• Tidak ada hasil yang ditemukan

لوُق ي و

Dalam dokumen Dasar Dasar kimia Islam Jilid 2 Kuncoro (Halaman 36-47)

BAB IV

(cuka itu), lalu beliau makan dengan cuka tersebut sambil bersabda:

„Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka‟.” (HR.

Muslim).

Rasulullah SAW mengatakan demikian untuk menjaga perasaan istrinya. Perhatikan kembali hadits tersebut. Para istri beliau sebelumnya berkata: “Kita tidak punya apa-apa selain cuka”. Maka Rasulullah berusaha menjaga perasaan mereka dengan memuji makanan yang ada, walaupun yang tersedia hanyalah cuka!

Secara ilmiah, cuka terbukti memiliki banyak sekali manfaat. Sesendok cuka dapat mengurangi lemak bila dicampur dengan kuah salathoh (sejenis lalap yang biasa dimakan dengan roti), lalu disantap dengan roti. Dengan cara seperti itu cukup dapat menghilangkan lemak. Hal ini dapat terjadi karena cuka merupakan asam asetat yang berhubungan dengan protein, lemak dan karbohidrat, atau yang biasa disebut dengan asetoasetat.

Artinya, mengkonsumsi cuka secara teratur di dalam makanan atau salathoh, atau memasukkan cuka dengan ukuran satu sendok the (terutama cuka apel) ke dalam secangkir air dapat berkhasiat menjaga kadar lemak tubuh. Di samping itu, cuka juga dapat mengurangi potensi aterosklerosis (penimbun zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh nadi), karena cuka mampu mengubah zat dari pembuluh darah menjadi senyawa sederhana (nonkompleks), yakni asetoasetat yang masuk kedalam komposisi nutrisi.

Ada bukti yang kuat bahwa Rasulullah SAW sering mengkonsumsi cuka dengan minyak zaitun. Pada masa paceklik, sahabat, Umar ibnu Khottob RA hanya mengkonsumsi minyak zaitun dan cuka, dan tidak makan daging, kecuali setelah orang-orang miskin bisa makan daging.

Cuka apel merupakan cuka yang paling baik, karena di samping asam asetat sebagai bahan utamanya, cuka juga mengandung sujumlah asam organic yang biasa diperlukan tubuh dalam makanan yang sehat. Perlu diketahui juga bahwa cuka jenis ini memiliki berbagai kandungan unsur mineral yang juga diperlukan tubuh.

Asam adalah suatu kondisi pekat karena kurang mengandung air. Pembentuk asam adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

Karbohidrat: CO2 + H2O Lemak : CO2 + H2O

Protein : CO2 + H2O + Urea

Basa adalah sutu kondisi cair karena kelebihan air.

Pembentuk basa adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.

Rasulullah Selalu Mengombinasikan Dua Jenis Makanan yang Berbeda Sifat.

Abdulah bin Ja‟far meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah memakan buah mentimun dengan kurma matang. (Hadits Bukhari- Muslim)

Dari segi gizi, kurma sedikit mengandung air tetapi berkalori tinggi, yaitu seratus gram kalori. Sedangkan, mentimun berkalori rendah tetapi kandungan airnya tinggi, kira-kira 95%. Hal ini seperti dalam Hadits Abu Dawud, yaitu

;

Nabi SAW bersabda "panasnya buah yang satu ini (kurma) akan dihilangkan oleh dinginnya buah yang lain (mentimun), dan dinginnya buah yang satu ini (mentimun) akan dihilangkan oleh panasnya buah yang lain (kurma)."

Pola makan yang dilakukan oleh Rasulullah merupakan suatu kombinasi ideal karena berprinsip pada keseimbangan asam-basa. Tubuh akan sehat bila dalam kondisi yang seimbang. Menurunnya pH sedikit saja ke arah asam atau

kenaikkan pH ke arah basa akan mudah menimbulkan suatu penyakit. Jika tubuh mengandung asam yang berlebihan akan mudah menimbulkan penyakit seperti sakit kepala, hipertensi, serangan jantung, stroke, serta sakit mag. Jika mengandung basa berlebihan akan mudah menimbulkan penyakit seperti tekanan darah rendah, batuk, flu, bronkitis, dan mudah lelah.

Rasulullah tidak menggabungkan makanan sejenis yang berbeda kandungan gizi dan sifatnya. Rasulullah tidak pernah mencampur antara susu dengan ikan, susu dengan telur, atau susu dengan daging. Hal ini dikarenakan kombonasi tersebut sama-sama berperan sebagai sumber protein.

Asam klorida (asam lambung) di lambung akan meningkat sehingga pH lambung menjadi sangat rendah, hal ini menyebabkan keadaan lambung akan sangat asam. Selain itu, untuk mencerna protein, lambung memerlukan waktu yang cukup lama, terutama daging. Karena, daging mengandung jaringan ikat kolagen yang sulit dicerna oleh lambung. Kelebihan protein akan memberatkan kerja ginjal dan hati. Hati melakukan kerja berat dengan memetabolisme asam amino, sedangkan ginjal mengeluarkan kelebihan nitrogen asam amono tersebut. Kelebihan protein akan mengakibatkan tubuh bersifat asam (asidosis), kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah, dan diare.

Bagaimana jika mengombinasikan antara karbohidrat dengan karbohidrat, misalnya mie instan dengan nasi. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kadar gula atau glukosa di dalam darah. Glukosa di dalam darah didistribusikan ke organ-organ seperti hati, otak, dan otot oleh hormon insulin.

Apabila konsumsi glukosa dalam tubuh terlalu besar akan membuat pankreas sebagai organ yang menyekresi hormon insulin akan mengalami kepayahan untuk memprodiksi insulin. Apabila hormon insulin tidak sanggup

mendistribusikan glukosa darah secara optimal maka akan menyebabkan timbulnya penyakit kencing manis

Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin “Acetum

yang berarti cuka, karena diketahui zat utama dalam cuka adalah asam asetat.secara umum asam yaitu zat yang berasa masam. Basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Secara umum basa yaitu zat yang berasa pahit bersifat kaustik. Arrhenius menyatakan mulekul-mulekul zat elektrolit selalu menshasilkan ion-ion positif dan negatif jika dilarutkan dalam air. Pada tahun 1984 Ilmuan Swedia, Svante Arrhenius mengemukakan pengertian asam-asam berdasarkan reaksi ionisasi. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion. Adapun basa merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion.

Tabel 4.6 Senyawa Asam-Basa

Senyawa Contoh Reaksi Ionisasi

Asam

HCL (Asam Klorida) H+ (aq) + Cl (aq) HBr (Asam Bromina) H+ (aq) + Br (aq) HI (Asam Iodida) H+ (aq) + I (aq) HF (Asam Fluorida) H+ (aq) + F (aq) CH3COOH (Asam Asetat) CH3COO (aq) + H+

(aq)

Basa

NaOH (Natrium

Hidroksida) Na+ (aq) + OH (aq) KOH (Kalium Hidroksida) K+ (aq) + OH (aq) Mg (OH) 2 (Magnesium

Hidroksida) Mg2+ (aq) + 2 OH (aq)

Ca (OH) 2

(Kalsium Hidroksida) Ca2+ (aq) + 2 OH (aq) Al (OH) 3 (Aluminium

Hidroksida)

Al3+ (aq) + 3 OH (aq)

Pada tahun 1923, ilmwuan Denmark Johannes Bronsted dan Ilmuwan Inggris Thomas Lowry mengemukakan teori asam dan basah berdasarkan serah terima proton.

a) Asam adalah donor proton (ion hidrogen).

b) Basa adalah akseptor proton (ion hidrogen).

Pengertian asam dan basa yang dikemukakan oleh Bronsted-Lowry memperbaiki kelemahan teori asam- basa Arrhenius. Pengertian asam-basa Arrhenius hanya berlaku untuk senyawa yang larut dalam pelarut air karena reaksi ionisasi yang menghasilkan ion dan ion hanya terjadi dalam pelarut air.

Dalam suatu persamaan reaksi asam-basa berdasarkan teori Bronsted-Lowry, suatu asam dan basa masing-masing mempunyai pasangan. Pasangan asam disebut basa konjugasi sedangkan pasangan basa disebut asam konjugasi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam asam basa konjugasi:

a) Molekul atau ion yang membentuk pasangan asam basa harus berbeda hanya satu ion Dalam suatu apsangan, asam selalu memilki kelebihan satu ion dari basa.

b) Asam konjugasi dapat dicari dengan cara menambahkan satu ion pada zat tersebut, sedangkan basa konjugasi dapat dicari dengan menghilangkan satu ion pada zat tersebut.

c) Molekul atau ion yang mengandung atom H serta atom yang memiliki pasangan elektron bebas dapat bersifat asam (memberikan ion) dan bersifat basa (menerima ion 0) zat semacam ini disebut amfibrotik atu amfoter

Keunggulan asam-basa menurut Bronsted-Lowry:

a) Konsep asam-basa menurut Bronsted –Lowry tidak terbatas dalam pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalm pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.

b) Asam dan basa dari Bronsted-Lowry tidak hanya berupa molekul, tetapi dapat juga berupa kantion atu anion.

Konsep asam dan basa dari Bronsted-Lowry dapat menjelaskan sifat asam suatu senyawa.

Berdasarkan uraian di atas, kita mengetahui bahwa teori asam basa Bronsted-Lowry dapat melengkapi teori asam basa Arrhenius. Pada tahun 1923, G.N. Lewis mengajukan teori asam basa yang lebih luas lagi.

Teori Bronsted-Lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius-Teori Bronsted-Lowry merupakan perluasan teori Arrhenius. Ion hidroksida tetap berlaku sebagai basa karena ion hidroksida menerima ion hidrogen dari asam dan membentuk air. Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan karena asam bereaksi dengan molekul air melalui pemberian sebuah proton pada molekul air. Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam hidroklorida, molekul hidrogen klorida memberikan sebuah proton (sebuah ion hidrogen) ke molekul air. Ikatan koordinasi (kovalen dativ) terbentuk antara satu pasangan mandiri pada oksigen dan hidrogen dari HCl. Menghasilkan ion hidroksonium, H3O+.

Ketika asam yang terdapat dalam larutan bereaksi dengan basa, yang berfungsi sebagai asam sebenarnya adalah ion hidroksonium. Sebagai contoh, proton ditransferkan dari ion hidroksonium ke ion hidroksida untuk mendapatkan air.

Adalah sesuatu hal yang penting untuk mengatakan bahwa meskipun anda berbicara tentang ion hidrogen dalam suatu larutan, H+ (aq), sebenarnya anda sedang membicarakan ion hidroksonium.

Hal ini bukanlah suatu masalah yang berlarut-larut dengan menggunakan teori Bronsted-Lowry. Apakah anda sedang membicarakan mengenai reaksi pada keadaan larutan ataupun pada keadaan gas, amonia adalah basa karena amonia menerima sebuah proton (sebuah ion hidrogen).

Hidrogen menjadi tertarik ke pasangan mandiri pada nitrogen yang terdapat pada amonia melalui sebuah ikatan koordinasi.

Menurut Lewis, Asam Lewis merupakan senyawa yang mampu menerima sepasang elektron bebas atau akseptor elektron, sedangkan Basa Lewis merupakan senyawa yang mampu memberikan sepasang elektron bebas atau donor elektron. Namun jika kita dihadapkan pada suatu basa atau asam yang memiliki ciri-ciri yang sama maka kita dapat menentukan yang mana yang lebih memiliki tingkat keasaman atau kebasaan yang lebih tinggi dibandingkan yang lain, yaitu dengan mereaksikannya dengan asam atau basa tertentu.

H+ merupakan asam, ion hidrogen, yang tidak memiliki satu elektron pun dalam orbitalnya, dan memiliki ukuran yang sangat kecil. Jika ion hidrogen ini berikatan dengan suatu basa, maka agar overlapped orbital yang terbentuk efektif diperlukan ukuran atom donor dari basa yang kecil pula. Jika H+ ini berikatan dengan basa yang memiliki ukuran atom donor yang besar maka overlapped orbital yang terbentuk kurang efektif. Sekarang kita lihat ke basanya, dari kelima basa tersebut semakin ke kanan dalam urutan di atas, ukuran atom donornya semakin besar sehingga (CH3) 3N: akan memiliki overlap orbital yang paling efektif dibanding yang lainnya, kemudian berturut-turut sesuai ukuran atom donornya. Maka urutan basa yang paling kuat dari basa-basa tersebut.

(CH3) 3N: > (CH3) 3P: > (CH3) 3As: > (CH3) 3Sb: > (CH3) 3Bi:

Keunggulan asam basa Lewis dibandigkan konsep asam- basa Arrhenius dan Bronsted-Lowry adalah dapat menjelaskan reaksi asam dan basa tanpa melibatkan proton (ion ). Selain itu, teori asam basa Lewis dapat menjelaskan asam basa yang berlangsung dalam pelarut air, pelarut bukan air, dan tanpa pelarut sama sekali. Lebih luas lagi, teory Lewis

juga dapat menjelaskan reaksi-reaksi, seperti pembentukan ion logam, kompleks dan reaksi organik.

Hal yang paling mudah untuk melihat hubungan tersebut adalah dengan meninjau dengan tepat mengenai basa Bronsted-Lowry ketika basa Bronsted-Lowry menerima ion hidrogen. Tiga basa Bronsted-Lowry dapat kita lihat pada ion hidroksida, amonia dan air, dan ketianya bersifat khas.

Teori Bronsted-Lowry mengatakan bahwa ketiganya berperilaku sebagai basa karena ketiganya bergabung dengan ion hidrogen. Alasan ketiganya bergabung dengan ion hidrigen adalahkarena ketiganya memiliki pasangan elektron mandiri-seperti yang dikatakan oleh Teori Lewis. Keduanya konsisten.

Pada teori Lewis, setiap reaksi yang menggunakan amonia dan air menggunakan pasangan elektron mandiri-nya untuk membentuk ikatan koordinasi yang akan terhitung selama keduanya berperilaku sebagai basa.

Sepanjang menyangkut amonia, amonia menjadi sama persis seperti ketika amonia bereaksi dengan sebuah ion hidrogen-amonia menggunakan pasangan elektron untuk membentuk ikatan koordinasi. Jika anda memperlakukannya sebagai basa pada suatu kasus, hal ini akan berlaku juga pada kasus yang lain.

Asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron. Pada contoh sebelumnya, BF3 berperilaku sebagai asam Lewis melalui penerimaan pasangan elektron mandiri milik nitrogen. Pada teori Bronsted-Lowry, BF3 tidak sedikitpun disinggung menganai keasamannya. Inilah tambahan mengenai istilah asam dari pengertian yang sudah biasa digunakan.

Senyawa asam dapat dibedakan dari senyawa basa, salah satunya dengan mencicipi rasanya. Namun, tidak semua zat dapat di identifikasi dengan cara itu. Senyawa-senyawa asam- basa dapat diidentifikasi secara aman dengan menggunakan

indikator. Indikator merupakan zat warna yang warnanya berbeda jika berada dalam kondisi asam dan basa. Indikator yang dapat digunakan adalah kertas lakmus, indikator asam- basa dan indikator alami.

a) Mengidentifikasi asam-basa dengan kertas lakmus

Senyawa asam-basa dapat diidentifikasi menggunakan kertas lakmus dengan cara mengamati perubahan warna kertas lakmus ketika bereaksi dengan larutan. Ada dua macam kertas lakmus yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.

Ketika dicelupkan dalam larutan asam dan larutan basa, kertas lakmus merah dan lakmus biru akan menghasilkan perubahan warna yang berbeda. Larutan yang bersifat asam adalah air jeruk dan larutan cuka, sedangkan larutan yang bersifat basa adalah air sabun dan larutan soda kue.

Kertas lakmus merah yang dicelupkan dalam larutan asam tidak akan berubah warna, jika kertas tersebut dicelupkan pada larutan basa akan berubah warna menjadi biru. Sebaliknya, jika kertas lakmus biru yang dicelupkan kelarutan asam, lakmus akan berubah menjadi merah.

Adapaun jika dicelupkan kelarutan basa, warnanya tetap biru.

b) Mengidentifikasi asam-basa dengan indikator asam-basa Selain kertas lakmus, kita juga dapat menggunakan indikator asam-basa untuk membedakan asam dan basa.

Indikator asm-basa adalah zat kimia yang mempunyai warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa. Sifat itulah yang menyebabkan indikator asam-basa dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat asam dan basa. Ada beberapa jenis indikator asam-basa di antaranya fenolftalein, metil orange, bromotimul biru, metil ungu, bromokresol ungu, fenol merah, timolftalein dan metil orange. Jika kita meneteskan larutan

asam-basa kedalam larutan tersebut, kita akan melihat perubahan warna larutan indikator.

Tabel 4.7 Indikator asam basa

c) Mengidentifikasi Asam–Basa dengan indikator alami

Selain indikator buatan, kamu juga dapat mengidentifikasi senyawa asam dan basa menggunakan indikator alami.

Indikator tersebut dapat dibuat dari bumbu dapur, bunga dan buah-buahan.

Indikator asam- basa

Warna yang dihasilkan Larutan asam Larutan basa

Fenolftalein Bening Merah muda

Metil oranye Merah Kuning

Bromotimol biru Kuning Biru

Metil ungu Ungu Hijau

Bromokresol ungu Kuning Ungu

Fenol merah Kuning Merah

Timolftalien Bening Biru

Metil oranye Merah Kuning

BAB V

Dalam dokumen Dasar Dasar kimia Islam Jilid 2 Kuncoro (Halaman 36-47)

Dokumen terkait