• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKFS BWSI 31 Maret 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LKFS BWSI 31 Maret 2016"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015

SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

31 MARET 2016 DAN 2015/

31 MARCH

2016 AND 31 DECEMBER 2015

(2)
(3)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.

The accompanying notes form an integral part of these financial statements.

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Desember/ December 2015

ASET ASSETS

Kas 4 183,288 205,336 Cash

Current accounts with

Giro pada Bank Indonesia 5 1,629,346 1,273,386 Bank Indonesia

Giro pada bank lain 6 Current accounts with other banks

- Pihak berelasi 39 125 802 Related parties -

- Pihak ketiga 564,641 821,132 Third parties

564,766 821,934

Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia

dan bank lain and other banks

- Pihak ketiga 7 - 269,835 Third parties

Efek-efek Marketable securities

- Pihak ketiga 8 2,126,266 1,264,091 Third parties

Pinjaman yang diberikan 9 Loans

- Pihak berelasi 39 47,780 43,276 Related parties -

- Pihak ketiga 14,298,156 13,915,645 Third parties

-Dikurangi: Cadangan kerugian Less: Allowance for

penurunan nilai (211,650) (183,283) impairment losses

14,134,286 13,775,638

Penyertaan saham 11 449 449 Investments in shares

Tagihan akseptasi Acceptance receivables

- Pihak ketiga 10 96,318 92,007 Third parties

-Dikurangi: Cadangan kerugian Less: Allowance for

penurunan nilai (579) (490) impairment losses

95,739 91,517

Aset tetap 12 521,559 466,703 Properties and equipments

Dikurangi: Akumulasi penyusutan (148,502) (140,096) Less: Accumulated depreciation

373,057 326,607

Agunan yang diambil alih 13 324 324 Foreclosed assets

Dikurangi: Cadangan kerugian Less: Allowance for

penurunan nilai (324) (324) impairment losses

- -

Pendapatan yang masih harus diterima 14 99,833 83,218 Accrued income

Biaya dibayar dimuka 15 58,535 49,458 Prepayments

Goodwill 16 1,474,492 1,474,492 Goodwill

Aset tak berwujud 17 274,631 277,959 Intangible assets

Aset lain-lain 18 126,686 105,603 Other assets

(4)

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Desember/ December 2015

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS LIABILITIES

Liabilitas segera 19 70,687 34,262 Liabilities due immediately

Pinjaman yang diterima 23 265,200 689,250 Borrowings

Simpanan dari nasabah 20 Deposits from customers

- Pihak berelasi 39 185,611 224,524 Related parties -

- Pihak ketiga 15,505,901 14,121,723 Third parties

15,691,512 14,346,247

Simpanan dari bank lain 21 169,166 116,809 Deposits from other banks

Liabilitas akseptasi 10 Acceptance payables

- Pihak ketiga 96,318 92,007 Third parties

-Efek-efek yang

diterbitkan 22 104,151 104,033 Marketable securities issued

Utang pajak penghasilan 24 59,671 43,244 Income tax payables

Utang pajak lainnya 24 14,255 13,578 Other tax payables

Beban bunga yang

masih harus dibayar Accrued interest expenses

- Pihak berelasi 39 356 374 Related parties

-- Pihak ketiga 39,340 60,184 Third parties

39,696 60,558

Liabilitas pajak

Tangguhan – bersih 25 80,515 79,110 Deferred tax liabilities - net

Liabilitas imbalan kerja 26, 27 41,816 30,664 Employment benefit liabilities

Liabilitas lain-lain 28 85,200 49,813 Other liabilities

Obligasi subordinasi 29 223,060 224,017 Subordinated bonds

JUMLAH LIABILITAS 16,941,247 15,883,592 TOTAL LIABILITIES

(5)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.

The accompanying notes form an integral part of these financial statements.

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Desember/ December 2015

LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan) LIABILITIES AND EQUITY (continued)

EKUITAS EQUITY

Modal saham 30 Share capital

Modal dasar 6.000.000.000 Authorised capital 6,000,000,000

lembar saham biasa dengan nilai ordinary shares with par value

nominal Rp 100 (nilai penuh) of Rp 100 (full amount)

per saham per shares

Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid

5.211.339.040 lembar saham biasa 5,211,339,040 ordinary shares

pada tanggal 31 Maret 2016 as at 31 March 2016

dan 31 Desember 2015 521,133 521,133 and 31 December 2015

Tambahan modal disetor/agio saham 30 1,902,455 1,902,455 Additional paid-in capital/agio

Saldo laba 31 Retained earnings

- Sudah ditentukan penggunaannya 40,904 40,904 Appropriated

-- Belum ditentukan penggunaannya 1,870,850 1,806,654 Unappropriated

-Dikurangi: Saham treasuri Less: Treasury shares

- 138.982.380 saham pada tanggal -138,982,380 shares as at

31 Maret 2016 dan 30 31 March 2016 and

31 Desember 2015 (135,215) (135,215) 31 December 2015

JUMLAH EKUITAS 4,200,127 4,135,931 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 21,141,374 20,019,523 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

(6)

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Maret/ March 2015

PENDAPATAN/(BEBAN) BUNGA INTEREST INCOME/(EXPENSE)

Pendapatan bunga 33 431,556 363,107 Interest income

Beban bunga 34 222,270 197,635 Interest expenses

PENDAPATAN BUNGA BERSIH 209,286 165,472 NET INTEREST INCOME

Pendapatan operasional

lainnya 35 42,129 74,997 Other operating income

Beban operasional lainnya Other operating expenses

Umum dan administrasi 37 90,561 74,976 General and administrative

Tenaga kerja 38 68,206 46,743 Personnel

Pembentukan

cadangan kerugian 18,954 6,231 Allowance

penurunan nilai atas aset for impairment losses on

keuangan 36 financial assets

Jumlah beban operasional

lainnya 177,721 127,950 Total other operating expenses

LABA OPERASIONAL 73,694 112,519 OPERATING INCOME

Beban non operasional - bersih (68) 76 Non operating expenses - net

LABA SEBELUM PAJAK

PENGHASILAN 73,626 112,595 INCOME BEFORE TAX

Beban pajak penghasilan 25 Income tax expense

- Kini (23,400) (11,716) Current

-- Tangguhan - - Deferred

-LABA BERSIH 50,226 100,879 NET INCOME

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN: OTHER COMPREHENSIVE

INCOME:

Pos-pos yang akan Items that will be reclassified

direklasifikasi ke laba rugi: subsequently to profit or loss:

Aset keuangan tersedia untuk dijual 13,970 15,431 Available for sale financial assets

Pajak penghasilan terkait 25 - - Related income tax

13,970 15,431

Pos-pos yang tidak akan Items that will not be reclassified

direklasifikasi ke laba rugi: subsequently to profit or loss:

Pengukuran kembali atas liabilitas Remeasurements from post

imbalan pasca kerja - - employment benefit obligation

Pajak penghasilan terkait 25 - - Related income tax

- -

RUGI KOMPREHENSIF LAIN TAHUN OTHER COMPREHENSIVE LOSS BERJALAN, SETELAH PAJAK 13,970 15,431 FOR THE YEAR, NET OF TAX

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

TAHUN BERJALAN, SETELAH PAJAK 64,196 116,310 FOR THE YEAR, NET OF TAX

LABA BERSIH PER SAHAM 32 NET EARNINGS PER SHARE Dasar dan dilusian (nilai penuh) 9.90 34.85 Basic and diluted (full amount)

(7)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.

The accompanying notes form an integral part of these financial statements.

Catatan/ Notes

Modal saham/

Share capital

Tambahan modal disetor/ agio saham/

Additional paid-in capital/agio

Cadangan kompensasi berbasis saham/

Share based compensation

reserve

Saham treasuri/ Treasury shares

Saldo laba/Retained earnings

Jumlah/ Total Sudah

ditentukan penggunaannya/

Appropriated

Belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated

Saldo per 1 Januari 2016 521,133 1,902,455 - (135,215) 40,904 1,806,654 4,135,931 Balance as at 1 January 2016

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan Total comprehensive income for the year

Laba bersih tahun berjalan - - - 50,226 50,226 Net income of the year

Rugi komprehensif lain tahun Other comprehensive loss

berjalan setelah pajak - - - 13,970 13,970 for the year, net of tax

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 521,133 1,902,455 - (135,215) 40,904 1,870,850 4,200,127 Total comprehensive income for the year

Pembentukan cadangan kewajiban 31 - - - Allocation for statutory reserve

Pembagian dividen 31 - - - Distribution of dividends

(8)

Catatan/ Notes

Modal saham/

Share capital

Tambahan modal disetor/ agio saham/

Additional paid-in capital/agio

Cadangan kompensasi berbasis saham/

Share based compensation

reserve

Saham treasuri/ Treasury shares

Saldo laba/Retained earnings

Jumlah/ Total Sudah

ditentukan penggunaannya/

Appropriated

Belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated

Saldo per 1 Januari 2015 521,133 1,902,455 - (135,215) 34,000 1,581,892 3,904,265 Balance as at 1 January 2015

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan Total comprehensive income for the year

Laba bersih tahun berjalan - - - 265,230 265,230 Net income of the year

Rugi komprehensif lain tahun Other comprehensive loss

berjalan setelah pajak - - - (8,204) (8,204) for the year, net of tax

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 521,133 1,902,455 - (135,215) 34,000 1,838,918 4,161,291 Total comprehensive income for the year

Pembentukan cadangan kewajiban 31 - - - - 6,904 (6,904) - Allocation for statutory reserve

Pembagian dividen 31 - - - (25,360) (25,360) Distribution of dividends

(9)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.

The accompanying notes form an integral part of these financial statements.

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Maret/ March 2015

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING

OPERASI ACTIVITIES

Penerimaan bunga dan komisi 409,658 347,769 Interest and commissions received

Penerimaan dari transaksi

operasional lainnya 42,617 227,029 Other operating income received

Pembayaran bunga (173,523) (139,212) Interest paid

Pembayaran beban operasional (40,360) (244,170) Operational expenses paid

Pembayaran pajak penghasilan badan (8,055) (33,875) Payments of corporate income tax

Perubahan dalam aset dan

liabilitas operasi Changes in operating assets

(Kenaikan)/penurunan (Increase)/decrease in

aset operasi: and liabilities:

Pinjaman yang diberikan (374,635) (1,094,786) Loans

Aset lain-lain (40,262) (61,427) Other assets

Kenaikan/(penurunan) Increase/(decrease) in

liabilitas operasi: operating liabilities:

Liabilitas segera 35,147 80,599 Obligations due immediately

Simpanan dari nasabah 1,349,810 594,895 Deposits from customers

Simpanan dari bank lain 52,357 (82,118) Deposits from other banks

Utang pajak lainnya 922 2,246 Other tax liabilities

Beban yang masih harus dibayar dan

liabilitas lain-lain 113,421 110,666 Accruals and other liabilities

Kas bersih diperoleh dari / Net cash provided/(used in) by (digunakan untuk) aktivitas operasi 1,367,097 (292,384) operating activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING

INVESTASI ACTIVITIES

Pembelian efek-efek Purchase of available for sale

yang tersedia untuk dijual dan and held to maturity

dimiliki hingga jatuh tempo (339,846) 856,943 marketable securities

Penjualan efek-efek Sales of available for sale

tersedia untuk dijual dan and held to maturity

dimiliki hingga jatuh tempo - 65,789 marketable securities

Pembelian aset tetap 12 (54,979) (12,264) Acquisition of fixed assets

Penerimaan dividen - - Dividends received

Saham treasuri - - Treasury shares

Kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash used in investing

investasi (394,825) 910,468 activities

(10)

Catatan/ Notes

31 Maret/ March 2016

31 Maret/ March 2015

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING

PENDANAAN ACTIVITIES

Pembayaran atas pinjaman yang diterima - (392,220) Payment of borrowings

Penerimaan atas pinjaman yang diterima (424,050) 653,700 Proceeds from borrowings

Pembayaran dividen 31 - 0 Payment of dividend

Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by

aktivitas pendanaan (424,050) 261,480 financing activities

Kenaikan/(penurunan) bersih kas Net increase/(decrease) in cash

dan setara kas 548,222 879,564 and cash equivalents

Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas awal tahun 2,917,675 1,869,269 at the beginning of the year

Penambahan dari penggabungan usaha - Additions from merger

Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas akhir tahun 3,465,897 2,748,833 at the end of the year

Cash and cash equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari: consist of:

Kas 183,288 197,899 Cash

Current accounts with

Giro pada Bank Indonesia 1,629,346 1,207,848 Bank Indonesia

Current accounts with

Giro pada bank lain 564,766 243,086 other banks

Penempatan pada Bank Indonesia dan Placement with Bank Indonesia

bank lain*) - 1,100,000 and other banks*)

Sertifikat Bank Indonesia *) 1,088,497 - Certificate of Bank Indonesia*)

Jumlah kas dan setara kas 3,465,897 2,748,833 Total cash and cash equivalents

*) Penempatan pada Bank Indonesia serta Sertifikat Placements with Bank Indonesia and other *)

Bank Indonesia dengan jangka waktu jatuh tempo banks and Certificate of Bank Indonesia

tiga bulan atau kurang diklasifikasikan sebagai with maturity of three months or less are

(11)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk

(“Bank”) (d/h PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.30 tanggal 15 Juni 1974 yang dibuat dihadapan Noezar, S.H.,Notaris di Bandung. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia) dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/224/3 tanggal 30 Juni 1975 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 29 Agustus 1975, Decision Letter No. Y.A.5/224/3 dated June 30, 1975 and was published in Supplementary No.448 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 69 dated August 29, 1975.

Pada tanggal 24 Desember 2014 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Perubahan nama tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-00128.40.40.2014 tanggal 30 Desember 2014.

On December 24, 2014, the Extraordinary Shareholders Meeting approved the change of name into PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. This amendment has been approved by the Minsiter of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its letter No.

AHU-00128.40.40.2014 dated December 30, 2014.

Setelah perubahan tersebut di atas, perubahan terakhir anggaran dasar Bank berdasarkan akta

Pernyataan Keputusan Rapat Umum

Pemegang Saham Luar Biasa yang dibuat dihadapan notaris Fathiah Helmi S.H., No.42

tanggal 24 Desember 2014 mengenai

penggabungan usaha, perubahan Anggaran Dasar dan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Akta perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No. AHU- 00128.40.40.2014 tanggal 30 Desember 2014.

After the above mentioned amendments, the

latest amendment of the Bank’s Articles of

Association was based on the Statement of Extraordinary General Shareholders Meeting notarised by Notarial Deed No.42 dated 24 December 2014 of Notary Fathiah Helmi, S.H., concerning merger, changes in articles of the association and changes in Boards of Directors and Commissioners. This amendment has been received by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in lettersNo. AHU- 00128.40.40.2014 dated December 30, 2014.

Kegiatan utama Bank adalah menjalankan usaha sebagai bank umum. Bank memperoleh izin usaha dan mulai beroperasi secara komersial sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.Kep-067/KM.17/1993 tanggal 7 April 1993.

The main activity of the Bank is conducting commercial banking services.The Bank obtained its license and started the commercial operations as a commercial bank based on the Decision Letter of Minister of Finance of the

Republic of Indonesia No.

Kep-067/KM.17/1993 dated April 7, 1993.

Kantor Pusat Bank berlokasi di Jl. Diponegoro No. 28, Bandung 40115 dengan jaringan distribusi pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 sebagai berikut (tidak diaudit):

The Bank’s head office is located at Jl. Diponegoro No 28, Bandung 40115 with distribution network as at 31 March 2016 and 31 December 2015 as follows (unaudited):

31 Maret/

Kantor Cabang Pembantu 90 90 Sub-Branches

Kantor Fungsional 1 1 Functional Offices

Kantor Kas 20 20 Cash Offices

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 95 92 Automatic Teller Machines (ATM)

(12)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information

(continued)

Bank memulai kegiatan operasional usaha jasa kustodian pada tanggal 8 Oktober 2007 dan kegiatan operasional sebagai bank devisa mulai tanggal 14 April 2008 masing-masing berdasarkan Surat Keputusan Ketua OJK

(dahulu BAPEPAM-LK)

No.Kep-01/BL/Kstd/2007 tanggal 12 September 2007 dan berdasarkan Surat Keputusan Deputi

Gubernur Bank Indonesia Nomor:

10/2/KEP.DpG/2008 tanggal 22 Februari 2008.

The Bank started its custodian services on October 8, 2007 and foreign exchange operation on April 14, 2008 based on the Decision Letter of the Chairman of OJK

(previously “BAPEPAM- LK”) No. Kep -01/BL/Kstd/2007 dated September 12, 2007 and based on the Decision Letter of Deputy

Governor of Bank Indonesia

No.10/2/KEP.DpG/2008 dated February 22, 2008, respectively.

b. Penawaran umum saham dan penerbitan obligasi Bank

b. Public offering of the Bank’s shares and

issuance of bonds

Penawaran umum saham perdana Initial public offering

Pada tanggal 4 Desember 2006, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK (dahulu Bapepam-LK) melalui surat No.S-3065/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum saham perdana atas 500.000.000 saham biasa Bank dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham dengan harga penawaran saham sebesar Rp115 (nilai penuh) per saham. Pada tanggal 15 Desember 2006, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) dengan Surat Dewan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-1192/BEJ-PSJ/12-2006 tanggal 12 Desember 2006.

On December 4, 2006, the Bank obtained the effective notification from the Chairman of the OJK (previously BAPEPAM-LK) through his letter No. S-3065/BL/2006 for the Bank’s initial public offering on 500,000,000 ordinary shares at par value of Rp100 (full amount) per share and an offering price of Rp115 (full amount) per share. On December 15, 2006, the shares were listed on Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange) based on

the Letter of Board of Directors’ of Jakarta

Stock Exchange No.S-1192/BEJ-PSJ/12-2006 dated December 12, 2006.

Penawaran umum terbatas Limited public offering

Berdasarkan surat pernyataan efektif dari OJK (dahulu Bapepam-LK) No. S-10522/BL/2009 tanggal 8 Desember 2009, Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas I sejumlah 750.000.000 saham biasa baru dengan nilai nominal per saham Rp100 (nilai penuh) per saham dengan harga penawaran Rp140 (nilai penuh) per saham.

Based on the effective notification from OJK

(previously Bapepam-LK) No.

S-10522/BL/2009 dated December 8, 2009, the Bank undertook a Limited Public Offering I (Rights Issue I) issuing 750,000,000 new ordinary shares at par value per share of Rp 100 (full amount) per share and at an offering price of Rp140 (full amount) per share.

Penerbitan obligasi Bank Saudara I Issuance of Bank Saudara Bonds I

Pada tanggal 27 September 2011, Bank menerbitkan Obligasi Bank Saudara I. Obligasi ini ditawarkan sebesar nilai nominal, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan dinyatakan efektif berdasarkan Surat Keputusan OJK (dahulu Bapepam-LK) No. S-12620/BL/2011 pada tanggal 23 November 2011. Wali amanat dari penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

(13)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran umum saham dan penerbitan obligasi Bank (lanjutan)

b. Public offering of the Bank’s shares and

issuance of bonds (continued)

Penerbitan obligasi Bank Saudara II Issuance of Bank Saudara Bonds II

Pada tanggal 11 September 2012, Bank menerbitkan Obligasi Bank Saudara II. Obligasi ini ditawarkan sebesar nilai nominal, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan dinyatakan efektif berdasarkan Surat Keputusan OJK (dahulu

Bapepam-LK) No.S-13385/BL/2012 pada

tanggal 21 November 2012. Wali amanat dari penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

On September 11, 2012, the Bank issued Bank Saudara Bonds II. The bonds were offered at its nominal value, listed in the Indonesia Stock Exchange and became effective based on OJK (previously Bapepam-LK) Decision Letter No. S-13385/BL/2012 dated November 21, 2012. The trustee for the bonds is PT Bank Permata Tbk.

Penawaran umum obligasi subordinasi Public offering of subordinated bonds

Pada tanggal 11 September 2012, Bank menerbitkan obligasi Subordinasi Bank Saudara I. Obligasi ini ditawarkan sebesar nilai nominal, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan dinyatakan efektif berdasarkan Surat Keputusan

OJK (dahulu Bapepam-LK) No.

S-13385/BL/2012 pada tanggal 21 November 2012. Wali amanat dari penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

On September 11, 2012, the Bank issued Bank Saudara Subordinated Bonds I. The bonds were offered at its nominal value, listed in the Indonesia Stock Exchange and became effective based on OJK (previously Bapepam- LK) Decision Letter No. S-13385/BL/2012 dated November 21, 2012. The trustee for the bonds is PT Bank Permata Tbk.

c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,

Komite Pemantau Risiko, Komite

Remunerasi dan Nominasi, Divisi Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan

c. Board of Commissioners, Board of

Directors, Audit Committee, Risk

Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, Division of Internal

Audit Unit, Corporate Secretary and

Employees

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, susunan Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

As at 31 March 2016 and 31 December 2015, the composition of the Board of Commissioners and Board of Directors are as follows:

31 Maret/March 2016,

31 Desember/December 2015

Dewan Komisaris Board of Commisioners

Presiden Komisaris Farid Rahman President Commissioner

Komisaris Independen Maskan Iskandar Independent Commissioner

Komisaris Independen Ahmad Agus Setiadjaja Independent Commissioner

Komisaris Independen Ahmad Fajarprana Independent Commissioner

Direksi Directors

Presiden Direktur Madyantoro Purbo President Director

Wakil Presiden Direktur Kim Dong Soo Deputy President Director

Direktur Risiko & Kepatuhan I Made Mudiastra Risk & Compliance Director

Direktur Human Capital Arief Budiman Human Capital Director

Direktur Bisnis UMKM &

Konsumer Denny Novisar Mahmuradi

SME & Consumer Business Director

(14)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,

Komite Pemantau Risiko, Komite

Remunerasi dan Nominasi, Divisi Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (lanjutan)

c. Board of Commissioners, Board of

Directors, Audit Committee, Risk

Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, Divisionof Internal

Audit Unit, Corporate Secretary and

Employees (continued)

Pada tanggal 24 Juli 2014, OJK menyetujui pengangkatan Kim Dong Soo menjadi Direktur berdasarkan Surat Keputusan No. SR-124/D.03/2014. Berdasarkan Surat Direksi No. 171/SDRA-DIR/OJK/VIII/2014 tertanggal 22 Agustus 2014, Kim Dong Soo resmi diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur efektif sejak tanggal 18 Agustus 2014.

At July 24, 2014, OJK approved the appointment of Kim Dong Soo as Director based on Decision Letter No. SR-124/D.03/2014. According to Director Letter No. 171/SDRA-DIR/OJK/VIII/2014 dated August 22, 2014, Kim Dong Soo is appointed as Deputy President Director effective since August 18, 2014.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, susunan komite dan satuan kerja audit Bank adalah sebagai berikut:

As at 31 March 2016 and 31 December 2015, the compositions of the Bank committee and internal audit are as follows:

31 Maret/ March 2016

31 Desember/ December 2015

Komite Audit Audit Committee

Ketua Agus Setiadjaja Agus Setiadjaja Chairman

Anggota Gasmara Tisnawinata Gasmara Tisnawinata Member

Anggota Waldy Gutama Waldy Gutama Member

Anggota Nanny Dewi Nanny Dewi Member

Anggota Suharjadi Sunarja Suharjadi Sunarja Member

Divisi Audit Internal Bambang Sutidjo Bambang Sutidjo

Division of Internal Audit

Sekertaris Perusahaan Arinto Hartoyo Arinto Hartoyo Corporate Secretary

Komite Pemantau

Risiko Risk Monitor Committee

Ketua Ahmad Fajarprana Ahmad Fajarprana Chairman

Sekretaris Waldy Gutama Waldy Gutama Secretary

Anggota Suharjadi Sunarja Suharjadi Sunarja Member

Anggota Ratna Komara Ratna Komara Member

Anggota Yanyan Mulyanto Yanyan Mulyanto Member

Komite Remunerasi

dan Nominasi Nomination Committee

Ketua Maskan Iskandar Maskan Iskandar Chairman

Sekretaris Ervy Sinoranti Ervy Sinoranti Secretary

Anggota Farid Rahman Farid Rahman Member

Anggota Ahmad Fajarprana Ahmad Fajarprana Member

Anggota Lim Cheol Jin Lim Cheol Jin Member

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Bank memiliki masing-masing 1.294 orang karyawan (tidak diaudit).

(15)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Penggabungan usaha PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) dengan PT Bank Woori Indonesia (BWI)

d. Merger of PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) with PT Bank Woori Indonesia (BWI)

Berdasarkan surat keputusan Bank Indonesia No. 15/35/DPB/PB2-1/Rahasia tanggal 16 April 2013, Bank Indonesia menyetujui permohonan penyertaan modal BWI pada Bank Saudara sebesar 6%.

Based on Bank Indonesia letter No. 15/35/DPB/PB2-1/Rahasia on April 16, 2013, Bank Indonesia approved the request of BWI 6% investment in shares of Bank Saudara.

Penyertaan modal BWI atas Bank Saudara sebesar 6% dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2014. Pada tanggal yang sama, entitas induk, Woori Bank, Korea, juga melaksanakan penyertaan modal atas Bank Saudara sebesar 27%.

The investment in shares of 6% of BWI in Bank Saudara was completed on January 28, 2014. On the same date, the parent company, Woori Bank, Korea also completed its 27% investment in share in Bank Saudara.

Dalam rangka mengedepankan pemenuhan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan rencana strategis usaha, manajemen kedua bank mengajukan permohonan penggabungan usaha. Pada tanggal 22 Desember 2014, Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan izin penggabungan usaha (merger) kepada BWI ke dalam Bank Saudara, berdasarkan surat

Keputusan Dewan Komisaris OJK

No. SR-131/PB.12/2014.

In order to promote compliance with the principles of good corporate governance and strategic planning, management of both banks applied for a merger transaction. On December 22, 2014, Otoritas Jasa Keuangan granted its approval for merger of BWI into Bank Saudara, based on the decision of the Board of Commissioners of OJK No. SR-131/PB.12/2014.

Dalam penggabungan usaha, para pemegang saham kedua bank melakukan konversi saham sehingga Woori Bank, Korea memiliki 66,65% saham dari bank hasil penggabungan. Akibat dari penggabungan ini, BWI berakhir demi hukum tanpa dilakukan likuidasi sebelumnya dan seluruh aset dan kewajiban BWI telah beralih demi hukum kepada Bank Saudara sebagai Bank yang menerima penggabungan. Penggabungan usaha ini merupakan akuisisi terbalik (reverse acquisition) dimana Woori Bank, Korea melalui BWI merupakan pihak pengakuisisi (yang mendapatkan pengendalian atas bank hasil penggabungan).

In the business combination, the shareholders of both banks perform shares conversion thus Woori Bank, Korea have 66.65% shares of the merged bank. As a result of the merger, BWI was dissolved by law without liquidation, and all its assets and obligations were transferred by law to Bank Saudara, the surviving entity of the merger. The business combination is a reverse acquisition where Woori Bank, Korea, through BWI, was identified as the acquirer (who has the control over the bank as a results of the merger).

Pengesahan penggabungan usaha kedua bank menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

No.AHU-00128.40.40.2014 tanggal 30

Desember 2014.

(16)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Penggabungan usaha PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) dengan PT Bank Woori Indonesia (BWI) (lanjutan)

d. Merger of PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) with PT Bank Woori

Indonesia (BWI) (continued)

Terhitung sejak pengesahan tersebut, maka izin BWI untuk melakukan usaha sebagai bank umum dinyatakan tidak berlaku lagi sehingga seluruh hak dan kewajiban PT Bank Woori Indonesia beralih karena hukum kepada PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk hasil merger.

Commencing from the date of legalization, the license of BWI to operate as a commercial bank was effectively discontinued. As a result of the merger, all rights and obligations of PT Bank Woori Indonesia is legally transferred to PT Bank Woori Saudara Indonesia1906 Tbk the merged bank.

Biaya merger yang menjadi beban BWI dan Bank Saudara, masing-masing sebesar Rp 20.264 dan Rp 16.891 telah diakui saat terjadinya.

Merger expenses borned by BWI and Bank Saudara, amounting to Rp 20,264 and Rp 16,891, respectively, were recognized as incurred.

Penyajian laporan keuangan hasil

penggabungan 31 Desember 2014

Presentation of post-merger financial statement 31 December 2014

Laporan posisi keuangan Bank hasil penggabungan pada tanggal 31 Desember 2014 disajikan dengan menggabungkan aset dan liabilitas dari kedua bank yang melakukan penggabungan usaha, mengeliminasi saldo aset dan liabilitas antara kedua bank, menyajikan ekuitas modal saham sesuai dengan hasil konversi saham hasil penggabungan usaha, dan menyajikan komponen ekuitas lainnya dari BWI sebagai pihak pengakuisisi.

Bank’s statement of Financial Position resulting from merger as of December 31, 2014 is presented by combining transactions of the two merging banks, eliminating assets and liabilities balances between both banks, presenting

shareholders’ equity according to conversion of

shares resulting from merger, and presenting other equity components from BWI as the acquirer.

Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Bank hasil penggabungan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014 seluruhnya merupakan pendapatan dan beban dari BWI, sebagai pihak pengakuisisi. Untuk alasan kepraktisan, tanggal efektif merger dianggap adalah 31 Desember 2014.

Bank’s statement of profit or loss and other comprehensive income resulting from merger for the year ended December 31, 2014 comprise entirely revenues and expenses of BWI, the acquirer. For practical purposes, effective date of the merger is considered as December 31, 2014.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICIES

Laporan keuangan PT Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi tanggal 27 April 2016.

(17)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah seperti dijabarkan dibawah ini:

The principal accounting policies adopted in preparing the financial statements are set out below:

a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of the financial statements

Laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang

“Pedoman Penyajian dan Pengungkapan

Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan

Publik”.

The financial statements for the years ended 31 December 2015 and 2014 were prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards and the Decree of BAPEPAM-LK No. KEP 347/BL/2012 dated June 25, 2012 which was Regulation No.

VIII.G.7 regarding “Guideline for Financial

Statement Preparation and Presentation of

Issues or Public Company”.

Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan kontrak derivatif yang diukur berdasarkan nilai wajar. Laporan keuangan disusun dengan basis akrual, kecuali laporan arus kas.

The financial statements are prepared under the historical cost convention, except for financial assets classified as available for sale and all derivative contracts which are measured at fair value. The financial statements are prepared based on accrual basis, except for the statements of cash flows.

Laporan arus kas disusun dengan

menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain dan investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman atau dibatasi penggunaannya.

The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities. For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash equivalents include cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks and other short-term highly liquid investments with original maturities of three months or less from the date of acquisition as long as they are not being pledged as collateral for borrowings or restricted.

Laporan keuangan dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan pelaporan Bank. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali dinyatakan secara khusus.

The financial statements are presented in Rupiah, which is the functional and reporting currency of the Bank. Figures in these financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah, unless otherwise stated.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan beberapa estimasi dan asumsi dan mengharuskan manajemen

untuk membuat pertimbangan dalam

menentukan metodologi yang tepat. Area yang

kompleks atau memerlukan tingkat

pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.

The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain estimates and assumptions and requires management to exercise its judgment in determining the appropriate methodology. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3.

Kecuali dinyatakan dibawah ini, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan tahunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014 yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

(18)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting policies

Bank melakukan penerapan standar akuntansi keuangan baru/revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2015. Perubahan kebijakan akuntansi Bank telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar.

The Bank adopted new/revised accounting standards that are effective on 1 January 2015.

Changes to the Bank’s accounting policies have

been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards.

Penerapan standar baru/revisi yang relevan dengan operasi Bank dan menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Bank, namun tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan selama periode berjalan atau periode sebelumnya adalah sebagai berikut:

The adoption of new/revised standards, which

are relevant to the Bank’s operations and

resulted in changes to Bank’s accounting

policies, but no material effect on the amounts reported for current period or prior financial periods are as follows:

PSAK 1 (Revisi 2013) - Penyajian Laporan Keuangan

SFAS 1 (Revised 2013) - Presentation of Financial Statements

Terkait dengan penerapan PSAK 1 (Revisi

2013), “Penyajian Laporan Keuangan”, Bank

telah memodifikasi penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang disajikan terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama.

In connection with the adoption of SFAS 1

(2013 Revision), “Presentation of Financial Statements”, the Bank has modified the

presentation of items of other comprehensive income in its statements of profit or loss and other comprehensive income. Items that would be reclassified to profit or loss in the future are presented separately from those that would never be reclassified to profit or loss. Comparative information has been re-presented on the same basis.

PSAK 24 (Revisi 2013) - Imbalan Kerja SFAS 24 (Revised 2013) - Employee Benefits

PSAK 24 (Revisi 2013) memberikan

penyesuaian dalam perhitungan dan

pengungkapan imbalan pasca kerja.

Perubahannya adalah:

 biaya jasa lalu diakui segera di laporan laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: ketika amandemen atau kurtailmen terjadi, dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, serta

 penggunaan implied return atas plan assets

(yaitu tingkat diskonto) untuk estimasi

return on plan asset.

SFAS 24 (Revised 2013) provides the adjustment for calculation and disclosure of post employement benefits. The changes are:

past service costs are recognized immediately in the statement of profit or loss at the earlier of the following dates: when the plan is amended or curtailment occur, and when the entity recognises related restructuring cost or termination benefits and

the uses of implied return on plan assets (i.e. discount rate) to estimate return on plan assets

Bank membukukan dampak penyesuaian periode lalu atas perubahan-perubahan diatas sebesar Rp 2 miliar pada laporan laba rugi tahun berjalan oleh karena jumlahnya tidak material.

(19)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued)

PSAK 46 (Revisi 2014) – Pajak Penghasilan

PSAK 46 (Revisi 2014) mensyaratkan pajak-pajak lainnya di luar dari pajak-pajak penghasilan badan disajikan terpisah di laporan posisi keuangan. Pajak penghasilan dan pajak lainnya telah disajikan terpisah dalam laporan posisi keuangan untuk mencerminkan PSAK 46 (Revisi 2014).

PSAK 50 (Revisi 2014) - Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK 55 (Revisi 2014) - Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60 (Revisi 2014) - Instrumen Keuangan: Pengungkapan

PSAK 46 (Revised 2014) Income Taxes

PSAK 46 (Revised 2014) requires other taxes outside corporate income tax should be separately presented in financial position. The corporate income tax and other taxes have been presented separately in the statement of financial position to reflect the PSAK 46 (Revised 2014).

SFAS 50, (Revised 2014) - Financial Instrument: Presentation, SFAS 55 (Revised 2014) - Financial Instruments: Recognition and Measurement, SFAS 60 (Revised 2014) - Financial Instruments: Disclosures

PSAK 50 (Revisi 2014) menjelaskan persyaratan untuk saling hapus instrumen-instrumen keuangan dan mengantisipasi ketidak-konsistenan yang diidentifikasi dalam menerapkan kriteria saling hapus. PSAK 60 (Revisi 2014) mensyaratkan entitas mengungkapkan informasi yang dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi pengaruh atau pengaruh potensial atas netting arrangements pada laporan posisi keuangan. Netting arrangement

telah diungkapkan pada Catatan 44.

SFAS 50 (revised 2014) clarifies the requirements for offsetting financial instruments and anticipates inconsistencies identified in applying the offsetting criteria. SFAS 60 (revised 2014) requires entity to disclose information to enable users of the financial statements to evaluate the effect or potential effect of netting arrangements on the statements of financial position. Netting arrangement has been disclosed in Note 44.

PSAK 68 - Pengukuran Nilai Wajar SFAS 68 - Fair Value Measurement

PSAK 68 menyediakan satu sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar ke dalam pengungkapan hirarki nilai wajar. PSAK 68 diterapkan secara prospektif. Perubahan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap pengukuran aset dan liabilitas Bank. Bank telah menambahkan pengungkapan baru yang diwajibkan oleh PSAK 68 di Catatan 2.d.iii dan 44.

SFAS 68 provides a single source of guidance on how fair value is measured but does not establish new requirements for when fair value is required. This standard provides a framework for determining fair value and clarifies the factors to be considered in estimating fair value. It introduces the use of an exit price in fair value measurement, as well as extensive disclosure requirements, particulary the inclusion of financial instruments not measured at fair value into the fair value hierarchy disclosure. SFAS 68 is applied prospectively. The change had no significant impact on the measurements of the

Bank’s assets and liabilities. The Bank has

(20)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Kombinasi bisnis c. Business combination

Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Bank, liabilitas yang diakui oleh Bank kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Bank dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.

Business combination are accounted for using the acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is calculated as the sum of the acquisition-date fair values of the assets transferred by the Bank, liabilities incurred by the Bank to the former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the Bank in exchange for control of the acquiree. Acquisition-related costs are recognised in profit or loss as incurred.

Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognised at their fair value except for certain assets and liabilities that are measured in accordance with the relevant standards.

Kepentingan non-pengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.

Non-controlling interests are measured either at fair value or at the non-controlling interests’

proportionate share of the acquiree’s

(21)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Instrumen keuangan d. Financial instruments

(i) Aset keuangan (i) Financial assets

Bank mengklasifikasikan aset

keuangannya dalam kategori (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (c) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.

The Bank classifies its financial assets in the following categories of (a) loans and receivables, (b) held to maturity financial assets and (c) available for sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets are acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition.

(A) Pinjaman yang diberikan dan piutang (A) Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

 yang dimaksudkan oleh Bank untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

 yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau

 dalam hal mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than:

those that the Bank intends to sell immediately or in the short term, which are classified as held for trading and those that the entity upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss statement;

those that the Bank upon initial recognition designates as available for sale; or

(22)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instruments (continued)

(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)

(A) Pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan)

(A) Loans and receivables (continued)

Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi komprehensif

dan dilaporkan sebagai “Pendapatan bunga”. Dalam hal terjadi penurunan

nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di

dalam laba rugi sebagai “Cadangan

kerugian penurunan nilai atas aset

keuangan”.

Loans and receivables are initially recognised at fair value plus transaction costs (if any) and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Interest income on financial assets classified as loans and receivables is included in the statement of comprehensive income

and is reported as “Interest income”. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loan and receivables and recognised in the

statement of income as “Allowance for

impairment losses on financial

assets”.

(B) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo

(B) Held to maturity financial assets

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai niat positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali:

 investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

 investasi yang ditetapkan oleh Bank dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan

 investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.

Held to maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than:

Those that the Bank upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss statement;

Those that the Bank designates as available for sale; and

(23)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instruments (continued)

(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)

(B) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo (lanjutan)

(B) Held to maturity financial assets (continued)

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.

These financial assets are initially recognised at fair value including transaction costs (if any) and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method less allowance for impairment loss.

Pendapatan bunga dari investasi dimiliki hingga jatuh tempo dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif

dan diakui sebagai “Pendapatan bunga”. Ketika penurunan nilai

terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui didalam

laporan keuangan sebagai

“Cadangan kerugian penurunan nilai”.

Interest income on held to maturity investments is included in the statement of comprehensive income

and reported as “Interest income”. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the investment and recognised in the

financial statements as “Allowance for impairment losses”.

(C) Aset keuangan tersedia untuk dijual (C) Available for sale financial assets

Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu di mana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

(24)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instruments (continued)

(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)

(C) Aset keuangan tersedia untuk dijual (lanjutan)

(C) Available for sale financial assets (continued)

Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana keuntungan atau kerugian diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih kurs, hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lain, diakui pada laba rugi. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian yang timbul akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi komprehensif.

Available for sale financial assets are initial recognised at fair value, plus transaction costs (if any) and measured subsequently at fair value with gains and losses being recognised as other comprehensive income, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial assets is derecognised. If an available for sale financial asset is determined to be impaired, the cummulative gain or loss previously recognised as other comprehensive income is recognised in the profit or loss. Interest income is calculated using the effective interest method and foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available for sale are recognised in the statement of comprehensive income.

(D) Pengakuan (D) Recognition

Bank menggunakan akuntansi tanggal perdagangan untuk mencatat seluruh transaksi aset keuangan yang lazim (regular).

The Bank uses trade date accounting for regular way contracts when recording financial assets transactions.

(ii) Liabilitas keuangan (ii) Financial liabilities

Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Gambar

Tabel berikut
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur instrumen keuangan Bank terhadap risiko tingkat bunga
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba bersih Bank pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 atas perubahan tingkat suku bunga:
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual Bank pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 atas perubahan harga yaitu:
+2

Referensi

Dokumen terkait

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan

Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan

Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih antara

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan

Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika