• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web

1. Internet

Menurut Simarmata (2010:47) “Internet dalam kelompok atau kumpulan dari jutaan komputer. Penggunaan internet memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi dari komputer yang ada didalam kelompok tersebut dengan asumsi bahwa pemilik komputer memberikan akses. Untuk mendapatkan sebuah informasi sekumpulan protokol harus digunakan. yaitu kumpulan aturan yang me

Menurut Padrosi (2009:1) Internet pertama kali dikembangkan pada tahun 1969 dengan nama ARPANet (Advance Research Projects Agency Network) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense). ARPANet dibangun dengan sasaran untuk membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Pada awal 1980-an, ARPANet terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANet dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tetapi lama-kelamaan disebut Internet saja.

(2)

Berikut beberapa istilah yang ada pada umumnya sering digunakan dalam hubungannya dengan internet, diantaranya:

A. WWW (World Wide Web)

Salah satu layanan aplikasi diinternet World Wide Web (WWW), pelayanan yang dikembangakan di internet menjadi layanan aplikasi yang paling populer digunakan pemakai jaringan internet.

B. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP (Transmission Control Protocol) yang memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain.

C. URL (Unfirorm Resource Locator)

URL merupakan petunjuk sumber daya internet atau alamat semua homepage, yaitu alamat sebuah dokumen atau program yang ingin ditampilkan atau digunakan.

2. MySQL

Menurut Kadir (2008:348) MySQL merupakan salah satu jenis database server yang sangat terkenal yang bersifat open source (anda tidak perlu membayar untuk menggunakannya) dengan menggunakan bahasa SQL untuk mengakses databasenya.”

(3)

Kepopuleran MySQL dimungkinkan karena kemudahannya untuk digunakan, cepat secara kinerja query, dan mencukupi untuk kebutuhan database perusahaan-perusahaan skala menengah-kecil.

MySQL termasuk jenis Relational Database Management System (RDBMS). Itulah sebabnya istilah tabel, baris dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.

Selain MySQL, ada beberapa jenis pemrograman yang berorientasi database yang dapat digunakan untuk aplikasi di web seperti ORACLE. Oracle merupakan sebuah perusahaan besar di dunia yang cakupan bisnis salah satunya adalah penjualan software dan pembuatan software database yang diperuntukan bagi perusahaan-perusahaan besar di dunia, karena softwarenya tidak bebas di ”pasaran” atau tidak free software maka sebagian besar perusahaan kecil atau menengah atau programmer web masih menggunakan database MySQL sebagai software database perusahaan atau webnya. Ada beberapa keunggulan MySQL diantaranya yaitu :

a) MySQL merupakan program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multi-CPU.

b) Didukung program-program umum seperti C++, Java, Perl, PHP, Python, TCL APIs, dll.

c) Bekerja pada berbagai platform (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).

(4)

d) Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.

e) Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host. f) Mendukung ODBC untuk sistem operasi Microsoft Windows.

Mendukung Record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi.

3. Xampp

Xampp menurut Wardana (2010:8) “Xampp adalah paket software yang di dalamnya sudah tergantung Web Server Apache, database MySQL dan PHP Interpreter”. Software ini gratis dan dapat di-download dialamat website apache adalah : http ://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html.

4. HTML

Menurut Tutang (2005:2) “Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa markup yang umum digunakan untuk membuat halaman web”.

Sebenarnya HTML bukanlah sebuah bahasa pemograman. Apabila di tinjau dari namanya, HTML merupakan bahasa markup atau penandaan terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut digunakan untuk menentukan format atau style dari teks yang ditandai. HTML dibuat oleh Tim Berners-Lee ketika masih bekerja untuk CERN dan dipopulerkan pertama kali oleh browser Mosaic. Selama awal tahun 1990 HTML mengalami perkembangan yang sangat pesat. Setiap perkembangan HTML pasti akan menambahkan kemampuan dan fasilitas yang lebih baik dari versi sebelumnya. Sebelum suatu HTML disahkan sebagai suatu dokumen HTML standar,

(5)

ia harus disetujui oleh W3C untuk dievaluasi secara ketat. Setiap terjadi perkembangan suatu versi HTML, maka mau tak mau browser pun harus memperbaiki diri agar bisa mendukung kode-kode HTML yang baru tersebut. Sebab jika tidak, browser tidak akan bisa menampilkan HTML tersebut.

5. CSS (Cascanding Style Sheet)

Menurut Hariyanto (2015:31) “CSS adalah kumpulan kode program yang digunakan untuk mendesain atau mempercantik tampilan halaman HTML”. Dengan CSS, bisa mengubah desain dari text, warna gambar dan latar belakang dari (hampir) semua kode tag HTML.

CSS biasanya selalu dikaitkan dengan HTML, karena keduanya memang saling melengkapi. HTML ditujukan untuk membuat struktur atau konten dari halaman web. Sedangkan CSS digunakan untuk tampilan dari halaman web tersebut.

Ada tiga metode untuk cara menginput kode CSS, secara garis besar adalah Inline Style, Internal Style Sheets, dan External Style Sheets. Ketiga metode ini sama penggunaannya hanya beda cara saja, Pada prinsip ketiga metode tersebut. Berikut adalah pengertian dari ketiga metode yaitu:

1. Inline Style adalah cara menginput CSS langsung kedalam tag HTML yang diperlukan dengan menggunakan atribut style.

2. Internal Style Sheets atau Embedded Style Sheets digunakan untuk memisahkan kode CSS dari tag HTML, namun tetap dalam satu halaman.

External Style Sheets adalah jika ingin membuat beberapa halaman dengan tampilan yang sama, maka setiap halaman akan memiliki kode CSS yang sama.

(6)

6. Dreamweaver CS6

Menurut Madcoms (2012:2) “Dreamweaver CS6 perubahan salah satu terbesarnya adalah pengenalan alat-alat untuk membangun dan mengelola jaringan layout fluid”.

Grid fluid merupakan kombinasi penting dari CSS3 fitur yang memungkinkan pembuat program untuk menggunakan query media untuk memberikan layout yang fleksibel yang secara otomatis dapat menyesuaikan untuk memberikan konten yang sesuai, untuk kelas yang berbeda.

Pada Dreamweaver CS6, terdapat beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain websaja tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi web dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman web, antara lain:HTML, Coldfusion, PHP, CSS, JavaScript dan XML.

7. PHP (Personal Home Page)

Menurut Saputra (2013:1) “PHP (PHP Hypertext Preprocessor) merupakan pemograman yang hanya dapat berjalan pada sisi server (Server Side Scripting)”.

Artinya proses yang dibuat php tidak akan berjalan tanpa menggunakan web server. Php digunakan untuk membangun aplikasi berbasis web agar web tersebut dapat digunakan secara dinamis, seperti menambah, mengubah, membaca serta menghapus suatu konten.

(7)

Awalnya php merupakan kepanjangan dari Personal Home Page, yang dapat diartikan sebagai Situs Personal.Namun seiring berjalannya waktu, kini php berubah wujud menjadi suatu Hypertext Preprocessor.

Pada tahun 1995, Rasmus Lerdorf membuat suatu bahasa pemrograman yang dapat memproses secara dinamis.Bahasa pemrograman tersebut dinamakan Form Interpreted (FI).FI ini merupakan sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir web. Kemudian Rasmus Lerdorf mencoba untuk merilis kembali kode-kode tersebut dan kemudian diumumkan kepada khalayak umum. Kali ini beliau menamakannya PHP/FI, sehingga mengumumkan hal tersebut, kini php menjadi kode terbuka, dalam artian siapa saja boleh menggunakannya. Akhirnya lambat laun ternyata php mulai semakin diminati, terbukti dari banyaknya pengembang atau pemrogram lain yang tertarik untuk mengembangkan php.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0.Pada versi rilisan ini, php sudah mulai diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang tentu saja dapat meningkatkan kemampuan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang kembali interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan tentunya lebih cepat. Kemudian pada tahun 1998, perusahaan Zend merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai php 3.0. Pada tahun inilah singkatan PHP diubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessor.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis kembali dan meresmikan interpreter PHP sebagai PHP 4.0.Versi PHP 4.0 merupakan versi yang paling banyak digunakan

(8)

pada saat itu.Karena kemampuannya untuk membangun aplikasi web lebih kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Akhirnya pada Juni 2004, Zend merilis kembali versi PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan sangat besar. Versi ini juga memasukan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman kearah paradigma berorientasi pada objek .

8. RAD (Ravid Aplication Devlopment)

Menurut Kendall (2010:78) menjelaskan bahwa “RAD adalah suatu pendekatan berorientasi objek terhadap pengembangan sistem yang mencakup suatu metode pengembangan serta perangkat-perangkat lunak”. Model RAD adalah sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model waterfall, di mana perkembangan pesat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen. Jika tiap-tiap kebutuhan dan batasan ruang lingkup projek telah diketahui dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembang untuk menciptakan sebuah “sistem yang berfungsi penuh” dalam jangka waktu yang sangat singkat. RAD bertujuan mempersingkat waktu yang biasanya diperlukan dalam siklus hidup pengembangan sistem tradisional antara perancangan dan penerapan suatu sistem informasi. Pada akhirnya, RAD sama-sama berusaha memenuhi syarat-syarat bisnis yang berubah secara cepat. Berikut adalah gambar model RAD :

(9)

Sumber : Kendall (2010)

Gambar II.1 RAD Model

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

1. Requirement Planning

Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk megidentifikasikan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah menyelesaikan masalah-masalah perusahaan. Meskipun teknologi informasi dan sistem bisa mengarahkan sebagian dari sistem yang diajukan, fokusnya akan selalu tetap pada upaya pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

(10)

2. RAD Design Workshop

Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang bisa digambarkan sebagai workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat bekerja membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola kerja kepada pengguna. Workshop desain ini dapat dilakukan selama beberapa hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan. Selama workshop desain RAD, pengguna merespon prototipe yang ada dan penganalisis memperbaiki modul-modul yang dirancang berdasarkan respon pengguna. Apabila sorang pengembangnya merupakan pengembang atau pengguna yang berpengalaman, Kendall menilai bahwa usaha kreatif ini dapat mendorong pengembangan sampai pada tingkat terakseleras

3. Implementation

Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para pengguna secara intens

selama workshop dan merancang aspek-aspek bisnis dan nonteknis perusahaan. Segera

setelah aspek-aspek ini disetujui dan sistem-sistem dibangun dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari sistem diujicoba dan kemudian diperkenalkan kepada organisasi

(11)

2.2. Teori Pendukung 1. Struktur Navigasi

Menurut Prihatna (2005:51) “Struktur Navigasi adalah susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web”. Struktur navigasi suatu situs web sangat di pengaruhi oleh tujuan dari situs web yang akan dibuat.

Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari sebuah program yang termasuk unsur penting didalam pembuatan aplikasi halaman website. Struktur navigasi ini merupakan perancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa lokasi yang berbeda dari halaman-halaman website. Selain itu struktur navigasi memberikan kemudahan dalam menganalisa keinteraktifan seluruh objek didalam halaman website. Struktur pembuatan halaman website terdiri dari linier, non linier, hirarki dan campuran.

1. Linier (Satu Alur)

Linear (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Dengan kata lain struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat di tampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya dan tidak dapat menampilkan dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya. Salah satu yang terpenting dari struktur ini adalah tidak diperkenankan terjadinya percabangan.

(12)

Sumber : Prihatna (2005 : 55)

Gambar II.2. Struktur Navigasi Linier

2. Non Linier (Tidak Berurut)

Struktur penjejakan Non Linear (tidak berurut) merupakan pengembangan

dari struktur penjejakan Linear. Pada struktur ini diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Pemakai bebas menelusuri website tanpa dibatasi oleh suatu rute dimana kontrol navigasi dapat mengakses ke semua halaman manapun. Percabangan yang

dibuat pada struktur Non Linear ini berbeda dengan percabangan pada struktur

Hierarchi, karena pada percabangan Non Linear ini walaupun terdapat percabangan,

tetapi tiap – tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada Master Page

(13)

Sumber : Prihatna (2005 : 57)

Gambar II.3. Struktur Navigasi Non – Linier

3. Hierarchical (Hirarki)

Struktur Hierarchi (bercabang) ini percabangan untuk menampilkan data

berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman

percabangan yang dikatakan Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu

(14)

Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya. Yang terpenting dari struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.

Sumber : Prihatna (2005 : 56)

Gambar II.4. Struktur Navigasi Hierarchical

4. Composite (Campuran)

Composite (campuran) atau disebut juga struktur penjejakan bebas merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linear, Non Linear dan Hierarchi. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linear dalam percabangan tersebut.

Setiap struktur peta penjejakan seperti yang baru di bahas mempunyai fungsi dan tujuan tersendiri, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Penggunaan peta penjejakan bergantung kepada kebutuhan dan tujuan dari web yang hendak dibuat.

(15)

Semakin kompleks peta penjejakan yang digunakan, maka semakin sulit pula pembuatan page dari peta penjejakan tersebut.

Sumber : Prihatna (2005 : 58)

Gambar II.5. Struktur Navigasi Composite

2. ERD (Enterprise Relationship Diagram)

Menurut Al fatta (2007:121) “ERD adalah gambar atau diagram yang menunjukkan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis”. ERD menggunakan simbol-simbol tertentu dalam menggambarkan elemen-elemen data. Berikut ini simbol-simbol yang digunakan dalam ERD.

(16)

1. Entitas (Entity)

Entitas adalah Objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. 2. Relasi (relationship)

Relasi adalah hubungan antara satu entitas dengan entitas yang lain. 3. Atribut (attribute)

Atribut adalah elemen yang dimiliki entitas yang akan disimpan datanya berfungsi mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut.

4. Kardinalitas (cardinality)

Kardinalitas adalah banyaknya jumlah entitas yang saling berelasi. Kardinalita ada tiga macam, yaitu ;

a. One to one

Entitas pada himpunan A berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B. Begitu pula sebaliknya

b. One to many

Setiap entitas pada himpunan A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

c. Many to many

(17)

2.2.1. Struktur Navigasi

Menurut Prihatna (2005:51) “Struktur navigasi adalah susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web”. Struktur navigasi yang biasa digunakan , yaitu: 1. Struktur Navigasi Linier

Struktur navigasi linier merupakan suatu struktur dengan satu alur atau satu rangkaian cerita dan menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurutan. Tampilan yang dapat ditampilkan pada jenis struktur ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya. Pada jenis struktur navigasi ini tidak diperkenalkan adanya percabangan.

2. Struktur Navigasi Non-Linier

Struktur navigasi ini disebut juga struktur tidak berurutan yang merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperbolehkan membuat halaman percabangan tetapi berbeda dngan struktur hirarki. Walaupun terdapat percabangan tetapi tidak ada Maste Page dan Slave Page.

3. Struktur Navigasi Hirarki

Struktur Hirarki (bercabang) merupakan struktur halaman yang berbentuk seperti pohon binary. Tampilan pada menu utama disebut master page. Menu utama itu memiliki percabangan yang dinamakan slave page atau halaman pendukung. 4. Struktur Navigasi Campuran

Struktur navigasi ini merupakan gabungan dari ketiga struktur navigasi sebelumnya yaitu Linier, Non-Linier, Hirarki. Struktur navigasi ini biasa disebut

(18)

struktur navigasi bebas. Struktur navigasi ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi sebab struktur ini dapat memberikan keinteraksian yang lebih tinggi.

2.2.2. Entity Relationship Diagram

Menurut Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan, serta memiliki 3 diagram yang akan dibuat, yakni;

1. Entitas

Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity (entitas) yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.

2. Relasi

Relasi adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.

(19)

3. Atribut

Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data.

Gambar III.5 Contoh Struktur Navigasi Campuran (Composite)

2.2.3. LRS ( Logical Relational Structure)

LRS ( Logical Relational Structure) Adalah representasi dari struktur record-record pada tebel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas.Menentukan kardinalitas, jumlah table dan Foreign Key (FK).

2.2.4. Pengujian Web ( Black Box Testing )

Menurut Black (2007,45), behavioral atau black box test merupakan pengujian mengenai apa yang dilakukan oleh sistem, terutama perilakunya (behavior) dan masalah – masalah bisnis. Black box test dilakukan untuk mengindentifikasi bug

(20)

yang terdapat pada hasil – hasil, pemrosesan dan perilaku dari sistem. Black box test biasanya dilakukan oleh tester.

Sementara itu, Tian (2005,74) menyebutkan bahwa black box testing atau disebut juga Functional Testing berfokus pada perilaku eksternal dari suatu software atau berbagai komponen sambil memandang objek yang diuji sebagai sebuah kotak hitam (black box) sehingga mencegah tester untuk melihat isi – isi di dalamnya. Black box testing memverifikasi penanganan yang benar dari fungsi – fungsi eksternal yang disediakan oleh software atau apakah perilaku yang diamati tersebut memenuhi harapan – harapan user atau spesifikai produk (2005,35).

Tian (2005,75) berpendapat bahwa pentuk yang paling sederhana dari black box text (BBT) adalah dengan mulain menjalankan software dan melakukan pengamatan dengan harapan mudah untuk membedakan mana hasil yang diharapkan dan mana yang tidak. Bentuk ini disebut juga “ad hoc testing”. Setelah dilakukan pengujian berulang kali dan ditentukan bahwa masalah–masalah terjadi karena software dan bukan karena hardware, maka informasi tersebut disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah–masalah tersebut.

Bentuk lain dari BBT adalah penggunaan checklist yang spesifikasi berisikan daftar fungsi–fungsi eksternal apa yang seharusnya ada serta beberapa informasi mengenai kinerja yang diharapkan atau pasangan input–output.

Gambar

Gambar II.1 RAD Model
Gambar II.2. Struktur Navigasi Linier
Gambar II.3. Struktur Navigasi Non – Linier
Gambar II.4. Struktur Navigasi Hierarchical
+3

Referensi

Dokumen terkait

Laporan skripsi ini difokuskan pada pengembangan game “Q - Tenses” yang bertujuan untuk mengemas edukasi tentang English tenses dengan gameplay yang menarik... viii

Uji Kruskall-Wallis diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan hasil yang signifikan analisis tingkat kebangkrutan dengan model

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan – kolagen, melihat karakterisasi optimum dari membran selulosa bakteri coating kitosan – kolagen

Eksploitasi Gili Trawangan sebagai tempat pariwisata menjadi penyebab utama terancam punahnya burung gosong kaki-oranye, jika masih ingin melihat keberadaan burung tersebut

Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untuk dite- rapkan dan

Gambar 3 Menikmati Pelaksanaan Pengembangan Desa Berbudaya Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Citarum.. responden sebanyak 117 orang atau 96,69% adalah responden yang

ketekunan, dan tahan terhadap cobaan. Hal yang tak kalah penting dihadapi oleh guru di era global sebagai tantangan dan harapan adalah soal kreativitas dan

Oleh sebab itu, penulis mengambil sudut pandang lain yang berbeda dari kajian-kajian sebelumnya yaitu membahas proses legislasi penetapan usia perkawinan dalam