• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 29 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengembangan Pendidikan Fisika di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNS. Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap mulai bulan Februari 2012 sampai dengan Maret 2013.

B. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini ditinjau dari jenisnya termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Melalui pendekatan fenomenologis dapat dipahami fenomena yang terjadi dalam penelitian sehingga tidak terjadi kekeliruan penafsiran atas makna objek yang diteliti.

Penelitian deskriptif kualitatif memberikan interpretasi terhadap data yang diperoleh secara rasional dan objektif, kemudian menggambarkan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lain yang diteliti agar dapat menggambarkan fenomena yang ada secara lebih konkret dan terperinci.

C. Data dan Sumber Data

Data pada penelitian ini adalah konsep Usaha dan Energi yang terdapat dalam tiga BSE SMA/MA kelas XI semester 1 yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendikbud. Pemilihan buku yang diambil sebagai sumber data dilakukan secara acak yaitu dengan cara mengunduh beberapa buku BSE dari situs resmi Kemendikbud kemudian mengambil 3 dari 5 BSE tersebut secara acak tanpa memperhatikan nama penulis maupun cakupan materi dalam buku tersebut. Disamping itu pemilihan buku ini telah melalui konsultasi dengan pembimbing skripsi yang nantinya akan berperan sebagai validator dalam penelitian ini. Ketiga buku tersebut adalah sebagai berikut:

1. FISIKA Untuk SMA dan MA Kelas XI, dengan penulis Sri Handayani & Ari

(2)

commit to user

2. FISIKA Mudah dan Sederhana untuk SMA dan MA Kelas XI, dengan penulis

Siswanto & Sukaryadi.

3. FISIKA untuk SMA/MA Kelas XI, dengan penulis Bambang Haryadi.

D. Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara kepada tim ahli.

a. Studi Pustaka

Penelitian ini menerapkan kerja kepustakaan dengan dilakukan survey terhadap data, menelusuri literatur yang ada serta menelaahnya secara tekun untuk memperoleh data yang diperlukan. Studi kepustakaan dalam penelitian ini mempunyai peranan untuk lebih meyakinkan dalam menginterpretasikan hasil penelitian yang hendak dilakukan.

Beberapa sumber informasi yang digunakan sebagai bahan studi kepustakaan dalam penelitian ini antara lain :

1. Buku Fisika Universitas yang berkaitan dengan materi yang diteliti, antara lain:

a. Douglas C. Giancoli. 1998. Fisika (diterjemahkan oleh Yuhilza Hanum). Jakarta: Erlangga.

b. Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas edisi kesepuluh (diterjemahkan oleh Endang Juliastuti). Jakarta: Erlangga.

c. Raymond A. Serway & John W. Jewett. 2004. Physics for Scientists and Engineers. Stamford: Thomson Brook/Cole.

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

b. Wawancara

Teknik wawancara ini digunakan dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai konsep-konsep Usaha dan Energi yang benar, sehingga diketahui letak miskonsepsi dan kesalahan lain pada materi Usaha dan

(3)

commit to user

wawancara sekaligus sebagai koreksi hasil analisis miskonsepsi materi Usaha dan Energi terhadap buku yang diteliti berdasarkan studi pustaka. Wawancara dilakukan kepada tim ahli yang meliputi dosen pembimbing dan dosen Fisika yang kompeten pada materi Usaha dan Energi.

Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kualitatif, artinya pertanyaan-pertanyaan diajukan secara lebih bebas dan leluasa tanpa terikat oleh suatu susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Patilima (68: 2011) mengatakan dengan teknik ini diharapkan wawancara berlangsung luwes, arahnya bisa lebih terbuka, percakapan tidak membuat jenuh kedua belah pihak, sehingga diperoleh informasi yang lebih luas.

Alat yang digunakan sebagai pendukung dan bukti telah melakukan wawancara pada penelitian ini adalah buku catatan. Buku catatan yang berfungsi untuk mencatat semua sumber data yang penting.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Lembar observasi ini berupa tabel analisis miskonsepsi. Tabel analisis miskonsepsi digunakan untuk mengisi perbandingan konsep Usaha dan Energi dari tiga BSE yang diteliti dengan konsep yang benar dari hasil studi pustaka dan wawancara tim ahli. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang temuan miskonsepsi pada konsep Usaha dan Energi yang terdapat dalam BSE.

Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi konsep-konsep Usaha dan Energi pada BSE berdasarkan silabus yang divalidasi oleh peneliti dan pembimbing. Selanjutnya dianalisis apakah dalam konsep Usaha dan Energi pada BSE yang diteliti terdapat miskonsepsi atau tidak berdasarkan studi pustaka dan wawancara tim ahli. Selain menganalisis miskonsepsi, juga akan diidentifikasi keterangan lain yang berpotensi menyebabkan miskonsepsi, yang meliputi: konsep benar, konsep tidak ada, konsep tidak lengkap, perbaikan

(4)

commit to user

gambar, perbaikan penulisan notasi, perbaikan penulisan satuan, perbaikan penulisan perumusan, dan perbaikan keterangan perumusan.

F. Validasi Data

Dalam penelitian kualitatif harus didapatkan data yang valid, untuk itu dalam pengumpulan data perlu diadakan validasi data agar data yang diperoleh tidak invalid (cacat). Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Triangulasi merupakan teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif, artinya untuk menarik kesimpulan yang mantap diperlukan tidak hanya satu cara pandang (Sutopo, H.B., 78: 2002). Oleh karena itu dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data.

Triangulasi data dalam penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 3.1 sebagai berikut :

Gambar 3.1 Skema Triangulasi Data dengan Tiga Teknik Pengumpulan Data

G. Analisis Data

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, maka analisis datanya adalah non statistik. Analisis data kualitatif merupakan analisis data yang dilakukan melalui upaya bekerja dengan data, mengorganisasi data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan

Studi Pustaka

Tim ahli

(5)

commit to user

memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain yang dilakukan oleh peneliti. Analisis ini dilakukan untuk menggambarkan atau mengungkapkan adanya miskonsepsi pada materi Usaha dan Energi dalam buku teks yang diteliti dengan menghitung persentase miskonsepsinya.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif model Miles dan Huberman yang ditunjukkan pada Gambar 3.2 sebagai berikut :

Gambar 3.2 Komponen dalam Analisis Data (Interactive Model) (Patilima, 102: 2011)

1. Tahap Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa :

a. Konsep berdasarkan silabus

Data konsep-konsep Fisika berdasarkan silabus diperoleh dengan menelaah silabus pembelajaran Fisika SMA/MA kelas XI semester I berlandaskan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan yang diterbitkan oleh Tim MGMP Kabupaten Karanganyar. Pengambilan silabus tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa silabus tersebut adalah silabus yang dipakai oleh SMA di Kabupaten Karanganyar tempat dilaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Konsep-konsep Fisika berdasarkan silabus digunakan sebagai keterangan bahwa BSE tersebut telah memuat konsep berdasarkan silabus atau tidak.

b. Penjabaran konsep buku ajar yang diteliti

Data penjabaran konsep buku ajar yang diteliti diperoleh dengan melakukan pengamatan. Apabila penjabaran konsep dalam BSE yang diteliti

Pengumpulan Data

Reduksi data Penarikan kesimpulan

(6)

terlalu panjang, diambil inti sarinya tanpa mengurangi makna konsep tersebut.

c. Konsep yang benar berdasarkan studi pustaka dan tim ahli

Data konsep benar diperoleh dari studi pustaka dan tim ahli. Konsep yang benar berdasarkan studi pustaka dan tim ahli digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dan keterangan lainnya yang terdapat pada BSE yang diteliti.

2. Tahap Reduksi Data

Reduksi data dilakukan selama pengumpulan data berlangsung. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.

Data penjabaran konsep BSE yang telah diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan konsep Fisika yang benar hasil studi pustaka dan wawancara tim ahli. Hasil konsep Fisika yang benar hasil studi pustaka dan tim ahli digunakan untuk menentukan apakah konsep dalam BSE yang diteliti tergolong

miskonsepsi atau tidak. Selain menganalisis miskonsepsi, juga

mengidentifikasi keterangan lainnya yaitu konsep benar dan konsep yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi yang meliputi: konsep benar tetapi kalimat perlu diperbaiki, konsep benar tetapi terdapat penulisan keterangan yang tidak jelas, konsep tidak lengkap, konsep tidak ada, salah ketik, salah gambar, penambahan gambar, perbaikan gambar, keterangan gambar diperbaiki, penambahan keterangan gambar, contoh tidak lengkap, penulisan perumusan diperbaiki, dan perbaikan keterangan perumusan.

Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah konsep Usaha dan Energi dalam BSE, jumlah miskonsepsi, dan keterangan lainnya pada materi Usaha dan Energi dalam BSE yang diteliti. Perumusan perhitungan persentase miskonsepsi setiap bab dalam buku ajar yang diteliti sebagai berikut :

(7)

commit to user di mana :

= persentase miskonsepsi Usaha dan Energi pada BSE

= jumlah konsep Usaha dan Energi yang mengalami miskonsepsi

= jumlah konsep Usaha dan Energi dalam BSE

3. Tahap Penyajian Data

Setelah tahap reduksi data, tahap analisis berikutnya yaitu penyajian data. Data yang didapat dari hasil pengumpulan data ditabulasikan dalam bentuk tabel hasil analisis miskonsepsi Fisika terhadap buku ajar selanjutnya dianalisis dengan cara deskriptif untuk diambil kesimpulan. Berikut penyajian dalam bentuk tabel hasil analisis miskonsepsi Fisika terhadap buku ajar yang diteliti.

Tabel 3.1 Hasil Analisis Miskonsepsi Usaha dan Energi pada BSE Fisika SMA/MA Kelas XI Semester 1

Konsep Berdasarkan

Silabus

Penjabaran Konsep BSE yang

Diteliti Halaman Kete- rangan Konsep Yang Benar Berdasarkan Studi Pustaka dan Wawancara Tim Ahli 1. 2. 3. Dst.

Pada penelitian ini dianalisis miskonsepsi materi Usaha dan Energi pada tiga BSE. Oleh karena itu Tabel 3.1 juga digunakan untuk menyajikan data pada BSE kedua dan ketiga.

Tabel 3.2 Persentase Miskonsepsi Usaha dan Energi pada BSE Fisika

SMA/MA kelas XI Semester 1

No. Judul Buku Konsep dalam Jumlah

Silabus

Miskonsepsi Buku Ajar

Jumlah Persentase

1. 2. 3.

(8)

4. Tahap Penarikan Kesimpulan

Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tahap penarikan kesimpulan dilakukan setelah analisis data. Kesimpulan berupa data yang mengungkapkan adanya miskonsepsi dan kesalahan lain serta besarnya miskonsepsi Usaha dan Energi yang terdapat pada tiga buku ajar yang diteliti.

H. Prosedur Penelitian

Penelitian diawali dengan proses pemilihan buku teka pelajaran yang akan diteliti. Pemilihan buku dilakukan secara acak dengan memilih tiga BSE Fisika SMA/MA kelas XI semester I cetakan tahun 2009 yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendikbud.

Konsep-konsep Usaha dan Energi pada setiap BSE diidentifikasi dengan mengacu pada silabus yang disusun sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Konsep-konsep yang telah diidentifikasi tersebut ditelaah melalui studi pustaka dan wawancara dengan tim ahli Fisika.

Lembar observasi berupa tabel analisis miskonsepsi digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel analisis miskonsepsi digunakan untuk mengisi perbandingan konsep dari buku ajar yang diteliti dengan konsep yang benar menurut studi pustaka dan wawancara dengan tim ahli Fisika sehingga akan diketahui lebih lanjut temuan miskonsepsi buku ajar. Selain itu juga mengidentifikasi keterangan lain. Prosedur penelitian selanjutnya adalah analisis data hingga penarikan kesimpulan.

(9)

commit to user

Gambar 3.3. Bagan Prosedur Penelitian Pemilihan Buku Ajar Fisika SMA Kelas XI Semester 1

Identifikasi Konsep Usaha dan Energi

Pembuatan Instrumen

Konsultasi Tim Ahli

Analisis Data

Kesimpulan

Studi Pustaka Wawancara Tim Ahli

Gambar

Gambar 3.2  Komponen dalam Analisis Data (Interactive Model)   (Patilima, 102: 2011)
Tabel 3.1  Hasil  Analisis  Miskonsepsi  Usaha  dan  Energi  pada  BSE  Fisika  SMA/MA Kelas XI Semester 1
Gambar 3.3. Bagan Prosedur Penelitian Pemilihan Buku Ajar Fisika SMA  Kelas XI Semester  1

Referensi

Dokumen terkait

1. Sampel daun dari sembilan jenis tanaman yang tumbuh di jalur hijau Jalan Raya Pajajaran. Daun yang diteliti terdiri dari tiga kelompok umur, yaitu daun muda,

Ketepatan struktur yang dimaksud adalah penggunaan struktur kalimat yang benar dalam penulisan sebuah parafrasa teks berbahasa Prancis.. 33 Tabel 3.6 Struktur

GEJALA MASALAH MASALAH PENELITIAN TELAAH PUSTAKA KERANGKA TEORI KERANGKA KONSEP DATA & UJI HIPOTESIS RINGKASAN PENELITIAN KESIMPULAN THDP HIPOTESIS KESIMPULAN THDP

Tinjauan pustaka dilakukan untuk menambah pengetahuan peneliti tentang masalah yang ditelitinya, mengetahui teori, konsep dan variabel serta indikatornya, serta mengetahui

Instrumen yang digunakan adalah: Pertama, lembar observasi digunakan untuk mengisi perbandingan konsep dari buku yang diteliti dengan buku sumber teks asing yang dijadikan

Konsep tidak lengkap yang dimaksud dalam analisis buku teks pelajaran pada penelitian ini adalah konsep dalam buku teks yang diteliti sesuai dengan studi pustaka

Tabel 3.1 Variabel Penelitian Variabel Keterangan 𝑋1 Beban Puncak Maksimum 𝑋2 Beban Puncak Minimum 𝑋3 Beban Puncak Rata-Rata Penelitian ini menggunakan data beban energi listrik di

Munculnya tiga paradigma yang berbeda tersebut dapat dilihat dari cara pandang merekaterhadap realitas sosial, Konsep realitas sosial itulah yangmenjadi salah satu pemicu munculnya