Penambahan pupuk hayati jamur sebagai pendukung pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa) pada tanah salin
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian Azolla pinnata dan pupuk hayati yang terdiri dari Azotobacter dan Bakteri Pelarut Fosfat terhadap total jumlah
Pada dasarnya pupuk hayati berbeda dengan pupuk anorganik, seperti Urea, SP 36, atau MOP sehingga dalam aplikasinya tidak dapat menggantikan seluruh hara yang
Pada dasarnya pupuk hayati berbeda dengan pupuk anorganik, seperti Urea, SP 36, atau MOP sehingga dalam aplikasinya tidak dapat menggantikan seluruh hara yang
Berdasarkan penelitian ini, dapat di simulkan sebagai berikut: (1) pemberian pupuk cair hayati tidak memberikan perdedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman,
Pemberian pupuk hayati berbasis jamur mikoriza arbuskular dan rhizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman dengan interval aplikasi 2 minggu dan 1 bulan sekali dapat
Indeks hara tanah merupakan angka yang dipakai sebagai pengali yang disediakan untuk menghindari jumlah hara yang tidak cukup memenuhi kebutuhan tanaman. Disamping itu
Pada dasarnya pupuk hayati berbeda dengan pupuk anorganik, seperti Urea, SP 36, atau MOP sehingga dalam aplikasinya tidak dapat menggantikan seluruh hara yang
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi pupuk anorganik dengan pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan N- total tanah Tabel 4.. Hal ini diduga karena