• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Rasio Asam Sulfat Abstrak 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Rasio Asam Sulfat Abstrak 2017"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri 2017 ISSN 2085-4218 ITN Malang, 4 Pebruari 2017

D14.1

PENGARUH RASIO ASAM SULFAT TERHADAP ASAM NITRAT

PADA SINTESIS NITROBENZENA DALAM CSTR

Rudy Agustriyanto 1), Lanny Sapei 2), Reny Setiawan 3), Gabriella Rosaline 4)

1),2),3),4)

Teknik Kimia, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya Email : [email protected]

Abstrak . Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh rasio asam sulfat terhadap

asam nitrat dalam produksi nitrobenzena menggunakan asam campuran. Nitrobenzena merupakan senyawa aromatik turunan benzena. Dalam proses industri, nitrobenzena merupakan bahan baku penting yang banyak digunakan untuk memproduksi anilina, n-fenil acetamide, kloronitrobenzena, dan berbagai pelarut. Anilina penting dalam pembuatan pestisida, obat-obatan, poliuretan, elastomer, katalis polimerisasi, dan dapat digunakan sebagai bahan bakar roket. Dalam penelitian ini, nitrasi benzena disimulasikan menggunakan Aspen Hysys. Simulasi ini dilakukan dengan kondisi operasi yang umum digunakan dalam industri. Dari simulasi ini, efek dari rasio asam sulfat terhadap asam nitrat pada konversi reaksi untuk berbagai suhu dapat dianalisis. Quadros, et al. (2005) memberikan data untuk energi aktivasi (Ea) dan faktor frekuensi (k0) sebagai fungsi dari fraksi massa asam sulfat (S).

Data ini membuat simulasi dapat dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio asam sulfat terhadap asam nitrat tidak terlalu berpengaruh pada suhu 50oC, tetapi cukup berpengaruh pada suhu yang lebih rendah.

Kata kunci: Hysys, nitrobenzena, nitrasi, simulasi

1. Pendahuluan

Nitrasi senyawa aromatic adalah salah satu proses yang telah lama ada di industry kimia sejak abad ke-19, baik secara batch maupun kontinyu. Nitrasi benzena adalah reaksi yang penting di industri, dimana nitrobenzena merupakan bahan baku untuk memproduksi zat-zat yang berguna seperti anilin, benzidine, kloronitrobenzena, dan lain-lain. Nitrasi benzena pada skala industri biasanya dilakukan dalam fase cair menggunakan asam campuran yang terdiri dari asam nitrat dan asam sulfat. Tujuan utama dari asam sulfat adalah protonasi asam nitrat untuk membentuk ion nitronium sebagai elektrofil, yang merupakan agen penitrasi. Selain itu, asam sulfat juga berperan sebagai pengikat air dan peredam panas pada proses nitrasi yang merupakan reaksi eksotermis [1]. Reaksi berlangsung sebagai berikut:

(1)

(Benzena) (Nitrobenzena)

Referensi

Dokumen terkait

Reaksi pembentukan asam nitrat dari asam sulfat dan natrium nitrat dengan proses retort merupakan reaksi tidak dapat balik dimana gugus H yang dilepaskan kemudian diikat oleh

Reaksi magnesium karbonat dan asam sulfat terjadi pada fase padat-cair dalam reaktor CSTR pada suhu 82°C dan tekanan atmosferis bersifat eksotermis, irreversible

antara natrium nitrat dan asam sulfat. Selama waktu proses asam nitrat mengalami dekomposisi karena adanya panas reaksi sehingga suhu reaktor harus dijaga. Asam nitrat

Bahan baku natrium nitrat diimpor dari Chili, dan asam sulfat dari PT Indonesian Acid Industry. Proses pembuatan asam nitrat menggunakan Reaktor Alir Tangki

Nitrogliserin merupakan senyawa yang dihasilkan dengan proses nitrasi pada kondisi tertentu dengan menggunakan asam nitrat dan asam sulfat sebagai bahan bakunya,

Proses dasar pembuatan isopropyle benzene adalah propylalkylation dari benzena pada fase cair dengan menggunakan katalis asam sulfat.. Karena kompleksnya reaksi

Dasar pembuatan nitrogliserin adalah proses nitrasi dengan bahan baku gliserin dan asam nitrat dengan katalisator asam sulfat. Untuk menyempurnakan reaksi, salah satu

Substitusi elektrofilik pada aromatik (nitrasi) ion nitronium pada posisi para dari asetanilid. Nitrasi dilakukan dengan menambahkan asam nitrat pekat dan asam