• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Pengurus Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Pengurus Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan:"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

Laporan Keuangan:

- Laporan Neraca ……….

- Laporan Aktivitas………

- Laporan Perubahan Aset Bersih ………..

- Laporan Arus Kas ……….

- Catatan atas Laporan Keuangan ………..

4

5

Halaman

Surat Pernyataan Pengurus

Laporan Auditor Independen

1

2

3

(3)
(4)
(5)

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Ref. : R-00020/3.0354/AU.2/11/0584-5/1/II/2021

Dewan Pembina, Dewan Pengawas dan Pengurus YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD

Kami telah mengaudit laporan keuangan Yayasan Adikara Dharma Parisad terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2020, serta laporan aktivitas, laporan perubahan aset bersih dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Tanggung Jawab Auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan ini berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan penyajian material.

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

(6)

Opini

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Adikara Dharma Parisad tanggal 31 Desember 2020 serta laporan aktivitas, laporan perubahan aset bersih dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.

KAP KANAKA PURADIREDJA, SUHARTONO

Yoyo Sukaryo Djenal, M.Ak., CA, CPA

NRAP. 0584

27 Februari 2021

(7)

Catatan 31 Desember 2020 31 Desember 2019

ASET Aset lancar

Kas dan setara kas D; 549.135.310 235.219.831 Piutang lain-lain E; 500.000.000 -Investasi F; 956.410.326 1.964.553.016

Jumlah aset lancar 2.005.545.637 2.199.772.847 Aset tidak lancar

Aset tetap - bersih G; 10.529.167 4.133.333

Jumlah aset tidak lancar 10.529.167 4.133.333

Jumlah aset 2.016.074.804 2.203.906.180

KEWAJIBAN DAN ASET BERSIH

Kewajiban jangka pendek

Hutang pajak I; 40.816 -Biaya yang masih harus dibayar H; 40.000.000 30.081.000

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 40.040.816 30.081.000

Aset bersih

Aset bersih tanpa pembatasan dari

pemberi sumber daya J; 1.076.033.988 273.825.180 Aset bersih dengan pembatasan dari

pemberi sumber daya K; 900.000.000 1.900.000.000

Jumlah aset bersih 1.976.033.988 2.173.825.180

Jumlah kewajiban dan aset bersih 2.016.074.804 2.203.906.180

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD NERACA

31 Desember 2020 dan 2019

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(8)

-Catatan 2020 2019 TANPA PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA

Pendapatan dan penghasilan:

Kontribusi dan sumbangan L; 459.947.153 511.126.791 Pendapatan lain-lain

- Penerimaan jasa giro L; 2.663.628 2.195.555 - Penerimaan bunga deposito L; 49.951.924 96.290.924

Jumlah pendapatan dan penghasilan 512.562.705 609.613.270

Aset bersih yang berakhir pembatasannya :

Pemenuhan pembatasan dari pemberi sumber daya K; 1.000.000.000

-Beban dan kerugian:

Program Parisada M; 208.644.000 18.920.000

Operasional Parisada M; 360.972.000 355.694.000 Operasional Yayasan Adikara Dharma Parisad M; 140.204.495 145.292.235 Beban lain-lain M; 533.402 449.847

Jumlah beban dan kerugian 710.353.897 520.356.083

SURPLUS (DEFISIT) 802.208.808 89.257.188

DENGAN PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER

Aset bersih terbebaskan dari pembatasan K; (1.000.000.000)

-TOTAL PENGHASILAN (197.791.192) 89.257.188

dari laporan keuangan secara keseluruhan

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD LAPORAN AKTIVITAS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan

(9)

-Aset bersih tanpa pembatasan dari pemberi

sumber daya

Aset bersih dengan pembatasan dari

pemberi sumber daya

Jumlah

Saldo Aset Bersih Per 1 Januari 2019

184.567.992

1.900.000.000

2.084.567.992

Perubahan Aset Bersih Tahun 2019

89.257.188

-

89.257.188

Saldo Aset bersih Per 31 Desember 2019

273.825.180

1.900.000.000

2.173.825.180

Perubahan Aset Bersih Tahun 2020

802.208.808

(1.000.000.000)

(197.791.192)

Saldo Aset bersih Per 31 Desember 2020

1.076.033.988

900.000.000

1.976.033.988

dari laporan keuangan secara keseluruhan

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD

LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2020 dan 2019

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan

(10)

-2020 2019 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI

Kenaikan (penurunan) aset neto tanpa pembatasan 802.208.807 89.257.188 Kenaikan (penurunan) aset neto dengan pembatasan (1.000.000.000) -Penyusuaian untuk merekonsiliasi perubahan aset neto

tahun-berjalan menjadi kas yang diperoleh dari kegiatan operasi:

- Penyusutan aset tetap 1.804.166 3.651.000 - Akrual pendapatan bunga deposito (49.951.924) (103.290.752) Perubahan dalam aset dan liabilitas:

- (500.000.000)

-- 40.816 (330.612)

- 9.919.000 (24.803.000)

Jumlah arus kas dari kegiatan operasi (735.979.135) (35.516.176)

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI

Perolehan aset tetap (8.200.000) (3.200.000) Pencairan deposito 1.058.094.614

-Jumlah arus kas dari kegiatan investasi 1.049.894.614 (3.200.000)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN -

-KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 313.915.479 (38.716.176) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 235.219.831 273.936.007 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 549.135.310 235.219.831

dari laporan keuangan secara keseluruhan

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD LAPORAN ARUS KAS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan Piutang lainnya

Hutang pajak

Sumbangan program masih harus dibayar

(11)

-A. GAMBARAN UMUM

1. Latar Belakang Pendirian

a. b.

1) 2)

2.1) Merencanakan sistem dan mekanisme penyelenggaraan secara efektif dan efisien.

2.2) Menyelenggarakan sistem, manajemen pengelolaan yang sehat, transparan, dan akuntabel. 2.3)

a.

b.

c. Dharma Dana yang terhimpun harus bertambah dari waktu ke waktu sehingga menjadi aliran dana abadi.

a. b.

Untuk merealisasikan berbagai program keumatan, Parisada perlu mendapat dukungan dari segenap komponen umat Hindu baik berupa pikiran, tenaga, maupun pendanaan yang berkesinambungan.

Para pendiri berkomitmen untuk mendirikan yayasan dengan nama YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD yang berkedudukan di Kantor Parisada Pusat, Jl. Anggrek Nelly Murni A Nomor 3 Slipi, Jakarta Barat, yang didedikasikan untuk kepentingan Parisada Pusat.

Menugaskan kepada Pengurus Harian Parisada Pusat untuk membentuk Badan Dharma Nasional yang menjalankan mekanisme dalam mengumpulkan, menyimpan, menetapkan peruntukkan dan mengelola Dharma Dana Nasional sebagai kelanjutan dari setiap Keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia sebelumnya.

Memperhatikan hal dimaksud, serta usulan Sabha Walaka dan hasil pembahasan Sabha Pandita Hindu Dharma Indonesia Pusat pada Pesambuhan Agung tanggal 26-28 Oktober 2002, Sabha Pandita mengeluarkan Bhisama tentang Dana Punya , tertuang dalam Bishama Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Nomor: 01/Bishama/Sabha Pandita Parisada Pusat/X/2002, dengan pokok materi putusan sebagai berikut:

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pelaksanaan berbagai program prioritas yang telah dicanangkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (Parisada), perlu didukung dengan sistem pendanaan yang berkelanjutan. Dengan berjalannya sistem pendanaan berkelanjutan ini diharapkan ke depan Parisada dapat lebih optimal dalam melayani dan melakukan pembinaan kepada masyarakat khususnya umat Hindu di Indonesia.

Dana Punya merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang mesti ditaati oleh seluruh umat Hindu sebagai suatu kewajiban suci.

Menugaskan kepada Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, untuk:

Memasyarakatkan Bhisma tentang Dana Punya kepada seluruh umat Hindu di Indonesia dan para simpatisan. Menyelenggarakan kegiatan pengumpulan Dana Punya di lingkungan umat Hindu dan simpatisan sebagai berikut:

Melaksanakan pelaporan secara periodik kepada Pesambuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia dan mempublikasikan kepada Umat Hindu Indonesia.

Untuk menindaklanjuti bishama tersebut, dalam Mahasabha IX Parisada Hindu Dharma Indonesia, terbit Ketetapan Nomor: IV/TAP/M.Sabha IX/2006, tentang Dharma Dana Nasional, dengan pokok materi keputusan antara lain:

Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) berbadan hukum yang pada akta pendiriannya disebutkan sebagai milik Parisada Pusat.

Selanjutnya untuk memperkuat legalitas dalam pengelolaan dana yang terhimpun, Parisada Pusat membentuk Yayasan sebagai payung hukum BDDN. Yayasan yang dibentuk bernama Yayasan Adikara Dharma Parisad yang didirikan para tokoh umat Hindu sebanyak 45 orang. Komitmen para pendiri tertuang dalam sebuah deklarasi yang memuat pokok materi, antara lain:

(12)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

A. GAMBARAN UMUM (lanjutan)

c. d.

2. Struktur Organisasi

Sesuai dengan Akta Notaris di atas, Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari: a) Pembina

b) Pengurus c) Pengawas

Susunan kepengurusan Yayasan Adikara Dharma Parisad adalah sebagai berikut:

Dewan Pembina

Ketua : Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya

Anggota : Ketut Parwata

: : : : :

: Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana

: Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma

Dewan Pengawas

Ketua :

Anggota :

:

Pengurus

Ketua : Komang Adi Setiawan

Sekretaris : Wayan Sudane

Bendahara Umum : Dewa Made Budiarta

Bendahara : Wayan T. Teg

Akta Yayasan nomor 41 tanggal 20 Desember 2017, dibuat oleh Notaris I Nyoman Pageh, SH. Akta tersebut memuat keputusan Rapat Pembina Yayasan berupa persetujuan perubahan anggota dan susunan Pembina Yayasan.

Nyoman Tjager Nyoman S Merada Made Suthama

Ketut Suardhana Linggih I.N. Suwandha

Nyoman Djintji I Made Gde Erata Wayan Alit Antara

Dengan telah terbentuknya yayasan sebagai badan hukum dari BDDN, semua perikatan dengan berbagai pihak termasuk perbankan menggunakan nama Yayasan Adikara Dharma Parisad. Dengan demikian, status legal menjadi jelas dalam melakukan penghimpunan dana publik.

Akta Pendirian Yayasan nomor 20 tanggal 13 Februari 2010 dan nomor 24 tanggal 15 April 2010, dibuat oleh Notaris I Nyoman Pageh, SH, telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor: AHU-2447.AH.01.04.Tahun 2010.

(13)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

B. KEBIJAKAN YAYASAN 1. Administrasi Kantor

a) Identitas Yayasan, meliputi: a.a.

a.b.Maksud dan Tujuan a.c. Visi, Misi, dan Nilai a.d.Logo Yayasan b) Tata Kelola Yayasan

b.a.Organ Yayasan b.b.Kewenangan

b.c.Tugas dan Tanggung Jawab b.d.Rapat-rapat b.e.Disclosure c) Pengelolaan Dana c.a. c.b. c.c. Penetapan Limit d) Program Yayasan d.a.Program Prioritas d.b.Pengembangan Program

2. Penghitungan Besarnya Kewajiban Dharma Dana

Profil Yayasan

Penetapan Tingkat Risiko Pengambilan Keputusan

Dalam teknis pelaksanaan dari kebijakan tersebut, Yayasan telah memiliki petunjuk teknis termasuk standard operating procedure seperti Petunjuk Teknis Administrasi, Kebijakan Akuntansi, dan Komunikasi Publik; dan Petunjuk Teknis masing-masing program prioritas.

Penentuan besarnya kewajiban Dharma Dana untuk setiap umat, manajemen mengacu pada ketentuan dalam Bhisama Sabha Pandita nomor: 01/Bhisama/Sabha Pandita Parisada Pusat/X/2002 tentang Dana Punya , dan Ketetapan Mahasabha IX Parisada nomor: IV/TAP/M.Sabha IX/2006 tentang Dharma Dana Nasional. Dalam ketentuan tersebut telah ditentukan tarifnya sebesar 2,5% dari penghasilan setahun. Umat menghitung sendiri (self assessment ) penghasilan bersihnya setahun dan besarnya kewajiban pembayaran dharma dana.

Untuk tata tertib pengelolaan Yayasan Adikara Dharma Parisad, Manajemen telah menyusun Buku Panduan Umum Pengelolaan Yayasan nomor: 01/SOP/YADP/XI/2010 tanggal 18 November 2010 yang meliputi:

(14)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

B. KEBIJAKAN YAYASAN (lanjutan)

2. Penghitungan Besarnya Kewajiban Dharma Dana (lanjutan)

Pembayaran atau pelunasan dharma dana dilakukan langsung di bank yang telah ditunjuk untuk itu, yakni: - BRI Cab. Khusus 0206 01 000 911 304

a.n. Yayasan Adikara Dharma Parisad - BNI Cab. Jakarta Pusat 8000 55555 6 a.n. Yayasan Adikara Dharma Parisad

- Bank Mandiri Cab. Slipi Jaya 116 000 543 644 0 a.n. Yayasan Adikara Dharma Parisad

- BCA Cab. Thamrin 206 30 60 500 a.n. Yayasan Adikara Dharma Parisad

C. KEBIJAKAN AKUNTANSI KEUANGAN

Pernyataan Kepatuhan Terhadap SAK ETAP

Kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan, sebagai berikut:

1. Penyusunan Laporan Keuangan

Penyajian Laporan Keuangan terdiri dari: - Laporan Posisi Keuangan,

- Laporan Aktivitas,

- Laporan Perubahan Aset Bersih, - Laporan Arus Kas, dan

- Catatan atas Laporan Keuangan

2. Pencatatan Transaksi Keuangan

3. Kas dan Setara Kas

Penyajian laporan keuangan mengacu pada ISAK 35, tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba.

Pencatatan penerimaan dana didasarkan pada metode cash basis sedangkan untuk beban atau pengeluaran didasarkan pada metode cash basis, kecuali terhadap transaksi penyusutan aktiva dilakukan dengan menggunakan metode akrual.

Kas dan setera kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.

Yayasan Adikara Dharma Parisad memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai entitas tanpa akuntabilitas publik. Oleh karena itu Pengurus memutuskan untuk menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) sebagai basis dalam penyusunan laporan keuangan efektif.

(15)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

C. KEBIJAKAN AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan)

4. Investasi Jangka Pendek dalam Deposito

5. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis ).

6.

Taksiran masa manfaat dan persentase penyusutan per tahun sebagai berikut :

7. Periode Akuntansi

8. Pajak penghasilan

Yayasan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutang untuk periode tersebut, Yayasan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Yayasan tidak mengakui adanya pajak tangguhan.

Aset Tetap

Taksiran Masa Manfaat Per Tahun (%)

3 Tahun 33,33%

Aset tetap dinilai berdasarkan nilai perolehan dan dinyatakan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai buku, yaitu nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan aset tetap menggunakan metode garis lurus (straight line method ).

Inventaris Kantor

Pendapatan merupakan penerimaan dari pemberi sumber daya yang mana peruntukannya dibatasi atau tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.

Penerimaan dari pemberi sumber daya yang dibatasi penggunaannya untuk tujuan tertentu diakui sebagai pendapatan dalam kelompok dengan pembatasan dari pemberi sumber daya dilaporan aktivitas.

Penerimaan dari pemberi sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi diakui sebagai pendapatan dalam kelompok tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya dilaporan aktivitas.

Investasi jangka pendek dalam deposito adalah deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan dan dinyatakan sebesar nilai nominalnya.

Periode akuntansi yang dipilih oleh Yayasan adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

(16)

-D. KAS DAN SETERA KAS

31 Desember 2020 31 Desember 2019

Kas 1.606.600 1.671.300

Bank

Bank tabungan:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 451.685.506 38.984.891 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 27.215.735 7.104.138

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 36.912.736 127.012.301

PT Bank Central Asia Tbk 29.745.733 58.478.201

Sub jumlah 545.559.710 231.579.531

Bank giro:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.969.000 1.969.000

Jumlah kas dan setara kas 549.135.310 235.219.831

E. PIUTANG LAIN-LAIN

31 Desember 2020 31 Desember 2019

Pihak berelasi 500.000.000 -

Jumlah piutang lain-lain 500.000.000 -

F. INVESTASI

Akun ini merupakan deposito berjangka 6 bulan yang ditempatkan pada:

31 Desember 2020 31 Desember 2019

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 956.410.326 1.964.553.016

Jumlah Investasi 956.410.326 1.964.553.016

Nomor sertifikat deposito 2020 2019 2020 2019

DC 6138368 (ARO) 173.699.965 164.488.603 7% 6,25% DC 6147336 (ARO) 782.710.361 741.202.993 7% 7% DC 6147337 (ARO) - 529.430.710 7% 7% DC 6147338 (ARO) - 529.430.710 7% 7% 0 Jumlah 956.410.326 1.964.553.016

Nominal per 31 Desember Suku bunga tahun

Piutang lain lain kepada pihak berelasi merupakan piutang panitia pembangunan gedung kantor pengurus harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dalam rangka pembangunan gedung kantor PHDI.

YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(17)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

F. INVESTASI (lanjutan)

G. ASET TETAP

Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Harga Perolehan

Peralatan

Kamera 27.805.001 - - 27.805.001 Laptop dan Wireless Linksys 8.234.000 8.200.000 - 16.434.000 Tablet Samsung GT-N5100 5.000.000 - - 5.000.000 Handphone 6.200.000 - - 6.200.000 Printer 2.194.999 - - 2.194.999

Jumlah harga perolehan 49.434.000 8.200.000 - 57.634.000

Akumulasi Penyusutan Peralatan

Kamera 27.805.001 - - 27.805.001 Laptop dan Wireless Linksys 8.234.000 170.833 - 8.404.833 Tablet Samsung GT-N5100 5.000.000 - - 5.000.000 Handphone 2.066.667 1.633.333 - 3.700.000 Printer 2.194.999 - - 2.194.999

Jumlah akumulasi penyusutan 45.300.667 1.804.166 - 47.104.833

Nilai tercatat 4.133.333 10.529.167

Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Harga Perolehan

Peralatan

Kamera 27.805.001 - - 27.805.001 Laptop dan Wireless Linksys 8.234.000 - - 8.234.000 Tablet Samsung GT-N5100 5.000.000 - - 5.000.000 Handphone 3.000.000 3.200.000 6.200.000 Printer 2.194.999 - - 2.194.999

Jumlah harga perolehan 46.234.000 3.200.000 - 49.434.000 31 Desember 2020

31 Desember 2019

Saldo deposito per 31 Desember 2020 sebesar Rp956.410.326,- (31 Desember 2019: Rp1.964.553.016,-) merupakan dana yang diperoleh dari penyumbang yang penggunaannya untuk investasi dalam deposito berjangka dengan sistem bunga deposito dikapitalisasi menjadi pokok deposito di periode deposito berikutnya (Catatan K). Pada tahun berjalan investasi dalam deposito berjangka tersebut telah dicairkan dengan rincian pokok deposito sebesar Rp1.000.000.000 dan pendapatan bunga deposito tersebut Rp58.094.614.

(18)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

G. ASET TETAP (lanjutan)

Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Akumulasi Penyusutan

Peralatan

Kamera 25.486.991 2.318.010 - 27.805.001 Laptop dan Wireless Linksys 8.234.000 - - 8.234.000 Tablet Samsung GT-N5100 5.000.000 - - 5.000.000 Handphone 916.667 1.150.000 - 2.066.667 Printer 2.012.009 182.990 - 2.194.999

Jumlah akumulasi penyusutan 41.649.667 3.651.000 - 45.300.667

Nilai tercatat 4.584.333 4.133.333

H. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

31 Desember 2020 31 Desember 2019

Program operasional Parisada 22.500.000 30.081.000

Jasa Profesional 17.500.000 -

Jumlah sumbangan program yang masih harus dibayar 40.000.000 30.081.000

I. UTANG PAJAK

31 Desember 2020 31 Desember 2019

PPh pasal 23 40.816 -

Jumlah utang pajak 40.816 -

J. ASET BERSIH TANPA PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA

31 Desember 2020 31 Desember 2019

Aset bersih awal tahun 273.825.180 184.567.992

Kenaikan (penurunan) aset bersih dalam tahun berjalan (197.791.192) 89.257.188

Aset bersih akhir tahun 76.033.988 273.825.180

31 Desember 2019

Akun ini merupakan saldo akumulasi aset bersih tidak terikat per akhir periode, dengan rincian sebagai berikut:

Sumbangan program yang masih harus dibayar per 31 Desember 2020 adalah bantuan operasional Parisada bulan Desember 2020

(19)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

K. ASET BERSIH DENGAN PEMBATASAN DARI PEMBERI SUMBER DAYA

31 Desember 2020 31 Desember 2019

Aset bersih awal tahun 1.900.000.000 1.900.000.000

Kenaikan (penurunan) aset bersih dalam tahun berjalan (1.000.000.000) - Perubahan aset bersih dalam tahun berjalan - -

Aset bersih akhir tahun 900.000.000 1.900.000.000

L. PENDAPATAN TIDAK TERIKAT

2020 2019

Kontribusi dan sumbangan:

Penerimaan Dharma Dana Perseorangan 159.282.004 269.870.632

Penerimaan Dharma Dana Badan 61.995.473 106.559.553

Penerimaan Dharma Dana Tidak Teridentifikasi 186.833.979 184.506.159 Penerimaan Dharma Dana Aplikasi 51.835.697 -

Sub jumlah 459.947.153 560.936.344

Pendapatan lainnya:

Penerimaan Jasa Giro 2.663.628 2.195.555

Pendapatan Bunga Deposito 49.951.924 96.290.924

Sub jumlah 52.615.552 98.486.479

Aset bersih terikat dari pembatasan - -

Jumlah pendapatan tidak terikat 512.562.705 659.422.823

Akun ini merupakan saldo akumulasi aset bersih dengan pembatasan dari pemberi sumber daya per akhir periode, dengan rincian sebagai berikut:

Saldo aset bersih dengan pembatasan dari pemberi sumber daya per 31 Desember 2020 sebesar Rp900.000.000,- (31 Desember 2019: Rp1.900.000.000,-) merupakan sumbangan yang dananya disyaratkan ditempatkan dalam pokok deposito berjangka (catatan F).

Penerimaan dharma dana tidak teridentifikasi merupakan penerimaan dari donatur yang namanya tidak tercantum (anonim) pada rekening koran.

Penerimaan dharma dana perseorangan, badan dan dana tidak teridentifikasi merupakan penerimaan Dharma Dana dari komitmen umat.

(20)

-YAYASAN ADIKARA DHARMA PARISAD CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

M. BEBAN

Merupakan penggunaan untuk:

2020 2019

a. Program Parisada

Pendidikan 208.644.000 18.920.000

Jumlah 208.644.000 18.920.000

b. Beban operasional Parisada 2020 2019

Bantuan operasional sekretariat 360.972.000 355.694.000 Jumlah ini merupakan bantuan kepada Parisada, yang digunakan untuk operasional Sekretariat Parisada di Jakarta.

c. Beban Operasional Yayasan Adikara Dharma Parisad:

2020 2019

Beban Gaji Pegawai 70.250.000 74.500.000

Beban Audit 35.650.000 16.500.000 Biaya Sosialisai 13.195.816 1.000.000 Beban Percetakan 7.575.000 12.270.000 Beban Transportasi 5.546.324 3.377.200 Beban Website 2.075.000 26.297.852 Beban Perlengkapan 1.977.265 2.230.000

Beban Administrasi Bank 1.911.091 2.200.183

Beban Penyusutan Peralatan (catatan G) 1.804.167 3.651.000

Beban Pajak 214.832 -

Biaya Alat Tulis Kantor 5.000 2.215.000

Beban Retribusi & Sumbangan - 600.000

Beban Telekomunikasi - 451.000

Jumlah 140.204.495 145.292.235

d. Lainnya

2020 2019

Pajak jasa giro 533.402 449.847

Jumlah 533.402 449.847

N. TANGGUNG JAWAB DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Manajemen Yayasan bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan per 31 Desember 2020 yang disetujui untuk diterbitkan oleh manajemen pada tanggal 27 Februari 2021

Program parisada kesehatan direalisasikan melalui Asuransi Jiwa Pandita dan Pinandita. Program parisada pendidikan direalisasikan melalui Beasiswa Dharma Dana Parisada.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian Perum Perumnas dan entitas anak tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, serta laporan laba rugi komprehensif

Kami telah mengaudit laporan keuangan BAZNAS Kota Yogyakarta terlampir, terdiri dari Neraca/Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember 2021, Laporan Perubahan Dana,

Amachi, Arifin Mardani & Muliadi telah mengaudit Laporan Keuangan Perkumpulan Wahana Musik Indonesia yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan per tanggal 31 Desember 2020,

Kami telah mengaudit laporan keuangan Yayasan PKPU terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 20'J,4, serta laporan perubahan dana,

PT SURVEYOR INDONESIA PERSERO DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun – Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 Disajikan

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Panasia Filament Inti Tbk terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2019, serta laporan laba rugi

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian Universitas Sumatera dan entitas anak terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT leo Investments, Tbk ("Perusahaan") dan entitas anak terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan