Why IPv6 ?
Kebutuhan akan address yang jauh lebih besar
Internet harus mengakomodasi audio real-time dan
transmisi video. Tipe transmisi ini mensyaratkan minimum delay dan reservasi resource. Hal ini tidak tersedia dalam desain IPv4
Internet harus mengakomodasi enkripsi dan
autentikasi data untuk beberapa aplikasi. Hal ini tidak disediakan oleh IPv4
IPv6
Motivasi awal: 32-bit address space (IPv4) habis
(contoh: di APNIC habis pada 15 April 2011)
Motivasi tambahan:
Format header membantu kecepatan pengolahan /forwarding
Perubahan header untuk mengakomodasi QoS
Alamat “anycast” baru
Format IPv6 datagram :
fixed-length 40 byte header
IPv6 terdiri dari 128 bit.
128 bit ini dibagi menjadi 8 bagian,
Notasi IPv6
Contoh IPv6 adalah
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
Masing-masing group terdiri dari 4 digit
hexadesimal.
Group yang semua bitnya 0 bisa
dituliskan dengan 1 digit 0 saja atau
TRY THIS..!
Berapakah alamat original untuk alamat
berikut?
TRY THIS..!
Berapakah alamat original untuk alamat
berikut?
0 : 15 : : 1 : 12 : 1213
JAWAB :
Penulisan di URL
http://
[2001:0db8:85a3:08d3:1319:8a2e:0370: 7348]/
Mengandung nomor port : https://
Version - version 6 (4-bit IP version).
Traffic class - packet priority (8 bits). Priority values dibagi
menjadi : trafik bila source menyediakan congestion control dan non-control trafic.
Flow label - QoS management (20 bits). Pada dasarnya dibuat
untuk memberikan servis pada real-time application, tapi biasanya tidak digunakan.
Payload length - payload length dalam bytes (16 bits). Saat diset
0, maka artinya jumbo payload max 4GiB
Next header – Spesifikasi protokol berikutnya yang
dienkapsulasi. Misal IPv4 protocol(8 bits).
Hop limit - menggantikan time to live pada IPv4 (8 bits).
Menunjukkan hop (bukan waktu)
IPv4 & IPv6 Header Comparison
Version IHL Type of Service Total Length
Identification Flags Fragment Offset
Time to Live Protocol Header Checksum
Source Address Destination Address
Options Padding
Version Traffic Class Flow Label
Payload Length HeaderNext Hop Limit
Source Address
Destination Address
IPv4 Header
IPv4 Header IPv6 HeaderHeader
- field’s name kept from IPv4 to IPv6 - fields not kept in IPv6
- Name & position changed in IPv6 - New field in IPv6
L
eg
en
IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP
Server sebagai pengatur alamat otomatis.
Dalam IPv6, konfigurasi alamat :
dengan menggunakan DHCP Server
dinamakan dengan stateful address
configuration
tanpa DHCP Server dinamakan dengan
IPv6 Address diklasifikasikan
menjadi 3 tipe:
Unicast
One address on a single interface Delivery to single interface
Multicast
Address of a set of interfaces Delivery to all interfaces in the set
Anycast
Address of a set of interfaces
Delivery to a single interface in the set,
the nearest one ( the one with the shortest route)
one possible use is to assign an anycast address
LOCAL ADDRESS
Local address digunakan saat organisasi ingin menggunakan IPv6
tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan kata lain, menyediakan alamat untuk private network. Tidak ada user dari luar organisasi yang dapat mengirim pesan ke node yang menggunakan address ini. 2 tipe local address adalah link local address dan site local address
Link local address digunakan untuk isolated subnet
Routing Protocol
DUAL STACK
Dual Stack: sebelum migrasi ke versi 6
secara komplit, semua host
direkomendasikan untuk memiliki protokol dual stack. Dengan kata lain, station harus
me-run IPv4 dan IPv6 secara simultan
TUNNELING
Tunneling
HEADER TRANSLATION
Memungkinkan bila mayoritas internet
sudah menggunakan IPv6, namun
beberapa sistem masih menggunakan IPv4.
Misal sender gunakan IPv6, receiver