KEWENANGAN ABSOLUT PENGADILAN AGAMA TERHADAP PENYELESAIAN KASUS PERBANKAN SYARI AH (ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 93/PUU- X/2012)
Teks penuh
Dokumen terkait
Namun kewenangan untuk mengadili perkara ekonomi syariah, direduksi oleh Pasal 55 UU tentang Perbankan Syariah yang juga menentukan bahwa “(1) Penyelesaian sengketa Perbankan
Dalam pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah ditegaskan bahwa: (1) penyelesaian sengketa perbankan syariah dilakukan oleh pengadilan
Sementara pada pasal 55 ayat (1), dijelaskan Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama, sedangkan ayat (2),
Sementara pada pasal 55 ayat (1), dijelaskan Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama, sedangkan ayat (2),
Disarankan apabila terjadi sengketa perbankan syariah yang tidak dapat diselesaikan lewat musyawarah, maka forum penyelesaian selanjutnya adalah lewat peradilan
Disarankan apabila terjadi sengketa perbankan syariah yang tidak dapat diselesaikan lewat musyawarah, maka forum penyelesaian selanjutnya adalah lewat peradilan
Dasar hukum pelaksanaan eksekusi putusan Basyarnas Dalam Menyelesaikan Sengketa Perbankan Syariah Setelah Lahir- nya Mahkamah Konstitusi Nomor 93/ PUU-X/2012 adalah lahirnya
Dengan demikian pasca diundangkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang dalam Pasal 55 mengatur penyelesaian sengketa, menurut penulis