7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web1. Internet
Internet pertama kali dikembangkan pada tahun 1969 dengan nama ARPANet (Advance Research Projects Agency Network) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense). ARPANet dibangun dengan sasaran untuk membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Pada awal 1980-an, ARPANet terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANet dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tetapi lama-kelamaan disebut Internet saja.
Menurut Padrosi (2009:1) “Internet (International Networking) adalah kumpulan dari berbagai komputer di seluruh dunia yang terhubung satu sama lain,yang lazim disebut worldwide network”. Internet merupakan identitas kooperatif, bentuk digital pengalaman manusia,yang mampu menampung dan melayani berbagai bentuk informasi dan kepentingan. Internet juga menjadi sarana untuk memasarkan produk seperti, alat elektronik, perangkat lunak, musik, gambar-gambar, multimedia, video, text, dan cara murah murah pembicaraan lokal. Namun berbeda dengan telephone, yang merupakan sistem penghubung dengan satu sambungan pada satu saat. Internet memberikan
hubungan yang dinamis dan terbuka bagi banyak orang pada saat bersamaan atau party-time.
Beberapa istilah yang sering digunakan dalam internet, antara lain:
a) WWW (World Wide Web)
Menurut Kuswayatno, dkk (2006:69) “WWW adalah kependekkan dari World Wide Web, merupakan suatu layanan Internet yang menggunakan konsep hypertext antar dokumen yang berkaitan”.
Pada WWW terdapat jurusan halaman web. Salah satu layanan aplikasi di internet adalah World Wide Web (WWW), pelayanan yang dikembangkan di internet menjadi layanan aplikasi yang paling yang popular digunaka pemakaian jaringan internet. WWW atau yang biasa disebut web, bekerja dengan teknologi yang biasa disebut hypertext, yang kemudian dikembangkan menjadi suatu protocol aplikasi yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protocol). WWW atau web merupakan fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa text, grafik, atau gambar, suara, animasi, dan sebagainya. Dengan kata lain WWW merupakan perpustakaan besar yang menyediakan berbagai buku dengan berbagai informasi.
b) Web Browser
Menurut Oktavian (2010:13) “Web browser adalah program komputer yang digunakan untuk membaca HTML, kemudian menerjemahkan dan menampilkan hasilnya secara visual ke layar komputer”.
Salah satu program web browser, seperti: Mozilla Firefox, Internet Explorer (IE), Opera, Safari, Google Chrome dan sebagainya. Fungsi web browser adalah
menerjemahkan kode (script) HTML yang biasanya juga ditambahkan JavaScript, menjadi sebuah informasi yang sudah tertata dan menarik secara visual.
c) Web Server
Menurut Oktavian (2010:11) “Web server adalah aplikasi yang berguna untuk menerima permintaan informasi dari pengguna melalui web browser, dan mengirimkan kembali informasi yang di minta melalui HTTP (Hypertext Transfer Protocol)”.
2. MySQL
MySQL termasuk jenis Relational Database Management System (RDBMS).
Itulah sebabnya istilah tabel, baris dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.
Menurut Hadi (2007:7) ”MySQL merupakan salah satu jenis database server
yang paling popular yang digunakan untuk membangun aplikasi web yang
menggunakan database sebagai sumber dan pengelola datanya.” Kepopuleran
MySQL dimungkinkan karena kemudahannya untuk digunakan, cepat secara kinerja query, dan mencukupi untuk kebutuhan database perusahaan-perusahaan skala menengah-kecil.
Selain MySQL, ada beberapa jenis pemrograman yang berorientasi database yang dapat digunakan untuk aplikasi di web seperti ORACLE. Oracle merupakan sebuah perusahaan besar di dunia yang cakupan bisnis salah satunya adalah penjualan software dan pembuatan software database yang diperuntukan bagi perusahaan-perusahaan besar di dunia, karena softwarenya tidak bebas di ”pasaran”
atau tidak free software maka sebagian besar perusahaan kecil atau menengah atau programmer web masih menggunakan database MySQL sebagai software database perusahaan atau webnya. Ada beberapa keunggulan MySQL diantaranya yaitu :
a) MySQL merupakan program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada
server yang memiliki multi-CPU.
b) Didukung program-program umum seperti C++, Java, Perl, PHP, Python, TCL
APIs, dll.
c) Bekerja pada berbagai platform (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).
d) Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.
e) Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host.
f) Mendukung ODBC untuk sistem operasi Microsoft Windows.
g) Mendukung Record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi.
3. E-Commerce
Menurut Sunarto (2009:27), menyimpulkan bahwa e-commerce merupakan proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara kedua belah pihak melalui internet (commerce net) dan sejenis mekanisme bisnis elektronik dengan fokus pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai media pertukaran informasi barang atau jasa baik antara instansi atau individu dengan instansi.
4. Dreamweaver CS6
Saat ini terdapat banyak software Adobe yang digunakan untuk mendesain
suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamweaver CS6 memiliki beberapa
kemampuan. Versi ini bukan hanya software untuk desain web, tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi web antara lain JSP, PHP, ASP, dan ColdFusion.
Menurut Sulistya (2013:1) menjelaskan ”Dreamweaver CS6 adalah sebuah editor profesional yang menggunakan HTML untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web ”.
Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh desainer web
dan programmer web untuk mengembangkan suatu situs web. Dreamweaver
memiliki ruang kerja, fasilitas, dan kemampuan yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas, baik dalam desain maupun pembuatan situs web.
Dreamweaver CS6 memiliki kemampuan untuk menyunting kode dengan lebih baik. Dreamweaver CS6 juga dapat melakukan print kode pada jendela Code View, serta memiliki fasilitas Code Hint yang membantu dalam urutan tag-tag, serta tag inspector yang sangat berguna dalam menangani tag-tag HTML.
5. XAMPP
Menurut Indrawan (2013:2) “XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas
program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemograman PHP dan Perl“.
6. PhpMyAdmin
Menurut Buana (2014:113) ”PHPMyAdmin adalah salah satu aplikasi yang
digunakan untuk memudahkan dalam melakukan pengelolaan database MYSQL”.
PHPMyAdmin merupakan aplikasi web yang bersifat open source, sehinnga banyak developer yang mengembangkan aplikasi ini. Keberadaan aplikasi PHPMyAdmin sangat memudahkan bagi para programmer untuk melakukan pengelolaan basis data MySQL karena sudah disediakan tampilan ( user interface ) yang lengkap dan menarik.
7. Personal Home Page (PHP)
Seperti sebagian besar bahasa script lainnya , PHP dapat ditanamkan langsung ke dalam HTML. Kode PHP dipisahkan dari HTML dengan menggunakan tanda start dan end. Ketika sebuah dokumentasi dibaca, prosesor PHP hanya menerjemahkan area yang ditandai saja, dan menampilkan hasil pada tempat yang sama.
Menurut Prasetio (2014:1) “PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang ditanam sisi server”. Artinya prosesor PHP dijalankan di server (Windows atau linux). Saat sebuah halaman dibuka dan mengandung kode PHP , prosesor itu akan menerjemahkan dan mengeksekusi semua perintah dalam halamam tersebut, dan kemudian menampilkan hasilnya ke browser sebagai halaman HTML
biasa. Karena penerjemah ini terjadi di server, sebuah halaman ditulis dengan PHP dapat dilihat dengan menggunakan semua jenis browser, di sistem operasi apapun.
PHP diperkenalkan pada tahun 1994 sebagai sebuah kumpulan script
freeware yang berbasis Perl dan dikenal sebagai “ Personal Home Page “ Tools. Pembuatnya bernama Rasmus Lerdorf. Ternyata paket tersebut banyak mengundang minat para developer dan professional. Pada tahun 1995, sebuah milis dibuat untuk menyediakan tempat diskusi termasuk memberikan feedback, perbaikan bug dan ide-ide kode script tersebut.
Terdorong untuk mengembangkan paket aslinya dengan fitur-fitur tambahan, Ledroft mengeluarkan PHP-F1 ( atau PHP2 pada tahun 1995 ). Versi ini sudah memiliki kemampuan untuk mengambil informasi yang dikirim dari form web dan mengubahnya menjadi variable yang dapat digunakan. Hal yang penting dari fungsi ini adalah bahwa kita bisa menangkap dan mengolah variable tadi sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi web yang interaktif dan lebih kompleks.
Dengan di releasenya versi 3 pada tahun 1998, PHP akhirnya tumbuh dengan sendirinya. Seperti C dan Pert, PHP adalah bahasa pemograman terstruktur dengan variable, fungsi dan kelas.
Pada versi PHP3 ini, PHP juga sudah memiliki dukungan terhadap berbagai macam database antara lain MySQL, mSQL, ODBC, Oracle, dan Sybase. Selain itu, PHP versi ini juga sudah bisa bekerja dengan gambar, file, FTP,XML dan teknologi lainnya.
Versi PHP4 dibangun kembali dengan prosesor utama yang lebih kuat, mesin PHP baru ( Zend ) menawarkan perbaikan kecepatan yang signifikan dibandingkan versi-versi PHP sebelumnya. PHP4 juga mendukung pengguna session ( cara yang lebih mudah untuk bekerja dengan cookies ), serta berbagai perbaikan tambahan kecil lainnya.
8. HTML
Menurut Nugroho (2006:48) “Hypertext Markup Language (HTML) merupakan bahasa pemformatan teks untuk dokumen-dokumen pada jaringan komputer yang dikenal sebagai World Wide Web (atau sering disebut sebagai web saja)”. HTML pada dasarnya merupakan himpunan bagian dari bahasa yang lebih luas angkauannya yaitu Standard Generalized Markup Language (SGML), yang merupakan merupakan sistem pengkodean dan pemformatan untuk dokumen yang ditampilkan di layar komputer maupun di kertas.
Yang juga penting, Barners-Lee menambahkan kemampuan multimedia pada dokumen-dokumen web. Berners-Lee mulai bekerja dengan hypertext pada awal tahun 1980-an dan prototipe-nya diimplementasikan oleh CERN pada tahun 1989. Selanjutnya ide-ide Berners-Lee secara cepat menyebar ke universitas universitas di seluruh dunia (dan akhirnya ke dunia komersial). Pada tahun 1989, Berners-Lee merumuskan suatu proposal tentang sebuah sistem hypertext yang memiliki 3 komponen sebagai berikut:
a. Antarmuka yang konsisten untuk semua jenis platform. Antarmuka ini harus menyediakan akses yang dapat digunakan oleh berbagai jenis komputer.
b. Akses informasi yang bersifat universal. Setiap pengguna harus dapat mengakses setiap informasi yang berbeda.
c. Antarmuka yang menyediakan akses ke berbagai jenis dokumen dan protocol.
9. CSS (Cascanding Style Sheet)
CSS mempunyai 2 bagian utama yaitu selector dan deklarasi. Yang dimaksud selectors biasanya element HTML yang ingin anda ubah, sedangkan deklarasi biasanya terdiri dari properti dan nilai, properti sendiri adalah atribut style yang ingin anda ubah, dan setiap properti memiliki nilai.
Menurut Prasetio (2014:252) “CSS adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk memperindah tampilan halaman web ( situs )”. Singkatnya dengan
menggunkan metode CSS ini kita dengan mudah mengubah secara keseluruhan sekaligus memformat ulang situs yang kita buat.
10.Adobe Photoshop CS5
Menurut Dyannita (2009:10) ”Photoshop adalah program berbasis pixel untuk mengolah hasil fotografi maupun menghasilkan lukisan yang diperoleh dari efek-efek khusus. Di samping kemampuannya sangat bagus untuk memanipulasi foto, program ini juga digunakan untuk mendesain grafis web”.
Adobe Photoshop, atau bisa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe System yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan
pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3, versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4, versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5, versi ketigabelas adalah Adobe Photoshop CS6, dan versi yang terakhir adalah versi keempatbelas Adobe Photoshop CS7.
11.Waterfall
Pendekatan SDLC dengan berbagai pekerjaan di suatu tahap diselesaikan terlebih dulu sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle – SDLC) adalah metode pengembangan sistem tradisional yang digunakan oleh berbagai perusahaan untuk proyek TI besar seperti infrastruktur TI.
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:28) menjelaskan bahwa “Model
Waterfall adalah model SDLC yang paling sederhana, model ini hanya cocok untuk
pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah – ubah”.
SDLC adalah kerangka kerja terstruktur yang terdiri atas berbagai proses berurutan untuk mengembangkan sistem informasi. Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur
hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun :
Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2014 : 29)
Gambar II.1. Waterfall Model
1. Analisis kebutuhan perangkat lunak (Analysis)
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk
menspesifikasikan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user dan perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain (Design)
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengkodean. Tahap ini menstranslasi kebutuhan perangkat lunak, dari tahap
analisis kebutuhan representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak, dari tahap analisis kebutuhan representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan kode program (Code)
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian (Test)
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai yang diinginkan.
5. Pendukung (Support) atau Pemeliharaan (Maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
Dari kenyataan yang terjadi sangat jarang model air terjun dapat dilakukan sesuai alurnya karena sebab berikut :
a. Perubahan spesifikasi perangkat lunak terjadi di tengah alur pengembangan. b. Sangat sulit bagi pelanggan untuk mendefinisikan semua spesifikasi di awal alur
pengembangan. Pelanggan sering kali butuh contoh (prototype) untuk
menjabarkan spesifikasi kebutuhan sistem lebih lanjut.
c. Pelanggan tidak mungkin bersabar mengakomodasikan perubahan yang
diperlukan di akhir alur pengembangan.
Model air terjun sangat cocok digunakan kebutuhan pelanggan sudah sangat
dipahami dan kemungkinan terjadinya perubahan kebutuhan selama
pengembangan perangkat lunak kecil. Hal positif dari model air terjun adalah struktur tahap pengembangan sistem jelas, dokumentasi dihasilkan di setiap tahap pengembangan, dan sebuah tahap dijalankan setelah tahap sebelumnya selesai dijalankan (tidak ada tumpang tindih pelaksanaan tahap).
2.2. Teori Pendukung
1. ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut Al fatta (2007:121) “ERD adalah gambar atau diagram yang menunjukkan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis”. ERD menggunakan simbol-simbol tertentu dalam menggambarkan elemen-elemen data.
a. Entitas (Entity)
Entitas adalah Objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya.
b. Relasi (relationship)
Relasi adalah hubungan antara satu entitas dengan entitas yang lain.
c. Atribut (attribute)
Atribut adalah elemen yang dimiliki entitas yang akan disimpan datanya berfungsi mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut.
d. Kardinalitas (cardinality)
Kardinalitas adalah banyaknya jumlah entitas yang saling berelasi. Kardinalitas ada tiga macam, yaitu :
1) One to one
Entitas pada himpunan A berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, begitu pula sebaliknya.
2) One to many
Setiap entitas pada himpunan A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3) Many to many
Setiap entitas pada himpunan A dapat berhubungan dengan banyak entitas.
2. Struktur Navigasi
Menurut Suyanto (2006:62) “Struktur Navigasi adalah struktur atau alir dari program”. Struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat aplikasi homepage. Struktur navigasi dapat di golongkan menurut kebutuhan akan objek, kemudahan pemakaian, keinteraktifitasannya, dan kemudahan yang membuatnya yang berpengaruh terhadap waktu pembuatan suatu situs web, bentuk dasar dari struktur navigasi adalah sebagai berikut:
1. Struktur Navigasi Satu Alur (Linier)
Menurut Suyanto (2006:62) “Struktur Navigasi Linear (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut”. Dengan kata lain struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat di tampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya dan tidak dapat menampilkan dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya.
Sumber: Suyanto (2006:62)
Gambar II.2.
2. Struktur Navigasi Tidak Berurut (Non Linier)
Menurut Suyanto (2006:62) Struktur penjejakan Non Linier (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur penjejakan Linear. Pada struktur ini diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Pemakai bebas menelusuri website tanpa dibatasi oleh suatu rute dimana kontrol navigasi dapat mengakses ke semua halaman manapun. Percabangan yang dibuat pada struktur Non Linear ini berbeda dengan percabangan pada struktur Hierarchi, karena pada percabangan Non Linear ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap – tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada Master Page dan Slave Page.
Sumber: Suyanto (2006:62)
Gambar II.3.
Struktur Navigasi Non - Linier
3. Struktur Navigasi Hirarki (Hierarchi)
Menurut Suyanto (2006:62) “Struktur Hierarchi (bercabang) ini percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu”. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka
seterusnya. Yang terpenting dari struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.
Sumber: Suyanto (2006:62)
Gambar II.4.
Struktur Navigasi Hierarchi 4. Struktur Navigasi Campuran (Composite)
Menurut Suyanto (2006:62) “Struktur Navigasi Campuran (Composite) atau disebut juga struktur penjejakan bebas merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linear, Non Linear dan Hierarchi”. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linear dalam percabangan tersebut.
Setiap struktur peta penjejakan seperti yang baru di bahas mempunyai fungsi dan tujuan tersendiri, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Penggunaan peta penjejakan bergantung kepada kebutuhan dan tujuan dari web yang hendak dibuat. Semakin kompleks peta penjejakan yang digunakan, maka semakin sulit pula pembuatan page dari peta penjejakan tersebut.
Sumber: Suyanto (2006:62)
Gambar II.5.
Struktur Navigasi Composite
3. LRS (Logical Record Structure )
Menurut Iskandar dan Rangkuti (2008:126) “Logical Record Structure terdiri dari link – link diantara tipe record”. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field – field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai menggunakan dengan model yang dimengerti.
4. Pengujian Web
Untuk mengetahui apakah sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan user, maka diperlukan uji coba dengan metode black box testing.
Menurut Al Fatta (2007:172) Black Box Testing terfokus apakah unit program memenuhi kebutuhan (requirement) yang disebutkan dalam spesifikasi. Pada black box testing, cara pengujian hanya dilakukan dengan menjalankan atau mengeksekusi unit atau modul. Kemudian diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses bisnis yang diinginkan.
Metode uji coba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional, karena
itu uji coba blackbox memungkinkan pengembangan program untuk membuat