• Tidak ada hasil yang ditemukan

SELAMAT DATANG PESERTA PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER (PKPA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SELAMAT DATANG PESERTA PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER (PKPA)"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

SELAMAT DATANG PESERTA

PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

(PKPA)

www.pom.go.id

(2)

KULIAH UMUM

KEPALA BIRO UMUM

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

Disampaikan Oleh :

(3)

TOPIK BAHASAN

1. Pendahuluan

2. Sistem Pengawasan

(4)

PENDAHULUAN

(5)

Visi Pembangunan 2005-2025: Indonesia

yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur

RPJM 3: Pembangunan

Keunggulan Kompetitif Daya

Saing Perekonomian yang

berbasis:

1. SDA yang tersedia

2. SDM yang berkualitas

3. Kemampuan Iptek

(6)

PERUBAHAN

LINGKUNGAN STRATEGIS?

KONDISI YANG

DIHARAPKAN?

KONDISI SAAT INI

Perubahan global

Harapan masyarakat dan suprastruktur

Komitmen Indonesia

Lembaga dunia yang berpengaruh

Perubahan Lingkungan Strategis dan

Kondisi yang Diharapkan

(7)

TANTANGAN DAN PERAN STRATEGIS

PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

Fragmentasi

Kelembagaan,

Perizinan,

Regulasi

Pengawasan

Pusat dan

Daerah

Koordinasi

Lintas Sektor

Keterbatasan

Sumber Daya

Luasnya

Cakupan

Wilayah

Pengawasan

Pertumbuhan

Pelaku Usaha

Produksi

Distribusi

Globalisasi

Penyelundup

an Produk

Ilegal

Pengawasan

Obat dan

Makanan

Ketahanan

Nasional

&

Kejahatan

Kemanusiaan

Peningkatan

Efektivitas

Pengawasan

Obat dan

Makanan,

Serta

Peningkatan

Kualitas

Layanan

Publik BPOM

Kesehatan

Kualitas hidup

manusia Indonesia,

JKN, desentralisasi

& Otda, SDG’s status

gizi nasional,

pergeseran pola

penyakit

Sosial/Kemanusiaan

Kualitas generasi

penerus bangsa,

bonus demografi,

peningkatan

kepercayaan

masyarakat

terhadap pelayanan

pemerintah bidang

kesehatan

Ekonomi

Pemasukan negara

dari pajak, distorsi

pasar akibat

peredaran produk

ilegal,

penyelundupan OM

Ilegal

Keamanan

Potensi gangguan

kamtibmas

(penyalahgunaan

obat keras),

bioterorism

(8)

Multisektor Pengawasan Obat dan Makanan

Keamanan Pangan

Produsen

Distributor

Konsumen

Farming

System

Kementan

Pelaku

Usaha

Kemendag

Kemenperind

Masyarakat

YLKI

Kemenkes

Bappenas

Kemenkeu

KemenPAN RB

BNN

Asosiasi

Pemda

BPK

DPR

Keamanan Obat, OT,

Kosmetik, dan

Suplemen Kesehatan

Pengawasan Obat dan Makanan

Perguruan

Tinggi

LSM

Media

Kemendagri

BPS

BKKB

N

Kemenkop

UKM

Kemen

PMK

Kemen

Kominfo

Kemen

PPA

Kemen

Kum HAM

Kejaksaan

Kepolisian

BPJS

BSN

8

(9)

Negara hadir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan

obat dan makanan yang merupakan kejahatan

kemanusiaan.

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan

menghadirkan BPOM di titik-titik potensi pelanggaran yang

selama ini belum tersentuh.

PERAN BPOM SESUAI NAWACITA

1

(10)

KEJAHATAN KEMANUSIAAN DI

BIDANG OBAT DAN MAKANAN

P

ELABUHAN

R

ESMI

FTZ

FREE

TRADE

ZONE

P

ELABUHAN

R

AKYAT

/

J

ALUR

I

LEGAL

D

AERAH

P

ERBATASAN

B

ORDER

• D

OKUMEN

P

ALSU

,

MENGGANTI

HS C

ODE

• M

ENYISIPKAN

P

RODUK

I

LEGAL

P

ENGUATAN

K

EWENANGAN

P

ENGAWASAN DI

W

ILAYAH

K

EPABEANAN

✓P

ENGUATAN

K

OMPETENSI

SDM BPOM

✓R

OAD

M

AP

/

PROGRAM NYATA SEBAGAI

T

INDAK

L

ANJUT

M

O

U

✓P

ENGUATAN

S

ANKSI

(B

LACK

L

IST IMPORTIR

)

✓K

OORDINASI SOLID

4

INSTITUSI

CIQ (C

USTOMS

,

I

MMIGRATION

, Q

UARANTINE

)

DAN

BPOM

DI SEMUA TINGKAT

✓P

ERKUATAN KERJASAMA DENGAN INSPEKTUR

N

EGARA LAIN

(N

EGARA TETANGGA ATAU NEGARA EKSPORTIR

✓P

ENGADAAN SARANA PRASARANA UNTUK PENGUATAN PENGAWASAN ANTAR PULAU

/

DAERAH

,

TERMASUK PENYEDIAAN GUDANG BARANG BUKTI

P

EMASUKAN

P

RODUK ILEGAL MELALUI PELABUHAN RAKYAT YANG MINIM PENGAWASAN

• P

EMANFAATAN

KARTU

LINTAS BATAS

KEBERPIHAKAN MASYARAKAT DI DAERAH PINGGIRAN

PENGADAAN KEBUTUHAN SEHARI

-HARI

PERTUMBUHAN EKONOMI

P

ENGADAAN

K

EBUTUHAN

S

EHARI

-HARI NAMUN DIJUAL DI LUAR KAWASAN

✓ P

ERSAMAAN

P

ERSEPSI

S

TATUS

P

RODUK

(T

ANPA

I

ZIN

E

DAR

VS N

ON

P

AJAK

)

✓K

ESEPAKATAN

Z

ONASI

R

ING

1 T

ANPA

M

ENGENYAMPINGKAN

P

ERLINDUNGAN KESEHATAN

M

ASYARAKAT

✓P

EMBENTUKAN

B

ADAN

POM K

ABUPATEN

/K

OTA DISEKITAR

P

ERBATASAN

✓P

ERKUATAN

S

ARANA DAN

P

RASARAN SERTA

SDM

✓P

ERKUATAN

P

ERAN

B

ADAN

POM P

ADA SISTEM

BNPP

✓B

ERTAMBAH

S

INERGISME ANTAR

K/L

✓ P

ENGUATAN

M

EKANISME KOMUNIKASI DAN SHARING INFORMASI DENGAN INSTANSI TERKAIT

,

SEHINGGA PRODUK ILEGAL DAPAT DIRESPON DENGAN CEPAT SEBELUM MASUK PEREDARAN

MENINGKATKAN INTELEGEN DI PINTU MASUK DAN PERDAGANGAN LINTAS BATAS SERTA PENGAWASAN ANTAR PULAU

(

PEMANTAUAN

,

INFORMAN

,

PENYEDIAAN SARPRAS

)

✓ P

ENGUATAN DAN PENGEMBANGAN JEJARING PUSAT DAN DAERAH DALAM PENGAWASAN PANGAN DENGAN LINTAS SEKTOR TERUTAMA DI TITIK MASUK

(B

EA

C

UKAI

)

DAN TEMPAT

-

TEMPAT YANG DICURIGAI

(

DENGAN

P

OLISI

)

PENGAWASAN BERSAMA

,

ROAD MAP SEBAGAI TINDAK LANJUT

M

OU

✓ P

EMBAHASAN

B

ERSAMA TENTANG

FTZ (B

ATAM

) M

O

U ?

✓P

ENGUATAN

K

ELEMBAGAAN

BPOM

UNTUK

P

ENGAWASAN ANTAR

P

ULAU

/ D

AERAH

J

ALUR

M

ODUS

S

TRATEGI

SUPPLY

1. P

ELUANG

B

ISNIS

2. T

UNTUTAN

E

KONOMI

/

K

EBUTUHAN

M

ASYARAKAT

3. K

ETIDAKTAHUA N

/

AWARENESS

4. S

ANKSI TIDAK MENIMBULKAN EFEK JERA

5. P

RODUK

K

OMPETITIF

6. P

ERSAMAAN

P

RESEPSI ILEGAL

DEMAND

FAKTOR

PENDORONG

P

ENYUSUNAN

1. PERPES O

RG

2. U

NDANG

-UNDANG

P

ENGAWASAN

O

BAT

&

M

AKANAN

(UU

POM) :

-

KELEMBAGAAN

-

KEWENANGAN

- S

UMBER DAYA

MANUSIA

O

NLINE

L

EGAL

I

LEGAL

(11)

Obat dan Makanan aman

meningkatkan

kesehatan

masyarakat dan daya saing

bangsa

1. Meningkatkan sistem pengawasan

Obat dan Makanan berbasis risiko

untuk melindungi masyarakat

2. Mendorong

kemandirian

pelaku

usaha dalam memberikan jaminan

keamanan Obat dan Makanan serta

memperkuat

kemitraan

dengan

pemangku kepentingan

3. Meningkatkan kapasitas kelembagaan

BPOM

1.

Meningkatnya jaminan Obat dan

Makanan

aman, bermanfaat,

dan bermutu dalam rangka

meningkatkan

kesehatan

masyarakat

2.

Meningkatnya daya saing Obat

dan Makanan di pasar lokal dan

global dengan menjamin mutu

dan mendukung inovasi

VISI

MISI

TUJUAN

VISI, MISI, TUJUAN BPOM

2015-2019

(12)

Kedudukan

Badan POM sbg Lembaga Pemerintah

Non

Kementerian

yang

menyelenggarakan

urusan

pemerintahan di bidang pengawasan

obat dan makanan.

BPOM berada di bawah & bertanggung

jawab kepada Presiden melalui Menteri

Kesehatan.

PERPRES NO. 80 TAHUN 2017

TENTANG

(13)

Tupoksi

1.

Pengaturan, regulasi, dan standardisasi;

2.

Lisensi dan Sertifikasi industri di bidang obat dan

makanan berdasarkan Cara Pembuatan yang

Baik

3.

Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar dalam

rangka registrasi produk (Nomor Izin Edar);

4.

Post marketing control

termasuk

sampling

dan

pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana

pembuatan , penyaluran, dan penyerahan, serta

penegakan hukum;

5.

Pre-audit dan pasca-audit promosi dan iklan

produk;

6.

Riset terhadap pelaksanaan kebijakan

pengawasan obat dan makanan; dan

7.

Komunikasi, informasi dan edukasi masyarakat

untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan

terhadap keamanan, khasiat/kemanfaatan dan

mutu produk.

(14)

SASARAN STRATEGIS

1. Menguatnya Sistem Pengawasan Obat dan Makanan

(Regulatory System)

2. Meningkatnya kemandirian pelaku usaha, kemitraan dengan

pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat

3. Meningkatnya Kualitas Kapasitas Kelembagaan BPOM

SASARAN STRATEGIS

BPOM 2015-2019

(15)

Dinamika

Peredaran Obat

dan Makanan

Tantangan & Isu

Strategis

Pengawasan Obat

Sasaran & Target

dan Makanan

Penguatan kapasitas

kelembagaan pengawasan OM

melalui penataan struktur yang

kaya dengan fungsi, proses bisnis

yang tertata dan efektif, budaya

kerja yang sesuai dengan nilai

organisasi serta pengelolaan

sumber daya yang efektif dan

efisien.

Penguatan Sistem

Pengawasan OM

berbasis risiko

untuk melindungi

masyarakat

Peningkatan pembinaan dan

bimbingan dalam rangka mendorong

kemandirian pelaku usaha dalam

memberikan jaminan keamanan dan

daya saing produk Obat dan Makanan

Arah Kebijakan BPOM

4

1

2

Arah Kebijakan BPOM

Peningkatan Kerjasama,

KIE publik melalui kemitraan

pemangku kepentingan dan

partisipasi masyarakat dalam

pengawasan Obat dan Makanan

(16)

Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2017 Tentang Badan

Pengawas Obat dan Makanan.

Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan

Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan.

PERKUATAN REGULASI DAN KELEMBAGAAN

PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2017

1

(17)

Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Melalui

Pendampingan di dalam Pemenuhan Standar

Peningkatan Pelayanan Publik Melalui Debirokratisasi dan

Deregulasi

DUKUNGAN BPOM TERHADAP INSTRUKSI PRESIDEN NO. 6

TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PENGEMBANGAN

INDUSTRI FARMASI DAN ALAT KESEHATAN

1

(18)

KEPALA BPOM

INSPEKTORAT

SEKRETARIAT UTAMA

•Biro Perencanaan dan Keuangan

•Biro Kerja Sama Luar Negeri

•Biro Hukum dan Humas

•Biro Umum

Unit Pelaksana Teknis

(Balai Besar dan Balai POM)

DEPUTI I

Bidang Pengawasan Produk

Terapetik dan NAPZA

• Dit. Penilaian Obat dan Produk

Biologi

• Dit. Standardisasi Produk

Terapetik dan PKRT

• Dit. Pengawasan Produksi

Produk Terapetik dan PKRT

• Dit. Pengawasan Distribusi

Produk Terapetik dan PKRT

• Dit. Pengawasan NAPZA

Pusat Informasi

Obat dan

Makanan

Pusat Riset

Obat dan

Makanan

Pusat

Penyidikan Obat

dan Makanan

Pusat Pengujian

Obat dan

Makanan

Nasional

DEPUTI II

Bidang Pengawasan Obat

Tradisional, Kosmetik dan Produk

Komplemen

• Dit. Penilaian OT, Suplemen

Makanan dan Kosmetik

• Dit. Standardisasi OT, Kosmetik

dan Produk Komplemen.

• Dit. Inspeksi dan Sertifikasi OT,

Kosmetik dan Produk

Komplemen.

• Dit. Obat Asli Indonesia

DEPUTI III

Bidang Pengawasan Keamanan

Pangan dan Bahan Berbahaya

• Dit. Penilaian Keamanan

Pangan

• Dit. Standardisasi Produk

Pangan

• Dit. Inspeksi dan Sertifikasi

Produk Pangan

• Dit. Surveilans dan

Penyuluhan Keamanan Pangan

• Dit Pengawasan Produk dan

Bahan Berbahaya

STRUKTUR ORGANISASI

SAAT INI

(19)

Perpres No.80 Tahun 2017 tentang Badan POM.

Badan POM berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Deputi

Bidang Was.

Obat,

Narkotika,

Psikotropika,

Prekursor,

dan Zat

Adiktif.

Kepala

Sekretaris

Utama.

Deputi

Bidang

Was. OT,

Suplemen

Kesehatan,

dan

Kosmetik.

Deputi

Bidang

Was.

Pangan

Olahan.

Deputi

Bidang

Penindakan.

Inspektorat

Utama.

Pusat  sebagai unsur pendukung.

UPT  untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan / atau tugas teknis

penunjang.

(20)

BUDAYA ORGANISASI BADAN POM

Integritas.

Menegakkan

profesionalisme

dengan

integritas, objektivitas, ketekunan, dan

komitmen yang tinggi.

Profesional.

Kredibilitas.

Konsistensi dan keteguhan

yang

tak tergoyahkan dalam

menjunjung tinggi nilai-nilai luhur

keyakinan

.

Dapat

dipercaya dan diakui

oleh

masyarakat luas, nasional, dan

internasional.

Kerjasama

Tim.

Mengutamakan

keterbukaan,

saling percaya, dan komunikasi

yang baik.

Mampu melakukan

pembaruan dan

inovasi-inovasi

sesuai dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi terkini.

Inovatif.

Responsif / Cepat

Tanggap.

Antisipatif dan responsif

dalam

mengatasi masalah.

(21)

Inpres No.3 Tahun 2017 tentang Peningkatan

Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan.

11

K/L/

Pemda

.

1. Menyusun dan menyempurnakan regulasi

terkait

Was. OM sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Melakukan

sinergi

dalam

menyusun

dan

menyempurnakan tata kelola dan bisnis proses

Was. OM.

3. Mengembangkan sistem

Was. OM.

4. Menyusun pedoman

untuk peningkatan efektivitas

Was. OM.

5. Melakukan pemberian bimbingan teknis dan

supervisi

di bidang Was. OM.

6. Mengkoordinasikan pelaksanaan

Was. OM dengan

instansi terkait.

(22)

SAMARINDA

KUPANG

MATARAM

UNIT PELAKSANA TEKNIS

B

POM

BANDA ACEH

PEKAN BARU

PADANG

JAMBI

BENGKULU

LAMPUNG

PONTIANAK

PALANGKA

RAYA

SERANG

BANJARMASIN

YOGYAKARTA

KENDARI

PALU

MANADO

AMBON

JAYAPURA

GORONTALO

BATAM

PANGKAL

PINANG

MEDAN

PALEMBANG

JAKARTA

MAKASAR

DENPASAR

SEMARANG

SURABAYA

BANDUNG

MANOKWARI

SOFIFI

MAMUJU

TANJUNG SELOR

(23)

SISTEM PENGAWASAN

(24)

Ruang Lingkup Pengawasan

0

Pre market 

0

Penyusunan dan Penetapan Standar

0

Penilaian Produk Sebelum Beredar

0

Lisensi dan Sertifikasi

0

Post Market 

0

Sampling dan Pengujian

0

Inspeksi/Pemeriksaan Sarana

0

Penegakan Hukum (penyidikan dan penindakan)

0

Pemberdayaan Masyarakat  KIE  community

(25)

OBYEK PENGAWASAN

OBAT &

MAKANAN

1.

Apoteker

2.

Tenaga Teknis

Kefarmasian

Sarjana Farmasi

Ahli Madya Farmasi

Analis Farmasi

Asisten Apoteker

1. Pembuatan

2. Penyaluran

3. Pelayanan

1.

Produk Terapetik

2.

Obat Tradisional

3.

Kosmetik

4.

Suplemen

Kesehatan

5.

Pangan Olahan

6.

Rokok

(26)

Obyek Pengawasan

1

• Produk Terapetik (Obat, termasuk Narkotika, Psikotropika, dan Zat

Adiktif)

2

• Obat Tradisional

3

• Kosmetika

4

• Suplemen Kesehatan

5

• Pangan Olahan

6

• Rokok

(27)

PRODUK BERKUALITAS

MASYARAKAT

PEMERINTAH

PRODUSEN

SISTIM PENGAWASAN

INTERNAL OLEH

PRODUSEN MELALUI

PELAKSANAAN CARA

PEMBUATAN YG BAIK

(GMP) AGAR SETIAP

BENTUK PENYIMPANGAN

DR STANDAR MUTU DPT

DIDETEKSI SEJAK AWAL

SCR HUKUM PRODUSEN

BERTANGGUNG JAWAB

ATAS MUTU DAN

KEAMANAN PRODUK

PENYIMPANGAN &

PELANGGARAN 

SANKSI ADM ATAU

PRO-JUSTITIA

SISTEM PENGAWASAN

OBAT & MAKANAN (SISPOM)

(28)

PUBLIC WARNING

MASYARAKAT

PEMERINTAH

PRODUSEN

STANDARDISASI

JARINGAN NASIONAL

LINTAS PROPINSI

GLOBAL QUALITY

CONTROL NETWORK

AUDIT KOMPREHENSIF

HULU -

HILIR

SATU LINI KOMANDO

RECALLING CEPAT &

TEPAT

KOMUNIKASI, INFORMASI

& EDUKASI

SISTEM PENGAWASAN

(29)

PENINGKATAN KESADARAN

PENINGKATKAN PENGET. TTG

KUALITAS PRODUK & CARA PENGGUN.

PRODUK YG RASIONAL

PENGAWASAN SENDIRI OLEH

MASYRAKAT KRN PD AKHIR-NYA

MASYARKAT YG MENGAMBIL

KEPUTUSAN MEMBELI DAN

MENGGUNAKAN SUATU PRODUK

MASYARAKAT DAPAT MELINDUNGI

DIRINYA SENDIRI

MENDORONG PRODUSEN UTK

EKSTRA HATI-HATI DLM MENJAGA

KUALITAS

KOMUNIKASI, INFORMASI &

EDUKASI

MASYARAKAT

PEMERINTAH

PRODUSEN

SISTEM PENGAWASAN

(30)

SDM BADAN POM DAN

SISTEM REKRUITMEN

(31)

Profil SDM Badan POM

(Per Agustus 2017)

Jumlah Pegawai Badan POM per Agustus 2017 =

3.760 orang

.

Rincian

Jenis

Pendidikan

(Klik Disini).

SD

SLTP

SLTA

D1

DIII

S1

Profesi

S2

S3

Jumlah

24

32

549

19

461

844

1,401

425

5

0

200

400

600

800

1,000

1,200

1,400

1,600

(32)

Kebutuhan Pendidikan di Badan POM

pada Tiap Fungsi dalam Pengawasan Obat dan Makanan

Pendidikan

Kebutuhan Tiap Fungsi Pengawasan Obat dan Makanan

Standar

disasi

Penilai

an

Pemeri

ksaan

Penyidikan

Pengujian

Pemantauan

dan KIE

Dukungan

Manajemen

Apoteker.

v

v

v

v

v

v

v

Dokter Umum.

v

v

v

v

v

v

Dokter Hewan.

v

v

v

Dokter Gigi.

v

v

v

v

v

S1 Farmasi.

v

v

v

v

v

v

v

S1 Biologi.

v

v

v

v

v

v

S1 Kimia.

v

v

v

v

v

v

S1 T. Pangan / S1 T.

Pertanian Jurusan Pangan.

v

v

v

v

v

v

v

S1 Gizi.

v

v

v

v

v

v

S1 Kesehatan Masyarakat.

v

v

v

v

v

S1 T. Industri.

v

v

v

v

v

(33)

Pendidikan

KebutuhanTiap Fungsi Pengawasan Obat dan Makanan

Standar

disasi

Penilai

an

Pemerik

saan

Penyidikan

Pengujian

Pemantauan

dan KIE

Dukungan

Manajemen

S1 Ilmu Lingkungan.

v

v

v

v

v

S1 Planologi.

v

v

S1 City Planning.

v

v

S1 Psikologi.

v

S1 Manajemen Sumber Daya

Manusia.

v

S1 Manajemen.

v

S1 Ekonomi Pembangunan.

v

S1 Ilmu Administrasi

Pembangunan.

v

S1 Administrasi Publik.

v

S1 Akuntansi.

v

S1 Komputer / T. Informasi /

T. Informatika / Sistem

Informasi / Manajemen

Informatika.

v

Lanjutan…..

Kebutuhan Pendidikan di Badan POM

(34)
(35)

35

Standar Kompetensi Manajerial

di Badan POM

A.

Kompetensi Inti.

1.

Orientasi pada Pelayanan Pelanggan.

2.

Integritas.

3.

Orientasi Berprestasi.

4.

Komitmen pada Kualitas.

5.

Disiplin.

6.

Kerjasama dan Kemitraan.

7.

Pemikiran Analitis dan Konseptual.

8.

Pembelajaran Berkelanjutan.

9.

Inovasi.

10. Dampak dan Pengaruh.

11. Pencarian Informasi.

B.

Kompetensi Peran.

1.

Kepemimpinan Kelompok.

2.

Pemikiran Konseptual.

(36)

36

Standar Kompetensi Teknis

Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM)

1. KOMPETENSI UMUM

A. Memahami

Rencana Strategis Badan POM

dan

Kebijakan Pengawasan

Obat dan Makanan.

B. Memahami

Peraturan Perundang-undangan

di bidang pengawasan obat

dan makanan.

C. Memahami

Sistem Manajemen Mutu

Badan POM.

D. Memahami

komunikasi risiko

bidang obat dan makanan.

E. Memahami

sistem informasi

dan

teknologi.

(37)

37

Lanjutan …….

Standar Kompetensi Teknis

Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM)

2. KOMPETENSI INTI

• adalah

kemampuan dan karakteristik yang wajib dimiliki

Jabatan Fungsional PFM yang

merupakan

inti dari masing-masing fungsi

pelaksanaan tugas pokoknya.

• Dikelompokkan dalam 6 fungsi utama, yaitu:

1. Fungsi Standardisasi

: Melakukan penyusunan standard / pedoman / kajian di

bidang farmasi dan makanan.

2. Fungsi Penilaian

: Melaksanakan penilaian dan evaluasi dokumen pendaftaran

produk di bidang farmasi dan makanan.

3. Fungsi Pemeriksaan

: Melaksanakan pemeriksaan sarana di bidang farmasi dan

makanan.

4. Fungsi Penyidikan

: Melaksanakan penyidikan kasus tindak pelanggaran / pidana di

bidang farmasi dan makanan.

5. Fungsi Pengujian

: Melaksanakan pengujian laboratorium di bidang farmasi dan

makanan.

6. Fungsi Pemantauan dan KIE

: Melaksanakan pemantauan dan penyuluhan / KIE di

bidang farmasi dan makanan.

3. KOMPETENSI PILIHAN → adalah

kemampuan dan karakteristik yang dapat dimiliki

Jabatan

Fungsional PFM yang

merupakan pilihan dalam menambah kompetensi

pelaksanaan

(38)

ABK =

7.380

Bazetting =

3.760

Selisih =

3.620

Keterangan:

ABK

=

Analisis Kebutuhan Pegawai.

Bazetting

=

Jumlah Pegawai Saat ini.

Kebutuhan Pegawai Badan POM

Deputi 1.

Deputi 2.

Deputi 3.

Deputi 4.

Inspektorat

Utama.

Sekretariat

Utama.

BB/BPOM +

Kab/Kota.

ABK

535

333

368

273

108

889

4,874

Bazetting

261

173

223

26

34

430

2,613

Selisih

274

160

145

247

74

459

2,261

0

1,000

2,000

3,000

4,000

5,000

6,000

➢ Untuk menunjang fungsi Badan POM,

jumlah pegawai yang ideal

berdasarkan

Analisis Beban Kerja (

ABK

) sebanyak

± 7.380 orang

pegawai.

➢ Saat ini Badan POM hanya

memiliki pegawai (Bazetting)

sebanyak

3.760

(39)

Selisih

Kebutuhan

Pegawai.

Pengusulan

Penambahan

Formasi CPNS

 Rekruitmen

CPNS.

Redistribusi

Pegawai.

Perluasan

Jabatan

Fungsional

Pengawas

Farmasi dan

Makanan.

Perekrutan

Tenaga

PPNPN /

Pramubakti.

Eksternal.

Internal.

Mekanisme Pemenuhan Kebutuhan Pegawai

Badan POM

(40)

Total = 110.

Jumlah Usulan Formasi CPNS Badan POM

Per Jabatan Tahun 2017

➢ Apoteker.

➢ Dokter.

➢ S1 Kimia.

➢ S1 Biologi.

➢ S1 T. Pangan / T.

Pertanian Jurusan

Pangan.

➢ S1 Gizi.

➢ S1. T. Industri.

➢ S1 Hukum (Hukum

Pidana).

➢ S1 Ilmu Lingkungan.

PFM – Pertama = 73.

➢ S1 Farmasi.

➢ S1 T. Pangan / T.

Pertanian Jurusan

Pangan.

➢ S1 Kriminologi.

➢ S1 Manajemen.

➢ S1 Ekonomi

Pembangunan.

➢ S1 Ilmu Administrasi

Pembangunan.

➢ S1 Planologi.

➢ S1 City Planning.

Analis Kebijakan

Pertama = 5.

➢ Apoteker.

Pranata Humas

– Pertama

= 1.

➢ S1 Komputer /

S1 T. Informasi.

S1 Sistem Informasi /

S1 Manajemen

Informatika /

S1 T. Informatika.

➢ S1 Manajemen.

Pranata Komputer

Pertama = 10.

➢ S1 Planologi.

➢ S1 City Plaaning.

➢ S1 Ilmu Administrasi

Pembangunan.

Perencana

– Pertama = 1.

➢ S1 Manajemen.

➢ S1 Manajemen Sumber

Daya Manusia.

➢ S1 Psikologi.

Analis Kepegawaian

Pertama = 7.

➢ S1 Manajemen.

➢ S1 Manajemen Sumber

Daya Manusia.

➢ S1 Psikologi.

Asesor SDM Aparatur

Pertama = 2.

➢ S1 Akuntansi.

➢ S1 Manajemen.

➢ S1 Administrasi Publik.

➢ S1 Hukum.

Auditor – Pertama = 10.

➢ S1 Hukum.

Perancang Per UU –

Pertama = 1.

(41)

1

• Usulan Tambahan Formasi ke KeMenPAN

dan RB

2

• Penetapan Tambahan Formasi dari

KemenPAN dan RB  sudah didapat

(pengecualian dari moratorium) tahun 2016

3

• Seleksi CPNS BPOM

PROSES PENGADAAN

(42)

SELEKSI CPNS BPOM

Seleksi Administratif

Tes Kompetensi Dasar

(TKD) dengan CAT

(Computer Asissted Test)

Tes Kompetensi Bidang

(TKB) dengan CAT

(43)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Sumbang II Kecamatan Sumbang Kabupaten

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PAGUYUBAN JANTUNG SEHAT DESA.. REMPOAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURADEN II

yaitu di Desa Kerongkong dan Desa Dames Damai Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Penentuan responden petani dilakukan secara quota sampling yaitu berjumlah

Regulasi diri mencerminkan pasien regulasi diri dari perilaku mereka melalui memonitor diri tanda-tanda dan gejala tubuh (yang.. mengidentifikasi situasi kehidupan

Perbedaan dengan penelitian ini adalah pada penelitian Sri Nyumirah meneliti manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien halusinasi, sedangkan pada

Hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap penggunaan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan jual-beli di Pasar Mandalika, dapat disimpulkan

Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Dalam Sediaan Losion Sebagai Bahan Aktif Repelan Terhadap Nyamuk Aedes aegypti.. Dibawah bimbingan INDRI HAPSARI

Berikut penggunaan metode belajar Mind Mapping dalam beberapa tahap dan kegiatan: (1)Guru menyampaikan kompetensi yang akan di capai (2) Guru mengemukakan