• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Bab Price Practice_Ekonomi Manajerial by Dominick Salvatore

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ringkasan Bab Price Practice_Ekonomi Manajerial by Dominick Salvatore"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENETAPAN HARGA

PENETAPAN HARGA

1.

1. PenPenetapetapan han hargarga paa pada bda berberbagai agai proproduk duk 

-- Penetapan harga produk dengan permintaan saling berhubungan.Penetapan harga produk dengan permintaan saling berhubungan.

Produk yang dijual oleh suatu perusahaan bisa saja memiliki hubungan sebagai Produk yang dijual oleh suatu perusahaan bisa saja memiliki hubungan sebagai  barang

 barang subsitusi subsitusi atau atau barang barang komplementer. komplementer. Dalam Dalam penetapan penetapan harga harga pada pada barangbarang ya

yang ng sasaliling ng beberhrhububungunganan, , peperurusasahaahaan n perperlu lu memempmperertitimbmbangangkan kan damdampak pak dadariri  perubahan harga produknya terhadap permintaan pada produk lain.

 perubahan harga produknya terhadap permintaan pada produk lain. Per

Perminmintaataan n yanyang g salsaling ing berberhubhubungaungan n memmempengpengaruaruhi hi penepenetaptapan an harharga ga padpadaa  berbagai

 berbagai produk produk perusahaan perusahaan yang yang mempengaruhi mempengaruhi Keutungan Keutungan marginal. marginal. Untuk Untuk   perusahaan

 perusahaan dengan dengan 2 p2 produk roduk (A dan (A dan B), ungsi B), ungsi persamaan persamaan dari keundari keuntungan tungan marginalmarginal dapat dirumuskan sebagai berikut !

dapat dirumuskan sebagai berikut !

"#  "# AA$$ ΔTR ΔTR A  A  Δ Δ QQ A  A  %% ΔTR ΔTRBB ΔQ ΔQBB "#  "# BB$$ ΔTR ΔTRBB ΔQ ΔQBB %% ΔTR ΔTR A  A  ΔQ ΔQBB

Dari persamaan diatas dapat dilihat bah&a keuntungan marginal ("#) dari Dari persamaan diatas dapat dilihat bah&a keuntungan marginal ("#) dari ma

masising'ng'mamasising ng prproduoduk k mememimililiki ki 2 2 komkomponponen en yayaititu u yayang ng teterkrkaiait t dendengagan n tototatall  pendapatan (#) dari penjualan produk

 pendapatan (#) dari penjualan produk itu sendiri dan yang terkait dengan itu sendiri dan yang terkait dengan perubahanperubahan total pendapatan pada produk lain.

total pendapatan pada produk lain.

-- Pemanaatan Kapasitas Dan Penetapan arga Produk "aksimal.Pemanaatan Kapasitas Dan Penetapan arga Produk "aksimal.

*alah satu alasan penting sebuah perusahaan memproduksi lebih dari + maam *alah satu alasan penting sebuah perusahaan memproduksi lebih dari + maam  produk adalah agar dapat memaksimalkan kapasitas produksi. Perusahaan yang masih  produk adalah agar dapat memaksimalkan kapasitas produksi. Perusahaan yang masih

mem

memliliki ki kapakapasitsitas as proproduksduksi i yanyang g tidtidak ak digdigunakunakan an setsetelaelah h memmemproproduksduksi i sesearaara maksimal satu maam produk dapat menari produk lain yang dapat diproduksi maksimal satu maam produk dapat menari produk lain yang dapat diproduksi hin

hingga gga menmenapai apai kapkapasiasitas tas proprodukduksi si pabpabrik rik yang yang makmaksimsimal. al. *el*elama ama keukeuntuntunganngan ma

margrgininal al dardari i prprododuk'uk'prprododuk uk inini i memelelebibih h bibiayaya a mamargrgininalal, , mamaka ka keukeuntntungunganan  perusahaan akan meningkat.

(2)

-ambar. +

-ambar + menunjukkan situasi dimana perusahaan menjual  jenis  produk dengan masing'masing kur/a permintaan DA, DB, dan D0 dan kur/a keuntungan marginal "# A, "# B, dan "#. Keuntungan maksimal perusahaan terapai saat perusahaan memproduksi barang pada jumlah dimana "# A$ "# B$ "# $ "0. al ini dapat dilihat dari titik 1A, 1B, dan 10dimana garis keuntungan marginal yang sama ( Equal Marginal Revenue atau 1"#) dari tingkat dimana "# $ "0 melintasi kur/a "# A, "# B,dan "#. adi, dalam upaya menapai keuntungan maksimal, maka prusahaan sebaiknya memproduksi ! 34 unit produk A dan menjualnya pada harga PA$ 5+3 (pada kur/a DA)6 74 unit produk B (jarak hori8ontal antara titik 1B dan 1A, antara +94 dan 34) dan dijual dengan harga PB$ 5+9 (pada kur/a DB)6 +:4 unit produk 0 (antara 4 dan +94) dan dijual dengan harga P0$ 5+; (pada kur/a D0).

Dengan asumsi bah&a perusahaan bisa masuk pasar baru dengan masing' masing produk tambahan, dan bah&a pada setiap harga pasar adalah lebih besar  disbanding biaya marginal itu. Keseimbangan tidak lagi diapai manakala pasar  dapat ditemukan di mana produksi baru mungkin dijual untuk harga yang lebih besar  dibanding biaya marginal, atau manakala daya produksi perusahaan telah diapai.

(3)

- Penetapan harga produk gabungan yang optimal diproduksi didalam proporsi tetap

Produk yang di hasilkan oleh sebuah perusahaan tidak hanya berhubungan dalam hal permintaan, tetapi juga dalam hal produksi. Produksi yang saling  bergantung terjadi saat produk diproduksi seara gabungan. 0ontohnya dalam  pertambangan minyak yang dapat menghasilkan bensin, oli dan produk lain yang  proporsinya bergantung kepada perusahaan. Produksi yang saling bergantungan tersebut mesti diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka menapai output optimal dan penetapan harga.

Ketika produk di produksi seara gabungan dengan proporsi tetap, produk   produk tersebut diasumsikan sebagai satu satuan produk. "aka tidak ada ara

rasional untuk mengalokasikan biaya produksi kepada satu maam produk saja. "isalnya, biaya dalam petrernakan sapi tidak dapat dialokasikan kepada hanya daging atau kulit saja karena kedua hal tersebut adalah satu kesatuan. api di sisi lain,  jumlah permintaan dan keuntungan marginal terhadap daging dan kulit mungkin akan  berbeda.

-ambar 2. <utput <ptimal dan arga pada Produksi Produk gabungan dengan  proporsi tetap.

(4)

DA dan DB menunjuk berturut'turut kur/a permintaan produk A dan B, merupakan produk bersama dengan proporsi satu'satu. Katakan produk A adalah daging sapi dan produk B adalah kulit yang merupkan hasil rasio satu'satu dari  pemotongan sapi. *umbu horisontal menunjukkan jumlah kuantitas dalam &aktu yang sama daging dan kulit. Kur/a permintaan masing'masing adalah mandiri tidak   berkaitan di dalam konsumsi. Kur/a Pendapatan "arginal adalah "#A dan "#B,

Kur/a otal "arginal #e/enue ("#) diperoleh dengan menjumlahkan "#A dan "#B, Keuntungan optimal di apai pada saat "0 $ "# pada kuantitas =+ bukan =2 dengan harga daging sapi PA dan harga kulit sapi PB.

- arga <ptimal Dan <utput Dari Produk -abungan >ang Diproduksi Didalam Proporsi ?ariable

Pada kasus produk yang diproduksi seara gabungan dalam proporsi tetap ada kemungkinan bah&a masing'masing produk adalah produk komplementer. *edangankan pada kasus produk yang diproduksi seara gabungan dalam proporsi /ariabel, masing'masing produk memiliki hubungan subsitusi. Kombinasi keuntungan maksimal produk gabungan dengan proporsi /ariabel dapat ditentukan dengan gambar diba&ah ini.

(5)

Kur/a garis adalah kur/a transormasi produk dan menunjukkan berbagai kombinasi produk A dan B yang perusahaan dapat produksi pada tiap'tiap le/el input yang digunakan dan total biaya. @engkungan timbul karena sumber daya produkti   perusahaan tidak mampu beradaptasi seara sempurna dalam memproduksi produk A

dan B yang memberikan nilai otal #e/enue yang sama ketika dijual dengan harga tetap. itik singgung dari kur/a isore/enue ke kur/a 0 memberikan kombinasi  produk A dan B yang memberikan keuntungan maksimum () pada perusahaan untuk 

0 yang lebih spesiik. *eara keseluruhan, keuntungan maksimal yang dapat diapai oleh perusaahn adalah $ 5;4. ni dapat diapai dengan memproduksi :4A dan +24B (itik 1) dengan #$ 52;4 dan 0$ 5244.

2. D*K#"CA* A#-A

- "aksud dan Kondisi Diskriminasi arga

"engau pada perbedaan harga untuk kuantitas produk yang berbeda,  perbedaan &aktu pembelian, perbedaan kelompok konsumen atau perbedaan pasar, ketika harga berbeda maka tidak selalu biayanya berbeda. Perbedaan harga didasari  perbedaan dalam perbedaan biaya dalam menghasilkan produk atau pelayanan dalam  perbedaan kuantias, perbedaan &aktu, perbedaan kelompok konsumen dan perbedaan  pasar adalah tidak membentuk perbedaan harga. 0ontohnya, perusahaan telekomunikasi memberikan harga berbeda untuk menelpon dengan nomor dengan  pro/ider yang sama dan pro/ider yang berbeda,dan harga yang lebih mahal saat

menelpon di malam hari dibanding pada siang hari.

iga kondisi yang mengharuskan perusahaan mempraktekan diskriminasi harga.

+. Perusahaan harus mempunyai beberapa penga&asan atas harga produk  (persaingan tidak sempurna). Perusahaan persaingan sempurna tidak  mempunyai kontrol atas harga produk yang dijual (pengambil harga) dan tidak  mempunyai kemampuan untuk menentukan diskriminasi harga.

(6)

2. 1lastisitas harga permintaan untuk produk harus berbeda untuk perbedaan kuantitas produk, perbedaan &aktu, perbedaan kelompok konsumen, atau  perbedaan pasar.

. Kuantitas produk atau pelayanan, &aktu yang mereka gunakan atau konsumsi, dan kelompok konsumen atau pasar untuk produk harus terpisah.

- Derajat pertama dan kedua diskriminasi harga

erdapat tiga maam diskriminasi harga yaitu pertama, kedua dan ketiga. Dengan mempraktekan diskriminasi harga, perusahaan dapat meningkatkan total re/enue dan  proit dengan menangkap semua bagian dari surplus konsumen. Derajat pertama dan kedua diskriminasi harga melibatkan penjualan masing'masing unit produk seara terpisah dan membebankan harga paling tinggi yang mungkin untuk masing'masing unit yang dijual. *ehingga perusahaan dapat menarik semua surplus konsumen dari konsumen dan memaksimalkan total pendapatan dan laba dari penjualan suatu kuantitas tertentu dari produk.

(7)

D adalah kur/a permintaan monopolis, perusahaan dapat menjual ;4 unit  produk dengan harga 52 per unit dan menerima # $ 5:4 (area 04-), konsumen mempunyai kemampuan membayar A04 $ 5+34 untuk ;4 unit produk. *elisih 5:4 (daerah segitiga A0-) adalah surplus konsumen. Dengan derajat pertama diskriminasi (dengan menjual produk seara terpisah dengan harga tertinggi yang  paling memungkinkan), perusahaan bisa mendapatkan semua surplus konsumen. ika  perusahaan mengubah harga produk menjadi P$ 5; per unit untuk 24 produk pertama, dan 52 per unit untuk 24 produk berikutnya, maka total re/enue perusahaan adalah sebesar 5+24 (jumlah dari daerah segitiga B4 dan 0K), sehingga perusahaan mendapatkan 5;4 (daerah segitiga BK-), atau setengah dari surplus konsumen. nilah yang disebut dengan derajat kedua diskriminasi harga.

- Derajat ketiga diskriminasi harga

Derajat ketiga diskriminasi harga mengau pada pemberian harga yang  berbeda untuk produk yang sama pada pasar yang berbeda hingga "arginal #e/enue dari produk terakhir yang terjual disetiap pasar sama dengan marginal ost untuk  memproduksi produk ( "# + $ "# 2$ "0).

(8)

Panel a menunjukkan D+  dan "# +  (kur/a permintaan dan marginal re/enue yang dialami perusahaan pada pasar +), Panel b menunjukkan D2 dan "# 2,dan panel  menunjukkan D dan "# (kurba total permintaan dan marginal re/enue pada 2 pasar   bersamaan). D$ ED+%2, dan "#$ E"# +%2, dengan ringkasan garis hori8ontal. ingkat

output terbaik perusahaan adalah 74 nit uang ditunjukkan pada titik 1 pada panel  dimana "#$"0%52. Perusahaan menjual 94 unit produk pada pasar + dan ;4 unit  pada pasar 2, sehingga "# +$ "# 2$ "# $ "0 $ 52 (lihat titik 1+, 12,dan 1). Untuk 

=$94, P+$ 5F di D+  pada pasar +, dan untuk =2$;4, P+$ 5; di D2  pada pasar 2. Dengan biaya total rata'rata (A0) sebesar 5 per unit pada =$74, perusahaan dapat menghasilkan keuntungan sebesar 5; per unit dan total sebesar 5244 di pasar +, dan 5+ perunit dengan total 5;4 pada pasar 2, dengan total keseluruhan keuntungan pada kedua pasar sebesar 52;4. Dengan tidak adanya diskriminasi harga, saat =$ 74 dan P$59 (panel ), keuntungan didapat sebesar 52 perunit dan total keuntungan 5+:4.

. D*K#"CA* A#-A C1#CA*<CA@ DAC DU"PC-.

Diskirminasi harga juga dapat dipraktekkan antara pasar domestik dan pasar  luar negeri. Diskriminasi harga internasional disebut dumping. ni merujuk pada harga yang lebih murah untuk pasarl luar negeri dibanding pasar dalam negeri untuk   produk yang sama yang disebabkan oleh elastisitas permintaan yang lebih besar pada  pasar luar negeri.

;. A#-A #AC*1# 

- Pengertian dan siat dari harga transer 

"engau pada penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah di/isi semiotonom perusahaan kepada di/isi semiotonom lain dalam perusahaan tersebut. "isalnya pada sebuah perusahaan baja yang memiliki tambang batu bara sendiri, maka pertanyaan yang akan munul adalah seberapa banyak batu bara yang akan dijual oleh perusahaan batu bara kepada perusahaan induk baja dan seberapa banyak  yang akan dijual kepada perusahaan luar dan pada tingkat harga berapa. Begitu juga dengan perusahaan baja yang harus menentukan seberapa banyak batu bara yang akan dibeli dari perusahaan batu bara milik sendiri, dan berapa banyak yang akan dibeli dari perusahaan batu bara yang lain, dan pada tingkat harga berapa.

(9)

- arga transer tanpa pasar eksternal untuk produk intermediate.

Ketika tidak ada permintaan eksternal untuk produk intermediate, di/isi  produksi dapat menjual produk seara internal ke di/isi pemasaran perusahaan, dan di/isi pemasaran hanya dapat membeli produk dari di/isi produksi perusahaan. Karena + produk intermediate dapat digunakan untuk memproduksi + unit produk  inal, jumlah output dari produk intermediate dan produk inal adalah sama.

-ambar 3.

"0, marginal ost perusahaan sama dengan ringkasan garis /ertikal dari "0 p

dan "0m. -ambar diatas juga menjelaskan permintaan eksternal dari produk inal

yang dijual oleh di/isi pemasaran, Dm, dan kur/a marginal re/enue yang terkait, "# m.

ingkat optimal produk untuk mendapatkan proit maksimal untuk produk inal adalah sebesar ;4 unit yang ditunjukkan oleh titik 1m, dimana "# m$"0, sehingga

(10)

"#  p$Pt$"0 p$ 53 pada = p$;4. = p$;4 adalah tingkat output terbaik untuk produk 

intermediate pada di/isi produksi. Dengan ini dapat disimpulkan bah&a harga transer yang benar untuk produk intermediate dimana tidak ada pasar eksternal adalah nilai "arginal 0ost dari produksi,

- arga transer dalam Pasar Persaingan *empurna untuk Produk ntermediate. Ketika eksternal market untuk produk intermediate terjadi, output dari di/isi  produksi tidak perlu sama dengan output dari produk inal. ika output optimal dari di/isi produksi melebihi jumlah permintaan produk intermediate dari internal di/isi  pemasaran, kelebihan produksi produk intermediate dapat dijual dipasar eksternal. Di sisi lain, jika permintaan produk intermediate oleh di/isi pemasaran melebih jumlah  produksi optimal dari di/isi produksi, maka kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan pembelian dari pasar eksternal. api, harga transer produk intermediate tersebut bergantung pada bersaing sempurna atau tidaknya bentuk dari pasar  eksternal. Ketentuan dari harga transer ketika pasar memiliki bentuk persaingan sempurna ditunjukkan pada gambar F.

-ambar F.

-ambar 3 dan F memiliki kesamaan keuali kur/a marginal ost di/isi  produksi ("0) lebih rendah pada gambar 3. Di/isi produksi memproduksi lebih

(11)

 banyak intermediate produk dibandingkan jumlah yang diminta oleh di/isi  pemasaran, dan menjual kelebihan produksi pada pasar persaingan sempurna pada harga Pt$ 53, sehingga di/isi produksi akan memiliki persamaan D p$ "#  p$ Pt$ 3. umlah output terbaik yang dapat di produksi adalah = p$94 (titik 1G p) dimana D p$"#  p$Pt$"0$ 53. *aat di/isi pemasaran dapat membeli produk intermediate (seara internal ataupun internal) pada Pt$ 53, maka kur/a marginal ost "0t, sama dengan sumbu /ertikal dari "0m dan Pt. umlah output terbaik dari produk inal oleh di/isi pemasaran adalah ;4 unit yang ditunjukkan oleh titik 1m, dimana "# m=MC t,  sehingga P m=$+;.

- arga transer pada Pasar persaingan tidak sempurma untuk produk  intermediate.

Ketika pasar eksternal untuk produk intermediate bersiat persaingan tidak  sempurna terjadi, harga transer dari produk intermediate untuk penjualan antar   perusahaan akan berbeda dengan harga produk intermediate dari pasar eksternal

dengan persaingan tidak sempurna. Pemilihan harga internal dan eksternal dari  produk intermediate yang diproduksi oleh di/isi produksi prusahaan akan memiliki

diskriminasi harga tingkat ketida. al ini ditunjukkan pada gambar :. -ambar :

(12)

Panel a menunjukkan kur/a net marginal re/enue ("# m' "0 p) dari di/isi  pemasaran untuk produk intermediate. Panel b menunjukkan kur/a permintaan

eksternal dan kur/a marginal re/enue (De  dan "# e) untuk produk intermediate, sedangkan panel  menunjukkan "#  p$ "# m H "0 p% "# e dan kur/a "0 p dari di/isi  produksi. umlah output produk intermediate terbaik yang dapat dihasilkan oleh di/isi produksi adalah ;4 unit yang ditunjukkan oleh titik 1 p, dimana "#  p$ "0 p pada  panel . Distribusi optimal saat = p$;4 adalah 24 unit untuk di/isi pemasaran dan 24 unit untuk penjualan eksternal (yang ditunjukkan oleh titik Pt dan 1t), dimana "# m' "0 p%"# e%"#  p$"0 p$ 5;. arga transer untuk di/isi pemasaran adalah Pt$"0 p$5; dan harga jual produk intermediate pada pasar eksternal adalah sebesar Pe$ 534.

9. P#AKK P1C1APAC A#-A - 0ost'Plus Priing.

0ost'Plus Priing (disebut juga dengan "arkup Priing atau ull'0ost Priing) adalah Penentuan harga melalui penambahan suatu persentase tertentu pada biaya langsung (A?0). ormulasi markup on ost dapat dituliskan sebagai berikut !

m=

 PC  C 

Dimana m adalah mark up ost, P adalah harga produk dan 0 adalah alokasi  biaya rata'rata produksi. P ' 0 disebut Proit "argin, maka P $ 0(+ % m).

- nremental analysis bisa diperoleh jika seluruh perubahan langsung dan tidak  langsung dalam penerimaan dan biaya akibat sebuah tindakan tertentu turut diperhitungkan

- &o Part ari mengau pada praktik penentuan harga ketika konsumen membayar biaya a&al untuk mendapatkan hak membeli sebuah produk atau  jasa, selain juga biaya penggunaan atau harga untuk setiap unit yang mereka  beli. 0ontohnya adalah yang dilakukan oleh sebagian besar taman bermain,

(13)

dimana mereka tidak hanya mengenakan biaya untuk tiket masuk, namun juga mengenakan biaya untuk setiap permainan yang disediakan.

- Bundling adalah sebuah bentuk umum dari pengikatan dimana perusahaan mengharuskan pelanggan yang membeli atau menye&a produk atau jasa juga untuk membeli atau menye&a produk atau jasa lainnya, tetapi perusahaan tidak   bisa melakukan diskriminasi harga. 0ontohnya, suatu perusahaan alat

telekomunikasi melakukan kerjasama dengan penyedia layanan komunikasi dengan memberikan harga yang lebih murah jika membeli produk yang telah dibundling dibandingkan jika membeli produk seara terpisah.

- Prestige Priing mengau pada penentuan harga yang tertinggi dengan sengaja untuk menarik konsumen yang berorientasi kepada gengsi. 0ontohnya, banyak  orang yang rela mengeluarkan uang sebesar 54,444 hingga 5F4,444 untuk  mengendarai mobil "aredes Ben8 dibandingkan mobil lain yang sejenis dengan harga yang lebih murah, dikarenakan gengsi yang lebih tinggi dengan mengendarai mobil "eredes tersebut.

- *kimming mengau pada penentuan harga yang tinggi ketika sebuah produk  dilunurkan dan seara bertahap harganya diturunkan. al ini dilakukan karena sulitnya menentukan jumlah permintaan dan harga yang sebaiknya dikenakan untuk suatu produk. *kimming banyak dilakukan untuk produk seperti mesin ui, kulkas, komputer dan lain'lain.

- ?alue Priing mengau pada penjualan barang'barang berkualitas pada tingkat harga yang lebih rendah dari sebelumnya. al ini dilakukan untuk  meningkatkan kesadar konsumen terhadap barang yang diproduksi.

- Prie "ahing adalah strategi penentuan harga dari perusahaan yang mengiklankan harga produkIjasa dan berjanji mengimbangi harga yang lebih rendah yang dita&arkan pesaingnya.

- Aution Priing adalah strategi penentuan harga dimana para pembeli dan para  penjual melakukan pena&aran untuk barang yang akan dijual.

Referensi

Dokumen terkait

(3) Bagi Satuan Pendidikan tingkat SMP, SMA dan SMK yang menyelenggarakan PPDB Online melalui seleksi TPA, dapat dilaksanakan setelah proses verifikasi pendaftaran

silan Passing Grade mening kat Tingkat standar kecerda san calon mahasi swa mening kat Nilai passing grade naik Nilai meningkat di atas rata-rata 7 Menurunk an daya

Input data, yaitu: data Sumber PLN, Trafo, Saluran, dan beban yang diperoleh dari sistem yang terkait dengan catu daya Kawasan GI PUSPIPTEK dalam hal ini menggunakan catu

Dari segi penerimaan pajak Realisasi pemeriksaan diukur dalam satuan rupiah surat ketetapan pajak (SKP). Target Pemeriksaan adalah sasaran yang harus dicapai dan

 Dari 3 variabel pemangku kepentingan (X) yang mempengaruhi keberhasilan bangunan hijau, variabel dampak pemangku kepentingan (X2) memiliki nilai loading factor

Masalah yang penulis dapatkan dari observasi sementara di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkalis pada akhir bulan Januari 2018,

Untuk membuka file powerpoint yang ada atau yang pernah kita buat sebelumnya, bisa dilakukan dengan langkah cara Klik menu File -&gt; Open (bisa dengan

Perjalanan darat melalui jalan lintas Sumatera menempuh jarak 80 km yang diperhitungkan mulai dari pelabuhan Bakauheuni ( 0 km ) s/d pintu masuk kota Bandar Lampung ( 80 km