• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII KIMIA UNSUR

B. Besi

menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata:

"Kapan itu (akan terjadi) ?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu kebangkitan itu dekat",

sebagai zat yang berwarna merah jika dipanaskan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96),









































berilah aku potongan-potongan besi". hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu) ". hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".

Dari ayat di atas, diketahui bahwa Allah telah memberi informasi tentang proses pengolahan besi yang sangat penting melalui kisah Dzulkarnain. Tentu saja hal ini sejalan dengan proses pengolahan besi yang sudah dilakukan oleh manusia dari zaman dulu hingga zaman sekarang di mana pengolahan besi saat ini sudah begitu canggih, seperti proses peleburan bijih besi, pembakaran, proses tuang, cor, tempa, dan lainnya.

Bila ayat di atas dikaji lebih lanjut, maka akan diperoleh suatu proses pengolahan besi yang lebih maju dan berkembang di zaman sekarang ini, yaitu melalui proses blast furnace (tungku tanur tinggi). Proses ini diawali dengan dimasukkannya bijih besi, bersama dengan batu kapur dan kokas ke dalam tungku tanur. Di dalam tungku tanur dialirkan udara panas yang akan membakar kokas, yang kemudian akan bereaksi dengan bijih besi. Kokas yang bereaksi dengan bijih besi, akan menjadikan temperatur semakin meningkat hingga mencapai temperatur leleh besi, pada 1650oC. Pada temperatur ini besi

akan terbakar, sehingga terlepas dari oksidanya, yang menyebabkan warnanya akan berubah menjadi merah (akibat proses pembakaran) hingga akhirnya menjadi besi cair.

Kemudian dari besi cair tersebut, maka akan diproses lebih lanjut untuk memurnikan senyawa-senyawa yang ada dalam besi, biasanya dilakukan dengan metode BOF (Basic Oxyangen Furnace), yaitu dengan menambahkan oksigen dalam memurnikan besi cair dari pengotor-pengotornya ataupun mengurangi kadar karbon dalam besi cair tersebut.

Besi cair yang telah dimurnikan menghasilkan baja.

Selanjutnya baja tersebut akan diproses menjadi produk jadi yang disesuaikan dengan fungsi dan kepentingan, dengan bermacam-macam proses, seperti casting (cor), rolling, forging (tempa), extrusion, piercing, drawing, machining, heat treatment, kemudian berlanjut kepada proses penggabungan, seperti welding (pengelasan), polishing, anodizing, painting, hingga akhirnya menjadi sebuah produk akhir.

Menjadi bahan pokok untuk membuat barang-barang lainnya seperti baju besi (baju perang, Q.S Saba‟ [34]: 10-11),





















































dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (kami berfirman) : "Hai gunung-gunung dan burung- burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya aku melihat apa yang kamu kerjakan.

dan menjadi alat penyiksaan di neraka (Q.S Al-Hajj [22]: 21).











dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

Besi merupakan unsur logam yang paling melimpah di bumi (sekitar 36%). Faktanya, dari penelitian astronomi modern maka telah diketemukan mengenai suatu hal yang luar biasa. Bahwa besi yang ada di perut bumi berasal dari bintang-bintang di luar angkasa.

Dari sisi kapasitasnya, besi memiliki bentuk (struktur) yang unik. Agar elektron-elektron dan nitron-nitron dapat menyatu dalam unsur besi maka ia butuh energi yang luar biasa mencapai 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita.” Ini berarti, tidak mungkin besi itu telah terbentuk saat berada di bumi. Pasti ada unsur asing yang turun ke bumi dimana ia belum terbentuk di sana.

Dapat dikatakan bahwa besi terbentuk dari bintang yang lebih besar dari matahari, sehingga ketika suhunya naik dan meledak, maka pecahannya akan berhamburan ke seluruh alam semesta, kemudian tertarik oleh gravitasi bumi, dan tertanam selama jutaan tahun lamanya di bumi. Jelas bahwa Allah telah menciptakan besi dan kemudian menurunkannya ke bumi untuk dapat diolah serta dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan.

Besi yang terkandung dalam perut bumi pun, sudah sejak lama menjadi material pokok yang digunakan oleh manusia dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pada masa peperangan dulu, besi menjadi bahan baku paling penting dalam membuat peralatan tempur seperti pedang, perisai dan baju besi. Salah satu sumber mineral yang memiliki arti penting dalam sejarah teknologi Islam pun adalah besi dan baja. Di era kejayaan Islam, perkembangan teknik pengolahan besi dan baja sudah sangat berkembang pesat. Sesungguhnya

Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. Teknik pengolahan besi juga telah diinformasikan oleh Allah dalam al Qur‟an berpuluh-puluh abad lamanya.

Demikian pula dengan timah dan tembaga yang disebut al Qur‟an sebagai bahan pelengkap konstruksi sebuah bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96) serta ter yang dalam Surah Ibrahim [14]: 50) disebutkan sebagai pakaian penghuni neraka.















pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,

Fakta lain yang diinformasikan dalam al Qur‟an adalah mengenai proses pembentukan suatu produk/barang jadi yang sesuai dengan fungsi dan kepentingan. Hal itu terungkap dalam surat Al-Anbiyaa‟ ayat 80























dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa nabi Daud telah dapat membuat suatu produk dari bahan dasar besi, yaitu baju besi, yang digunakannya dalam peperangan.

Diajarkan kepada kita akan suatu ilmu mengenai ilmu paduan logam untuk mendapatkan kekuatan serta kegunaan yang juga berbeda, bagi kepentingan hidup manusia. Dalam Al Hadid ayat 25 tersebut berisi tentang adanya tambahan tembaga pada besi. Tentu saja dalam ilmu pengetahuan

modern saat ini, pada pembuatan suatu produk logam, besi juga sering dipadukan dengan unsur-unsur lain, demi mendapatkan sifat yang diinginkan. Sehingga saat ini lebih dikenal dengan logam paduan.

Dalam dokumen Dasar Dasar kimia Islam Jilid 2 Kuncoro (Halaman 90-95)

Dokumen terkait