Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri me- lainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang la- rangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang meng- ulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. al-Baqarah [2]: 275) Al-Qur’an tidak memerinci tentang hal-hal ini, dan untuk itu Sunnah Rasulullah berperan untuk menjelaskannya, dan dalam hal-hal yang tidak diperinci oleh Sunnah Rasu- lullah, ijtihad ulama-ulama mujtahid berperan mengem- bangkan dan memerincinya dengan menggunakan metode istinbat dalam ilmu ushul iqh.
4) Hukum keluarga. Hukum bidang ini mencakup bidang- bidang rumah tangga dan mawaris. Dalam bidang ini Al- Qur’an berbicara relatif lebih perinci dibandingkan dengan bidang-bidang yang lain. Secara detail Al-Qur’an menjelas- kan hukum pernikahan, dari masalah wanita yang haram dinikahi seperti dalam ayat:
pustaka-indo.blogspot.com
ْمُكُت َلاَخَو ْمُكُتاَمَعَو ْمُكُتاَوَخَأَو ْمُكُتاَنَـبَو ْمُكُتاَهَمُأ ْمُكْيَلَع ْتَمِرُح ْمُكَنْعَضْرَأ ِت َللا ُمُكُتاَهَمُأَو ِتْخُْلا ُتاَنَـبَو ِخَْلا ُتاَنَـبَو ِف ِت َللا ُمُكُبِئاَبَرَو ْمُكِئاَسِن ُتاَهَمُأَو ِةَعاَضَرلا َنِم ْمُكُتاَوَخَأَو ْمُتْلَخَد اوُنوُكَت َْل ْنِإَف َنِِب ْمُتْلَخَد ِت َللا ُمُكِئاَسِن ْنِم ْمُكِروُجُح ْنَأَو ْمُكِب َلْصَأ ْنِم َنيِذَلا ُمُكِئاَنْـبَأ ُلِئ َلَحَو ْمُكْيَلَع َحاَنُج َلَف َنِِب اًميِحَر اًروُفَغ َناَك َهَللا َنِإ َفَلَس ْدَق اَم َلِإ ِْنَـتْخُْلا َْنَـب اوُعَمَْت
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, sau- dara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara- saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara- saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu;
saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua);
anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawin- an) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: an-Nisaa’ [4]: 23),
sampai ke masalah talak yang dijelaskan oleh irman Allah:
َةَدِعْلا اوُصْحَأَو َنِِتَدِعِل َنُهوُقِلَطَف َءاَسِنلا ُمُتْقَلَط اَذِإ ُِبَنلا اَهُـيَأاَي َنِتْأَي ْنَأ َلِإ َنْجُرَْي َلَو َنِِتوُيُـب ْنِم َنُهوُجِرُْت َل ْمُكَبَر َهَللا اوُقَـتاَو َمَلَظ ْدَقَـف ِهَللا َدوُدُح َدَعَـتَـي ْنَمَو ِهَللا ُدوُدُح َكْلِتَو ٍةَنِـيَـبُم ٍةَشِحاَفِب اًرْمَأ َكِلَذ َدْعَـب ُثِدُْي َهَللا َلَعَل يِرْدَت َل ُهَسْفَـن
Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendak- lah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (mengha- dapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan
pustaka-indo.blogspot.com
mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang me- langgar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.
(QS. at-Talaaq [65]: 1)
Juga persoalan rujuk yang terdapat dalam ayat:
َنْمُتْكَي ْنَأ َنَُل ُلَِي َلَو ٍءوُرُـق َةَث َلَث َنِهِسُفْـنَأِب َنْصَبَرَـتَـي ُتاَقَلَطُمْلاَو وُعُـبَو ِرِخ ْلا ِمْوَـيْلاَو ِهَللاِب َنِمْؤُـي َنُك ْنِإ َنِهِماَحْرَأ ِف ُهَللا َقَلَخ اَم يِذَلا ُلْثِم َنَُلَو اًح َلْصِإ اوُداَرَأ ْنِإ َكِلَذ ِف َنِهِدَرِب ُقَحَأ َنُهُـتَل ٌميِكَح ٌزيِزَع ُهَللاَو ٌةَجَرَد َنِهْيَلَع ِلاَجِرلِلَو ِفوُرْعَمْلاِب َنِهْيَلَع
Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menung- gu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.
Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. al-Baqarah [2]: 228),
dan iddah, baik iddah karena meninggalnya suami yang disebutkan dalam irman Allah:
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan me- ninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apa- bila telah habis iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali)
pustaka-indo.blogspot.com
membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. al- Baqarah [2]: 234),
atau iddah karena terjadi perceraian, sebagaimana dalam irman Allah:
ْنَأ َنَُل ُلَِي َلَو ٍءوُرُـق َةَث َلَث َنِهِسُفْـنَأِب َنْصَبَرَـتَـي ُتاَقَلَطُمْلاَو ِرِخ ْلا ِمْوَـيْلاَو ِهَللاِب َنِمْؤُـي َنُك ْنِإ َنِهِماَحْرَأ ِف ُهَللا َقَلَخ اَم َنْمُتْكَي ُلْثِم َنَُلَو اًح َلْصِإ اوُداَرَأ ْنِإ َكِلَذ ِف َنِهِدَرِب ُقَحَأ َنُهُـتَلوُعُـبَو
ٌميِكَح ٌزيِزَع ُهَللاَو ٌةَجَرَد َنِهْيَلَع ِلاَجِرلِلَو ِفوُرْعَمْلاِب َنِهْيَلَع يِذَلا
Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menung- gu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.
Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. al-Baqarah [2]: 228)
Demikian pula dalam masalah warisan, diperinci sedemiki- an rupa pembagian masing-masing pihak yang menjadi ahli waris. Masalah nikah, talak, rujuk, dan mawaris mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur’an, karena masalah ini se- ring menimbulkan pertikaian di rumah tangga/keluarga se- hingga dapat mengguncangkan bangunan masyarakat luas.
Namun bukan berarti sama sekali tidak ada peluang untuk dimasuki ijtihad. Selain yang telah dijelaskan dan diperinci dalam Sunnah Rasulullah, ijtihad para ahli berperan dalam menjelaskannya.
5) Hukum pidana. Di samping ada larangan melakukan ke- jahatan secara umum, bidang ini juga secara khusus men-
pustaka-indo.blogspot.com
jelaskan hukum berbagai tindakan kejahatan yang dapat mengguncang bangunan masyarakat. Misalnya mengenai larangan pembunuhan seperti dijelaskan oleh Allah dalam irman-Nya:
ْمُكاَصَو ْمُكِلَذ ِقَْلاِب َلِإ ُهَللا َمَرَح ِتَلا َسْفَـنلا اوُلُـتْقَـت َلَو ....
َنوُلِقْعَـت ْمُكَلَعَل ِهِب
dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.
Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu su- paya kamu memahami-(nya). (QS. al-An’aam [6]: 151)
Mengenai larangan minum khamar dijelaskan dalam ayat:
ٌسْجِر ُم َلْزَْلاَو ُباَصْنَْلاَو ُرِسْيَمْلاَو ُرْمَْلا اََنِإ اوُنَماَء َنيِذَلا اَهُـيَأاَي
َنوُحِلْفُـت ْمُكَلَعَل ُهوُبِنَتْجاَف ِناَطْيَشلا ِلَمَع ْنِم
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuat an se- tan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men- dapat keberuntungan. (QS. al-Maaidah [5]: 90)
Adapun larangan berzina dijelaskan dalam ayat:
ْمُكْذُخْأَت َلَو ٍةَدْلَج َةَئاِم اَمُهْـنِم ٍدِحاَو َلُك اوُدِلْجاَف ِناَزلاَو ُةَيِناَزلا ْدَهْشَيْلَو ِرِخ ْلا ِمْوَـيْلاَو ِهَللاِب َنوُنِمْؤُـت ْمُتْنُك ْنِإ ِهَللا ِنيِد ِف ٌةَفْأَر اَمِِب
َنِنِمْؤُمْلا َنِم ٌةَفِئاَط اَمُهَـباَذَع
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu un- tuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Al- lah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (QS. an-Nuur [24]: 2)
pustaka-indo.blogspot.com
Mengenai larangan mencuri Al-Qur’an menjelaskan:
ِهَللا َنِم ًلاَكَن اَبَسَك اَِب ًءاَزَج اَمُهَـيِدْيَأ اوُعَطْقاَف ُةَقِراَسلاَو ُقِراَسلاَو ٌميِكَح ٌزيِزَع ُهَللاَو
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, po- tonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Ma- ha perkasa lagi Mahabijaksana. (QS. al-Maaidah [5]: 38) Dalam Al-Qur’an diadakan antisipasi agar tindakan-tindak- an kejahatan jangan sampai terjadi, misalnya hukum bunuh (qishash) atas pelaku pembunuhan sengaja dan te rencana, sebagaimana dijelaskan dalam ayat:
ِرُْلاِب ُرُْلا ىَلْـتَقْلا ِف ُصاَصِقْلا ُمُكْيَلَع َبِتُك اوُنَماَء َنيِذَلا اَهُـيَأاَي ٌءْيَش ِهيِخَأ ْنِم ُهَل َيِفُع ْنَمَف ىَثْـنُْلاِب ىَثْـنُْلاَو ِدْبَعْلاِب ُدْبَعْلاَو ْمُكِبَر ْنِم ٌفيِفَْت َكِلَذ ٍناَسْحِإِب ِهْيَلِإ ٌءاَدَأَو ِفوُرْعَمْلاِب ٌعاَبِـتاَف
ٌميِلَأ ٌباَذَع ُهَلَـف َكِلَذ َدْعَـب ىَدَتْعا ِنَمَف ٌةَْحَرَو
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita de- ngan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaaf- an dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) mem- bayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS. al- Baqarah [2]: 178)
Mengenai pembalasan setimpal (qishash) atas tindakan me rusak atau melukai anggota tubuh manusia, Allah ber- irman:
َفْنَْلاَو ِْنَعْلاِب َْنَعْلاَو ِسْفَـنلاِب َسْفَـنلا َنَأ اَهيِف ْمِهْيَلَع اَنْـبَتَكَو
pustaka-indo.blogspot.com
ْنَمَف ٌصاَصِق َحوُرُْلاَو ِنِسلاِب َنِسلاَو ِنُذُْلاِب َنُذُْلاَو ِفْنَْلاِب ُمُه َكِئَلوُأَف ُهَللا َلَزْـنَأ اَِب ْمُكَْي َْل ْنَمَو ُهَل ٌةَراَفَك َوُهَـف ِهِب َقَدَصَت َنوُمِلاَظلا
Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Tau- rat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishashnya. Barangsiapa yang me- lepaskan (hak qishash)-nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS. al-Maaidah [5]: 45)
Mengenai ancaman hukuman atas pelaku qazaf, yaitu me- nuduh orang lain berzina tanpa saksi, Allah jelaskan dalam ayat:
ْمُهوُدِلْجاَف َءاَدَهُش ِةَعَـبْرَأِب اوُتْأَي َْل َُث ِتاَنَصْحُمْلا َنوُمْرَـي َنيِذَلاَو
َنوُقِساَفْلا ُمُه َكِئَلوُأَو اًدَبَأ ًةَداَهَش ْمَُل اوُلَـبْقَـت َلَو ًةَدْلَج َنِناََث
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.
(QS. an-Nuur [24]: 4)
Tentang sanksi hukum bagi pelaku kejahatan perampokan, disebutkan dalam ayat: