Laporan Kegiatan Promosi Kesehatan Tuberculosis

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN TUBERCULOSIS (TBC)

LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN TUBERCULOSIS (TBC)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Alh

Alhamd

amduli

ulilla

llah,

h, seg

segala

ala Puj

Puji

i hany

hanya

a bag

bagi

i All

Allah

ah yang

yang tel

telah

ah mem

memberi

berikan

kan rah

rahmat

mat ser

serta

ta

 petunjuknya-Nya

 petunjuknya-Nya sehingga

sehingga kami

kami dapat

dapat menyelesaikan

menyelesaikan proposal

proposal “Laporan

“Laporan Kegiatan

Kegiatan Promosi

Promosi

Kesehatan” ini. Proposal Laporan kegiatan ini disusun dengan maksud untuk mempermudah para

Kesehatan” ini. Proposal Laporan kegiatan ini disusun dengan maksud untuk mempermudah para

 pembaca khususnya para mahasisa dan masyarakat pada umumnya.

 pembaca khususnya para mahasisa dan masyarakat pada umumnya.

!capan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam

!capan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam

 penyusunan

 penyusunan proposal

proposal ini,

ini, khususnya

khususnya kepada

kepada dosen

dosen pengampu

pengampu mata

mata kuliah

kuliah Keperaatan

Keperaatan

Ko

Komu

muni

nita

tas

s yan

yang

g te

tela

lah

h me

memb

mber

erik

ikan

an ar

araha

ahan

n da

dan

n bi

bimbi

mbing

ngan

an se

sehi

hing

ngga

ga pr

propo

oposal

sal in

ini

i da

dapat

pat

terselesaikan.

terselesaikan.

Kami menyadari baha proses

Kami menyadari baha proses penyusunan proposal laporan kegiatan

penyusunan proposal laporan kegiatan ini tidaklah mudah

ini tidaklah mudah

sehingga memungkinkan adanya banyak kekurangan dan kesalahan dalam teknik penulisan, tata

sehingga memungkinkan adanya banyak kekurangan dan kesalahan dalam teknik penulisan, tata

 bahasa

 bahasa maupun

maupun isinya.

isinya. "leh

"leh karena

karena itu,

itu, kami

kami sangat

sangat harapkan

harapkan kritik

kritik dan

dan saran

saran yang

yang bersi#at

bersi#at

membangun, guna penyempurnaan proposal yang selanjutnya.

membangun, guna penyempurnaan proposal yang selanjutnya.

$emoga proposal laporan kegiatan promosi kesehatan ini

$emoga proposal laporan kegiatan promosi kesehatan ini dapat berman#aa

dapat berman#aat. Akhir kata,

t. Akhir kata,

kami sampaikan terima kasih.

kami sampaikan terima kasih.

%ataram,

%ataram, &'

&' januari

januari ()&*

()&*

Penyusun

Penyusun

(2)

+ALA%AN !!L... i

KAA P/N0ANA1... ii

A2A1 3$3... iii

4A4 3 P/NA+!L!AN... .... &

&. LAA1 4/LAKAN0 ... &

(. !!AN ... 5

5. %AN2AA ... 5

4A4 33 %/"/ P/LAK$ANAAN... .... *

&. $1A/03 P/LAK$ANAAN ... ... .... *

(. 1/N6ANA 7AK! AN /%PA P/LAK$ANAAAN...

*

5. $AP 46 ... 8

*. %A/13 P/N9!L!+AN ... ... &)

A2A1 P!$AKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sehat menurut WHO merupakan suatu keadaan sempurna baik fsik, mental, sosial dan spiritual serta dak hanya bebas dari penyakit ataupun kelemahan. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar seap manusia. Hal ini sangat penng dalam membantu kita untuk melakukan akvitas kehidupan serta runitas kita sehari-hari. Bila keadaan kita dak baik sakit! maka itu akan mempengaruhi produkftas kita "uga. #elihat penngnya hidup sehat tersebut, maka sudah semesnya kita men"aga perilaku kita dan sadar akan penngnya hidup sehat agar terhindar dari serangan penyakit. $kan tetapi, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum sadar akan penngnya hidup sehat tersebut, sehingga mereka kurang memperhakan masalah kebersihan lingkungan sekitar tempat nggal mereka

(3)

dan mengakibatkan rentannya terserang oleh suatu penyakit, baik yang si%atnya dak menular bahkan sampai penyakit menular seper &B', dan lain-lain.

(i )ndonesia, masalah kesehatan masih men"adi masalah yang serius dan sulit dihindarkan oleh karena kurangnya kesadaran diri dari penduduknya. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini marak dibi*arakan di semua kalangan bahkan di seluruh pen"uru dunia adalah masalah penyakit menular yang merupakan an*aman bagi kehidupan. Salah satunya adalah penyakit &uber*ulosis &B'!. +enyakit &uber*ulosis &B'! merupakan penyebab kemaan terbanyak dibanding dengan penyakit in%eksi lain. (i )ndonesia &B' merupakan penyebab kemaan peringkat kega setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit perna%asan serta men"adi peringkat pertama dari golongan penyakit in%eksi. Seap tahunnya, WHO memperkirakan ter"adi ./// kasus &B' baru di )ndonesia dan kemaan karena &B' sekitar 01/./// orang (epkes, 2//!. &B' adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman #y*oba*terium tuber*ulosis. Sumber penularan adalah penderita &B' B&$ Basil &ahan $sam! posi%  pada 3aktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet. Orang dapat terin%eksi kalau droplet terhirup ke dalam saluran perna%asan (epkes, 2//!.

$danya %enomena insidensi dan prevalensi kasus &B' di seluruh dunia, yang dikenal sebagai %enomena &B' global, telah mendorong Badan Kesehatan (unia WHO! mendeklarasikan global health emergencypada bulan maret 044, untuk menyadarkan dunia bah3a kita sedang menghadapi an*aman serius penyakit &B'. +ada bulan September 2///, diselenggarakan Kon%erensi &ingkat &inggi K&&! #ilenium +erserikatan Bangsa-Bangsa +BB! yang di iku oleh 04 negara anggota. Kon%erensi itu menyepaka untuk mengadopsi tu"uan +embangunan #ilenium atau #ilenium (evelopment 5oals #(5s!. #(5s memiliki  tu"uan yang ingin di*apai sampai dengan tahun 2/0, salah satunya adalah memerangi H)67$)(S, malaria dan penyakit menular lain seper &B' dan lain-lain.

(engan adanya #(5s ini, diharapkan dapat membantu mengurangi masalah yang ada khususnya mengenai insidensi dan prevalensi penyakit &B', seper yang telah ter*antum dalam tu"uan dari pembangunan #(5s itu sendiri. 8elaslah bagi kita bah3a penurunan insidensi dan prevalensi penyakit &B' men"adi salah satu tu"uan #(5s yang mes kita per"uangkan bersama-sama, karena ter*apainya satu tu"uan akan mendekatkan pada pen*apaian tu"uan yang lainnya. Sebagai tenaga kesehatan, tentunya kita "uga memiliki tanggung "a3ab sendiri untuk men*apai tu"uan #(5s tersebut khususnya dalam kasus pen*egahan insidensi penyakit &B'. Oleh karena itu, menyadarkan masyarakat akan penngnya hidup sehat merupakan pokok utama yang harus dilakukan sebagai upaya pen*egahan dini terhadap penularan penyakit &B' ini.

(4)

Berdasarkan hal tersebut di atas, kami mahasis3a S&)K9S :$;S) #ataram berinisia% untuk mengadakan +enyuluhan Kesehatan tentang +enyakit &B' yang bertu"uan untuk memberikan in%ormasi kepada masyarakat khususnya keluarga-keluarga pengidap &B' tentang *ara penularan serta pen*egahan penyakit tersebut. Selain itu, setelah melakukan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit &B' dan pen*egahannya sehingga masyarakat sadar dan dapat mengubah paradigma tentang penngnya pola hidup sehat, khususnya dalam men*egah ter"adinya penularan penyakit &B' se*ara luas yang pada akhirnya dapat menurunkan insidensi dan prevalensi kasus &B' di <&B khususnya dan dunia pada umumnya.

B. Tujuan

0. 8angka +an"ang

#embantu menurunkan ter"adinya penularan &B', sehingga dapat menurunkan insidensi dan prevalensi kasus &B'.

2. 8angka +endek

=ntuk memberikan pengetahuan tentang &B +aru dan pen*egahan pada keluarga-keluarga dengan &B +aru.

C. Manfaat

0. #an%aat =mum

#ahasis3a memahami makna promosi kesehatan beserta beserta perkembangannya.

2. #an%aat khusus

a. #eningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam pen*egahan dan pen*arian pengobatan &B'.

b. #eningkatkan aksi nyata berbagai komponen masyarakat dalam pengendalian &B '.

(5)

BAB II

METODE PELAKSANAAN

A. Metode Pelakanaan

+enyuluhan dilakukan dengan metode dua arah yaitu penyampaian teori dan pembagian lea>et &B' yang diiku kegiatan tanya "a3ab. +enyampaian materi akan dilakukan oleh mahasis3a skes yarsi mataram dan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Kepera3atan Komunitas S&)K9S :$;S) #ataram. (engan memberikan materi yang mudah di menger dan menggunakan bahasa yang mudah di*erna oleh sasaran. Kami menggunakan motode pendekatan dengan sasaran agar lebih dapat mengetahui masalah apa yang ada pada sasaran dan sasaran lebih nyaman pada saat kami memberikan penyuluhan. ?ea>et &B' yang kami buat dengan kata-kata yang mudah dimenger dan mudah diba*a oleh sasaran dan kamipun menyertai gambar agar sasaran lebih dapaat memahami tentang &B' tersebut.

B. !en"ana #aktu dan Te$%at Pelakanaaan

Hari7&anggal @ Kamis, 2A "anuari 2/01

Waktu @ 8am /4.// 3ita

&empat @ 5unungsari ;& /4,;W@/ !

(6)

SATUAN ACA!A PEN&ULUHAN 'SAP( TBC

Bidang studi @ Kepera3atan Komunitas &opik @ &B'

Sub &opik @ +enanganan &B'

Sasaran @ +asien &B' dan keluarga. Hari7&anggal @ Kamis, / "anuari 2/01

8am @ /4.// 3ib

Waktu @ 2/ menit

&empat @ 5unungsari Kabupaten ?ombok Barat

$. ?atar belakang masalah

&uberkulosis &B'! adalah penyakit lama, namun sampai saat ini masih belum bisa dimusnahkan. 8ika dilihat se*ara global, &B' membunuh 2 "uta penduduk dunia seap tahunnya, dimana angka ini melebihi penyakit in%eksi lainnya. Bahkan )ndonesia adalah negara terbesar kega dengan "umlah pasien &B' terbanyak di dunia, setelah 'ina dan )ndia. &uber*ulosis &B'! ini merupakan penyakit yang dapat menular dan sangat men"adi perhaan dunia. Hingga saat ini, dak ada satu <egara pun yang bebas dari penyakit ini. $ngka kemaan dan kesakitan akibat #y*oba*terium &uber*ulosis ini sangat nggi.

Hingga kini, prevalensi pengidap &B' di )ndonesia saat ini diperkirakan sudah men*apai 24 per 0//./// penduduk dan insidensi telah men*apai angka 04 per 0//./// penduduk sudah teran*am

(7)

meninggal dunia seper yang telah diutarakan oleh (irektorat 8endral +engendalian +enyakit dan +enyehatan ?ingkungan, Kementerian Kesehatan ;epublik )ndonesiayang menghimpun angka tersebut se"ak tahun 2/00 yang lalu mengenai &uber*ulosis &B'! di )ndonesia. <amun, pada tahun 2/00 ini angka penyembuhan penyakit &B' tersebut suda sesuai dengan harapan yaitu sebesar 4/, persen pasien telah sembuh.

#engingat masalah tersebut di atas, dapat disimpulkan bah3a penyakit &B' ini merupakan penyumbang kemaan terbesar di dunia khususnya di )ndonesia. Oleh karena itu, hal ini perlu mendapat perhaan dari berbagai pihak khususnya pemerintah kesehatan ;epublik )ndonesia untuk men*egah penularan lebih lan"ut yang dapat mengakibatkan dampak yang lebih buruk lagi bagi masyarak, sehingga sangat perlu dilakukan pen*egahan dini terhadap penyakit &B' tersebut. (alam rangka menurunkan angka penularan penyakit &B' ini, kami berinisia% untuk melakukan sebuah kegiatan D+romosi Kesehatan tentan +enyakit &B'E yang diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dalam men*egah ter"adinya &B', sehingga dapat menurunkan angka penderita penyakit &B' tersebut.

B. &u"uan )nstruksional =mum &iu!

Setelah mengiku kegiatan penyuluhan diharapkan keluarga dapat mengin%ormasikan dan mengetahui tentang penyakit &B' sehingga dapat men"aga kesehatan dan lingkungan sekitar.

'. &u"uan )nstruksional Khusus &ik!

Setelah mengiku kegiatan penyuluhan diharapkan mahasis3a dapat men"elaskan kembali @

0. +engeran &B'

2. +roses penularan &B' . 5e"ala F ge"ala &B' 1. +en*egahan &B' . +engobatan &B'

(. #ateri +enyuluhan &erlampir

(8)

9. #etode +elaksanaan

Strategi yang digunakan dalam penyampaian penyuluhan ini berupa 0. 'eramah, dan

2. &anya 8a3ab .

G. ;en*ana +roses +elaksanaan

<O Waktu Kegiatan +enyuluhan Kegiatan +eserta 0 2 #enit +embukaan @

 #emberi Salam

 #en"elaskan tu"uan +embela"aran  #enyebutkan materi7pokok

bahasan yang akan disampaikan

 #en"a3ab Salam  #endengarkan dan

#emperhakan

2 0/ #enit +elaksanaan @

 #en"elaskan materi penyuluhan se*ara berurutan dan teratur

 #enyimak dan memperhakan #ateri @

0. +engeran &B' 2. 5e"ala F ge"ala &B' . +roses penularan &B' 1. +en*egahan &B' . +engobatan &B'

 #enyimak dan memperhakan

  #enit 9valuasi @

 #eminta sasaran men"elaskan atau menyebutkan kembali @ 0. +engeran &B'

2. 5e"ala F ge"ala &B' . 'ara pen*egahan &B'

 #emberikan pu"ian atas

keberhasilan sasaran men"a3ab pertanyaan

 Bertanya dan men"a3ab pertanyaan

1 2 #enit +enutup @

 #engu*apkan terimakasih dan mengu*apkan salam

(9)

5. #edia +enyuluhan

#edia +enyuluhan yang digunakan@ 0. #ateri S$+

2. ?ea>et

H. #etode 9valuasi

0. #etode 9valuasi @ &anya "a3ab 2. 8enis 9valuasi @ ?isan dan &ulisan

). Kriteria 9valuasi

). E*alua+ Struktur

a. +ersiapan #edia

#edia yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan dalam penyuluhan yaitu @

 #ateri S$+  ?ea>et

b. +ersiapan #ateri

#ateri disiapkan dalam bentuk #adding dan lea>et dengan ringkas, menarik, lengkap mudah di menger oleh peserta penyuluhan.

*. +ersiapan +eserta

+enyuluhan mengenai &B' diberikan kepada seluruh keluarga &n. D$E yang telah diin%ormasikan sebelum dilaksanakan penyuluhan.

,. E*alua+ Proe

a. +roses penyuluhan dapat berlangsung dengan lan*ar dan peserta penyuluhan memahami materi penyuluhan yang diberikan.

b. +eserta penyuluhan memperhakan materi yang diberikan.

*. Selama proses penyuluhan ter"adi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.

d. Kehadiran peserta diharapkan /I dan dak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.

-. E*alua+ Ha+l

a. #asyarakat mampu men"elaskan dan memahami pengeran &B'.

b. #asyarakat mahami dan mengetahui bagaimana ge"ala F ge"ala yang dimbulkan dari penyakit &B' *. #asyarakat mengetahui dan memahami bagaimana proses penularan &B'.

d. #asyarakat mengetahui dan memahami *ara pen*egahan penyakit &B'

e. #asyarakat mengetahui pengobatan yang tepat dan benar terhadap penyakit &B'.

C. Mater+

0. +engeran &B'

2. +roses penularan &B' . 5e"ala F ge"ala &B' 1. 'ara +en*egahan &B'

(10)

. +engobatan &B'

#ataram, 0A "anuari 2/01

Ketua ngkat $2 Kelompok penyuluh

S=') ;$H#$($<)! K9?O#+OK !

#engetahui, +engampu #ata Kuliah

 Sopian Halid, S. Kep., <ers., #. Kes. !

MATE!I

TUBE!KULOSIS 'TBC(

(11)

&uberkulosis &B' atau &B! adalah suatu penyakit in%eksi yang disebabkan oleh bakteri #ikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan 3aktu lama untuk mengobanya. Bakteri ini lebih sering mengin%eksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

)nsidensi &B' dilaporkan meningkat se*ara drass pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. (emikian pula di )ndonesia, &uberkulosis 7 &B' merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kemaan mortalitas!, angka ke"adian penyakit morbiditas!, maupun diagnosis dan terapinya. (engan penduduk lebih dari 2// "uta orang, )ndonesia menempa urutan kega setelah )ndia dan 'hina dalam hal "umlah penderita di antara 22 negara dengan masalah &B' terbesar di dunia.

Hasil survei Kesehatan ;umah &angga (epkes ;) tahun 0442, menun"ukkan bah3a &uberkulosis 7 &B' merupakan penyakit kedua penyebab kemaan, sedangkan pada tahun 04 merupakan penyebab kemaan keempat. +ada tahun 0444 WHO 5lobal Surveillan*e memperkirakan di )ndonesia terdapat ./// penderita &uberkulosis 7 &B' baru pertahun dengan 22./// B&$ posi% atau insidens rate kira-kira 0/ per 0//./// penduduk. Kemaan akibat &uberkulosis 7 &B' diperkira-kirakan menimpa 01/./// penduduk ap tahun.

8umlah penderita &B' paru dari tahun ke tahun di )ndonesia terus meningkat. Saat ini seap menit mun*ul satu penderita baru &B' paru, dan seap dua menit mun*ul satu penderita baru &B' paru yang menular. Bahkan seap empat menit sekali satu orang meninggal akibat &B' di )ndonesia.

Kenyataan mengenai penyakit &B' di )ndonesia begitu mengkha3arkan, sehingga kita harus 3aspada se"ak dini J mendapatkan in%ormasi lengkap tentang penyakit &B' .

B. Proe Penularan TBC

Sumber penularan adalah dahak penderita &B' yang mengandung kuman &B'. &B' menular melalui udara bila penderita batuk, bersin dan berbi*ara dan per*ikan dahaknya yang mengandung kuman &B' melayang-layang di udara dan terhirup oleh orang lain.

+enyakit &B' biasanya menular melalui udara yang ter*emar dengan bakteri #ikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita &B' batuk, dan pada anak-anak sumber in%eksi umumnya berasal dari penderita &B' de3asa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam

(12)

paru-paru akan berkembang biak men"adi banyak terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah!, dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelen"ar getah bening. Oleh sebab itulah in%eksi &B' dapat mengin%eksi hampir seluruh organ tubuh seper@ paru-paru, otak, gin"al, saluran pen*ernaan, tulang, kelen"ar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

C. 1ejala 2 gejala TBC

5e"ala penyakit &B' dapat dibagi men"adi ge"ala umum dan ge"ala khusus yang mbul sesuai dengan organ yang terlibat. 5ambaran se*ara klinis dak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga *ukup sulit untuk menegakkan diagnosa se*ara klinik.

0. 5e"ala sistemik7umum

a. (emam dak terlalu nggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seper in>uena dan bersi%at hilang mbul.

b. +enurunan na%su makan dan berat badan.

*. Batuk-batuk selama lebih dari  minggu dapat disertai dengan darah!. d. +erasaan dak enak malaise!, lemah.

2. 5e"ala khusus

a. &ergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila ter"adi sumbatan sebagian bronkus saluran yang menu"u ke paru-paru! akibat penekanan kelen"ar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara LmengiL, suara na%as melemah yang disertai sesak.

b. Kalau ada *airan dirongga pleura pembungkus paru-paru!, dapat disertai dengan keluhan sakit dada. *. Bila mengenai tulang, maka akan ter"adi ge"ala seper in%eksi tulang yang pada suatu saat dapat

membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar *airan nanah.

d. +ada anak-anak dapat mengenai otak lapisan pembungkus otak! dan disebut sebagai meningis radang selaput otak!, ge"alanya adalah demam ngg i, adanya penurunan kesadaran dan ke"ang-ke"ang.

+ada pasien anak yang dak menimbulkan ge"ala, &B' dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien &B' de3asa. Kira-kira /-/I anak yang kontak dengan penderita &B' paru de3asa memberikan hasil u"i tuberkulin posi%. +ada anak usia  bulan F  tahun yang nggal serumah

(13)

dengan penderita &B' paru de3asa dengan B&$ posi%, dilaporkan /I terin%eksi berdasarkan pemeriksaan serologi7darah.

D. Pen"ega3an dan Pengo0atan Pen4ak+t TBC 0. &ahap +en*egahan

Berkaitan dengan per"alanan alamiah dan peranan $gent, Host dan ?ingkungan dari &B', maka tahapan pen*egahan yang dapat dilakukan antara lain @

a. +en*egahan +rimer

(engan promosi kesehatan sebagai salah satu pen*egahan &B' paling e%ek%, 3alaupun hanya mengandung tu"uan pengukuran umum dan mempertahankan standar kesehatan sebelumnya yang sudah nggi.

+roteksi spesifk dengan tu"uan pen*egahan &B' yang melipu @

0! )munisasi $k%, melalui vaksinasi B'5 se*ara nasional dan internasional pada daerah dengan angka ke"adian nggi dan orang tua penderita atau beresiko nggi dengan nilai proteksi yang dak absolut dan tergantung Host tambahan dan lingkungan.

2! 'hemoprophylaMis, obat an &B' yang dinilai terbuk keka kontak di"alankan dan tetap harus dikombinasikan dengan pasteurisasi produk ternak.

! +engontrolan Gaktor +rediposisi, yang menga*u pada pen*egahan dan pengobatan diabetes, sili*osis, malnutrisi, sakit kronis dan mental.

b. +en*egahan Sekunder

(engan diagnosis dan pengobatan se*ara dini sebagai dasar pengontrolan kasus &B' yang mbul dengan  komponen utama N $gent, Host dan ?ingkungan.

Kontrol pasien dengan deteksi dini penng untuk kesuksesan aplikasi modern kemoterapi spesifk, 3alau terasa berat baik dari fnansial, materi maupun tenaga. #etode dak langsung dapat dilakukan dengan indikator anak yang terin%eksi &B' sebagai pusat, sehingga pengobatan dini dapat diberikan. Selain itu, pengetahuan tentang resistensi obat dan ge"ala in%eksi "uga penng untuk seleksi dari petun"uk yang paling e%ek%.

(14)

?angkah kontrol ke"adian kontak adalah untuk memutuskan rantai in%eksi &B', dengan imunisasi &B' nega% dan 'hemoprophylaMis pada &B' posi%. Kontrol lingkungan dengan membatasi penyebaran penyakit, disin%eksi dan *ermat mengungkapkan invesgasi epidemiologi, sehingga ditemukan bah3a kontaminasi lingkungan memegang peranan terhadap epidemi &B'. #elalui usaha pembatasan kedakmampuan untuk membatasi kasus baru harus dilan"utkan, dengan israhat dan menghindari tekanan psikis.

*. +en*egahan &ersier

;ehabilitasi merupakan ngkatan terpenng pengontrolan &B'. (imulai dengan diagnosis kasus berupa trauma yang menyebabkan usaha penyesuaian diri se*ara psikis, rehabilitasi penghibur selama %ase akut dan hospitalisasi a3al pasien, kemudian rehabilitasi peker"aan yang tergantung situasi individu. Selan"utnya, pelayanan kesehatan kembali dan penggunaan media pendidikan untuk mengurangi *a*at sosial dari &B', serta penegasan perlunya rehabilitasi.

2. +engobatan

+engobatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap a3al intensi%! dan tahap lan"utan. ?ama pengobatan - bulan, tergantung berat ringannya penyakit. +enderita harus minum obat se*ara lengkap dan teratur sesuai "ad3al berobat sampai dinyatakan sembuh. (ilakukan ga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kema"uan pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap a3al, sebulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan.

. #endiagnosa &B'

Harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. Seseorang dipaskan menderita &B' bila dalam dahaknya terdapat kuman &B'.

(15)

a. +ada 3aktu datang pertama kali untuk periksa ke unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Se3aktu pertama S!.

b. (ahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun dur, kemudian diba3a dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan, disebut dahak +agi +!.

*. (ahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi, disebut dahak Se3aktu kedua S!.

1. &empat pengobatan penderita &B'

+uskesmas, Balai +engobatan +enyakit +aru-+aru B+1!, ;umah Sakit, klinik dan dokter praktek s3asta. (i +uskesmas, penderita bisa mendapatkan pengobatan &B' se*ara *uma-*uma 5;$&)S!.

. #engetahui kema"uan pengobatan

Keluhan berkurang atau hilang, berat badan bertambah, na%su makan meningkat. +emeriksaan dahak pada akhir tahap a3al "uga menun"ukkan hasil nega%.

(16)

(r. $ndi =tama, +eneli +uslit Bioteknologi-?)+) hp@77333.beritaiptek.*om7

hp@77333.keepkidshealthy.*om73el*ome7in%e*onsguide7tuber*ulosis.html

hp@77333.medi*astore.*om7tb*7I2/hp@77update.tb*indonesia.or.id7indeM.php

333.tb*indonesia.or.id

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :