34 A. Objek Penelitian
Penelitian ini mengenai Analisis dampak perubahan Dana pihak ketiga, Kredit, dan Total aset pada bank umum terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia pada tahun 2013-2016. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti laporan tahunan BI dan Badan Pusat Statistik.
B. Jenis dan Sumber Data
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel-variabel dengan yang lainnya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data panel. Data panel adalah gabungan dari data cross section 33 provinsi di Indonesia dan time series dengan data tahunan dari tahun 2013 – 2016. Data yang digunakan meliputi produk domestik regional bruto (PDRB), dana pihak ketiga, kredit, dan total aset yang disalurkan bank umum pada masing-masing provinsi di Indonesia. Pengolahan data pada penelitian kali ini akan menggunakan software Eviews 6 dan Microsoft Excel 2013.
C. Teknik pengambilan Data
Teknik yang digunakan dengan cara mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti laporan tahunan BI dan Badan Pusat Statistik (BPS)
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Variabel Terikat / Dependent variable (Variabel Y)
Pengertian variabel terikat adalah Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalahProduk domestic regional bruto di Indonesia pada tahun 2013-2016 yang meliputi 33 provinsi dengan satuanmilyar rupiah.
2. Variabel Bebas / Independent variable (Variabel X)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat). Dalam penelitian ini variabel bebas yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah Dana pihak ketiga, Kredit yang disalurkan perbankan, dan Aset bank. Adapun penjelasan operasional variabel dari penelitian ini tersaji dalam bentuk tabel di bawah ini :
1) Dana Pihak Ketiga
Dalam Penelitian ini Variabel Dana Pihak Ketiga merupakan gabungan dari Simpanan Giro, Simpanan Tabungan, Dan Simpanan Deposito yang disimpan MasyarakatIndonesia yang didapat dari website Bank Indonesia dengan satuan Milyar Rupiah.
2) Kredit bank umum
Variabel Kredit dalam penelitian ini menggunakan data yang berasal dari laporan tahunan kajian ekonomi dan keuangan regional provinsi di Indonesia dengan satuan milyar rupiah. Menurut Bank Indonesia kredit perbankan merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit istilah yang digunakan pada bank konvensional dalam menjalankan kegiatan usahanya, dan kata pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah, istilah yang digunakan pada bank syariah.
3) Total Aset Bank Umum
Total aset bank umum yang meliputi bank konvesional dan bank syariah di indoneisa yang didapatkan dari segala sumber pemasukan perbankan itu sendiri. Total Aset di penelitian ini diperoleh dari website Bank Indonesia dengan satuan Milyar Rupiah.
E. Metode Regresi Data Panel
Pada penelitian yang dilakukan menggunakan metode analisis data panel. Data panel adalah data yang diperoleh menggunakan cara yaitu data gabungan anatara data cross-section dan data time series. Data cross-section dalam penelitian ini adalah data dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, sedangkan data time series
adalah tahun 2013 sampai dengan 2016. Data pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan Bank Indonesia yang telah dipublikasikan oleh masing-masing provinsi. Metode yang digunakan menggunakan regresi linear berganda dengan model sebagai berikut:
𝑙𝑜𝑔𝑌 = 𝛽0+ 𝛽1𝑙𝑜𝑔𝑋1+ 𝛽2𝑙𝑜𝑔𝑋2+ 𝛽3𝑙𝑜𝑔𝑋3+ 𝑒 Keterangan:
𝑌 = Pertumbuhan ekonomi provinsi i tahun i 𝛽0 = Konstanta
𝛽1𝛽2𝛽3= Koefisien Regresi X1 = Dana Pihak Ketiga
X2 = Kredit
X3 = Total aset 𝑒 = Error term
Untuk mengetahui pengaruh variabel – variabel independen terhadap dependen maka dilakukan dengan uji statistik t dan statistik F dengan tingkat signifikan 5%.
F. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan regresi data panel, data panel terdiri
Model Common Effect (OLS), Fixed Effect dan Random Effect. Ketiga teknik tersebut digunakan untuk mengestimasi regresi data panel dengan model berikut:
1. Common Effect
Berikut ini hasil regresi teknik data panel dengan menggunakan model
Common Effect sebagai berikut:
Log Y = 𝛽0 + 𝛽1 X1+ 𝛽2 Log X2 + 𝛽3 X3 + 𝛽4 X4 + €1
2. Fixed Effect
Berikut ini hasil regresi teknik data panel dengan menggunakan model
Fixed Effectsebagai berikut:
Log Y = 𝛽0 + 𝛽1 X1+ 𝛽2 Log X2 + 𝛽3 X3 + 𝛽4 X4 + €1
3. Random effect
Berikut ini hasil regresi teknik data panel dengan menggunakan model
Random effectsebagai berikut:
Log Y = 𝛽0 + 𝛽1 X1+ 𝛽2 Log X2 + 𝛽3 X3 + 𝛽4 X4 + €1 G. Pemilihan Teknik Estimasi Regresi Data Panel
Terdapat tiga jenis teknik estimasi pada model regresi data panel, yaitu model dengan model Common Effect, model Fixed Effect dan model Random
Effect. Setelah terdapat tiga jenis model regresi data panel kemudian dari tiga model
tersebut terdapat tiga uji yang digunakan untuk memilih teknik yang paling tepat atau sesuai digunakan dalam mengestimasi regresi data panel. Teknik yang paling sesuai atau paling tepat digunakan dalam penentuan model regresi datal panel yaitu uji Lagrange Multiplier, ujiChow dan Uji Housman.
1. Uji Chow
Uji yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya perubahan struktural dalam regresi. Uji Chow sebagai pengujian statistik untuk menentukan apakah model Common Effect atau Fixed Effectyang paling sesuai dipergunakan dalam penelitian ini. Hipotesis pada pengujian uji chow sebagai berikut:
H0: Model Common Effect lebih sesuai H1: Model Fixed Effect lebih sesuai
Dengan adanya hipotesis tersebut, sehingga dalam memilih model dapat dilihat dengan cara,jika nilai Probabilitas < 5 persen (0.05) maka H0 akan ditolak sehingga H1 diterima.
2. Uji Housman
Uji housmandigunakan untuk menentukan manakah dari kedua model yaitu model Fixed Effect atau Random Effect yang lebih tepat dalam penelitian ini. Sehingga hipotesis pada pengujian uji housmanadalah:
H0: Model Random Effect lebih sesuai H1: Model Fixee Effect lebih sesuai
Setelah dilakukan pengujian dan dengan adanya hipotesis tersebut dalam memilih manakah dari kedua model yang sesuai apakah model Random Effect atau Fixed Effect yang sesuai digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara melihat nilai Probabilitasnya, yaitu apabila nilai probabilitas < 5 persen (0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima.
3. Uji Lagrange Multiplier (LM)
Setelah dilakukan dua pengujian diatas kemudian dilakukan pengujian yaitu uji Lagrange Multiplier (LM) yang memiliki arti yaitu pengujian untuk mengetahui dari kedua model manakah model yang paling sesuai digunakan apakah Random Effect atau model Common Effect (OLS). Uji Lagrange
Multiplier memiliki hipotesis sebagai berikut:
H0: Model Common Effect lebih sesuai H1: Model Random Effect lebih sesuai
Dengan adanya hipotesis tersebut maka untuk menentukan mana model terbaik yang tepat dipakai dalam penelitian ini apakah model Common Effect ataukah model Random Effect dengan melihat nilai probabilitasnya yaitu jika probabilitas < 5 persen (0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima.
H. Uji Statistik
Setelah dilakukan pemilihan model terbaik selanjutnya langkah awalyaitu adalah dengan melakukan pengolah data, untuk mengolah data ini peneliti menggunakan alat analisis dan variabel, dimana regresi ini dilakukan atas suatu variabel terikat yaitu variabel terikat (Y) terhadap variabel bebas yang lebih dari satu yaitu variabel (X). Kemudian untuk menguji hipotesa yang di gunakan, penguji menggunakan analisis regresi linier berganda di hasilkan dengan cara memasukkan data variabel ke dalam variabel fungsi regresi. Hipotesa dilakukan dengan:
1. Uji statistik F
Agar mengetahui apakah suatu variabel independen secara keseluruhan atau bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen maka digunakanlah uji statistik F. Rumus yang dapat digunakan adalah:
Fhitung = 𝑅 2/ 𝑘 (1−𝑅2)/(𝑛−𝑘−1) Keterangan: R2 : R-squared n : Total Sampel k : Total Observasi
Setelah dilakukan perhitungan tersebut kemudian diperoleh hasil dan dengan adanya kriteria seperti dibawah ini:
Apabila Fhitung < Ftabel, variable independen secara keseluruhan tidak mempengaruhi variabel dependen maka H0 diterima dan H1 yang ditolak. Apabila nilai Fhitung> Ftabel, variabel independen secara keseluruhan mempengaruhi variabel dependen. maka H0 ditolak dan H1 yang diterima.
2. Uji Statistik t
Uji statistik t di lakukan agar mengetahui signifikansi secara individual antara variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Pada tingkat nilai signifikansi yaitu (α=0.05). Sehingga muncul dasar pengambilan suatu keputusan sebagai berikut :
a. Apabila nilai thitung< ttabel, maka secara individual variabel bebas tidak terdapat pengaruh pada variabel terikat (hipotesa di tolak).
b. Dan apabila nilai thitung> ttabel, maka secara individual variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat (hipotesa di terima).
3. Koefisien Determinasi (R2)
Untuk mengetahui keeratan suatu hubungan yang terjadi diantara variabel independen dan variabel dependen dapat menggunakan koefisien determinasi. Nilai pada R2 berkisar anatara 0 hingga 1 (0 ≤ R2 ≤ 1). Perhitungan koefisien determinasi memiliki tujuan yaitu pengaruh diantara variabel independen terhadap variabel dependen agar dapat diketahui. Jika R2 mendekati 1 (100%), maka hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin baik atau semakin tepat garis regresi yang diperoleh. Sebaliknya jika nilai R2 mendekati 0 maka menunjukkan semakin tidak tepatnya garis regresi untuk mengukur data observasi.