketua Program Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Drs. Agustiyanto, M.Pd., selaku Pembimbing I, yang selalu memberikan motivasi dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

5. Drs. Sugiyoto, M.Pd. selaku pembimbing II, yang selalu memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

6. Segenap Bapak/Ibu dosen JPOK FKIP UNS yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan, sehingga dapat membantu peniliti menyelesaikan penulisan skripsi ini.

7. Ketua Pengurus Buffaloes UNS Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian.

(11)

commit to user xi

9. Semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Semoga segala amal baik tersebut mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya berharap semoga hasil penelitian yang sederhana ini dapat bermanfaat.

Surakarta, Januari 2013

(12)

commit to user xii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA ... 7

A. Kajian Teori ... 7

1. Softball ... 7

a. Permainan Softball... 7

b. Teknik Dasar Permainan Softball ... 22

(13)

commit to user xiii

d. Analisis Teknik Lemparan Atas Softball ... 25

2. Metode Latihan... ... 29

a. Pengertiaan Metode Latihan ... ... 29

b. Latihan Teknik ... ... 30

c. Prinsip-prinsip Latihan... .. 31

d. Komponen-komponen Latihan……… 33

3. Sasaran... ... 35

a. Latihan Untuk Meningkatkan Ketepatan Lempar Atas Softball Dengan Sasaran... ... 35

b. Pelaksanaan Latihan Lempar Atas Softball Dengan Sasaran... ... 36

B. Kerangka Berpikir... .. 38

1. Ketepatan Lempar Bola Softball Pada Atlet Softball Buffaloes Tahun 2012 ... 38

2. Lempar Atas Softball Dengan Sasaran ... 38

C. Hipotesis... ... 39

BAB III. METODE PENELITIAN ... 40

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 40

1. Tempat Penelitian ... 40

2. Waktu Penelitian ... 40

B. Subyek Penelitian ... 41

C. Metode Penelitian ... 41

D. Teknik Pengumpulan Data………. 42

E. Uji Validitas Data ... 42

F. Teknik Analisis Data ... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 44

A. Deskripsi Data ... 44

B. Uji Reliabilitas ... 45

C. Pengujian Prasyarat Analisis ... 46

1. Uji Normalitas ... 46

(14)

commit to user xiv

D. Hasil Analisis Data ... 47

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 48

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 49

A. Simpulan ... 49

B. Implikasi ... 49

C. Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 51

(15)

commit to user xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Posisi Siap Lempar Atas ... 26

Gambar 2. Gerakan Awalan Lempar Atas ... 27

Gambar 3. Gerakan Melempar Bola ... 28

Gambar 4. Gerak Lanjutan ... 29

Gambar 5. Melempar Bola Dengan Sasaran Lingkaran ... 37

(16)

commit to user xvi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Rincian Kegiatan, Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian ... 40

Tabel 2. Deskripsi Data Tes Awal Ketrampilan Lempar Atas Bola Softball .. 43

Tabel 3. Test Reliabilitas ... 44

Tabel 4. Range Kategori Reliabilitas ... 44

Tabel 5. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Data ... 45

Tabel 6. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data ... 46

(17)

commit to user xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Data ... 53

Lampiran 2. Analisis Data ... 56

Lampiran 3. Program Latihan Lempar Dengan Sasaran ... 61

Lampiran 4. Petunjuk Pelaksanaan Tes Ketepatan Lempar Atas ... 62

(18)

commit to user 1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga adalah kegiatan olah tubuh yang menyenangkan bagi semua orang dan menyehatkan. Dewasa ini masyarakat lebih meluangkan waktu bahkan uang demi melakukan olahraga. Olahraga telah menjadi kebutuhan oleh semua masyarakat. Ada banyak cabang olahraga saat ini salah satunya adalah olahraga softball. Softball masih dianggap sebagai olahraga yang mahal dan asing bagi masyarakat Indonesia. Anggapan itu memang beralasan karena softball memerlukan modal besar untuk dapat memainkannya. Pemukul, sarung tangan (glove), bola dll, peralatan yang harus dimiliki oleh pemain softball yang tentu saja tidak murah dan tidak mudah mendapatkannya, sehingga masih perlu adanya sosialisasi untuk memasyarakatkan olahraga softball.

Softball yang merupakan penyederhanaan dari permainan baseball adalah olahraga yang menyenangkan dan sudah mulai berkembang pesat dikota-kota besar Indonesia. Tim-tim dibentuk dan kejuaraan antar tim juga sudah terlaksana demi untuk memasyarakatkan olahraga softball. Olahraga ini mengutamakan kecepatan, ketangkasan, kekuatan dan strategi bermain baik dalam bertahan atau menyerang saat pertandingan.

Induk organisasi olahraga yang menaungi baseball softball di Indonesia adalah Persatuan Baseball Softball Amatir Seluruh Indonesia atau disingkat PERBASASI, sementara induk organisasi softball didunia adalah International

Softball Federation atau disingkat ISF. Salah satu tim softball yang ada di Solo

adalah Buffaloes. Tim yang terbentuk pada tanggal 10 September 2010 dihitung masih baru dalam dunia softball Indonesia. Buffaloes dibawah payung Universitas Sebelas Maret Surakarta yang terdapat tim putra dan putri. Usia yang seumur jagung tidak menghalangi Buffaloes untuk meraih prestasi. Buktinya tim ini mampu meraih Juara I putra dan putri dalam kejuaraan softball antar perguruan

(19)

commit to user

2 tinggi se - Jawa Tengah pada tanggal 1 Mei s/d 4 Mei 2011 di Universitas Negeri Semarang. Alasan inilah yang membuat penulis tertarik melakukan penelitian.

Setiap tim dalam setiap cabang olahraga pasti mempunyai hambatan untuk mengembangkan timnya menjadi tim yang baik. Begitu pula dalam olahraga softball pada umumnya dan khususnya tim softball Buffaloes. Hambatan dalam tim Buffaloes sangat kompleks mengingat begitu banyaknya hal yang perlu dibutuhkan untuk latihan demi tercapainya tujuan tim yaitu kemenangan dalam setiap pertandingan. Perlengkapan tim adalah hambatan terbesar dalam tim Buffaloes. Buffaloes hanya memiliki pemukul dan bola untuk latihan permainan, sedangkan untuk permainan dibutuhkan lapangan, marka (base), body catcher,

helm batter dll. Kekurangan perlengkapan tim di Buffaloes dalam berlatih

tertutupi dengan bantuan lapangan dan perlengkapan dari pengcap PERBASASI Surakarta.

Latihan adalah kegiatan rutin untuk menambah kemampuan dan pengetahuan atlet dalam permainan softball. Pelatih yang baik harus dapat memberikan program latihan yang terstruktur dan terencana. Dalam permainan softball semua keputusan di tangan pelatih. Dari strategi, pemilihan pemain, dan saat latihan sudah menjadi kewajiban pelatih. Di tim ini kemampuan pelatih masih kurang berkompeten dalam memberikan program latihan dan membawa tim.

Berdasarkan hasil observasi dilapangan didapatkan bahwa lemparan atas merupakan teknik yang sering digunakan oleh pemain dalam permainan softball, untuk itu perlu penguasaan yang baik oleh semua pemain softball. Untuk pemula teknik lemparan yang pertama kali perlu dikuasai adalah teknik lemparan atas, karena lemparan atas merupakan lemparan yang mudah dipelajari dan jika terjadi kesalahan dalam melempar dapat diblok dengan badan oleh yang menangkap bola dari pada dua jenis lemparan lainnya yaitu lemparan samping dan lemparan bawah (Parno, 1992: 18). Dalam hal ini Housewarth dan Rivkin dalam buku Parno menganjurkan kepada guru dan pelatih untuk mengajarkan lemparan atas sampai pemain memahami dan dapat melakukannya dengan baik sebelumnya mengajarkan teknik yang lain. Jika lemparan yang dasar saja belum bisa dikuasai

(20)

commit to user

3 dengan benar maka jangan beranjak dahulu terhadap lemparan yang lebih sulit yaitu lemparan bawah dan lemparan samping.

Dalam permainan softball diperlukan stamina serta konsentrasi yang bagus untuk memenangkan pertandingan. Lemparan adalah salah satu teknik yang sangat penting dalam bertahan saat permainan softball. Teknik lemparan atas bola softball yang benar adalah melempar bola dengan salah satu tangan terkuat dan melempar dengan sasaran kepala pemain. Pemain dalam kondisi baik saja dapat melakukan kesalahan dalam lempar atas bola softball apalagi jika pemain dalam kondisi lelah, sangat berpontensi melakukan kesalahan dalam teknik lempar atas bola softball. Kondisi ini yang sering dialami oleh atlet softball khususnya di tim Buffaloes.

Pada setiap latihan beberapa teknik selalu dilatih dan diulang-ulang untuk mencapai gerakan otomatis dalam pertandingan. Lemparan atas bola softball dilatihkan dengan metode pemain saling berhadapan dimulai dengan jarak yang dekat, setelah dirasa cukup kemudian salah satu pemain menjauh dengan mundur kebelakang sampai jarak maksimal lemparan bias dicapai. Cara ini dirasa penulis belum begitu efektif mengingat tidak sedikit para pemain melakukan kesalahan (eror) saat melakukan lemparan atas bola softball.

Kunci untuk dapat melempar dengan baik adalah bola selalu tepat mengenai sasaran dalam hal ini dapat ditangkap oleh pemain lain. Sasaran untuk mempermudah pemain lain menangkap bola saat dilempar adalah kepala. Dengan latihan yang ada di tim Buffaloes seperti yang sudah dituliskan diatas perlu ditambahkan untuk dapat melatih ketepatan melempar bola softball. Penggunaan sasaran adalah salah satu cara untuk mempermudah pemain untuk memfokuskan lemparan pada suatu titik.

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas penelitian akan menkaji dan meneliti pengaruh latihan lempar bola softball dengan menggunakan sasaran terhadap ketepatan melempar bola softball. Dengan demikian muncul masalah, yaitu adakah pengaruh latihan lempar bola softball dengan menggunakan sasaran terhadap ketepatan melempar bola softball?

(21)

commit to user

4 Untuk dapat mengetahui dan menjawab masalah tersebut, maka perlu dikaji dan diteliti lebih mendalam baik secara teori maupun praktik melalui penelitian pre-eksperimental. Atlet softball putra Buffaloes adalah orang yang akan dijadikan subyek dalam penelitian ini. Sehingga diharapkan dengan mengikuti penelitian ini dapat membantu atlet dalam menguasai teknik melempar atas bola softball dengan baik. Guna meningkatkan kemampuan lempar atas bola softball para atlet secara optimal perlu latihan, namun belum mencapai hasil yang maksimal. Kondisi semacam ini perlu ditelusuri faktor penyebabnya dan semua aspek baik pemain, pelatih maupun metode latihan yang digunakan.

Permasalahan yang telah dikemukakan diatas merupakan dasar yang dapat melatarbelakangi judul penelitian “Pengaruh Latihan Lempar Bola Softball dengan Menggunakan Sasaran Terhadap Ketepatan Melempar Bola Softball pada Atlet Softball Buffaloes UNS Tahun 2012”.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat di identifikasi sebagai berikut :

1. Kurangnya sarana dan prasarana dalam tim softball Buffaloes UNS.

2. Belum adanya perhatian dari pihak Universitas untuk memfasilitasi dan memajukan tim Buffaloes UNS.

3. Pelatih di tim Buffaloes kurang kompeten.

4. Program latihan kurang bervariasi dan terkesan menjenuhkan. 5. Sering terjadi kesalahan (eror) dalam melakukan teknik lempar atas. 6. Ketrampilan melempar atas bola softball pemain Buffaloes UNS dalam

permainan masih kurang dan perlu ditingkatkan.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini tidak melebar ke berbagai masalah dan mengarah pada tujuan yang dikehendaki maka perlu pembatasan masalah, sebagai berikut :

(22)

commit to user

5 “Pengaruh sasaran terhadap ketrampilan lempar atas bola softball dalam permainan softball bagi klub softball Buffaloes UNS Tahun 2012”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan yang telah dibahas diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

“Adakah pengaruh latihan menggunakan sasaran terhadap ketepatan melempar bola softball pada atlet Buffaloes UNS putra tahun 2012?”

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahn yang telah dirumuskan diatas, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui:

“Meningkatkan ketepatan lempar atas (over head throw) dengan menggunakan sasaran pada atlet softball Buffaloes putra Universitas Sebelas Maret Surakarta”

F. Manfaat Penelitian

Masalah dalam penelitian ini sangat penting untuk diteliti dengan harapan dapat memberi manfaat antara lain:

1. Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan.

2. Dapat membantu atlet Buffaloes UNS putra tahun 2012 yang dijadikan subjek penelitian dalam meningkatkan kemampuan melempar bola softball menjadi lebih baik.

3. Dapat menjadi masukan dan pedoman bagi pembina dan pelatih softball terhadap atlet Buffaloes UNS putra tahun 2012 untuk meningkatkan pembinaan dan pelatihan lebih maksimal untuk mencapai prestasi yag lebih baik.

(23)

commit to user

6 4. Memberikan alternatif latihan bagi atlet softball.

5. Menjadikan pembanding program latihan bagi atlet atau tim lain di Surakarta atau di Indonesia.

(24)

commit to user 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Softball a. Permainan Softball

Sofbol atau dikenal dengan softbal adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, yang diciptakan di Gedung Olah Raga Farragut Boat Club Chicago, Illinois pada 16 September 1887 secara tidak sengaja oleh George Hancock.

Sejarah lahirnya olahraga softball awalnya terdapat beberapa alumni Universitas Yale dan Harvard sedang mendengarkan hasil akhir pertandingan sepak bola Amerika antar Yale dan Harvard di klub Farragut Boat. Setelah skor akhir diumumkan yaitu kemenangan Yale, seorang alumnus Yale dengan antusias melempar sebuah sarung tinju ke pendukung Harvard. Seorang dengan reflek mengambil sebuah tongkat dan memukul ke arah sarung tinju itu. Melihat hal itu memberikan sebuah ide seorang reporter Chicago Board of Trade, George Hancock. Dia menyarankan untuk membuat sebuah permainan di dalam ruangan dengan bola yang dibuat dari sarung tinju yang dilempar tadi. Dia mengambil sarung tinju itu dan mengikatnya dengan erat memakai sebuah tali, supaya menyerupai bola. Kemudian dengan beberapa buah kapur, Hancock menandai lantai Farragut Boat menyerupai lapangan bisbol.

Sebagai pemukul digunakanlah sebuah sapu. Tim dibagi menjadi dua dan Hancock meneriakkan kata-kata “Play ball”, maka dimulailah permainan itu dengan skor akhir 44-40. Semenjak itu permainan bisbol versi dalam ruangan dikenal. Dinamakan indoor baseball Karena bentuk bola yang berubah-ubah. Nama sofbol sebelumnya menyesuaikan material yang digunakan untuk membuat bolanya, jadilah nama-nama yang digunakan waktu itu yaitu kitten ball, army ball,

(25)

commit to user

8 Di awal abad ke-20 sofbol mulai dimainkan di luar ruangan sebagaimana dilakukan di dalam ruangan. Tahun 1908 organisasi amatir untuk permainan baru ini (National Amateur Playground Ball Association of the United States) mengatur olah raga ini untuk dimainkan di luar ruangan menggunakan bola yang lebih besar. Tahun 1923 Kongres Rekreasi Nasional (The National Recreation

Congress) meminta komisi untuk menstandardisasi olah raga ini, dan tahun 1926

nama "softball" digunakan walaupun belum diresmikan.

Pada tahun 1933, kejuaraan dunia pertama dilaksanakan dalam lindungan Asosiasi Sofbol Amatir Amerika (Amateur Softball Association of America) dimana telah digunakan sebagai peraturan pokok di Amerika. Juara untuk sofbol kelas pria pada saat itu adalah J. L. Gills dari Chicago, dan juara kelas wanita yaitu Great Northerns dari kota yang sama. Walaupun kejuaraan yang dipertandingkan adalah amatir, mereka biasa di sponsori oleh organisasi industri di wilayahnya.

Sejak tahun 1933 “softball” telah menjadi sebuah nama resmi Dan pada tahun 1934, pembentukan peraturan bersama untuk lebih jauh memberikan standardisasi peraturan sofbol. Sudah banyak perubahan peraturan sejak saat itu, khususnya pada tahun 1946, dimana terdapat perubahan jumlah pemain dalam satu tim dari 10 ke 9 orang Pemain ke sepuluh dinamakan “shortfielder” pada saat itu bertugas sebagai penjaga daerah dangkal bagian luar yang menjelalajah di belakang dalam. Tahun 1950 jarak antara pitcher’s plate dan home plate ditambah untuk putera dari 43 kaki ke 46 kaki (13.114 meter).

Dilihat dari segi partisipan, sofbol telah berkembang menjadi olahraga tim yang besar dan digemari. Lapangan yang lebih kecil tersedia. Baik wanita maupun pria dapat memainkannya. Lebih jauh pria di luar usia atlet dapat memainkan sebagai kegiatan di luar permainan resmi seperti piknik atau dalam komunitas sosial tanpa melalui pemanasan dan latihan rutin yang diperlukan, sejenis dalam bisbol.

Pada tahun 1960an, sebagian dari 125.000 tim telah terdaftar di Asosiasi Sofbol Amatir Amerika. Dan mengadakan enam kejuaraan nasional tiap tahun. Ini tidak termasuk anggota pria maupun wanita yang bertanding dalam kompetisi

(26)

commit to user

9 tidak resmi. Di Negara lain sofbol juga menjadi olahraga yang digemari baik pria wanita tua maupun muda.

Pada tahun 1949, tim Kanada, Toronto's Tip Top Tailors, memenangi kejuaraan internasional yang dilakukan secara berkala oleh Asosiasi Sofbol Amatir dan merupakan kompetisi pertama yang benar-benar merupakan kejuaraan tingkat dunia untuk putera. Diadakan tahun 1966 dibawah sponsor dari Federasi Sofbol Internasional (International Softball Federation). Australia memenangkan kejuaraan pertama untuk wanita tahun 1965.

Federasi Sofbol Internasional (International Softball Federation) badan inilah yang akhirnya membuat peraturan-peraturan yang menyangkut permainan olahraga sofbol yang berlaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia pada saat ini. Naskah aslinya tertulis dalam bahasa Inggris, dan diterjemahkan oleh negara-negara anggotanya.

Terbentuknya Federasi Sofbol Internasional itu, maka memungkinkan diadakannya pertandingan antar Negara yang bersifat internasional. Kemudian diselenggarakan kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional, regional dan dunia.

Kejuaraan Internasional Sofbol paling bergengsi saat ini adalah Kejuaraan Sofbol Dunia (World Cup of Softball) yang diselenggarakan oleh Amateur Softball

Association dibawah naungan International Softball Federation. Negara-negara

anggota ISF yang memasuki babak kualifikasi tiap tahun mengirimkan kontingennya untuk bertanding. Setalah lolos kualifikasi, sejumalah 6 negara akan bertanding satu sama lain (5 pertandingan). Dan 2 tim terbaik akan bertanding untuk memperebutkan posisi juara one-game-winner-take-all championship. Juara terdahulu:

1) 2005- Jepang 3 Amerika Serikat 1 2) 2006- Amerika Serikat 5 Jepang 2 3) 2007- Amerika Serikat 3 Jepang 0

Pada tahun 2007, Indonesia berhasil menorehkan sejarah lolos ke World

Cup of Softball pertama kalinya. Indonesia bertanding dengan negara-negara

lainnya di Oklahoma City dalam World Cup of Softball setelah berhasil memasuki peringkat 3 dalam kualifikasi antar negara Asia.

(27)

commit to user

10 Perkembangan olahraga sofbol di Indonesia terjadi sebelum perang kemerdekaan sofbol sudah ada yang memainkan di Indonesia, namun sifatnya masih sangat terbatas. Yaitu hanya dimainkan di sekolah-sekolah tertentu saja. Pada mulanya ada anggapan bahwa permainan olahraga sofbol hanya pantas dimainkan oleh golongan wanita saja. Hal ini terus berlangsung sampai tahun 1966. Oleh karenanya sampai tahun itu, sofbol hanya dimainkan oleh puteri.

Ketika Asian Games Bangkok, terbukalah mata kita bahwa sebenarnya olahraga sofbol itu dapat dimainkan baik oleh puteri maupun putera. Pada waktu itu putera-putera kita, masih menyenangi olahraga bisbol. Melihat perkembangan sofbol sedemikan cepatnya dan adanya kompetisi antara negara setiap tahunnya. Timbul perhatian kita terhadap cabang olahraga ini secara serius. Mulanya sofbol hanya berkembang di Jakarta, Bandung, Palembang, Semarang dan Surabaya. Tetapi kini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang yang sangat digemari masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa.

Untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan sofbol di Indonesia, diperlukan suatu badan yang mengaturnya, maka dibentuklah Organisasi Induk dengan nama PERBASASI (Perserikatan Baseball & Sofbol Amatir Seluruh Indonesia). Dengan adanya wadah PB. PERBASASI ini mulailah diadakan kompetisi sofbol tingkat nasional. Kejuaraan Nasional I diselenggarakan tahun 1967 di Jakarta. Di samping itu sejak PON VII di Surabaya, sofbol menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Liga Sofbol Indonesia (LSI) dibentuk dalam upaya lebih memperkenalkan olahraga sofbol di kalangan masyarakat, PB Perbasasi membentuk Liga Sofbol Indonesia. LSI diselenggarakan pertama kali pada tahun 2004. Putaran pertama diadakan di Jakarta pada bulan Mei 2004, sedangkan putaran kedua berlangsung di Bandung, Juli 2004. Putaran ketiga liga yang diikuti enam klub berlangsung di Surabaya, tanggal 26-27 November 2004. Seluruh klub peserta liga saat ini masih terbatas beberapa klub. Mereka adalah Citra Muda, Prambors, Garuda, Rebels (Jakarta), Gorgeous, NISP, Bumi Asri (Bandung), Sriti (Surabaya), Smanda (Lampung), dan Pirates (Kaltim).

(28)

commit to user

11 Bagi kalangan sofbol, Liga Sofbol Indonesia atau LSI merupakan pertandingan bergengsi menuju semipro. Selain pemain Indonesia, klub-klub peserta LSI dapat menggunakan pemain asing dalam timnya. Saat ini peraturan mengenai pemain asing membolehkan Jumlah maksimal pemain asing yang dapat memperkuat sebuah klub ialah lima atlet. Namun hanya tiga pemain yang dapat menjadi pemain inti, sedangkan dua pemain lain yang menjadi cadangan hanya bisa menggantikan pemain asing.

Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter, bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate. Terdapat tiga tipe permainan sofbol :

1) Fast pitch softball merupakan permainan ditentukan oleh pelempar bola. Pelempar melempar bola dengan kecepatan maksimum, serupa dengan bisbol. Perbedaan terdapat pada gaya lempar pelempar bola dan cara pelepasan bola. Pelepasan bola terletak di bawah atau sama dari posisi glove.

2) Modified pitch softball atau sering dikenal dengan nama modball. Tujuan utamanya adalah untuk melunakkan aturan-aturan yang dipakai di kategori fast-pitch sehingga pemain-pemain yang belum terbiasa tidak akan terkejut dengan peraturan-peraturan yang ketat di sofbol seperti strike zone, jarak antara marka, lamanya permainan dan lain-lain. Kecepatan lemparan pelempar bola dalam modball berada di antara fast dan slow pitch. Kecepatan bola dibatasi dengan putaran lengan melebihi bahu.

3) Slow pitch softball memberikan kemudahan bagi pemukul untuk memukul bola. Pemukul bola diberi bola terus-menerus oleh pelempar bola sampai bisa memukul bolanya. Lemparan pelempar bola pelan melambung. Permainan ini sering dimainkan dalam komunitas sosial sebagaimana sebuah kompetisi, tanpa dibatasi umur dan gender.

(29)

commit to user

12

Fast pitch softball tipe permainan yang paling digemari dan dilombakan.

Tipe permainan ini terdapat beberapa model bola saat dimainkan. Menurut Jacquei Josep (2002: 195-204) macam bola main dalam fast pitch softball adalah sebagai berikut :

1) Fastball

Mengendalikan fastball (bola cepat) adalah dasar pitching spot dan awal strategi pitching. Fastball harus mencengkeram longgar dengan lipatan atas jari-jari dan ibu jari bertumpu pada jahitan bola. Cengkeraman dasar bola kadang-kadang dapat menyebabkan gerakan acak terjadi pada rilis. Dua grip umum termasuk C-grip dan cengkeraman tapal kuda. Masing-masing grip dapat menyebabkan bola untuk mengambil jalan yang berbeda ke depan target. C-grip melepaskan bola di rotasi empat jahitan.

Ketika dirilis dengan benar dari ujung jari, C-grip menyebabkan bola untuk mengadakan garis lurus ke target. Pegangan tapal kuda melepaskan bola dalam rotasi dua jahitan dengan jahitan panjang bola berputar ke bawah. Ini panjang jahitan, rotasi ke bawah sering menyebabkan bola untuk membelok atau istirahat ke sisi lengan lempar pemukul tersebut.

Agar efektif, pitcher (orang yang melambungkan bola) harus mampu melempar bola ke kelemahan pemukul sampai di zona, turun di zona, di dalam, atau di luar. Karena fastball memiliki hasil lokasi konsisten dan dapat dengan mudah melihat ke target, pitcher banyak menggunakannya untuk maju dalam hitungan atau ketika mereka membutuhkan pemogokan. Menemukan fastball yang masuk dan keluar dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode.

Pertama pitcher dapat mencoba untuk mengarahkan bola dengan lengan dan tangan. Metode ini bisa efektif untuk beberapa, tetapi tidak meminjamkan dirinya untuk lemparan yang canggih. Gerakan lemparan

pitcher seperti itu naik dan penurunan bola memerlukan lokasi khusus

untuk tangan dan pergelangan tangan untuk mempengaruhi spin yang benar secepat mungkin. Jika pelempar juga berusaha untuk mengarahkan bola dengan tangan dan lengan, ketajaman lemparan mereka dapat

(30)

commit to user

13 dipengaruhi oleh sedikit perubahan dalam mekanika. Juga kemudi dengan tangan dan lengan, meskipun efektif di kali, tidak seakurat opsi kedua.

Pilihan kedua adalah untuk mengarahkan atau membimbing bola dengan kaki langkahnya. Metode sederhana ini memungkinkan menentukan penyesuaian akurasi tetap menjaga mekanisme yang sama di atas pinggang tidak peduli di mana lemparan berada. Menemukan bola masuk dan keluar dengan langkah kaki bergantung pada premis dasar saluran listrik. Saluran listrik berjalan dari kaki menuju ke target. Targetnya adalah tengah plate (base pijakan untuk sasaran pitcher), tetapi di mana pun target berada, garis lurus berjalan kaki dari perjalanan ke target. Pada gilirannya, tanah kaki langkah pada sudut 45 derajat dengan kaki pada baris power, kepala seimbang di atas lutut, garis kaki perjalanan turun baris, dan melemparkan lengan memberikan bola ke bawah garis. Cara mudah untuk mengingat ini adalah bahwa tidak peduli di mana lemparan berada, harus selalu ada garis langsung sampai kaki (drive foot), kaki (foot stride).

2) Change up

Change-up biasanya lemparan pertama yang dikembangkan setelah fastball tersebut. Lemparan ini sangat efektif karena mengganggu timing

(pemilihan waktu) dari pemukul tersebut. Di softball fastpitch, memukul efektif adalah saat timing tepat, dan pitching yang efektif adalah gangguan

timing itu. Ketika pitcher memiliki lemparan change-up solid dan dapat

membuang repertoar lebih efektif. Idealnya, change-up harus setidaknya 15 mil per jam lebih lambat dari lemparan tercepat pitcher. Ada banyak cara untuk membuang change-up, tapi tiga tujuan utama harus tetap di tempat.

Pertama kebutuhan pitcher untuk mempertahankan kecepatan lengan penuh melewati pinggul. Banyak pitcher pertama belajar

change-up dengan memperlambat lengan melempar turun sebelum rilis, sehingga

memperlambat kecepatan lemparan. Metode ini hanya bekerja ketika tingkat kemampuan pitcher yang lebih setara, metode ini tidak lagi efektif.

(31)

commit to user

14

Hitter (pemukul) berpengalaman melihat perbedaan dalam kecepatan

lengan dan memukul bola kokoh tanpa tertipu.

Tujuan kedua dari change-up adalah untuk menjaga penampilan datar di lemparan. Ini tidak berarti lemparan tidak dapat miring atas atau bawah, itu hanya berarti bahwa jalan dari lemparan harus tetap pada garis lurus sebanyak mungkin. Mengambil lengkungan atau punuk di tengah lemparan sering memungkinkan pemukul untuk membaca lemparan sebagai terlalu tinggi pada titik keputusan setengah. Hal ini menyebabkan pemukul untuk menahan, berpikir lemparan tidak dalam zona strike. Saat bola datang kembali, pemukul memiliki banyak waktu untuk memuat dan ayunan. Pelatih sering percaya kecepatan lemparan menjadi biang keladi dalam kasus mereka, bahwa lemparan terlalu lambat, sehingga pemukul untuk menahan, reload, dan ayunan. Dalam kebanyakan kasus, namun, jika lemparan diratakan dengan kecepatan yang sama, pemukul akan berkomitmen untuk ayunan sebelum kedatangan bola.

Tujuan ketiga change-up adalah pitcher untuk dapat membuang lemparan ke zona pemogokan. Mengapa pitcher ingin membekukan pemukul dengan membingungkan change-up hanya untuk memiliki wasit menyebutnya ball, satu atau dua inci keluar dari zona tersebut? Kecuali

pitcher membuktikan konsistensi di zona strike dengan pitch, semua hitter

yang harus dilakukan adalah cukup disiplin untuk membaca lokasi dan tahan untuk bola diambil. Jika hitter bisa tahan selama bola disebut,

change-up menjadi sia-sia.

3) Drop ball

Drop ball (bola yang lintasannya diagonal melengkung kebawah)

adalah lemparan yang sering menjadi gerakan pertama ditambahkan ke repertoar pitcher. Drop ball adalah lemparan yang populer pada setiap tingkat karena efektivitasnya tidak hanya dalam mencolok keluar pemukul tetapi dalam mengendalikan pemukul ketika dia tidak membuat kontak. Sebuah lemparan di bagian bawah dari strike zone (zona serang) lebih sering cenderung memukul pada sisi atas, membuat bola lebih meluncur

(32)

commit to user

15 ketanah dan hits (bola yang terpukul) berada di in field (daerah dalam lemparan).

Ada dua metode umum untuk melakukan putaran lemparan kebawah. Biasanya, penurunan termudah pitcher untuk belajar adalah peel (gerakan seperti mengupas) atau pull-up drop (menurunkan lintasan bola). Drop

ball ini dapat diajarkan dari rilis fastball langsung dari ujung jari.

Pegangan pitcher untuk mengupas atau pull-up (baik C-grip atau karya tapal kuda) menempatkan jari di atas dan di jahitan bola. Teknik ini memungkinkan untuk snap (hentakan saat melempar) cepat di rilis, menanamkan berputar ke bawah ketat seperti bola meninggalkan jari.

Metode kedua putaran lemparan kebawah disebut turnover drop. Lemparan ini sedikit lebih sulit tapi pada kecepatan yang lebih tinggi mempertahankan dipotong curam ke bawah. Pegangan pitcher untuk omset menempatkan dua jari memanjang pada lapisan, baik indeks dan jari tengah pada jahitan dekat atau jari telunjuk dan jari manis pada jahitan lagi. Pada rilis, tangan pitcher harus bergerak di atas bola dalam garis lurus ke arah penangkap. Lemparan ini adalah langkah pergelangan tangan saja dan jika dilakukan secara tidak benar dengan kecepatan penuh dapat menyebabkan cedera pada bahu. Banyak pitcher membuat kesalahan berputar diseluruh bola dengan siku bergerak keluar dari badan bukan atas bola dengan siku tinggal ketat terhadap sisi.

4) Rise ball

Rise ball (bola yang mempunyai lintasan cenderung naik keatas)

adalah salah satu lemparan yang paling populer di softball fastpitch. Dominasi dalam penghitungan strikeout dari pitcher memiliki rise ball efektif membuat pitcher ingin mempelajarinya. Namun, kurangnya lengan genetik bertenaga ditambah dengan lulus cepat yang dibutuhkan di bawah softball di rilis sering membuat lemparan ini sulit bagi perempuan untuk menguasai.

Ketrampilan kenaikan putaran bola yang benar sering yang paling sulit dari semua. The backspin (putaran belakang) lurus yang diinginkan

(33)

commit to user

16 sering berubah menjadi torpedo atau screwing spin (putaran sekrup) karena sekejap menekuk pergelangan, tindak lanjut, atau ketidakmampuan untuk menjaga pinggul dan posisi bahu. Biasanya, dalam mencengkeram meningkat, jari telunjuk menggali ke dalam gulungan terhadap bola. Jika metode menggali digunakan, pitcher di rilis harus menempatkan tekanan pada bola dengan jari telunjuk dan mendorong keluar dan ke atas. Jika metode rolling digunakan, pitcher harus merasakan mencubit sedikit jari telunjuk ke arah jari tengah di lecutkan.

Kedua metode membantu mengarahkan bola dari belakang tangan, yang bertentangan dengan ujung jari atau samping jari telunjuk. Pitcher harus mencoba untuk menempatkan jari tengah dan mungkin bahkan jari manis pada jahitan untuk mendapatkan pegangan yang lebih baik dan

snap. Jawaban atas perdebatan empat atau dua jahitan terletak pada pitcher. Setelah mendapatkan putaran yang benar, masing-masing individu pitcher harus bereksperimen dengan dua dan empat-jahitan mengatasi dan

memutuskan mana grip (pegangan bola) memberikan hasil terbaik pada softball.

5) Curve ball

Curve ball, jika dilempar dengan benar dengan istirahat yang tajam,

bisa menjadi lemparan yang sangat sukses mengelabui lawan. Namun, tidak seperti drop dan rise ball, curve ball biasanya tetap relatif sama di jalan untuk pemukul tersebut. Untuk alasan itu, pitcher biasanya mencoba untuk menjaga curve ball di pinggiran plate (home base), tinggal jauh dari pemukul. Ayunan strike sering berada, di finish, di luar jangkauan pemukul itu sendiri. Curve ball dari pegangan atau menyebabkan meleset dari ujung pemukul.

Putaran yang benar untuk curve ball harus dalam arah menyamping atau horisontal. Sering disebut sebagai putaran datar, bola strike tepat kanan ke kiri untuk pegangan pemukul kanan dan kiri ke kanan untuk pegangan pemukul kiri. Cengkeraman bola menempatkan jari tengah dan kadang-kadang jari manis pada jahitan. Jari telunjuk dapat terselip atau

(34)

commit to user

17 digulung jika diinginkan. Banyak curve ball pitcher identik dengan kenaikan mereka untuk keseragaman dalam penampilan. Beberapa pitcher lebih memilih untuk memiliki telunjuk dan jari tengah pada jahitan. Apapun yang efektif, dan seperti meningkat, pitcher harus bereksperimen dengan ke empat dan rotasi jahitan setelah mendapat berputar yang tepat untuk memeriksa gerakan yang optimal.

Postur untuk curve ball harus sedikit membungkuk ke arah sisi glove (sarung tangan) atau arah gerakan yang dimaksudkan. Berat harus bergeser ke sebagian kaki melangkah dengan kepala terletak sedikit ke arah gerakan. Sepanjang lemparan, tangan mengarah tubuh. Pada selesai,

pitcher jatuh sedikit menuju arah gerakan (pemukul kanan sedikit ke kiri

dan kidal sedikit ke kanan).

6) Screw ball

Pitcher kidal menggunakan screw ball banyak untuk menganggu

pemukul tangan kanan atau untuk membuang kesempatan memukul dari

Slappers (pemukul slapping) yang setengah ayunan kadang-kadang

membuat mereka sulit untuk memukul bola. Pitcher kidal ingin menggunakan screw ball untuk mempersulit slappers atau membuang sudut luar terhadap tangan kanan hitter. Meskipun screw dapat dilemparkan tinggi dan rendah ke zona, seperti cureve ball, tidak melompat atau dipotong untuk taktik yang berbeda. Bagi banyak pitcher,

screw adalah lemparan besar untuk mencampur dengan lemparan lain

tetapi biasanya tidak dianggap sebagai lemparan dominan.

Putaran yang benar screw ball, jika benar ke arah gerakan, akan membutuhkan bola berputar ke dalam menuju lengan pitching. Putaran ini hampir mustahil dalam gerakan curang. Namun, untuk mencapai gerakan batin, dua variasi spin digunakan. Salah satunya adalah screw vertikal atau torpedo seperti ketika berputar ketika dirilis kiri ke kanan oleh tangan kanan tunas pitcher baik ke sisi tangan lempar. Gerakan ini biasanya tidak memotong tapi tetap konsisten. Untuk mendapatkan putaran ini, tempatkan telunjuk dan jari tengah memanjang di sepanjang jahitan atau cincin dan

(35)

commit to user

18 jari tengah memanjang sepanjang jahitan dengan jari telunjuk digulung atau terselip. Tangan melewati bawah bola ke arah persimpangan kanan ke kiri (pegangan kanan) bukan arah lurus seperti bola kenaikan. Putaran

screw ball ini sering apa yang terjadi ketika membuat kesalahan dengan

putaran rise ball.

Putaran jenis lainnya untuk screw sebenarnya rilis berputar ke bawah. Grip (pegangan bola) harus terletak di tapal kuda persis seperti

fastball tersebut. Pitcher harus pegangan sedikit lebih ketat dengan jari

telunjuk dan tengah dan menekankan pelepasan ujung jari dari kedua jari khusus. Hal ini sebenarnya susunan bola dan jahitan panjang berputar dengan udara yang menyebabkan lemparan ini untuk membelok ke dalam. Keparahan gerakan dapat bervariasi dengan jenis bola yang berbeda.

Postur untuk lemparan ini adalah sedikit ke arah sisi lengan melempar dengan berat pitcher bergeser ke kaki langkahnya dan kepala terletak sedikit di arah gerakan. Seperti curve ball, untuk meningkatkan cakupan pitcher plate harus melangkah sedikit ke arah sisi sarung tangan dan jauh dari arah gerakan. Penyesuaian ini memungkinkan untuk sudut yang lebih besar dari rilis.

Titik pelepasan harus sedikit kiri ke kanan untuk pitcher tangan kanan atau kanan ke kiri untuk pitcher kidal atau kanan ke kiri untuk

pitcher kidal. Kecepatan spin memiliki dampaknya di lemparan ini

meskipun arah spin tidak persis ke arah gerakan.

Permainan softball dilakukan pada suatu lapangan yang berbentuk sektor, yang didalamnya terdapat diamond berbentuk bujur sangkar dengan tiap sisi berukuran 16,78 m. Pada tiap sudut diletakkan base atau tempat untuk hinggap yang berbentuk segi empat yang berukuran 38 × 38 cm, kecuali pada tempat pemukul atau base empat (home plate) berbentuk segi lima dengan ukuran 43-43-22-30-30-22 cm dan pada pelempar atau pitcher plate berbentuk persegi panjang dengan ukuran 15 × 60 cm. Lapangan softball yang baik terdiri dari lapangan berumput pada bagian out field yang dipotong pendek dan bagian in field terbuat

(36)

commit to user

19 dari gravel atau sejenisnya yang lunak dan permukaan rata dan dilengkapi oleh

back stop yang dirangkai dengan pagar kawat pembatas lapangan permainan.

Lamanya permainan dalam suatu pertandingan softball, diatur dengan

inning, yaitu masing-masing regu pernah mengalami menjadi regu pemukul dan

regu penjaga dengan jumlah yang sama. Dalam permainan softball terdiri atas tujuh inning maka masing-masing regu mengalami tujuh inning regu penjaga dan regu pemukul. Seperti yang dikemukakan oleh Komisi Perwasitan PB. Perbasasi (1993:7) sebagai berikut :

Suatu inning adalah bagian dari pertandingan pada kedua tim yang saling bertanding, yang bergantian menjadi offensive dan defensive tim dan sudah terjadi tiga mati bagi masing-masing regu. Inning baru dimulai segera setelah mati terakhir dari inning sebelumnya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pergantian untuk menjadi regu pemukul dan penjaga lapangan, setelah tiga kali regu lapangan dapat mematikan regu pemukul. (Dell Bethel 1987: 31) mengemukakan seorang pemain dinyatakan mati atau out apabila :

1) Telah memukul tiga kali dan yang ketiga ini tidak kena, sedangkan

catcher dapat menangkap lambungan pitcher sebelum bola jatuh. Jika catcher tidak dapat menangkap lambungan pitcher pun, tetapi semua base isi, maka si pemukul tetap mati.

2) Memukul betul atau salah, sedang partai lapangan dapat menangkap bola pukulannya.

3) Belum sampai di base I, sedang base I ini telah dibakar. 4) Dia tidak menginjak base yang dilewati.

5) Dia menghindar agar tidak disentuh bola, sehingga menyimpang lebih dari satu meter di luar garis antara kedua base.

6) Dapat ditik sewaktu-waktu dan di mana saja, asal dia tidak menginjak

base.

7) Membuat “Infield fly”

8) Membuat “Bunting” pada pukulan ketiga, sedang hasilnya adalah pukulan salah.

(37)

commit to user

20 9) Pada “lari keharusan” belum sampai di base yang dituju, dan base ini

telah dibakar, atau dia ditik diperjalanan. 10) Langsung kena bola yang dipukul temannya.

Dalam permainan softball, dari 9 (sembilan) orang pemain dalam menjadi regu atau partai lapangan menempati posisinya masing-masing. Seperti yang dikemukakaan oleh A. Sarumpaet dkk (1992:144) disebutkan bahwa : “Posisi pemain ditentukan sebagai berikut : pitcher, catcher, first basemen, second

basement, third basement, shortstop, left fielder, center fielder, right fielder ”

Adapun tugas-tugas dari masing-masing penjaga tersebut adalah : 1) Posisi satu adalah pitcher, bertugas melambungkan bola.

2) Posisi dua adalah catcher, bertugas menangkap bola dari pitcher dan menjaga home base.

3) Posisi tiga adalah first base, bertugas menjaga base satu.

4) Posisi empat adalah second base, bertugas menjaga antara base satu dan base dua.

5) Posisi lima adalah third base, bertugas menjaga base tiga.

6) Posisi enam adalah shortstop, bertugas menjaga base dua dan base tiga.

7) Posisi tujuh adalah left fielder, bertugas menjaga di lapangan luar (out

fielder bagian kiri).

8) Posisi delapan adalah center fielder, bertugas menjaga lapangan luar bagian tengah.

9) Posisi sembilan adalah right fielder, bertugas menjaga lapangan luar bagian kanan.

Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan softball adalah sebuah bola. Softball menggunakan bola berwarna kuning dengan benang

grip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih. Sarung

tangan (glove) dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan penangkap bola mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak). Tongkat pemukul (bat) yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk softball.

(38)

commit to user

21 Ketentuan pemakaian dan karakteristik bat yang boleh digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional. Helm pemukul bola dipakai untuk melindungi kepala seorang pemukul bola dari terjangan bola dan cedera, sementara pakaian pelindung (protective gear) untuk seorang penangkap bola, dan sepatu pool (cleats). Yang terakhir adalah uniform atau seragam. Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau berwarna dasar sama. Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah wajib bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi.

Dalam pertandingan softball terdapat minimal satu orang hingga tujuh orang hakim atau wasit (umpire). Terdapat satu orang plate umpire dan tiga wasit marka yang menjaga pertandingan. Selebihnya wasit memantau daerah luar. Dalam pertandingan fast pitch dihakimi oleh empat wasit (satu plate umpire, tiga wasit marka). Istilah untuk seorang wasit adalah “blue”, disebabkan seragam mereka selalu berwarna biru. Posisi seorang wasit adalah berdiri dibelakang penangkap bola dan pemukul bola. Berfungsi untuk melihat arah datangnya bola yang di lempar pelempar bola kepenangkap bola apakah itu strike atau ball.

Wasit juga mengawasi jalannya permainan dengan cermat untuk menentukan peristiwa yang sebenarnya terjadi dan menjaga agar pemain mematuhi peraturan. Sebagai pemimpin pertandingan adalah umpire plate. Karena sifatnya sebagai pemimpin pertandingan, kekuasaan umpire plate dalam sebuah pertandingan sofbol adalah mutlak. Walaupun dapat diprotes (appealed) keputusannya tidak dapat diganggu gugat apabila protes yang dilakukan pemain atau pelatih atau manajer tim menyangkut ajustment, tapi protes dapat dilakukan dan dapat diterima apabila protes dilakukan terhadap salah penerapan rules. Jadi ada permainan yang dapat dilanjutkan dengan protes (game under protes, selengkapnya dapat dibaca pada Rules Permainan Softball yang dikeluarkan oleh ISF). Seorang wasit dapat mengeluarkan siapa saja baik pemain atau bahkan seorang pelatih untuk keluar lapangan, jika menurut wasit mengganggu jalannya pertandingan.

(39)

commit to user

22 b. Teknik Dasar Permainan Softball

Softball harus memiliki ketrampilan-ketrampilan khusus yang harus dikuasai untuk dapat bermain dengan baik saat pertandingan. Ketrampilan ini merupakan kecakapan yang dapat diperoleh dari penguasaan teknik dasar yang ada dalam permainan softball. Teknik dasar ini sangat dibutuhkan karena nantinya berkaitan erat dengan ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung taktik dan strategi pertahanan dan menyerang dalam pertandingan.

Teknik dasar yang harus dikuasai dengan baik oleh pemain menurut Arma Abdoellah (1981:464-465), sebagai berikut :

1) Melambungkan Bola

Yaitu cara menyajikan bola ke suatu sasaran yang telah ditentukan, yang akan dipukul oleh pemukul (batter) sebagai lawan atau penyerang.

2) Melempar Bola (Trhowing)

Melempar harus dilakukan dengan cara yang tepat dan cepat yang ditujukan kepada teman, untuk mematikan pelari yang menuju base atau menahan lajunya pelari. Jenis lemparan yang ada dan biasa ada tiga macam yaitu lemparan atas, lemparan samping, lemparan bawah. 3) Menangkap Bola (Catching)

Menangkap adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan tangan memakai glove, baik itu menangkap bola dari hasil pukulan lawan maupun lemparan dari teman dengan tujuan untuk mematahkan serangan lawan atau mematikan pelari.

4) Memukul Bola (Batting)

Memukul bola dilakukan untuk menyerang. Seorang pemukul yang berpengalaman bisa mengayunkan alat pemukulnya ke segala arah hanya dengan merubah posisi kakinya atau dengan melakukan ayunan pada waktu yang tepat, (Dell Bethel, 1987: 17). Pukulan tehadap bola yang dilemparkan oleh pitcher bertujuan untuk memperoleh nilai dan menyelamatkan dirinya atau membantu pelari lain (base runner) untuk mencapai base berikutnya.

5) Pelari (Runner)

Setelah memukul, pemukul diharuskan untuk berlari menuju base dan sedapat mungkin untuk mencetak poin atau menyumbangkan angka bagi regunya.

6) Meluncur (Sliding)

Meluncur merupakan suatu gerakan meluncurkan badan untuk mencapai base yang dituju. Meluncur dilakukan untuk mengurangi kecepatan laju lari agar dapat tepat berhenti pada base dan untuk menghindari sentuhan atau ketikan bola dari lawan sehingga selamat mencapai base yang dituju.

(40)

commit to user

23 7) Teknik Dasar Pitching

Dalam melakukan pitching terbagi dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Sikap berdiri (stance), seorang pitcher harus berdiri dengan kedua kaki menginjak pitcher’s plate. Sikap badan menghadap ke pemukul, sebagai patokan bahu kiri mengarah ke base ketiga. (2) Langkah (stride) cara melangkah sebelum pitcher melemparkan bola yang dimulai dengan memindahkan berat badan ke kaki depan (kaki kanan bagi yang bukan kidal) kemudian melangkahkan kaki belakang (kaki kiri) ke depan, sehingga bahu kiri mengahdap kearah catcher, kedua lengan ditarik kedepan dada sebagai awalan untuk melawan wind up atau putaran lengan. Sedangkan ujung kaki kanan menekan pitcher’s

plate, hal ini berfungsi sebagai poros atau penumpu. (3) Gerakan

lengan (arm action). c. Teknik Melempar Bola Softball

Pada dasarnya teknik gerakan lemparan dalam permainan softball terdiri dari tiga macam lemparan :

1) Lemparan Bawah

Lemparan bawah adalah suatu lemparan yang dilakukan dengan cepat. Dilakukan dalam jarak dekat dengan tujuan agar dapat mematikan lawan dengan cepat. Teknik lemparan ini bukan seperti yang dilakukan oleh pitcher pada saat

pitch ball terhadap batter. Gerakan lemparan tidak terlalu cepat atau relatif lambat

sesuai dengan jarak kedua pemain, sehingga jalan bola lambat tetapi tepat pada sasaran. Lemparan dilakukan dengan cara mengayunkan lengan terkuat dari bawah keatas. Lintasan bola cenderung naik dari bawah keatas.

2) Lemparan Samping

Lemparan samping adalah suatu gerakan lemparan yang dilakukan dengan mengayunkan lengan dari belakang lurus disamping badan sejajar dengan tanah. Lintasan jalan bola pada teknik lemparan samping bergerak lurus dan lebih cepat mencapai sasaran, kemungkinan kesalahan yang terjadi pada lemparan samping ada dua arah yaitu pada samping kiri dan samping kanan sasaran atau pemain. Lemparan samping lebih tepat dipergunakan pada jarak pendek, dari base ke base yang memerlukan kecepatan. Teknik lemparan ini memerlukan koordinasi dan ketrampilan yang tinggi saat pelaksanaannya.

(41)

commit to user

24 Teknik lemparan ini merupakan teknik yang banyak dilakukan oleh para pemain dalam permainan dari pada jenis teknik lemparan yang lain. Lemparan ini disebut lemparan atas karena sesuai dengan gerakan ayunan lengan dilakukan ke atas melewati garis horisontal pada persendian bahu. Disamping itu teknik ini memungkinkan bola dilempar dengan kuat, sehingga memiliki kecepatan tinggi dan lebih jauh.

Lemparan banyak dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan, pusatkan perhatian terhadap sasaran atau target sampai berakhir gerak lanjutan, posisi bahu dalam keadaan sama rata atau sama tinggi sampai terjadi gerak lanjutan, lecutkan pergelangan tangan dengan membuat putaran bola kearah belakang, perlepasan lengan demikian adalah baik untuk memperoleh lintasan bola pada garis lurus.

Lemparan atas banyak digunakan oleh pemain luar (out fields) daripada pemain dalam (in fields), karena dengan menggunaan lemparan atas yang dibutuhkan adalah kekuatan agar bola sampai kepada pemain in field selain itu putaran bola akan mempengaruhi jauhnya bola, artinya dengan putaran back spin maka bola akan melaju dengan melawan gaya gravitasi bumi sehingga bola tidak cepat jatuh ke bawah. Berbeda dengan kedua lemparan yang lain yaitu hanya untuk jarak dekat karena bola berputar dengan side spin dan top spin bola akan cepat jatuh ke tanah.

Meskipun lemparan atas banyak digunakan oleh pemain out fields dari para pemain in fields tetapi jika tidak dikuasai dengan benar maka akan berakibat fatal. Sebagai contoh jika ada seorang pemukul memukul bola hingga jauh ke daerah out field dan setiap base ada pelari, apa yang akan terjadi jika penjaga out

field tidak dapat melempar bola dengan kuat dan tepat tentunya dengan jenis

lemparan atas maka semua pelari dan yang memukul tadi akan berlari dan masuk ke home base dan memperoleh poin empat sekaligus. Apalagi jika terjadi pada

inning terakhir dalam keadaan poin tertinggal maka ini sangat merugikan terutama

tim itu sendiri. Jadi meskipun pemain out fields hanya bertiga tetapi sangatlah berpengaruh terhadap permainan.

Untuk meningkatkan teknik lemparan atas bermain softball para pemain biasanya melakukan latihan dengan cara pemain berpasangan dan berhadapan

(42)

commit to user

25 dalam jarak yang pendek atau dekat kira-kira 2-3 meter. Pemain melakukan lemparan dengan menambah kecepatan berangsur-angsur, tetapi lemparan tidak keras dan enak diterima oleh teman. Latihan ini dilakukan dengan waktu yang lama sampai pemain dapat menguasai teknik lemparan atas dengan sangat bagus. Sesudah melakukan teknik lemparan atas denganbaik, jaraknya mulai diperjauh dan lemparan bola juga keras. Durasi waktu latihan ditambah dan intensitas serta repetisi melakukan gerakan lemparan atas juga diperbanyak agar dapat menguatkan otot-otot lengan pemain. Sehingga dapat menghasilkan lemparan atas yang cepat.

d. Analisis Teknik Lemparan Atas Softball

Lemparan ini disebut lemparan atas karena sesuai dengan gerak ayunan lengan dilakukan ke atas melewati garis horizontal pada persendian bahu. Teknik lemparan atas merupakan teknik yang banyak dilakukan oleh para pemain dalam permainan softball dari pada dua jenis teknik lemparan yang lain. Teknik lemparan ini memiliki keuntungan jika dilihat dari gerakan lintasan tangan bergerak dari atas ke bawah, sehingga kemungkinan kesalahan hasil lemparan bola ke bawah masih dapat dikuasai dengan menghadang atau membendung bola dengan badan oleh pemain.

Kesalahan yang sering terjadi adalah apabila bola melambung ke atas, pemain kesukaran untuk menguasai bola tersebut. Disamping itu teknik lemparan atas, memungkinkan bola dilempar dengan kuat, sehingga memiliki kecepatan tinggi, dan lebih lanjut, hal ini disebabkan pada saat melempar bola seluruh badan dimulai dari kaki, pinggang dan tangan bergerak bersama-sama satu kesatuan gerak.

Analisis gerak lemparan atas adalah : 1) Posisi Siap

Berdiri dengan posisi kaki sedemikian rupa, sehingga badan dengan keadaan seimbang dan memungkinkan bergerak leluasa melemparkan bola. Badan miring dengan posisi bahu kiri lebih tinggi, searah dengan kaki kiri di depan menuju sasaran dan kaki kanan di belakang, bagi pelempar tangan kanan. Bola

(43)

commit to user

26 dipegang seperti ketika di dalam glove dengan grip yang disenangi, dikonsentrasikan pikiran dan pandangan kearah sasaran yang akan dilempar.

Keadaan tubuh serta tujuan harus difokuskan untuk melakukan gerakan melempar, yang dimaksud adalah lemparan atas dalam permainan softball, gerakan ini dapat dilihat dari gambar berikut :

Gambar 1

Posisi Siap Lempar Atas

2) Gerak Awalan

Pada saat melakukan gerak awalan, pergantian posisi dari posisi siap dilakukan dengan memindahkan berat badan pada salah satu kaki yang berada di belakang atau kaki kiri bagi pelempar kanan dan kaki kanan bagi pelempar kiri, sedangkan kaki lainnya melakukan striding yaitu dengan mengangkat kaki ke arah samping depan menuju sasaran. Pada saat yang bersamaan, tangan yang memegang bola ayunkan ke belakang secara maksimal dengan mengacungkan pergelangan tangan. Momen ini adalah momen krusial saat pitcher akan

(44)

commit to user

27 memaksimalkan lemparannya atau lebih memilih untuk melambatkan bola untuk mengecoh lawan.

Teknik gerak lemparan dapat dilihat dari gambar berikut :

Gambar 2

Gerakan Awalan Lemparan Atas

(Dell Bethell. Petunjuk Lengkap Baseball dan Softball.: 1993). 3) Gerak Melempar Bola

Gerak melempar bola adalah gerakan yang paling vital dari seluruh rangkaian gerakan lempar atas (overhead throw) softball. Melempar bola akan menghasilkan lemparan yang tepat dan jauh jika semua bagian tubuh mempunyai teknik untuk melakukan lemparan dengan baik Pada saat gerak melempar bola, berat badan berada di muka kaki yang untuk mendorong ke depan posisi kaki sedikit dibengkokkan. Hal ini membantu menjaga keseimbangan badan untuk memindahkan tenaga dorongan kaki ke arah sasaran. Setelah melangkah atau

striding memindahkan dan meletakkan kaki pada bagian depan, putarkan tubuh

(45)

commit to user

28 Hal ini akan membantu menaikkan lengan di sekitar badan mengarah pada sasaran. Sebelum lengan digerakkan kedepan, lepaskan bola disertai dengan lecutan pergelangan tangan. Lecutan tangan hendaknya lebih diperhatikan karena jika salah saat melepas bola hasil lemparan tidak maksimal, dan hasil lemparan pasti eror dan akan memudahkan lawan untuk save atau mencetak nilai. Saat yang tepat untuk melecut adalah bola didepan mata.

Gambar 3

Gerakan Melempar Bola

(Dell Bethell. Petunjuk Lengkap Baseball dan Softball.: 1993) 4) Gerak Lanjutan

Gerak lanjutan adalah gerakan terakhir dalam rangkaian lempar atas (overhead) softball. Gerak lanjutan dilakukan setelah bola lepas dari tangan yang disertai dengan gerak lecutan tangan, seolah-olah gerakan tersebut mengikuti gerak jalannya bola yang dilemparkan. Gerak tersebut berakhir pada samping

(46)

commit to user

29 badan atau kaki pada tangan yang memakai glove. Posisi badan condong kedepan dan pandangan mata masih menatap pada sasaran lempar.

Saat itu berat badan berada di kaki depan, sedangkan kaki belakang yang mendorong mengikuti gerak maju kedepan tetap terletak pada tanah sebagai stabilisator dengan glove di samping kaki. Gerak lanjut juga harus diperhatikan sebab jika salah dalam melakukan gerak lanjut tersebut akan mengakibatkan cedera dan akan mempengaruhi otot yang ada dalam tubuh.

Gambar 4 Gerak Lanjutan

(Dell Bethell. Petunjuk Lengkap Baseball dan Sofftball.: 1993) 2. Metode Latihan

a. Pengertian Metode Latihan

Latihan merupakan suatu proses yang harus dilaksanakan oleh seorang pemain untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Berikut ini disajikan pengertian latihan secara umum yang dikemukakan oleh beberapa ahli, sebagai berikut :

Gambar

Gambar 4  Gerak Lanjutan
Tabel 1. Rincian Kegiatan, Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian
Tabel 2. Deskripsi Data Tes Awal Ketrampilan Lempar Atas Bola Softball.
Tabel 3. Test Reliabilitas
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unsur cuaca (suhu, kelembaban udara, dan curah hujan) tidak mengalami perubahan yang drastis selama penelitian berlangsung

Selanjutnya Panitia Pengadaan akan mengadakan penilaian/evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap Dokumen Penawaran yang memenuhi syarat dengan menggunakan sistem gugur menurut

[r]

Membangkitkan surface yang meliputi jalan dan cut/fill batters Magicad : APPLICATIONS > ROAD DESIGN > ROAD SURFACES > Batter

[r]

Dalam acara dimaksud harus membawa dokumen asli dan foto copy yang saudara upload pada Aplikasi LPSE Kabupaten Deli Serdang dan membawa Surat Keterangan Domisili Perusahaan dari

Apabila seseorang mengetahui perilaku hidup sehat yang mencakup mengenai kegiatannya akan menimbulkan keaktifan ibu yang optimal di posyandu tersebut Posyandu