• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI LUWU UTARA

PROVINSI SULAWESI SELATAN

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA

NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN

DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPDECENG TAHUN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU UTARA,

Menimbang : a. bahwa dengan meningkatnya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) di masyarakat dapat membahayakan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dan mengancam kehidupan Bangsa dan Negara;

b. bahwa berdasarkan Pasal 104 dan 105 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekurson Narkotika;

c. bahwa untuk mewujudkan peran serta masyarakat maka dipandang perlu membentuk wadah anti Napza melalui Satuan Tugas Anti Napza Berbasis Masyarakata di Tingkat Desa di Kecamatan Mappdeceng;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Bupati tentang Pembentukan Satuan Tugas Anti Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya Berbasis Masyarakat di Tingkat Desa Mappedeceng, Desa Benteng, Desa Harapan, Desa Kapidi dan Desa Cendana Putih Kecamatan Mappdeceng Tahun 2017;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Luwu Utara (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3826);

(2)

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967); 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang

Narkotika (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5211);

6. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional;

7. Peraturan Kepada Badan Narkotika Nasional Nomor: Per/04/V/2010/BNN tentang Organisasi dan Tat Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota;

8. Intrusksi Presiden RI Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kegiatan dan Strategi Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Tahun 2011 – 2015.

MEMUTUSKAN : Menetapkan :

KESATU : Membentuk Satuan Tugas Anti Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Berbasis Masyarakat di Tingkat Desa Mappedeceng, Desa Benteng, Desa Harapan, Desa Kapidi dan Desa Cendana Putih Kecamatan Mappdeceng Kabupaten Luwu Utara Tahun 2017 dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Keputusan ini.

KEDUA : Satuan Tugas Anti NAPZA Berbasis Masyarakat sebgaimana dimaksud pada diktum KESATU mempunyai tugas sebagai berikut;

(3)

a. menjalankan dan menyebarluaskan informasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA baik melalui tatap muka maupun kampanye dengan media;

b. berpartisipasi aktif dalam kegiatan pencegahan yang

dilaksanakan oleh BNN

Pusat,Provinsi,Kabupaten/kota secara terkoordinir dan terarah;

c. membantu pengembangan program relawan anti NAPZA dalam pembentukan citra positif daerah dan diri sendiri;

d. setiap anggota relawan wajib menjaga nama baik daerah dan meningkatkan kualitas diri serta unit pembina di daerah (BNN Kabupaten/kota dan stakeholder terkait);

e. melaporkan seluruh aktivitas relawan dalam proses penanganan pencegahan NAPZA pada unit pembina didaerah melalui media sosial resmi;

f. memelihara hubungan yang baik dengan sesama relawan serta masyarakat; dan

g. menjaga prinsip –prinsip sebagai relawan anti NAPZA sebagai penyuluh masyarakat dan motivator yang menggerakkan dan mengajak masyarakat menjadi penggiat dalam memberdayakan masyarakat sehingga memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA.

KETIGA : Satuan tugas anti NAPZA berbasis masyarakat sebagaimana yang dimaksud pada diktum KEDUA berorientasi pada upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotik.

KEEMPAT : Dalam melaksanakan tugas sebagai relawan SATGAS Anti NAPZA berbasis masyarakat akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota, dan Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara.

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Masamba

pada tanggal, 7 Juli 2017 BUPATI LUWU UTARA,

ttd

(4)

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NAKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG TAHUN 2017.

SUSUNAN KEANGGOTAAN SATUAN TUGAS DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG KECAMATAN MAPPEDECENG

I. PENASEHAT : BUPATI LUWU UTARA

II. PEMBINA : 1. WAKIL BUPATI LUWU UTARA

(KETUA BNK KAB. LUWU UTARA)

2. POLSEK MAPPEDECENG 3. BABINSA MAPPEDECENG III. PENANGGUNG JAWAB : KEPALA DINAS SOSIAL IV. WAKIL PENANGGUNG JAWAB : CAMAT MAPPEDECENG

V. KETUA SATGAS : KEPALA DESA BENTENG

VI. SEKRETARIS SATGAS : SEKRETARIS DESA BENTENG

VII. ANGGOTA SATGAS : 1. SAIR

2. MASDIN 3. RASMI, S.E. 4. ABDULLAH 5. MUDAHAKKIR 6. M. ILYAS 7. MASRUM 8. SABBANI 9. HERI KURNIAWAN

VIII.TOKOH AGAMA : NASIR

IX. TOKOH PEMUDA : RUSDIN, SE

X. TOKOH MASYARAKAT : BARUKA

BUPATI LUWU UTARA,

ttd

(5)

LAMPIRAN II

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NAKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG TAHUN 2017.

SUSUNAN KEANGGOTAAN SATUAN TUGAS DI TINGKAT DESA DI TINGKAT DESA BENTENG KECAMATAN MAPPEDECENG

I. PENASEHAT : BUPATI LUWU UTARA

II. PEMBINA : 1. WAKIL BUPATI LUWU UTARA

(KETUA BNK KAB. LUWU UTARA)

2. POLSEK MAPPEDECENG 3. BABINSA MAPPEDECENG III. PENANGGUNG JAWAB : KEPALA DINAS SOSIAL IV. WAKIL PENANGGUNG JAWAB : CAMAT MAPPEDECENG

V. KETUA SATGAS : KEPALA DESA BENTENG

VI. SEKRETARIS SATGAS : SEKRETARIS DESA BENTENG

VII. ANGGOTA SATGAS : 1. YUDA

2. ASRIN DAWAI 3. RUSMAN

4. MULIANDA KOMETRI 5. SABIL SUBAIR

6. DELI EVIANI RAHYUNI, S.Ip

VIII.TOKOH AGAMA : 1. HASAN TANI

2. MUHIDDIN

3. MARTINUS TANAN

IX. TOKOH PEMUDA : 1. VIKA G.

2. ARIS

X. TOKOH MASYARAKAT : 1. SAKKAR

2. ISAK R 3. MURTAN

BUPATI LUWU UTARA, ttd

(6)

LAMPIRAN III

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NAKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG TAHUN 2017. SUSUNAN KEANGGOTAAN SATUAN TUGAS DI TINGKAT DESA HARAPAN

KECAMATAN MAPPEDECENG

I. PENASEHAT : BUPATI LUWU UTARA

II. PEMBINA : 1. WAKIL BUPATI LUWU UTARA

(KETUA BNK KAB. LUWU UTARA)

2. POLSEK MAPPEDECENG 3. BABINSA MAPPEDECENG III. PENANGGUNG JAWAB : KEPALA DINAS SOSIAL IV. WAKIL PENANGGUNG JAWAB : CAMAT MAPPEDECENG

V. KETUA SATGAS : KEPALA DESA HARAPAN

VI. SEKRETARIS SATGAS : SEKRETARIS DESA HARAPAN

VII. ANGGOTA SATGAS : 1. A. M. AMIN

2. IRAB B

3. HJ. ST. AISYAH 4. PATINDA

5. AMSAL SOLEMAN 6. S. HAMAL

VIII.TOKOH AGAMA : 1. ASDAR

2. DONAL

IX. TOKOH PEMUDA : 1. ASBI M. ARIF.

2. ALEXANDER

X. TOKOH MASYARAKAT : 1. YASMANUDDIN

2. AMIR AKIL 3. JONJI

BUPATI LUWU UTARA, ttd

(7)

LAMPIRAN IV

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NAKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG TAHUN 2017.

SUSUNAN KEANGGOTAAN SATUAN TUGAS DI TINGKAT DESA KAPIDI KECAMATAN MAPPEDECENG

I. PENASEHAT : BUPATI LUWU UTARA

II. PEMBINA : 1. WAKIL BUPATI LUWU UTARA

(KETUA BNK KAB. LUWU UTARA)

2. POLSEK MAPPEDECENG 3. BABINSA MAPPEDECENG III. PENANGGUNG JAWAB : KEPALA DINAS SOSIAL IV. WAKIL PENANGGUNG JAWAB : CAMAT MAPPEDECENG

V. KETUA SATGAS : KEPALA DESA KAPIDI

VI. SEKRETARIS SATGAS : SEKRETARIS DESA KAPIDI

VII. ANGGOTA SATGAS : 1. HASMI

2. BASRI 3. H. BURHAN 4. HARDI 5. RAMLI 6. IRWANDI 7. JUHASE 8. RAHMAN

VIII.TOKOH AGAMA : 1. H. SYAHRULLAH

2. H. SATUHANG, S. Ag.

IX. TOKOH PEMUDA : 1. BASLAN

2. IMRAN

BUPATI LUWU UTARA, ttd

(8)

LAMPIRAN V

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR : 188.4.45/436/VII/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS ANTI NAKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA BERBASIS MASYARAKAT DI TINGKAT DESA MAPPEDECENG, DESA BENTENG, DESA HARAPAN, DESA KAPIDI DAN DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG TAHUN 2017.

SUSUNAN KEANGGOTAAN SATUAN TUGAS DI TINGKAT DESA CENDANA PUTIH KECAMATAN MAPPEDECENG

I. PENASEHAT : BUPATI LUWU UTARA

II. PEMBINA : 1. WAKIL BUPATI LUWU UTARA

(KETUA BNK KAB. LUWU UTARA)

2. POLSEK MAPPEDECENG 3. BABINSA MAPPEDECENG III. PENANGGUNG JAWAB : KEPALA DINAS SOSIAL IV. WAKIL PENANGGUNG JAWAB : CAMAT MAPPEDECENG

V. KETUA SATGAS : KEPALA DESA CENDANA PUTIH

VI. SEKRETARIS SATGAS : SEKRETARIS CENDANA PUTIH

VII. ANGGOTA SATGAS : 1. MURIADI

2. NURDIANSYAH 3. SLAMET RUHJAN 4. MAIMUN REZA 5. YUDO PRASTIO 6. HASAN BASRI 7. GEDE SUTISNA

VIII.TOKOH AGAMA : 1. ALI ANWAR, S.Pd.

2. AFANDI, S. Hu.

IX. TOKOH PEMUDA : 1. RIKO DARMAWAN

2. MUH. ILIYAS, S. Kom. 3. PUTU DARNAYASA

BUPATI LUWU UTARA, ttd

Referensi

Dokumen terkait

pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya dengan membentuk satuan tugas- satuan tugas yang terdiri dari

Layanan Informasi Tentang Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Bahaya Penyalahgunaan NAPZA.. Peningkatan Pemahaman Bahaya

(2) Dalam hal bakal calon Kepala Desa yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 tetap kurang dari 2 (dua) orang setelah perpanjangan waktu

Ikut Bekerja Sama Menanggulangi Napza di Asia Tenggara Dengan perangkat keamanan, Indonesia ikut menanggulangi peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (napza).

Menimbang : bahwa dalam rangka pembentukan, penghapusan, penggabungan, perubahan status Desa menjadi kelurahan dan/atau kelurahan menjadi Desa di Kabupaten Luwu

Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik

NAPZA ( Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya ) atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah NARKOBA ( narkotika dan bahan / obat berbahaya

melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika , psikotropika, precursor dan zat adiktif la i n nya dengan membentuk satuan tugas yang terdiri