• Tidak ada hasil yang ditemukan

102Vertical Brand Extension

Dalam dokumen Konsep dan Studi Merek Lokal (Halaman 107-111)

Strategi ini merupakan alternatif brand extension untuk memfokuskan pada pasar kelas atas dan pasar kelas bawah. Tujuan perusahaan menerapkan hal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan di setiap kelas. Tentu saja, kebutuhan dan keinginan pada masing-masing kelas berbeda. Aspek demografi dan psikografi juga diperhatikan di sini (Keller, 2013).

Perusahaan yang menerapkan brand extension untuk kelas atas akan mendapatkan citra merek yang baik.

Merek produk dianggap sudah naik kelas. Konsekuensi yang muncul adalah adanya perbaikan kualitas produk.

Di sisi lain, apabila perusahaan sudah memiliki pasar dengan kelas tertentu, kemudian menyasar kelas bawah, maka bisa saja akan menciptakan persepsi negatif dari konsumennya. Konsumen tentu saja akan keberatan terkait dengan masalah prestige. Menyasar kelas bawah bisa dipersepsikan oleh konsumen kualitas produk menjadi inferior. Kesuksesan dalam mengelola merek yang menyasar kelas baru tentu saja bisa memberikan implikasi positif. Perusahaan bisa menjaga konsistensi kualitas dan pelayanan. Konsekuensi lainnya, perusahaan juga akan mendapatkan kemungkinan terjadinya kanibalisasi. Apabila jumlah konsumen yang memiliki sensitivitas pada harga cukup signifikan, maka akan konsumen akan memilih merek yang lebih murah.

Perusahaan memerlukan komunikasi yang tepat terkait dengan adanya pergeseran kelas. Komunikasi ini bisa menjadi cara untuk tetap menciptakan persepsi dari pasar sasaran. Tujuan strategi ini juga tetap meyakinkan konsumen mengenai kualitas produk. Cara lain yang dilakukan oleh perusahaan bisa dengan menggunakan nama yang berbeda agar tidak menciptakan kebingungan.

Beberapa hal terkait dengan brand extension.

1. Brand extensionakan sukses bilaparent brand memiliki points of difference disertai dengan keunikan yang kuat. Dengan demikian akan tercipta fit antara merek danparent brand.

2. Persepsi mengenai fit antara merek danparent brandakan didukung dengan kesamaan yang dimiliki antaraparent branddan merek.

3. Perusahaan harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua konsumen bisa menerima dengan baik apabila perusahaan menerapkan brand extension.

4. Brand extension yang sukses akan memberikan kontribusi baik bagiparent brand dan juga memudahkan untuk melakukan extensionlainnya.

5. Perbedaan budaya juga menjadi penentu dalam melakukan brand extension. Budaya antar pasar akan memengaruhi dalam persepsi menerimabrand extension.

6. Atribut yang konkrit dari sebuah merek akan lebih sulit untuk diterapkan brand extension.

Perusahaan paling tidak menerapkan brand extension pada produk yang kurang lebih sama.

.

Sejak didirikan pada bulan Oktober 1999, Lion Air saat ini menjadi salah satu raksasa perusahaan transportasi di Asia Tenggara. Ada beberapa anak perusahaan yang dibawahi oleh Lion Air Grup yaitu Batik Air, Wings Air, Malindo Air dan Thai Lion Air. Selain berkompetisi di industri transportasi udara, Lion Air Grup sejak tanggal 14 Febuari 2013 Lion Air Grup juga bergerak pada industri logistik dengan mendirikan anak perusahaan Lion Parcel.

Lion Parcel bergerak pada bidang logistik pengiriman paket dan dokumen yang melayani pengiriman domestik dan internasional. Dengan memiliki armada dan infrastruktur yang kuat, Lion Parcel memiliki modal yang kuat untuk bersaing dengan pesaing pada industri logistik. Lion Air,parent brand dari perusahaan Lion Parcel, saat ini tercatat sebagai perusahaan yang memiliki armada terbanyak di dalam industri penerbangan Indonesia. Lion Air juga memiliki jalur penerbangan yang luas mulai dari Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, India, Jepang, Saudi Arabia sampai dengan penerbangan kota kecil di dalam negeri misalnya Melonguane, Tahuna, Jayapura, Morotai, Rotte dan lainya. Lion Parcel memanfaatkan infrastruktur Lion Air dengan baik sebagai modal bersaing di industri logistik. Hal ini terlihat dari moto Lion Parcel yakni “Tercepat, aman, murah dan menggunakan armada sendiri”.

Strategi Lion Air merupakan alternatif brand extension untuk memfokuskan pada pasar kelas atas dan pasar kelas bawah. Tujuan perusahaan menerapkan ini semua adalah untuk memenuhi kebutuhan di setiap kelas. Tentu saja, kebutuhan dan keinginan pada masing-masing kelas berbeda.

L i o n A i r

P e m b e l a j a r a n

Selain itu, branding Lion Air sebagai perusahaanlow cost airline yang melayani penerbangan dengan biaya yang murah digunakan pula oleh Lion Parcel. Lion Air yang memiliki logo “We Make People Fly” dikenal masyarakat sebagai perusahaan yang menawarkan jasa penerbangan dengan murah. Dengan biaya yang terjangkau, Lion Air menyasar target pasar menengah ke bawah. Walaupun menawarkan jasa penerbangan dengan biaya murah, Lion Air berkembang dengan pesat tidak lepas karena jumlah masyarakat Indonesia yang masih didominasi oleh masyarakat menengah ke bawah dan geografis Indonesia yang kepulauan membuat transportasi udara menjadi pilihan utama masyarakat.

Sama seperti Lion Air, strategi pemasaran Lion Parcel saat ini adalah segmen menengah ke bawah dengan menyasar pasar Usaha Kecil Menengah (UKM).

Pemilihan target pasar Lion Parcel tidak lepas dari brandingyang sudah kuat dari nama perusahaan Lion Air. Sebagai perusahaan yang memperkenalkan penerbangan murah di Indonesia, brand Lion Air sangat dikenal baik oleh masyarakat sebagai brand yang ramah untuk kelas menengah ke bawah. Selain itu jumlah UKM di Indonesia yang besar membuat pasar UKM menjadi potensi yang sangat besar. Oleh karena itu pemilihan stategi Lion Parcel dengan menggunakan brand Lion Air menjadi sangat tepat dilakukan oleh Lion Parcel.

104

Unilever Indonesia adalah merek yang sudah menemani masyarakat Indonesia selama lebih dari 87 tahun. Unilever pertama kali didirikan pada 5 Desember 1933 dengan nama “Lever’s Zeepfabrieken N.V.” yang bertempat di daerah Angke, Jakarta Utara. Baru pada tahun 1998, perusahaan berganti nama menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Sebagai perusahaan yang memproduksi barang kebutuhan sehari-hari (consumer good), merek Unilever telah menjadi bagian keseharian dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagai pemimpin pasar di Industri Consumer Goodsdi Indonesia. Unilever Indonesia sudah memilikibrand equity yang sangat mapan di mata konsumen. Unilever memiliki komitmen untuk terus mengembangkan brand sebagai kekuatan sekaligus daya saing perusahaan. Sebagai pemimpin pasar agar tetap unggul dalam persaingan dan mempertahankan loyalitas pelanggan, Unilever Indonesia terus melakukan inovasi dan terobosan untuk memperluas kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. Sampai saat ini, Unilever mampu membuat dan menjual lebih dari 40 brand di Indonesia dan 400 brand di seluruh dunia.

Brand extension juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan oleh semua perusahaan, termasuk Unilever Indonesia.

Brand extension bisa menyebabkan konsumen mengalami kebingungan karena banyaknya kategori produk yang ditawarkan dengan merek yang sama, sebagai contoh produk sabun dan sampo dengan merek yang sama. Apabila penjualan suatu produk lebih baik dari yang lain, bisa menyebabkan terjadinya kanibalisasi terhadap produk yang lainnya. Hal ini menyebabkan produk yang lebih baik akan selalu menjadi pilihan konsumen, sementara itu produk yang lain akan ditinggalkan.

U n i l e v e r

P e m b e l a j a r a n

Merek sangat penting bagi Unilever untuk menjaga loyalitas konsumen, karena merupakan perantara perusahaan dengan konsumen. Salah satu strategi yang dikembangkan oleh Unilever Indonesia adalah dengan melakukan perluasan merek (brand extension) untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Strategibrand extensiondilakukan oleh Unilever Indonesia untuk beberapa produk tertentu yang menjadi parent brand. Di antaranya, sabun mandi keluarga Lifebuoy sebagai parent brand dengan produk barunya shampo Lifebuoy sebagai shampo keluarga.

Brand extensionbisa meningkatkan reputasi dan citra merek di masa yang akan datang. Atribut merek bisa dikuatkan agar konsumen memiliki asosiasi positif terhadap merek dan meningkatkan kredibilitas merek. Unilever Indonesia memiliki kredibilitas merek sebagai merek yang berkualitas dan berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen.

Brand extension juga meningkatkan efisiensi dalam mempromosikan produk baru. Nama baik merek akan mudah diterima oleh konsumen ketika digunakan untuk produk baru, sehingga dampaknya bisa mengurangi biaya promosi.

H e i n z

Awal mula berdirinya perusahaan Heinz ABC Indonesia adalah sebagai produsen kecap pada tahun 1975 di Cengkareng, Jakarta. Perusahaan yang didirikan oleh Chu Sok Sam terus berkembang dengan memproduksi makanan (consumer food), sambal, saos tomat, jus buah dalam kemasan dengan merek ABC. Bahkan dalam perkembangan usahanya, peusahaan yang awal mulanya bernama PT Central Food Industry, berhasil mengekspor produknya ke mancanegara melalui kantor pemasaran yang tersebar di banyak negara seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Brunei Darusalam, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, dan Yunani.

Tingkat persaingan yang semakin kompetitif pada perusahaan makanan membuat PT. Central Food Industry memutuskan untuk melakukan aliansi dengan H.J. Heinz dari Amerika Serikat. Nama perusahaan berubah menjadi PT Heinz ABC Indonesia. Langkah aliansi ini dilakukan tidak hanya memperkuat posisi produk ABC sebagai pemimpin pasar (market leader) untukconsumer fooddi Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia. PT Heinz ABC Indonesia semakin mengukuhkan perusahaannya sebagai penghasil produk unggulan dengan merek ABC yang berkualitas serta bercita-rasa tinggi.

P e m b e l a j a r a n

Dari semua keunggulannya, strategi brand extension juga memiliki sejumlah kelemahan. Konsumen mengalami kebingungan karena banyak kategori produk yang ditawarkan dengan merek yang sama. Dengan banyaknya keragaman produk yang ditawarkan dalam satu merek tersebut, konsumen mungkin akan mengalami kebingungan dalam memaknai setiap produk yang ditawarkan.

Salah satu produk ABC yang kurang berhasil di pasaran adalah Mie ABC, selain karena kurang mampu bersaing dengan produk Indomie (Indofood), Mie ABC mungkin membuat masyarakat bingung untuk memaknai produk tersebut.

Heinz ABC Indonesia termasuk salah satu perusahaan yang berhasil melakukan strategi brand extension dengan menempatkan nama ABC sebagai merek unggulan atau parent brand. Merek yang menjadi bagian dari brand extensionmemiliki induk yang disebut denganparent brand.

Parent brand ini memiliki sejumlah kategori produk yang disebut family brand. Pilihan Heinz ABC Indonesia menjadikan merek ABC sebagai parent brand, berhasil memperbesar nama merek ABC sehingga jangkauan pasar merek lebih luas. Strategi line extension dan category extension berhasil memperkuat produk lama dan memunculkan produk baru (diversifikasi produk dengan merek ABC berhasil. Kecap, saus sambal, sirup, sari buah dalam kotak ABC, wafer Tango, dan batu baterai ABC tercatat sebagai market leaderdi kategori produk masing- masing.

Strategi brand extensionyang diterapkan oleh Heinz ABC Indonesia, berhasil meningkatkan reputasi dan citra merek ABC di mata konsumennya. ABC memiliki asosiasi positif sebagai produk keluarga dari semua kalangan. Kemampuan dalam melakukan inovasi sehingga menghasilkan produk yang berkualitas, mampu meningkatkan kredibilitas merek ABC di mata konsumennya. Brand extension juga bisa meningkatkan efisiensi dalam mempromosikan produk baru, sehingga bisa mengurangi biaya promosi. Nama baik merek yang sudah terekam selama ini, akan mudah diterima oleh konsumen ketika digunakan untuk produk baru.

106

Dalam dokumen Konsep dan Studi Merek Lokal (Halaman 107-111)