• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi seorang pegawai negeri, dipromosikan ke jabatan Eselon I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bagi seorang pegawai negeri, dipromosikan ke jabatan Eselon I"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

B

ag seorang pegawa neger, dpromoskan ke jabatan Eselon I tentu merupakan milestone yang sangat pentng bag perjalanan

karrnya. Tap jalan menuju Eselon I penuh (IA), basanya harus terlebh dahulu memegang jabatan Staf Ahl Menter (Eselon IB) sesua dengan keahlan/bdang yang dgelutnya. Namun ntenstas dar nteraks antara Staf Ahl dengan Menter sangat tergantung pada aktvtas dan kreatvtas masng-masng staf serta nformas dan masukan yang dperlukan Menter. Banyak yang frustas karena semasa mereka menjabat Eselon II, kegatan mereka jauh lebh padat dbandng saat menjad Staf Ahl Menter. Pada zaman Orde Baru, pernah seorang Menter yang hendak keluar mengkut Sdang Kabnet d stana menyapa seseorang yang sedang berdr d lob Departemen: “Bagamana kabarnya, sepertnya kta pernah bertemu ya. Apa kegatannya sekarang?” Yang dsapa menjawab terspu-spu karena banyak tamu d lob melhat mereka berdua. ”Lho Pak, kan sudah hampr lma tahun saya menjad staf Ahl Bapak.”

Tap Staf Ahl Menter bdang Mgas lan karena secara ex officio merangkap menjad Sekretars DKPP, satu jabatan yang banyak d dam-damkan pejabat Departemen. Sapa yang tdak kenal Pertamna,

Sekretaris Dewan

Komisaris Pemerintah

(2)

Sekretars Dewan Komsars Pemerntah Untuk Pertamnart | Rachmat Sudibjo

perusahaan raksasa mlk negara dengan asetnya yang besar tersebar d seluruh Tanah Ar? Tentu merupakan suatu kebanggaan tersendr bag Rachmat saat dpromoskan menduduk jabatan n pada tahun 1997 menggantkan poss Supraptono Sulaman yang dangkat menjad Drjen Mgas.

Sesua dengan Undang-undang Nomor 8/1971, tugas DKPP adalah menetapkan kebjaksanaan umum Perusahaan, mengawas pengurusan Perusahaan, dan mengusulkan kepada Pemerntah langkah yang perlu dambl dalam rangka menyempurnakan pengurusan Perusahaan, termasuk susunan Dreks Perusahaan. DKPP terdr atas tga anggota tetap, yatu Menter Pertambangan dan Energ selaku Ketua merangkap Anggota, Menter Keuangan selaku Wakl Ketua merangkap Anggota, dan Kepala Bappenas selaku Anggota. Apabla dperlukan, Presden dapat mengangkat sebanyak-banyaknya dua Menter dar bdang lan sebaga anggota. Selama masa jabatannya sebaga Sekretars DKPP, yang menduduk Ketua DKPP adalah I.B. Sudjana yang kemudan dgantkan oleh Kuntoro Mangkusubroto.

Rachmat mencertakan bahwa proses pengangkatannya menjad Sekretars DKPP tdak terlalu mulus. Pada suatu har Rachmat dbertahu rekannya d Sekretarat Negara bahwa sebentar lag da akan dpromoskan menjad Staf Ahl Menter/Sekretars DKPP, dan SK pengangkatannya sudah dtandatangan Presden. Namun hal tak terduga terjad beberapa har kemudan. Menter I.B. Sudjana menerma surat kaleng yang mendskredtkan prbad Rachmat. “Pak Sudjana adalah seorang purnawrawan Jenderal TNI, tentu ngn dspln dtegakkan. Belau memerntahkan kepada Pak Umar Sad selaku Sekjen Departemen waktu tu untuk melakukan pemerksaan. Walaupun sebaga teman bak sejak belajar bersama d Perancs, skap pak Umar sangat zakelijk.” Tap belum sampa masalah n selesa, terjad perubahan personl pada tataran Eselon I, termasuk Umar Sad yang tergeser dar jabatan Sekjen. “Persoalannya kemudan sempat terkatung-katung. Tap berkat bantuan dan nsatf Pak Purnomo Yusgantoro, Penasehat Menter waktu tu, persoalan tersebut akhrnya dapat dselesakan. Saya tdak pernah lupa

(3)

Rachmat sudah menjabat Drjen Mgas.

Untuk membantu DKPP, ada tga kelompok kerja yang dbentuk. Kelompok I adalah Bdang Ekonom dan Keuangan, Kelompok II adalah Bdang Pemasaran dan Pembekalan, sedangkan Kelompok III adalah Bdang Eksploras, Produks, dan Pengolahan. Anggota kelompok-kelompok n berasal dar beberapa Kementeran yang dsesuakan dengan kebutuhan, yatu Departemen Keuangan, Sekretarat Negara, BPPT, Sekretarat DKPP, DPE dan Bappenas, Pertamna, Dtjen Mgas. Sebelum dangkat menjad Sekretars DKPP, sebaga wakl dar Mgas Rachmat berada d Kelompok III yang dpmpn oleh Prof. Andreas Kukuh (Kho Kan Ho), dosen Teknk Kma ITB yang juga bekerja d BPPT. Salah satu bahan bahasan d kelompok tu adalah baya pengolahan d klang Pertamna dan dstrbus BBM ke seluruh penjuru tanah ar.

(4)

Sekretars Dewan Komsars Pemerntah Untuk Pertamnart | Rachmat Sudibjo

Agenda rutn tahunan yang dbahas d Sekretarat DKPP adalah membahas usulan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Baya Perusahaan,yang kemudan dajukan ke Sdang Pleno DKPP untuk mendapat persetujuan. Pembahasan yang dlakukan d Kelompok III dfokuskan pada pengkajan tekno-ekonom, termasuk baya operas pengolahan mnyak bum d klang mnyak Pertamna dalam rangka menghtung subsd BBM, yakn selsh antara harga yang dtetapkan oleh Pemerntah untuk setap jens BBM dengan baya operas pengolahan dan dstrbus ke seluruh wlayah nusantara.

Agenda lan adalah melaksanakan stud kelayakan proyek nvestas Pertamna terutama dar kegatan hlr Mgas. Kelompok III memandang bahwa sstem cross-subsd antar jens BBM menmbulkan dstors harga dan merangsang penyelundupan dan pengoplosan karena dspartas harga terlalu tngg. Dalam katan dengan target Indonesa bebas tmbal pada1999, Kelompok III memfokuskan pada pengkajan rencana pembangunan unt reformer untuk menghaslkan High Octane Mogas Component (HOMC) sebaga penggant komponen tmbal dalam

bensn yang dkenal dengan nama Program Langt Bru. Hambatan yang dhadap adalah kesultan untuk mendapatkan dana bag realsas program n, terlebh setelah Indonesa mengalam krss moneter pada tahun 1998. D bdang kegatan hulu, status TAC Ustrando menjad perhatan khusus, dan karena kegagalan mereka dalam memenuh komtmennya, TAC Ustrando kemudan dbatalkan oleh Ketua DKKP/ Mentamben dan operasnya dkembalkan kepada Pertamna.

Banyak hal yang dbahas dalam Kelompok III yang haslnya kemudan menjad bahan penyesuaan dan masukan bag penyusunan Undang-undang Mgas yang baru. Dalam katan dengan Program Restruktursas Pertamna (1994-1999) yang dajukan Pertamna, Kelompok III memnta agar restruktursas dlakukan secara lebh mendasar. Dengan status Pertamna saat tu, Kelompok III beranggapan bahwa Pertamna tdak dapat berfungs sebaga layaknya unt usaha. Pertamna tdak dapat melakukan pemupukan dana dan menjual oblgas kecual dterbtkan Peraturan Pemerntah (PP) khusus untuk tu dan manajemen Pertamna

(5)

Untuk tu dusulkan perubahan struktur dan manajemen Pertamna melalu pembentukan investment holding atau strategic holding

mengngat Pertamna punya organsas dan aset besar yang tersebar d seluruh Indonesa. Pertamna dkenakan pajak perseroan sehngga Pertamna mempunya NPWP, memperoleh tax-receipt dan dapat go-public atau menjual oblgas. Dperlukan perubahan falsafah usaha,

mennjau kembal peraturan perundangan, pola usaha, struktur organsas.

Sstem cost-center (nrlaba) kegatan operas penyedaan BBM yang

ddasarkan atas cost & fee perlu dubah menjad profit center. Prof. Kho

yang terkenal vokal d lngkungan DKPP mengkrtk sstem cost & fee

tersebut dengan mengbaratkan seolah-olah Pertamna dberlakukan sebaga tukang jaht. Kan, benang, dan mesn jaht dsedakan oleh pemerntah dan Pertamna hanya dber upah menjaht. Tentu resko usaha sangat kecl karena semuanya dtanggung Pemerntah, namun sstem yang demkan tentu tdak sehat bag pertumbuhan Pertamna. Konds n dperparah karena Departemen Keuangan serng terlambat membayar penggantan subsd kepada Pertamna. Akbatnya Dreks Pertamna serng memaka alokas dana operas Drektorat EP untuk

(6)

Sekretars Dewan Komsars Pemerntah Untuk Pertamnart | Rachmat Sudibjo

menalang pengadaan BBM. “Kalau stlah sekarang Pemerntah bayarnya paka Yen … yen eling lan yen ana,” Rachmat bergurau.

Tentu hal n sangat mengganggu pengembangan lapangan Mgas own operation Pertamna. Apalag dalam melaksanakan fungsnya d kegatan

hulu sebaga pemegang manajemen operas PSC, Pertamna hanya mendapat retens atau management fee sebesar 2% (setelah pajak)

dar penermaan produks Mgas PSC. Sedangkan produks mnyak dar

own operation kurang dar 5% produks nasonal yakn sektar 60 rbu

barel per har. Dalam konds demkan tu, 70% lebh dar pendapatan Pertamna berasal dar upah, sedangkan yang berupa proft adalah dar hasl kegatan own operation Pertamna dan kegatan hlr non-BBM.

Banyak kalangan masyarakat, termasuk karyawan Pertamna yang tdak sadar bahwa dalam status yang demkan, Pertamna sepert layaknya Perjan. Meskpun dalam skala raksasa. Mereka yang selalu mempertanyakan mengapa Petronas, yang notabene dulu belajar dar Pertamna, bsa mengunggul gurunya? Rachmat menjawab sambl tertawa: “Yang jelas Petronas tdak memasukan sstem cost & fee

(7)

Ke depan, dharapkan Pemerntah menggant BBM dar Pertamna yang dgunakan dalam sstem subsd BBM sesua dengan harga pasar (harga MOPS sepert yang dberlakukan untuk BBM non-subsd). Apalag pors BBM mpor yang semakn besar dbandng dengan yang dprodukskan dar klang-klang Pertamna. Mengngat ke depan makn sult bag Pemerntah untuk menyertakan modal untuk membangun klang-klang baru, dusulkan agar dbuka partspas dar phak swasta untuk kut memasok dan memasarkan BBM d dalam neger yang secara nasonal untuk menngkatkan efsens dstrbus BBM.

Sebaga Sekretars DKPP sejak tahun 1997, Rachmat melakukan koordnas tugas-tugas dar Kelompok Kerja DKPP. Dsampng tugas Kelompok III yang da sudah kenal dengan bak, koordnas dlakukan terhadap tugas Kelompok I yang melput pemantauan arus mnyak (rangkaan besaran produks, mpor, pengolahan, dstrbus, dan ekspor mnyak mentah dan produk-produknya), evaluas Rencana Kerja Pertamna (RKP) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Baya Perusahaan (RAPBP), evaluas laporan perodk Pertamna dan kewajban perpajakan Pertamna, serta Kelompok II yang melput pengkajan pembekalan, sarana penympanan dan dstrbus, mpor-ekspor dan pemantuan harga mnyak mentah, BBM dan gas bum.

Ada beberapa kejadan pentng yang tdak akan pernah Rachmat lupakan. Pada suatu har Rachmat dpanggl oleh Bapak I.B. Sudjana. Belau blang bahwa akan ada pergantan Drut Pertamna dan Keppres penggantan Pak Abda’ou sudah turun. “Pak Rachmat saja yang membertahu belau,” perntah I.B. Sudjana. Rachmat segera menelepon Sekretars Drut memnta waktu untuk segera bertemu dengan Drut. “Oh, n kebetulan belau ada d kantornya, Bapak bcara langsung saja,“ jawab sekretars. Tdak lama kemudan Rachmat mendengar suara Abda’ou, ”’Saya dgant ya?’” Rachmat mengenang. “Rupanya Pak Abda’ou sudah merasa bahwa belau akan dgant, apalag waktu menerma telepon dar saya yang jarang menelepon secara langsung kalau tdak ada hal yang sangat

(8)

Sekretars Dewan Komsars Pemerntah Untuk Pertamnart | Rachmat Sudibjo

urgent. Saya kut terharu karena kut terlbat dalam proses pergantan

pak Abda’ou yang termasuk sebaga Drut Pertamna yang terlama.”

Gambar 53. Bersama Drut Pertamna, Fasal Abda’ou

Ada lag satu milestone yang cukup pentng bag Pertamna, yatu dalam

hal sstem remuneras. Namun saat tu Rachmat sudah tdak menjabat sebaga Sekretars DKPP lag, tetap sebaga Drjen Mgas yang hadr dalam sdang DKPP dalam kapastasnya secara ex officio membantu Menter

Pertambangan dan Energ yang bertndak selaku Ketua DKPP. Salah satu agenda sdang DKPP yang a hadr adalah membahas pergantan Drut Pertamna, dmana Presden Abdurahman Wahd (Gus Dur) waktu tu telah setuju untuk mengangkat Bahak Hakm, Presdent dan CEO Caltex Pacfc Indonesa sebaga Drut Pertamna yang baru.

“Wah bagamana n. Apa mungkn Bahak bsa masuk ke sn kalau gaj Drut Pertamna sepert sekarang n?” kata salah satu Menter anggota DKPP. “Kalau tdak salah, gaj Drut Pertamna waktu tu sektar Rp 20 juta, jauh dbawah gaj Drut beberapa BUMN dan Bank Pemerntah, apalag Presden CEO Caltex,” Rachmat mengngat-ngat kejadan tu. Dan sejak masuknya Bahak ke Pertamna, remuneras Dreks dan pekerja Pertamna secara berangsur-angsur dtngkatkan.

(9)

kembal semua perusahaan yang terkat dengan proyek-proyek Pertamna yang berbau KKN. Pertamna membuka kembal tender terbuka untuk proyek-proyek tersebut, bak yang berkatan dengan proyek eksploras dan eksplotas, kegatan pengolahan (klang), kegatan ekspor-mpor, dstrbus, perkapalan, dan pemasaran dalam neger. Termasuk dalam semangat reformas tu adalah tekad Pertamna merombak pola kegatan ekspor-mpor yang selama n dlakukan oleh Petra Oil Marketing,

Permindo Trading Oil, dan Pasific Petroleum Trading, serta akan

mengmpor mnyak mentah dan BBM sendr melalu Dvs Pemasaran Luar Neger Pertamna.

Rachmat merasa bahwa pengalaman yang dperoleh selama berkecmpung d DKPP sangat berharga untuk dpaka sebaga masukan bag penyusunan RUU Mgas yang da gelut sejak tahun 1996 dan sampa saat tu mash terus berjalan. “Terlepas dar tuduhan bahwa Undang-undang Mgas No. 22 tahun 2001 telah mengebr dan membonsa Pertamna, saya kra tdak ada yang bsa membantah bahwa konds Pertamna saat n sebaga PT Persero jauh lebh bak dbandngkan saat Pertamna mash berstatus ‘Perusahaan Jawatan Nasonal’ dbawah Undang-undang No. 8 tahun 1971.”

(10)

Gambar

Gambar 50. Bersama Kuntoro Mangkusubroto, Mentamben dan Soeganto, Drut Pertamna
Gambar 53. Bersama Drut Pertamna, Fasal Abda’ou

Referensi

Dokumen terkait

Dari persamaan 14 diatas maka dapat dihitung tegangan induksi pada jarak tertentu, misalnya tegangan induksi yang dihasilkan dengan jarak 5 m dari titik referensi atau titik dimana

Ikan hasil tangkapan dalam keadaan hidup dan tidak menimbulkan kerusakan habitat dan kematian bagi individu lain yang bukan target penangkapan, hal ini disebabkan oleh

Untuk mengatasi permasalahan ini solusinya adalah Open Access (Lucy A. Ketakutan ini tentu sangat beralasan jika melihat pertumbuhan bisnis pangkalan data online. Saat ini

Isi dari clinical pathway ini didasarkan pada bukti-bukti dasar manajemen praktik terbaik dari stroke, yang telah dibuat berdasarkan pedoman untuk stroke akut,

1. Kepala Bagian Tata Usaha. Kepala Bidang Statistik Sosial. Kepala Bidang Statistik Produksi.. Kepala Bidang Statistik Distribusi. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis

Informasi yang lebih rinci untuk masing-masing fungsi tersedia pada bab lain dalam panduan ini, atau di layar HP Image Zone Help [Bantuan HP Image Zone] yang menyertai perangkat

Sedangkan subyek penelitian, peneliti menggunakan seorang klien yang di konseling untuk mengetahui cara kerja tarot sebagai media konseling dan diwawancarai untuk