• Tidak ada hasil yang ditemukan

"اَن ِّزلا َرَهْظَي َو": اَهْنِم َرَكَذ َو .... : ِةَعااسلا ِطا َرْشَأ ْنِم

»

‘Sesungguhnya diantara tanda-tanda Kiamat adalah ...’ dan beliau Shallallahu

‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Merebaknya perzinaan’.”

n. Riba Merajalela

Dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

َذَخَأ اَمِب ُء ْرَمْلا ىِلاَبُي َلا ناَم َز ِساانلا ىَلَع انَيِتْأَيَل « ٍما َرَحِب ْمَأ ٍلَلاَحِب َلاَمْلا

»

“Sungguh akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli (lagi) dengan (status) kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh”

o. Fenomena al-Ma’aazif (alat-alat musik) dan Menganggapnya Halal Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Malik al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ia mendenagr Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ْنَيَل َو , ف ِزاَعَمْلا َو رْمَخْلا َو ري ِرَحْلا َو َر ِحْلا َنوُّل ِحَتْسَي ما َوْقَأ يِتامُأ ْنِم ّنَنوُكَيَل « ِإ ما َوْقَأ ّنَل ِز

ىَل

ُهتِّيَبُيَف , اًدَغ اَنْيَلِإ ْع ِج ْرِا : َنوُلوُقَيَف ةَجاَحْلا ْمِهيِتْأَت ْمُهَل ٍةَح ِراَسِب ْمِهْيَلَع حو ُرَي ٍمَلَع بْنَج االلَّ ْم

ةَماَيِقْلا م ْوَي ىَلِإ ري ِزاَنَخ َو ةَد َرِق َني ِرَخآ خَسْمَي َو , مَلَعْلا عَضَي َو

»

“Kelak terjadi dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamer dan alat-alat musik. Dan sungguh ada beberapa kaum yang akan singgah di suatu pegunungan yang tinggi, pada sore harinya (seorang pengembala) menjambangi mereka dengan membawa hewan ternaknya, mereka didatangi –oleh pengembala fakir itu- untuk suatu kebutuhan, lalu mereka berkata: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Maka di malam harinya Allah (membinasakan) mereka dan hancurlah gunung tersebut, dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari kiamat.”

p. Maraknya Minuman Keras (Khamer) dan Menganggapnya Halal Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

.... : ِةَعااسلا ِطا َرْشَأ ْنِم « ُرْمَخْلا َب َرْشُي َو": اَهْنِم َرَكَذ َو

»

Diantara tanda-tanda Kiamat adalah ...’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘(Maraknya) minuman khamer ’.”

18

q. (Berlomba-lomba) Menghiasi Masjid dan Berbangga-bangga dengannya

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

ى َراَصَّنلا َو ُدوُهَيْلا ِتَف َرْخ َز اَمَك اَهَّنُف ِرْخَزُتَل «

»

“Sungguh kamu akan menghiasinya (yaitu: masjid-masjidmu) sebagaimana bangsa Yahudi dan Nashrani menghias (tempat-tempat ibadah mereka).” HR. Al-Bukhari secara mu’allaq.

Selain Hadis-hadis di atas, di antara tanda tanda Hari Kiamat Kecil ialah muncul banyak fitnah, banyak terjadi pembunuhan, perbuatan hina merajalela, perbuatan keji dan kemungkaran seperti zina, minum arak, perjudian, merasa bangga dengan perbuatan buruk dilakukan secara terang-terangan. Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api. Selain itu, di antara tanda tanda hari kiamat kecil lainnya ialah dicabutnya ilmu, banyaknya kebodohan, kuantitas kaum perempuan banyak sekali, kaum laki-laki hanya sedikit, sutra banyak dipakai, banyak orang menjadi penyanyi, seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata, “Seandainya saja aku berada di posisi dia.”

Tanda tanda hari kiamat kecil lainnya adalah munculnya para dai yang menyesatkan, para pemimpin yang menyimpang, amanat disia-siakan dengan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Minimnya kebaikan, jarang hujan, sering terjadi gempa, banjir, harga-harga barang sangat tinggi, para perempuan keluar dengan tidak berpakaian, berpakaian namun telanjang. Di samping itu, tanda tanda hari kiamat kecil lainnya adalah waktu berjalan terasa cepat, sehingga setahun seakan-akan hanya sebulan, sebulan seakan-akan hanya satu jam, dan satu jam bagaikan bara api yang membakar. Al-Qur’an pun menjadi lenyap, yang tersisa hanyalah tulisannya, mushaf-mushaf dihias dengan emas, kaum perempuan jadi pembicara, dan masjid-masjid juga dihias. Gimana? Adakah tanda tanda hari kiamat kecil itu hadir di sekeliling Anda? Selain kiamat kecil, ada juga kiamat besar.

Tanda-tanda Kiamat Besar, yaitu:

1. Terbitnya Matahari dari Arah Barat. Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan datang, sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu”.

19 2. Kabut. Kabut tebal memenuhi antara langit dan bumi yang muncul sebelum kiamat datang, dimana akan mengambil nafas orang-orang kafir, sehingga mereka hampir tercekik sedangkan bagi orang-orang mukmin seperti mengalami pilek. Kabut ini berlangsung di bumi selama 40 hari.

3. Munculnya Binatang yang Dapat Berbicara dengan Manusia. Keluarnya binatang dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan manusia dengan bahasa yang fasih, yang dimana bahasa itu dapat dipahami oleh semua yang mendengarnya. Binatang atau Dabbah ini muncul di akhir zaman saat manusia telah mengalami kebobrokan. Di mana para manusia meninggalkan perintah-perintah Allah SWT, dan mengganti agama yang benar. Dabbah keluar dengan membawa tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dan cincin Nabi Sulaiman

‘alaihissalam. Dan wajah orang mukmin menjadi terang berkat tongkat tersebut, sehingga dapat dikenali antara orang mukmin dan orang kafir.

4. Munculnya al-Masih Dajjal. Dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan. Fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang menimpa orang-orang di akhir zaman. Al-A’war ad-Dajjal tidak hanya mengaku-aku sebagai nabi, bahkan dia juga mengaku-aku sebagai Tuhan. Muncul beberapa hal-hal yang luar biasa melalui kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia. Dia mengelilingi seluruh permukaan bumi. Semua daerah yang dia masuki pasti dia berbuat kerusakan di dalamnya, kecuali Mekah dan Madinah.

5. Keluarnya Yajug Ma’juj. Ya’juj Ma’juj merupakan kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh.

Mereka keluar di akhir zaman setelah dinding penghalang yang dibuat oleh Dzulqarnain jebol. Lantas mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai macam tindakan keji dan kerusakan. Saking banyaknya, mereka memakan makanan dan tanaman apa saja yang dijumpainya dan meminum danau Thabariyah sampai seakan-akan tidak pernah ada airnya.

6. Keluarnya Api yang Menggiring Manusia ke Padang Mahsyar. Api ini keluar dari tanah

‘Adn, merupakan api besar yang menakutkan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memadamkannya. Api ini menggiring manusia ke padang Mahsyar.

Itu tadi tanda tanda kiamat besar. Anda dapat memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diselamatkan dari api baik di dunia dan akhirat. Semoga Allah menyelamatkan diri ini dari ngerinya kiamat karena anugerah-Nya dan kemuliaan-Nya.

Para ulama berbeda pendapat terkait urutan terjadinya tanda-tanda kiamat. Imam Al- Qurṭūbī mengatakan, tanda-tanda kiamat besar yang disebutkan secara bersamaan dalam hadits-hadits di atas tidaklah berurutan, tidak terkecuali riwayat Muslim dari Hudzaifah. Salah

20

satu hadits sahih yang berkaitan dengan kiamat (as-sāʽah) yang pasti adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya dan juga diriwayatkan oleh beberapa perawi hadits serta diakui oleh para ulama adalah hadits berikut, yaitu:

َعَلاطا َلاَق ِّي ِراَفِغْلا ٍديِسَأ ِنْب َةَفْيَذُح ْنَع اَم َلاَقَف ُرَكاَذَتَن ُنْحَن َو اَنْيَلَع َمالَس َو ِهْيَلَع ُ االلَّ ىالَص ُّيِبانلا

َخُّدلا َرَكَذَف ٍتاَيآ َرْشَع اَهَلْبَق َن ْو َرَت ىاتَح َموُقَت ْنَل اَهانِإ َلاَق َةَعااسلا ُرُكْذَن اوُلاَق َنو ُرَكاَذَت َلااجادلا َو َنا

ا َعوُلُط َو َةاباادلا َو َجوُجَأَي َو َمالَس َو ِهْيَلَع ُ االلَّ ىالَص َمَي ْرَم ِنْبا ىَسيِع َلو ُزُن َو اَهِب ِرْغَم ْنِم ِسْماشل

َكِلَذ ُر ِخآ َو ِب َرَعْلا ِة َري ِزَجِب فْسَخ َو ِب ِرْغَمْلاِب فْسَخ َو ِق ِرْشَمْلاِب فْسَخ ٍفوُسُخ َةَث َلاَث َو َجوُجْأَم َو ِنَمَيْلا ْنِم ُج ُرْخَت راَن ْمِه ِرَشْحَم ىَلِإ َساانلا ُد ُرْطَت

“Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab,

‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga gerhana;

gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (HR. Muslim).

Tanda-tanda kiamat dalam hadits ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir). Ada sepuluh tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits ini. Namun yang disebutkan dalam hadits tersebut hanya ada delapan:

1. Munculnya kabut (dukhan) 2. Munculnya Dajjal

3. Munculnya Dabbah

4. Terbitnya matahari dari barat.

5. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj 6. Munculnya Isa bin Maryam;

7. Adanya tiga gerhana, di timur;

8. Gerhana di barat;

9. Gerhana di jazirah Arab.

10. Adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring manusia menuju tempat berkumpul.

Al-Qurthubi menyebutkan bahwa ada hadits lain yang menyebutkan tanda-tanda tersebut secara berurutan, yakni hadits Muslim dari Hudzaifah dalam riwayat yang berbeda, yang menyebutkan bahwa tanda yang pertama kali muncul adalah tiga gerhana. Oleh Al-

21 Qurthubi, kejadian ini sudah pernah terjadi di masa Rasul SAW. Sedangkan tanda-tanda setelahnya masih banyak diperdebatkan urutannya. Oleh karena itu, simpulan dari kajian hadits-hadits terkait tanda-tanda kiamat ini adalah tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits sifatnya hanya prediksi Rasul SAW. Bahkan kepastian urutannya pun masih diperdebatkan. Begitu juga waktu kejadiannya. Ada yang menyebut bahwa sebagian sudah terjadi ada juga yang menyebutnya belum terjadi, bahkan perdebatan ini sudah terjadi pada masa sahabat.

Jika ada kejadian di masa sekarang yang sesuai dengan tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam berbagai hadits tersebut, belum tentu itu menjadi tanda yang pasti. Bisa juga kejadian yang sama akan terjadi di masa mendatang karena Rasul sendiri tidak mengetahui kapan tanda-tanda tersebut terjadi. Hal ini sesuai dengan yang telah disebutkan oleh Al-Quran Surat Al-Aʽrāf ayat 187 ketika Rasul SAW ditanya kapan terjadinya kiamat. “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.’”

Fakhruddin Ar-Razi menyebutkan bahwa salah satu hikmah tidak diketahuinya waktu terjadinya kiamat adalah agar manusia tetap beribadah dan mencegah diri dari perbuatan maksiat tanpa memperhatikan kapan terjadinya kiamat, yaitu:

،اهنم رذح ىلع اوناك ،نوكت ىتم اوملعي مل اذإ مهنأ ؟دابعلا نع ةعاسلا ءافخإ يف ببسلاو