• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN RENCANA PENGEMBANGAN DESA PESISIR (RPDP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DOKUMEN RENCANA PENGEMBANGAN DESA PESISIR (RPDP)"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN

RENCANA PENGEMBANGAN DESA PESISIR (RPDP)

KELURAHAN KALIA-LIA

KECAMATAN LEALEA

(2)
(3)
(4)

RENCANA PENGEMBANGAN DESA PESISIR (RPDP)

KELURAHAN KALIA-LIA

TAHUN 2012 - 2016

KOTA BAUBAU

TAHUN 2012

(5)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ….………. i DAFTAR TABEL ….………. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………..……….. 1 1.2. Tujuan ………….………..…….………. 4 1.3. Sasaran .……….………..…….………. 4 1.4. Ruang Lingkup …….………..…….………. 5 1.5. Sistematika Pedoman ……….……… 5

BAB II TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN DESA/KELURAHAN 2.1. Identifikasi Potensi .………..…….………. 7

2.2. Identifikasi Masaalah, Peringkat Masaalah, Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah, Penetuan Peringkat Tindakan …………..…….………. 8

2.3. Need Asessment/Sosialisasi Lanjutan ..…….………. 15

2.4. Pembahasan Usulan Skala Prioritas ....…….………. 23

2.5. Verifikasi Usulan RPDP oleh TIM Teknis …….……… 36

2.6. Penyusunan Dokumen RPDP ………..…….……… 36

BAB III PENGENDALIAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN DESA/KELURAHAN 3.1. Profil Kelurahan …..………..…….………. 37

3.2. Sejarah Kelurahan Kalia-Lia …..………..…….………. 37

3.3. Kondisi Umum Kelurahan ………..…….………. 39

3.4. Keadaan Sosial Budaya ….………...…….………. 39

3.5. Keadaan Ekonomi ………..……….…….……… 42

3.6. Pendidikan dan Kesehatan ………..…….……… 43

3.7. Struktur Organisasi Pemerintah Kelurahan ..……… BAB IV EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN DESA 4.1. Usulan Kegiatan Musrembang Tahun 2012 ..………. 52

4.2. Usulan RPJM Kelurahan Tahun 2012-2016 ..…..….. 53

4.3. Usulan/Skala Prioritas Kelurahan PDPT Tahun 2012-2016) ………..…….………... 59

BAB V PENUTUP LAMPIRAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Identifikasi Potensi di Kelurahan Kalia-Lia ……….. 7

Tabel 2 Identifikasi Masaalah Kelurahan Kalia-Lia ……….. 8

Tabel 3 Urutan Penentuan Peringkat Masaalah ………. 10

Tabel 4 Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah ……….. 12

Tabel 5 Penentuan Peringkat Tindakan ………. 13

Tabel 6 Hasil Need Asessment Program Prioritas Kelurahan Kali-Lia ……….. 15

Tabel 7 Program Prioritas Kelurahan Priode 5 Tahun 2012-2016 ………. 23

Tabel 8 Penyebaran Jumlah KK Menurut Lingkungan RW Berdasarkan Jenis Kelamin ……… 39

Tabel 9 Penyebaran Jumlah KK Menurut 4 Lingkungan RT Dan RW Berdasarkan Jenis Kelamin ………. 40

Tabel 10 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Kalia-Lia ……… 40

Tabel 11 Tingkat Penghasilan Warga Kelurahan Kalia-Lia ……. 41

Tabel 12 Tingkat Mata Pencaharian (Pekerjaan) Warga ………….. 42

Tabel 13 Jenis Penyakit yang Sering Di Derita Warga dan Kebiasaan Tempat Berobat ……….. 43

Tabel 14 Kepemilikan WC di Kelurahan Kalia-Lia ……….. 44

Tabel 15 Kepemilikan Air BersihMasyarakat di Kelurahan Kalia-Lia ……… 45

Tabel 16 Usulan Kelurahan Kalia-Lia (Hasil Kegiatan Musrembang) Untuk Tahun 2012 ……… 52

Tabel 17 Usulan Hasil Kegiatan RPJM Kelurahan KAlia-Lia Tahun 2012-2016 ………..……… 57

Tabel 18 Peringkat Usulan Kegiatan Perencanan Pembangunan Desa Berdasarkan Usulan RPJM Desa Tahun 2012 s/d 2016 ………. 59

(7)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 18 ayat 2 hasil amandemen ke 4 (empat), Pemerintah daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota, mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas ekonomi otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintahan yang otonomi mempunyai maksud untuk menpercepat proses terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat seperti yang tertuang dalam Undang Dasar 1945 pasal 18 ayat 2 diatas. Sedangkan Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga secara jelas menyebutkan bahwa kewenagna Pemerintah Daerah adalah untuk mengatur mengurus pemerintahannya sendiri/mandiri, namun demikian dalam hal

penyusunan perencanaan-perencanaan daerah harus memperhatikan

kesesuaian program pusat (Pemerintah Pusat), juga Pemerintah Provinsi.

Pemerintah dilefel Kelurahan berdasarkan PP 73 tahun 2005 tentang kelurahan bahwa untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat harus memenuhi pendekatan model pengusulan pembangunan, yang mana telah tertuang dalam rancangan atau usulan sebelumnya (Bottom-Up). Dengan demikain dalam Rancangan Pengembangan Desa/Kelurahan Khususnya di Kelurahan Kalia-Lia Masyarakat dan seluruh stakeholders terkait melakukan pembahasan sekaligus penyusunan dokumen tentang Rancangan Pengembangan Desa/Kelurahan Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) priode tahun 2012-2016.

Kegiatan Rancangan Pengembangan Desa/Kelurahan dimaksudkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) diawali pada tahun 2012. Titik focus utama kegiatan PDPT pada

pengembangan kegiatan; 1. Bina Manusia dan Kelembagaan, yaitu kegiatan yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat baik formal maupun informal, memperluas dan meningkatkan kerja sama, memperbaiki budaya kerja, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan

(8)

hemat serta menghilangkan sifat negatif boros dan konsumtif. Keberhasilan program dari kelima fokus pengembangan kegiatan dimaksudkan sangat tergantung peran aktif kelembagaan desa sehingga penguatan kelembagaan sangat perlu ditingkatkan; 2. Bina Usaha, yaitu kegiatan yang mencakup peningkatan keterampilan usaha, perluasan mata pencaharian alternatif, pengelolaan bisnis skala kecil dan penguasaan teknologi. Selain itu, program ini meningkatkan dan mempermudah akses terhadap sumber daya, teknologi, modal, pasar, dan informasi pembangunan. Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan terbangun kemitraan dengan pelaku usaha dan terbangunnya system insentif administrasi serta pendanaan secara formal dan informal; 3. Bina Sumber Daya, yaitu kegiatan yang menitikberatkan pada upaya memperkuat kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya, revitalisasi hak ulayat dan hak masyarakat lokal, penerapan monitoring, controlling and surveillance dengan prinsip partisipasi masyarakat lokal, penerapan teknologi ramah Iingkungan, mendorong pengembangan teknologi asli, merehabilitasi habitat, konservasi, dan memperkaya sumber daya; 4. Bina Lingkungan atau Infrastruktur, yaitu kegiatan yang mencakup pembangunan infrastruktur, rehabilitasi vegetasi pantai dan pengendalian pencemaran melalui pendekatan perencanaan dan pembangunan secara spasial dalam rangka mendorong peningkatan peran masyarakat pesisir dalam penataan dan pengelolaan lingkungan sekitarnya; 5. Bina Siaga Bencana atau Perubahan Iklim, yaitu kegiatan yang mencakup usaha-usaha pengurangan risiko bencana dan dampak perubahan iklim, rencana aksi desa dalam pengurangan risiko bencana, penyadaran masyarakat, gladi/latihan secara reguler, memudahkan akses data dan informasi bencana, pembangunan sarana dan prasarana penanggulangan bencana antara lain jalur evakuasi, shelter, struktur pelindung terhadap bencana, fasilitas kesehatan, dan cadangan strategis desa) yang menekankan pada partisipasi dan keswadayaan dari kelompok-kelompok sosial yang terdapat pada masyarakat komunitas pesisir.

Fokus kegitan PDPT tersebut diatas merupakan dari kendala dan masukkan dari setiap wilayah yang sering kali berdampak pada siaga bencana dan perubahan iklim khususnya diwilayah pesisir Indonesia, oleh karenanya perlu adanya masukkan dan input tentang hal-hal yang terkait atas dasar focus pengembangan dari program PDPT dimaksudkan. Dalam pengembangan kegiatan dimasing-masing program PDPT berdasarkan acuan kegiatan, maka diharapkan input dan masukkan harus berdasarklan pada usulan masyarakat yang telah ada sebelumnya seperti yang termuat dalam dokumen perencanaan

(9)

kelurahan (RPJM, Musrembang, Zonasi Rinci, Tataruang wilayah Daerah/Kota dan lain sebagainya yang terkait).

Salah satu upaya untuk menghasilkan masukkan dan input dalam rangka mendukung program PDPT yaitu melakukan perencanaan pembangunan kelurahan secara partisipatif dengan melibatkan stakeholders kelurahan

sehingga proses penggalian informasi, permasalahan dan potensi

pengembangannya dapat diperoleh dari semua lapisan masyarakat utaman dalam hal penentuan sakala prioritas pengembangan Kelurahan.

Kelurahan Kalia-Lia berdasarkan segi potensinya bukan hanya dari sector perkebunan namun potensi yang menjadi andalan utamanya adalah perikanan dan kelautannya. Tingginya produktivitas masyarakat nelayan dalam memanfaatkan sumberdaya dilaut menjadi faktor utama dalam meningkatan ekonomi keluarganya. Namun demikian masih banyak kendala dalam mensejahterakan masyarakat pesisir serta pengantisipasian masyarakat dalam menghadari bencana dan cara penanggulangannya. Sering kali bencana yang datangnya tiba-tiba membuat masyarakat panik sehingga perlu adanya penaggulangan baik yang bersifat pembinaan, simulasi, maupun perbaikan secara fisik pada tempat-tempat yang diduga akan menjadi akibat dari musibah bencana yang ditimbulkan nantinya. Melalui program PDPT diharapkan mampu mengakomodir semua hal tersebut.

Perencanaan pengembangan desa yang dirancang selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan, merupakan kesinambungan dari semua unsure yang diharapkan program yang kemudian disaring dari berbagai usulan masyarakat yang sebelumnya telah tertuang dalam usulan-usulan RPJM, Musrembang dan lainnya sehingga berkesinambungan dan terarah dalam mencapai dan Visi Misi Program PDPT dalam artian sebagai desa pesisir yang tangguh dari rawan bencana dan tangguh dalam ekonomi masyarakat pesisir.

1.2. Tujuan

Rencana pengembangan kelurahan pesisir ini memuat tentang

perkembangan desa/kelurahan, kondisi fisik wilayah, kependudukan serta isu-isu utama yang terdapat di Kelurahan yang bertujuan untuk :

(10)

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam proses penyusunan dasar-dasar perencanaan pembangunan partisipatif di tingkat kelurahan

2. Membangun kesadaran masyarakat tentang potensi dan sumberdaya yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan dengan baik sekaligus dapat menganalisis kebutuhan masyarakat dalam rangka mencapai pengembangan desa/pesisir yang tangguh.

3. Membantu meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat di Kelurahan Kalialia dalam proses Pembangunan dan Pengembangan kelurahan melalui rencana kerja kelompok masyarakat.

4. Membentuk desain/rencana pengembangan desa pesisir tangguh yang berfokus pada peningkatan kapasitas pada bina manusia, bina usaha, bina sumberdaya, bina lingkungan dan infrastruktur, serta bina siaga bencana dan perubahan iklim yang berimplikasi pada meningkatkan pelayanan prasarana dan sarana sosial ekonomi, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam proses keputusan secara partsipatif dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana dan perubahan iklim.

5. Mengembangkan model perencanaan pembangunan partisipatif ditingkat kelurahan sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat dan Pemerintah Kelurahan serta berbagai pihak yang berkepentingan.

1.3. Sasaran

Sasaran dari kegiatan dimaksudkan adalah tersusunnya Rencana Pengembangan Desa Pesisir (RPDP) Kelurahan Kalia-Lia Kurun waktu 5 tahun Program PDPT (Tahun 2012-2016).

1.4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan Rencana Pengembangan Desa Pesisir (RPDP) di Kelurahan Kalia-Lia meliputi tiga kelurahan yaitu kelurahan Kolese, Kalialia dan Lowu-Lowu. Lingkup Perencanaannya berdasar pada Data profile kelurahan, dokumen musrembang, dokumen RPJM, dan lainnya yang di sesuaikan dengan kebutuhan 5 unsur target program PDPT ; Bina Siaga Bencana dan Perubahan

(11)

Iklim Bina Sumberdaya, Bina Lingkungan dan Infrastruktur, Bina Usaha, Bina Manusia dan Bina Kelembagaan

1.5. Sistematika Pedoman

Sistematika penulisan Rencana Pengembangan Desa Pesisir (RPDP) Kelurahan Kalia-Lia adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan 1.3. Sasaran 1.4. Ruang Lingkup 1.5 Sistematika Pedoman

Bagian ini menguraikan tentang latar belakang, tujuan, sasaran dan ruang lingkup rencana pengembangan desa/kelurahan pesisir (RPDP) Kelurahan, sistematika pedoman serta tahapan penyusunan RPDP Kelurahan.

BAB II TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN DESA/ KELURAHAN

2.1. Identifikasi Potensi

2.2. Identifikasi Masaalah, Peringkat Masaalah, Pengkajian

Tindakan Pemecahan Masaalah, Penetuan Peringkat Tindakan

2.3. Need Asessment/Sosialisasi Lanjutan

2.4. Pembahasan Usulan Skala Prioritas

2.5. Verifikasi Usulan RPDP oleh TIM Teknis

2.6. Penyusunan Dokumen RPDP

Bab ini akan mendeskripsikan bagian dari kegiatan tahapan pelaksanaan penyusunan rencana pengembangan desa/kelurahan Kalia-lia, hingga pada bagian kegiatan prosesi verifikasi usulan RPDP ditingkat TIM Teknis dan Persiapan Dokumennya.

BAB III PENGENDALIAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN DESA 3.1. Profil Kelurahan

3.2. Sejarah Kelurahan Kalia-Lia

3.3. Kondisi Umum Kelurahan

3.4. Keadaan Sosial Budaya

3.5. Keadaan Ekonomi

3.6. Pendidikan dan Kesehatan

3.7. 3.8 3.9

Struktur Organisasi Pemerintah Kelurahan Potensi Sumber Daya Alam

(12)

Bab ini akan mendeskripsikan hal dasar yang menjadi rujukan/skala prioritas usulan masyarakat yang didalamnya merupakan bagian dari item hasil kegiatan Musrembang, RPJM dan lainnya.

BAB IV EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN DESA 4.1. Usulan Kegiatan Musrembang

4.2. Usulan RPJM (2012-2016)

4.3. Usulan/Skala Prioritas Kelurahan PDPT (2012-2016)

Bab ini menjelaskan evaluasi pelaksanaan perencanaan pengembangan kelurahan Kalia-lia yang meliputi data dasar hasil usulan kegiatan musrembang, usulan RPJM Kelurahan Kalia-Lia (2012-2016) dan usulan prioritas kelurahan untuk program PDPT tahun 2012-2016.

(13)

BAB II. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN KELURAHAN DI KELURAH KALIA-LIA

Tahapan kegiatan Rencana Pengembangan Desa Pesisir yang dilaksakan terbagi atas unsur : identifikasi potensi, identifkasi masaalah, need assesment/ sosialisasi, pembahasan usulan skala prioritas RPDP, Verifikasi Usulan RPDP oleh TIM Teknis Pengendali Daerah, Penyusunan Dokumen RPDP.

1.2. Identifikasi Potensi

Identifikasi potensi didasari atas informasi hasil kegiatan FGD dengan stakeholders/peserta kegiatan RPDP. Identifikasinya dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok untuk merumuskan seberapa banyak potensi yang dimiliki kelurahan Kalia-Lia, hal ini diselaraskan dengan data profile kelurahan Kelurahan Kalia-Lia. Berdasarkan hasil diskusi kelompok membagi potensi dalam bidang Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Perkebunan, Peternakan, Pendidikan dan Kesehatan, serta Infrastruktur. Secara garis besar bagian dari komponen bidang perbidang seperti digambarkan pada Tabel 1 Berikut.

Tabel 1. Identifikasi Potensi di Kelurahan Kalia-Lia

No Potensi Uraian

1 Kelautan dan Perikanan

- Penangkapan ikan - Budidaya perikanan - Hasil-Hasil Perikanan - Olahan Perikanan

- Menjadi prioritas unggulan - Dll

2 Pariwisata

- Sarana pendukung Pariwisata bahari laut - Menjadi prioritas unggulan

- Dll

3 Pertanian dan Perkebunan

- Ketersediaan lahan perkebunan dan pertanian dalam mendukung kelangsungan hidup masyarakat pesisir. - Mata pencaharian alternative bagi masyarakat pesisir - Meningkatnya hasil tambahan pendapatan keluarga - Bukan menjadi prioritas ungulan masyarakat - Masih bersifat tradisonal

4 Peternakan

- Ketersediaan lahan peternakan

- Bukan mata pencaharian utama dan sebagai mata pencaharian tambahan semi produktif

(14)

- Masih bersifat tradisonal

5 Pendidikan & Kesehatan

- Standarisasi kelayakan minim - Kurang tenaga profesional

- Keinginan dan daya dukung masyarakat besar - Menjadi prioritas unggulan

6 Infrastruktur - Ketersediaan lahan - Dukungan dan keterlibatan masyarakat tinggi - Menjadi prioritas unggulan

2.2. Identifikasi Masaalah, Peringkat Masaalah, Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah, Penentuan Peringkat Tindakan

Identifikasi masalah dalam pelaksnaan kegiatan RPDP input dan outnya selain diperoleh dari hasil kegitan yang ada sebelumnya (hasil kegiatan musrembang, dan didalam dokumen RPJM, dll). Pengidentifikasian masaalah juga dilaksanakan dalam kegiatan forum melalui pembahasan peserta yang mana pengkajian isu dalampengidentifikasi masalah-masaalah dibahas perkelompok selanjutnya dijadikan dalam satu kesepakatan menjadi hal yang urjen dianggkat sebagai pokok-pokok permasalahan di kelurahan Kalia-Lia, identifikasi masaalah tak lepas dari potensi yang diuraikan sebelumnya, namun dari uraian potensi tersebut dibagi menjadi beberapa komponen menjadi hal prioritas untuk diselesaikan dalam pelaksanaan program PDPT.

Dalam proses pendampingan kelompok disaat pembahasan identifikasi masaalah yang menjadi skala prioritas lebih ditekankan kepada kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat secara menyeluruh yang meliputi unsur bina siaga bencana dan perubahan iklim, bina sumberdaya, bina lingkungan dan infrastruktur, bina usaha serta bina manusia dan kelembagaan. Kesemua item tersebut secara umum tidak dapat dilaksanakan oleh masyarakat namun perlu adanya keterlibatan Program PDPT. Hasil identifikasi Identifikasi Masaalah, Peringkat Masaalah, Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah, Penetuan Peringkat Tindakan diuraikan pada Tabel 2, 3, 4, 5 berikut.

Tabel 2. Identifikasi Masalah Kelurahan Kalia-Lia

No Potensi Masaalah

1 Kelautan dan Perikanan

- Masih ada sebagian warga masyarakat yang

menggunakan bom dan potassium dalam melakukan kegiatan penangkapan

(15)

dijadikan fondasi bagunan

- Penggunaan Pupuk tanaman pada rumput laut menyebabkan pencemaran lingkungan, yang

berdampak pada kesehatan lingkungan dan kualitas tanaman rumput laut itu sendiri.

- Pada Bulan Desember-Juli wabah lumut sering menyerang tanaman Rumput laut.

- Perluasan Pembangunan PLTD dan Penampungan Bahan Hasil olahan Pertambangan mengakibatktkan endapan tanah mengalir kelaut sehingga berdampak pada lokasi mancing warga dan lokasi petani rumput laut sudah tidak di gunakan lagi.

- Kurangnya Modal usaha bagi para nelayan dalam pemanfaatan pengelolaan hasil laut dan perikanan. - Belum Adanya Sarana prasarana perikanan untuk

kegiatan pengolahan pasca panen rumput laut dan perikanan tangkap.

- Kurangnya pelatihan,kursus dan bintek bagi kelompok-kelompok nelayan didalam pengelolaan sumberdaya perikanan.

- Tidak tersediannya informasi pasar atas hasil

kelautan dan perikanan, sehingga masyarakat masih tergantung pada harga tengkulak yang sangat merugikan para nelayan.

2 Pariwisata

- Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pariwisata

- Minimnya sarana Informasi Lokasi Obyek Wisata Setempat

3 Pertanian dan Perkebunan

- Tidak di dukung sarana irigasi yang baik - Kurangnya penyediaan bibit unggul - Keterbatasan modal usaha

- Tidak ada alat pengelola pasca panen jambu mete - Warga masih menggunakan jalur-jalur/jalan

tradisional menuju ke area pertanian dan perkebunan, dimana berdampak pada mobilisasi pengangkutan hasil panen.

- Lemahnya Informasi Pasar hasil pertanian dan perkebunan

4 Peternakan

- Kurangya bibit unggul ( Ayam,Kambing, sapi) - Kurangnya pemahaman warga didalam pengelolaan

peternakan

5 Pendidikan & Kesehatan

- Gedung Sekolah Kurang Layak

- Minim tenaga pengajar khususnya sekolah sederajat - Sanitasi sangat minim serta sarana kesehatan (1

Posyandu) masih memanfaatkan rumah warga. - Minimnya sarana Air Bersih

6 Infrastruktur

- Kondisi Jalan Lingkungan dan Usaha Tani Kurang memadai

- Bangunan Sekolah Kurang Layak - Instalasi Perpipaan

- Rehabilitasi Sarana Ibadah - Minimnya Sarana MCK

(16)

- Rehabilitasi Lapangan Sepak Bola dan Pembuatan Talud/pemecah Ombak

Penentuan peringkat masaalah dalam menyusun Rencana Pengembangan Desa Pesisir (PDPT) di Kelurahan Kali-Lia, menunjukkan tingkat kerentanan urutan peringkat yang sangat tinggi, sedang dan kurang. Kerentanan masaalah yang di kategorikan sangat tinggi merupakan faktor prioritas dalam penyelesaiannya dimana dampak yang ditimbulkan/dirasakan oleh masyarakat cukup luas dan perlu adanya alternatif penangulangan yang lebih baik, untuk penentuan masalah kategori kurang diindikasikan juga memiliki dampak oleh masyarakat luas meskipun dapat diatasi namun tidak seluruhnya dapat dilaskanakan oleh masyarakat sehingga perlu penanganan yang lebih baik, sedangkan penentuan peringkat yang dikategorikan kurang maksudnya masalah ini tidak sering terjadi namun jika terjadi juga akan membuat masalah sehingga perlu penanganan yang baik. Urutan kategori penentuan peringkat ini disusun berdasarkan faktor kendala yang mana yang lebih besar memberikan efek pada masyarakat kemudian tingkat keseringan masalah tersebut hingga pada seberapa sering dan proses penanganan serta solusinya.

Dalam penentuan Rencana Pembangunan Desa/Kelurahan perlu dilakukan klasifikasi permasalahan sehingga penentuan program skala prioritas 5 tahun kedepan dapat sejalan dengan solusi dan pemecahannya. Urutan penentuan peringkat masalah dapat dilihat pada tabel 3 berikut.

Tabel 3. Urutan Penentuan Peringkat Masaalah

No Masalah oleh orang Dirasakan banyak

Sangat Menghambat peningkatan pendapatan Sering terjadi Tersedia potensi memecahkan masalah Jumlah nilai Uruta n Pering kat 1 Perluasan Pembangunan PLTD dan Penampungan Bahan Hasil olahan Pertambangan Petani Rumput laut, Nelayan dan warga masyarakat Berdampak pada kondisi sosial masyarkat dan kondisi lingkungan Pendapatan nelayan dan hilangnya lahan petani rumput laut Mulai tahun 2012 Merusak Lingkungan darat dan Laut 3 1

(17)

2 Sarana Air Bersih Masyarakat Mempengar uhi pemanfaata n air bersih Warga

Masyarakat Setiap hari

Terjangkit penyakit 3 2 3 Kerusakan Ekositem Laut yang diakibatkan oleh penggunaan bom,potassium, penambangan batu karang,limbah masyarakat. Nelayan dan warga masyarakat Berdampak pada kondisi lingkungan Nelayan dan Warga Masyarakat Setiap hari Merusak Ekosistim Laut dan ketersediaan stock ikan 3 3 4 Jalan Lingkungan (Aspal) Masyarakat Berdampak pada mobilitas,ke amanan dan kenyamana n warga Warga

Masyarakat Setiap hari

Kemanan dan keselamatan warga 3 4 5 Musim Ombak Nelayan dan warga masyarakat Mempegaru hi produktifitas kinerja Nelayan dan Warga Masyarakat Setiap 5 Bulan (desember-April) Merusak Tambatan perahu,fonda si rumah&lingk ungan pesisir 3 5

6 Saranan Irigasi Petani

Mempengar uhi kualitas dan kuantitas penyediaan bibit dan hasil panen.

Petani Setiap Hari

Mengurangi produksi pertanian dan gagal panen 3 6 7 Alat Pengelola hasil pasca panen (R.laut,Jambu Mete,dll) Masyarakat Mempengar uhi kualitas hasil olahan mete Warga

Masyarakat Setiap hari

Meningkatka n harga jual

produk

2 7

8 Jalan usaha Tani Petani

Menghamba t mobilisasi pengolahan hasil-hasil

pertanian

Petani Setiap hari

Menghambat distribusi pertanian

(18)

9 Hama lumut Pada Tanaman Rumput Laut Petani rumput Laut Mempengar uhi produksi rumpu laut Nelayan Setiap 6 bulan (Desember-Juli) Merusak Rumput Laut 2 9 10 Penyedian Lokasi pembuangan

akhir Masyarakat Dibutuhkan Sangat

Kesehatan dan penciptaan lingkungan yang lebih baik

Setiap Hari Penumpukan sampah 2 10

Dalam kaitan identifikasi masaalah perlu adanya tindakan/upaya sehingga solusi dalam pemecahan masalah dapat teratasi dengan baik. Penyebab dari permasalahan yang ditimbulkan di Kelurahan Kalia-Lia seringkali menjadi topik yang sulit dipecahkan oleh masyarakat terlebih lagi dengan adanya keterkaitan antara masalah, penyebabnya, serta potensi dari akibatnya. Bagian dari hasil konsolidasi berbagai stakeholders di kelurahan Kalia-Lia melahirhkan rumusan kajian solusi yang diramu dalam Tabel 4 berikut.

Tabel 4. Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah

No Masalah Penyebab Potensi

Alternatif Tindakan Pemecahan

Masalah

Tindakan yang layak

1 Hilangnya Lahan Penanaman R.laut dan zona pancing Perluasan Pembangunan PLTD dan Penampungan Bahan Hasil olahan Pertambangan Menghilangkan sumber pendapatan nelayan Pengalihan pekerjaan mata pencaharian alternatif Pemindahan Lokasi budidaya r.laut dan zona pancing warga serta dibutuhkan

komunikasi pemerintah,masyarakat

dengan stakeholder 2 Sarana Air Bersih

Penjatahan Disitrubusi air bersih oleh PDAM Mengurangi pemanfaatan air bersih Pembuatan sumur di beberapa titik

Instalasi dan perbaikan jalur pipa 3 Kerusakan Ekosistem dan biota laut Penggunaan bom,potassium, penambangan batu karang, dan limbah rumah tangga. Merusak lingkungan dan mengurangi ketersediaan ikan Pembuatan Papan Informasi yang berisi himbauan kepada warga yang disimpan di lokasi-lokasi strategis yang mudah di lihat Pembuatan Peraturan dan sangsi di tingkat

kelurahan serta pembuatan perencanaan rehabilitasi kawasan

yang rusak dengan menggunankan metode pembuatan rumah ikan

(Artificial reef),

Keterangan : 3 = Sangat Tinggi 2 = Sedang 1 = Kurang

(19)

pemberlakuan zonasi wilayah pemanfaatan. 4 Jalan Lingkungan (Aspal) Penyusutan kualitas jalan (10th) Menghambat mobilitas,keama nan dan kenyamanan warga

Pengerasan Jalan Pengaspalan ulang

5 Abrasi,merus ak Tambatan Perahu dan fondasi rumah warga Musim Ombak Merusak wilayah pesisir dan aset

warga

Pembuatan Talud dan pemecah

ombak

Pembuatan Talud dan pemecah ombak

6

Peningkatan Produksi

Pertanian Sarana Irigasi

Mengurangi kulitas dan kuantitas produksi pertanian Pembuatan jalur irigasi

Pembuatan jalur irigasi yang representative 7 Pengelolaan Hasil Pasca Panen Rendahnya Kualitas produksi Mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi Pengadaan Alat pasca panen Pelatihan dan pembinaan kelompok masyarakat serta memfasilitasi penjualan hasil produksi 8 Jalan Nelayan/Usaha Tani (tanah) Penurunan hasil produksi Menghambat mobilisasi pengolahan hasil-hasil pertanian

Pengerasan Rabat Beton

9 Gagal panen Rumput laut Hama Lumut

Mengurangi kulitas dan kuantitas produksi rumput laut Studi banding para petani rumput laut ke daerah-daerah yang telah berhasil dalam pengelolaan r.laut Peningkatan pelatihan dan pengelolaan r.laut

10 Lokasi pembuangan sampah akhir Tidak tersedia Pembuangan akhir Penumpukan Sampah dan penciptaan kondisi lingkungan yang kumuh Pembuatan Tempat sampah Pembukaan lokasi pembuangan sampah akhir

Berbagai permasalahan kemudian penyebabnya serta potensi yang ditimbulkan dari kegiatan pengidentifikasian masaalahnya maka dapat diurutkan langkah-langkah/upaya yang perlu menjadi prioritas digambarkan pada Tabel 5 Berikut.

Tabel 5. Penentuan Peringkat Tindakan

No Tindakan yang layak

Pemenuhan kebutuhan orang banyak Dukungan Peningkatan pendapatan masyarakat Dukungan Potensi Jumlah nilai Urutan peringkat

(20)

1

Pemindahan Lokasi budidaya r.laut dan zona pancing warga serta dibutuhkan komunikasi pemerintah dengan stakeholder Warga dan stakeholder Produksi dan pendapatan Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 1

2 Instalasi dan perbaikan jalur pipa Masyarakat Sarana Air bersih dan kesehatan

Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 2 3 Pembuatan

Peraturan dan sangsi di tingkat kelurahan serta pembuatan perencanaan

rehabilitasi kawasan yang rusak dengan menggunankan metode pembuatan rumah ikan ( Artificial reef), pemberlakuan zonasi wilayah pemanfaatan.

Warga Hasil tangkapan

Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 3

4 Pengaspalan ulang Masyarakat

Keselamatan dan kualitas lingkungan yang baik Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 4 5 Pembuatan Talud dan pemecah ombak Masyarakat Kualitas lingkungan Pesisir Pemerintah,insta nsi terkait,masyarak at dan stakeholder 3 5

6 Pembuatan jalur irigasi yang representative

Petani Produksi hasil pertanian

Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 6 7 Pelatihan dan pembinaan kelompok masyarakat serta memfasilitasi penjualan hasil produksi Petani dan Nelayan Kualitas dan Kuantitas produksi serta skill kelompok masyarakat Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 2 7

8 Rabat Beton Petani dan nelayan Distribusi hasil perikanan dan pertanian Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 3 8

(21)

9

Peningkatan pelatihan dan pengelolaan r.laut

Petani rumput

laut Produksi rumput laut

Pemerintah,insta nsi terkait,masyarak at dan stakeholder 2 9 10 Pembukaan lokasi pembuangan sampah akhir

Masyarakat Lingkungan Kesehatan

Pemerintah,inst ansi terkait,masyara kat dan stakeholder 2 10 2.3. Need Assesment/Sosialisasi

Need assesment/sosialisasi yang dimaksudkan adalah lanjutan dari kegiatan urutan setelah pengidentifikasian potensi, identifikasi masalah kemudaian adalah penyampaian hasil identifikasi potensi dan keterkaitannya dengan isu permasalahan yang ada. Need Assesment/Sosialisasi yang diharapkan berupa adanya pemahaman kembali oleh satakeholder tentang hal-hal apa saja yang menjadi skala prioritas berkaiten dengan identifikasi-identifikasi yang dilakukan bersama-sama. Penyatuan presepsi tentang hal-hal yang akan diusulkan dalam dokumen RPDP menjadi konsep besar yang harus dilahirkan pada kegiatan ini. Oleh karenanya melaui momen pada Need Assesment/Sosialisasi diharapkan adanaya pemahaman yang sama tentang hal-hal yang terkait dengan usulan dalam pembangunan di kelurahan Kalia-Lia selanjutnya skala prioritas tersebut perlu disesuaikan dengan keswadayaan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil identifikasi-identifikasi tersebut diatas maka yang menjadi unsur prioritas pembangunan di kelurahan Kalia-Lia seperti pada gambar 6 berikut.

Tabel 6. Hasil Need Assesment Terhadap Program Prioritas Kelurahan Kali-Lia

No Program Prioritas Tujuan A Kegiatan Bina Siaga Bencana dan Perubahan Iklim

- Pembuatan Talud Pantai Sebagai Alat Penahan Gelombang dan Melindungi Darat dari

Pengikisan/Aberasi - Pembuatan Stiker dan Brosur,

(Informasi Siaga Bencana,

Media Sosialisasi Program

Pengembangan Desa Pesisir Tangguh

Keterangan : 3 = Sangat Tinggi 2 = Sedang 1 = Kurang

(22)

Perubahan Iklim)

- Pengadaan Bahan dan Media Publikasi (Poster, Liflet, Stiker, dan Kalender)

Media Sosialisasi Program

Pengembangan Desa Pesisir Tangguh - Pengadaan Bahan dan Materi

Publikasi Informasi Siaga Bencana, Perubahan Iklim dll (Poster)

Media Sosialisasi Program

Pengembangan Desa Pesisir Tangguh - Pembuatan Jalur Evakuasi

Bencana Sarana Penunjang Antisipasi Dan Mobilisasi Evakuasi Bencana - Pengadaan Alat Pengeras Suara

Siaga Bencana

Sarana Penunjang Penyampaian Informasi Secara Langsung - Pengadaan Buku Panduan Siaga

Bencana

Sebagai Panduan Masyarakat Dalam Menyikapi Bencana

- Pengadaan Alat Penerangan Lampu Siaga dan Evakuasi Bencana

(Lampu, Genset, dll)

Sebagai Kesiap-Siagaan Bencana Dan Kegiatan Lainnya Yang Serupa

- Pembuatan Rambu-Rambu

Evakuasi Bencana Sarana Penunjang Antisipasi Dan Mobilisasi Evakuasi Bencana - Pengadaan Shelter Evakuasi

Bencana (Tenda Darurat, dll)

Sarana Penunjang Dalam Mobilisasi/Evakuasi Bencana - Pengadaan Radio Komunitas Media Komunitas Program Dalam

Menyampaikan/ Mensosialisasikan Tujuan Program

B Kegiatan Bina Sumberdaya

- Pembangunan Pondok Informasi (Permanen)

Sebagai Media Tukar Informasi Antara Pihak Program,Pelaku Dan Stakeholder - Pengadaan Sarana Penunjang

Pengawasan (Speed Boat Pengawasan)

Untuk Mendukung Kegiatan

Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas illegal fishing, destruksi fishing, dll

- Pengadaan Papan Informasi Untuk (Himbauan/Larangan

Penambangan Pasir, Penambangan Batu Karang, Penggunaan Bom Ikan/Sianida, dll)

Sebagai Media Informasi Dalam Menyampaikan Himbauan Kepada Masyarakat akan

Pentingnya Menjaga Pelestarian Ekosistem Pesisir

- Pembuatan Rumah Ikan (Artificial

Reef) Perbaikan Lingkungan Dan Peningkatan Sumberdaya Ikan Dipesisir Pantai

- Rehabilitasi Karang (Coral

Transplantasion) Mengembalikan Fungsi Ekologis Ekosistem Karang Dari Rusak/Mati Menjadi Hidup/Lebih Baik

C Kegiatan Bina Lingkungan dan Infrastruktur

- Pembangunan MCK Umum (2

pintu) Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Infrastruktur Kelurahan Dalam Hal Pembangunan MCK

- Pengadaan Pemecah Ombak Mengantisipasi Perubahan Iklim Yang Menyebabkan Naiknya Gelombang Pasang Tinggi Air Laut

- Rehabilitasi Sarana Ibadah (Mesjid) Menyediakan Tempat Ibadah Yang Representatif Bagi Masyarakat Pesisir - Pembuatan Jalan Setapak

(23)

Beraktifitas Sehari-Hari - Pembuatan Tanda Batas

Lingkungan Untuk Pemberian Batasan Masing-Masing Lingkungan - Pengadaan Keran Tugu Air Untuk Membantu Masyarakat Dalam

Penyediaan Air Bersih - Pembuatan Talud Penahan

Lereng/Penahan Tebing Pesisir (Cor Beton)

Untuk Mencegah Terjadinya Longsor Dan Pengikisan Tebing

- Rehabilitasi Sarana Air Bersih

(Sumur Umum) Untuk Membantu Penyediaan Sumber Mata Air Yang Layak Bagi Masyarakat - Rehabilitasi Lapangan Sepak

Bola Untuk Memasyarakatkan Tujuan Program Melalui Pendekatan Kegiatan Olahraga

- Pengadaan Sarana Penunjang Lapangan Sepak Bola (Gawang Bola)

Untuk Memasyarakatkan Tujuan Program Melalui Pendekatan Kegiatan Olahraga

- Pembuatan Sarana Penunjang Air Bersih (Bak Penampung Air)

Membantu Penyediaan Sarana Air Bersih

- Pembuatan Drainase Tipe 30 Untuk Sarana Penunjang Pembuangan Air Limbah Dan Lainnya

- Pembuatan Decker Drainase Untuk Tambahan Sarana Penunjang Drainase/Pembuangan Air Limbah Dan Lainnya

- Pembuatan Drainase Sumur Umum Tipe 30

Untuk Sarana Penunjang Pembuangan Air Limbah Khusus Dikawasan Sumur Umum Masyarakat

- Pengadaan Sarana Penerangan/ Lampu Merkuri di Pesisir Pantai

Memberikan Penerangan di Lokasi Pesisir Pantai Yang Gelap Dan Rawan pada

Malam hari - Rehabilitasi Rumah Masyarakat

Pesisir Miskin (Kumuh/ Tidak Layak Huni)

Perbaikan Rumah Masyarakat Pesisir Miskin/Tidak Mampu Yang Tidak Layak Huni Menjadi Rumah Layak Huni

- Pembangunan Sarana Kesehatan

Masyarakat (Posyandu) Untuk Menciptakan Sarana Dan Prasarana Penunjang Kesehatan Yang Layak Bagi Masyarakat (Posyandu) - Pembangunan Sarana Pendidikan

Anak Usia Dini (PAUD) Meningkatkan Sumberdaya Manusia Melalui Pendidikan Anak Usia Dini - Pengadaan Sarana Penunjang

Posyandu

Untuk Meningkatkan Efektifitas Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat - Rehabilitasi Jalan Aspal Untuk Mempermudah Akses/Mobilisasi

Aktifitas Masyarakat - Pembangunan Pelataran Pasar Ikan

(Rabat Beton)

Untuk Meningkatkan Kualitas Pasar Tradisional Yang Bersih Dan Layak Untuk Masyarakat

- Pengerasan Jalan Tani Untuk Mempermudah Akses/Mobilisasi Aktifitas Masyarakat Kelokasi

Perkebunan - Pengadaan Sarana Air Bersih (Pipa

Medium A ½ Inci)

Sebagai Sarana Penunjang Air Bersih Bagi Kebutuhan Masyarakat

(24)

Induk Paralon 6 inci) Bagi Kebutuhan Masyarakat - Sarana Penunjang Pendidikan Anak

Usia Dini (PAUD) Meningkatkan Sumberdaya Manusia Melalui Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini

- Pembangunan Dermaga (Batu

Gunung) Untuk Memudahkan Akses Masyarakat Dalam Melakukan Aktivitas Di Laut - Pembuatan Sarana Penunjang

Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL)

Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui

pemanfaatan Limbah Rumah Tangga. - Pengadaan Dukungan Sarana

Penunjang Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL)

Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui

pemanfaatan Limbah Rumah Tangga. - Pengolahan Sampah Masyarakat

Menjadi Pupuk Kompos dll Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui

pemanfaatan sampah - Pengadaan dan penyambungan

listrik bagi rumah masyarakat miskin dan tidak mampu

Sarana Penerangan Bagi Warga Miskin

- Pengadaan Listrik Pondok Informasi Memback up Proses Kinerja Pondok Infromasi

- Pembangunan Pos Jaga/Pos

Pengawasan Pantai (Semi Permanen 2 Lantai)

Pengawasan dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Illegal Fishing, Destruksi Fishing, dll

- Sarana Penunjang Pos Jaga/Pos Pengawasan (Pengadaan Alat Komunikasi dan Teropong dll)

Untuk Mendukung Kegiatan

Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Illegal Fishing, Destruksi Fishing, dll

D Kegiatan Bina Usaha

- Pengadaan Sarana Penunjang/Alat

Pengolahan Jambu Mete Siap Saji Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Olahan Jambu Mete Masyarakat - Pengadaan Alat Pengolah

Pembuatan Roti Ikan

Untuk Meningkatkan Produksi dan Pendapatan serta Menciptakan lapangan kerja baru/Peluang usaha - Pengadaan Perahu Wisata/Ojek

Laut 15 pk (Fiber Glass)

Sebagai Sarana Alat Transport ekotourisme

- Pengadaan Mesin Pengolahan Limbah Kulit Jambu Mete

Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat

- Pengadaan Mesin Pengolahan

Limbah Buah Semu Jambu Mete Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat - Pengadaan Mesin

Pengolah/Pembuatan Kripik (Singkong, Gadung, Pisang, dll)

Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat

- Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda Tiga (Moroti)

Sebagai Sarana Penunjang Transportasi Usaha Masyarakat - Pengadaan Gerobak Etalase

Pedagang Kaki Lima

Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat

- Pengadaan Alat Pengolahan

Ikan/Daging (Penggiling) Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat - Pengadaan Sarana Penunjang dan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

(25)

Peralatan Bengkel Nelayan Melalui Pemberdayaan Kelompok Perbengkelan

- Pengadaan Bibit Unggul Rumput Laut (Eucemia cottoni sp)

Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Melalui Aktivitas Budidaya Rumput Laut Menggunakan Bibit Unggul Yang Produktif

- Pengadaan Sarana Penunjang Alat

Tangkap Ikan (Jaring Dasar) Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan - Pengadaan Sarana Penunjang Alat

Tangkap Ikan Perahu Sampan Koli-Koli (Bahan Kayu)

Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan - Pengadaan Kelengkapan Penunjang

Lembaga Adat

Untuk Mendukung Aktivitas Kebudayaan Lokal

- Bantuan Modal Usaha Koperasi Nelayan

Menyediakan Modal Usaha Masyarakat Dalam Meningkatkan Pendapatan Dan Kesejahteraan

- Pengadaan Sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan (Perahu Katinting Bahan Dasar fiber)

Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan - Pengadaan Sarana Penunjang Alat

Tangkap Ikan (Mesin Katingting 5,5 pk)

Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan - Pengadaan sarana Penunjang Alat

Tangkap Ikan (Bubu Berbahan Dasar Besi Stainless)

Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan - Pengadaan Sarana Penunjang

Pengawasan (Alat Pengeras Suara/Hand Mega Phone)

Untuk Mendukung Kegiatan

Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Ilegal Fishing, Destruksi Fishing, dll

- Penyediaan Sarana Distribusi Air Minum Kemasan Galon

Sebagai Sarana Penunjang Dalam Usaha Masyarakat

- Pengadaan Sarana Mata Pencaharian Alternative (Pembuatan Souvenir, Dll)

Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Souvenir

E Kegiatan Bina Manusia dan Bina Kelembagaan

- Workshop Penggagasan Peraturan Tentang Pengelolaan dan

Perlindungan Pesisir Pantai

Untuk Menciptakan Peraturan Tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Pesisir Pantai

- Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan

Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat Kelurahan Kalialia

- Bintek Manajemen Pengelolaan Keuangan Kelompok Masyarakat Pesisir

Meningkatkan Pemahaman dan

Keterampilan Manajemen Pengelolaan Keuangan Kelompok Masyarakat - Bintek Pengolahan Limbah Buah

Semu Jambu Mete Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Dalam Mengolah Limbah Buah Semu Jambu Mete Menjadi Salah Satu Bentuk Olahan Yang Dapat

Dimanfaatkan Oleh Masyarakat - Bintek Pengolah/ Pembuatan Kripik

(Singkong, Gadung, Pisang, dll)

Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan dalam mengolah dan membuat kripik dari singkong,

(26)

Gadung, pisang, dll

- Bintek Pengolahan Hasil-Hasil Laut Meningkatkan Pemahaman,

Keterampilan dan Kreatifitas Kelompok Nelayan dalam Pengolahan Hasil-Hasil Laut

- Bintek Pengolahan Limbah Kulit Biji Jambu Mete (Menjadi Minyak Laka dan Briket)

Meningkatkan Pemahaman,

Keterampilan dan Kreatifitas Kelompok Petani dalam Pengolahan Limbah Kulit Biji Jambu Mete

- Bintek Bengkel Nelayan Menambah Keterampilan Dalam Bidang Perbengkelan Nelayan Yang Berimplikasi Pada Peningkatan Pendapatan

- Bintek Pengolahan Limbah Hasil

Perikanan Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok dalam mengolah limbah perikanan menjadi sesuatu yang bermanfaat

- Pemberian Beasiswa Bagi Siswa

yang Tidak Mampu dan Berprestasi Untuk Membantu Pendidikan Siswa Tidak Mampu yang Berprestasi - Sosialisasi Gerakkan Cinta

Lingkungan (Misal : Anti

Penggunaan Pupuk/Obat dalam Pembudidayaan Rumput Laut, Pencemaran lingkungan, dll)

Meningkatkan Pemahaman dan Kecintaan Masyarakat terhadap Lingkungan Pesisir

- Workshop Konsolidasi Persiapan Kurikulum MULOK Mitigasi Rawan Bencana Kawasan Pesisir

Menciptakan Kurikulum MULOK Mitigasi Rawan Bencana Kawasan Pesisir

- Bintek Siaga Bencana dan Upaya Penanganan Korban

Meningkatkan Pemahaman, Keterampilan dan Kesiap-Siagaan Masyarakat Sebagai Wujud Siaga Bencana

- Bintek Rehabilitasi Karang (Coral Transplantasion)

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Fungsi Karang

- Bintek Pembuatan Rumah Ikan (Artificial Reef)

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Dalam Perbaikan Lingkungan Dan Peningkatan Sumberdaya Ikan Dipesisir Pantai

- Bintek dan Simulasi Pengawasan Terpadu

Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok Pengawas - Monitoring, Evaluasi dan

Pengawasan Ekosistem Pesisir Untuk Memonitor dan Mengevaluasi Perkembangan Program di Lapangan/ Pesisir

- Advetorial Media Cetak Lokal

(Publikasi Kegiatan) Untuk Mempublikasikan Seluruh Rangkaian Program Yang Telah Dilaksanakan

- Bintek Manajemen Pengelolaan

Usaha Masyarakat Memberi Pemahaman Masyarakat Tentang Manajemen Pengelolaan Usaha Masyarakat

- Bintek Mitigasi Bencana Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Masyarakat prihal Mitigasi Bencana

(27)

Alam Keterampilan Masyarakat Melalui Simulasi Bencana Alam

- Workshop Guru Muatan Lokal (MULOK) Siaga Bencana Kelautan

Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Guru Mata-Pelajaran (MULOK) Siaga Bencana Kelautan - Penyusunan dan Pengadaan

Kurikulum MULOK Siaga Bencana (Buku Panduan Guru dan Siswa)

Agar Tersedia Kurikulum MULOK Siaga Bencana Sebagai Panduan Bagi Guru dan Siswa

- Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam

- Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam

- Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Dasar (SD)

Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam

- Temu Rembuk (Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Instansi Terkait,

Lembaga Terkait, dll)

Sebagai Wadah Diskusi/Rembuk Membahas Isu-Isu Persoalan Masyarakat Terkait Program - Study Tour Kelompok Masyarakat

Pesisir (KMP)

Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan KMP - Study Tour Kelompok Usaha

Nelayan Budidaya Ikan/Rumput Laut

Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan Kelompok Usaha Nelayan Budidaya Ikan/Rumput Laut

- Study Tour Kelompok Usaha Gender Masyarakat Pesisir

Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan

Kelompok Usaha Gender Masyarakat Pesisir

- Bintek Pengoperasian Mesin Sarana Penunjang Distribusi Air Minum Kemasan Galon

Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan dalam Mengoperasikan Mesin Distribusi Air Minum Kemasan Galon

- PDPT CUP

“Pertandingan Olah Raga” Olah Raga Sepak Bola, Bola Volly, Sepak Takraw, Tenis Meja, Tarik Tambang, Lari Karung, dll

Menjadi Wadah Sosialisasi Dan Publikasi Program melalui

Pertandingan Olahraga/ Kegiatan yang Memasyarakat

- Lomba Lingkungan Sehat Tingkat Rukun Warga (RW)

Untuk Menggugah Kesadaran Masyarakat Dan Meningkatkan

Pemahaman Masyarakat Tentang Visi Dan Misi Program

- Lomba Karya Tulis Ilmiah Tentang “Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim” Tingkat Sekolah Menegah Atas/Sederajat

Meningkatkan Pemahaman dan

Penyadaran Siswa tentang Pentingnya Lingkungan Pesisir Khususnya

Konservasi Lingkungan Dan Perubahan Iklim

- Lomba Karya Inovatif Tentang “Teknologi Tepat Guna,

Pengelolaan, Konservasi Lingkungan, dll.

Menumbuhkan Pemahaman Kesadaran, Kecintaan Sekaligus Kreatifitas Masyarakat terhadap Teknologi Tepat Guna Dalam

(28)

Pengelolaan Dan Konservasi Lingkungan

- Pameran dan Publikasi Untuk Mempublikasikan Program Kepada Masyarakat dalam Rangka Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran

- Lomba Cerdas Cermat Tingkat (SD, SMP, SMA/ Sederajat)

Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Siswa Sekolah Tentang Wilayah Pesisir

- Lomba Cerdas Cermat Tingkat (Kelompok Masyarakat /Kelompok Nelayan, dan Kelompok

Pembudidaya, dll)

Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Tentang Lingkungan Pesisir

- Lomba Masakan Tradisonal Tingkat Kelurahan, dengan Tema “Murah, Higienis, Sehat dan Bergizi/4 Sehat 5 Sempurna”

Meningkatkan Antusiasme dan Keikut-Sertaan Masyarakat Terhadap Program

- Lomba Tilawatil Qur’an Tingkat

Kecamatan Meningkatkan Antusiasme dan Keikut-Sertaan Masyarakat Terhadap Program melalui lomba Religi

- TOT Guru Muatan Lokal (MULOK)

Siaga Bencana Kelautan Untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kualitas Trainer Guru MULOK Siaga Bencana Kelautan

- Bintek Pengelolaan dan Operasional

Radio Komunitas Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok dalam mengelola dan mengoperasikan radio komunitas yang ada dimasyarakat - Dukungan Pengelolaan Radio

Komunitas

Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok

- Bantuan Penanganan Hukum Untuk memberikan Bantuan Proses Hukum Ketika Terjadi Pelanggaran Terhadap Peraturan Tentang

Pengelolaan Dan Perlindungan Pesisir Pantai

- Bimbingan Teknis dan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Pengolahan Pasca Panen

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Perihal Teknis Budidaya Rumput Laut serta pengolahan pasca panen

- Cross Visit Untuk Menambah Pengalaman, Wawasan dan Pemahaman KMP PDPT

Kegiatan Need Assesment menghasilkan usulan kebutuhan masyarakat

yang secara umum mengakomodir semua usulan dari 2012-2016. Dari kegiatan ini didapatkan gambaran atau garis-garis besar skala prioritas usulan masyarakat yang di susun meliputi unsur bina siaga bencana dan perubahan iklim, bina sumberdaya, bina lingkungan dan infrastruktur, bina usaha serta bina manusia dan kelembagaan.

(29)

2.4. Pembahasan Usulan Skala Prioritas RPDP

Berdasarkan hasil identifikasi masalah, identifikasi potensi, kegiatan Need Assesment maka dilaksanakan kegiatan pembahasan usulan skala prioritas RPDP. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintahan kelurahan, LPM Kelurahan, dan kelompok-kelompok masyarakat. Mengawali pembahasan usulan skala prioritas RPDP TIM penyusun RPDP teruraikan hal-hal yang terkait dengan tujuan, dan visi misi program PDPT.

Dalam pelaksanaan kegiatan RPDP menuai pertanyaan dan masukkan dari peserta yang tujuannya untuk lebih memahaminya kegiatan program dan keterlibatan/partisipasi kelompok masyarakat. Kegiatan yang menjadi prioritas dalam pembahasan meliputi kegiatan tahunan (5 tahun). Perioritas tahun 2012/tahun I (pertama) lebih diprioritaskan pada kegiatan unsur bina siaga bencana dan perubahan iklim, bina sumberdaya, bina lingkungan dan infrastruktur serta bina usaha sedangkan tambahan bina manusia dan kelembagaan ditahun berikutnya. Sampai dengan pelaksanaan tahapan kegiatan ini peserta yang tergabung dalam perwakilan pemerintahan kelurahan, LPM Kelurahan dan kelompok-kelompok masyarakat mendukung upaya-upaya rencana kegiatan PDPT hingga tahun 2016, maka dalam proses kegiatan PDPT para peserta mendukung adanya partisipasi/peran aktif masyarakat dalam pengembangan dan pembangunan kelurahan program PDPT dimasyarakat pesisir Kota Baubau.

Tabel 7. Program Prioritas Kelurahan Priode 5 Tahun (2012-2016)

No Program Prioritas Tujuan Tahun

2012 2013 2014 2015 2016 A Kegiatan Bina Siaga Bencana dan Perubahan Iklim

- Pembuatan Talud

Pantai Sebagai Alat Penahan Gelombang dan Melindungi Darat dari Pengikisan/Aberasi √ √ √ √ - Pembuatan Stiker dan Brosur, (Informasi Siaga Bencana, Perubahan Iklim) Media Sosialisasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh √ √ - Pengadaan Bahan

(30)

(Poster, Liflet, Stiker, dan Kalender) Pengembangan Desa Pesisir Tangguh - Pengadaan Bahan

dan Materi Publikasi Informasi Siaga Bencana, Perubahan Iklim dll (Poster) Media Sosialisasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh √ - Pembuatan Jalur

Evakuasi Bencana Sarana Penunjang Antisipasi Dan Mobilisasi Evakuasi Bencana √ - Pengadaan Alat Pengeras Suara Siaga Bencana Sarana Penunjang Penyampaian Informasi Secara Langsung √ - Pengadaan Buku Panduan Siaga Bencana Sebagai Panduan Masyarakat Dalam Menyikapi Bencana √ - Pengadaan Alat Penerangan Lampu Siaga dan Evakuasi Bencana (Lampu, Genset, dll)

Sebagai

Kesiap-Siagaan Bencana Dan Kegiatan Lainnya Yang

Serupa √

- Pengadaan Pemecah

Ombak Mengantisipasi Perubahan Iklim Yang Menyebabkan Naiknya Gelombang Pasang Tinggi Air Laut

√ √ √ - Pembuatan Rambu-Rambu Evakuasi Bencana Sarana Penunjang Antisipasi Dan Mobilisasi Evakuasi Bencana √ √ - Pengadaan Shelter Evakuasi Bencana (Tenda Darurat, dll) Sarana Penunjang Dalam Mobilisasi/Evakuasi Bencana √ - Pengadaan Radio Komunitas Media Komunitas Program Dalam Menyampaikan/ Mensosialisasikan Tujuan Program √

B Kegiatan Bina Sumberdaya

- Pembangunan Pondok Informasi (Permanen)

Sebagai Media Tukar Informasi Antara Pihak Program,Pelaku Dan Stakeholder

√ - Pengadaan Listrik

Pondok Informasi Memback up Proses Kinerja Pondok Infromasi

√ - Pengadaan Papan Sebagai Media √

(31)

Informasi Untuk (Himbauan/Laranga n Penambangan Pasir, Penambangan Batu Karang, Penggunaan Bom Ikan/Sianida, dll) Informasi Dalam Menyampaikan Himbauan Kepada Masyarakat akan Pentingnya Menjaga Pelestarian Ekosistem Pesisir - Pembuatan Rumah Ikan (Artificial Reef)

Perbaikan Lingkungan Dan Peningkatan Sumberdaya Ikan Dipesisir Pantai √ √ √ √ √ - Rehabilitasi Karang (Coral Transplantasion) Mengembalikan Fungsi Ekologis

Ekosistem Karang Dari Rusak/Mati Menjadi Hidup/Lebih Baik

√ √ √ √

C Kegiatan Bina Lingkungan dan Infrastruktur

- Pembangunan MCK Umum (2 pintu)

Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Infrastruktur

Kelurahan Dalam Hal Pembangunan MCK

- Rehabilitasi Sarana

Ibadah (Mesjid) Menyediakan Tempat Ibadah Yang Representatif Bagi Masyarakat Pesisir √ √ - Pembuatan Jalan Setapak (Rabat Beton) Untuk Mempermudah Akses Dan Mobilisasi Masyarakat dalam Beraktifitas Sehari-Hari √ √ √ - Pembuatan Tanda Batas Lingkungan Untuk Pemberian Batasan Masing-Masing Lingkungan √ - Pengadaan Keran Tugu Air Untuk Membantu Masyarakat Dalam Penyediaan Air Bersih

√ √ √ √

- Pembuatan Talud Penahan

Lereng/Penahan Tebing Pesisir (Cor Beton)

Untuk Mencegah Terjadinya Longsor

Dan Pengikisan Tebing √ √ √ √

- Rehabilitasi Sarana Air Bersih (Sumur Umum)

Untuk Membantu Penyediaan Sumber Mata Air Yang Layak Bagi Masyarakat √ - Rehabilitasi Lapangan Sepak Bola Untuk Memasyarakatkan Tujuan Program Melalui Pendekatan Kegiatan Olahraga √

(32)

Penunjang Lapangan Sepak Bola (Gawang Bola)

Memasyarakatkan Tujuan Program Melalui Pendekatan Kegiatan Olahraga - Pembuatan Sarana Penunjang Air Bersih (Bak Penampung Air) Membantu Penyediaan Sarana Air Bersih

√ - Pembuatan Drainase Tipe 30 Untuk Sarana Penunjang Pembuangan Air Limbah Dan Lainnya

√ - Pembuatan Decker

Drainase Untuk Tambahan Sarana Penunjang Drainase/Pembuangan Air Limbah Dan

Lainnya √ - Pembuatan Drainase Sumur Umum Tipe 30 Untuk Sarana Penunjang Pembuangan Air Limbah Khusus Dikawasan Sumur Umum Masyarakat √ - Pengadaan Sarana Penerangan/ Lampu Merkuri di Pesisir Pantai Memberikan Penerangan di Lokasi Pesisir Pantai Yang Gelap Dan Rawan pada Malam hari √ √ - Rehabilitasi Rumah Masyarakat Pesisir Miskin (Kumuh/ Tidak Layak Huni)

Perbaikan Rumah Masyarakat Pesisir Miskin/Tidak Mampu Yang Tidak Layak Huni Menjadi Rumah Layak Huni √ √ √ √ - Pembangunan Sarana Kesehatan Masyarakat (Posyandu) Untuk Menciptakan Sarana Dan Prasarana Penunjang Kesehatan Yang Layak Bagi Masyarakat (Posyandu)

- Pembangunan Sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Meningkatkan

Sumberdaya Manusia Melalui Pendidikan Anak Usia Dini

√ - Pengadaan Sarana Penunjang Posyandu Untuk Meningkatkan Efektifitas Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat √ - Rehabilitasi Jalan

Aspal Untuk Mempermudah Akses/Mobilisasi

(33)

- Pembangunan Pelataran Pasar Ikan (Rabat Beton)

Untuk Meningkatkan Kualitas Pasar

Tradisional Yang Bersih Dan Layak Untuk Masyarakat √ √ √ - Pengerasan Jalan Tani Untuk Mempermudah Akses/Mobilisasi Aktifitas Masyarakat Kelokasi Perkebunan √ √ √ - Pengadaan Sarana Air Bersih (Pipa Medium A ½ Inci)

Sebagai Sarana Penunjang Air Bersih Bagi Kebutuhan Masyarakat

√ √

- Pengadaan Sarana Air Bersih (Pipa Induk Paralon 6 inci)

Sebagai Sarana Penunjang Air Bersih Bagi Kebutuhan Masyarakat

√ - Sarana Penunjang

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Meningkatkan

Sumberdaya Manusia Melalui Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini √ - Pembangunan Dermaga (Batu Gunung) Untuk Memudahkan Akses Masyarakat Dalam Melakukan Aktivitas Di Laut √ √ - Pembuatan Sarana Penunjang Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui pemanfaatan Limbah Rumah Tangga. √ - Pengadaan Dukungan Sarana Penunjang Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui pemanfaatan Limbah Rumah Tangga. √ - Pengolahan Sampah Masyarakat Menjadi Pupuk Kompos dll Untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, sehat dan ramah lingkungan, melalui pemanfaatan sampah √ - Pengadaan dan penyambungan listrik bagi rumah

Sarana Penerangan

(34)

masyarakat miskin dan tidak mampu

D Kegiatan Bina Usaha

- Pengadaan Sarana Penunjang/Alat Pengolahan Jambu Mete Siap Saji

Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Olahan Jambu Mete Masyarakat √ √ - Pengadaan Alat Pengolah Pembuatan Roti Ikan Untuk Meningkatkan Produksi dan Pendapatan serta Menciptakan lapangan kerja baru/Peluang usaha √ √ - Pengadaan Perahu Wisata/Ojek Laut 15 pk (Fiber Glass)

Sebagai Sarana Alat

Transport ekotourisme √ √ - Pembangunan Pos Jaga/Pos Pengawasan Pantai (Semi Permanen 2 Lantai) Pengawasan dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Illegal Fishing, Destruksi Fishing, dll √ - Sarana Penunjang Pos Jaga/Pos Pengawasan (Pengadaan Alat Komunikasi dan Teropong dll) Untuk Mendukung Kegiatan Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Illegal Fishing, Destruksi Fishing, dll √ - Pengadaan Sarana Penunjang Pengawasan (Speed Boat Pengawasan) Untuk Mendukung Kegiatan Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas illegal fishing,

destruksi fishing, dll

- Pengadaan Mesin Pengolahan Limbah Kulit Jambu Mete

Sebagai Sarana Penunjang Usaha

Masyarakat √

- Pengadaan Mesin Pengolahan Limbah Buah Semu Jambu Mete Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat √ - Pengadaan Mesin Pengolah/Pembuata n Kripik (Singkong, Gadung, Pisang, dll) Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat √ - Pengadaan Kendaraan

Bermotor Roda Tiga (Moroti) Sebagai Sarana Penunjang Transportasi Usaha Masyarakat √ - Pengadaan Gerobak Etalase Pedagang Kaki Lima Sebagai Sarana Penunjang Usaha Masyarakat √

(35)

Pengolahan Ikan/Daging (Penggiling) Penunjang Usaha Masyarakat - Pengadaan Sarana Penunjang dan Peralatan Bengkel Nelayan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Kelompok Perbengkelan √ - Pengadaan Bibit Unggul Rumput Laut (Eucemia cottoni sp) Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Melalui Aktivitas Budidaya Rumput Laut Menggunakan Bibit Unggul Yang Produktif

√ √ √ - Pengadaan Sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan (Jaring Dasar) Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan √ - Pengadaan Sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan Perahu Sampan Koli-Koli (Bahan Kayu) Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan √ - Pengadaan Kelengkapan Penunjang Lembaga Adat Untuk Mendukung Aktivitas Kebudayaan Lokal √ - Bantuan Modal Usaha Koperasi Nelayan Menyediakan Modal Usaha Masyarakat Dalam Meningkatkan Pendapatan Dan Kesejahteraan √ √ - Pengadaan Sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan (Perahu Katinting Bahan Dasar fiber)

Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan √ √ √ - Pengadaan Sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan (Mesin Katingting 5,5 pk) Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan √ - Pengadaan sarana Penunjang Alat Tangkap Ikan (Bubu Berbahan Dasar Besi Stainless) Sebagai Sarana Penunjang Alat Tangkap Kegiatan Nelayan √

(36)

Penunjang Pengawasan (Alat Pengeras Suara/Hand Mega Phone) Kegiatan Pengawasan Dan Perlindungan Pesisir Dari Aktivitas Ilegal Fishing, Destruksi Fishing, dll - Penyediaan Sarana Distribusi Air Minum Kemasan Galon Sebagai Sarana Penunjang Dalam Usaha Masyarakat √ - Pengadaan Sarana Mata Pencaharian Alternative (Pembuatan Souvenir, Dll) Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Souvenir

E Kegiatan Bina Manusia dan Bina Kelembagaan

- Workshop Penggagasan Peraturan Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pesisir Pantai Untuk Menciptakan Peraturan Tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Pesisir Pantai √ - Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat Kelurahan Kalialia √ √ √ - Bintek Manajemen Pengelolaan Keuangan Kelompok Masyarakat Pesisir Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Manajemen Pengelolaan Keuangan Kelompok Masyarakat √ √ √ - Bintek Pengolahan Limbah Buah Semu Jambu Mete

Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Dalam Mengolah Limbah Buah Semu Jambu Mete Menjadi Salah Satu Bentuk Olahan Yang Dapat Dimanfaatkan Oleh Masyarakat √ - Bintek Pengolah/ Pembuatan Kripik (Singkong, Gadung, Pisang, dll) Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan dalam mengolah dan

membuat kripik dari singkong, Gadung, pisang, dll √ - Bintek Pengolahan Hasil-Hasil Laut Meningkatkan Pemahaman, √ √ √ √

(37)

Keterampilan dan Kreatifitas Kelompok Nelayan dalam Pengolahan Hasil-Hasil Laut - Bintek Pengolahan Limbah Kulit Biji Jambu Mete (Menjadi Minyak Laka dan Briket)

Meningkatkan Pemahaman, Keterampilan dan Kreatifitas Kelompok Petani dalam Pengolahan Limbah Kulit Biji Jambu Mete

- Bintek Bengkel

Nelayan Menambah Keterampilan Dalam Bidang Perbengkelan Nelayan Yang Berimplikasi Pada Peningkatan Pendapatan √ - Bintek Pengolahan Limbah Hasil Perikanan Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok dalam mengolah limbah perikanan menjadi sesuatu yang bermanfaat √ - Pemberian Beasiswa Bagi Siswa yang Tidak Mampu dan Berprestasi

Untuk Membantu Pendidikan Siswa Tidak Mampu yang Berprestasi √ √ √ √ - Sosialisasi Gerakkan Cinta Lingkungan (Misal : Anti Penggunaan Pupuk/Obat dalam Pembudidayaan Rumput Laut, Pencemaran lingkungan, dll) Meningkatkan Pemahaman dan Kecintaan Masyarakat terhadap Lingkungan Pesisir √ √ √ √ - Workshop Konsolidasi Persiapan Kurikulum MULOK Mitigasi Rawan Bencana Kawasan Pesisir Menciptakan Kurikulum MULOK Mitigasi Rawan Bencana Kawasan Pesisir √ - Bintek Siaga

Bencana dan Upaya Penanganan Korban Meningkatkan Pemahaman, Keterampilan dan Kesiap-Siagaan Masyarakat Sebagai Wujud Siaga Bencana

(38)

- Bintek Rehabilitasi Karang (Coral Transplantasion) Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Fungsi Karang √ - Bintek Pembuatan Rumah Ikan (Artificial Reef) Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Dalam Perbaikan Lingkungan Dan Peningkatan Sumberdaya Ikan Dipesisir Pantai √

- Bintek dan Simulasi Pengawasan Terpadu Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok Pengawas √ √ √ √ - Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Ekosistem Pesisir

Untuk Memonitor dan Mengevaluasi Perkembangan Program di Lapangan/ Pesisir √ √ √ √ - Advetorial Media Cetak Lokal (Publikasi Kegiatan) Untuk Mempublikasikan Seluruh Rangkaian Program Yang Telah Dilaksanakan √ √ √ √ - Bintek Manajemen Pengelolaan Usaha Masyarakat Memberi Pemahaman Masyarakat Tentang Manajemen Pengelolaan Usaha Masyarakat √ - Bintek Mitigasi Bencana Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Masyarakat prihal Mitigasi Bencana √ √ √ - Pelatihan dan Simulasi Bencana Alam Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Masyarakat Melalui Simulasi Bencana Alam √ √ √ - Workshop Guru Muatan Lokal (MULOK) Siaga Bencana Kelautan Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Guru Mata-Pelajaran (MULOK) Siaga Bencana Kelautan √ √ √ - Penyusunan dan Pengadaan Kurikulum MULOK Siaga Bencana (Buku Panduan Agar Tersedia Kurikulum MULOK Siaga Bencana Sebagai Panduan Bagi Guru dan Siswa

(39)

Guru dan Siswa) - Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam √ - Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam √ - Simulasi Tanggap Siaga Rawan Bencana Tingkat Sekolah Dasar (SD) Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Siswa Melalui Simulasi Bencana Alam √ - Temu Rembuk (Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Instansi Terkait, Lembaga Terkait, dll) Sebagai Wadah Diskusi/Rembuk Membahas Isu-Isu Persoalan Masyarakat Terkait Program - Study Tour Kelompok Masyarakat Pesisir (KMP) Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan KMP - Study Tour Kelompok Usaha Nelayan Budidaya Ikan/Rumput Laut Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan Kelompok Usaha Nelayan Budidaya Ikan/Rumput Laut - Study Tour Kelompok Usaha Gender Masyarakat Pesisir Untuk Menambah Pengalaman, Pemahaman dan Keterampilan Kelompok Usaha Gender Masyarakat Pesisir √ - Bintek Pengoperasian Mesin Sarana Penunjang Distribusi Air Minum Kemasan Galon Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan dalam Mengoperasikan Mesin Distribusi Air Minum Kemasan Galon

- PDPT CUP

“Pertandingan Olah Raga” Olah Raga Sepak Bola, Bola Volly, Sepak Menjadi Wadah Sosialisasi Dan Publikasi Program melalui Pertandingan Olahraga/ Kegiatan √

(40)

Takraw, Tenis Meja, Tarik Tambang, Lari Karung, dll yang Memasyarakat - Lomba Lingkungan Sehat Tingkat Rukun Warga (RW) Untuk Menggugah Kesadaran Masyarakat Dan Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Visi Dan Misi Program

√ √ √

- Lomba Karya Tulis Ilmiah Tentang “Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim” Tingkat Sekolah Menegah Atas/Sederajat Meningkatkan Pemahaman dan Penyadaran Siswa tentang Pentingnya Lingkungan Pesisir Khususnya Konservasi Lingkungan Dan Perubahan Iklim √ - Lomba Karya Inovatif Tentang “Teknologi Tepat Guna, Pengelolaan, Konservasi Lingkungan, dll. Menumbuhkan Pemahaman Kesadaran, Kecintaan Sekaligus Kreatifitas Masyarakat terhadap Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Dan Konservasi Lingkungan √ - Pameran dan Publikasi Untuk Mempublikasikan Program Kepada Masyarakat dalam Rangka Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran √ - Lomba Cerdas Cermat Tingkat (SD, SMP, SMA/ Sederajat) Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Siswa Sekolah Tentang Wilayah Pesisir √ - Lomba Cerdas Cermat Tingkat (Kelompok Masyarakat /Kelompok Nelayan, dan Kelompok Pembudidaya, dll) Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Tentang Lingkungan Pesisir √ - Lomba Masakan Tradisonal Tingkat Kelurahan, dengan Tema “Murah, Higienis, Sehat dan Bergizi/4 Sehat 5 Sempurna” Meningkatkan Antusiasme dan Keikut-Sertaan Masyarakat Terhadap Program

(41)

- Lomba Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Meningkatkan Antusiasme dan Keikut-Sertaan Masyarakat Terhadap Program melalui lomba Religi

- TOT Guru Muatan Lokal (MULOK) Siaga Bencana Kelautan

Untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kualitas Trainer Guru MULOK Siaga Bencana Kelautan √ √ - Bintek Pengelolaan dan Operasional Radio Komunitas Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok dalam mengelola dan mengoperasikan radio komunitas yang ada dimasyarakat √ √ - Dukungan Pengelolaan Radio Komunitas Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Kelompok √ √ - Bantuan Penanganan Hukum Untuk memberikan Bantuan Proses Hukum Ketika Terjadi Pelanggaran Terhadap Peraturan Tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Pesisir Pantai √ - Bimbingan Teknis dan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Pengolahan Pasca Panen Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Perihal Teknis Budidaya Rumput Laut serta pengolahan pasca panen

- Cross Visit Untuk Menambah Pengalaman, Wawasan dan Pemahaman KMP PDPT

2.4. Verifikasi Usulan RPDP oleh TIM Teknis Pengendali Daerah

Rancangan usulan pembangunan Kelurahan Kalia-Lia 5 tahun secara umum telah final dihasilkan pada kegiatan pembahasan RPDP ditingkat kelurahan, selanjutnya hasil yang telah disepakati di verifikasi berdasarkan

Gambar

Tabel 1. Identifikasi Potensi di Kelurahan Kalia-Lia
Tabel 2. Identifikasi Masalah Kelurahan Kalia-Lia
Tabel 3.   Urutan Penentuan Peringkat Masaalah
Tabel 4.   Pengkajian Tindakan Pemecahan Masaalah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mengestimasi shock pada variable GDP, suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar dan inflasi Indonesia dan Amerika Serikat dalam.. mempengaruhi GDP

efektif dapat dilihat dari : Pertama : Kinerja proses belajar yang semakin baik, yang ditandai dengan kesungguhan dalam melaksanakan eksperimen, pelaksanaan diskusi semakin

Pencatatan penjualan rumah pun perlu penerapan aplikasi agar dapat mendukung segala bentuk pencatatan dan perhitungan penjualan rumah dan laporan penjualan serta jurnal

Kemajuan teknologi memungkinkan untuk bisa mengurangi biaya ekstraksi sumber daya denganmenemukan cara-cara baru yang lebih efien dalam mengekstrak,mengolah, memproses, dan

Setelah kalian mempelajari penyajian data dalam bentuk statistik deskriptif, akan kita pelajari cara penyajian data dengan diagram atau grafik, di antaranya adalah diagram

128 Gambar 4.20 Skor Awal Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sebelum Penggunaan learning management system berbasis flipped classroom … 129f. Gambar 4.21 Skor Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul pembelajaran berbantu Wolfram Mathematica dan Flipbook Maker dengan model TGT pada materi Turunan

Berdasarkan analisis LQ maka semua subsektor pertanian di Provinsi Gorontalo merupakan komoditas unggulan dengan nilai lebih dari satu.. Subsektor peternakan ditahun 2011