• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
151
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sejarah perusahaan

PT. GMF AeroAsia pada awalnya adalah merupakan sebuah unit dari PT. Garuda Indonesia yang merupakan perusahaan penerbangan nasional. Pada tahun 1949, PT. Garuda Indonesia didirikan dengan misi untuk menjadi perusahaan pengangkutan yang dimaksudkan untuk mempromosikan pariwisata nasional. Untuk mengoptimalkan peran dan kontribusinya, PT. Garuda Indonesia menyadari bahwa ketepatan waktu, kepercayaan, dan kenyamanan adalah hal yang utama dari kesuksesan mereka. Oleh karena itu, PT. Garuda Indonesia mendirikan Maintenance Facilities Support Center, yaitu pusat perawatan pesawat pada tahun 1984 yang kemudian berkembang dengan pesat.

Pengembangan dan perluasan Maintenance Facility ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia. Total investasi pada tujuh tahun pertama mencapai US$ 200 juta. 63% dari investasi itu dihabiskan untuk mengimpor mesin dan peralatan teknologi tingkat tinggi. Investasi ini tidaklah sia-sia karena pada tahun 1996, Maintenance Facility ini berhasil membuktikan kesuksesannya dengan menjadi unit (Strategic Business Unit) perusahaan penerbangan nasional yang mulai melayani perawatan pesawat kepada pihak ketiga.

Pada bulan Agustus 2002, unit ini mulai berdiri sendiri dan menjadi anak perusahaan dari PT. Garuda Indonesia dengan nama PT. GMF AeroAsia. Dengan identitas baru ini, PT. GMF AeroAsia menjadi lebih baik lagi dalam

(2)

memberikan pelayanan kepada kliennya dan diakui sebagai salah satu pusat perawatan, perbaikan dan pemeriksaan pesawat yang terbaik di dunia.

PT. GMF AeroAsia merupakan perusahaan bengkel perawatan pesawat terbang terbesar yang terdapat di Indonesia saat ini. PT. GMF AeroAsia juga merupakan bengkel perawatan pesawat yang lengkap/One Stop Service, karena disamping dapat memperbaiki/merawat Airframe (Badan Pesawat) juga dapat merawat komponen dan mesin pesawat.

PT. GMF AeroAsia mengelola bisnis maintenance, repair, dan overhaul (MRO). PT.GMF AeroAsia memiliki berbagai fasilitas perawatan pesawat yang menempati areal tanah seluas 1.150.000 m2, antara lain fasilitas perkantoran, 3 hangar seluas 4.800 m2, fasilitas penyimpanan suku-cadang, engine shop, structure & sheet metal shop, automatic test equipment, electric motor shop, dan lain-lain.

4.2 Visi dan Misi

PT. GMF AeroAsia memiliki Visi dan Misi untuk menjalankan usahanya, yaitu:

VISI :

2004 – 2008 : Menjadi pilihan perawatan pesawat terbang di tingkat regional. 2009 – 2013 : Menjadi pilihan konsumen dalam perawatan pesawat terbang. 2014 – 2018 : Menjadi pilihan perawatan pesawat terbang di tingkat internasional.

MISI :

Memberikan solusi perawatan pesawat terbang yang terintegrasi dan terpercaya untuk suatu kenyamanan dan kualitas keamanan hidup bagi umat manusia.

(3)

4.3 Struktur Organisasi

Strukur organisasi merupakan suatu penetapan dan pembagian pekerjaan dengan pembatasan tugas-tugas, tanggung jawab dan kewajiban serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi memungkinkan organisasi dapat bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Melalui struktur organisasi dapat ditunjukkan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan, hubungan dari masing-masing fungsi tersebut, wewenang dan tanggung jawab yang dilimpahkan serta uraian tugas pekerjaan setiap fungsi yang ada.

(4)

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. GMF AeroAsia (Sumber : Hasil wawancara)

(5)

4.3.1 Tugas dan Tanggung Jawab

Berdasarkan struktur organisasi di atas, berikut ini adalah uraian mengenai pembagian tugas masing-masing bagian secara besar.

1. Board of Directors

 Memimpin dan mengarahkan perusahaan dalam menyediakan solusi maintenance pesawat terbang yang terintegrasi dan terpercaya dalam menciptakan safer sky (penerbangan yang aman).

2. Quality Assurance

Quality Assurance bertanggung jawab pada pengendalian independen terhadap kinerja dari kualitas sistem PT. GMF AeroAsia dan meminta perbaikan jika diperlukan oleh Chief Executive Officer, Vice President dan General Manager. Dan juga melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kualitas sistem.

3. Internal Audit & Control

 Memastikan semua kegiatan keuangan dan akuntansi sesuai dengan prinsip dan prosedur akuntansi dan keuangan yang ada dan kebutuhan perusahaan pemerintahan yang baik.

4. Line Maintenance

 Mengatur A/C(Aircraft) Line Maintenancedalam cara mencapai kualitas produk, biaya dan sasaran TAT (Turn Around Time). Memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia dalam melakukan pemeliharaan berdasarkan otorisasi dari keperluan A/C yang teregistrasi yang ada pada setiap pesawat terbang.

(6)

Memastikan semua Line Maintenance yang diperlukan dan perbaikan kerusakan saat Base Maintenance untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikasi dari otorisasi A/Cyang teregistrasi dan program pemeliharaan operator.

5. Base Maintenance

 Mengatur A/C Base Maintenancedalam cara mencapai kualitas produk, biaya dan sasaran TAT. Memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia dalam melakukan pemeliharaan dengan otorisasi dari keperluan A/C yang teregistrasi sesuai dengan permintaan. Memastikan semua A/C Maintenance yang diperlukan dan perbaikan kerusakan saat Base Maintenance untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikasi dari otorisasi A/Cyang teregistrasi.

Pada Base Maintenanceterdapat 3 bagian, yaitu : ○ Boeing / Douglas

Bagian ini bertugas untuk melakukan perawatan pesawat pada variasi tipe Boeingdan Douglas.

Airbus

Bagian ini bertugas untuk melakukan perawatan pesawat pada variasi tipe Airbus.

○ Fokker

Bagian ini bertugas untuk melakukan perawatan pesawat pada variasi tipe Fokker.

(7)

6. Engine Maintenance

 Mengatur Engine Maintenance dalam cara mencapai kualitas produk, biaya dan sasaran TAT. Memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia dalam melakukan pemeliharaan dengan otorisasi dari keperluan A/C yang teregistrasi sesuai dengan permintaan. Memastikan semua Engine Maintenance yang diperlukan dan perbaikan kerusakan saat pemeliharaan untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikasi dari otorisasi A/Cyang teregistrasi.

Pada Engine Maintenanceterdapat 3 bagian, yaitu : ○ Engine Capabilities

Bagian ini bertugas untuk memeriksa semua perawatan mesin dan perencanaan APU (Auxiliary Power Unit) sesuai dengan maintenance program requirement dan kualitas standar para ahli aircraft.

Auxiliary Power Unit (APU)

Bagian ini bertugas untuk menganalisis, mengatur, dan mengontrol mesin pesawat agar mesin tetap dalam kondisi baik.

○ Part Repair

Bagian ini bertugas untuk menganalisis, mengatur, mengontrol dan memeriksa serta melakukan proses perbaikan termasuk mesin, APU dan aircraft untuk meningkatkan kualitas produk, biaya dan target.

(8)

7. Component Maintenance

 Mengatur kegiatan pemeliharaan A/C Components and Emergency Equipment dalam cara mencapai kualitas produk, biaya dan sasaran TAT. Memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia dalam melakukan pemeliharaan dengan otorisasi dari keperluan A/C yang teregistrasi sesuai dengan permintaan. Memastikan semua Component Maintenanceyang diperlukan dan perbaikan

kerusakan saat Base Maintenance untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikasi dari otorisasi A/C yang teregistrasi.

Pada Component Maintenanceterdapat 4 bagian, yaitu : ○ Avionics

Bagian ini bertugas untuk mengatur produksi dan fungsi operasi untuk perawatan elektrik/mekanik komponen aircraft dan komponen mesin untuk meningkatkan kualitas produk, biaya dan target.

Non-Destructive Test (NDT)

Bagian ini bertugas untuk mengatur proses operasional perawatan pesawat agar sesuai dengan non-destructive testing dan prosedur yang berlaku.

○ Calibration

Bagian ini adalah laboratorium pengujian yang mendukung semua fungsi produksi dengan menggunakan pemeriksaaan

(9)

yang sesuai dan peralatan pengujian untuk perawatan rutin dari aircraft/ component/ engine/ ground support equipment. ○ Electronic Motor (ELMO)

Bagian ini bertugas untuk mengatur produksi dan fungsi operasi untuk perawatan elektrik/ mekanik komponen aircraft dan komponen mesin untuk meningkatkan kualitas produk, biaya dan target.

8. Engineering Services

 Mengatur fungsi Engineering Services dalam cara mencapai kualitas produk, biaya yang efektif dan sasaran tepat waktu. Memastikan semua data engineering yang diperlukan dan sumber daya data tersedia dalam melakukan kegiatan engineering untuk mencapai kebutuhan pelanggan dan otorisasi yang ada. Memastikan semua data yang diperlukan dalam mendukung pemeliharaan, kepercayaan dan pengembangan dari program pemeliharaan operator dan perbaikan kerusakan saat pemeliharaan untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikasi dari keperluan operator yang terotorisasi.

Pada Engineering Services terdapat 1 bagian, yaitu : ○ Engineering Solutions

Bagian ini bertugas untuk memberikan solusi – solusi terhadap layanan yang diberikan, antara lain adalah memberikan program – program yang dibutuhkan seperti maintenance program, reliability control program, technical support,

(10)

aircraft modification, flight data services, aircraft phase in – phase out, dan accident / incident investigation.

9. Trade & Asset Management

 Mengatur fungsi Trade & Asset Management dalam cara mencapai aset yang efektif (material) untuk mendukung PT. GMF AeroAsia dalam pemeliharaan untuk perusahaan-perusahaan penerbangan. Mengecek kinerja dari manajemen aset dan persediaan dalam hal ketersediaan dalam menyediakan material untuk melayani perusahaan-perusahaan penerbangan.

Pada Trade & Asset Management terdapat 1 bagian, yaitu : ○ Material Service Solutions

Bagian ini bertugas untuk memberikan solusi – solusi terhadap layanan material yang diberikan kepada perusahaan – perusahaan penerbangan, antara lain adalah asset management, inventory, management services, dan aircraft parts trading.

10. Corporate Finance

 Mengawasi proses keuangan PT. GMF AeroAsia, mendukung manajemen dengan penganggaran, kalkulasi biaya dan administrasi faktur.

11. Business Corporation & Development

 Bertanggung jawab pada Business Corperation & Development, memperoleh tugas dari pelanggan dan meningkatkan hubungan bisnis yang baik.

(11)

12. Corporate Strategy & Development

 Mengatur fungsi manajemen sumber daya manusia, mengembangkan program peningkatan proses dan mengawasi kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan.

Pada Corporate Strategy & Development terdapat 5 Bagian,yaitu :

○ Legal

Mengorganisir dan mengatur aspek proteksi legal Internal dan Eksternal untuk mencapai pengembangan bisnis yang berhubungan dengan kebijakan legal dan peraturan pemerintahan.

○ Corporate Communication

Memastikan program komunikasi yang efektif pada manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan pemegang saham atau perusahaan.

○ Human Resources Management

Mengembangkan kebijakan dan program sumber daya manusia PT. GMF AeroAsia untuk perencanaan perusahaan, pengembangan perusahaan, jabatan, indoktrinasi dan pelatihan, relasi karyawan, kompensasi, keuntungan, keamanan dan kesehatan, dan layanan karyawan.

○ Facility & General Services

Mengatur pemeliharaan dari fasilitas PT. GMF AeroAsia dan sistem fire fighting untuk mencapai kualitas produk, biaya dan sasaran TAT.

(12)

○ Information Technology

Mengembangkan dan memelihara Sistem Informasi Manajemen, softwaredan hardware, antara lain :

 Sistem Informasi Manajemen  Program Manajemen Software

 Pengendalian catatan yang terkomputerisasi termasuk sistem penyimpanan catatan yang terkomputerisasi.

Terlibat dalam Business Process Reengineering dimana berinisiatif dalam koordinasi dengan unit-unit dengan cara membantu dalam merancang/merancang ulang proses dimana unit tersebut beroperasi, memaksimalkan penambahan nilai mereka dan meminimalkan hal lainnya. Pada Bagian Information Technologyterdapat 2 seksi, yaitu :

Information Technology Support

Mengatur dan mengendalikan implementasi fungsi Infrastruktur Sistem IT, Sistem Aplikasi dan Hardware berjalan dengan normal. Mengatur administrasi proses pengadaan hardware dan software untuk mencapai keperluan prosedur IT. Bertanggung jawab dalam mengatur sumber daya mereka dan bertanggung jawab atas hasil yang didapatkan dari sumber daya mereka.

(13)

Business Process Improvement

Menganalisa dan meningkatkan Business Process Engineering berdasarkan pada keperluan prosedur

IT. Memastikan dan memelihara

pengimplementasian dari Business Process Engineering dengan prosedur sistem IT. Bertanggung jawab dalam mengatur sumber daya mereka dan bertanggung jawab atas hasil yang didapatkan dari sumber daya mereka.

4.4 Proses Penyediaan IT ServiceYang Berjalan

Proses penyediaan IT Service yang berjalan dalam perusahaan PT. GMF AeroAsia adalah seperti yang tertera pada gambar dibawah ini.

(14)

Gambar 4.2 Proses Penyediaan IT Service (Sumber : Hasil wawancara)

Penjelasan mengenai gambar di atas adalah pada saat usermengalami masalah yang berhubungan dengan IT service (hardware, software, network dan lain-lain), maka user dapat menghubungi help desk via telepon. Masalah/keluhan di input ke dalam komputer dan diidentifikasi oleh help desk, setelah itu apabila masalah yang ada dapat diberi solusi penyelesaian

User Help Desk Comput er IT Support Mengidentifika si Desktop User Mencatat Keluhan Menghubu ngi IT Memberi Solusi Memberi Solusi Memberi Solusi Menghubungi IT Vendor IT Vendor Hardware E-Mail Application Tersedi a Tersedi a Tersedi a Internet Tersedi a Network Tersedi a Tersedi a Melaporkan Keluhan Feed back Feed back

(15)

oleh help desk sendiri, maka langsung diberitahukan kepada user. Namun apabila masalahnya tidak dapat diselesaikan, maka help desk akan menghubungi bagian IT Supportuntuk kemudian IT Support tersebut datang ke lokasi user untuk langsung meninjau dan memperbaiki masalah atau keluhan yang ada, dimana sebelumnya IT support tersebut sudah diberitahukan oleh help desk tentang keluhan yang dihadapi oleh user. Jika masalah atau keluhan yang ada tidak dapat ditangani oleh IT Support, maka IT Support akan menghubungi pihak IT Vendor yang bersangkutan agar dapat langsung diambil tindakan perbaikan. Setelah memberi solusi kepada user, IT Supportataupun IT Vendorakan melaporkan kepada help desk.

4.5 Teknologi Informasi Saat Ini Pada PT. GMF AeroAsia

Teknologi Informasi saat ini pada PT. GMF AeroAsia terbagi atas aplikasi, infrastruktur, services, dan manajemen, yaitu sebagai berikut :

Aplikasi Teknologi Informasi yang Digunakan Perusahaan

Aplikasi yang digunakan oleh PT. GMF AeroAsia untuk membantu kegiatan operasionalnya adalah sebagai berikut :

o Engineering applications: suatu software yang digunakan di divisi engineering untuk mendukung proses bisnis perusahaan. Software ini dibuat pada tahun 2006 dan digunakan pada tahun 2007. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan software ini adalah sebesar Rp. 24.775.500,-. Software ini memiliki 3 modul, yaitu :

(16)

Engineering Evaluation Sheet

Modul ini digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap AD (Airworthiness Directing), SB (Service Bulletin) yang masuk, apakah efektif dan aplicable terhadap pesawat yang sedang bermasalah atau mesin yang sedang dilakukan perawatan. Modul ini digunakan oleh divisi engineering yang berjumlah 75 orang. Dimana divisi engineering dapat mengakses informasi AD dan SB yang masuk sehingga dapat dievaluasi dan mengetahui dengan cepat pesawat mana yang sedang bermasalah dan dapat meningkatkan produktifitas karyawan. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 37 hari dengan man power sebanyak 1 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (37*1*124.500) = Rp.4.606.500,-.

Engineering Order Management

Suatu software atau aplikasi yang digunakan untuk pembuatan engineering Order atau perintah kerja dari engineering untuk dikerjakan di lapangan berdasarkan AD, SB yang diterima atau finding (kerusakan yang terjadi) di lapangan. Modul ini digunakan oleh divisi engineering yang berjumlah 75 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul

(17)

ini adalah waktu pembuatan modul selama 40 hari dengan man powersebanyak 2 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (40*2*124.500) = Rp. 9.960.000,-.  Open Job Management

Suatu software atau aplikasi untuk memonitor pekerjaan – pekerjaan yang masih ’open’ (Engineering Order, finding and retification, routine task, dan lain -lain) untuk dijadwalkan pengerjaannya di next schedule maintenance. Modul ini digunakan oleh divisi Line Maintenance Planning yang berjumlah 50 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 41 hari dengan man power sebanyak 2 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (41*2*124.500) = Rp. 10.209.000,-. o HRD Application : suatu software yang digunakan di divisi

Human Resource Management untuk mendukung proses bisnis perusahaan. Software ini dibuat pada tahun 2006 dan digunakan pada tahun 2007. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan software ini adalah sebesar Rp. 62.125.500,-. Software ini memiliki 5 modul, yaitu :

Sistem Informasi Training

Modul ini digunakan untuk mengetahui pelatihan apa saja yang dibutuhkan oleh para

(18)

karyawannya pada setiap divisi agar para karyawannya memiliki pengetahuan yang selalu baru. Modul ini digunakan oleh divisi Human Resource Management yang berjumlah 8 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 71 hari dengan man power sebanyak 1 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (71*1*124.500) = Rp.8.839.500,-.

SAP Personal Development

Modul ini digunakan untuk mengetahui perkembangan dari para setiap karyawannya dalam hal pekerjaan, apakah karyawan tersebut terus belajar dan mengembangkan diri dalam hal pekerjaannya atau tidak. Modul ini digunakan oleh divisi Human Resource Management yang berjumlah 8 orang Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 82 hari dengan man powersebanyak 3 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (82*3*124.500) = Rp. 30.627.000,-.

License Offer

Modul ini digunakan untuk mengetahui setiap teknisi yang bekerja di PT. GMF AeroAsia telah memiliki lisensi dalam menangani mesin pesawat atau

(19)

belum, dan untuk mengetahui lisensi tersebut telah habis masa berlakunya atau belum habis masa berlakunya. Modul ini digunakan oleh divisi Human Resource Management yang berjumlah 8 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 34 hari dengan man powersebanyak 1 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (34*1*124.500) = Rp. 4.233.000,-.

Career Offer

Modul ini digunakan untuk mengetahui kinerja dari setiap karyawannya agar perusahaan dapat menilai kinerja dari masing – masing karyawan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik. Modul ini digunakan oleh divisi Human Resource Management yang berjumlah 8 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 36 hari dengan man power sebanyak 1 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (36*1*124.500) = Rp.4.482.000,-.

Man Power Planning

Modul ini digunakan untuk mengetahui kemampuan dari para setiap karyawannya, kebutuhan jumlah karyawan dan komposisi karyawan. Modul ini

(20)

digunakan oleh divisi Human Resource Management yang berjumlah 8 orang. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul ini adalah waktu pembuatan modul selama 112 hari dengan man power sebanyak 1 orang dengan biaya per hari sebesar Rp. 124.500,-, jadi total biaya pembuatan modul sebesar (112*1*124.500) = Rp.13.944.000,-.

o SAP : software ERP (Enterprise Resource Planning) yang digunakan oleh semua karyawan PT. GMF AeroAsia untuk menjalankan proses bisnisnya. Dimana software ini dibeli pada Agustus 2000 dan mulai digunakan pada tahun Januari 2002. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli software ini adalah sebesar Rp. 1.739.545.000. Software ini memiliki berbagai modul. Modul yang dipakai dalam perusahaan adalah sebagai berikut :

Financial Accounting

Modul ini digunakan perusahaan untuk membantu kegiatan keuangan yang ada di perusahaan agar tetap akurat. Modul ini digunakan oleh divisi finance yang berjumlah 12 orang. Dimana divisi finance dapat mengakses informasi mengenai keuangan dengan cepat dan akurat. Sehingga hal ini dapat meningkatkan produktifitas karyawan dengan mengurangi waktu rutinitas yang berlebihan. Biaya

(21)

yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli software ini adalah sebesar Rp. 473.233.000.

SCM (Supply Chain Management)

Modul ini digunakan untuk menghubungkan customers, suppliers, partners dan employees. Modul ini digunakan oleh divisi Trade & Asset Management yangberjumlah 20 orang untuk membantu mengefektifkan peramalan material dari awal hingga penerimaan pesanan pelanggan tepat pada waktunya. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli software ini adalah sebesar Rp. 329.485.000.

CRM (Customer Relationship Management)

Modul ini menampilkan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan customer dari pemasaran, pembayaran, dan pengiriman informasi mengenai produk perusahaan kepada para konsumen. Modul ini digunakan oleh divisi Business Coorperation and Development yang berjumlah 25 orang. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli software ini adalah sebesar Rp. 376.250.000.

Infrastruktur

Infrastruktur yang digunakan oleh PT. GMF AeroAsia untuk membantu kegiatan operasionalnya adalah Platform (Hardware dan Software), Portal System, Network, Internet, dan Intranet Security.

(22)

Dalam menjalankan proses bisnisnya perusahaan menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Hardware adalah suatu perangkat sistem informasi yang terdiri dari perlengkapan fisik yang melengkapi sebuah komputer, seperti monitor, hard-disk, mouse, dan lain – lain. Software adalah suatu perangkat lunak yang memberikan perintah kepada hardware untuk menjalankan suatu sistem informasi. Platform ini mulai digunakan sejak tahun 2002, yang berfungsi untuk memudahkan para karyawan untuk melakukan pekerjaannya. PT. GMF AeroAsia menggunakan External Resources untuk menangani platform di perusahaan sehingga hal ini memudahkan perusahaan untuk menjalankan strategi perusahaannya. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk platform ini adalah sebesar Rp. 732.556.000,-.

o Portal System

Portal digunakan untuk mengontrol dan menggabungkan aplikasi–aplikasi perusahaan. Portal menjadi perantara utama untuk mengintegrasikan, menghubungkan, dan sinkronisasi web servis dengan database dan aplikasi yang sudah ada yang mencakup seluruh jaringan perusahaan. Secara bersamaaan dengan peran tersebut serta fungsi yang lebih jauh, menjadikan Corporate Portalsebagai sebuah platform yang memungkinkan kolaborasi berbasis global, akses menyeluruh pada aplikasi-aplikasi perusahaan, data, isi portal dan web servis, menjadi lebih efisien dalam melakukan manajemen informasi. Portalini mulai digunakan sejak tahun 2006. Portal dibuat

(23)

dan dikembangkan sendiri oleh PT. GMF AeroAsia, jadi total biaya yang dikeluarkan untuk membuat portal ini adalah sebesar Rp. 93.478.000,-.

o Network

Jaringan yang menghubungkan seluruh perangkat komputer yang terdapat di perusahaan agar saling terkoneksi dan saling terhubung. Network berfungsi untuk memudahkan karyawan dalam melakukan penukaran data dan informasi melalui jaringan yang terhubung melalui komputer yang terdapat di perusahaan. Network digunakan perusahaan sejak tahun 2002. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk networkadalah sebesar Rp.

52.143.000,-o Internet, dan Intranet Security

Perangkat keamanan yang digunakan perusahaan untuk melindungi data dan informasi yang terdapat di perusahaan agar tetap aman dan tidak dapat diketahui oleh pihak – pihak luar perusahaan yang ingin menjatuhkan perusahaan. Internet/Intranet Security digunakan perusahaan sejak tahun 2002. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk Internet/Intranet Security adalah sebesar Rp. 23.028.000,-.

Services

Services yang digunakan oleh PT. GMF AeroAsia untuk membantu kegiatan operasionalnya adalah Helpdesk, Maintenance, Security Monitoring.

(24)

o Helpdesk

Suatu aplikasi yang digunakan untuk membantu user dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi secara teknis dalam penggunaan komputer atau aplikasi yang digunakan dalam perusahaan. Helpdeskdigunakan perusahaan sejak tahun 2002. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk Helpdesk adalah sebesar Rp.38.000.000,-.

o Maintenance

Suatu aplikasi yang digunakan untuk membantu user dalam memelihara sistem yang ada di perusahaan agar dapat mengurangi atau mencegah kesalahan – kesalahan yang timbul secara teknis dan dapat menghambat sistem di perusahaan. Maintenance digunakan perusahaan pada tahun 2002. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk Maintenanceadalah sebesar Rp. 42.000.000,-.

o Security Monitoring

Suatu aplikasi yang digunakan untuk memonitor pertukaran data dan informasi yang terdapat di perusahaan agar data dan informasi tersebut tetap aman dalam proses pertukaran data dan informasi perusahaan. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk Security Monitoringadalah sebesar Rp. 32.000.000,-.

Manajemen

Manajemen yang digunakan oleh PT. GMF AeroAsia untuk membantu kegiatan operasionalnya adalah Planning, User Requirement, Implementation, Training Program.

(25)

o Planning

Proses perencanaan dalam melakukan investasi teknologi informasi mengenai aplikasi apa yang akan dibuat untuk mendukung proses bisnis perusahaan menjadi lebih baik yang berdasarkan teknologi informasi. Tahap perencanaan ini didiskusikan terlebih dahulu dalam suatu rapat dengan pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan untuk mengetahui apakah proyek tersebut tepat untuk dijalankan atau tidak dan membutuhkan waktu berapa lama untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pada tahap perencanaan, biaya yang dibutuhkan perusahaan setiap tahunnya sebesar Rp. 48.000.000,-yang digunakan sebagai biaya konsultasi dengan pihak vendor.

o User Requirement

Proses dalam mendeskripsikan kriteria sistem yang dibutuhkan oleh useragar sistem yang akan dibangun dapat memenuhi kebutuhan atau sesuai dengan keinginan user dan mengurangi kesalahan komunikasi yang terjadi dalam membangun suatu sistem di dalam perusahaan. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk User Requirementadalah sebesar Rp. 83.000.000,-.

o Implementation

Proses merealisasikan sistem secara nyata dalam hal menggantikan sistem lama dengan sistem yang baru atau sistem yang sebelumnya tidak ada di perusahaan. Biaya setiap tahun yang dikeluarkan untuk Implementationadalah sebesar Rp. 52.000.000,-.

(26)

o Training Program

Pelatihan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya agar kemampuan dan pengetahuan dari setiap karyawan terus berkembang dan belajar. Program pelatihan ini bertujuan agar semua karyawan dapat dengan mengetahui aplikasi baru yang terdapat di perusahaan dan dapat menjalankannya dengan mudah dan dapat beradaptasi dengan mudah dalam menyesuaikan aplikasi yang lama dengan yang baru. Biaya yang setiap tahun yang dikeluarkan untuk Training Programadalah sebesar Rp. 62.000.000,-.

Persentase dari masing – masing sumber daya lights-on adalah aplikasi 40%, infrastruktur 35%, services10%, dan manajemen 15%.

Persentase Portfolio Lights-On

Aplikasi 40% Infrastruktur 35% Services 10% Manajemen 15% Aplikasi Infrastruktur Services Manajemen

Gambar 4.3 Persentase Portfolio Lights-on (Sumber : Hasil penelitian)

(27)

Aplikasi Proyek Yang Sedang Direncanakan

Aplikasi proyek yang sedang direncanakan oleh PT. GMF AeroAsia untuk membantu kegiatan operasionalnya adalah sebagai berikut :

o Corporate Finance

Corporate Finance adalah suatu aplikasi yang dibuat untuk mengintegrasikan sistem keuangan dari semua divisi yang terdapat di perusahaan agar divisi finance tidak kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai keuangan perusahaan dengan cepat dan dapat memberikan keputusan dengan cepat dalam hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Dalam aplikasi corporate finance ini, perusahaan dapat mengetahui arus keluar dan masuknya informasi mengenai keuangan dari seluruh divisi atau keseluruhan perusahaan. Total Biaya yang direncanakan untuk proyek ini adalah sebesar Rp.437.825.000,-.

o Business Intelligent

Business Intelligent adalah aplikasi yang terintegrasi ke seluruh bagian di perusahaan yang memberikan pengetahuan kepada perusahaan mengenai pelanggan, pesaing, mitra bisnis, lingkungan persaingan, dan operasi internal yang memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk membuat keputusan bisnis yang efektif dan strategis. Aplikasi ini digunakan perusahaan untuk unggul dalam dunia bisnis, karena aplikasi ini merupakan strategi bisnis dalam menguasai pasar. Aplikasi ini memberikan banyak informasi yang dibutuhkan perusahaan. Total biaya yang direncanakan untuk proyek ini adalah sebesar Rp.

(28)

872.545.000,-4.6 IS / IT Planning

Perusahaan melakukan perencanaan IS/IT untuk 3 tahun kedepan sebagai berikut :

Tabel 4.1IS / IT Planning

Tahun Perencanaan penggunaan TI

1  Corporate Finance untuk mengintegrasikan semua proses keuangan yang ada di perusahaan.

Business Intelligent (BI) untuk mengintegrasikan seluruh informasi yang ada di perusahaan agar terhubung.

2  Aircraft Visit Management untuk mengatur informasi mengenai pesawat yang keluar dan masuk ke dalam hangar untuk diperbaiki atau untuk dilakukan pengecekan.

Maintenance Planning untuk mengatur perencanaan perawatan dari sebuah pesawat. 3  Business Transaction untuk melakukan

transaksi bisnis dengan perusahaan airlines.Maintenance Program Definition untuk

mendefinisikan program dari perawatan yang

4.7 Kondisi Lingkungan Industri

Dalam melakukan investasi teknologi informasi, PT GMF AeroAsia perlu memperhatikan kondisi lingkungan industri baik eksternal maupun internal. Dengan memperhatikan kondisi lingkungan industri, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah dalam menentukan strategi-strategi dalam perusahaan. Salah satu pendekatan secara luas yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan strategi dalam industri adalah menggunakan analisis kompetitif.

(29)

Model persaingan Porter yang mencakup pemasok, pembeli, pesaing, para pendatang baru, dan produk pengganti pada PT. GMF AeroAsia digambarkan pada gambar sebagai berikut :

Data dan Informasi dari Analisis Porter PT. GMF AeroAsia, yaitu:  Konsumen

Yang menjadi konsumen PT. GMF AeroAsia tidak saja dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

Ancaman Pendatang baru PT ANI PT Indo Pelita Kekuatan Penawaran dari Pemasok Boeing,AirBus,GoodYe ar,Honey Well,Rolls Royce,Prat and Whitney,dll Pesaing Industri Nordam Singapore, ST Aero Space, TAECO,

HAECO, AMECO Kekuatan Penawaran dari Pembeli -.KLM, Lion Air,Adam Air,Batavia, dll Ancaman Produk Substitusi Tidak Ada.

Gambar 4.4 Model Porter (Sumber : Hasil wawancara)

(30)

-.Konsumen dari dalam negeri diantaranya:

Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Batavia Air, Bouraq Airlines, Adam Air, Jatayu Air, Lion Air, Merpati Nusantara Airlines, Mandala Airlines, Pelita Airlines, The Indonesian Air Force, juga domestic dan internasional air carrier lainnya.

-.konsumen dari luar negeri diantaranya:

Air Niugini, Ansett Worldwide, Boeing Capital Co, Biman Bangladesh, Commodore Aviation(USA), Dart Aviation(France), GECAS, Iran Asseman, Japan Airlines, Jetwing Airlines(Sri Langka), Kabo Air(Nigeria), Korean Air, KLM, Libyan Arab Airlines, Lufthansa, MKAir(Ghana), Malaysian Airlines, NAT Aviation(USA), Nigeria Airways, Orient Thai Airlines, Pakistan International Airlines, PB Air(Thailand), Phoenix Airlines(UAE), Phuket Air(Thailand), Region Air Alpha(Singapore), Sahara Airlines(India), Spirit of Africa(Suadn), yemen Airlines, Air China.

PT. GMF AeroAsia harus dapat memuaskan setiap konsumen, sehingga konsumen tidak pindah pada perusahaan lain dalam mempercayai maintenance dan service pesawat terbang.

 Pesaing

Ada beberapa pesaing PT. GMF AeroAsia diantaranya : Nordam Singapore, ST Aero Space, TAECO, HAECO, AMECO. Para pesaing ini merupakan perusahaan yang berada di luar negeri, dan para pesaing ini memiliki peralatan yang lebih lengkap dalam maintenance dan servis perusahaan. Tetapi PT. GMF AeroAsia juga memiliki nilai lebih dibandingkan para pesaingnya sehingga dalam hal ini PT. GMF

(31)

AeroAsia harus lebih baik lagi dalam melayani para konsumen dan meningkatkan peralatan dalam maintenance dan service pesawat konsumen.

 Supplier

Supplier-supplier PT. GMF AeroAsia ( Boeing, AirBus, Rolls Royce, GE, Honey Well, GoodYear, Michelin, Snecma, KLM, SR Technic) memiliki posisi yang cukup kuat, dikarenakan PT. GMF AeroAsia harus menggunakan produk-produk supplier agar dapat menjalankan kegiatan bisnis perusahaan dalam maintenance dan service pesawat. PT. GMF AeroAsia harus mampu menaati kesepakatan-kesepakatan kontrak kerjasama yang sudah ditanda tangani dengan para supplier, sehingga bisnis PT. GMF AeroAsia dapat berjalan lancar.

 Ancaman Pendatang Baru

Pendatang baru yang muncul dibisnis ini adalah PT. ANI dan PT. Indo Pelita, karena kedua perusahaan ini sedang mengembangkan usahanya agar dapat menyaingi PT. GMF AeroAsia, sehingga kami menganggap bahwa kedua perusahaan ini menjadi ancaman pendatang baru.

 Barang Substitusi

Tidak ada barang substitusi yang dapat menggantikan dalam usaha jasa service dan maintenance. Tetapi persaingan dibidang usaha ini cukup ketat, dikarenakan persaingan dengan perusahaan luar negeri yang memilki modal dan professional yang tinggi. Di Indonesia telah banyak berdiri perusahaan penerbangan , oleh karena itu PT. GMF

(32)

AeroAsia harus sigap dalam melihat peluang ini, dengan cara memberikan pelayanan , skill & SDM yg baik, sehingga perusahaan penerbangan baik di Indonesia dan luar negeri memilih PT. GMF AeroAsia untuk maintenance dan servicepesawat.

4.8 Model Konfigurasi Value Chain Alternatif (Value Shops)

Menurut Stabell dan Fjeldstad ada 2 alternatif model konfigurasi rantai nilai yaitu Value Shopsdan Value Networks, dimana ke 2 model ini difokuskan pada aktivitas utama (Primer) rantai nilai sedangkan aktivitas (Supporting) pendukungnya sama dengan aktivitas pendukung pada model Porter. Penggunaan rantai nilai dapat membantu PT. GMF AeroAsia memahami rantai nilai internal perusahaan dibandingkan dengan pesaing sehingga lebih menguntungkan PT. GMF AeroAsia dalam persaingan bisnis.

Gambar 4.5Value shops (Sumber : Hasil Penelitian)

(33)

Analisa rantai nilai pada PT. GMF AeroAsia menggunakan alternatif model konfigurasi rantai nilai yang dinamakan service businesss value shops”, yang cocok digunakan untuk perusahaan yang mendapatkan “nilai” (keuntungan) dengan cara memberikan solusi bagi pelanggannya. Dalam kasus PT. GMF AeroAsia, klien membutuhkan solusi untuk service dan maintenance pesawat. PT. GMF AeroAsia mendapatkan keuntungan dari setiap maintenance dan servis pesawat pelanggan.

Aktivitas-aktivitas utama value shops PT. GMF AeroAsia, antara lain :  Bisnis Acquisition

Dalam kegiatan ini perusahaan merumuskan apa yang menjadi kebutuhan para pelanggan perusahaan PT. GMF AeroAsia. Data dan informasi yang diperoleh adalah berdasarkan pelanggan apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan perusahaan. Hal ini akan membantu PT. GMF AeroAsia memahami pelanggannya dan meninjau kembali apa saja yang perlu di kembangkan perusahaan untuk menjaga selera pelanggannya.

o Kualitas, pelanggan melihat apakah perusahaan memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk merawat jenis pesawat pelanggan.

o Delivery yang baik, karena pelanggan PT. GMF AeroAsia adalah perusahaan penerbangan maka waktu delivery merupakan hal yang sangat penting bagi pelanggan. Semakin cepat akan semakin baik. o Harga (Cost) yang competitive, konsumen tentu mengunakan sistem

ekonomi yang menganut “Meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya” Maka pelanggan perusahaan akan meminta harga serendah mungkin.

(34)

Problem Specification

Dalam kegiatan ini perusahaan dapat mencari tahu apa saja yang akan menjadi kendala perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggannya. Dan melihat apakah perusahaan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dalam memenuhi permintaan tersebut.

o Material component yang tidak ada o Tenaga kerja yang sedikit

o pelanggan yang terdiri dari pelanggan internasional dan Domestik.  Knowledge Application

Dalam hal ini perusahaan akan mengembangkan suatu knowledge application perusahaan yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah perusahaan dalam memberikan pelayanan yang baik dan kepuasan bagi pelanggannya. Selama ini PT. GMF AeroAsia juga menggunakan External Resources untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan yang berupa jasa Consulting, outsoucing, dan menjalin kerja sama dengan mitra bisnis sebagai strategi perusahaan mengembangkan usahanya.

o External Resources

 PT.Prentise : Outsourcing dalam memberikan konsultasi business supportseperti email, desktop, meeting planner.

 DELL : Hardware, software maintenance, system security (Data,firewall,virus).

Allocation of resource

Pada kegiatan ini perusahaan akan mencoba menerapkan strategi baru bagi perusahaan dan menganalisa kemampuan perusahaan untuk

(35)

mengimplementasikan strategi tersebut. Perusahaan juga melakukan analisa 5 M yang meliputi Man, Money, Material, Machine, dan Method. Apabila terjadi kekurangan sumber daya perusahaan akan melakukan strategy pemasaran untuk mendukung sumber daya yang dibutuhkan seperti membuat kerja sama dengan Suplier yang berupa consignment material dan component sehingga dapat meringankan biaya yang ditanggung perusahaan.

Marketing Capability

Dalam kegiatan ini perusahaan melakukan iklan dan promosi untuk mengenalkan usaha maintenance aircraftkepada pelanggan dan masyarakat yang merupakan operator maskapai penerbangan dengan melakukan promosi iklan pada media cetak, mengikuti airshow yang diadakan di negara-negara lain, melakukan perjalanan atau kunjungan kepada perusahaan penerbangan secara langsung, dan juga menerapkan informasi melalui web.

Analisa rantai nilai terhadap PT. GMF AeroAsia dilakukan untuk menjelaskan dengan detail setiap aktivitas utama perusahaan yang memberi nilai tambah bagi konsumen, karena setiap aktivitas yang berjalan membutuhkan biaya maka diharapkan implementasi IT/IS yang sesuai untuk setiap aktivitas utama akan memberi keuntungan bagi perusahaan.

Configure Solution

Dalam kegiatan ini perusahaan melakukan analisa solusi masalah yang dihadapi untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan client perusahaan. Dengan menerapkan beberapa perencanaan dan

(36)

implementasi solusi yang diambil sesuai hasil keputusan yang telah dilakukan.

Execute Solution

Dalam kegiatan ini perusahaan memulai penerapan implementasi solusi yang telah dibuat sesuai jadwal implementasi yang sudah di rencanakan sebelumnya

4.8.1 Aktivitas nilai pendukung (Support Value Activities)

Menyediakan input dan infrastruktur yang memungkinkan aktivitas utama berlangsung. Aktivitas nilai pendukung PT. GMF AeroAsia mencakup:  Infrastruktur

Yang termasuk didalamnya adalah Marketing, Production, Finance, Customer Serviceyang digunakan untuk mendukung operasional service. Tiga buah hangar yang terdiri dari 1 hanggar wide body dan 2 hanggar narrow body. Secara keseluruhan memiliki 13 gedung pendukung operasional, APRON, Run Up Bay, dan lapangan parkir karyawan diatas tanah seluas 115 Ha.

Human Resource Management

Yang termasuk didalamnya yaitu personalia, pembayaran/gaji, penerimaan karyawan baru, trainning, Man Power Palnning yang digunakan untuk mendukung operasional service.

Teknologi Development

Yang termasuk didalamnya adalah production Engineering, capability Development, TAT improvement yang digunakan untuk mendukung operasional service.

(37)

Procurement

Yang termasuk didalamnya adalah purchasing, subcontracting, supplier Management yang berfungsi sebagai aktivitas pendukung.

Melalui analisa rantai nilai ini perusahaan dapat mengetahui apa saja yang diinginkan pelanggan dan memudahkan perusahaan melakukan pengembangan strategi untuk mendukung operasional perusahaan. Perusahaan dapat menganalisa suatu aplikasi pendukung yang tepat dan meninjau infrastruktur yang telah dimiliki apakah telah cukup membantu operasional perusahaan atau belum. Dari analisa ini, perusahaan masih memiliki suatu kelemahan yaitu mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan yang dapat merespon secara langsung keluhan pelanggan, dan persediaan componentyang kurang terkontrol.

4.9. Analisis Industri

4.9.1 Evaluasi Faktor Internal

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan, maka didapatkan gambaran umum tentang faktor-faktor yang dapat menjadi kekuatan dan kelemahan pada PT. GMF AeroAsia, yakni sebagai berikut:

4.9.1.1 Strength(Kekuatan)

Adapun faktor-faktor internal yang teridentifikasi sebagai kekuatan perusahaan adalah sebagai berikut :

1. PT. GMF AeroAsia merupakan repair station yang telah mendapat sertifikasi dari CASR (Civil Aviation Safety Regulation, otoritas penerbangan Indonesia), EASA

(38)

(European Aviation Safety Agency, otoritas penerbangan Eropa), dan FAA (Federal Aviation Administration, otoritas penerbangan Amerika).

2. Sistem perusahaan yang telah terintegrasi antara satu divisi dengan divisi yang lainnya sehingga memudahkan adanya pertukaran informasi yang up – to – date.

3. Kualitas perusahaan yang baik dengan teknisi yang sesuai dengan standar penerbangan nasional dan internasional.

4. Satu – satunya bengkel perawatan pesawat terbang di Indonesia dan memiliki fasilitas yang baik dan terawat secara periodik

5. Biaya perawatan pesawat terbang yang sangat kompetitif. 4.9.1.2 Weakness(Kelemahan)

Adapun faktor-faktor internal yang teridentifikasi sebagai kelemahan perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Perawatan Komponen masih ada yang belum sesuai dengan keinginan pelanggan dan membutuhkan waktu perawatan yang cukup lama, TAT (Turn Around Time, waktu perawatan pesawat).

2. Sistem persediaan komponen yang kurang terkontrol sehingga mengakibatkan adanya keterlambatan dalam menyelesaikan perawatan pesawat pelanggan.

3. Hubungan perusahaan dengan pelanggan yang kurang dekat sehingga mengakibatkan kurangnya informasi mengenai para pelanggan seperti kebutuhan dan keinginan pelanggan yang

(39)

dapat merespon secara langsung keluhan yang dihadapi para pelanggan mengenai fasilitas yang diberikan perusahaan kepada para pelanggannya.

4. Sistem PT. GMF AeroAsia belum berjalan dengan efektif, hal ini dapat dirasakan dengan banyaknya penyelesaian masalah yang tidak terkomunikasikan dengan baik.

5. Pendokumentasian di PT. GMF AeroAsia masih belum berjalan dengan baik.

4.9.1.3 Hasil Evaluasi Faktor Internal

Setelah melakukan analisis lingkungan internal sehingga teridentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan, maka faktor-faktor tersebut dapat dimasukkan dan dihitung nilai IFAS. Nilai tersebut diperoleh dengan melakukan pembobotan setiap faktor sesuai dengan kepentingan relatif bagi perusahaan untuk sukses dalam industri dengan perincian bobot 1 (tidak penting) sampai 4 (amat penting), kemudian setiap faktor akan dinilai atau diranking berdasarkan apakah faktor bersangkutan. Dengan mengalikan bobot dan ranking maka akan diperoleh nilai masing-masing faktor yang akan dijumlahkan untuk memperoleh hasil nilai total IFAS.

(40)

Tabel 4.2 Faktor Kekuatan PT. GMF AeroAsia No. Faktor Kekuatan Perusahaan

1 PT. GMF AeroAsia telah mendapat sertifikasi dari nasional dan internasional. 2 Sistem perusahaan yang telah terintegrasi.

3 Kualitas perusahaan yang baik.

4 Satu – satunya bengkel perawatan pesawat terbang di Indonesia. 5 Biaya perawatan pesawat terbang yang sangat kompetitif.

(Sumber: PT. GMF AeroAsia)

Tabel 4.3 Faktor Kelemahan PT. GMF AeroAsia No. Faktor Kelemahan Perusahaan

1 Perawatan Komponen masih ada yang belum sesuai dengan keinginan pelanggan. 2 Sistem persediaan komponen yang kurang terkontrol.

3 Hubungan perusahaan dengan konsumen yang kurang dekat. 4 Sistem PT. GMF AeroAsia belum berjalan dengan efektif.

5 Pendokumentasian di PT. GMF AeroAsia masih belum berjalan dengan baik. (Sumber: PT. GMF AeroAsia)

Tabel 4.4 Pemberian Peringkat Faktor Internal PT. GMF AeroAsia

No. Faktor Internal Perusahaan Peringkat

1 PT. GMF AeroAsia telah mendapat sertifikasi dari nasional dan

internasional. 4

2 Sistem perusahaan yang telah terintegrasi. 4

3 Kualitas perusahaan yang baik. 4

4 Satu – satunya bengkel perawatan pesawat terbang di Indonesia. 4 5 Biaya perawatan pesawat terbang yang sangat kompetitif. 3 6 Perawatan Komponen masih ada yang belum sesuai dengan

keinginan pelanggan. 2

7 Sistem persediaan komponen yang kurang terkontrol. 1

8 Hubungan perusahaan dengan konsumen yang kurang dekat. 1 9 Sistem PT. GMF AeroAsia belum berjalan dengan efektif. 1 10 Pendokumentasian di PT. GMF AeroAsia masih belum berjalan

dengan baik. 2

(41)

Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI)

Tabel 4.5 Hasil Matriks EFI pada PT. GMF AeroAsia

Strength Bobot Peringkat

Nilai Yang Dibobot PT. GMF AeroAsia telah mendapat sertifikasi dari

nasional dan internasional.

0.273 4 1.092

Sistem perusahaan yang telah terintegrasi. 0.187 4 0.748

Kualitas perusahaan yang baik. 0.143 4 0.572

Satu – satunya bengkel perawatan pesawat terbang di Indonesia.

0.112 4 0.448

Biaya perawatan pesawat terbang yang sangat kompetitif.

0.079 3 0.273

Sub Total (Strength) 3.097

Weakness Bobot Peringkat

Nilai Yang Dibobot Perawatan Komponen masih ada yang belum sesuai

dengan keinginan pelanggan.

0.064 2 0.128

Sistem persediaan komponen yang kurang terkontrol. 0.054 1 0.054 Hubungan perusahaan dengan konsumen yang kurang

dekat.

0.043 1 0.043

Sistem PT. GMF AeroAsia belum berjalan dengan efektif.

0.026 1 0.026

Pendokumentasian di PT. GMF AeroAsia masih belum berjalan dengan baik.

0.019 2 0.038

Sub Total (Weakness) 0.289

Total EFI 1.00 3.386

Total EFI sebesar 3.386 menunjukkan posisi internal (kekuatan serta kelemahan) PT. GMF AeroAsia kuat.

4.9.2 Evaluasi Faktor Eksternal

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan, maka didapatkan gambaran umum tentang faktor-faktor yang dapat menjadi peluang maupun ancaman pada PT. GMF AeroAsia, yakni sebagai berikut:

(42)

4.9.2.1Opportunity(Peluang)

Adapun faktor-faktor eksternal yang teridentifikasi sebagai peluang bagi perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Munculnya Airlines baru di Indonesia merupakan peluang bagi PT. GMF AeroAsia.

2. Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha. 3. PT. GMF AeroAsia akan segera menjadi perusahaan publik

(go public) sehingga akan mendapatkan dana untuk pengembangan perusahaan.

4. Banyak perusahaan airlines memikirkan biaya perawatan, dengan alasan kualitas, waktu perawatan pesawat dan biaya. 5. Kepedulian perusahaan airlines tentang keamanan dan

keselamatan pesawat sehingga perusahaan airlines harus melakukan perawatan secara rutin.

4.9.2.2 Threat(Ancaman)

Adapun faktor-faktor eksternal yang teridentifikasi sebagai ancaman bagi perusahaan adalah sebagai berikut

1. Pemberitaan yang negatif di media mengenai buruknya perawatan pesawat terbang di Indonesia.

2. Konsumen semakin kritis terhadap aspek Quality, Cost dan Delivery.

3. Perusahaan airlines melakukan perawatan pesawat di luar negeri atau negara tetangga terdekat yang memiliki bengkel perawatan pesawat terbang.

(43)

4. Situasi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil membuat airlines menjadi tidak liquid dan cenderung menunda pembayaran.

5. Munculnya perusahaan – perusahaan baru dalam bidang yang sama dengan PT. GMF AeroAsia.

4.9.2.3 Hasil Evaluasi Faktor Eksternal

Setelah melakukan analisis lingkungan eksternal sehingga teridentifikasi beberapa peluang dan ancaman, maka faktor-faktor tersebut dapat dimasukkan dan dihitung nilai EFE. Nilai tersebut diperoleh dengan melakukan pembobotan setiap faktor sesuai dengan kepentingan relatif bagi perusahaan untuk sukses dalam industri dengan perincian bobot 1 (tidak penting) sampai 4 (amat penting), kemudian setiap faktor akan dinilai atau diranking berdasarkan apakah faktor bersangkutan. Dengan mengalikan bobot dan ranking maka akan diperoleh nilai masing-masing faktor yang akan dijumlahkan untuk memperoleh hasil nilai total EFE.

Tabel 4.6 Faktor Peluang PT. GMF AeroAsia No. Faktor Peluang Perusahaan

1 Munculnya Airlines baru di Indonesia.

2 Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha.

3 PT. GMF AeroAsia akan segera menjadi perusahaan publik (go public).

4 Banyak perusahaan airlines memikirkan biaya perawatan, dengan alasan kualitas, waktu perawatan pesawat dan biaya.

(44)

Tabel 4.7 Faktor Ancaman PT. GMF AeroAsia No. Faktor Ancaman Perusahaan

1 Pemberitaan yang negatif di media.

2 Konsumen semakin kritis terhadap aspek Quality, Cost dan Delivery. 3 Perusahaan airlines melakukan perawatan pesawat di luar negeri. 4 Situasi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil.

5

Munculnya perusahaan – perusahaan baru dalam bidang yang sama dengan PT. GMF AeroAsia.

Tabel 4.8 Pemberian Peringkat Faktor Eksternal PT. GMF AeroAsia

No. Faktor Eksternal Perusahaan Peringkat

1 Munculnya Airlines baru di Indonesia. 3

2 Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha. 3 3 PT. GMF AeroAsia akan segera menjadi perusahaan publik (go

public). 4

4 Banyak perusahaan airlines memikirkan biaya perawatan, dengan alasan kualitas, waktu perawatan pesawat dan biaya. 3 5 Kepedulian perusahaan airlines tentang keamanan dan keselamatan

pesawat. 4

6 Pemberitaan yang negatif di media. 4

7 Konsumen semakin kritis terhadap aspek Quality, Cost dan

Delivery. 3

8 Perusahaan airlines melakukan perawatan pesawat di luar negeri. 4

9 Situasi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. 3

10 Munculnya perusahaan – perusahaan baru dalam bidang yang sama

dengan PT. GMF AeroAsia. 3

(45)

Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

Tabel 4.9 Hasil Matriks EFE pada PT. GMF AeroAsia

Threat Bobot Peringkat

Nilai Yang Dibobot

Pemberitaan yang negatif di media. 0.067 4 0.268

Konsumen semakin kritis terhadap aspek Quality, Cost dan Delivery.

0.044

3 0.132

Perusahaan airlines melakukan perawatan pesawat di luar negeri.

0.043

4 0.172

Situasi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. 0.033 3 0.099 Munculnya perusahaan – perusahaan baru dalam

bidang yang sama dengan PT. GMF AeroAsia.

0.024

3 0.072

Sub Total (Threat) 0.743

Total EFE 1.00 3.359

Total EFE sebesar 3.359menunjukkan PT. GMF AeroAsia memberi respon baik atau

lebih besar dari rata-rata industri terhadap peluang serta ancaman yang ada dalam

industrinya.

Oportunity Bobot Peringkat

Nilai Yang Dibobot

Munculnya Airlines baru di Indonesia. 0.270 3 0.810

Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha.

0.188

3 0.564

PT. GMF AeroAsia akan segera menjadi perusahaan publik (go public).

0.140

4 0.560

Banyak perusahaan airlines memikirkan biaya perawatan, dengan alasan kualitas, waktu perawatan pesawat dan biaya.

0.114

3

0.342

Kepedulian perusahaan airlines tentang keamanan dan keselamatan pesawat.

0.085

4 0.340

(46)

Matriks SWOT

Matriks SWOT merupakan suatu alat yang bersandar pada informasi yang

ditunkan dari tahap input untuk mencocokkan peluang dan ancaman eksternal dengan

kekuatan dan kelemahan internal. Mencocokkan faktor keberhasilan eksternal dan

internal adalah kunci untuk menghasilkan alternatif strategi yang layak secara efektif.

Dari matriks SWOT dapat membantu manajer mengembangkan 4 tipe strategi : SO

(kekuatan-peluang – strengths- opportunities), WO (kelemahan-peluang –

weakness-opportunities), ST (kelemahan-ancaman – weakness-threats), WT ( kelemahan-ancaman –weakness-threats). Dari hasil evaluasi menggunakan matriks SWOT (tabel

(47)

Tabel 4.10 Hasil Matriks SWOT PT. GMF AeroAsia

STRENGHTS (S)

1. PT. GMF AeroAsia telah mendapat sertifikasi dari nasional dan internasional. 2. Sistem perusahaan yang

telah terintegrasi.

3. Kualitas perusahaan yang baik.

4. Satu – satunya bengkel perawatan pesawat terbang di Indonesia.

5. Biaya perawatan pesawat terbang yang sangat kompetitif.

WEAKNESS (W)

1. Perawatan Komponen masih ada yang belum sesuai dengan keinginan pelanggan.

2. Sistem persediaan komponen yang kurang terkontrol.

3. Hubungan perusahaan dengan konsumen yang kurang dekat.

4. Sistem PT. GMF AeroAsia belum berjalan dengan efektif.

5. Pendokumentasian di PT. GMF AeroAsia masih belum berjalan dengan baik. OPPORTUNITIES (O)

1. Munculnya Airlines baru di Indonesia.

2. Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha.

3. PT. GMF AeroAsia akan segera menjadi perusahaan publik (go public).

4. Banyak perusahaan airlines memikirkan biaya perawatan, dengan alasan kualitas, waktu perawatan pesawat dan biaya. 5. Kepedulian perusahaan airlines

tentang keamanan dan keselamatan pesawat.

STRATEGI SO

1. Fokus pada kerjasama dengan perusahaan airlinesdalam menangani

perawatan dan

perbaikan pesawatnya.

(S1,S4,O1,05)

2. Fokus pada peningkatan sistem informasi untuk menarik para investor untuk menanamkan modalnya.

(S2,S3,O2,O3)

3. Fokus pada peningkatan

layanan untuk

meningkatkan kepuasan kepada pelanggan. (S1,S3,O1,O4,O5) 4. Fokus pada peningkatan

teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. (S2,S3,O2)

STRATEGI WO

1. Fokus dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

(W1,O3,O4,O5)

2. Fokus menjalin kerjasama dengan supplier untuk mendukung material dan komponen sehingga dapat meringankan biaya. (W2,O4)

3. Fokus pada semua kegiatan maintenance (khususnya engine maintenance) berdasarkan pada Teknologi Informasi dan equipment yang disupply.

(W1,W4,W5,O4,O5)

THREATS (T)

1. Pemberitaan yang negatif di media. 2. Konsumen semakin kritis terhadap

aspek Quality, Cost dan Delivery. 3. Perusahaan airlines melakukan

perawatan pesawat di luar negeri. 4. Situasi ekonomi Indonesia yang

masih belum stabil. 5. Munculnya perusahaan –

perusahaan baru dalam bidang yang sama dengan PT. GMF AeroAsia.

STRATEGI ST

1. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kemampuan para teknisi.

(S1,S3,T1,T2)

2. Mengembangkan citra perusahaan agar para perusahaan airlines tetap

merawat dan memperbaiki pesawatnya di PT. GMF AeroAsia. (S1,S3,S4,T1,T3,T5) 3. Menekan harga STRATEGI WT 1. Mengadakan pelatihan khusus dan terus – menerus untuk meningkatkan disiplin sumber daya manusia yang ada.(W2,W3,T1,T2)

2. Membuat sistem perencanaan material yang sesuai dengan yang dibutuhkan dalam melakukan perawatan pesawat.(W1,W4,W5,T2) 3. Menekan biaya produksi

(48)

maintenance dan service agar lebih murah, tetapi tetap

kompetitif.(S3,S4,S5,T2, T3)

dengan keunggulan Teknologi Informasi untuk mendukung kegiatan bisnis.(W1,W3,T2,T3)

Matriks Internal Eksternal (IE)

Total Nilai EFE Berbobot

Kuat 3,00-4,00 Sedang 2,00-2,99 Lemah 1,00-1,99 4,00 3,00 2,00 1,00

Tumbuh dan bina Tumbuh dan bina Pertahankan dan

Tingggi Strategi intensif Strategi Pasar : pelihara :

* penetrasi pasar * penetrasi pasar * penetrasi pasar

3,00-4,00

* pengembangan pasar

* pengembangan

pasar * pengembangan

* pengembangan * pengembangan Produk

3,00 Produk produk

Sedang Tumbuh dan bina Pertahankan dan

Panen atau divestasi

Strategi intensif pelihara :

2,00-2,99 * penetrasi pasar * penetrasi pasar

* pengembangan

pasar * pengembangan

* pengembangan produk

2,00 Produk

Rendah Pertahankan dan

Panen atau divestasi Panen atau divestasi pelihara : 1,00-1,99 * penetrasi pasar * pengembangan Produk 1,00 Sumber : Hasil penelitian Gambar 4.6 Matriks IE

(Sumber : Hasil penelitian)

Berdasarkan hasil evaluasi faktor eksternal dan faktor internal pada sub bab

sebelumnya, maka dapat diproyeksikan hasilnya ke dalam matriks Internal Ekstenal

sebagai tahap pencocokan strategi perusahaan, dimana nilai EFI adalah 3.386 dan nilai

(49)

Dengan demikian daerah yang terarsir menunjukkan tindakan strategis yang

perlu PT. GMF AeroAsia lakukan yakni mempertahankan dan memelihara jenis usaha

yang telah dilakukan dengan melaksanakan:

 Penetrasi pasar

Penetrasi pasar dapat dilakukan dengan mempromosikan jasa

yang ditawarkan secara gencar sehingga mampu meningkatkan penjualan

dan pangsa pasar. Perusahaan harus melakukan promosi secara gencar

agar pembeli tetap loyal dengan perusahaan dan memfokuskan secara

maksimal kepada stakeholder.

 Pengembangan pasar

Dalam pengembangan pasar dapat dilakukan dengan memasuki

pasar-pasar Internasional utnuk menarik perhatian konsumen.

 Pengembangan produk

Dengan selalu melakukan pengembangan produk yang dalam hal

ini berupa menu menu yang berkualitas dan bervariasi sesuai dengan

kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen. Hal ini juga arus didukung

dengan adanya usaha promosi yang maksimal.

4.10 Arahan strategi bisnis

Menurut Benson et al (2004, p38), setiap perusahaan biasanya memiliki

arahan strategis (strategic intentions). Arahan strategi merefleksikan apa yang akan

(50)

lakukan dalam hal perbaikan strategi atau efektifitas operasional haruslah

berdampak pada garis bawah.

Untuk menentukan arahan strategi, perusahaan harus menggunakan matriks

SWOT. Dimana matriks SWOT merupakan alat yang digunakan dengan

mencocokkan faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan tipe strategi.

Dari hasil analisis penelitian maka arahan strategi PT. GMF AeroAsia sebagai

berikut:

Tabel 4.11 Arahan Strategi PT. GMF AeroAsia Arahan

stategis

Tujuan Arahan Strategis

Metrik Arahan Strategis Bobot

Fokus pada kerjasama dengan perusahaan airlines dalam menangani perawatan dan perbaikan pesawatnya.  Menyediakan layanan yang berkualitas dengan teknisi pesawat yang telah mempunyai standar nasional dan internasional.  Memberikan harga yang kompetitif dan dapat dijangkau oleh perusahaan airlines  Peningkatan jumlah perusahaan airlines yang bekerjasama untuk menangani perawatan mesin pesawat. 35 Fokus pada peningkatan sistem informasi untuk menarik para investor untuk menanamkan modalnya.  Melakukan kerjasama dengan mitra yang lain untuk meningkatkan bisnis.  Menyediakan informasi berbasiskan web agar para investor dapat melihat informasi mengenai perusahaan dan tertarik untuk  Perluasan pangsa pasar  Perluasan jaringan layanan 30

(51)

menanamkan modalnya Fokus pada peningkatan layanan untuk meningkatkan kepuasan kepada pelanggan.  Memberikan layanan yang memuaskan kepada para pelanggan  Memberikan kenyamanan dalam melakukan perawatan pesawat kepada para pelanggan  Loyalitas para pelanggan  Menurunnya jumlah keluhan yang diterima dari para pelanggan 20 Fokus pada peningkatan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.  Menerapkan sistem kerja berbasiskan teknologi informasi  Meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dalam hal teknologi informasi  Kualitas pelayanan dan profesionalisme meningkat

 Kinerja kerja yang membaik

15

4.11Demand/Supply Planning

Setelah membuat arahan strategi, maka dibuatlah penelitian mengenai

Demand/Supply Planning yang merupakan turunan dari arahan strategi yang sudah

diteliti sebelumnya, sehingga dapat diketahui dengan jelas Demand apa saja yang

diinginkan oleh unit bisnis dari divisi IT sehingga divisi IT dapat

(52)

Tabel 4.12Demand/Supply Planning: Fokus pada kerjasama dengan perusahaan

airlinesdalam menangani perawatan dan perbaikan pesawatnya.

Demand Supply Konteks Strategi Bisnis Perencanaan Strategi untuk Penggunaan TI Perencanaan Strategi untuk Pemasok TI

Arahan Strategi Fokus pada kerjasama

dengan perusahaan

airlinesdalam menangani perawatan dan perbaikan pesawatnya.

Menyediakan fitur – fitur melalui website kepada para pelanggan mengenai keuntungan yang akan didapat perusahaan airlines jika menjalin kerjasama dengan perusahaan. Membuat website mengenai keuntungan – keuntungan jika bekarjasma dengan perusahaan

Tujuan Strategi  Menyediakan

layanan yang berkualitas dengan teknisi pesawat yang telah mempunyai standar nasional dan internasional.  Memberikan harga yang kompetitif dan dapat dijangkau oleh perusahaan airlines  Menampilkan informasi mengenai tenaga – tenaga teknisi yang berkualitas dan mempunyai standar nasional dan internasional.  Menggunakan sistem berbasiskan Information Technology untuk mengurangi biaya yang tidak perlu.

 Mendukung pembuatan website untuk menampilkan informasi – informasi mengenai produk yang ditawarkan.  Membuat sistem yang dapat mengurangi biaya yang tidak diperlukan.

Inisiatif Strategi Peningkatan jumlah

perusahaan airlines yang bekerjasama untuk menangani perawatan mesin pesawat.

Menyediakan informasi yang lengkap mengenai keuntungan yang akan didapat perusahaan airlines jika bekerjasama dengan perusahaan.

Merancang suatu jaringan yang dapat terhubung dengan perusahaan airlines yang telah

bekerjasama sehingga arus data dan

informasi menjadi tidak terhambat.

Gambar

Tabel 4.1 IS / IT Planning
Gambar 4.5 Value shops (Sumber : Hasil Penelitian)
Tabel 4.3 Faktor Kelemahan PT. GMF AeroAsia No. Faktor Kelemahan Perusahaan
Tabel 4.7 Faktor Ancaman PT. GMF AeroAsia No. Faktor Ancaman Perusahaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mengetahui seluruh aplikasi yang diperlukan untuk mendukung dan memaksimalkan proses bisnis perusahaan, maka dibutuhkan perencanaan pengadaan aplikasi-aplikasi

– Aplikasi bisnis dari teknologi informasi dirancang sebagai suatu arsitektur yang terintegrasi dari sistem perusahaan.. yang mendukung srtategic e-business iniatives, juga

Proses perencanaan pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis teknologi informasi yang disusun merupakan langkah kolaboratif atau kerja sama yang dibuat dengan

Proses produksi yang sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dan disepakati akan mendukung tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu meminimalisasi segala bentuk

Penggunaan Bisnis model yang tepat mendukung organisasi dalam menciptakan inovasi, BNI Syariah sebagai salah satu Bank Syariah di Indonesia melakukan sebuah

Bertanggung jawab atas perencanaan kerja, sistetm manajemen kinerja, perencanaan investasi, pengembangan aplikasi sistem informasi, untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga

ƒ Data – data mengenai gambaran umum perusahaan, seperti profile perusahaan, kegiatan usaha perusahaan, dan proses informasi dan produksi furniture pada PT. HOME SPIRIT yang

Startegi bisnis SI adalah strategi yang menjelaskan bagaimana sistem dan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung setiap kegiatan bisnis perusahaan yang