• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 SMA Negeri 3 Gorontalo

Dalam dokumen Laporan Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5 (Halaman 121-135)

Thank You

XI- 2 SMA Negeri 3 Gorontalo

Dokumentasi

Pembelajaran oleh Ibu Chindy Onsu

FORMAT LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (FLO-ILS) PRAKTIK PEMBELAJARAN MANDIRI SIKLUS 5

Mata Pelajaran/Topik : Biologi/Sistem Ekskresi pada Manusia Sekolah/ Kelas : SMA Negeri 3 Gorontalo/ XI-8

Nama Guru Model : Chindy Sandra Onsu, S.Pd

Hal yang diobservasi

Hasil Observasi (tuliskan apa yang terjadi dan

alasannya)

Bila Anda adalah guru di kelas tersebut, hal apa yang akan

Anda lakukan berbeda?

Apakah semua peserta didik benar-benar telah belajar tentang topik pembelajaran hari ini? Bagaimana proses mereka belajar?

Ya. Peserta didik yang ada di kelas XI-8 telah mengikuti kegiatan belajar di hari ini, terlihat dari kesiapan kelas, alat tulis menulis yang sudah disiapkan serta kesiapan mereka untuk hadir di sekolah telah menunjukkan bahwa mereka sudah benar-benar siap dan telah belajar pada mata pelajaran Biologi hari ini.

Hal yang akan saya lakukan adalah

mempersiapkan diri dengan baik

dalam pembelajaran berikutnya,

mempersiapkan perangkat

pembelajaran yang sesuai dengan

gaya belajar dari peserta didik

dengan menyiapkan media

pembelajaran yang menarik dan

penggunaan teknologi dalam

proses pembelajaran.

Peserta didik mana yang tidak dapat mengikut kegiatan pembelajaran pada hari ini?

Dalam kegiatan pembelajaran dihari ini, teramati peserta didik telah mengikuti kegiatan pembelajaran tetapi ada beberapa peserta didik yang belum dapat mengikuti kegiatan pembelajaran karena tidak datang di Sekolah.

Mengawali proses pembelajaran dengan mengecek kehadiran peserta didik melalui absen dan saat proses pembelajaran saya akan mengontrol setiap peserta didik yang meminta izin keluar dengan menerapkan aturan sekali izin selama proses pembelajaran sehingga saya akan dapat mengontrol setiap peserta didik yang akan mengikuti kegiatan pembelajaran dihari ini.

Mengapa peserta didik tersebut tidak dapat belajar dengan baik? Menurut Anda apa penyebabnya dan

bagaimana alternatif solusinya?

Peserta didik yang tidak dapat belajar dengan baik dihari ini adalah peserta didik yang tidak fokus dalam menerima penjelasan dari guru serta tidak memperhatikan saat

guru menyampaikan

penjelasan di depan kelas.

Menghadirkan suasana belajar yang efisien merupakan “Pr”

bersama bagi kami sebagai calon

guru profesional maka adapun hal

yang akan saya lakukan adalah

menganalisis karakteristik peserta

didik yang ada di kelas dan

mempersiapkan materi pelajaran,

bahan ajar, lkpd, media sesuai

dengan gaya belajar atau

karakterisrik peserta didik di kelas.

Bagaimana usaha guru model dalam mendorong peserta didik yang tidak aktif untuk belajar? Apakah usaha tersebut berhasil?

Usaha guru model dalam mendorong peserta didik yang tidak aktif adalah dengan berupaya menciptakan suasana diskusi atau tanya jawab berdasarkan materi sistem pernapasan pada manusia, alhasil hal ini kemudian memberikan respon yang baik karena peserta didik diberikan kesempatan

untuk menyampaikan

pendapat dan pemahaman yang mereka miliki di dalam kelas.

Saya akan mendorong peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan berdasarkan juga pengalaman pribadi peserta didik sesuai ruang lingkup materi yang akan diajarkan sehingga hal ini diharapkan akan merangsang peserta didik dalam kegiatan pembelajaran serta mendekati peserta didik sambil menanyakan jika ada hal-hal yang mungkin masih belum dipahami.

Apakah pembelajaran berjalan dengan efektif?

(Semua kegiatan yang diberikan bermakna untuk peserta didik, semua peserta didik terlibat aktif dan tidak ada yang idle)

Iya pembelajaran sudah berjalan dengan efektif tetapi ada juga peserta didik yang belum terlibat aktif atau masih idle

Saya akan merancang kegiatan pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran yang menarik serta mengontrol ruangan kelas selama proses pembelajaran berlangsung.

Bagaimana usaha guru membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan

pembelajaran?

Guru menghampiri kelompok peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran dan menanyakan jika ada yang belum mereka pahami sambil berupaya kembali

Saya akan menemani serta

mendorong peserta didik yang

mengalami kesulitan dalam

pembelajaran melalui diskusi serta

tidak membandingkan peserta didik

yang satu dengan yang lain.

menjelaskan. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memberikan pujian kepada para peserta didik.

Bagaimana usaha guru dalam memfasilitasi peserta didik yang lebih cepat dari rata-rata kelas dalam mencapai tujuan pembelajaran?

Belum terlihat sepenuhnya bagaimana usaha guru dalam memfasilitasi peserta didik yang lebih cepat dari rata-rata tetapi guru berusaha agar semua peserta didik dapat

mengikuti kegiatan

pembelajaran atau

penjelasana dari guru secara bersama dan tidak ada yang tertinggal.

Menjadikan peserta didik tersebut sebagai tutor sebaya dalam pembelajaran sehingga peserta didik tersebut juga dapat menjadi narasumber yang mendorong teman-teman lainnya.

Apakah guru melakukan modifikasi dari modul

ajar/RPP? Apakah modifikasi tersebut merupakan

keputusan guru untuk merespons situasi kelas dan peserta didik?

Tidak, guru tetap

menggunakan model Problem Base Learning dalam proses pembelajaran di kelas.

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan modul ajar atau RPP yang sudah disiapkan pada materi pembelajaran.

Pelajaran berharga apa yang Anda dapatkan dari pengamatan ini?

Dari pengamatan observasi Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5 oleh ibu Chindy Sandra Onsu,

S.Pd di kelas XI-8 SMA Negeri 3 Gorontalo ini saya dapat mempelajari tentang cara-cara yang

baik dan benar dalam mempersiapkan pembelajaran mulai dari perancangan modul ajar yang

sesuai dengan karakteristik peserta didik serta mempersiapkan hati sebaik mungkin ketika akan

melaksanakan pembelajaran di kelas agar proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan natural sebagai wujud dalam upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kesimpulan :

Pelaksanaan Pembelajaran sudah berjalan dengan baik, guru dan peserta didik sama-sama terlibat dalam kegiatan proses pembelajaran dihari ini. Peserta didik juga terlihat telah memahami materi sistem pernapasan pada manusia yang diajarkan dari guru model ibu Chindy Sandra Onsu, S.Pd.

Refleksi

Salam sejahtera untuk kita semua,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu,

Saya menaikkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebaikan dan penyertaan-Nya sehingga saya boleh menyelesaikan “Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5” yang kembali dilaksanakan di kelas XI-2, SMA Negeri 3 Gorontalo pada hari Rabu, 24 Mei 2023.

Sebelumnya saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan, ibu Dr.

Lilan Dama, M.Pd dan Guru Pamong di SMA Negeri 3 Gorontalo, ibu Tahira, M.Pd yang membimbing serta mengarahkan saya sejak awal pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan II di lingkungan Sekolah SMA Negeri 3 Gorontalo.

HASIL REFLEKSI GURU MODEL

Setelah melaksanakan praktik pembelajaran mandiri siklus 1 sampai 4, saat ini saya sudah melaksanakan praktik pembelajaran mandiri 5 dan saya merasa bersyukur karena dari tahapan penyusunan perangkat pembelajaran bersama dengan teman sejawat di PPL II ini, yakni Bapak Muh.

Syhariridani, Ibu Nur Ainun Fadhilah Idris, Ibu Chindy Sandra Onsu dan Ibu Ispawati Malinta boleh diberikan kesehatan sehingga sampai pada jadwal pelaksanaan untuk mengajar dapat terlaksana dengan baik. Saya juga tetap melaksanakan konsultasi dengan Guru Pamong Ibu Tahira, M.Pd.

Sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebelumnya pada praktik pembelajaran mandiri siklus 4, saya merencanakan untuk dapat melaksanakan praktik pembelajaran mandiri siklus 5 pada Hari Rabu, 24 Mei 2023 dan Puji Tuhan saya boleh melaksanakan praktik pembelajaran mandiri siklus 5 dengan keadaan yang sehat dan diberkati Tuhan. Oleh sebab itu, saya pun menyadari bahwa tentu saja masih ada beberapa hal yang belum dapat dimaksimalkan pada pelaksanaan pembelajaran tetapi saya berubah terus memperbaiki diri dan cara saya dalam implementasi pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas.

Perasaan saya saat mengajar pada praktik pembelajaran mandiri siklus 5 ini, saya lebih senang, saya merasa tenang dan saya merasa lebih semangat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan peserta didik yang ada di kelas XI-2. Sama seperti sebelumnya, saya tetap berusaha sebaik mungkin mempersiapkan kebutuhan dalam pembelajaran seperti tes diagnostik di awal pembelajaran, modul ajar, bahan ajar, media dan alat evaluasi yang saya gunakan pada pelaksanaan praktik pembelajaran mandiri siklus 5 dengan materi Sistem Ekskresi pada Manusia pada topik Gangguan/Kelainan/Penyakit pada sistem ekskresi manusia serta mengintegrasikan model PBL (Problem Based Learning) serta pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan tentunya lebih dari pada semua itu, saya selalu berpikir positif

dan optimis dalam setiap rencana yang akan saya lakukan. Dalam persiapan tentu saja sudah memaksimalkan hal-hal apa yang saya perlukan untuk dapat telaksana dengan baik tetapi dalam implementasinya masih ada juga hal-hal yang belum tercapai atau belum terlaksana.

Pengalaman bermakna pada siklus 5 ini adalah implementasi PBL dengan pendekatan berbasis budaya atau CRT yang dilaksanakan pada sub-materi Sistem Ekskresi yakni gangguan/kelainan/penyakit pada sistem ekskresi manusia dengan peserta didik yang berjumlah 37 orang, mengawali proses pembelajaran dengan asesmen diagnostik yang akhirnya membagi mereka ke dalam 4 kelompok dan disesuaikan dengan 4 organ ekskresi pada manusia. Selanjutnya, peserta didik diarahkan untuk literasi tentang artikel ilmiah yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan. Selain itu, peserta didik juga dibiasakan dengan kerja tim untuk menyelesaikan suatu bentuk pemecahan masalah dan solusi melalui LKPD yang disusun berdasarkan sintaks model pembelajaran yang guru gunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Dalam penerapan CRT atau pembelajaran berbasis budaya pada sub-materi gangguan/kelainan/penyakit salah satu pengalaman bermakna adalah bagaimana kemudian menerapkan pembelajaran dengan latar belakang peserta didik di Gorontalo. Dalam menyampaikan materi kelainan atau gangguan sistem ekskresi manusia, saya menyadari pentingnya memahami dan menghormati budaya peserta didik di kelas XI-2 SMA Negeri 3 Gorontalo. Saya memulai dengan melakukan riset mendalam tentang budaya-budaya mereka, termasuk nilai-nilai, keyakinan, dan praktik-praktik tradisional yang

terkait dengan kesehatan dan penyakit. Selanjutnya, saya mengintegrasikan elemen-elemen budaya dalam penyampaian materi yang dimulai pada apersepsi dengan menggunakan contoh kasus yang relevan seperti penggunaan daun Gersen/Kersen untuk pengobatan penyakit diabetes. Hal ini membantu peserta didik merasa terhubung dengan materi dan melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, saya juga mengajak siswa-siswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait dengan pengobatan tradisional yang pernah mereka lakukan terkait penyakit pada sistem ekskresi manusia.

Pada akhirnya, pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya menghormati budaya dalam pendidikan. Mengintegrasikan budaya dalam pembelajaran bukan hanya membantu siswa merasa terhubung dengan materi, tetapi juga memupuk pemahaman yang lebih mendalam tentang keragaman manusia.

RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

PRAKTIK PEMBELAJARAN MANDIRI SIKLUS 5 PPG PRAJABATAN GELOMBANG 1 TAHUN 2022 Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Atas

Lokasi

SMA Negeri 3 Gorontalo

Kelas

XI-2

Nama Mahasiswa

Indy Laksmi Morden,S.Pd

Tanggal pelaksanaan

praktik pembelajaran mandiri siklus 5

Rabu, 24 Mei 2023

Tujuan yang ingin dicapai

Berdasarkan hasil refleksi terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran mandiri siklus 5 dengan menggunakan model pembelajaran

Problem Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching

(CRT) pada materi “Sistem Ekskresi pada Manusia” yang telah dilaksankan di kelas XI-2 SMA Negeri 3 Gorontalo, maka perlu adanya rencana tindak lanjut untuk pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.

Adapun tujuan dari RTL ini adalah :

1.

Melanjutkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik dari peserta didik.

2.

Menuntun pada tindakan atau rencana selanjutnya dalam strategi untuk melaksanakan pembelajaran.

3.

Menyusun atau membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan belajar dari peserta didik.

4.

Meningkatkan mutu dalam proses pelaksanaan pembelajaran

sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat menjadi pembelajaran yang bermakna.

Tahapan RTL

Berikut adalah langkah-langkah rencana tindak lanjut setelah melaksanakan praktik pembelajaran mandiri siklus 5 :

1.

Membuat catatan untuk hal-hal penting yang sudah saya dapatkan pada pelaksanaan pembelajaran.

2.

Membuat rencana untuk menyusun modul ajar yang akan digunakan pada pembelajaran selanjutnya.

3.

Mempersiapkan instrumen untuk tes diagnostik yang akan digunakan dalam memetahkan kebutuhan belajar dari peserta didik sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas.

4.

Mempersiapkan bahan ajar dan media pembelajaran sesuai dengan materi yang akan digunakan dan karakteristik dari peserta didik.

5.

Mempersiapkan bentuk asesmen yang akan digunakan dengan memperhatikan IPK dalam RPP atau CP pada modul ajar yang termuat.

6.

Melaksanakan pembelajaran yang efektif sesuai dengan tahapan pada rancangan pembelajaran yang sudah dibuat.

Rencana Pelaksanaan

Pada pembelajaran selanjutnya.

Dokumentasi

Pelaksanaan Pembelajaran Siklus Mandiri 5

"Sistem Ekskresi pada Manusia"

Dalam dokumen Laporan Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5 (Halaman 121-135)

Dokumen terkait