BUKU PANDUAN MAHASISWA
BLOK 1.6
SIKLUS KEHIDUPAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG 2012
Jl.Perintis Kemerdekaan. Padang 25127. Telp.: +62 751 31746. Fax.: +62 751 32838 e-mail :
BukuPanduanMahasiswa 1
PENANGGUNG JAWAB
BLOK 1.6
SIKLUS KEHIDUPAN
Pembantu Dekan I, Koordinator Blok 1.6
Prof. DR. dr. Hj. Eryati Darwin, PA (K) Dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K) NIP. 195311091982112001 NIP. 196108271987032001
BukuPanduanMahasiswa 2
DAFTAR ISI
Halaman PenanggungJawab 1 Daftarisi 2 Daftarlampiran 3 Pendahuluan 4Tujuan Pembelajaran Umum 6
Lingkup bahasan 7 MetodePembelajaran 8 Evaluasi 9 Jadwalkegiatan 13 DaftarKuliahPengantar 10 Daftartopikpraktikum 12 Daftarreferensi 16
Modul 1. Dilemma NY Krusea 17
Modul 2. Pengalamantakterlupakan 18
Modul 3. Andidanabangnya 19
Modul 4. Tragedi yang takterlupakan 20 Modul 5. Nenekkutaksepertidululagi 21
Modul 6. Akhirsuatukehidupan 22
BukuPanduanMahasiswa 3
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Tim Pengelola Blok Sikluskehidupan 23 Lampiran 2. Daftar nama tutor Blok Sikluskehidupan 24 Lampiran 3. Daftar nama moderator dan narasumber diskusi pleno 25
Lampiran 4. Metode Seven Jump 26
BukuPanduanMahasiswa 4
PENDAHULUAN
Tumbuh kembang adalah proses yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Anak bukanlah dewasa kecil, tapi mempunyai sifat dan fisiologi yang berbeda dengan dewasa, ia harus bertumbuh dan berkembang dengan baik agar menjadi sosok berkualitas dan berguna bagi masarakat.
Siklus kehidupan dimulai dari pertumbuhan sel, tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa dan selanjutnya mengalami proses penuaan serta penurunan fungsi organ.
Pada blok ini akan dipelajari pertumbuhan dan perkembangan intrauterin, bayi baru lahir, masa perinatal, neonatus, bayi, balita, usia sekolah, remaja, dan perubahan pada usia tua serta semua faktor yang mempengaruhi proses ini.
Setelah bayi lahir akan terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang terdiri dari beberapa tahapan penting sejak masa bayi, anak, remaja, mencapai dewasa dan akhirnya akan mengalami penuaan.
Dalam tahapan proses bertumbuh dan berkembang sangat banyak keadaan yang dapat mempengaruhi yaitu faktor internal maupun eksternal. Untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal memerlukan tiga kebutuhan utama yang harus didapatkan seorang anak antara lain “asah, asuh dan asih”
Menua adalah proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang “frail” dengan berkurangnya sebagian besar cadangan system fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan kematian. Sering dengan bertambahnya usia, terjadi berbagai perubahan fisiologis yang tidak hanya berpengaruh terhadap penampilan fisik, namun juga terhadap fungsi dan tanggapannya pada kehidupan sehari-hari.
Gerontology adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan semua aspek biologi, sosiologi, dan sejarah yang terkait dengan penuaan. Geriatric merupakan cabang ilmu kedokteran yang mengobati kondisi dan penyakit yang dikaitkan dengan proses menua dan usia lanjut. Pasien geriatric adalah pasien usia lanjut dengan multipatologi.
Karakteristik pasien geriatri adalah : Multipatologi, tampilan klinis tidak khas, polifarmasi, fungsi organ menurun, usia lebih dari 60 tahun, gangguan status fungsional, gangguan nutrisi dan gizi.
Menatalaksana pasien anak membutuhkan pendekatan paripurna dimulai dari usaha promotif, preventif, kuratif dan kuratif dengan memperhatikan kebutuhan asah, asih dan asuh. Menatalaksana pasien geriatri juga mebutuhkan penatalaksanaan yang paripurna yang dilakukan dengan system kerja yang bersifat interdisiplin.
Proses pembelajaran yang dipersiapkan adalah kuliah pengantar, diskusi tutorial, praktikum, diskusi pleno, laboratorium keterampilan (skills lab) dan evaluasi di akhir blok.
Blok ini merupakan integrasi beberapa bidang ilmu seperti anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, IPD, IKA, OBGIN, IKM, Farmakologi, Psikiatri, Ilmu Syaraf, dan Ilmu Gizi.
Area kompetensi yang diacu adalah komunikasi efektif, landasan ilmiah ilmu kedokteran, pengelolaan informasi, mawas diri dan pengembangan diri, etika, moral, medikolegal dan professionalisme serta keselamatan pasien.
BukuPanduanMahasiswa 5
Tujuan blok 1.6 adalah : Mahasiswa mampu menjelaskan siklus hidup / tumbuh kembang anak mulai dari masa janin sampai tua serta faktor yang mempengaruhinya.
BukuPanduanMahasiswa 6
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
Pada akhir modul, mahasiswa mampu :
1. Menjelaskan pertumbuhan intrauterin pada kehamilan normal serta berbagai faktor yang mempengaruhi
2. Menjelaskan keadaan fisiologis bayi baru lahir, perinatal, dan neonatus serta permasalahannya dengan menggunakan pendekatan sebagai dokter keluarga
3. Menjelaskan tumbuh kembang bayi dan balita serta gangguannya dengan menggunakan pendekatan sebagai dokter keluarga
4. Menjelaskan tahap tumbuh kembang anak usia sekolah dan remaja serta gangguannya dengan menggunakan pendekatan sebagai dokter keluarga 5. Menjelaskan aspek kesehatan pada usia lanjut dengan menggunakan
pendekatan sebagai dokter keluarga
6. Menjelaskan sindrom geriatri dan prinsip tatalaksana dengan menggunakan pendekatan sebagai dokter keluarga
BukuPanduanMahasiswa 7
LINGKUP BAHASAN
Lingkup bahasan dalam blok siklus kehidupan berdasarkan pada masalah kesehatan yang terjadi pada siklus kehidupan sesuai dengan lampiran daftar penyakit pada standar kompetensi dokter. Tingkat pencapaian mahasiswa pada masing-masing penyakit ditentukan berdasarkan standar dan insidens penyakit. Tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan dokter :
Tingkat Kemampuan 1
Dapat mengenali dan menempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenal gambaran klinik ini, dan tahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level.
Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, Dokter segera merujuk.
Tingkat Kemampuan 2
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya
Tingkat Kemampuan 3
3a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat).
3b. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).
Tingkat Kemampuan 4
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.
BukuPanduanMahasiswa 8
METODE PEMBELAJARAN
A. Aktivitas Pembelajaran. a. Tutorial.
Diskusi kelompok dengan tutor dijadwalkan dua kali seminggu dengan menggunakan metode seven jumps. Jika berhalangan hadir karena sesuatu hal, mahasiswa yang bersangkutan harus menginformasikan kepada tutor dalam waktu 2 x 24 jam.
b. Skills Lab.
Kegiatan untuk mendapatkan keterampilan medik, mulai dari komunikasi, keterampilan laboratorium, keterampilan prosedural dan keterampilan klinik c. Praktikum
Kegiatan yang dilakukan di laboratorium, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang teori.
d. Kuliah pengantar
Kuliah yang diberikan oleh pakar, yang bertujuan untuk memberikan pedoman kepada mahasiswa dalam mempelajari suatu topik.
e. Konsultasi dengan fasilitator / instruktur / pakar.
Konsultasi dengan pakar apabila diperlukan dengan membuat perjanjian sebelumnya
f. Belajar mandiri
Sebagai seorang pelajar dewasa, anda diharapkan untuk melakukan belajar mandiri, suatu keterampilan yang penting untuk karir anda ke depan dan perkembangannya. Keterampilan ini meliputi mengetahui minat anda sendiri, mencari informasi yang lebih banyak dari sumber pembelajaran yang tersedia, mengerti informasi dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dan berbagai aktivitas, menilai pembelajaran anda sendiri dan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran selanjutnya. Tidaklah cukup belajar hanya dari catatan kuliah atau buku teks. Belajar mandiri adalah ciri yang penting pada pendekatan PBL dan belajar harus dianggap sebagai perjalanan yang tiada akhir tanpa batas untuk memperoleh informasi.
g. Diskusi kelompok tanpa tutor
Tergantung pada kebutuhan, mahasiswa juga dapat merancang pertemuan kelompok tanpa kehadiran tutor. Tujuan dari diskusi tanpa tutor bisa bervariasi, seperti mengidentifikasi pertanyaan secara teoritis, mengidentifikasi tujuan pembelajaran kelompok, untuk memastikan bahwa kelompok tersebut telah mengumpulkan cukup informasi, atau untuk mengidentifikasi pertanyaan praktis
BukuPanduanMahasiswa 9
EVALUASI
NO KOMPONEN BOBOT
1 Penilaian Tutorial 20%
2 Ujian Skills Lab 20%
3 Ujian Tulis (MCQ, PAQ) 60%
Ketentuan :
1. Mahasiswa yang akan mengikuti ujian tulis/skills lab/praktikum harus mengikuti persyaratan berikut :
a. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi tutorial 90% b. Minimal kehadiran dalam kegiatan skills lab 100% c. Minimal kehadiran dalam kegiatan praktikum 100%
2. Ketentuan penilaian berdasarkan peraturan akademik program sarjana Universitas Andalas tahun 2006.
Nilai Angka Nilai Mutu Angka Mutu Sebutan Mutu
90-100 A+ 4.00 Sangat cemerlang 85-89 A 3.75 Cemerlang 80-84 A- 3.50 Hampir cemerlang 75-79 B+ 3.25 Sangat baik 70-74 B 3.00 Baik 65-69 B- 2.75 Hampir baik
60-64 C+ 2.25 Lebih dari cukup
55-59 C 2.00 Cukup
50-54 C- 1.75 Hampir cukup
40-49 D 1.00 Kurang
<40 E 0.00 Gagal
Blue print ujiantulis
NO KOMPONEN PERSENTASE (%) 1 Modul 1 16.7 2 Modul 2 16.7 3 Modul 3 16.7 4 Modul 4 16.7 5 Modul 5 16.7 6 Modul 6 16.7
BukuPanduanMahasiswa 10
DAFTAR TOPIK KULIAH PENGANTAR
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
1 1. Pengantar Blok KP1.6.1.1 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
2. Fisiologi pertumbuhan janin
intrauterin dan factor-faktor yang mempengaruhi
KP1.6.1.2 Prof.dr. Rahmatina B Herman, PhD, AIF
3. Prinsip dasar diagnosis
kehamilan
KP1.6.1.3 dr. Ermawati, Sp.OG (K)
4. Fisiologi kehamilan sebagai
indicator pertumbuhan normal janin inta uterine
KP1.6.1.4 dr. Dovy Djanas, Sp.OG(K)
5. Peran nutrisi dan ANC terhadap
tumbuh kembang janin
KP1.6.1.5 dr. Yusrawati, Sp.OG(K)
6. Obat-obat yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan janin intrauterin
KP1.6.1.6 dr. Rahmawati, M.Kes
7. Infanticide KP1.6.1.7 dr. Rika susanti, Sp.F
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
2 1. Perawatan dan pemeriksaan
fisik bayi baru lahir
KP1.6.2.1 dr. Eny Yantri, Sp.A
2. Bayi berat lahir rendah KP1.6.2.2 dr. Eny Yantri, Sp.A
3. Manajemen laktasi KP1.6.2.3 dr. Gustina Lubis, Sp.A(K)
4. Beberapa kelainan congenital
yang sering pada bayi baru lahir
KP1.6.2.4 dr. Gustina Lubis, Sp.A(K)
5. Hipotermia, hipoglekimia pada
bayi baru lahir
KP1.6.2.5 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
6. Problem pernafasan pada bayi
baru lahir
KP1.6.2.6 dr. Eny Yantri, Sp.A
7. Hiperbilirubinemia pada bayi
baru lahir
KP1.6.2.7 dr. Eny Yantri, Sp.A
8. Infeksi dan kejang pada bayi
baru lahir
KP1.6.2.8 dr. Eny Yantri, Sp.A
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
3 1. Tahapan proses pertumbuhan
anak (ICP model)
KP1.6.3.1 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
2. Tahapan perkembangan pada
bayi dan balita dan stimulasi dini (termasuk peran imunisasi)
KP1.6.3.2 dr. Eva Chundrayetti, Sp.A(K)
3. Kebutuhan nutrisi pada bayi dan
balita
KP1.6.3.3 dr. Gustina Lubis, Sp.A(K)
4. Gangguan pertumbuhan anak KP1.6.3.4 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
5. Gangguan perkembangan dan
deteksi dini
KP1.6.3.5 dr. Eva Chundrayetti, Sp.A(K)
BukuPanduanMahasiswa 11
7. Gangguan gizi pada anak II KP1.6.3.7 dr. Gustina Lubis, Sp.A(K)
8. Kejang pada anak dan
komplikasinya (pelsi selebral dll)
KP1.6.3.8 dr. Iskandar Syarif, Sp.A(K)
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
4. 1. Tumbuh kembang anak sekolah KP1.6.4.1 dr. Eva Chundrayetti,
Sp.A(K)
2. Perkembangan mental
/Psikologi anak usia sekolah
KP1.6.4.2 dr. Amel Yanis, Sp.KJ
3. Gangguan tumbuh kembang
pada anak usia sekolah
KP1.6.4.3 dr. Eva Chundrayetti, Sp.A(K)
4. ADHD Autisme KP1.6.4.4 dr. Iskandar Syarif, Sp.A(K)
5. Gangguan belajar KP1.6.4.5 dr. Nadjmir, Sp.KJ
6. Child abuse, trafficking KP1.6.4.6 dr. Nadjmir, Sp.KJ
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
5. 1. Tumbuh kembang remaja dan
factor-faktoryang mempengaruhinya
KP1.6.5.1 dr. Eva Chundrayetti, Sp.A(K)
2. Proses terjadinya pubersitas KP1.6.5.2 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
3. Gangguan Pubersitas KP1.6.5.3 dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)
4. Farmakologi hormon (hormone
pertumbuhan, sex steroid dll)
KP1.6.5.4 Dra. Elly Usman, Msi. Apt
5. Perkembangan psikologi
bayi-remaja
KP1.6.5.5 dr. Amel Yanis, Sp.KJ
6. Gangguan psikologi/mental
bayi-remaja (termasuk sexual behavior)
KP1.6.5.6 dr. Yaslinda Yaunin, Sp.KJ
7. Penyalahgunaan obat/zat pada
bayi –anak
KP1.6.5.7 Dr.dr. Adnil edwin Nurdin, Sp.KJ
Minggu Topik Kuliah Pengantar Kode Topik Dosen Pemberi Kuliah
6.
1. Pengenalan geriatric dan proses
menua dan tanda-tanda kematian
KP1.6.6.1 dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
2. Kesehatan mental dan depresi
pada usia lanjut
KP1.6.6.2 Dr.dr. Adnil edwin Nurdin, Sp.KJ
3. Penururnan fungsi kongnitif
pada usia lanjut (MCI, VCI dan demensia)
KP1.6.6.3 dr. Yuliarni Syafrita, Sp.S
4. Kebutuhan dan masalah gizi
pada usia lanjut
KP1.6.6.4 Prof.dr. Nur Indrawati Lipoeto, PhD
5. Pengkajian dan
penatalaksanaan paripurna pasien usia lanjut
KP1.6.6.5 dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
6. Rasionalisasi pemberian obat –
polifarmasi , farmakokinetik, farmakodinamik dan interaksi
BukuPanduanMahasiswa 12
obat pada usia lanjut
7. Instabilitas dan jatuh pada usia
lanjut
KP1.6.6.7 dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
8. Immobilitas dan komplikasinya
pada usia lanjut
KP1.6.6.8 dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
9. Tanatologi KP1.6.6.9 dr. Rika Susanti, Sp.F
10.Peran rehabilitasi medic pada
geriatric
KP1.6.6.10 Dr.dr. Afriwardi, sp.KO
DAFTAR TOPIK PRAKTIKUM
Minggu Topik Praktikum Kode topik praktikum
Penanggung Jawab Tempat
1 Histologi Placenta muda dan tua
P1.6.1 Lab.Histologi
2 Gambaran mikroskopik payudara aktif/non aktif
BukuPanduanMahasiswa 13
JADWAL KEGIATAN AKADEMIK
BLOK 1.6. SIKLUS KEHIDUPAN TAHUN 2012
MINGGU KE JAM SENIN 7 – 5 - 2012 SELASA 8 – 5 - 2012 RABU 9 – 5 - 2012 KAMIS 10 – 5 - 2012 JUMAT 11 – 5 - 2012 I 07.00 – 07.50 UPACARA (C&D) KP1.6.1.2 (C&D) KP1.6.1.4 (A&B) KP1.6.1.6 (A&B) KP1.6.1.7 08.00 – 08.50 (A,B,C,&D) KP1.6.1.1 (A&B) KP1.6.1.2 (A&B) KP1.6.1.4 (C&D) KP1.6.1.6 (C&D) KP1.6.1.7 09.00 – 09.50 TUTORIAL 1 A,B,C,D (A&B) KP2.1.1.3 (C&D) KP1.6.1.5 TUTORIAL2 A,B,C,D Diskusi Pleno Minggu I 10.00 – 10.50 (C&D) KP1.6.1.3 (A&B) KP1.6.1.5 11.00 – 11.50 (B) P1.6.1.1 (A) P1.6.1.1 (D) P1.6.1.1 (C) P1.6.1.1 12.00 – 12.50
13.00 – 14.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT 14.00 – 15.00
(A) SL (B) SL (C) SL (D) SL BM
15.00 – 16.00
MINGGU KEE JAM SENIN 14 – 5 - 2012 SELASA 15 – 5 - 2012 RABU 16 – 5 - 2012 KAMIS 17 – 5 - 2012 JUMAT 18 – 5 - 2012 II 07.00 – 07.50 (C&D) KP1.6.2.1 (C&D) KP1.6.2.3 (A&B) KP1.6.2.6 Libur bersama 08.00 – 08.50 (A&B) KP1.6.2.1 (A&B) KP1.6.2..3 (C&D) KP1.6.2.6 09.00 – 09.50 TUTORIAL 3 A,B,C,D (A&B) KP1.6.2.4 TUTORIAL 4 A,B,C,D 10.00 – 10.50 (C&D) KP1.6 .2.4 (A) P1.6.1. 2 11.00 – 11.50 (C&D) KP1.6.2.2 (C&D) KP1.6 .2.5 (A,B,C&D) KP1.6.2.7 12.00 – 12.50 (A&B) KP1.6.2.2 (A&B) KP1.6.2.5 (A,B,C&D) KP1.6.2.8 13.00 – 14.00 (B) P1.6.1 .2 (C) P1.6.1 .2 (D) P1.6.1. 2 14.00 – 15.00 (A) SL (B) SL (C) SL 15.00 – 16.00
BukuPanduanMahasiswa 14 MINGGU KE JAM SENIN
21 – 5 - 2012 SELASA 22 – 5 - 2012 RABU 23 – 5 - 2012 KAMIS 24 – 5 - 2012 JUMAT 25 – 5 - 2012 III 07.00 – 07.50 (A&B) KP1.6.3.1 (A&B) KP1.6.3.2 (A&B) KP1.6.3.7 08.00 – 08.50 (C&D) KP1.6.3.1 (C&D) KP1.6.3.2 (C&D) KP1.6.3.5 (C&D) KP1.6.3.7 09.00 – 09.50 TUTORIAL 5 A,B,C,D (C&D) KP1.6.3.3 (A&B) KP1.6.3.5 TUTORIAL6 A,B,C,D Diskusi Pleno Minggu III 10.00 – 10.50 (A&B) KP1.6.3.3 (A&B) KP2.6.3.6 11.00 – 11.50 Diskusi Pleno Minggu II (A&B) KP1.6.3.4 (C&D) KP1.6.3.6 (A&B) KP1.6.3.8 12.00 – 12.50 (C&D) KP1.6.3.4 (C&D) KP1.6.3.8 ISTIRAHAT 13.00 – 13.50 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT 14.00 – 14.50
(A) SL (C) SL (A) SL (D) SL (D) SL
15.00 – 16.00
MINGGU KE JAM SENIN
28 – 5 - 2012 SELASA 29 – 5 - 2012 RABU 30 – 5 - 2012 KAMIS 31 – 5 - 2012 JUMAT 01 – 6 - 2012 IV 07.00 – 07.50 (A&B) KP1.6.4.1 (A&B) KP1.6.4.6 08.00 – 08.50 (C&D) KP1.6.4.1 (A&B) KP1.6.4.2 (C&D) KP1.6.4.4 (C&D) KP1.6.4.6 09.00 – 09.50 TUTORIAL 7 A,B,C,D (C&D) KP1.6.4.2 (A&B) KP1.6.4.4 TUTORIAL8 A,B,C,D Diskusi Pleno Minggu IV 10.00 – 10.50 (C&D) KP1.6.4.3 (A&B) KP1.6.4.5 11.00 – 11.50 (A&B) KP1.6.4.3 (C&D) KP1.6.4.5 12.00 – 12.50
13.00 – 14.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
ISTIRAHAT 14.00 – 15.00
(A) SL (B) SL (C) SL (D) SL
15.00 – 16.00
MINGGU KE JAM SENIN
04 – 6 - 2012 SELASA 05 – 6 - 2012 RABU 06 – 6 - 2012 KAMIS 07 – 6 - 2012 JUMAT 08 – 6 - 2012 V 07.00 – 07.50 (A&B) KP1.6.5.1 BM BM BM (A&B) KP1.6.5.7 08.00 – 08.50 (C&D) KP1.6.5.1 (C&D) KP1.6.5.2 (A&B) KP1.6.5.4 (C&D) KP1.6.5.7 09.00 – 09.50 TUTORIAL 9 A,B,C,D (A&B) KP1.6.5.2 (C&D) KP1.6.5.4 TUTORIAL10 A,B,C,D Diskusi Pleno Minggu V 10.00 – 10.50 (A&B) KP1.6.5.3 (A&B) KP1.6.5.5 11.00 – 11.50 (C&D) KP1.6.5.3 (C&D) KP1.6.5.5 (A&B) KP1.6.5.6 12.00 – 12.50 (C&D) KP1.6.5.6 BM
13.00 – 14.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
ISTIRAHAT 14.00 – 15.00
(A) SL (B) SL (C) SL (D) SL
15.00 – 16.00
TANGGAL 11 – 6 – 2012 SAMPAI DENGAN TANGGAL 15 – 6 – 2012 DILIBURKAN KARENA TEMPAT DI STERILKAN UNTUK UJIAN SNMPTN 2012.
BukuPanduanMahasiswa 15 MINGGU KE JAM SENIN
18 – 6 - 2012 SELASA 19 – 6 - 2012 RABU 20 – 6 - 2012 KAMIS 21 – 6 - 2012 JUMAT 22 – 6 - 2012 VI 07.00 – 07.50 (A&B) KP1.6.6.1 (A&B) KP1.6.6.3 BM (A&B) KP1.6.6.8 (A&B) KP1.6.6.10 08.00 – 08.50 (C&D) KP1.6.6.1 (C&D) KP1.6.6.3 (A&B) KP1.6.6.6 (C&D) KP1.6.6.8 (C&D) KP1.6.6.10 09.00 – 09.50 TUTORIAL 11 A,B,C,D (C&D) KP1.6.6.4 (C&D) KP1.6.6.6 TUTORIAL12 A,B,C,D Diskusi Pleno Minggu VI 10.00 – 10.50 (A&B) KP1.6.6.4 (C&D) KP1.6.6.7 11.00 – 11.50 (A&B) KP1.6.6.2 (A&B) KP1.6.6.5 (A&B) KP1.6.6.7 (A&B) KP1.6.6.9 12.00 – 12.50 (C&D) KP1.6.6.2 (C&D) KP1.6.6.5 (C&D) KP1.6.6.9 13.00 – 14.00 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT 14.00 – 15.00
(A) SL (B) SL (C) SL (D) SL
15.00 – 16.00
MINGGU KE JAM SENIN 25 – 6 - 2012 SELASA 26 – 6 - 2012 RABU 27 – 6 - 2012 KAMIS 28 – 6 - 2012 JUMAT 29 – 6 - 2012
VII 10.00 – 12.00 Ujian Blok 2.6
Ujian Blok 2.6
KETERANGAN :
1.
SL = Skills Lab2.
KP1.6.x.y = Kuliah pengantar Blok 1.6.minggu kex.topik ke y3.
P1.6.x = Praktikum Blok 1.6.topik xKETERANGAN TEMPAT KEGIATAN :
1.
Tutorial : Gedung tutorial ABCD dan EF2.
Kuliah Pengantar : Ruang Lokal I Gedung I-J3.
Skills lab : Gedung tutorial EF (F12,F13,F14,F15,F16,F17,F18,F19)4.
Praktikum : Laboratorium Histologi5.
Diskusi Pleno : AULA STUDENT CENTERBukuPanduanMahasiswa 16
DAFTAR REFERENSI
1. Aras WS. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1, Edisi V. Pusat Penerbit IPD
2. Buku Ajar Farmakologi dan Terapi. 2007. Edisi V. Departemen Farmakologi dan Terapi FKUI. Jakarta
3. Buku Ilmu Kedokteran Forensik. 1997. Kedokteran Forensik FK UI
4. Fanaroff AA, Martin RJ. 2006. Neonatal-Perinatal Medicine, Disease of the fetus and infant, , 8th edition. Mosby Elsevier
5. Hazard’s Geriatric Medicine and Gerontology, 6th edition. 2009. McGraw Hill 6. Kaplan And Sadock. Comprehensive Text Book Of Psychiatry
7. Katzung BG. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi 10. EGC Jakarta
8. Kliegman R, Behrman RE, Jensen HB, Stanton BF. 2007. Nelson Textbook of Pediatri, 18th edition. Saunders Elsevier
9. Mardjono M, Sudarta P. Neurologi Klinis Dasar. 10. PPDGJ III
11. Soetjiningsih. 1995.Tumbuh Kembang Anak. EGC jakarta
12. Sperling MA. 2008. Pediatric endocrinology, 3rd Edition. Saunders Elsevier 13. Tanner JM. 1990. Fetus Into Man Physical Growth, from Conception to
Maturity. Harvard University press
14. Textbook of Medical Physiology, Guyton AC, Hall JE, 11th Edition, Saunders Elsevier, 2006
BukuPanduanMahasiswa 17
MODUL 1
SKENARIO 1 : DILEMA NY. KRUSEA
Ny. Krusea usia 33 tahun datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya, pasien tidak haid sejak 4 bulan yang lalu, ini hamil yang ke empat, mempunyai anak hidup 1 orang. Dua anak sebelumnya meninggal pada usia 3 bulan dan 1 tahun akibat penyakit demam tinggi dan diare. Kedua anak tersebut lahir pada usia kehamilan cukup bulan dengan berat badan lahir 1,8 kg dan 2,1 kg.
Hasil pemeriksaan dokter didapatkan tanda vital dalam batas normal, konjungtiva anemis, tanda hamil muda (+), FUT : setengah pusat-SOP, Ballottement (+), hemoglobin 9 g/dl, gambaran slide darah tepi mikrositer hiprokrom. Setelah diberikan konseling, Dokter merujuk Ny.Krusea ke Rumah Sakit.
Dari hasil pemeriksaan Dokter di Rumah Sakit disimpulkan: Ny.Krusea menderita anemia defisiensi Fe. Pada hasil USG didapatkan pertumbuhan dan perkembangan janin normal sesuai usia kehamilan 16-17 minggu.
Dokter menjelaskan mengenai kondisi Ny. Krusea dan kehamilannya saat ini, pentingya peranan makro dan mikronutrien pada kehamilan, dan perlunya pemantauan kehamilan melalui ANC yang teratur, kemudian Dokter memberikan resep suplementasi mikronutrien dan obat yang dibutuhkan oleh pasien ini. Selanjutnya Dokter memberikan surat pengembalian rujukan kepada pasien untuk dapat melaksanakan ANC di Puskesmas sebelumnya. Bagaimana anda menjelaskan kondisi ibu dan janin Ny. Krusea?
BukuPanduanMahasiswa 18
MODUL II
SKENARIO 2 : PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN
Murni, mahasiswi kedokteran sedang bertugas di ruangan bayi menunggu kelahiran bayi yang lahir pervaginam. Sebelum menolong bayi tersebut Murni sudah mendapat bimbingan dari preseptornya tentang cara resusitasi pada bayi baru lahir dan harus mampu mencegah kejadian hipotermia. Murni sudah mengerti bahwa hipotermia dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak buruk terhadap tumbuh kembang nantinya.
Ketika bayi sudah lahir, Murni melakukan resusitasi dan melakukan penilaian dan pemeriksaan fisik bayi tersebut, apakah terdapat anomali kongenital. Setelah bayi dikeringkan segera dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan Murni juga menjelaskan kepentingan ASI terhadap tumbuh kembang anak.
Setelah selesai menolong dan merawat bayi tersebut, Murni kembali berdiskusi dengan preseptornya tentang kelainan yang mungkin terjadi pada bayi tersebut apabila tidak ditatalaksana dengan tepat seperti hipoglikemia, hiperbilirubinemia, kejang, sepsis neonatorum, sindrom gawat nafas dan lainnya serta kaitannya dengan BBLR.
Selesai melakukan tugasnya dan berdiskusi, Murni pergi beristirahat dengan senyum bangga dan bahagia atas pengalaman dan pelajaran yang tak terlupakan. Sambil beristirahat Murni membaca berita tentang penemuan mayat bayi di tempat sampah, dan dikirim ke RS untuk pemeriksaan. Bagaimana anda menjelaskan pengalaman Murni dan berita tentang penemuan mayat bayi dalam skenario di atas?
BukuPanduanMahasiswa 19
MODUL III
SKENARIO 3 : ANDI DAN ABANGNYA
Sekelompok mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani bedsite teaching dengan preseptornya membicarakan kasus Andi 4 tahun yang dirawat karena berat badannya tidak naik sejak 1 tahun ini, tingginya terlihat sama dengan adiknya yang masih berumur 2 tahun dan sampai saat ini belum bisa berjalan serta bicara.
Pada analisa kasus didapatkan Andi lahir cukup bulan ditolong bidan, riwayat makanan tidak sesuai dengan pola makan yang seharusnya, hanya mendapat susu formula saja sampai umur 1 tahun, sampai saat ini Andi hanya mau makan nasi dan sayur. Sejak berumur 2 bulan Andi tidak mendapat stimulasi yang baik dari ibu, diasuh oleh tetangga sebelah karena ibu ikut mencari nafkah. Sejak itu Andi sering sakit dan dibelikan obat oleh ibunya di toko obat.
Pada diskusi selanjutnya disimpulkan terdapat beberapa masalah pada Andi yaitu gizi buruk, perawakan pendek, gangguan perkembangan, tidak pernah mendapat imunisasi, pemberian obat yang tidak sesuai. Ketika diskusi berlangsung, si ibu menyatakan bahwa abangnya 6 tahun sangat berbeda dengan Andi.Dokter puskesmas mengatakan kakaknya itu menderita obesitas dan berisiko untuk menderita komplikasi nantinya. Bagaimana anda menjelaskan keadaan yang dialami oleh Andi dan abangnya?
BukuPanduanMahasiswa 20
MODUL IV
SKENARIO 4 : TRAGEDI YANG TAK TERLUPAKAN
Ibu Shandy jatuh pingsan begitu mendapatkan kabar anaknya Shandy 12 tahun, kelas VI SD berboncengan dengan ayahnya, mengalami tabrakan dengan pengendara sepeda motor lainnya. Suami dan anaknya meninggal dunia di tempat. Keluarga dan para tetangga berusaha untuk menyadarkan dan menenangkan Ibu Shandy, setelah sadar terlihat ia sangat sedih dan fikirannya melayang jauh memikirkan bagaimana ia melanjutkan kehidupannya kelak bersama dua anaknya yang lain, sedangkan ia selama ini hanya ibu rumah tangga saja. Beberapa hari kemudian ia teringat pada Shandy yang akan berangkat sekolah, Shandy adalah anak yang sehat dan mulai terlihat tanda-tanda pubertas serta rajin beribadah, selalu juara kelas.
Sebulan kemudian baru ibu Shandy memberanikan diri melihat ketempat kejadian, dimuka sebuah klinik yang merawat anak berkebutuhan khusus seperti Autisme, ADHD, Down Syndrome, dll. Ia juga baru tahu bahwa yang menabrak keluarganya adalah seorang murid SMA yang membawa motor dengan ugal-ugalan berasal dari keluarga kaya tetapi orang tuanya sangat sibuk. Ayahnya sangat otoriter dan sering memukuli anaknya. Selama ini ia cuma dirawat oleh pembantu, dan sering mengajak teman-temannya kerumah untuk minum minuman yang memabukkan. Pada saat kejadian ia baru saja mengadakan pesta dan membawa motor dalam keadaan mabuk.
BukuPanduanMahasiswa 21
MODUL V
SKENARIO 5 : NENEKKU TAK SEPERTI DULU LAGI
Nenek Atri, usia 65 tahun mengalami penurunan nafsu makan sejak 15 hari yang lalu. Biasanya makan habis satu piring, sekarang hanya mampumakan ½
piring sehingga berat badan tinggal 45 kg, dengan tinggi badan 160 cm.
Subuh tadi nenek jatuh terpeleset di kamar mandi saat akan berwudhu. Nenek mengatakan kepalanya pusing berputar. Nenek merasa nyeri pada pinggang kanan bila digerakkan. Setelah dirontgen ternyata nenek mengalami
fraktur collum femoris dextra. Dokter mengatakan nenek akan dioperasi.
Sejak satu tahun terakhir nenek sering lupa menaruh barang yang dimilikinya, misalnya: kacamata, dompet. Kadang-kadang lupa apakah sudah sholat atau belum. Nenek sudah diperiksa tes Mini Mental State Examination
(MMSE), nilai yang didapat adalah 24. Dokter mengatakan nenek mengalami Mild Cognitive Impairment (MCI).
Nenek menderita hipertensi, diabetes sejak 15 tahun yang lalu. Mata sudah rabun, karena ada katarak dan pendengaran kurang. Nenek rutin berobat ke poliklinik Geriatri RSU Dr. M. Djamil Padang diberi lima macam obat. Setelah dirawat nenek mendapat empat macam obat lagi, lalu timbul keluhan mual, perih ulu hati kadang-kadang muntah, sehingga nafsu makan makin turun.
BukuPanduanMahasiswa 22
MODUL VI
SKENARIO 6 : AKHIR SUATU KEHIDUPAN
Sejak kematian istri dua bulan yang lalu kakek Geri, 75 tahun kehilangan semangat hidup, sering murung, nafsu makan turun dan jarang pergi ke masjid. Sudah satu minggu kakek batuk berdahak kental, demam tidak begitu tinggi, tidak sesak napas. Oleh karena kondisi tersebut, badan terasa lemah, kalau berjalan harus dipapah.
Pagi tadi kakek gelisah dan bicara meracau.Tetangga mengatakan kakek kemasukan roh halus/”tasapo”, disarankan berobat kedukun kampung. Tapi anaknya memutuskan membawa kakek ke rumah sakit. Setelah diperiksa, cek laboratorium Hb, leukosit, hitung jenis dan foto torak, dokter UGD mengatakan kakek mengalami sindrom delirium akut dan pneumonia, sehingga harus dirawat.
Selama perawatan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) tidak bisa dikontrol, kakek mengalami inkontinensia urin dan inkontinensia alvi, sehingga dipasang kateter urin. Kondisi kakek semakin lemah, untuk berubah posisi miring pun tidak sanggup apalagi duduk. Setelah satu minggu dirawat kulit pada bokong dan tumit kemerahan, kakek telah mengalami imobilisasi dengan komplikasi ulkus dekubitus stadium 1. Beberapa hari kemudian kondisi kakek semakin lemah, kesadaran somnolen, tekanan darah turun, ujung jari tangan dan kaki teraba dingin, walaupun sudah dirawat secara interdisiplin. Waktu diperiksa, dokter menemukan pupil telah melebar dan refleks cahaya negatif. Akhirnya dokter menyatakan kakek Geri meninggal dunia.
Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada kakek Geri dan bagaimana seharusnya menatalaksananya?
BukuPanduanMahasiswa 23
Lampiran 1 :
TIM PENGELOLA
BLOK 1.6 (siklus kehidupan )
TAHUN AKADEMIK 2011/2012
Koordinator : Dr. EkaAgustiaRini,Sp.A(K) Wakil koordinator : Dr. Rose Dinda Martini,SpPD Anggota : 1. Dr. YuliarniSyafrita, Sp.S
2. Dr. Rahmatini, M. Kes 3. Dra.EllyUsman, MS.Apt Sekretariat : Bagian Akademik
BukuPanduanMahasiswa 24
Lampiran 2 :
DAFTAR NAMA TUTOR BLOK SIKLUS KEHIDUPAN
TAHUN AKADEMIK 2011/2012
No Nama Tutor Klp Tempat
1 Dr.dr. Rosfita Rasyid, M.Kes 1 Ruang A1 ( Gedung A,B,C,D ) 2 Drs. Julizar, M.Kes, Apt 2 Ruang A2 ( Gedung A,B,C,D ) 3 Dra. Arni Amir, MS 3 Ruang A3 ( Gedung A,B,C,D ) 4 Dra. Nasni Yetti 4 Ruang A4 ( Gedung A,B,C,D ) 5 Drs. Endrinaldi, MS 5 Ruang A5 ( Gedung A,B,C,D ) 6 Dra. Eliza Anas, MS 6 Ruang B1 ( Gedung A,B,C,D ) 7 Dra. Machdawati Masri, MSi. Apt 7 Ruang B2 ( Gedung A,B,C,D ) 8 Dr. drg. Isnindiah Koerniati 8 Ruang B3 ( Gedung A,B,C,D ) 9 Dra. Asterina, MS 9 Ruang B4 ( Gedung A,B,C,D ) 10 dr. Yulistini, M.Med.Ed 10 Ruang B5 ( Gedung A,B,C,D ) 11 Dr.Dra. Nuzulia Irawati, MS 11 Ruang C1 ( Gedung A,B,C,D ) 12 Dra. Hasmiwati, M.Kes 12 Ruang C2 ( Gedung A,B,C,D ) 13 Drs. Adrial, M.Kes 13 Ruang C3 ( Gedung A,B,C,D ) 14 Dra. Gusti Revilla, M.Kes 14 Ruang C4 ( Gedung A,B,C,D ) 15 dr. Netty Suharti, M.Kes 15 Ruang C5 ( Gedung A,B,C,D ) 16 Dr. Yusticia Katar. Apt 16 Ruang C6 ( Gedung A,B,C,D ) 17 Dra. Erlina Rustam, MS. Apt 17 Ruang D1 ( Gedung A,B,C,D ) 18 Dra. Elly Usman, MSi. Apt 18 Ruang D2 ( Gedung A,B,C,D ) 19 Dr.Dra. Eti Yerizel, MS. 19 Ruang D3 ( Gedung A,B,C,D ) 20 Dra. Yustini Alioes, MSi, Apt 20 Ruang D4 ( Gedung A,B,C,D ) 21 Drs. Almurdi, M.Kes 21 Ruang D5 ( Gedung A,B,C,D ) 22 Dra. Dian Pertiwi, MS 22 Ruang D6 ( Gedung A,B,C,D ) 23 drg. Mustafa , MS 23 Ruang E1 ( Gedung E / F ) 24 dr. Ulya Uti Fasrini 24 Ruang E3 ( Gedung E / F ) 25 dr. Roza Silvia 25 Ruang E4 ( Gedung E / F ) 26 dr. Detty Iryani, M.Kes, M.Pd.Ked 26 Ruang E5 ( Gedung E / F ) 27 Dra. Elmatris SY, MS 27 Ruang E6 ( Gedung E / F ) 28 Dra. Elizabeth Bahar, M.Kes 28 Ruang Tutorial Bagian Kimia 29 dr. Yuniar Lestari, M.Kes 29 Ruang Tutorial Bagian
BukuPanduanMahasiswa 25
Lampiran 3 :
DAFTAR NAMA MODERATOR DAN NARASUMBER
DISKUSI PLENO BLOK SIKLUS KEHIDUPAN
MG KE
HARI/ TANGGAL
JAM NAMA MODERATOR NAMA NARASUMBER
1 Jumat 11 mei 2012
09.00-10.50 dr. Ermawati, Sp.OG(K)
1. dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K)
2. Prof.dr.Rahmatina B Herman PhD. AIF 3. dr. Ermawati, Sp.OG (K) 4. dr. Dovy Djanas, Sp.OG (K 5. dr. Yusrawati, Sp.OG (K) 6. dr. Rahmatini, M.Kes 1. dr. Rika Susanti, Sp.F 2 Senin 21 Mei 2012 11.00-12.50
dr. Eny Yantri, Sp.A
1. dr. Eny Yantri, Sp.A 2. dr. Gustina Lubis, Sp.A (K) 3. dr. Eka Agustia Rini, Sp.A
(K) 3 Jumat
25 mei 2012
09.00-10.50
dr. Gustina Lubis, Sp.A (K)
1. dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K)
2. dr. Eva Chundrayetti, Sp.A (K)
3. dr. Gustina Lubis, Sp.A (K) 4. dr. Iskandar Syarif, Sp.A
(K) 4 Jumat
1 juni 2012
09.00-10.50
dr. Amel Yanis, Sp.KJ
1. Eva Chundrayetti, Sp.A 2. dr. Amel Yanis, Sp.KJ 3. dr. Iskandar Syarif, Sp.A
(K)
4. dr. Nadjmir, Sp.KJ 5 Jumat
8 Juni 2012
09.00-10.50
dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K)
1. dr. Eva Chundrayetti, Sp.A (K)
2. dr. Eka Agustia Rini, Sp.A (K)
3. Dra. Elly Usman, Msi, Apt 4. dr. Amel Yanis, Sp.KJ 5. dr. Yaslinda Yaunin, Sp.KJ 6. Dr.dr. Adnil Edwin Nurdin,
Sp.KJ 6 Jumat
22 Juni 2012
09.00-10.50
dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
1. dr. Rose Dinda Martini, Sp.PD
2. Dr.dr. Adnil Edwin Nurdin, Sp.KJ
3. dr. Yuliarni Syafrita, Sp. S 4. Prof. Dr. Nur Indrawati
Lipoeto, PhD 5. dr. Rahmatini, M.Kes 6. dr. Rika Susanti, Sp.F 7. Dr.dr. Afriwardi, Sp.KO
BukuPanduanMahasiswa 26
Lampiran 4 :
METODE SEVEN JUMP (TUJUH LANGKAH)
LANGKAH 1. Klarifikasi istilah/terminologi asing (yang tidak dimengerti)
• Proses
Mahasiswa mengidentifikasi kata-kata yang maknanya belum jelas dan anggota kelompok yang lain mungkin dapat memberikan definisinya. Semua mahasiswa harus dibuat merasa aman, agar mereka dapat menyampaikan dengan jujur apa yang mereka tidak mengerti.
• Alasan
Istilah asing dapat menghambat pemahaman. Klarifikasi istilah walaupun hanya sebagian bisa mengawali proses belajar.
• Output tertulis
Kata-kata atau istilah yang tidak disepakati pengertiannya oleh kelompok dijadikan tujuan pembelajaran (learning objectives)
LANGKAH 2. Menetapkan masalah
• Proses
Ini merupakan sesi terbuka dimana semua mahasiswa didorong untuk berkontribusi pendapat tentang masalah. Tutor mungkin perlu mendorong semua mahasiswa untuk berkontribusi dengan cepat tetapi dengan analisis yang luas.
• Alasan
Sangat mungkin setiap anggota kelompok tutorial mempunyai perspektif yang berbeda terhadap suatu masalah. Membandingkan dan menyatukan pandangan ini akan memperluas cakrawala intelektual mereka dan menentukan tugas berikutnya.
• Output tertulis
Daftar masalah yang akan dijelaskan
LANGKAH 3. Curah pendapat kemungkinan hipotesis atau penjelasan
• Proses
Lanjutan sesi terbuka, tetapi sekarang semua mahasiswa mencoba memformulasikan, menguji dan membandingkan manfaat relatif hipotesis mereka sebagai penjelasan masalah atau kasus. Tutor mungkin perlu menjaga agar diskusi berada pada tingkat hipotetis dan mencegah masuk terlalu cepat ke penjelasan yang sangat detail. Dalam konteks ini:
BukuPanduanMahasiswa 27
a. Hipotesis berarti dugaan yang dibuat sebagai dasar penalaran tanpa asumsi kebenarannya, ataupun sebagai titik awal investigasi
b. Penjelasan berarti membuat pengenalan secara detail dan pemahaman, dengan tujuan untuk saling pengertian
• Alasan
Ini merupakan langkah penting, yang mendorong penggunaan prior knowledge dan memori serta memungkinkan mahasiswa untuk menguji atau menggambarkan pemahaman lain; link dapat dibentuk antar item jika ada pengetahuan tidak lengkap dalam kelompok. Jika ditangani dengan baik oleh tutor dan kelompok, langkah ini akan membuat mahasiswa belajar pada tingkat pemahaman yang lebih dalam.
• Output tertulis
Daftar hipotesis atau penjelasan
LANGKAH 4. Menyusun penjelasan menjadi solusi sementara
• Proses
Mahasiswa akan memiliki banyak penjelasan yang berbeda. Masalah dijelaskan secara rinci dan dibandingkan dengan hipotesis atau penjelasan yang diajukan, untuk melihat kecocokannya dan jika diperlukan eksplorasi lebih lanjut. Langkah ini memulai proses penentuan tujuan pembelajaran (learning objectives), namun tidak disarankan untuk menuliskannya terlalu cepat.
• Alasan
Tahap ini merupakan pemrosesan dan restrukturisasi pengetahuan yang ada secara aktif serta mengidentifikasi kesenjangan pemahaman. Menuliskan tujuan pembelajaran terlalu cepat akan menghalangi proses berpikir dan proses intelektual cepat, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terlalu melebar dan dangkal.
• Output tertulis
Pengorganisasian penjelasan masalah secara skematis yaitu menghubungkan ide-ide baru satu sama lain, dengan pengetahuan yang ada dan dengan konteks yang berbeda. Proses ini memberikan output visual hubungan antar potongan informasi yang berbeda dan memfasilitasi penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang. (Perhatian: Dalam memori, unsur-unsur pengetahuan disusun secara skematis dalam frameworks atau networks, bukan secara semantis seperti kamus).
LANGKAH 5. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
• Proses
Anggota kelompok menyetujui seperangkat inti tujuan pembelajaran (learning objectives) yang akan mereka pelajari. Tutor mendorong mahasiswa untuk fokus, tidak terlalu lebar atau dangkal serta dapat dicapai dalam waktu yang tersedia. Beberapa mahasiswa bisa saja punya tujuan
BukuPanduanMahasiswa 28
pembelajaran yang bukan merupakan tujuan pembelajaran kelompok, karena kebutuhan atau kepentingan pribadi.
• Alasan
Proses konsensus menggunakan kemampuan seluruh anggota kelompok (dan tutor) untuk mensintesis diskusi sebelumnya menjadi tujuan pembelajaran yang tepat dan dapat dicapai. Proses ini tidak hanya menetapkan tujuan pembelajaran, akan tetapi juga mengajak semua anggota kelompok bersama-sama menyimpulkan diskusi.
• Output tertulis
Tujuan pembelajaran adalah output utama dari tutorial pertama. Tujuan pembelajaran seharusya berupa isu yang ditujukan pada pertanyaan atau hipotesis spesifik. Misalnya, "penggunaan grafik cantle untuk menilai pertumbuhan anak" lebih baik dan lebih tepat daripada ”topik global pertumbuhan”
LANGKAH 6. Mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
• Proses
Proses ini mencakup pencarian materi di buku teks, di literatur yang terkomputerisasi, menggunakan internet, melihat spesimen patologis, konsultasi pakar, atau apa saja yang dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi yang dicari. Kegiatan PBL yang terorganisir dengan baik meliputi buku program atau buku blok yang memuat saran cara memperoleh atau mengontak sumber pembelajaran spesifik yang mungkin sulit ditemukan atau diakses.
• Alasan
Jelas bagian penting dari proses belajar adalah mengumpulkan dan memperoleh informasi baru yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa
• Output tertulis
Catatan individual mahasiswa.
LANGKAH 7. Berbagi hasil mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
• Proses
Berlangsung beberapa hari setelah tutorial pertama (langkah 1-5). Mahasiswa memulai dengan kembali ke daftar tujuan pembelajaran mereka. Pertama, mereka mengidentifikasi sumber informasi individual, mengumpulkan informasi dari belajar mandiri serta saling membantu memahami dan mengidentifikasikan area yang sulit untuk dipelajari lebih lanjut (atau bantuan pakar). Setelah itu, mereka berusaha untuk melakukan dan menghasilkan analisis lengkap dari masalah.
BukuPanduanMahasiswa 29
• Alasan
Langkah ini mensintesis kerja kelompok, mengkonsolidasi pembelajaran dan mengidentifikasikan area yang masih meragukan, mungkin untuk studi lebih lanjut. Pembelajaran pasti tidak lengkap (incomplete) dan terbuka ( open-ended), tapi ini agak hati-hati karena mahasiswa harus kembali ke topik ketika ’pemicu’ yang tepat terjadi di masa datang.
• Output tertulis
BukuPanduanMahasiswa 30
Lampiran 5 :
LEMBAR PENILAIAN TUTORIAL KELOMPOK ….. NAMA TUTOR : ………. Blok : Diskusi ke : Modul : Tanggal : NO NO.BP NAMA MAHASISWA UNSUR PENILAIAN TOTAL NILAI Kehadiran Keaktifan dan kreativitas Relevansi Sikap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan : 1. Kehadiran
0 Tidak hadir atau terlambat > 10 menit 1 Terlambat <10 menit
2 Hadir tepat waktu
2. Keaktifan dan kreatifitas
0 Tidak memberikan pendapat selama diskusi tutorial 0,5 Memberikan pendapat setelah diminta ketua/tutor
1 Memberikan pendapat pada sebagian kecil LO atau selalu menyampaikan pendapat dengan cara membacakan buku/catatan/handout/dll
2 Memberikan pendapat pada sebagian besar LO atau kadang-kadang menyampaikan pendapat dengan cara membacakan buku/catatan/handout/dll
2,5 Memberikan pendapat pada sebagian besar LO tanpa membacakan
buku/catatan/handout/dll dan atau kreatif (menyampaikan secara sistematis atau menggunakan gambar/skema sehingga mudah dimengerti)
3 Menyampaikan pendapat pada setiap LO tanpa membacakan buku/catatan/handout/dll dan kreatif (menyampaikan secara sistematis atau menggunakan gambar/skema sehingga mudah dimengerti)
3. Relevansi
0 Pendapat yang disampaikan tidak relevan dengan LO atau tidak memberikan pendapat 1 Sebagian kecil dari pendapat yang disampaikan relevan dengan LO
2 Sebagian besar dari pendapat yang disampaikan relevan dengan LO 3 Semua pendapat yang disampaikan relevan dengan LO
BukuPanduanMahasiswa 31
4. Sikap
0 Menghambat jalannya diskusi atau tidak menghargai pendapat anggota lain (dominasi, mengejek atau menyela) atau tidak menghargai tutor
1 Tidak acuh atau melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan tutorial
1,5 Memberikan pendapat tanpa melalui ketua kelompok
2 Menunjukkan sikap menghargai pendapat dan peran anggota lain dan tutor
Padang,……….. Tutor,