• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE DAN MEDIA SOSIALISASI AKUNTANSI PADA UKM DI KOTA PALEMBANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE DAN MEDIA SOSIALISASI AKUNTANSI PADA UKM DI KOTA PALEMBANG"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

M

ETODE DAN

M

EDIA

S

OSIALISASI

A

KUNTANSI PADA

UKM

DI

KOTA

PALEMBANG

1

Nelly Masnila, 2Yuliana Sari, 3Sandrayati

1,2,3

Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 e-mail: [email protected], [email protected]

Abstrak. Pada awal tahun 2011 standar akuntansi keuangan untuk Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) mulai berlaku efektif. Standar ini relatif lebih sederhana dari SAK umum yang sebelumnya digunakan di Indonesia. Namun demikian pemahaman UKM terkait akuntansi relatif masih rendah. Masih rendahnya pemahaman UKM terhadap akuntansi berikut penerapannya menjadi dasar yang kuat terkait sosialisasi akuntansi berikut standar akuntansi yang digunakan. Hasil penelitian pada UKM di kota Palembang yang dilakukan dengan cara menyevar kuesioner terhadap 120 UKM diperoleh informasi bahwa hampir semua UKM menyetujui dilakukannya sosialisasi akuntansi sekaligus hampir semua UKM memilih (menyetujui) sosialisasi melalui penyuluhan. Sosialisasi melalui melalui media elektronik kurang disukai dibanding sosialisasi secara langsung.

Kata kunci: metode sosialisasi, media sosialisasi, akuntansi

1. Pendahuluan

Penerapan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan sederhana di kalangan UKM di Indonesia, khususnya di kota Palembang masih sangat rendah. Padahal adanya pengelolaan catatan akuntansi di suatu usaha akan membantu perusahaan tersebut dalam menilai kinerja dan kondisi keuangan sekaligus dapat melihat perkembangannya dari periode ke periode.

Penelitian Sandrayati, Nelly Masnila, dan Yuliana Sari (2015) dilakukan dalam upaya mengungkap dan memetakan pemahaman UKM atas akuntansi dan standar akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah UKM telah memiliki catatan masuk/keluarnya uang kas secara sederhana baik melalui media buku tulis, nota dan catatan lainnya sebanding dengan jumlah UKM yang tidak memiliki catatan keluar masuk kas. biasanya langsung menghitung pendapatan ketika toko akan di tutup. Demikian juga dengan perhitungan harga pokok produksi. Dari berbagai aspek catatan akuntansi dan laporan keuangan yang telah dianalisis dapat dikatakan pemahaman dan penerapan akuntansi di kalangan UKM masih rendah. Hal ini dapat dilihat juga dari jumlah UKM yang membuat laporan keuangan masih dibawah 50%.

Pada awal tahun 2011 standar akuntansi keuangan untuk Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) mulai berlaku efektif. Standar ini relatif lebih sederhana dari SAK umum yang sebelumnya digunakan di Indonesia. Masih dalam penelitian Masnila, dkk (2015) diungkapkan pula bahwa untuk kota Palembang sebagian UKM pernah mendengar istilah akuntansi namun hanya sebagian kecil yang pernah mendengar istilah standar akuntansi keuangan berikut fungsi dan tujuan adanya standar akuntansi dimaksud. Masih rendahnya pemahaman UKM terhadap akuntansi berikut penerapannya menjadi dasar yang kuat terkait sosialisasi akuntansi berikut standar akuntansi yang digunakan.

(2)

2. Hasil Penelitian

Terkait sosialisasi akuntansi, penelitian ini menunjukkan hasil tanggapan UKM yang menjadi responden penelitian ini mengenai metode dan media sosialisasi akuntansi yang dapat dilakukan. Dari sekitar 120 kuesioner yang disebar pada UKM di kota Palembang sekitar 80 kuesioner yang kembali dan layak untuk diproses lebih lanjut. 2.1 Metode Sosialisasi Akuntansi

Penelitian terkait metode dan media sosialisasi akuntansi pada UKM di Kota Palembang dengan menyebar kuesioner. Tiap butir pertanyaan diberikan pilihan jawaban yang dinilai menggunakan skala likert.Butir pertanyaan yang diajukan antara lain terkait dilakukannya sosialisasi tentang akuntansi. Jika dikelompokkan secara proporsi, kelompok responden yang menyatakan Sangat perlu sebesar 23%, Perlu sebanyak 45%, dan Cukup Perlu sebanyak 25%. Sedangkan butir pertanyaan terkait persepsi responden tentang pentingnya sosialisasi akuntansi, kelompok jawaban sangat perlu sebanyak 12%, Perlu 38%, dan Cukup Perlu sebanyak 43%.

Gambar 1 Sosialisasi Akuntansi

Gambar 2

Pentingnya Sosialisasi Akuntansi Sangat Perlu 23% Perlu 45% Cukup Perlu 25% Kurang Perlu 6% Tidak Perlu 1% Sosialisasi Akuntansi Sangat Perlu 12% Perlu 38% Cukup Perlu 43% Kurang Perlu 7% Tidak Perlu 0%

(3)

Butir pertanyaan mengenai metode sosialisasi melalui penyuluhan akuntansi termasuk standar akuntansi yang digunakan dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 3 Penyuluhan Akuntansi

Gambar 4

Penyuluhan Standar Akuntansi

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden (60%) menyatakan penyuluhan akuntansi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penerapan akuntansi di kalangan UKM di kota Palembang Perlu untuk dilakukan, dan sebesar 25% menyatakan cukup perlu. Demikian juga untuk penyuluhan standar akuntansi yang digunakan UKM dijawab Perlu oleh 54% responden dan Cukup Perlu dijawab oleh 25%. Jawaban kedua pertanyaan ini cukup konsisten dengan proporsi jawaban yang besarnya hampir sama.

Dalam penelitian ini diajukan juga pertanyaan tentang perlunya kerja sama antar-instansi dalam hal ini Perguruan Tinggi (PT) melalui keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga profesi seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), maka jawaban responden seperti pada grafik berikut.

Gambar 5

Perlunya Kerjasama antar-Instansi dalam Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Akuntansi Sangat Perlu 7% Perlu 60% Cukup Perlu 25% Kurang Perlu 6% Tidak Perlu 2% Penyuluhan Akuntansi Sangat Perlu 10% Perlu 54% Cukup Perlu 25% Kurang Perlu 10% Tidak Perlu 1%

Penyuluhan Standar Akuntansi

Sangat Perlu 11% Perlu 52% Cukup Perlu 27% Kurang Perlu 7% Tidak Perlu 3%

Perlunya Kerjasama antar-Instansi dalam Melaksanakan kegiatan

(4)

Jika dikelompokkan secara proporsi, jawaban responden mengenai perlunya kerjasama antar-instansi dalam melakukan kegiatan sosialisasi akuntansi, 52% responden menjawab Perlu dan 27% menjawan Cukup Perlu.

Butir pertanyaan mengenai metode sosialisasi melalui pendampingan UKM, 46% responden menjawab Perlu, dan 25% menjawab Cukup Perlu, sebagaimana dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 6 Pendampingan UKM

2.2 Media Sosialisasi Akuntansi

Pada butir pertanyaan tentang media sosialisasi akuntansi pada UKM, apakah menggunakan media tertentu seperti media elektronik atau dilakukan secara langsung (face to face), jawaban responden adalah sebagai berikut.

Gambar 7

Sosisalisasi Langsung Berhadapan dengan UKM

Untuk pertanyaan tingkat persetujuan sosialisasi secara langsung (face to face), jawaban responden adalah 11% Sangat Setuju, 51% Setuju, dan 26% Cukup Setuju. Sisanya menyatakan Kurang atau Tidak Setuju.

Sangat Perlu 7% Perlu 46% Cukup Perlu 25% Kurang Perlu 18% Tidak Perlu 4% Pendampingan UKM Sangat Setuju 11% Setuju 51% Cukup Setuju 26% Kurang Setuju 9% Tidak Setuju 3%

(5)

Untuk kegiatan sosialisasi melalui radio 19% rseponden menjawab Setuju, 28% menyatakan Cukup Setuju, dan mayoritas responden yaitu sebanyak 43% menyatakan Kurang Setuju. Ini menunjukkan sosialisasi akuntansi menggunakan radio ini kurang diminati oleh mayoritas UKM.

Gambar 8

Sosialisasi melalui Radio

Gambar 9

Sosialisasi Melalui Media TV

Untuk media sosialisasi menggunakan media televisi, 11% responden menjawab Setuju, 17% menjawab Cukup Setuju, dan 67% menjawab Kurang Setuju. Jika dibandingkan antara media radio dan televisi, hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa secara total proporsi yang menjawab tidak setuju pada sosialisasi melalui televisi lebih banyak (68%) dibanding sosialisasi menggunakan radio (53%). Hal ini berarti responden mungkin menganggap sosialisasi melalui radio lebih baik dibanding melalui televisi. Meskipun demikian keduanya lebih tidak diminati dibanding sosialisasi langsung (face to face).

Gambar 10

Pelatihan Langsung Berhadapan dengan UKM

Gambar 11

Pelatihan Menggunakan Media Internet Sangat Setuju 0% Setuju 19% Cukup Setuju 28% Kurang Setuju 43% Tidak Setuju 10%

Sosisalisasi melalui Radio

Sangat Setuju 4% Setuju 11% Cukup Setuju 17% Kurang Setuju 67% Tidak Setuju 1%

Sosialisasi Melalui Media TV Sangat Setuju 10.45% 27% Setuju 50.75% 42% Cukup Setuju 25.37% 25% Kurang Setuju 8.96% 3% Tidak Setuju 2.99% 3% Pelatihan Langsung Berhadapan dengan UKM

Sangat Setuju 3% Setuju 35% Cukup Setuju 39% Kurang Setuju 18% Tidak Setuju 5% Pelatihan Menggunakan Media Internet

(6)

Untuk pelatihan akuntansi apakah dilakukan secara langsung berhadapan dengan UKM, sebesar 27% responden menjawab Sangat Setuju, 42% menyatakan Setuju, dan 25% menyatakan Cukup Setuju. Jawaban untuk pelatihan menggunakan media internet 3% responden menjawab Sangat Setuju, 35% menyatakan Setuju, dan 39% menyatakan Cukup Setuju.

3. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian terkait metode dan media sosialisasi akuntansi guna meningkatkan pemahaman dan penerapan akuntansi di UKM di kota Palembang diperoleh informasi bahwa hampir semua UKM menyetujui dilakukannya sosialisasi akuntansi sekaligus hampir semua UKM memilih (menyetujui) sosialisasi melalui penyuluhan. Sosialisasi melalui melalui media elektronik kurang disukai dibanding sosialisasi secara langsung. Hal ini sangat realistis mengingat sosialisasi secara langsung memungkinkan interaksi yang lebih intens dan komunikasi yang lebih baik antara UKM dengan penyuluh dibanding menggunakan media elektronik.

Daftar pustaka

Furqan, Andi Chairil dan Karim, Fikry. 2012. Problematika Praktik Akuntansi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) serta Keterkaitannya Terhadap Akses Kredit. Publikasi internet.

Rudiantoro, Rizki dan Siregar, Sylvia Veronika. 2012. Kualitas Laporan Keuangan UKM serta Prospek Implementasi Sak ETAP. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol 9. N0. 1. Juni 2012. Sandrayati, Nelly Masnila, dan Yuliana Sari. 2015. Peta Praktik Akuntansi pada UKM di Kota

Palembang. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora. ISSN 2089-3590, EISSN 2303-2472 | Vol 5, No.1, Th, 2015

Wati, Evi Emilia. 2011. Persepsi Para Pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Terhadap Penerapan Akuntansi. Skripsi. Tidak dipublikasikan.

Gambar

Gambar 1  Sosialisasi Akuntansi
Gambar 3  Penyuluhan Akuntansi
Gambar 6  Pendampingan UKM

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian Terhadap 126 Responden Di Kota Palembang Diperoleh Hasil Bahwa Media Iklan Televisi, iklan surat kabar, iklan majalah, iklan radio, iklan papan

Berdasarkan tabel IV.4 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 63 orang atau 47,0 % menjawab setuju atas item pernyataan kapanpun karyawan membuat kesalahan pada

  Keywords:  Efektifitas, Malang Ijo Royo­royo, Media Sosialisasi 

Adapun pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proses sosialisasi ini dapat lebih memikirkan media yang tepat dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat

Diharapkan media sosialisasi ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli tentang masalah bullying dan dari pihak orang tua pelaku juga bisa

Jawaban responden terhadap item2 pernyataan tentang “Tema iklan air minum dalam kemasan merek Aqua yang ada di Televisi, Radio, Surat Kabar, Majalah, Papan Reklame, dan

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengalisis penerapan media sosial KPU Kota Surabaya dalam sosialisasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Hal ini

Tidak Setuju 0 0% Jumlah 20 100% Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa 10 responden atau 50% siswa menyatakan kurang setuju, ini berarti menunjukkan bahwa media lagu dalam