PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI
PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 4 GORONTALO
MUHAMAD NURYASIN LAUMA
JURUSAN PENDIDIKAN KEOLAHRAGAAN PROGRAM STUDI S-1 PENJASKESREK
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Pembimbing 1. Drs. Sarjan Mile. MS
2. Zulkifli Lamusu. S.Pd, M.Pd
ABSTRAK
MUHAMAD NURYASIN LAUMA, (2013). Nim. 831 409 244.“ Pengaruh Metode
Pembelajaran Discovery terhadap Kemampuan Passing Atas Permainan Bola Voli ada Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo”.Skripsi Jurusan Pendidikan
Keolahragaan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Drs. Sarjan Mile, M.S. dan Pembimbing II Zulkifli Lamusu, S.Pd. M.Pd.
Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo masih di bawah tingkat ketuntasan belajar. Kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X tahun 2011/2012 menunjukan bahwa 93.7 % dari jumlah siswa 119 memperoleh nilai kurang dari 75. Hal ini di buktikan dengan informasi yang di dapatkan dari guru mata pelajaran Penjas Orkes dimana hanya 32% dari jumlah siswa yang mencapai tingkat ketuntasan belajar.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Terdapat pengaruh metode pembelajaran
Discovery terhadap kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas
X SMK Negeri 4 Gorontalo”.
Dari hasil pengujian menunjukan bahwa t hitung sebesar 21.5 sedangkan dari daftar distribusi pada t(0,95) (19) diperoleh nilai sebesar 2.09. Hipotesis dalam penelitian yang menyatakan bahwa Terdapat pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap
kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo”.dapat diterima
Kata Kunci: metode pembelajaran Discovery, Kemampuan passing atas
PENDAHULUAN
Berdasarkan observasi dan pengalaman di lapangan yaitu pada saat melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL-II) yang berlangsung selama 3 bulan di SMKNegeri 4Gorontalo. Ditemukan bahwa tidak sedikit dalam proses pembelajaran penjas guru hanya cenderung menggunakan Metode konvensional (demonstrasi) sehingga dalam proses belajar mengajar siswa kurang aktif, serta belum memilih pendekatan yang sesuai untuk materi yang diajarkan selain itu kurangnya sarana pendukung pembelajaran. Hal ini menyebabkan kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa masih rendah ini terlihat dari data nilai siswa pada tiga tahun terakhir (2010 - 2012) terlihat bahwa 93,7 % siswa yang tidak tuntas untuk mata pelajaran penjas khususnya pada materi passing atas, sedangkan untuk siswa yang tuntas hanya sebesar 6,3% dari 32 siswa kelas X. Dari hasil wawancara langsung dengan guru mata pelajaran penjas terungkap bahwa ternyata siswa cenderung menunggu materi serta instruksi dari guru tanpa mencari atau menemukan sendiri. Siswa sulit memecahkan berbagai persoalan belajar yang dihadapi sehingga tidak muncul suatu konsep generalisasi yang dapat diterapkan dilapangan. Oleh karena itu, persoalan belajar inilah yang membuat mereka sering kali kehilangan semangat serta motivasi ketika mengikuti pelajaran.
Berdasarkan hasil observasi tersebut diatas, maka seorang guru penjas dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam memilih Metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif tersebut adalah Metode pembelajaran
Discovery. Apabila ditinjau dari katanya, Discovery berarti menemukan, sedangkan Discovery adalah penemuan. Dalam kaitannya dengan pendidikan Oemar Hamalik
(dalam Ilahi 2011: 29-30), menyatakan bahwa Discovery adalah proses pembelajaran yang menitikberatkan pada mental intelektual para anak didik dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga menemukan suatu konsep atau generalisasi yang dapat diterapkan dilapangan.
Penerapan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif yang dimaksudkan adalah pembelajaran berdasarkan penemuan (Discovery based learning). Konsep ini, sejatinya masih terlalu asing bagi para anak didik yang mengikuti proses pembelajaran di sekolah mereka masing-masing. Gagasan strategi tersebut membutuhkan waktu lama dalam konteks pemahaman secara integral.Tidak heran bila pembelajaran Discovery strategy sangat membutuhkan nalar kemampuan intelektual yang tinggi sebagai pijakan fundamental dalam mendapatkan pengalaman yang baru new experience.
Dengan melihat kenyataan tersebut diatas, maka perlu adanya suatu tindakan untuk meningkatkan motivasi siswa yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkanpembelajaran Discovery pada kemampuan”passing atas”
Berdasarkan latar belakang diatas maka formulasi judul yang diambil pada penelitian ini adalah “ PengaruhMetodePembelajaran Discovery terhadap
Kemampuan Passing AtasPermainan Bola Voli pada Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo”
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Apakah terdapat pengaruhmetode pembelajaran Discoveryterhadap kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo?
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Metode pembelajaran Discovery terhadap kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo.
KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
Suhadi, Sujarwo (2009: 37) mengemukakan bahwa:“Passing Atas adalah suatu teknik dasar dalam permainan bolavolidimana di dalam permainan yang sesungguhnya akandigunakan sebagai teknik pemberian atau penyajian bolakepada teman untuk dipukul atau di smash ke daerahlawan”.
Hidayat, Dkk (2010: 6) mengemukakan bahwa: “Passing Atas (set up) adalah cara mengoper atau menerima bola dua tangan diatas depan kepala secara bersamaan”. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) sikap badan berdiri,
kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lutut agak ditekuk, dan kedua tangan berada diatas depan dahi. b) badan agak condong kedepan, pandangan kearah datangnya bola. c) jari-jari kedua tangan direnggangkan. d) perkenaan bola pada ujung jari tangan. e) saat perkenaan, ikuti gerakan bola kemudian dorong hingga bola melambung. f) gerakan tangan disesuaikan dengan keras atau lemahnya bola.
Sarjiyanto, Sujarwadi (2010: 6-7)mengemukakan bahwa: “Passing Atas adalah passing yang dilakukan dengan teknik atas tanpa mengadakan gerakan terlebih dahulu. Adapun yang perlu deperhatikan dalam Passing Atas adalah penempatan bola sedemikian rupa sehingga bola pada posisi didepan atas muka pemain. Pantulan bola sesudah dipassing harus melambung tinggi kearah depat atas (parabola). Passing Atas ini biasanya dilakukan apabila bola datangnya lebih tinggi dari bahu”.
Kurniadi, Prapanca (2010: 78) mengemukakan bahwa: “Passing Atas juga salah satu gerak dasar dalam permainan Bola Voli. Passing Atas dilakukan dengan posisi tangan diatas kepala dan menggunakan jari-jari tangan. Gerakan ini berguna untuk menerima servis, mengoper bola, mengumpan untuk smash, dan mengembalikan bola”. Agar bisa melakukan Passing Atas dengan baik perlu terus berlatih sehingga arah bola bisa terkendali dan jari-jari tangan tidak cedera.Cara melakukannya, kedua lutut ditekuk, pandangan mata memperhatikan arah datangnya bola, gerakan tangan menerima datangnya bola, arahkan bola pada sasaran.
Isnaini, Suranto (2010: 5) mengemukakan bahwa: “ Bola Voli adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri atas 6 orang pemain. Setiap regu berusaha untuk dapat memukul dan menjatuhkan bola kedalam lapangan melewati diatas jaring atau net dan mencegah pihak lawan dapat memukul dan menjatuhkan bola kedalam lapangannya”.
Wisahati, Santosa (2010: 9) mengemukakan bahwa: “permainan Bola Voli dilakukan oleh dua regu yang saling berhadapan dengan dipisahkan oleh sebuah jaring ditengah lapangan dan setiap regu terdiri dari 6 orang yang dibatasi setiap satu setnya terdiri dari 25 poin dengan sistem rally pointdan dipimpin oleh dua orang wasit”.
Sarjono, Sumarjo (2010:9) mengemukakan bahwa: “Bola Voli adalah olahraga permainan yang di mainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup
memiliki enam orang pemain. Sementara, permainan Bola Voli pantai, masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain”.
Sarjana, Sunarto (2010: 10) mengemukakan bahwa: “Bola Voli merupakan salah satu permainan bola besar yang dilakukan secara beregu yang berhadapan dan dipisahkan oleh net, dimana jumlah anggota setiap regu adalah 6 orang. Permainan Bola Voli dapat dimainkan di tempat terbuka maupun tertutup”.
Nata (2011: 195) mengemukakan bahwa: “metode Discovery atau metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang banyak melibatkan siswa dalam proses-proses mental dalam rangka menemukan sesuatu yang diperlukan untuk pengembangan, penyempurnaan dan perbaikan konsep. Temuan tersebut dapat berupa penemuan terhadap inti sel, kecepatan, panas, energi, zat, reaksi, masyarakat, demokrasi, tragedi, dan sebagainya. Untuk dapat melaksanakan metode penemuan ini diperlukan langkah persiapan, antara lain penemuan masalah yang akan ditemukan, peralatan yang diperlukan, laboratorium, bahan-bahan habis pakai, petugas pendamping, instruktur, dan lain sebagainya. Kelebihan metode ini hampir sama dengan metode diskusi, simulasi, dan lainnya sebagaimana tersebut diatas. Namun metode ini juga dapat memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi guru dan para peserta didik, karena telah menemukan sesuatu yang dapat disumbangkan bagi kepentingan masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan”.
Hamalik (2011: 187)mengemukakan bahwa: “strategi belajar Discovery paling baik dilaksanakan dalam kelompok belajar kecil. Namun dapat juga dilaksanakan dalam kelompok belajar yang lebih besar. Kendatipun tidak semua siswa dapat terlibat dalam proses Discovery, namun pendekatan Discoverydapat memberikan manfaat bagi siswa yang belajar.Pendekatan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk komunikasi satu arah atau komunikasi dua arah, bergantung pada besarnya kelas”.
Hanafiah, Suhana (2012: 77) mengemukakan bahwa: “Discovery merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku”.
Tingginya kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa sangat dipengaruhi oleh Metode dan media pembelajaran.Untuk meningkatkan kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa seorang guru penjas harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih Metode pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dengan pemilihan Metode pembelajaran yang tepat maka siswa akan termotivasi dan lebih aktif dalam pembelajaran. Salah satu Metode pembelajaran yang menuntun siswa lebih kreatif dan inovatif adalah Metode pembelajaran Discovery.
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir diatas maka hipotesis dalam penelitian ini yaitu:Terdapat pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Gorontalo.
Pelaksanaan penelitian iniberlangsung selama 2 bulan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: "One Group, Pre Test
and Post Test Design".Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 1
Design Penelitian
Pre test Treatment Posttest
X1 T X2
Keterangan:
X1 = Tes awal kemampuan permainan Bola Voli
T = Perlakuan penggunaanmetode pembelajaranDiscovery X2 = Tes akhir kemampuan permainan Bola Voli
Variabel bebas dalam penelitian ini mengacu pada Metode pembelajaran yang digunakan.Untuk kelas eksperimen menggunakan Metode pembelajaran Discovery.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan Passing Atas pada permainan Bola Voli untuk kelas eksperimen.
Populasi penelitian adalah seluruh Siswa Kelas X SMK Negeri 4Gorontalo yang berjumlah 119 Tahun Ajaran 2012/2013.
Dari populasi dalam penelitian ini, penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster sampling (Arikunto 2010: 96).Sampel kelas XTKJ 2dengan jumlah 20 orang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi siswa Kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo yang ada.
Sudjana (2011: 77-78) skala penilaian mengukur penilaian atau perilaku orang lain oleh seseorang melalui pernyataan perilaku individu pada suatu titik kontiniuum atau suatu ketegori yang bermakna nilai. Titik atau ketegori diberi nilai rentangan mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah. Rentangan ini bisa dalam bentuk huruf (A, B, C, D) , angka (4, 3, 2, 1) atau 10, 9, 8, 7, 6, 5. Sedangkan rentangan kategori bisa tinggi, sedang, rendah, atau baik, sedang, kurang.Skala nilai diatas bisa juga menggunakan kategori baik, sedang, dan kurang atau dengan angka 4, 3, 2, 1, bergantung pada keinginan penilai.
Peneliti dari pre test dan post test yang sudah dilakukan telah menggunakan ratting scaledengan diberi skor dalam lima kategori yaitu: 1 = sangat tidak tepat, 2 = tidak tepat, 3 = cukup, 4 = tepat, dan 5 = sangat tepat. Lebih jelasnya dapat diperhatikan pada table 1 format pengamatan Passing Atas berikut ini.
Aspek Yang Dinilai / Diukur Pada Tes Awal dan Tes Akhir
Bentuk Tes Nilai jmlh 1 2 3 4 5 1. kemampuanpassing atas
a) Persiapan 1. Berdiri dengan kedua kaki, dibuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan hingga berat badan bertumpu pada ujung kaki bagian depan
2. Posisi lengan didepan badan dengan telapak tangan dan jari-jari renggang sehingga
b) Tahap gerakan
c) Akhir gerakan
membentuk seperti mangkuk didepan atas muka (wajah)
1. Dorongan kedua lengan menyonsong arah datangnya bola bersamaan kedua lutut dan pinggul naik serta tumit terangkat.
2. Usahakan arah datangnya bola tepat ditengah-tengah atas wajah
3. Perkenaan bola yang baik adalah tepat mengenai jari-jari tangan
1. Tumit terangkat dari lantai 2. Pinggul dan lutut naik serta
kedua lengan lurus
3. Pandangan mengikuti arah gerakan bola
TOTAL
Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah skor yang diperoleh dari pre test dan post test. Upaya dalam pengumpulan data hasil peneitian, dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada siswa tentang tata cara pengambilan tes. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan rubrik penilaian hasil dalam bentuk ratting scale. Menurut Sudjana (2011: 77) ratting scale atau skala penilaian dibuat untuk mengukur penampilan atau penampilan atau perilaku orang lain oleh seseorang melalui pernyataan perilaku individu pada suatu titik kontinium atau suatu kategori yang bermakna nilai. Terkait masalah skala penilaian Sudjana (2011: 79) menambahkan bahwa skala penilaian lebih tetap jika
digunakan untuk mengukur suatu proses, misalnya kemampuan Passing Atas pada siswa.
Didalam menggunakan instrumen ratting scale seperti halnya instrumen yang lain, penyusunan skala penilaian hendaknya memperhatikan hal-hal yang bisa menunjang efektif tidaknya instrumen tersebut.Skala penilaian bisa menggunakan kategori sangat tepat, tepat, cukup, tidak tepat dan sangat tidak tepat atau dengan menggunakan skala nilai 5, 4, 3, 2, 1 bergantung pada keinginan penilai. Berdasarkan asumsi diatas maka penilai menetapkan bahwa instrumen yang digunakan menggunakan skala penilaian 5, 4, 3, 2, 1 dengan 5 untuk kategori sangat tepat, 4tepat, 3 cukup, 2 tidak tepat, dan 1 sangat tidak tepat.Untuk lebih jelasnya dilihat pada tabel ratting scale halaman 22-23.
Untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji t sebagai berikut:
√ Keterangan :
Md = nilai rata-rata dari perbedaan pre-test dan post-test Xd = deviasi masing-masing subjek
∑Xd2
= jumlah kuadrat deviasi N = jumlah sampel
Kriteria pengujian: pengujian hipotesis ini berdasarkan pada hipotesis statistik penelitian. Hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Kriteria pengujian : Terima Ho jika : - t ( 1 - ½a ) ≤ t ≤t ( 1 - ½a ) dengan taraf nya = 0,05 dengan derajatkebebasan dk = n1 + n2 – 2.
H0 : µ1= µ 2:Tidak terdapat pengaruh metodepembelajaranDiscoveryterhadap Kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4Gorontalo.
H1:µı ≠ µ2:Terdapat pengaruh metodepembelajaran Discoveryterhadap Kemampuan passing ataspermainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4Gorontalo.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Gorontalo pada kemampuanPassing Atas permainan bola voli. Kelas yang dikenai tindakan dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ 2, adapun jumlah siswa yang diberi tindakan berjumlah 20 orang yang terdiri dari12 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Dalam proses pembelajaran, peneliti menggunakan metode pembelajaran
Discovery. Metode Discovery ini merupakan metode yang baru dan sangat jarang
digunakan dalam proses pembelajaran Penjas Orkes, dimana metode Discovery ini dapat mendorong siswa untuk menemukan sendiri sesuatu yang baru dalam setiap proses pembelajaran. Peneliti memilih menggunakan metode ini, karena dapat meningkatkan kreativitas siswauntuk menemukan hal-hal yang baru dalam pembelajaran Penjas Orkes di SMK Negeri 4 Gorontalo.
Selama proses penelitian ini, peneliti melakukan berbagai persiapan perencanaan pembelajaran yang maksimal dengan tujuan hasil yang diperoleh benar-benar bersifat original dan representative. Persiapan dan perencanaan tersebut harus disiapkan oleh peneliti sebelum proses pembelajaran dilakukan termasuk perangkat pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar instrumen penilaian Rating Scale (skala penilaian) per siswa.
Adapun beberapa aspek penilaian yang terdapat dalam instrumen rating scale ini ada 3 aspek yaitu : 1) persiapan; 2) tahap gerakan; 3) akhir gerakan. Teknik penilaian pada setiap aspek menggunakan rating scale atau skala penilaian 1 – 5. Dimana skor 5 merupakan kriteria sangat tepat, 4 = tepat, 3 = cukup, 2 = tidak tepat dan 1 = sangat tidak tepat.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh penerapan metode Discovery terhadap kemampuan passing ataspermainan bola voli padaSiswa Kelas X TKJ 2 SMK Negeri 4 Gorontalo. Dari data hasil penelitian antara pree test dan post test maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 2 Data Hasil Penelitian
No Nama Siswa Tes Awal (X1) Tes Akhir (X2) Gain (d) 1 Della Ngiu 1.25 2.00 0.75 2 Abdulrahman Danial 1.63 2.37 0.74 3 Zulkifli karim 1.37 2.12 0.75 4 Rifdal Paputungan 1.50 2.12 0.62 5 Oktafian Daud 1.25 2.12 0.87 6 Husain Ngabito 1.87 2.62 0.75 7 Arista Anastasya Yaman 1.25 2.00 0.75
8 Melky Adam 1.63 2.75 1.12
9 Ispa Febriani Karim 1.50 2.50 1.00 10 Febrianto Pakaya 2.13 3.25 1.12 11 Ishak Saredo 1.75 2.75 1.00 12 Yayuk Ulhia 1.50 2.12 0.62 13 Zuriati Hasan 1.50 2.50 1.00 14 Susanti Suudi 1.75 2.75 1.00 15 Alfian Pano 2.13 3.00 0.87 16 Erwin Gobel 2.00 2.87 0.87 17 Lia Age 1.63 2.50 0.87 18 Basroni Ahmad 2.50 3.50 1.00 19 Suaif Husin 2.37 3.00 0.63 20 Almunir Arsyad 2.00 2.50 0.50 Jmlh ∑X1= 34.51 ƩX2 =51.34 Ʃ d = 16.83
Dilihat dari pengukuran besaran-besaran statistik diatas dapat diartikan bahwa adanya peningkatan kemampuan Passing Atas dengan menggunakan metode
Hal ini terbukti dari peningkatan hasil rata-rata pada pre-test (X1) sebesar 1,73 dan post-test sebesar 2,57 (X2). Dengan demikian terjadi peningkatan yang sangat signifikan oleh karena itu peneliti berasumsi bahwa dengan menerapkan metode
Discovery pada siswa maka siswa tersebut akan lebih termotivasi dalam menemukan
sesuatu hal yang baru dalam setiap proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran Penjas Orkes. Sehingganya, metode pembelajaran Discovery ini dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan Passing Atas permainan bola voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo.
Untuk membuktikan asumsi tersebut terlebih dahulu dilakukan pengujian Homogenitas data dengan menggunakan rumus Bartlett dan Chi kuadrat sedangkan pengujian analisis varians menggunakan Uji t.
Sebagai persyaratan dalam rangka pengujian hipotesis melalui analisis statistik parametrik, maka pengujian homogenitas varians data perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data hasil penelitian berasal dari populasi dengan varians yang homogen atau tidak.
Berdasarkan kriteria pengujian bahwa, terima hipotesis varians populasi homogen jika : X2hitung ≤ X2daftar (1-α)(k-1) dengan taraf nyata α = 0,05 serta derajat kebebasan dk = k-1, maka chi kuadrat hitung atau X2hitung diperoleh harga sebesar 0,41. Berdasarkan daftar tabel distribusi chi kuadrat pada α = 0,05 yaitu X2
daftra(1-α)(k-1) atau X2daftar(1-0,05)(2-1) = X2daftar(0,95)(1) diperoleh harga sebesar = 3,84
Lebih jelasnya bahwa : X2hitung lebih kecil dari X2daftar atau (0,41 < 3,84). Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil penelitian ini memiliki varians populasi yang homogen.
Untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap kemampuanpassing ataspermainan bola voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4Gorontalo, maka hal ini dapat dianalisis dengan pengujian analisis varians dua rata-rata dengan menggunakan rumus Uji t.
Berdasarkan kriteria penggujian bahwa, terima H0 jika : -t(1-1/2α) ≤ t ≤ t(1-1/2α) dengan taraf nyata α = 0,05 dengan derajat kebebasan dk = ni – 1. Dengan demikian – t(1-1/2α 0,05) ≤ t ≤ t(1-1/2α 0,05) dengan dk = 20-1 atau –t(1-0,025) ≤ t ≤ t(0,975) = (19) dengan taraf nyata α = 0,05 diperoleh harga thitung sebesar 21,5 dan tdaftar diperoleh harga
sebesar 2,09. Hal ini membuktikan bahwa harga thitung lebih besar dari pada harga tdaftar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa harga thitung lebih besar dari tdaftar (21,5> 2,09) atau harga thitung telah berada di luar penerimaan H0. Sehingga menerima HA yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara metode pembelajaran dengan kemampuanPassing Atas pada pree test (X1) dan post test (X2). Untuk lebih jelasnya hal ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar
Kurva Penerimaan dan Penolakan Hipotesis Pada Taraf Nyata α = 0,05
H0
HA HA
-21,5 -2,09 2,09 21,5
Bedasarkan data observasi awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan dari 32 siswa kelas X hanya 6,3 % siswa yang mencapai nilai ketuntasan sedangkan 9,7 % siswa belum mencapai ketuntasan.
Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata kemampuan Passing Atas siswa yang dilakukan pada pre-test dan post-test.Dimana nilai rata-rata dari pre-test (X1) sebesar 1,73 sedangkan pada post-test (X2) sebesar 2,57. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara post-test dan pre-test.Dimana dari ketiga aspek terdapat beberapa aspek yang paling menonjol diantaranya adalah aspek persiapan dan tahap gerakan. Dari kedua aspek tersebut ada beberapa bentuk tes yang rata-rata nilai siswa mendapat skor 5 yaitu pada bentuk tes pertama dan kedua pada aspek persiapan, sedangkan pada aspek tahap gerakan ada 2 bentuk tes hampir semua siswa memperoleh skor 5. Sehingga hal tersebut dapat dibuktikan dengan pengujian analisis varians menggunakan rumus Uji t dimana setelah dianalisis menunjukkan
harga thitung = 21,5 dan tdaftar = 2,09 dengan demikian harga thitung jauh lebih besar dari pada harga tdaftar atau harga thitung telah berada diluar daerah penerimaan H0.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa “ Terdapat pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap kemampuan Passing Atas permainan bola voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4Gorontalo” dapat diterima.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan besaran-besaran statistik yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa dibutuhkan suatu metode atau strategi yang tepat salah satunya adalah metode pembelajaran Discovery.
Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperoleh harga thitung sebesar 21,5 sedangkan tdaftar sebesar 2,09. Dari hasil perhitungan tersebut ternyata harga thitung lebih besar dari tdaftar (21,5> 2,09), oleh karena itu harga thitung telah berada di luar daerah penerimaan H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan HA diterima.
Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi “ Terdapat pengaruh metode pembelajaran Discoveryterhadap kemampuan Passing Atas permainan Bola Voli pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Gorontalo” dapat diterima.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Dalam rangka meningkatkan kemampuan passing atas, khususnya cabang olahraga Bola Voli. Maka perlu adanya pemilihan suatu metode pembelajaran yang tepat salah satunya metode pembelajaran Discovery.
2. Diharapkan penelitianini menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya dalam jumlah populasi yang lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik.Oemar.2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hanafiah, Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Refika Aditama.
Hidayat, bumi dan Alamsyah. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: Armico.
Isnaini, Suranto. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: Karya Mandiri Nusa.
Kurniadi, Prapanca. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: CV. Thursina.
Nata.Abdullah.2011. Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group.
Sarjiyanto, Sujarwadi. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: Intan Pariwara.
Sarjono, Sumarjo. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: CV. Aneka Ilmu.
Sarjana, Sunarto. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: CV. Teguh Karya.
Sudjana, Nana. 2011. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suhadi, Sujarwo. 2009. Volleyball For All. Jogjakarta: UNY.
Wisahati, Santosa. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jakarta: CV. Setiaji.