• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOOD GOVERNANCE | Muchamad Ali Safa'at

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "GOOD GOVERNANCE | Muchamad Ali Safa'at"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

STATE

MARKET

(4)

GOOD GOVERNANCE

Good and Clean Government 

Governance (tidak hanya institusi

pemerintahan)

Governance  Tata kelola

pemerintahan, proses, tidak hanya

pegawai atau institusi.

Good Governance  tidak hanya

(5)

PERUBAHAN

bureaucratic-monopolistic government

entrepreneurial-competitive government

,

(peka dan bekerja keras memanfaatkan

kesempatan demi kemakmuran dan

peningkatan kualitas hidup masyarakat)

Closed government 

customer-driven

dan

accountable government customer-driven

(put the customer in the driver’s seat).

local orientation

global-cosmopolit

(6)

RE-INVENTING

GOVERNMENT

mendudukan peran pemerintah lebih sebagai

katalisator, regulator, fasilitator, pengarah,

pembina, dan pengawas penyelenggaraan

urusan pemerintahan;

perlindungan HAM dan pelaksanaan demokrasi

pemerataan pendapatan dan penanggulangan

kemiskinan

penyelenggaraan pemerintahan yang

(7)

4 SYARAT GG MENURUT WB

• efisiensi manajemen sektor publik dengan MODEL pengelolaan perusahaan di lingkungan administrasi pemerintahan, melakukan kontrak-kontrak dengan pihak swasta atau NGOs untuk

menggantikan fungsi yang ditangani pemerintahan sebelumnya, dan melakukan desentralisasi administrasi pemerintahan;

• akuntabilitas publik, yang dilakukan oleh pemerintah harus dapat dipertanggung-jawabkan kepada publik;

• Infrastruktur hukum yang memadai dan sejalan dengan aspirasi masyarakat dalam rangka menjamin kepastian sistem pengelolaan pemerintahan;

• sistem informasi yang menjamin akses masyarakat terhadap instrumen hukum dan berbagai kebijakan pemerintah;

(8)

KEMENPAN DAN RB

Partisipasi

,

Penegakan Hukum

,

Transparansi

,

Daya tanggap

,

Kesetaraan

,

Visi strategis

,

Efisiensi,

Profesionalisme

,

Akuntabilitas

,

(9)

JIMLY

strong and effective

,

limited and accountable

,

democratic and participatory

,

clean and transparant

,

(10)

INSTRUMEN HUKUM

Ketetapan MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara

Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;

UU No. 28 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Negara yang

Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi;

UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan

Korupsi

Perpres No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi

Birokrasi 2010 – 2025.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan bebas dari korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam Pasal 9 ayat (1) pelapor, saksi dan saksi ahli memperoleh

Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang

Bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan Pengadilan Negeri Bangkinang, perlu

Sesuai dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, Pemerintah Daerah telah menetapkan Peraturan Bupati Garut Nomor 430 Tahun 2015

bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi , Kolusi dan Nepotisme di lingkungan Komisi Aparatur Sipil Negara, diperlukan

BAB 11 KARAKTERISTIK NORMA HUKUM KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT XI/MPR/1998 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA BEBAS DAN BERSIH KORUPSI, KOLUSI, DAN

esuai dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme serta