LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
DISMENORE DISMENORE
A.
A. PePengngerertitianan
Dismenore adalah nyeri selama menstruasi yang di sebabkan oleh kejang otot uterus. Nyeri Dismenore adalah nyeri selama menstruasi yang di sebabkan oleh kejang otot uterus. Nyeri ini terasa di perut bagian bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis . Nyeri dapat terasa ini terasa di perut bagian bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis . Nyeri dapat terasa sebelum dan sesudah haid. Dapat
sebelum dan sesudah haid. Dapat bersifat kolik atau terus menerus. Nyeri haid bersifat kolik atau terus menerus. Nyeri haid yang merupakanyang merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit. Istilah dismenorea biasa dipakai untuk nyeri haid yang suatu gejala dan bukan suatu penyakit. Istilah dismenorea biasa dipakai untuk nyeri haid yang cukup berat dimana penderita mengobati sendiri dengan analgesik atau sampai memeriksakan diri cukup berat dimana penderita mengobati sendiri dengan analgesik atau sampai memeriksakan diri ke dokter.
ke dokter.
Dismenore adalah nyeri haid yang sedemikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk Dismenore adalah nyeri haid yang sedemikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk ist
istirairahat hat dan dan memeninninggaggalkalkan n pekpekerjerjaan aan atau atau carcara a hidhidup up sehsehariari-ha-hari ri untuntuk uk bebbeberaerapa pa jam jam ataatauu beberapa
beberapa hari. hari. Patofisiologi Patofisiologi dismenore dismenore sampai sampai saat saat ini ini masih masih belum belum jelas, jelas, tetapi tetapi akhir-akhir akhir-akhir iniini te
teorori i prprosostataglglanandidin n babanynyak ak digdigununakakanan, , didikakatatakakan n babahwhwa a papada da kekeadadaaaan n disdismemenonore re kakadadar r prostaglandin
prostaglandin meningkat. meningkat. ram, ram, nyeri nyeri dan dan ketidaknyamanan ketidaknyamanan lainnya lainnya yang yang dihubungkan dihubungkan dengandengan menstruasi disebut juga dismenore. ebanyakan wanita mengalami tingkat kram yang ber!ariasi" menstruasi disebut juga dismenore. ebanyakan wanita mengalami tingkat kram yang ber!ariasi" pada
pada beberapa beberapa wanita, wanita, hal hal itu itu muncul muncul dalam dalam bentuk bentuk rasa rasa tidak tidak nyaman nyaman ringan ringan dan dan letih, letih, dimanadimana beberapa
beberapa yang yang lain lain menderita menderita rasa rasa sakit sakit yang yang mampu mampu menghentikan menghentikan aktifitas aktifitas sehari-hari.sehari-hari. Dismenore dikelompokkan sebagai dismenore primer saat tidak ada sebab yang dapat dikenali dan Dismenore dikelompokkan sebagai dismenore primer saat tidak ada sebab yang dapat dikenali dan dismenore sekunder saat ada kelainan jelas yang menyebabk
dismenore sekunder saat ada kelainan jelas yang menyebabkannya. annya. #a#anita yang tidak bero!ulasinita yang tidak bero!ulasi cenderung untuk tidak menderita kram menstruasi" hal ini sering terjadi pada mereka yang baru cenderung untuk tidak menderita kram menstruasi" hal ini sering terjadi pada mereka yang baru saja mulai menstruasi atau mereka yang menggunakan pil $. elahiran bayi sering merubah saja mulai menstruasi atau mereka yang menggunakan pil $. elahiran bayi sering merubah gejala-gejala menstruasi seorang wanita, dan sering menjadi lebih baik.
gejala-gejala menstruasi seorang wanita, dan sering menjadi lebih baik. Ist
Istilah ilah dismdismenoenorea rea ataatau u nyenyeri ri haihaid d hanyhanya a dipdipakaakai i jikjika a nyenyeri ri haihaid d demdemikiaikian n hebhebatnyatnya,a, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa jam sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa jam atau beberapa hari..
atau beberapa hari.. B.
B. KlKlasasififikikasasi i DiDismsmenenororee
Dismenore terbagi menjadi % , yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder & Dismenore terbagi menjadi % , yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder & 1.
1. Desminore primerDesminore primer
Desminore primer terjadi jika tidak ada penyakit organic, biasanya dari bulan ke-' sampai Desminore primer terjadi jika tidak ada penyakit organic, biasanya dari bulan ke-' sampai tahun ke-% setelah menarke. Desminore ini seringkali hilang saat berusia %(thn atau setelah tahun ke-% setelah menarke. Desminore ini seringkali hilang saat berusia %(thn atau setelah wanita hamil dan melahirkan per!aginam. )aktor psikogenik dapat mempengaruhi gejala, tetapi wanita hamil dan melahirkan per!aginam. )aktor psikogenik dapat mempengaruhi gejala, tetapi gejala pasti berhubung
gejala pasti berhubungan dengan an dengan o!ulao!ulasi si dan tidak dan tidak terjadterjadi i saat o!ulasi disupresi. *elama fasesaat o!ulasi disupresi. *elama fase luteal dan aliran menstruasi berikutnya, prostaglandin )% alfa +P)% disekresi. Pelepasan luteal dan aliran menstruasi berikutnya, prostaglandin )% alfa +P)% disekresi. Pelepasan P)% yang berlebihan meningkatkan amplitude dan frekuensi reaksiuterus dan menyebabkan P)% yang berlebihan meningkatkan amplitude dan frekuensi reaksiuterus dan menyebabkan !esospasme arteriol uterus, sehingga menyebabkan iskemia dan kram abdomen bawah yang !esospasme arteriol uterus, sehingga menyebabkan iskemia dan kram abdomen bawah yang bersifak
bersifak siklik. siklik. /espon /espon sistemik sistemik terhadap terhadap P)% P)% meliputi meliputi nyeri nyeri punggung punggung , , kelemahan,kelemahan, mengeluarkan keringat, gejala saluran cerna +anoreksia, mual, muntah, diare dan gejala system mengeluarkan keringat, gejala saluran cerna +anoreksia, mual, muntah, diare dan gejala system sar
saraf af puspusat at +pu+pusinsing, g, sinsinkopkop, , nyenyeri ri kepkepalaala, , dan dan konkonsensentratrasi si burburuk uk PenyPenyebaebab b pelpelepaepasansan prostaglandin yang berlebihan belum
%. Desminore sekunder
Desminore sekunder dikaitkan dengan penyakit pel!is organic, seperti endometriosis, penyakit radang pel!is, stenosis ser!iks, neoplasma o!arium atau uterus dan polip uterus. I0D juga dapat menyebabkan desminore sekunder. Desminore sekunder dapat disalah artikan sebagai desminore primer aatau dapat rancu dengan komplikasi kehamilan dini. Pada kasus pemeriksaan pel!is abnormal dibutuhkan e!aluasi selanjutnya untuk menentukan diagnosis. Desminore dapat timbul pada perempuan dengan menometroragia yang meningkat. 1!aluasi yang hati-hati harus dilakukan untuk mencari kelainan dalam ka!um uteri atau pel!is yang dapat menimbulkan kedua gejala tersebut. 2isteroskopi, histerosalpingogram +2*, sonogram trans!aginal +3*4, dan laproskopi, semuanya dapat digunakan untuk e!aluasi. Pengobatak ditujukan untuk memperbaiki keadaan yang mendasarinya.
. Etiologi
5. Dismenore Primer
*ecara umum, nyeri haid timbul akibat kontraksi disritmik miometrium yang menampilkan satu gejala atau lebih, mulai dari nyeri yang ringan sampai berat di perut bagian bawah, bokong, dan nyeri spasmodik di sisi medial paha. Penyebab Dismenore Primer antara lain &
a )aktor endokrin
/endahnya kadar progesteron pada akhir fase korpus luteum. Menurut No!ak dan /eynolds, hormon progesteron menghambat atau mencegah kontraktilitas uterus sedangkan hormon estrogen merangsang kontraktilitas uterus.
b elainan organic
*eperti& retrofleksia uterus, hipoplasia uterus, obstruksi kanalis ser!ikalis, mioma submukosum bertangkai, polip endometrium.
c )aktor kejiwaan atau gangguan psikis
*eperti& rasa bersalah, ketakutan seksual, takut hamil, hilangnya tempat berteduh, konflik dengan kewanitaannya, dan imaturitas.
d )aktor konstitusi
*eperti& anemia, penyakit menahun, dsb dapat memengaruhi timbulnya dismenorea. e )aktor alergi
Menurut *mith, penyebab alergi adalah toksin haid. Menurut riset, ada asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria, migren, dan asma bronkiale.
%. Dismenore sekunder
Dismenore sekunder mungkin di sebabkan oleh kondisi berikut & a 1ndometriosis
b Polip atau fibroid uterus c Penyakit radang panggul
d Perdarahan uterus disfungsional e Prolaps uterus
f Maladaptasi pemakaian 6D/
g Produk kontrasepsi yang tertinggal setelah abotus spontan, abortus terauputik, atau, melahirkan.
D. Pat!ofisiologi 5 Dismenorea primer
Primary Dysmenorrhea biasanya terjadi dalam '-5% bulan pertama setelah menarche +haid pertama segera setelah siklus o!ulasi teratur +regular o!ulatory cycle ditetapkan7ditentukan. *elama menstruasi, sel-sel endometrium yang terkelupas +sloughing endometrial cells melepaskan prostaglandin, yang menyebabkan iskemia uterus melalui kontraksi miometrium dan !asokonstriksi. Peningkatan kadar prostaglandin telah terbukti ditemukan pada cairan haid +menstrual fluid pada wanita dengan dismenorea berat +se!ere dysmenorrhea. adar ini memang meningkat terutama selama dua hari pertama menstruasi. 4asopressin juga memiliki peran yang sama. /iset terbaru menunjukkan bahwa patogenesis dismenorea primer adalah karena prostaglandin )%alpha +P)%alpha, suatu stimulan miometrium yang kuat +a potent myometrial stimulant dan !asoconstrictor, yang ada di endometrium sekretori. /espon terhadap inhibitor prostaglandin pada pasien dengan dismenorea mendukung pernyataan bahwa dismenorea diperantarai oleh prostaglandin +prostaglandin mediated. $anyak bukti kuat menghubungkan dismenorea dengan kontraksi uterus yang memanjang +prolonged uterine contractions dan penurunan aliran darah ke miometrium. adar prostaglandin yang meningkat ditemukan di cairan endometrium +endometrial fluid wanita dengan dis menorea dan berhubungan baik dengan derajat nyeri.
Peningkatan endometrial prostaglandin sebanyak 8 kali lipat terjadi dari fase folikuler menuju fase luteal, dengan peningkatan lebih lanjut yang terjadi selama menstruasi. Peningkatan prostaglandin di endometrium yang mengikuti penurunan progesterone pada akhir fase luteal menimbulkan peningkatan tonus miometrium dan kontraksi uterus yang berlebihan. 9eukotriene juga telah diterima +postulated untuk mempertinggi sensiti!itas nyeri serabut +pain fibers di
uterus. :umlah leukotriene yang bermakna +significant telah dipertunjukkan di endometrium wanita dengan dismenorea primer yang tidak berespon terhadap pengobatan dengan antagonis prostaglandin. 2ormon pituitari posterior, !asopressin, terlibat pada hipersensiti!itas miometrium, mereduksi +mengurangi aliran darah uterus, dan nyeri +pain pada penderita dismenorea primer. Peranan !asopressin di endometrium dapat berhubungan dengan sintesis dan pelepasan prostaglandin.
% Dismenorea *ekunder
Dismenorea sekunder +secondary dysmenorrhea dapat terjadi kapan saja setelah menarche +haid pertama, namun paling sering muncul di usia %;-an atau 8;-an, setelah tahun-tahun normal, siklus tanpa nyeri +relati!ely painless cycles. Peningkatan prostaglandin dapat berperan pada dismenorea sekunder, namun, secara pengertian +by definition, penyakit pel!is yang menyertai +concomitant pel!ic pathology haruslah ada. Penyebab yang umum termasuk& endometriosis, leiomyomata +fibroid, adenomyosis, polip endometrium, chronic pel!ic inflammatory disease, dan penggunaan peralatan kontrasepsi atau I0D +intrauterine de!ice. arim 6nton <alis +%;;'
mengemukakan sejumlah faktor yang terlibat dalam patogenesis dismenorea sekunder. ondisi patologis pel!is berikut ini dapat memicu atau mencetuskan dismenorea sekunder &
a 1ndometriosis
b Pel!ic inflammatory disease c 3umor dan kista o!arium d =klusi atau stenosis ser!ikal e 6denomyosis
f )ibroids g 0terine polyps
h Intrauterine adhesions
i <ongenital malformations +misalnya& bicornate uterus, subseptate uterus j Intrauterine contracepti!e de!ice
k 3rans!erse !aginal septum l Pel!ic congestion syndrome m 6llen-Masters syndrome
Pat!"a#
$
)ungsi )isologi
Fungsi Abstruksi
komalis servik
Fungsi
Ansietas
Peningkatan
produk
Persepsi
Nyeri
Peningkatan
kontraksi
Hipoksia dan
iskemia
Produk
Gastroistenti
Merangsang
Pengeluaran
Nutrisi
Mual, Muntah
Kontraksi terus!
endometerium
Penumpukan
darah hadidn
utrerus
Nyeri"e#siensi
$erjadi
E. Pemeriksaan Pen%n&ang
Pemerikasaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan untuk menunjang penegakan diagnosa bagi penderita Dismenorea atau mengatasi gejala yang timbul, Pemeriksaan berikut ini dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab organik dismenorea&
1 <er!ical culture untuk menyingkirkan se>ually transmitted diseases. ' 2itung leukosit untuk menyingkirkan infeksi
( adar human chorionic gonadotropin untuk menyingkirkan kehamilan ektopik. ) *edimentation rate.
* <ancer antigen 5%( +<6-5%( assay& ini memiliki nilai klinis yang terbatas dalam menge!aluasi wanita dengan dismenorea karena nilai prediktif negatifnya yang relatif rendah. + 9aparoscopy , 2ysteroscopy - Dilatation <urettage 1/ $iopsi 1ndomentrium 0. Penatalaksanaan 1 Dismenore primer a 9atihan
• 9atihan moderat, seperti berjalan atau berenang • 9atihan menggoyangkan panggul
• 9atihan dengan posisi lutut di tekukkan ke dada, berbaring telentang atau miring. b Panas
• $uli-buli panas atau botol air panas yang di letakkan pada punggung atau abdomen bagian bawah
• Mandi air hangat atau sauna
c =rgasme yang mampu menegakkan kongesti panggul.+peringatan & hubungan seksual tanpa orgasme, dapat meningkatkan kongesti panggul.
d 2indari kafein yang dapat meningkatkan pelepasan prostaglandin e Pijat daerah punggung, kaki , atau betis.
f Istirahat g =bat-obatan
• ontrasepsi oral menghambat o!ulasi sehingga meredakan gejala • Mirena atau progestasert 6D/ dapat mencegah kram.
• =bat pilhan adalah ibuprofen, %;;-%(; mg, diminum peroral setiap ?-5% jam, tergantung dosis, namun tidak melebihi ';; mg dalam %?jam.
• 6le!e +natrium naproksen %;;mg juga bisa di minum peroral setiap ' jam. h 3erapi omplementer i $iofeedback j 6kupuntur k Meditasi l $lack cohos % Dismenore sekunder a P/P
P/P termasuk endometritis, salpoingitis, abses tuba o!arium, atau peritonitis panggul. =rganisme yang kerap menjadi penyebab meliputi Neisseria onnorrhoea dan <. thrachomatis, seperti bakteri gram negati!e, anaerob, kelompok $ streptokokus, dan mikoplasmata genital. 9akukan kultur dengan benar.
b 3erapi anti biotic spectrum-luas harus di berikan segera saat diagnosis di tegakkan untuk mencegah kerusakan permanen +mis, adhesi, sterilitas. /ekomendasi dari center for disease control and pre!ention +<D< adalah sebagai berikut &
• Minum ?;; mg oflaksasin per oral % kali7hari selama 5? hahri, di tambah (;; mg flagyl % kali7hari selama 5? hari.
• $erikan %(;mg seftriakson IM % g sefoksitin IM, dan 5g probenesid peroral di tambah 5;; mg doksisiklin per oral , % kali7 hari selama 5? hari.
• 0ntuk kasus yang serius konsultasikan dengan dokter spesialis mengenai kemungkinan pasien di rawat inap untuk di berikan antibiotic pe I4.
ASUHAN KEPERAA2AN DISMENORE
A. Pengka&ian 5 $iodata klien&
$iodata klien berisi tentang & Nama, 0mur, Pendidikan, Pekerjaan, *uku, 6gama, 6lamat, No. Medical /ecord, Nama *uami, 0mur, Pendidikan, Pekerjaan , *uku, 6gama, 6lamat, 3anggal Pengkajian.
% 6lasan M/* eluhan utama &
Merasakan nyeri yang berlebihan ketika haid pada bagian perut disertai dengan mual muntah, pusing dan merasakan badan lemas.
8 /iwayat haid
0mur menarchi pertama kali, lama haid, jumlah darah yang keluar, konsistensi, siklus haid, hari pertama haid dan terakhir, perkiraan tanggal partus
? /iwayat =bstetris
$erapa kali dilakukan pemeriksaan, hasil laboraturium & 0* , darah, urine, keluhan selama kehamilan termasuk situasi emosional dan impresi, upaya mengatasi keluhan, tindakan dan pengobatan yang diperoleh.
( /iwayat penyakit dahulu
Penyakit yang pernah di diderita pada masa lalu, bagaimana cara pengobatan yang dijalani nya, dimana mendapat pertolongan, apakah penyakit tersebut diderita sampai saat ini atau kambuh berulang @ ulang.
' /iwayat kesehatan keluarga
6dakah anggota keluarga yang menderita penyakit seperti yang pasien alami. A Pemeriksaan fisik
a Pemeriksaan kesadaran klien, $$ 7 3$, tekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu b 2ead 3o 3oe
• /ambut & warna rambut, jenis rambut, bau nya, apakah ada luka lesi 7 lecet
• Mata & sklera nya apakah ihterik 7 tdk, konjungti!a anemis 7 tidak, apakah palpebra oedema 7 tidak,bagaimana fungsi penglihatan nya baik 7 tidak, apakah klien menggunakan alat bantu penglihatan 7 tidak. Pada umu nya ibu hamil konjungti!a anemis • 3elinga & apakah simetris kiri dan kanan, apakah ada terdapat serumen 7 tidak, apakah klien menggunakan alt bantu pendengaran 7 tidak, bagaimana fungsi pendengaran klien baik 7 tidak
• 2idung & apakah klien bernafas dengan cuping hidung 7 tidak, apakah terdapat serumen 7 tidak, apakah fungsi penciuman klien baik 7 tidak
• Mulut dan gigi & bagaimana keadaan mukosa bibir klien, apakah lembab atau kering, keadaan gigi dan gusi apakah ada peradangan dan pendarahan, apakah ada karies gigi 7 tidak, keadaan lidah klien bersih 7 tidak, apakah keadaan mulut klien berbau 7 tidak. Pada ibu hamil pada umum nya berkaries gigi, hal itu disebabkan karena ibu hamil mengalami penurunan kalsium
• 9eher & apakah klien mengalami pembengkakan tyroid • Paru @ paru
I & warna kulit, apakah pengembangan dada nya simetris kiri dan kanan, apakah ada terdapat luka memar 7 lecet, frekuensi pernafasan nya
P & apakah ada teraba massa 7 tidak , apakah ada teraba pembengkakan 7 tidak, getaran dinding dada apakah simetris 7 tidak antara kiri dan kanan
6 & suara nafas • :antung
I & warna kulit, apakah ada luka lesi 7 lecet, ictus cordis apakah terlihat 7 tidak P & frekuensi jantung berapa, apakah teraba ictus cordis pada I<*B Midcla!ikula P & bunyi jantung
6 & apakah ada suara tambahan 7 tidak pada jantung klien • 6bdomen
I & keadaan perut, warna nya, apakah ada 7 tidak luka lesi dan lecet
P & tinggi fundus klien, letak bayi, persentase kepala apakah sudah masuk P6P 7 belum P & bunyi abdomen
6 & bising usu klien, D:: janin apakah masih terdengar 7 tidak
• Payudara & puting susu klien apakah menonjol 7 tidak,warna aerola, kondisi mamae, kondisi 6*I pasien, apakah sudah mengeluarkan 6*I 7belum
• 1kstremitas
6tas & warna kulit, apakah ada luka lesi 7 memar, apakah ada oedema 7 tidak $awah & apakah ada luka memar 7 tidak , apakah oedema 7 tidak
• enitalia & apakah ada !arises atau tidak, apakah ada oedema 7 tidak pada daerah genitalia klien
• Intergumen & warna kulit, keadaan kulit, dan turgor kulit baik 7 tidak B. Diagnosa Ke3era"atan
5 Nyeri 6kut berhubungan dengan gangguan menstruasi
% Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang dismenore 8 6nsietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
. Inter4ensi D. N#eri ak%t
1. Defenisi 5 pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa + internatioanal 6ssotiation for study of pain & awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intesnsitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat antisipasi atau diprediksi dan berlangsungC ' bulan
0. Batasan karakteristik 5 6 Perubahan selera makan 6 Perubahan tekanan darah 6 Perubahan frekuensi jantung 6 Perubahan frekuensi pernafasan 6 9aporan isyarat
6 Diaforesis 6 Perilaku distraksi
6 Mengekspresikan perilaku 6 Masker wajah
6 *ikap melindungi area nyeri 6 )okus menyempit
6 Indikasi nyeri yang dapat diamati 6 Perubahan posisi untuk menghindari
nyeri
6 *ikap tubuh melindungi 6 Dilatasi pupil
6 Melaporkan nyeri secara !erbal 6 angguan tidur
Pain le!el
Pain control
<omfort le!el I. Kriteria !asil &
Mampu mengontrol nyeri + tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan teknik nonfarmakologi, untuk menguranggi nyeri, mencari bantuan
Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan menejemen nyeri
Mampu mengenali nyeri + skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
- 9akukan pengkajian nyeri secara konfrensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi - =bser!asi reaksi non!erbal dan
ketidaknyamanan
- unakan komunikasi therapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien - aji kultur yang mempengaruhi respon
nyeri
- 1!aluasi respon nyeri dimasa lampau - 1!aluasi bersama pasien dengan tim
kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau
- $antu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
- ontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan , pencahayaan dan kebisiangan
- urangi faktor presipitasi nyeri
- Pil ih dan lakuka n penangana n nyeri + farmakologi, nonfarmakologi dan interpersonal
- aji tipe sumber nyeri untuk menentukan inter!ensi
- 6jarkan tentang teknik non farmakologi - $erikan analgesik untutk mengurangi nyeri - 1!aluasi keefektifan kontrol nyeri
- 3ingkatkan istirahat
- olaborasi dengan dokter jika ada keluhan dan tidakan nyeri tidak berhasil
- Moni tor peneri ma an pa sien t entang
7. 0aktor 8er!%8%ngan 5
H. 6gen cedera +mis" biologis, fisik, at kimia, psikologi
manajemen nyeri :.
.
L. Analgesi9 a:ministration
- 3entukan lokasi. arakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum pemberian obat - <ek istruksi dokter tantang jenis obat,
dosis, dan frekuensi - <ek riwayat alergi
- Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dengan analgesik ketika pemberian lebih dari satu tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri
- 3entukan analgesik pilihan rute pemberian, dan dosis optimal
- Pilih rute secara I4, Imuntuk pengobatan nyeri secara teratur
- Monitor !ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik
- $erikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat
- 1!aluasi efektifitas analgesik tanda dan gejala.
M. Defisiensi 3engeta!%an
N. Defenisi5 ketiadaan atau defisiensi informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
O. Batasan karakteristik5 P. Perilaku hiperbola
E. etidakakuratan mengikuti perintah /. etidakakuratan melakukan tes
Kno"le:ge5 :isease 3roses Kno"le:ge 5 !eat! 8e!a4ior 6$. riteria hasil&
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis, dan program pengobatan
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
A. 2ea9!ing 5 :isease 3ro9ess - $eri kan penil ainan t ent ang t ingkat
pengetahuan pasien tentnag proses penyakit yang spesifik
- :elaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisologi dengan cara yang tepat
7. 0aktor 8er!%8%ngan 5
H. 6gen cedera +mis" biologis, fisik, at kimia, psikologi
manajemen nyeri :.
.
L. Analgesi9 a:ministration
- 3entukan lokasi. arakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum pemberian obat - <ek istruksi dokter tantang jenis obat,
dosis, dan frekuensi - <ek riwayat alergi
- Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dengan analgesik ketika pemberian lebih dari satu tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri
- 3entukan analgesik pilihan rute pemberian, dan dosis optimal
- Pilih rute secara I4, Imuntuk pengobatan nyeri secara teratur
- Monitor !ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik
- $erikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat
- 1!aluasi efektifitas analgesik tanda dan gejala.
M. Defisiensi 3engeta!%an
N. Defenisi5 ketiadaan atau defisiensi informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
O. Batasan karakteristik5 P. Perilaku hiperbola
E. etidakakuratan mengikuti perintah /. etidakakuratan melakukan tes
Kno"le:ge5 :isease 3roses Kno"le:ge 5 !eat! 8e!a4ior 6$. riteria hasil&
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis, dan program pengobatan
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
A. 2ea9!ing 5 :isease 3ro9ess - $eri kan penil ainan t ent ang t ingkat
pengetahuan pasien tentnag proses penyakit yang spesifik
- :elaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisologi dengan cara yang tepat
*. Perilaku tidak tepat 3. Pengungkapan masalah U. 0aktor #ang 8er!%8%ngan 5 4. eterbatasan kognitif #. *alah interprestasi informasi F. urang pajanan
G. urang minat dalam belajar H. urang dapat mengingat
AA. 3idak familiar dengan sumber informasi
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat7tim kesehatan lainnya.
- ambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit dengan cara yang tepat
- Identifikasi kemungkinan penyebab dengan cara yang tepat
- *ediakan nformasi yang tepat tentang kondisi
- 2indari jaminan yang kosong
- *ediakan bagi keluarga atau *= informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
- Diskusikan perubahan gaya hidupyang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi yang muncul dimasa yang akan datang atau proses penggontrolan penyakit - Diskusikan pilihan terapi atau penanganan - Dorong pasien untuk mengeksplorasi atau
mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasi
- /uj uk pasien pada grup atau agensi dikomunitas lokal dengan cara yang tepat - Instruksikan pasien mengenai tanda dan
gejala untuk melaporkan pada pemberian perawatan kesehatan dengan cara yang
tepat. AD. Ansietas
61.Definisi 5 Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disetai respon autonom + sumber seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh indi!idu" perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap
An;iet# Le4el Sosial an;iet# le4el 6*. riteria 2asil&
lien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
Mengidenti!ikasi, mengungkapkan dan menunjukan tehnik untuk mengontol cemas.
A2.An;iet# Re:%9tion < Pen%r%nan Ke9emasan=
5. unakan pendekatan yang menenangkan %. Nyatakan dengan jelas harapan pelaku
pasien
8. :elaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur.
*. Perilaku tidak tepat 3. Pengungkapan masalah U. 0aktor #ang 8er!%8%ngan 5 4. eterbatasan kognitif #. *alah interprestasi informasi F. urang pajanan
G. urang minat dalam belajar H. urang dapat mengingat
AA. 3idak familiar dengan sumber informasi
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat7tim kesehatan lainnya.
- ambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit dengan cara yang tepat
- Identifikasi kemungkinan penyebab dengan cara yang tepat
- *ediakan nformasi yang tepat tentang kondisi
- 2indari jaminan yang kosong
- *ediakan bagi keluarga atau *= informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
- Diskusikan perubahan gaya hidupyang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi yang muncul dimasa yang akan datang atau proses penggontrolan penyakit - Diskusikan pilihan terapi atau penanganan - Dorong pasien untuk mengeksplorasi atau
mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasi
- /uj uk pasien pada grup atau agensi dikomunitas lokal dengan cara yang tepat - Instruksikan pasien mengenai tanda dan
gejala untuk melaporkan pada pemberian perawatan kesehatan dengan cara yang
tepat. AD. Ansietas
61.Definisi 5 Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disetai respon autonom + sumber seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh indi!idu" perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap
An;iet# Le4el Sosial an;iet# le4el 6*. riteria 2asil&
lien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
Mengidenti!ikasi, mengungkapkan dan menunjukan tehnik untuk mengontol cemas.
A2.An;iet# Re:%9tion < Pen%r%nan Ke9emasan=
5. unakan pendekatan yang menenangkan %. Nyatakan dengan jelas harapan pelaku
pasien
8. :elaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur.
bahaya.
A0.Batasan karakteristik • Perilaku
- Penurunan produkti!itas - erakan yang rele!an - elisah
- Melihat sepintas - Insomnia
- ontak mata yang buruk
- Mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup
- 6gitasi - Mengintai - 3ampak waspada • 6fektif&
6. elisa distres
62. esedihan yang mendalam 6I. etakutan
6:. Perasaan tidak adekuat 6. $erfokus pada diri sendiri 69. Peningkatan kewaspadaan 6M.Iritabilitas
6N. ugup senang berlebihan
6=. /asa nyeri yang meningkatkan ketidakberdayaan
6P. $ingung menyesal 6E. /agu 7 tidak percaya diri 6/. hawatir
4ital sign dalam batas normal
Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat akti!itas menunjuikan berkurangnya kecemasan.
?. Pahami prespektif pasien terhadap situasi stress
(. 3emani pasi en unt uk me mberikan keamanaan dan mengurangi takut.
'. Dorong keluarga untuk menemani anak. A. 9akukan back 7 neck rub
. Dengarkan dengan penuh perhatian J. Identi!ikasi tingkat kecemasan.
5;. $antu pasien mengenai situasi yang menimbulkan kecemasan.
55. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan. etakutan, persepsi.
5%. Instruksiksan pasien menggunakan tehnik relaksasi.
58. $eriakn obat untuk mengurangi kecemasan. AU. Relaksation 2!era3#
1). :elaskan alasan untuk relaksasi dan manfaat, batas, dan jenis relaksasi yang tersedia. 1*. Menciptakan lingkungan yang tenang
dengan cahaya redup dan suhu yang senyaman mungkin.
1+. 6jak pasien untuk bersantai dan membiarkan sensasi terjadi.
1,. Menunjukan dan berlatih tehnik relaksasi dengan pasien. A$. 6#. A>. A?. A@. BA. BB. B.
bahaya.
A0.Batasan karakteristik • Perilaku
- Penurunan produkti!itas - erakan yang rele!an - elisah
- Melihat sepintas - Insomnia
- ontak mata yang buruk
- Mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup
- 6gitasi - Mengintai - 3ampak waspada • 6fektif&
6. elisa distres
62. esedihan yang mendalam 6I. etakutan
6:. Perasaan tidak adekuat 6. $erfokus pada diri sendiri 69. Peningkatan kewaspadaan 6M.Iritabilitas
6N. ugup senang berlebihan
6=. /asa nyeri yang meningkatkan ketidakberdayaan
6P. $ingung menyesal 6E. /agu 7 tidak percaya diri 6/. hawatir
4ital sign dalam batas normal
Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat akti!itas menunjuikan berkurangnya kecemasan.
?. Pahami prespektif pasien terhadap situasi stress
(. 3emani pasi en unt uk me mberikan keamanaan dan mengurangi takut.
'. Dorong keluarga untuk menemani anak. A. 9akukan back 7 neck rub
. Dengarkan dengan penuh perhatian J. Identi!ikasi tingkat kecemasan.
5;. $antu pasien mengenai situasi yang menimbulkan kecemasan.
55. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan. etakutan, persepsi.
5%. Instruksiksan pasien menggunakan tehnik relaksasi.
58. $eriakn obat untuk mengurangi kecemasan. AU. Relaksation 2!era3#
1). :elaskan alasan untuk relaksasi dan manfaat, batas, dan jenis relaksasi yang tersedia. 1*. Menciptakan lingkungan yang tenang
dengan cahaya redup dan suhu yang senyaman mungkin.
1+. 6jak pasien untuk bersantai dan membiarkan sensasi terjadi.
1,. Menunjukan dan berlatih tehnik relaksasi dengan pasien. A$. 6#. A>. A?. A@. BA. BB. B. BD. BE. B0. B7. BH. BI.
BD. BE. B0. B7. BH. BI. B. DA02AR PUS2AKA BK.
$9. :udith #ilkinson 6hern.%;5'. Diagnosa Keperawatan Edisi 9 Nanda Nic Noc. :akarta & 1< $M.
$N. Mitayani. %;;J. Asuhan Keperawatan Maternitas.:akarta& *alemba Medika $=.
$P. Nurarif, 6. 2., K usuma, 2. +%;5'. Asuhan Keperwatan Praktis Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, Nic, Noc Dalam Berbagai Kasus. :ogjakarta& Mediaction
$E.
B. DA02AR PUS2AKA BK.
$9. :udith #ilkinson 6hern.%;5'. Diagnosa Keperawatan Edisi 9 Nanda Nic Noc. :akarta & 1< $M.
$N. Mitayani. %;;J. Asuhan Keperawatan Maternitas.:akarta& *alemba Medika $=.
$P. Nurarif, 6. 2., K usuma, 2. +%;5'. Asuhan Keperwatan Praktis Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, Nic, Noc Dalam Berbagai Kasus. :ogjakarta& Mediaction
$E.