Merek-merek yang ada di Indonesia banyak mengalami brand revitalization. Tujuan revitalisasi ini mengupayakan merek bisa bertahan dalam industri. Ada fase rebound dari sebuah merek ketika sudah memasuk masa maturity. Apabila perusahaan tidak segera menerapkan strategi untuk menghindari jatuhnya merek, maka merek tersebut akan memiliki kinerja yang semakin tidak bagus.
Beberapa contoh merek yang mengalami revitalisasi.
1. Honda. Merek mobil ini mengalami pergeseran sasaran konsumen. Sebelum era mobil low cost green car, mobil ini memiliki sasaran untuk menengah atas. Namun, seiring persaingan industri industri mobil untuk spesifikasi menengah bawah, Honda mengalami pergeseran dengan mengeluarkan merek Brio.
Pasar menengah bawah memberikan peluang bagi Honda untuk semakin tumbuh.
2. Bata. Merek sepatu ini juga mengalami revitalisasi dengan mengarah ke pasar menengah atas. Bata sebelumnya dikenal sebagai merek yang ditujukan untuk konsumen kelas bawah. Seiring pertumbuhan kelas menengah ke atas, Bata memfokuskan kelas ini dengan mengeluarkan merek Marie Claire.
3. Kraft Foods Group Indonesia yang diproduksi
oleh PT. Kraft Ultrajaya
Indonesia memproduksi berbagai macam olahan produk keju. Keju dapat diolah dalam berbagai macam variasi masakan. Keju awalnya hanya untuk dikonsumsi dengan roti, namun saat ini, keju dapat diolah dengan berbagai macam menu.
4. Starbucks Reserve. Starbucks juga mengalami pergeseran kelas. Persaingan di industri kopi cukup ketat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pemain kafe kopi lokal yang mendapatkan peluang untuk tumbuh. Starbucks Reserve memiliki lokasi yang lebih eksklusif dengan pilihan biji kopi lebih prima serta grade tertentu.
Konsumen dilayani olehcoffee master bukan seorang barista.
112
Pada periode tertentu, Wardah memasuki siklus hidup kedewasaan. Dalam hal ini, Wardah berusaha untuk memperbaiki kinerja dengan menyusun sebuah program yang bisa meningkatkan kinerja. Perubahan ini bisa berupa strategi yang berdampak kecil hingga besar pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Merek Wardah secara konsisten melakukan pengelolaan merek secara terus menerus.
Strategibrand reinforcementdanbrand revitalizationdilakukan merek Wardah untuk terus bersaing dalam industri kecantikan di Indonesia. Pada awal mula merek Wardah berfokus pada produk kecantikan wanita. Produk sepertimake-up,lipstick,eyeshadow, pemutih dan sebagainya merupakan produk yang dikeluarkan oleh merek Wardah. Seiring waktu, merek Wardah mulai melakukan strategi brand reinforcementdengan memperluas lini produk dari produk kecantikan wanita kepada produk perawatan wanita. Produk ‘Wardah Shampoo” yang merupakan sampo untuk rambut, “Wardah Body Butter” merupakanbody lotionatau pelembab sampai dengan “Wardah Eau De Toilette” yang merupakan parfum dikeluarkan oleh merek Wardah. Dengan memperluas produk yang dikeluarkan, merek Wardah menjadione stop solutionuntuk wanita baik untuk produk kecantikan misalnya make-up dan lipstik sampai dengan sampo dan parfum. Strategi memperluas produk meningkatkan reinforcement merek Wardah sebagai pilihan perawatan wanita dan meningkatkan penjualan produk.
Selain menggunakan strategi brand reinforcement untuk memperkuat ekuitas merek, merek Wardah juga menggunakan strategibrand revitalization.Brand revitalizationmerek Wardah dapat dilihat dari perubahan tagline merek Wardah yang awalnya “Inspiring Beauty” berubah menjadi “Feel the Beauty”. Wardah memaknai bahwa kecantikan tidak hanya berupa penampilan saja. Tagline baru “Feel the Beauty” mengajak semua perempuan untuk merepresentasikan kecantikan secara masing-masing, yang beraktivitas di kantor, ataupun pelajar mahasiswa sampai dengan penggerak seni.
Dengan ini, merek Wardah mendorong perempuan Indonesia supaya lebih percaya diri dalam mengapresiasi dirinya sendiri. Tagline baru ini lebih cocok pada kehidupan perempuan modern saat ini. Peruabahan tagline tersebut menggarisbawahi strategi Wardah dengan memperlebar pangsa pasarnya. Kebutuhan kecantikan dan perawatan saat ini tidak hanya dimiliki oleh segmen atas saja namun semua kalangan. Oleh karena itu, perubahan tagline merepresentasikan perubahan strategi yang dilakukan oleh merek Wardah.
P e m b e l a j a r a n
W a r d a h
“Teratas Karena Kualitas”
Holland Bakery merupakan pelopor dalam bisnis roti sekaligus toko roti modern pertama di Indonesia. Holland Bakery didirikan pada tahun 1978 di Jalan Hayam Huruk, Jakarta. Sebagai perintis toko roti di Indonesia, Holland Bakery menawarkan konsep baru dalam mengelola bisnis roti di Indonesia. Holland Bakery menerapkan sistem one stop shopping bakery atau sistem pendistribusian produk ke setiap gerai atau toko roti yang dimilikinya, membuat kualitas roti yang ada disetiap toko roti memiliki standar dan kualitas yang sama.
Merek Holland Bakery memiliki ciri khas tersendiri, dengan tetap mempertahankan kata “Holland” semenjak awal pendiriannya hingga saat ini. Sebagai negara yang memiliki tradisi kuat dalam membuat roti di Eropa, kata “Holland” tidak bisa dilepaskan dari cita rasa roti dan kue yang dibuat dengan resep berasal dari Belanda. Selain itu, adanya logo kincir angin di atap toko dan kemasan roti semakin memperkuat asosiasinya dengan Belanda.
Strategi Holland Bakery dalam mempertahankan merek dan logo diterima dengan baik olehcustomernya.
Kemampuan Holland Bakery untuk mampu bertahan tidak bisa dilepaskan dari inovasi produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Holland Bakery melahirkan banyak varian produk baru dan mengembangkan produk-produk unggulan yang diminati konsumen, salah satunya adalah lapis legit. Dibandingkan dengan produk pesaing, Holland Bakery mampu unggul dari sisi kualitas, inovasi, rasa, harga, karena terbuat dari bahan dasar yang fresh dan berkualitas tinggi. Guna menarik pelanggan, Holland Bakery menggunakan konsep oulet yang selalu modern, sehingga membuat suasana menjadi nyaman bagi konsumen ketika berbelanja.
Strategy yang dilakukan oleh Holland Bakery bisa dikategorikan sebagai Brand reinforcement dalam melakukan pengelolaan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Holland Bakery senantiasa melakukan inovasi pada produk yang dihasilkan, sehingga selalu diminati oleh pelanggannya sepanjang waktu. Selain kualitas produk, Holland Bakery memiliki brand equity dengan mempertahankan merek dan logo yang merupakan bagian dari keunikan sebuah toko roti yang tidak bisa ditiru oleh para pesaing lain.
Elemen keunikan merek Holland Bakery harus tetap dipertahankan oleh perusahaan dari waktu ke waktu, sehingga Holland Bakery akan memiliki kekuatan pada brand awareness dan brand image dalam jangka waktu yang lama.
H o l l a n d B a k e r y
P e m b e l a j a r a n
Holland Bakery termasuk salah satu perusahaan yang mampu menjaga keberlangsungan merek dalam jangka panjang. Semenjak didirikan pertama kali, perusahaan mampu mempertahankan dan mengelola mereknya dengan baik. kemampuan Manajemen Holland Bakery untuk menghadapi persaiangan yang semakin ketat dan menangkap perubahan preferensi konsumen, mampu memperkuat branding dari setiap produk yang dihasilkan. Selain itu, kemampuan perusahaan dalam melakukan inovasi baru, mampu menciptakan diferensiasi produk, sehingga semakin menguatkan brand equityHollad Bakery yang tidak dimiliki oleh merek pesaing.
Strategi yang dilakukan oleh Holland Bakery bisa dikategorikan sebagai Brand reinforcement dalam melakukan pengelolaan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Holland Bakery senantiasa melakukan inovasi pada produk yang dihasilkan, sehingga selalu diminati oleh pelanggannya sepanjang waktu. Selain kualitas produk, Holland Bakery memiliki brand equity dengan mempertahankan merek dan logo yang merupakan bagian dari keunikan sebuah toko roti yang tidak bisa ditiru oleh para pesaing lain. Elemen keunikan merek Holland Bakery harus tetap dipertahankan oleh perusahaan dari waktu ke waktu, sehingga Holland Bakery akan memiliki kekuatan padabrand awareness danbrand imagedalam jangka waktu yang lama.
114
A q u a
Aqua merupakan pelopor perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia. Aqua pertama kali didirikan oleh Pak Tirto Utomo pada tahun 1973, yang merupakan seorang pensiunan PT. Pertamina. Ide pertama kali membuat perusahaan AMDK muncul setelah melihat para pekerja asing(ekspatriat)yang bekerja di Indonesia kesulitan mengkonsumsi air rebusan. Semenjak itu, dengan bendera PT Aqua Golden Mississippi, Aqua mulai memproduksi AMDK dengan nama Puritas. Namun, karena penyebutannya yang sulit dan tidak familiar, brandnya diganti dengan nama Aqua. Baru pada tahun 1974, Aqua diproduksi dengan kemasan botol ukura n 950 ml dan dijual dengan harga Rp75 pada saat itu.
Setelah melakukan aliansi strategis dengan Danone pada tahun 1998, Aqua-Danone semakin memperkuat posisi pasar, dengan menjadi pemimpin pasar sekaligus produsen terbesar AMDK di Indonesia. Aqua-Danone memiliki kekuatan merek di mata masyarakat. Bahkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menyebut merek Aqua-Danone ketika membeli air mineral kemasan, meskipun air mineral yang diberikan belum tentu merek Aqua-Danone. Tidak bisa dipungkiri, Aqua memiliki kualitas produk yang tidak diragukan lagi, sudah menjadimind setmasyarakat bahwa air putih palinghygienistmerek Aqua-Danone. Hal ini menjadikan Aqua- Danone memiliki kekuatan merek(brand equity)dibandingkan AMDK lainnya.
Aqua terus meningkatkanbrand awarenessdanimagedi tengah-tengah serbuan pesaing yang semakin meningkat, Aqua-Danone terus melakukan inovasi produk dan edukasi publik yang sejalan dengan konsep menjaga kelestarian lingkungan hidup dan akses air bersih di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Aqua memiliki nilai tambah(added value)yang kuat di mata masyarakat. Inovasi Aqua yang paling kuat terdapat pada botol atau kemasan yang merupakan hasil dari 100 persen daur ulang dan sekaligus dapat didaur ulang. Seluruh botol Aqua bisa didaur ulang kembali hingga seratus persen dan pemanfaatannya bisa berkali-kali. Langkah Aqua ini merupakan bentuk konkrit dari upaya menjaga keberlanjutan dan kelestarian alam.