28
28
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Surakarta yang berlokasi di Jend. Urip Sumoharjo No.49, Kepatihan Wetan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57129. Alasan dilakukan penelitian di SMP Negeri 13 Surakarta adalah daya serap materi geometri terendah dibandingkan dengan daya serap materi yang lain.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019.
Waktu pelaksanaan penelitian dibagi menjadi tiga tahap yaitu:
a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilakukan pada bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019. Tahap persiapan ini meliputi:
1) Observasi di sekolah, konsultasi dan pengajuan judul penelitian yang dilaksanakan pada bulan Desember 2018.
2) Pengajuan proposal, pengajuan surat izin penelitian dan penyusunan instrumen dilakukan pada Februari 2019.
b. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2019.
Tahap ini meliputi:
1) Tahap uji coba instrumen dilakukan pada bulan April 2019.
2) Tahap validasi instrumen dilakukan pada bulan Mei 2019
3) Tahap pengumpulan data dan wawancara dilakukan pada bulan Mei 2019
c. Tahap Penyelesaian Tahap ini meliputi:
1) Pengolahan data dan penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019.
2) Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Juni 2019. commit to user
Tabel 3.1. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Tahun 2019
Jenis Kegiatan Tahun 2019
Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni 1. Tahap Persiapan
a. Observasi sekolah b. Konsultasi judul c. Pengajuan proposal d. Pengajuan surat izin
penelitian e. Penyusunan
instrumen 2. Tahap Pelaksanaan
a. Uji coba instrumen penelitian
b. Validasi Instrumen c. Pengumpulan data
dan wawancara 3. Tahap Penyelesaian a. Pengolahan data b. Penyusunan laporan
B. Metode dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2014: 4) adalah “Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”. Moleong (2014: 6) sendiri mendefinisikan,
“Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah”. Dalam penelitian ini tidak ada hipotesis dan data yang dihasilkan adalah data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan.
Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa kelas VIIH SMP Negeri 13 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Penelitian studi kasus memusatkan diri secara intensif pada satu objek tertentu yang mempelajarinya secara suatu kasus. commit to user
Sementara itu, Danim (Gunawan, 2014: 112) berpendapat bahwa, “Subjek yang diteliti relatif terbatas, namun variabel-variabel dan fokus yang diteliti sangat luas dimensinya”.
C. Data dan Sumber Data
Lofland dan Lofland (Moleong,2014: 157) berpendapat, “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistik.
Sumber data pada penelitian ini, berupa:
1. Data hasil tes siswa pada materi pokok hubungan sudut-sudut pada dua garis sejajar
2. Data hasil tes gaya belajar siswa 3. Hasil wawancara berbasis tugas
D. Teknik Pengambilan Subjek
Penelitian kualitatif tidak memperhatikan sampel atau populasi sebagaimana penelitian kuantitatif, maka pada penelitian ini tidak menggunakan sampel secara acak tetapi menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sampling) karena tidak bertujuan untuk generalisasi. Sugiyono (2017: 85) berpendapat,
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sedangkan subjek wawancara dipilih berdasarkan kesalahan yang dilakukan, yakni telah mewakili kesalahan-kesalahan dari siswa lainnya untuk tiap tipe kesalahan dengan kesalahan bervariasi serta menarik untuk diteliti.
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Sugiyono, 2017: 54), ciri-ciri khusus purposive sampling, yaitu 1) emergent sampling design/sementara, 2) serial selection of sample unit/menggelinding seperti bola salju (snowball sampling), 3) continuous adjusment or ‘focusing’ of the sample/disesuaikan sesuai kebutuhan, 4) selection to the point of redundancy/dipilih sampai jenuh. Jadi, penentuan sampel commit to user
dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung (emergent sampling design). Caranya yaitu, peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan. Selanjutnya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh sebelumnya, peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data lebih lengkap.
Dalam penelitian ini menggunakan istilah subjek penelitian untuk sampel terpilih. Subjek penelitian adalah siswa dengan profil yang menunjukkan mengalami miskonsepsi dalam memecahkan masalah matematika. Subjek penelitian yang dipilih tidak semua siswa yang ada di SMP Negeri 13 Surakarta.
Dipilih kelas VII karena materi garis dan sudut merupakan materi yang dipelajari siswa kelas VII.
Subjek dipilih berdasarkan hasil tes siswa, yaitu siswa yang diduga memiliki miskonsepsi pada materi pokok hubungan sudut-sudut pada dua garis sejajar. Subjek pada penelitian ini adalah siswa pada kelas kelas VIIH SMP Negeri 13 Surakarta tahun ajaran 2018/2019.
Subjek yang dipilih berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh peneliti melalui tes diagnostik. Memilih kemampuan peserta didik juga berdasarkan pertimbangan guru yang berkaitan dengan kecakapan peserta didik dalam mengemukakan pendapat atau jalan pikirannya secara lisan maupun tulisan.
Penelitian ini akan diambil 4 peserta didik dengan pertimbangan hasil tes diagnostik, hasil tes gaya belajar, dan wawancara siswa selanjutnya untuk dijadikan subjek penelitian berdasarkan gaya belajar dan kelompok kemampuan yaitu satu peserta didik dengan gaya belajar visual, dua peserta didik dengan gaya belajar auditorial, dan satu peserta didik dengan gaya belajar kinestetik.
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Wawancara Berbasis Tugas
Wawancara dilakukan dengan terlebih dahulu memperhatikan jawaban siswa terhadap tugas yang diberikan. Dari studi terdahulu yang dilakukan oleh Goldin (Nurfadilah Siregar, 2016: 128) mengenai wawancara berbasis tugas ini commit to user
penting, salah satunya untuk memperoleh informasi mengenai metode pengajaran yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa.
2. Metode Tes
Metode tes dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam suatu bidang. Menurut Purwanto (2013: 65), “Tes adalah sekumpulan butir yang merupakan sampel dari populasi butir yang mengukur perilaku tertentu baik berupa keterampilan, pengetahuan, kecerdasan, bakat dan sebagainya di mana dalam penyelenggaraannya siswa didorong untuk memberikan penampilan maksimalnya”. Tes dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan subjek penelitian. Tes yang digunakan adalah tes esai tertulis untuk mengetahui jawaban siswa dan mengetahui penyelesaian masalah sehingga akan diketahui miskonsepsi siswa pada materi hubungan sudut-sudut pada dua garis sejajar.
3. Metode Angket
Menurut Budiyono (2017: 38), metode angket adalah cara pengumpulan data melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada subjek penelitian, responden atau sumber data, dan jawabannya diberikan pula secara tertulis. Menurut Sugiyono (2017: 142) metode angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Metode angket ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai gaya belajar peserta didik. Jawaban yang terdapat dalam angket menunjukkan gaya belajar peserta didik. Penggolongan gaya belajar peserta didik ada tiga yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik.
F. Teknik Uji Validitas Data
Validitas data dilakukan untuk menguji keabsahan data. Dalam penelitian kualitatif, validitas data dapat diperoleh melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat melalui diskusi, kecukupan referensi, kajian kasus negatif dan pengecekan anggota (Moleong, 2014:
327). commit to user
Validitas dalam penelitian ini menggunkan triangulasi. Menurut Moleong (2014: 330) triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecakan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya.
Menurut Wiliam Wiersma (Sugiyono, 2017: 273) “Triangulation is qualitative cross-validation. It assesses the sufficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures”.
Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, metode dan waktu. Triangulasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah triangulasi metode. Penelitian ini menggunakan triangulasi metode untuk membandingkan hasil tes, wawancara, angket, dan observasi.
Menurut Saraswati (2012: 39-40) angket gaya belajar siswa tersebut dikatakan baik jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Validitas Isi
Supaya angket gaya belajar siswa mempunyai validitas isi, maka harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Butir-butir angket sudah sesuai dengan kisi-kisi angket.
b. Kesesuaian kalimat dengan dengan ejaan yang disempurnakan.
c. Kalimat pada butir-butir angket mudah dipahami siswa sebagai responden.
d. Ketetapan dan kejelasan perumusan petunjuk pengisian angket.
2. Konsistensi Internal
Uji konsistensi internal yang digunakan dalam angket gaya belajar siswa menggunakan rumus korelasi produk momen Karl Pearson.
Untuk menghitung konsistensi internal untuk tiap butir ke-i digunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson sebagai berikut:
rxy = 𝑛 ∑ 𝑋𝑌−(∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
√(𝑛 ∑ 𝑋2−(∑ 𝑋)2)(𝑛 ∑ 𝑌2−(∑ 𝑌)2)
Dengan:
rxy = indeks konsistensi internal untuk butir ke-i n = banyaknya subjek yang dikenai tes (instrumen) commit to user
X = skor untuk butir ke-i (dari subjek uji coba) Y = total skor (dari subjek uji coba)
Jika terdapat n buah butir, maka akan dilakukan perhitungan sebanyak n kali.
Apabila indeks konsistensi internal untuk butir ke-i kurang dari 0,3 maka butir tersebut harus dibuang dan tidak digunakan dalam pengukuran.
3. Uji Reliabilitas
Dalam penelitian ini uji reliabilitas digunakan rumus Alpha, sebab skor butir angket bukan 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (1996) yang menyatakan bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian”.
Adapun rumus Alpha yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
r11 = ( 𝑛
𝑛−1)(1 −∑ 𝑆𝑖2
𝑆𝑖2 ) Dengan
r11 = koefisien reliabilitas tes
n = banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes 1 = bilangan konstan
∑ 𝑆𝑖2 = jumlah variansi skor dari tiap-tiap butir item 𝑆𝑖2 = variansi total
Menurut Budiyono (Saraswati, 2012: 40) tidak ada ketentuan baku mengenai batas reliabilitas yang harus dimiliki sebuah instrumen, tetapi biasanya diambil nilai 0,70. Ini berarti instrumen yang memiliki reliabilitas 0,70 atau lebih dapat dipakai untuk melakukan pengukuran.
G. Teknik Analisis Data
Analisis data menurut Spradley (Imam Gunawan, 2014: 210) adalah pencarian atau pelacakan pola-pola. Analisis data kualitatif adalah pengujian sistematik dari sesuatu untuk menetapkan bagian-bagiannya, hubungan antar kajian, dan hubungannya terhadap keseluruhannya. Sementara itu Bogdan dan Biklen (Moleong, 2014: 248) menyatakan bahwa analisis data kualitatif adalah commit to user
upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Miles dan Huberman (Imam Gunawan, 2014: 210 ) mengemukakan ada tiga tahapan yang harus dikerjakan dan menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu (1) reduksi data (data reduction); (2) paparan data (data display); (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi ( conclusion drawing/verifying).
1. Mereduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang terpenting, dan mencari tema dan polanya.
Data yang direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan untuk melakukan pengumpulan data. Reduksi data dilakukan pada saat:
a. Pemilihan masalah yaitu peneliti memilih meneliti miskonsepsi yang terjadi pada siswa pada materi hubungan sudut-sudut pada dua garis sejajar.
b. Penentuan sampel, yaitu sampel yang akan diteliti adalah siswa yang mengalami miskonsepsi, dimana sampel diambil dari tes yang telah dilakukan lalu reduksi dilakukan pada siswa yang tidak mengalami miskonsepsi.
c. Reduksi dalam menentukan teknik pengumpulan data, didapatkan dari tes, dan wawancara berbasis tugas. Reduksi dilakukan pada saat pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan selesai
2. Penyajian data digunakan untuk untuk lebih meningkatkan pemahaman kasus dan sebagai acuan mengambil tindakan berdasarkan pemahaman dan analisis sajian data. Data penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian yang didukung dengan matriks jaringan kerja. Penyajian data berupa data-data siswa yang mengalami miskonsepsi dengan meninjau gaya belajar siswa. Sehingga terdapat data tentang : (a) siswa yang mengalami miskonsepsi, gaya belajar visual, (b) siswa yang mengalami miskonsepsi, gaya belajar auditorial, (c) siswa yang mengalami miskonsepsi, gaya belajar kinestetik.
3. Penarikan simpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Simpulan disajikan dalam bentuk deskriptif objek penelitian dengan berpedoman pada kajian penelitian. commit to user
Penarikan kesimpulan tentang miskonsepsi siswa pada materi garis dan sudut dengan meninjau gaya belajar siswa dilakukan setelah penelitian selesai dari data-data pada penyajian data yang didapatkan.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan serangkaian langkah-langkah secara urut dari awal hingga akhir yang dilakukan dalam penelitian. Menurut Moleong (2014, 127) langkah-langkah dalam penelitian kualitatif terdiri dari tahap para lapangan, tahap pengerjaan lapangan, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan.
1. Tahap Pra Lapangan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain:
a. Menyusun proposal penelitian
Pada tahap ini peneliti menyusun proposal penelitian untuk kemudian diajukan kepada pembimbing. Jika masih ada yang perlu direvisi, maka dilakukan revisi untuk mempermudah pelaksanaan penelitian.
b. Mengurus perizinan ke lembaga terkait
Pada tahap ini peneliti mengurus surat ijin penelitian ke SMP Negeri 13 Surakarta.
c. Menyusun instrumen penelitian
Pada tahap ini peneliti menyusun instrumen penelitian berupa butir-butir tes dan butir-butir pertanyaan wawancara.
d. Memvalidasi instrumen yang telah dibuat.
2. Tahap Pengerjaan lapangan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain:
a. Memberikan tes gaya belajar siswa untuk mengetahui tipe gaya belajar mereka.
b. Menelaah hasil tes gaya belajar untuk menentukan subjek penelitian.
c. Melakukan wawancara berbasis tugas terhadap subjek penelitian.
commit to user
3. Tahap analisis data
Kegiatan analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Berdasarkan data gaya belajar siswa dan wawancara berbasis tugas akan dilakukan analisis miskonsepsi siswa, data akan dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif.
4. Tahap penulisan laporan
Tahap ini berupa penyusunan laporan awal, mengonsultasikan dengan dosen pembimbing, perbaikan/revisi laporan awal, penyusunan laporan akhir dan penggandaan laporan.
commit to user