BOKS PEKDA
SELAMAT TINGGAL GROWTH UNEMPLOYMENT TRADE-OFF
Paradoks bernama
growth unemployment trade-off
Salah satu penelitian yang cukup menarik mengenai pengangguran adalah
penelitian hasil kerjasama Inter CAFE IPB & PPSK Bank Indonesia mengenai pertumbuhan
ekonomi dan pengangguran. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa pada kurun waktu
2002-2004 terjadi suatu paradoks di Indonesia yaitu walaupun perekonomian mengalami
pertumbuhan tetapi pengangguran tetap persisten (baca: Growth Unemployment
Trade-Off).
Sekilas,
Growth Unemployment Trade-Off membuat banyak pihak pesimis karena
pertumbuhan ekonomi yang tinggi ternyata tidak dapat mengurangi angka
pengangguran. Tetapi pada salah satu kesimpulan penelitian tersebut yang cukup
membawa angin segar adalah bahwa Growth Unemployment Trade-Off terjadi hanya
dalam periode jangka pendek. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi dapat
menurunkan angka pengangguran melalui perluasan kesempatan kerja.
Tabel Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Indonesia
Tahun
Pertumbuhan
Ekonomi
Pengangguran
2002 3.70%
9.10%
2003
4.10%
10.10%
2004 5.10% 10.30%
Sumber : Penelitian Inter CAFE IPB & PPSK Bank IndonesiaBerangkat dari penelitian tersebut, merupakan suatu kewajiban untuk melihat
pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pengangguran di Provinsi Maluku. Data
menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPK) Provinsi Maluku terus menurun
antara tahun 2006-2008 dari 13.72% turun menyentuh level 12.20% dan kembali turun
menjadi 10.67%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahunan dalam kurun waktu tersebut
sangat fluktuatif yaitu sekitar 5,55% pada tahun 2006 naik menjadi 5,62% pada tahun
2007 kemudian sedikit melambat menjadi 4,23% pada tahun 2008. Terlihat bahwa tidak
terjadi keadaan yang mirip dengan Growth Unemployment Trade-Off di Provinsi Maluku.
Pertumbuhan ekonomi yang cenderung membaik dalam kurun 2006-2008 diikuti dengan
angka pengangguran yang menurun dalam kurun waktu yang sama. Jadi dapat
disimpulkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi mampu memberikan kesempatan
kerja menjadi lebih banyak. Salah satu dugaan yang muncul tetapi perlu mendapatkan
BOKS PEKDA
didorong oleh sektor/proyek padat modal seperti pembangunan infrastruktur mampu
secara signifikan menorong pembentukan lapangan kerja secara jangka panjang.
Tabel Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Provinsi Maluku
Tahun
Pertumbuhan
Ekonomi
TPK
2006 5,55% 13.72%
2007
5,62%
12.20%
2008 4,23% 10.67%
Sumber : BPS Provinsi Maluku
Pertanyaan yang cukup menantang saat ini adalah bagaimanakah caranya untuk
tetap mempertahankan trend angka pengangguran yang terus menurun tetapi sekaligus
dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi? Atau dengan kata lain bagaimanakah cara
mengatasi Growth Unemployment Trade-Off?
Stimulus Fiskal & Pembangunan Infrastruktur
Sebagai informasi bahwa Provinsi Maluku mendapatkan alokasi stimulus fiskal
melalui pembangunan proyek infrastruktur sebesar Rp46,2 miliar dari Rp71,3 Triliun
dana stimulus fiskal yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat. Dengan asumsi setiap
satu lapangan kerja baru membutuhkan investasi senilai Rp 7,37 juta maka diharapkan
dengan anggaran sebesar Rp46,2 miliar akan tercipta kurang lebih 6.269 lapangan kerja
baru pada tahun 2009. Selain itu Pemerintah Pusat juga telah mengucurkan anggaran
tahap pertama proyek Jembatan Merah Putih (JMP) sebesar Rp75 milyar. Proyek ini
diharapkan akan memperlancar arus transportasi barang dan jasa sehingga diharapkan
mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Poka sebagai kota satelit Ambon.
Ditambah lagi Pemkot Ambon mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,5 milyar, dari
total anggaran APBD 2009 sebesar Rp63 milyar, untuk menyelesaikan pembuatan
Terminal Transit Passo di atas lahan seluas 10 hektare yang diharapkan dapat segera
beroperasi di tahun 2010. Itu artinya Provinsi Maluku memiliki proyek pembangunan
infrastruktur sebesar 125 milyar!
Jika ditilik lebih lanjut maka saat ini adalah momen yang tepat untuk mengatasi
Growth Unemployment Trade-Off. Pertama, stimulus fiskal yang dikucurkan Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan amunisi bagi pertumbuhan ekonomi. Kedua,
dana stimulus fiskal ditujukan untuk membangun infrastruktur. Dengan makin
lengkapnya infrastruktur maka akan menunjang pertumbuhan ekonomi ke depan karena
vitalnya peran infrastruktur dalam pertumbuhan ekonomi dapat diibaratkan seperti
BOKS PEKDA
proyek padat karya akan menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga jika pembangunan
infrastruktur ini berjalan lancar maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat sementara
angka pengangguran dapat diturunkan.
Pertumbuhan Ekonomi & Penurunan Angka Pengangguran
Berdasarkan hal di atas, menunjukkan bahwa dengan dana pembangunan
infrastruktur sebesar 156.7 milyar akan memacu pertumbuhan ekonomi dan
menciptakan 21,264 ribu lapangan kerja baru. Itu berarti TPK Provinsi Maluku pada satu
sampai dua tahun mendatang dapat turun di bawah 8%.
Tabel Proyek Pembangunan Infrastruktur 2009-2010 Provinsi Maluku
Proyek Pembangunan
Infrastruktur
Dana
Lapangan
Kerja
Alokasi stimulus fiskal
Pemerintah Pusat
Rp 46.2 milyar
6,269
Anggaran Tahap I
Proyek Jembatan Merah
Putih
Rp 75 milyar
10,176
Penyelesaian Terminal
Transit Passo
Rp 35.5 milyar
4,819
Total
Rp 156.7 milyar
21,264
Sumber : dari berbagai sumber diolah
Tetapi skenario ini dapat menjadi kenyataan jika dana pembangunan infastruktur
tersebut tidak mengalami kendala. Oleh sebab itu perlu dukungan seluruh pihak terkait
di Provinsi Maluku untuk mengawasi dan mensukseskan proyek pembangunan
infrastruktur. Jika hal tersebut dapat terwujud maka mudah-mudahan mulai saat ini dan
seterusnya
Growth Unemployment Trade-Off tidak akan terjadi di Provinsi Maluku dan