• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMNAS HAM DAN PENGADILAN HAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KOMNAS HAM DAN PENGADILAN HAM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

TUJUAN

Mengembangkan kondisi yang

kondusif bagi pelaksanaan HAM.

Meningkatkan perlindungan dan

(3)

KEANGGOTAAN

Maksimal 35 orang.

Diusulkan oleh Komnas HAM, dipilih

DPR, diresmikan Presiden.

1 Ketua dan 2 Wakil Ketua dipilih dari

dan oleh anggota.

Masa jabatan 5 tahun, dapat dipilih

(4)

FUNGSI KOMNAS HAM

Pengkajian dan Penelitian, dengan tugas

dan wewenang

Pengkajian dan penelitian intrumen HAM

internasional;

Pengkajian dan penelitian peraturan per-uu-an;Penerbitan hasil kajian dan penelitian;

Studi kepustakaan, lapangan, dan

perbandingan;

Pembahasan perlindungan, penegakan dan

pemajuan HAM;

Kerjasama pengkajian dan penelitian dengan

(5)

FUNGSI KOMNAS HAM

Penyuluhan, dengan tugas dan

wewenang:

Penyebarluasan wawasan mengenai HAM;

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang HAM melalui lembaga

pendidikan serta kalangan lainnya.

(6)

FUNGSI KOMNAS HAM

Fungsi Pemantauan, dengan tugas dan wewenang:

Pengamatan pelaksanaan HAM dan penyusunan laporan;Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang

diduga sebagai pelanggaran HAM;

Pemanggilan kepada pengadu, korban, serta pihak yang

diadukan;

Pemanggilan saksi dan meminta bukti;Peninjauan di tempat;

Pemanggilan pihak terkait untuk memberikan keterangan

tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan;

Pemeriksaan setempat terhadap rumah, pekarangan,

bangunan dan tempat lain yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu, dengan persetujuan Ketua Pengadilan;

Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan Ketua

(7)

FUNGSI KOMNAS HAM

Fungsi Mediasi, dengan tugas dan wewenang:

Perdamaian kedua belah pihak;

Konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan

penilaian ahli;

Pemberian saran kepada para pihak;

Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus

pelanggaran HAM kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti;

Penyampaian rekomendasi atas kasus

(8)

PENANGANAN

PELANGGARAN HAM BERAT

PENYELIDIKAN

Dilakukan oleh Komnas HAM;

Dapat membentuk Tim Ad Hoc terdiri atas anggota Komnas dan Unsur Masyarakat; – Pada saat memulai penyelidikan,

memberitahukan kepada Penyidik.

(9)

PENYIDIKAN

Dilakukan oleh Jaksa Agung;

Tidak termasuk kewenangan menerima

laporan;

Jaksa Agung dapat mengangkat

penyidik ad hoc;

Harus diselesaikan dalam waktu 90 hari

(10)

PENUNTUTAN

Dilakukan oleh Jaksa Agung;

Dapat mengangkat penuntut ad hoc;Harus dilaksanakan paling lambat 70

hari sejak hasil penyidikan diterima;

Komnas HAM dapat meminta

keterangan secara tertulis dari Jaksa Agung mengenai perkembangan

(11)

PENGADILAN

Dilakukan oleh pengadilan HAM;

Dilakukan oleh majelis hakim Pengadilan HAM yang berjumlah 5 orang, terdiri atas 2 orang dari pengadilan HAM bersangkutan dan 3 orang hakim ad hoc;

Pemeriksaan pengadilan hingga putusan paling lama 180 hari sejak dilimpahkan ke pengadilan;

Dalam hal banding, harus diputus dalam waktu 90 hari;

(12)

PENGADILAN HAM AD HOC

Mengadili pelanggaran HAM berat

yang terjadi sebelum adanya UU Pengadilan HAM;

Dibentuk atas usul DPR dengan

Keputusan Presiden;

Berada di lingkungan Peradilan

(13)

MEKANISME PEMBENTUKAN

PENGADILAN HAM AD HOC

PENYELIDIKAN

Referensi

Dokumen terkait

Hendaknya proses rekruitmen terhadap hakim ad hoc pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi harus dilakukan dengan lebih selektif agar bisa melahirkan Hakim-Hakim yang

memutus perkara tindak pidana korupsi, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung terdiri atas hakim karier dan hakim ad hoc;.. bahwa

Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UANG KEHORMATAN DAN HAK-HAK LAINNYA BAGI HAKIM AD HOC PADA PENGADILAN PERIKANAN DI PENGADILAN NEGERI. Hakim Ad Hoc adalah Hakim

Majelis Hakim Mahkamah Agung juga tidak menyatakan adanya anggota majelis hakim Pengadilan Negeri Putusibau dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singkawang telah melakukan

Pada saat persidangan akan dilaksanakan Majelis Hakim Beserta Panitera Pengganti memasuki ruang sidang. Majelis Hakim yang terdiri dari 3 orang Hakim, yang

Pasal 58 ayat (2) UU No 30 tahun 2002 berbunyi “ Pemeriksaan perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh majelis hakim berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari 2

B/ 2004/ PN Smg, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang terdiri dari satu Hakim sebagai Hakim ketua majelis dan dua Hakim lainnya sebagai Hakim anggota,

Penyidikan tidak harus menunggu rekomendasi politik DPR untuk pembentukan pengadilan HAM ad hoc Ijin bukan dari ketua pengadilan HAM bukan ketua pengadilan HAM ad hoc (pasal 22