• Tidak ada hasil yang ditemukan

ا ّنإ ٍت

Dalam dokumen Abd. Syakur_book_Tarekat Shiddiqiyyah.pdf (Halaman 120-127)

92

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

َ َ َ ْ ِّ َ ُ َ ّ َر َ َ ُعْدا اُ َ ُءاَ ْ َ ٌةَ َ َ َ ّ إ ُل ُ َ ُ ّ إ َلَ َ ُ َْ

)َ ِ ِ ّ ا ّ ُ َ َ ُ ْ َ ٌ ِ َ ٦٩

(

“Mereka berkata: bermohonlah kepada Tuhanmu (Musa), agar Dia menjelaskan apa/ bagaimana warnanya? (Musa) berkata:

Sungguh Dia berfirman: “Sesungguhnya sapi itu berwarna kuning bersih warnanya, menggembirakan bagi orang yang memandangnya” (QS. al Baqarah/ 2: 69).

Berdasarkan keterangan ayat seperti itu, maka warna kuning di dalam lambang Tarekat Shiddiqiyyah mempunyai tujuan:

1. Agar keluarga besar Shiddiqiyyah menjadi orang yang dapat meng- gembirakan kepada sesama manusia, dengan arti suka memberi kegembiraan dengan baik.

2. Tidak menjadi orang yang suka membuat kesusahan dan kesalahan.178 Di samping itu, dalam lambang tarekat tersebut, juga ada warna dasar hitam yang terletak di bagian atas dan bawah. Dasar warna hitam tersebut diambilkan dari sebuah Hadis\ Nabi:

َْ ُ ِ ُ َ ْ َ َ َ َ َ ّ ا ّنإ

93

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

Dalam uraian berikutnya, Mursyid menjelaskan kalimat basmalah tersebut. Menurutnya, bahwa dalam basmalah, jumlah hurufnya ada 19. Bilangan 19 adalah terdiri dari angka 1 dan 9, dan jika dijumlah adalah menjadi angka 10. Dengan demikian, maka basmalah terdiri dari 19 huruf, sedang jenis hurufnya adalah 10. Jumlah 19 huruf itu ada yang ganda dan ada yang tidak. Huruf yang ganda adalah: Alif, La>m, Ra>', Ha>’, Mi>m; Dan yang tidak ganda adalah: Ba>', Si>n, H{a>', Ya>' dan Nu>n. Dalam keterangan berikutnya dikatakan bahwa tiap-tiap huruf di dalam al Qur'an memiliki makna z}a>hir dan makna ba>t}in sekali gus.

Adapun tujuan dituliskannya kalimat ﻢـــﻴـــﺣﺮـــﻟا ﻦـــﲪﺮـــﻟا ﷲ ﻢــــــــــــــــﺴﺑ dalam lambang tersebut adalah:

1. Agar para murid Shiddiqiyyah menginsyafi dan menyadari bahwa Allah Swt. itu betul-betul Maha Kasih dan Penyayang kepada hamba-Nya.

2. Dan para murid Shiddiqiyyah betul-betul merasakan cinta kasih sayangnya Allah dalam dirinya dan di luar dirinya.

Selanjutnya, Mursyid menyatakan, bahwa apabila cinta dan kasih sayang Allah itu telah betul-betul dirasakan di dalam hidupnya setiap hari dan malam, maka pasti akan timbul rasa cinta terhadap Allah. Dan apabila di dalam hati (baca: qalbu) itu sudah tumbuh rasa cinta terhadap Allah, maka pasti akan timbul rasa syukur kepada Allah Swt. Di bawah basmalah tertulis kalimat:

َ َو َّ إ َ ْ ْ اَو َّ ِ ْ ا ُ َْ َ ِنوُ ُ ْ َ ِ

“Dan Aku tidak menciptakan jinn dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepadaku” (QS. az| Z|a>riyat: 56).

Kalimat yang diambil dari Q.S az| Z|a>riyat: 56 tersebut dicantum- kannya dalam lambang Shiddiqiyyah dengan tujuan agar orang-orang yang mengikuti Tarekat Shiddiqiyyah itu insyaf dan sadar, bahwa tujuan wujudnya (keberadaan manusia) adalah untuk ibadah. Apabila tujuan wujudnya itu telah disadari dengan penuh kesadaran, pasti mereka tidak mudah melalaikan berbakti dan ibadah kepada Allah, di manapun dan dalam keadaan apapun. Dengan demikian, ia akan merasa bahwa mening-galkan ibadah berarti telah menyimpang dari tujuan wujudnya.

94

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

Selanjutnya, di bagian atas, di bawah kalimat basmalah terdapat tulisan ﲔﻌﺘـــﺴﻧ ك او ﺪﺒﻌﻧ ك ا yang artinya adalah: “Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-}Mu kami meminta pertolongan”. Tujuan dituliskannya ayat tersebut adalah:

1. Agar orang-orang yang mengikuti Tarekat Shiddiqiyyah tidak menyembah selain Allah.

2. Dan agar selalu meminta pertolongan kepada Allah di dalam segala tujuan baik, agar tidak sombong, congkak dan merasa dapat mencapai segala tujuannya tanpa pertolongan Allah Swt.180

Dalam lambang Shiddiqiyyah terdapat gambar pohon yang berbuah yang terletak di dalam lingkaran bulat telur yang merupakan simbol/ perumpamaan kalimah T}ayyibah, ﷲ ﻻا ﻪــــــﻟاﻻ. Kalimat tersebut merupakan pokok pangkal ajaran Tarekat Shiddiqiyyah.

Adapun yang membuat perumpamaan bahwa kalimat T}ayyibah tersebut diumpamakan dengan pohon yang pokok batangnya terhujam di bumi, dan cabangnya di langit adalah Allah sendiri, yaitu :

َْ َ ا ََ

َ ْ َ َبَ َ ُّٰ ا

ً َ َ ًَ ِ َ ًَ ِّ َ ٍةَ َ َ َ ٍَ ِّ َ َُ ْ َ ا

ٌ ِ َ

َ ُ ْ َ ّو ِ

ِۙء ۤ َ ّ ا ِْٓ ْ ُ

َ َ ُ ُ ا ّ ُ

ٍ ْ ِ

ۢ ِنْذِِ

َِّۗ َر ُبِ ْ َ َو

ُّٰ ا َلَ ْ َ ْ ا ِسّ ِ

ْ ُ ّ َ َ َنْوُ ّ َ َ َ

“Beritahukan kepada-Ku, bagaimana Allah membuat perumpa- maan sebuah “kalimah Tayyibah” (la> ila>ha illa Alla>h), yaitu laksana pohon yang baik. Pokok batangnya tetap di dalam bumi, dan cabangnya di langit. Didatangkannya buahnya setiap waktu karena dapat izin Tuhannya. Allah selalu membuat perum- pamaan-perum-pamaan untuk manusia, agar merekan mengambil peringatan”. (QS. Ibrahim: 24-25)

180Ibid., h. 13-14.

95

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

Ayat di atas telah ditulis dengan melingkari gambar pohon tersebut sebagaimana dalam gambar lambang Shiddiqiyyah di atas.

Adapun akar pohon dalam lambang Shiddiqiyyah ada 6 (enam). Hal ini mengandung arti bahwa akar pohon Tayyibah adalah Rukun Iman, yaitu:

1. Iman akan Allah

2. Iman akan Malaikat-Malaikatnya Allah.

3. Iman akan Kitab-kitabnya Allah.

4. Iman akan Rasul-Rasulnya Allah.

5. Iman akan Hari Kiamat dan, 6. Iman akan Taqdir Allah.

Dalam gambar pohon tersebut terdapat 1 (satu) batang pohon dan 4 (empat) cabang. Satu batang pohon bermakna rukun Islam yang ke satu, yaitu syahadat (syahadat tawhid dan syahadat rasul). Adapun yang dimaksud dengan empat cabang adalah empat rukun Islam yang lainnya, yaitu: salat, zakat, puasa dan haji. Buah dari pohon tersebut adalah ihsan dan taqwa kepada Allah.

Gambar pohon di dalam lambang Shiddiqiyyah adalah tidak berdaun. Hal seperti itu karena di dalam al Qur'an sendiri tidak diterangkan/disebutkan daunnya. Adapun tujuan ayat dan lambang isi ayat dicantumkan dalam lambang Shiddiqiyyah adalah:

1. Agar orang-orang yang mengikuti Tarekat Shiddiqiyyah itu tidak lupa, bahwa: pokok ajaran Shiddiqiyyah ialah dhikir ﷲ ﻻا ﻪـــﻟاﻻ dan kalimat t}ayyibah diumpamakan pohon yang baik, yang buahnya dapat dirasakan setiap waktu, yaitu “taqwalla>h”.

2. Dan agar mengerti, bahwa walau bagaimanapun baiknya pohon itu, namun apabila tidak ditanam dengan baik-baik di dalam bumi, dan tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya, maka tidak akan meng- hasilkan buah yang baik.181

Dalam penjelasan berikutnya dikatakan bahwa kalimat ﷲ ﻻا ﻪﻟاﻻ itu ibarat pohon, sementara, jiwa masing-masingp murid Shiddiqiyyah adalah ibarat bumi. Dengan demikian, maka menjauhi sifat-sifat batin

181Ibid., h. 14-17.

96

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

yang tercela, dan menggunakan sifat-sifat batin yang terpuji adalah cara pemeliharaannya. Selanjutnya akan menghasilkan dan merasakan buahnya, yaitu taqwa.

Di dalam lingkaran yang berbentuk bulat telur terdapat dua warna, yaitu: biru tua dan biru muda. Dua macam warna itu adalah lambang ilmu hakikat dan ilmu syari'at. Biru tua berarti lautan ruhaniyah sebagai lambang ilmu hakikat, sedang biru muda melambangkan lautan jasmaniyah yang merepresentasikan ilmu syari'at. Makna lambang warna tersebut adalah bahwa shiddiqiyyah tidak sekedar mengajarkan syariah, tetapi juga mengenalkan dan menemukan serta menikmati hakikat.

Kemudian, Mursyid Shiddiqiyyah menjelaskan tentang makna hakikat dan syari'at. Secara garis besar, aturan (undang-undang) yang ada dalam al Qur'an ada dua macam, yaitu berupa perintah dan larangan. Perintah terbagi menjadi dua:

1. Aturan perintah yang ditujukan kepada batin manusia, seperti:

perintah iman kepada Allah, Malaikat-malaikat Allah, Rasul-rasul Allah, Kitab-kitab Allah, taqdir, hari kiamat, perintah sabar, tawakkal, dan lain-lainnya.

2. Aturan perintah yang ditujukan kepada zahirnya manusia, seperti:

perintah s}alat, zakat, puasa, haji dan lain-lainnya.

Demikian juga larangan Allah terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Larangan yang ditujukan kepada batin manusia, seperti larangan tidak putus asa, tidak boleh dengki dan hasud, tidak boleh takabbur dan lain-lainnya.

2. Larangan yang ditujukan kepada zahirnya manusia, seperti larangan mencuri, minum arak, menipu, dan lain-lainnya.

Dengan demikian, seluruh perintah dan larangan yang ditujukan kepada batin manusia--oleh ulama tas}awwuf--dinamakan dengan ilmu hakikat. Sedang perintah dan larangan yang ditujukan kepada zahir manusia dinamakan ilmu syari'at.

Lambang lautan hakikat dan lautan syari'at didasarkan pada Q.S: al Kahfi: 60: ﻦـــــــﻳﺮـــــــﺤـــــــﺒـــــــﻟا ﻊـــــــﻤـــــــﳎ (tempat bertemunya dua lautan).

Dicantumkannya hal itu dalam sistem lambang Shiddiqiyyah adalah

97

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

agar para warga Shiddiqiyyah tidak melalaikan kebaikan jasmaniah dan ruhaniahnya, zahir dan batinnya secara seimbang, agar jasmani dan ruhaninya sama-sama merasakan kesehatan dan kebahagiaan.182

Lambang bulat telur mempunyai tujuan agar semua keluarga Shiddiqiyyah menginsyafi, bahwa wujud pertama dirinya adalah dari nut{fah, kesatuan dari dua air suci laki-laki dan perempuan yang me- ngandung makna telur. Jika manusia itu ingat akan awal kejadiaannya dan akhir wujudnya, maka insya>'alla>h ia akan selamat dari bahaya takabbur (sombong).

Pada tanggal 01 Mei 1974 / 08 Rabi'ul Akhir 1394 H, lambang Shiddiqiyyah diberi tambahan ayat al Qur'an yang ditulis di bawah bulatan telur. Adapun bunyi ayatnya adalah:

ً َ َ ًءَ ْ ُ َ ْ َ ْ ِ َ ِ َّ ا َ َ ا ُ َ َ ْ ا َِ ْنأَو

“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (QS. al Jinn: 16)

Adapun tujuan dicantumkannya ayat tersebut dalam lambang Shiddiqiyyah adalah agar para anggota atau keluarga Shiddiqiyyah mengerti, bahwa ajaran Tarekat Shiddiqiyyah itu diperintahkan Allah di dalam al Qur'an beserta hikmahnya.

Dalam lambang berikutnya ada angka sepuluh yang ditulis di atas warna hitam.183 Angka 10 (sepuluh) sebagaimana di dalam Q.S. al Baqarah: 197: ﺔﻠﻣﺎﻛ ةﺮـــــــــــــﺸﻋ ﻚﻠﺗ yang artinya, “…itulah bilangan sepuluh, sebagai bilangan sempurna…,” adalah dinyatakan sebagai angka/

bilangan yang sempurna yang bertujuan agar para warga Shiddiqiyyah benar-benar merasakan, bahwa wujudnya itu laksana angka sepuluh.

Angka nol ibarat jasmani, dan angka satu ibarat ruhani.

Apabila angka nol itu dipisahkan dari angka satu maka nol itu menjadi angka yang tidak ada nilainya, meskipun ada sepuluh angka nol. Begitu adalah perumpamaan bahwa jasmani, jika telah berpisah

182Ibid., h. 19-22.

183Keterangan tentang makna warna hitam dapat dilihat dalam pembahasan tentang Basmalah.

98

Tarekat dan Gerakan Sosial Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia

dengan ruhani, maka akan menjadi wujud yang kehilangan fungsi dan menjadi wujud yang tidak bernilai.

Dengan demikian, tujuan dituliskannya angka 10 adalah untuk mengingatkan para warga Shiddiqiyyah untuk segera menggunakan wujud dirinya itu-sebelum berpisah dengan ruhaninya-untuk kebaikan, baik kepada alam benda, tumbuhan, hewan dan manusia, karena setiap hari manusia telah menerima kebaikan dari semua itu.184

184Ibid., h. 23-28.

Dalam dokumen Abd. Syakur_book_Tarekat Shiddiqiyyah.pdf (Halaman 120-127)