• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPK UU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PPK UU"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

REGULASI

• UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan

Tindak Pidana Pencucian Uang

• UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi

• Inpres Nomor 1 tahun 2013 tentang Aksi Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi Tahun 2013

• Nota Kesepakatan Bersama: Percepatan Pengukuhan

Kawasan Hutan

• Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Stranas PPK 2012-2025 dan

2012-2014

• UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak

Pidana Korupsi

(3)

Bentuk/Jenis

Tindak Pidana Korupsi (TPK)

Bentuk/jenis TPK berdasarkan UU Nomor 31

Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001

• Kerugian keuangan negara;

• Suap-menyuap;

• Penggelapan dalam jabatan;

• Pemerasan;

• Perbuatan curang;

• Benturan kepentingan dalam pengadaan;

• Gratifikasi.

(4)

4

GUNUNG ES KORUPSI

TINDAK PIDANA KORUPSI (TPK) CORRUPTION HAZARDS (CH)‏ POTENSI MASALAH PENYEBAB KORUPSI (PMPK)‏ Korupsi sbg Kejahatan terjadi, apabila terdapat : • Desire to Act • Ability to Act • Opportunity • Suitable Target Kelemahan bangsa • Kesisteman • Kesejahteraan / Pengghasilan • Mental / moral • Internal, sosial, self control • Budaya ketaatan hukum lokasi : • pemasok anggaran • pengguna anggaran, • disparitas pendapatan Manusia berjiwa koruptor Barang • asset negara, •barang sitaan Kegiatan : • proyek pembangunan • pengadaan barang / jasa • perijinan / pelayanan publik

(5)

Kondisi Korupsi di Indonesia (lanjutan)

ICOR

(Incremental Capital Output Ratio)

tertinggi di ASEAN 5%,

rata-rata ASEAN 3,5% sebagai akibat dari banyaknya praktik

mark-up

dan korupsi.

Kebocoran APBN/ Pembangunan mencapai 45%

Pungutan tidak resmi (graff) mencapai 15% dari biaya resmi.

Utang terus bertumpuk, tapi korupsi juga terus meningkat

Debt service ratio 40% dari APBN.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi (4,8%) dan tingginya angka

kemiskinan -+17.5% (under poverty line BPS ‘06) dan

pengangguran 9% -10%.

Kurangnya akses informasi dari Lembaga layanan publik ,

tranparansi dan akuntabililtas layanan publik.

Tax ratio terhadap PDB berkisar 15%, sedangkan

negara-negara ASEAN rata-rata lebih dari 17%.

(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

Penyelenggara Negara

1. Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara; 2. Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi Negara; 3. Menteri;

4. Gubernur; 5. Hakim;

6. Pejabat negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan

7. Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis, meliputi:

Direksi, Komisaris dan pejabat structural BUMN dan BUMD;

Pimpinan Bank Indonesia;

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri;

Pejabat Eselon I dan pejabat lain yang disamakan di lingkungan sipil, militer dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;

Jaksa;

Penyidik;

Panitera Pengadilan; dan

(13)

Gratifikasi

Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001

Gratifikasi merupakan pemberian dalam arti

luas yang meliputi pemberian uang, barang,

rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga,

tiket

perjalanan,

fasilitas

penginapan,

perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma,

dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik

yang diterima di dalam negeri maupun di luar

negeri

dan

yang

dilakukan

dengan

menggunakan sarana elektronik atau tanpa

sarana elektronik.

(14)

Regulasi Gratifikasi

• Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001,

berbunyi

Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau

penyelenggara negara dianggap pemberian suap,

apabila berhubungan dengan jabatannya dan

berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,

• Pasal 12C ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001,

berbunyi

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B

Ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan

gratifikasi yang diterimanya kepada KPK

(15)
(16)

LHKPN

 LHKPN merupakan Laporan Harta Kekayaan

Penyelenggara Pemerintah

 Regulasi LHKPN

• Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang

Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas

Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme;

• Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang

Komisi Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi;

• Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi

Nomor: KEP. 07/KPK/02/2005 tentang Tata Cara

Pendaftaran, Pemeriksaan dan Pengumuman

(17)
(18)

Modus Operandi Korupsi di Daerah

Korupsi Pejabat Daerah

Pengadaan Barang dana Jasa Pemerintah dengan mark up harga dan merubah spesifikasi barang.

Penggunaan sisa dana tanpa dipertanggungjawabkan & tanpa prosedur

Penyimpangan prosedur pengajuan & pencairan dana kas daerah

Manipulasi sisa APBD

Manipulasi dalam proses pengadaan/perijinan/konsensi hutan

Gratifikasi dari BPD penampung dana daerah

Bantuan Sosial tidak sesuai peruntukannya

Menggunakan APBD untuk keperluan Keluarganya dan koleganya

Menerbitkan Peraturan Daerah untuk upah pungut pajak;

Ruislag/tukar guling tanah dengan mark down harga

(19)
(20)

Terpidana Korupsi

Belum Dieksekusi ?

(21)

ALASAN TERPIDANA KORUPSI

BELUM DIEKSEKUSI (2002-2013)

1. DPO dan Buron

2. Perkembangan proses eksekusi tidak

jelas

3. Sakit atau Sakit Jiwa

(22)
(23)

Indeks Prestasi Korupsi

(IPK)

(24)

Indeks Persepsi Korupsi ASEAN 2012

(25)
(26)

Indeks Persepsi Korupsi Dunia 2012

Tertinggi

(27)

Penilaian Inisiatif Anti Korupsi 2012

(28)

Komisi Pemberantas Korupi

• Komisi Pemberantasan Korupsi adalah

lembaga negara yang dalam melaksanakan

tugas dan wewenangnya bersifat

independen dan bebas dari pengaruh

kekuasaan manapun.

• Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk

dengan tujuan meningkatkan daya guna dan

hasil guna terhadap upaya pemberantasan

tindak pidana korupsi.

(29)

PNBP Dari Hasil TPK & Gratifikasi

Yang KPK Telah Disetor Ke Negara

(30)
(31)
(32)
(33)

Kasus Besar Korupsi DPR

(34)
(35)
(36)

Proyek Bagi-bagi Uang Nazaruddin

(37)

Dugaan Korupsi Proyek Jalur Pantura

(38)

Korupsi Di Usia Muda

(39)

Korupsi Tak Kenal Kasta

TPK

bisa

dilakukan

siapa

saja

tak

mengenal

strata

pendidikan.

Selama

kurun waktu 2004 sampai 2012 tercatat

sejumlah

orang

dengan

gelar,

diantaranya:

(40)

Kasus Dana Percepatan

Infratruktur Daerah (DIPD)

Suap

alokasi

Dana

Penyesuaian

Infrastruktur

Daerah

(DPID)

tahun

anggaran 2011 agar agar Kabupaten

Aceh Besar, Kabupaten Pidie Jaya,

Kabupaten

Bener

Meriah,

dan

Kabupaten

Minahasa

menjadi

penerima anggaran.

(41)

Terdakwa Kasus Dana Percepatan

Infratruktur Daerah (DIPD)

Nama Terdakwa: Wa Ode Nurhayati Jabatan:

Anggota DPR RI periode 2009 – 2014 Pelanggaran:

Menerima gratifikasi berupa uang tunai.

Vonis:

Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta, dan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

(42)

Orang-orang terkait

Kasus DIPD

(43)

Kronologi Kasus DIPD

(44)

Kasus Wisma Atlet

• Kasus Suap proyek Pembangunan

Wisma Atlet di Jakabaring Palembang

Sumatera Selatan (2010-2011)

(45)
(46)

Terdakwa Kasus Wisma Atlet

Nama Terdakwa:

Muhammad Nazaruddin

Jabatan:

Anggota DPR RI

periode 2009 – 2014

Vonis:

Pidana penjara selama 7

(tujuh) tahun, denda sebesar

Rp. 300 Juta subsidair 6

(enam) bulan

(47)

Tersangka Kasus Wisma Atlet

(48)

Orang-orang terkait

Kasus Wisma Atlet

(49)
(50)

Kronologi Kasus Wisma Atlet

(51)

Pembagian Jatah Fee

Kasus Wisma Atlet

(52)
(53)
(54)
(55)

Korupsi Daging Sapi Impor

Kasus

suap

penambahan

kuota

(56)

Terdakwa

Kasus Daging Sapi Impor

Nama Terdakwa: Ahmad Fathanah

Latar Belakang: Pengusaha Impor Daging Pelanggaran:

 Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan

Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

 Pasal 3 UU no 8 tahun 2010 tentang

Pencegahan dan Pemberantasan

Tindak Pidana Pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Vonis:

14 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara

(57)

Tersangka

(58)
(59)
(60)
(61)
(62)

Korupsi Pengadaan Al-Quran

Pengadaan Kitab Suci Al-Quran {Anggaran:

Rp 28,5 miliar (2009-2011)

(63)

Terdakwa

(64)

Tahun 2011: Rp22 miliar

2012: Rp50 miliar

(65)
(66)
(67)

Korupsi Simulator SIM

Proyek pengadaan simulator untuk

pembuatan SIM

(68)

Terdakwa Simulator SIM

Nama Terdakwa: Djoko Suusilo Jabatan: Inspektur Jenderal Polisi Pelanggaran:

 Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang Nomor 31 tahun 1999

sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP

 Pasal 3 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang

Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 Pasal 3 ayat 1 huruf c UU No 15 tahun 2002 tentang

Tindak Pidana Pencucian Uang Jo 55 ayat 1 kesatu jo pasal 65 ayat 1 KUHP

Vonis:

10 tahun penjara ditambah denda Rp 500 Juta subsider enam bulan kurungan

(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)

Referensi

Dokumen terkait

Roni divonis dengan mengingat Pasal 263 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdakwa bersalah melakukan tindak

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.05/2015 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

UU No 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi terdapat pada Pasal 30 Juncto Pasal 4 Ayat (1) pasal ini dapat digunakan dalam menjerat pelaku tindak pidana

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Pasal 56 ayat (3) dan Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (UU MK) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8