• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5

N/A
N/A
Ame Ame

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 5"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIK PEMBELAJARAN MANDIRI SIKLUS 5

ppl ii

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU

SMA Negeri 3 Gorontalo Kelas : XII-2

Oleh : Indy Laksmi Morden, S.Pd

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2022

(2)

LESSON STUDY

PPL II

(3)

PRAKTIK PEMBELAJARAN MANDIRI SIKLUS 5

Tujuan pembelajaran di tetapkan secara jelas dan terukur yang melibatkan Guru Pamong, Ibu Tahira, M.Pd. Tujuan pembelajaran ini menjadi panduan bagi perencanaan selanjutnya.

MENETAPKAN TUJUAN PEMBELAJARAN

STEP

1

Guru model mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan dan karakteristik dari peserta didik yang ada di Kelas XI-2 SMA Negeri 3 Gorontalo yang dilaksanakan melalui observasi, wawancara serta hasil refleksi pada pembelajaran sebelumnya di siklus mandiri 4

MENGANALISIS KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

STEP

2

STEP

3

MENDESAIN RENCANA PEMBELAJARAN

Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun lebih rinci yakni mencakup alokasi waktu, penjadwalan kegiatan, pengaturan ruang kelas dan sumber daya yang diperlukan.

MENYUSUN RENCANA

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

STEP

4

Desain rencana pembelajaran melibatkan isi pembelajaran dan strategi pembelajaran yang akan digunakan, pemilihan metode dan media yang akan digunakan serta penyusunan urutan pembelajaran yang logis dan terstruktur.

MENYUSUN EVALUASI PEMBELAJARAN

Evaluasi adalah tahap penting dalam pembelajaran.

Hal ini disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang sudah disusun dalam modul ajar. Evaluasi berupa tes, tugas, projek dalam materi yang sudah disesuaikan.

STEP

5

MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN

Tahap ini melibatkan rencana pembelajaran yang sudah disusun sebelumnya. Guru model memastikan semua komponen rencana terlaksana dengan baik serta melibatkan peserta didik.

STEP

6

STEP

7

Setelah melaksanakan proses pembelajaran, maka guru model haruslah melaksanakan evaluasi pasca pembelajaran yang melibatkan analisis terhadap TP, mengevaluasi keefektifan strategi pembelajaran yang digunakan, dan merencanakan perbaikan untuk masa depan.

MELAKSANAKAN EVALUASI PASCA PEMBELAJARAN

DOKUMENTASI KONSULTASI SIKLUS 5

BERSAMA GURU PAMONG

(4)

MODUL PEMBELAJARAN

CURTURALLY RESPONSIVE TEACHING

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

PPL II

Kelas : XI-2 SMA Negeri 3 Gorontalo

Indy Laksmi Morden, S.Pd

PPG Prajabatan Gel. 1 UNG

(5)

PEMETAAN DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERDASARKAN GAYA BELAJAR

PROFIL BELAJAR PESERTA

DIDIK

VISUAL AUDIO KINESTETIK

Nama Peserta Didik

1. Alifia Shirly Antu 2. Amalia Rizki Salsabila 3. Andika R. M. Saputra 4. Andiwa Pebrian Lakoro

5. Auran Alvanzha Javier Melensun 6. Cahyani Ahmad

7. Daniyal Riffat Maykel 8. Farah Ayudyah Boludawa 9. Fazral Pomalingo

10. Fikran Awumbas

11. Moh. Sultan Akbarsyah Suleman 12. Mohamad Azhrul Abd. Razak 13. Muhammad Nur Ridho Halukoi 14. Naylah Ramadhani A. Gobel 15. Nur Hikmah A. Halik 16. Nur Intan Agus Pakaya 17. Nurul Fadhilah Gobel 18. Rafil Prasetyo Mulyono 19. Relizha Qautsyar Pomanto 20. Rijalul Farsyah Amiruddin 21. Saibatul Aslamia S. Hagugu 22. Sitti Rahma

23. Sultan Zulkarnain 24. Syakil Alikiena Popalo 25. Zaskia Amelia Pagga

1. Advindo Rasta Taufiqillah Pomalingo 2. Moh Ikbal Halib 3. Nabila Hasan 4. Nur Rustiya Saridin 5. Nurafni Oktaviani Une 6. Ridho Alden S. Abukasi

1. Muh. Fadli Djafar

Proses

Pada saat menjelaskan materi, guru menggunakan banyak gambar yang berkaitan dengan organ pada sistem ekskresi manusia yang berwarna sehingga menarik perhatian peserta didik dengan gaya belajar visual.

Pada saat menjelaskan materi ajar, guru menggunakan sumber belajar yang dapat didengar oleh peserta didik misalnya menjelaskan secara langsung atau memutar video pembelajaran yang berkaitan dengan materi sistem ekskresi manusia.

Pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru juga membebaskan peserta didik untuk mendengarkan penjelasan dari teman sebaya.

Guru memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk membuat gambar-gambar tentang organ-organ sistem ekskresi manusia beserta penjelasan mengenai zat-zat yang diekskresikan oleh organ- organ tersebut.

(6)

INFORMASI UMUM A. IDENTITAS

Nama Guru : Indy Laksmi Morden, S.Pd

Kelas/Fase : XI-2 / F

Sekolah : SMA Negeri 3 Gorontalo

Mata Pelajaran : Biologi

Materi : Sistem Ekskresi pada Manusia

Alokasi Waktu : 3 JP

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Mei 2023

 Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

 Bergotong Royong

 Mandiri

 Bernalar Kritis

 Kreatif

 Peserta didik mampu memahami sistem organ dan fungsinya.

 Media : Laptop, LCD, LKPD, Alat tulis menulis.

 Sumber Belajar : Bahan Ajar, PPT, Youtube, Internet, Buku siswa Biologi untuk SMA/MA kelas XI dari Ririn Safitri

 Jumlah peserta didik : 37 Orang (Reguler)

IDENTITAS PENULIS MODUL

PROFIL PELAJAR PANCASILA

KOMPETENSI AWAL / KOMPETENSI PRASYARAT

SARANA DAN PRASARANA

TARGET PESERTA DIDIK

(7)

 Strategi : Pembelajaran Berdiferensiasi

 Model Pembelajaran : Project Based Learning (PBL)

 Metode : Tanya jawab dan Diskusi

 Pendekatan : Culturally Responsive Teaching

B. KOMPETENSI INTI

Elemen Capaian Pembelajaran (CP)

Pemahaman Biologi

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi seperti transpor membran dan pembelahan sel;

menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh; serta memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan, mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi, dan inovasi teknologi biologi.

Keterampilan Proses

1. Mengamati

Mampu memilih alat bantu yang tepat untuk melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang diamati.

2. Mempertanyakan dan memprediksi

Merumuskan pertanyaan ilmiah dan hipotesis yang dapat diselidiki secara ilmiah.

3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Peserta didik merencanakan dan memilih metode yang sesuai berdasarkan referensi untuk mengumpulkan data yang dapat dipercaya, mempertimbangkan resiko serta isu-isu etik dalam penggunaan metode tersebut. Peserta didik memilih dan menggunakan alat dan bahan, termasuk penggunaan teknologi digital yang sesuai untuk mengumpulkan serta mencatat data secara sistematis dan akurat.

4. Memproses, menganalisis data dan informasi

Menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab.

Menggunakan berbagai metode untuk menganalisa pola dan kecenderungan pada data. Mendeskripsikan hubungan antar variabel serta mengidentifkasi inkonsistensi yang terjadi. Menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menarik STRATEGI, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

(8)

kesimpulan yang konsisten dengan hasil penyelidikan.

5. Menyevaluasi dan refleksi

Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada.

Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi dan mengusulkan saran perbaikan untuk proses penyelidikan selanjutnya.

6. Mengkomunikasikan hasil

Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh termasuk di dalamnya pertimbangan keamanan, lingkungan, dan etika yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

Melalui model pembelajaran Problem Based Learning :

1. Peserta didik mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo (C4).

Penilaian Sikap

Teknik penilaian : Observasi Bentuk penilaian : Jurnal

Aspek penilaian : Sikap spiritual Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian : Tes tertulis

Bentuk penilaian : Pilihan Ganda (PG) Penilaian Keterampilan

Teknik penilaian : Observasi

Bentuk penilaian : Rubrik penilaian kinerja

TUJUAN PEMBELAJARAN

ASESMEN

(9)

Pemahaman bermakna dari sub-materi kelainan atau gangguan sistem ekskresi pada manusia meliputi beberapa aspek, diantaranya adalah : (1) peserta didik akan dapat memahami mengenai struktur dan fungsi organ-organ dalam sistem ekskresi manusia sangat penting serta memahami mengenai kelainan atau gangguan yang terjadi serta pengobatan yang tepat untuk mengatasi kelainan atau penyakit sistem ekskresi. Selain itu, peserta didik juga akan mengetahui faktor yang menyebabkan kelainan atau gangguan serta akan mampu mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya masalah tersebut baik secara modern maupun tradisional.

 Apa saja kelainan atau gangguan yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia? Bagaimana gejalanya?

 Bagaimana cara merawat atau mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia?

 Apakah ada cara pengobatan secara tradisional untuk mengatasi masalah kelainan atau gangguan pada sistem ekskresi manusia?

PERTEMUAN (Rabu, 23 Mei 2023)

Kegiatan Sintaks Pembelajaran (PBL)

Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu (135m)

Guru Peserta didik

Pendahuluan Membuka pembelajaran

- Guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam serta mengondisikan kelas (mengecek kebersihan) - Guru mengajak peserta didik

untuk berdoa agar pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan

- Peserta didik menjawab salam dari guru.

- Peserta didik memimpin doa buka.

- Peserta didik menjawab pertanyaan guru.

- Peserta didik menyimak apersepsi yang diberikan

20 PEMAHAMAN BERMAKNA

PERTANYAAN PEMANTIK

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

(10)

lancar.

- Guru memeriksa kehadiran peserta didik.

- Guru memberikan apersepsi :

 Apa saja kelainan atau gangguan yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia?

Bagaimana gejalanya?

 Bagaimana cara merawat atau mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia?

 Apakah ada cara pengobatan secara tradisional untuk mengatasi masalah kelainan atau gangguan pada sistem ekskresi manusia?

- Guru memberikan motivasi - Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran

oleh guru.

Orientasi pada masalah

- Guru memperlihatkan video pembelajaran mengenai gangguan atau kelainan pada sistem ekskresi manusia RESEP SEHAT : 5 Obat Alami Mengatasi Batu Ginjal, Bisa Diramu di Rumah - YouTube

- Peserta didik mengamati video pembelajaran mengenai gangguan atau kelainan pada sistem ekskresi manusia

Organisasi peserta didik untuk belajar

- Guru membagi peserta didik ke dalam 4 kelompok yang

- Peserta didik sudah berada

dalam kelompok belajar. 20

(11)

Inti

sudah dibagi berdasarkan hasil pre-test

- Guru membagikan lembar kerja peserta didik (LKPD) - Guru mempersilahkan

peserta didik membaca kembali materi pada modul dan petunjuk yang terdapat pada LKPD.

- Guru mempersilahkan peserta didik dalam

kelompok untuk

mengerjakan kegiatan sesuai dengan petunjuk di LKPD.

Kelompok : - Ginjal - Paru-paru - Kulit - Hati

- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok masing- masing untuk dapat menyelesaikan tugas yang ada di LKPD yang sudah diberikan oleh guru.

Penyelidikan kelompok (Berbasis Pendekatan

Budaya)

- Guru memberikan waku kepada peserta didik untuk menyelesaikan LKPD.

- Guru membimbing peserta didik dalam kelompok untuk mencari tahu dan memahami informasi mengenai permasalahan yang ada di LKPD sesuai dengan gaya belajar mereka.

- Guru membimbing peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di LKPD.

- Peserta didik

mengumpulkan informasi dari berbagai literatur sesuai dengan gaya belajar mereka.

- Peserta didik melakukan penyelidikan terhadap masalah yang ada pada LKPD.

- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok masing-

masing untuk

menyelesaikan tugas yang ada di LKPD.

50

Menyajikan hasil karya

(Berbasis Pendekatan Budaya)

- Guru membantu peserta didik dalam menyusun hasil karya di LKPD.

- Guru mengarahkan peserta

didik untuk

mempresentasikan rumusan

- Peserta didik merancang hasil penyelesaian masalah bersama dengan teman kelompok.

- Peserta didik

mempresentasikan hasil

35

(12)

masalah, langkah-langkah pemecahan masalah dan hasil pemecahan masalah berupa solusi.

kerja mereka didepan kelas.

Mengevaluasi

- Guru mengarahkan peserta didik untuk memberikan masukan yang berkaitan dengan langkah kerja dan bukti yang telah disajikan oleh kelompok.

- Peserta didik memberikan tanggapan mereka kepada kelompok yang sedang tampil.

Kegiatan

akhir Penutup

- Guru memberikan penguatan mengenai topik yang telah dibahas.

- Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang sudah dibahas.

- Guru menyampaikan materi selanjutnya.

- Menutup proses

pembelajaran dengan berdoa - Guru memberi salam

- Peserta didik menyimak penguatan dari guru.

- Peserta didik

menyimpulkan materi yang sudah dibahas.

- Menutup proses

pembelajaran dengan berdoa.

10

(13)

1. Apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan yang direncanakan?

2. Apakah semua peserta didik terlibat dalam diskusi?

3. Apa kendala atau kesulitan yang dialami pada saat melaksanakan pembelajaran dihari ini?

4. Bagaian manakah dari proses pembelajaran yang sulit untuk dilakukan?

5. Apakah semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran?

1. Bagaimana pemahaman anda dengan sub-materi kelainan/gangguan/penyakit pada sistem ekskresi manusia?

2. Hal apa saja yang sudah anda pahami pada pembelajaran dihari ini?

3. Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?

4. Sebutkan 3 hal yang sudah anda pelajari dihari ini?

5. Sebutkan 3 hal yang dianggap paling menarik?

6. Apa saja kesulitan yang anda alami pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran hari ini?

LKPD : Terlampir Bahan Ajar : Terlampir

PENGAYAAN :

Buatlah peta konsep dari materi yang sudah anda pelajari pada materi sistem ekskresi manusia. Tuanglah dalam bentuk infografis/mindmap/video semenarik mungkin sesuai dengan gaya belajar anda.

REFLEKSI GURU

REFLEKSI PESERTA DIDIK

LAMPIRAN

PENGAYAAN DAN RAMEDIAL

(14)

 RAMEDIAL :

Bacalah kembali mengenai sub-materi kelainan/penyakit/gangguan pada sistem ekskresi pada manusia kemudian buatlah tulisan mengenai ide-ide atau solusi-solusi yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengurangi kasus kelainan/penyakit/gangguan pada sistem ekskresi pada manusia. Tuangkan dalam bentuk infografis/mindmap/video semenarik mungkin.

GLOSARIUM Bilirubin Memberi warna pada feses

Kandung kemih Tempat penyimpanan urine. Organ ini berbentuk balon dengan dinding elastis Kreatinin Produk sisa yang dibuang dalam urin yang berasal dari pemecahan kreatinin otot.

Batu ginjal Adanya endapan pada rongga ginjal atau kandung kemih.

Dialisis Prosedur yang digunakan pada keadaan gagal ginjal untuk membersihkan zat-zat sisa yang terakumulasi dalam darah, racun, dan membuang kelebihan cairan.

Dermis Lapisan dalam kulit yang terdapat pembuluh darah, akar rambut, dan ujung saraf.

Ekskresi Pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak digunakan lagi Epidermis Lapisan terluar kulit.

Glomelurus Struktur yang terbentuk dari pembuluh-pembuluh darah kecil yang menyaring darah menjadi urin.

Ginjal Organ penting yang membersihkan darah dari zat-zat sisa dan mengeluarkannya dalam bentuk urin.

Gagal ginjal Kehilangan fungsi ginjal.

Batu ginjal assa solid yang terbentuk dari kristalisasi dan agregasi senyawasenyawa dalam urin. Seringkali disebut juga sebagai renal calculi.

Lithiasis Penyakit yang ditandai dengan pembentukan batu. Jika berlokasi di saluran kemih atau ginjal, kita sebut urolithiasis atau nephrolithiasis.

Nefron Unit fungsional ginjal.

Nefritis Radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp.

Tubulus Bagian dari nefron berbentuk pipa panjang yang menghasilkan urin akhir dari cairan yang dikumpulkan setelah filtrasi darah di badan renal.

Urea Zat sisa yang berasal dari penggunaan protein dan asam amino tubuh.

Ureter Saluran yang mengalirkan urin dari setiap ginjal ke kandung kemih.

Uretra Saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

(15)

Urin Cairan yang dihasilkan oleh ginjal dan diekskresikan untuk menghilangkan zat sisa yang larut dalam air dan mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh

Vena Pembuluh darah yang membawa darah dari organ ke jantung. Darah dalam vena secara umum miskin akan oksigen.

DAFTAR PUSTAKA

Safitri Ririn, 2016 “Buku Siswa Biologi untuk SMA/MA”. Surakarta. CV Mediatama

Gorontalo, April 2023

Guru Pamong Mahasiswa

Tahira, M.Pd Indy Laksmi Morden, S.Pd

(16)

RUBRIK PENILAIAN

(17)

Pedoman Penilaian Observasi Profil Pelajar Pancasila Petunjuk :

Berilah tanda (√) pada kelompok skor sesuai sikap spiritual yang di tampilkan oleh peserta didik dengan kriteria sebagai berikut :

4= Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3= Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan

2= Kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan sesuai pernyataan 1= Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan

PROFIL PELAJAR PANCASILA

No. Aspek Skor Kriteria skor

1 Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME

4

Jika menunjukkan ekspresi rasa syukur kepada Tuhan YME, mengenai lingkungan yang seimbang dan terjaga kelestariannya, bermanfaat positif bagi kehidupan sehari- hari.

3 Jika cukup menunjukkan ekspresi atau ungkapan syukur, namun menaruh minat terhadap kebesaran Tuhan.

2 Jika jarang menunjukkan ekspresi atau ungkapan syukur, namun menaruh minat terhadap kebesaran Tuhan.

1 Jika kurang sekali menunjukkan ekspresi atau ungkapan syukur namun menaruh minat terhadap kebesaran Tuhan.

2 Bergotong royong

4 Sangat mampu berkomunikasi dengan jelas, akurat dan reflektif untuk mencapai tujuan bersama.

3 Mampu berkomunikasi dengan jelas, akurat dan reflektif untuk mencapai tujuan bersama.

2 Cukup mampu berkomunikasi dengan jelas, akurat dan reflektif untuk mencapai tujuan bersama.

1 Kurang mampu berkomunikasi dengan jelas, akurat dan reflektif untuk mencapai tujuan bersama.

3 Bernalar kritis

4

Jika sangat mampu menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata dan menyajikan informasi yang relevan sesuai dengan referensi.

3

Jika mampu menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata dan menyajikan informasi yang relevan sesuai dengan referensi.

2

Jika cukup mampu menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata dan menyajikan informasi yang relevan sesuai dengan referensi.

1

Jika kurang mampu menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata dan menyajikan informasi yang relevan sesuai dengan referensi.

4 Mandiri

4

Memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri di dalam memperoleh informasi pengetahuan berdasarkan data yang diperoleh dengan baik dan benar.

3

Memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri di dalam memperoleh informasi pengetahuan berdasarkan data yang diperoleh dengan baik dan cukup benar.

(18)

2

Memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri di dalam memperoleh informasi pengetahuan berdasarkan data yang diperoleh dengan cukup baik dan kurang tepat.

1

Memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri di dalam memperoleh informasi pengetahuan berdasarkan data yang diperoleh dengan kurang baik dan kurang tepat.

5 Kreatif

4

Membangun dan menerapkan informasi pengetahuan secara logis, kritis, inovatif dan menghasilkan laporan serta presentasi secara kreatif berdasarkan data yang diperoleh.

3

Membangun dan menerapkan informasi pengetahuan secara logis, kritis, inovatif dan menghasilkan laporan serta presentasi secara cukup kreatif berdasarkan data yang diperoleh.

2

Membangun dan menerapkan informasi pengetahuan secara logis, kritis, inovatif dan menghasilkan laporan serta presentasi secara kurang kreatif berdasarkan data yang diperoleh.

1

Membangun dan menerapkan informasi pengetahuan secara logis, kritis, inovatif dan menghasilkan laporan serta presentasi secara tidak kreatif berdasarkan data yang diperoleh.

Keterangan :

BB = Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME BR = Bergotong royong

BK = Bernalar kritis BM = Berakhlak mulia K = Kreatif

KKTP Ketuntasan :

Belum berkembang Layak Cakap Mahir

Skala Nilai

≤ 69 70-82 83-90 91-100

Petunjuk Penskoran :

Skor perolehan x 100 = Skor Skor Ideal

(19)

DAFTAR HASIL OBSERVASI PROFIL PELAJAR PANCASILA No. Nama Peserta didik Aspek yang dinilai Jumlah

skor

Sikap

skor BB L C M BB BR BK BM K

1. Advindo Rasta T Pomalingo 2. Alifia Shirly Antu

3. Amalia Rizki Salsabila 4. Andika R. M. Saputra 5. Andiwa Pebrian Lakoro 6. Auran Alvanzha J Melensun 7. Cahyani Ahmad

8. Danial Riffat Maykel 9. Erlizha Qautsyar Pomanto 10. Evelyn Belle Giovanni Naipospos 11. Farah Ayudyah Boludawa 12. Fazral Pomalingo

13. Fikran Awumbas 14. Moh Ikbal Halib

15. Moh. Sultan Akbarsyah S 16. Mohamad Azhrul Abd. Razak 17. Mohamad Fauzan Balowantu 18. Muh. Fadli Djafar

19. Muhammad Nur Ridho Halukoi 20. Nabila Hasan

21. Naylah Ramadhani A. Gobel 22. Nur Hikmah A. Halik 23. Nur Intan Agus Pakaya 24. Nur Rustiya Saridin 25. Nurafni Oktaviani Une 26. Nurul Fadhilah Gobel 27. Rafil Prasetyo Mulyono 28. Revalina Noho

29. Ridho Alden S. Abukasi 30. Rijalul Farsyah Amiruddin 31. Saibatul Aslamia S. Hagugu 32. Shishi Nur Annisa Husain 33. Siti Nur Wahidah Haras 34. Sitti Rahma

35. Sultan Zulkarnain 36. Syakil Alikiena Popalo 37. Zaskia Amelia Pagga

(20)

RUBRIK PENILAIAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

B. KRITERIA KETUNTASAN TUJUAN PEMBELAJARAN

KRITERIA PENILAIAN

Belum

Berkembang Layak Cakap Mahir

Skala penilaian

≤ 69 70-82 83-90 91-100

Gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo.

Belum mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik

kesehatan tradisional di Gorontalo.

Mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo.

Mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontal dengan lengkap.

Sangat mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo dengan tepat dan lengkap serta dapat dikaitkan dalam kehidupan setiap hari.

Pedoman Penskoran :

Nilai perolehan = skor perolehan / skor maksimum x 100

Interval Nilai :

Rentang Keterangan Tindak lanjut

0-40% Belum mencapai Ramedial di seluruh bagian

41-69% Belum mencapai ketuntasan Ramedial di bagian yang diperlukan 70-85% Sudah mencapai ketuntasan Tidak perlu ramedial

86-100% Sudah mencapai ketuntasan Perlu pengayaan atau tantangan lebih

1. Peserta didik mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo (C4).

(21)

DAFTAR REKAPAN PENILAIAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

No. Nama Peserta didik Nilai TP 1 Nilai TP 2 Rata-rata 1. Advindo Rasta T Pomalingo

2. Alifia Shirly Antu 3. Amalia Rizki Salsabila 4. Andika R. M. Saputra 5. Andiwa Pebrian Lakoro 6. Auran Alvanzha J Melensun 7. Cahyani Ahmad

8. Danial Riffat Maykel 9. Erlizha Qautsyar Pomanto

10. Evelyn Belle Giovanni Naipospos 11. Farah Ayudyah Boludawa

12. Fazral Pomalingo 13. Fikran Awumbas 14. Moh Ikbal Halib

15. Moh. Sultan Akbarsyah S 16. Mohamad Azhrul Abd. Razak 17. Mohamad Fauzan Balowantu 18. Muh. Fadli Djafar

19. Muhammad Nur Ridho Halukoi 20. Nabila Hasan

21. Naylah Ramadhani A. Gobel 22. Nur Hikmah A. Halik 23. Nur Intan Agus Pakaya 24. Nur Rustiya Saridin 25. Nurafni Oktaviani Une 26. Nurul Fadhilah Gobel 27. Rafil Prasetyo Mulyono 28. Revalina Noho

29. Ridho Alden S. Abukasi 30. Rijalul Farsyah Amiruddin 31. Saibatul Aslamia S. Hagugu 32. Shishi Nur Annisa Husain 33. Siti Nur Wahidah Haras 34. Sitti Rahma

35. Sultan Zulkarnain 36. Syakil Alikiena Popalo 37. Zaskia Amelia Pagga

(22)

KARTU REFLEKSI PESERTA DIDIK

“PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA”

Nama :

Kelas :

Hari/Tanggal :

Berilah tanda (✓) pada kolom yang tersedia sesuai dengan pendapat Anda!

Keterangan :

No. Pertanyaan Kategori Jawaban

SS S TS STS

1 Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

2 Jika saya tidak memahami materi yang diberikan guru, saya akan berusaha untuk memahami dengan bertanya kepada teman maupun kepada guru.

1. Bagaimana pemahaman anda dengan sub-materi kelainan/gangguan/penyakit pada sistem ekskresi manusia?

2. Hal apa saja yang sudah anda pahami pada pembelajaran dihari ini?

3. Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?

4. Sebutkan 3 hal yang sudah anda pelajari dihari ini?

5. Sebutkan 3 hal yang dianggap paling menarik?

6. Apa saja kesulitan yang anda alami pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran hari ini?

JAWAB

SS = SANGAT SETUJU

TS = TIDAK SETUJU STS = SANGAT

TIDAKSETUJU S = SETUJU

(23)
(24)

Nama anggota kelompok : 1………

2………

3………

4………

5………

6………

7………

8………

9………

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 3 Gorontalo Mata Pelajaran : Biologi

Materi : Sistem Ekskresi pada Manusia

Sub-Topik : Kelainan/Gangguan/Penyakit pada Sistem Ekskresi pada Manusia Kelas/Semester : XI-2/Genap

Alokasi Waktu : 3 JP

Hari/Tanggal : Rabu, 23 Mei 2023

PETUNJUK PENGERJAAN LKPD

1. Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD

2. Membaca materi yang tertera di LKPD dan buku serta literatur yang terkait dengan materi 3. Mengerjakan dengan tertib

4. Diskusikan bersama teman kelompok

5. Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil diskusi kalian 6. Presentasikan di depan kelas.

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui model pembelajaran Problem Based Learning :

1. Peserta didik mampu mengaitkan gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia dengan praktik kesehatan tradisional di Gorontalo (C4).

(25)

Bacalah artikel berikut ini !

Berdasarkan artikel tersebut, kalian akan menemukan suatu permasalahan. Tuliskan permasalahan yang terdapat pada wacana tersebut. (Minimal 2 permasalahan).

Kira-kira dari rumusan masalah yang telah kalian dapatkan, coba Tuliskan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah tersebut.

MENGAMATI

REVIEW ARTIKEL ALTERNATIF PENGOBATAN BATU GINJAL DENGAN SELEDRI | FIKRIANI | Farmaka (unpad.ac.id)

1 2

Pertanyaan :

(26)

Selanjutnya, buatlah rumusan hipotesis kelompok anda berdasarkan pertanyaan yang telah kalian buat !

Untuk dapat menguji hipotesis yang telah kelompok kalian rumuskan, saat ini kita perlu mengujinya dengan Studi kasus mengenai pengobatan secara tradisional di Daerah Gorontalo.

Organ Sistem Ekskresi pada Manusia

Kelainan/

Gangguan/

Penyakit pada Organ tersebut

Penyebab terjadinya Kelainan/

Gangguan/

Penyakit pada Organ tersebut

Cara pengobatan

secara tradisional di

daerah Gorontalo BERHIPOTESIS

Hipotesis :

FASE 3 – PENYELIDIKAN KELOMPOK

(27)

Carilah informasi terkait cara pengobatan tradisional Daerah Gorontalo terhadap kelainan/penyakit/gangguan pada sistem ekskresi manusia dengan membaca sumber literasi seperti buku paket, internet, youtube, dan lain-lain sesuai dengan gaya belajar anda. Kemudian tuangkan hasilnya pada lembar hasil karya yang sudah disediakan.

berikut adalah beberapa upaya untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi. Berdasarkan pemahamanmu tentang bagaimana sistem ekskresi bekerja coba berikan alasan logis mengapa beberapa hal berikut ini dapat menjaga kesehatan organ ekskresi tubuhmu !

No. Upaya menjaga sistem ekskresi Alasan 1 Mengatur pola makan yang seimbang

2 Minum air minimal 2 liter per hari 3 Olahraga teratur

4 Tidak menunda buang air kecil

FASE 4 – MENYAJIKAN HASIL KARYA

FASE 5 – MENGEVALUASI

(28)
(29)
(30)

A. ZAT-ZAT SISA YANG DIEKSKRESIKAN TUBUH KERINGAT

Keringat adalah air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit mamalia. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama garam dapur) selain bahan lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).

Keringat dikeluarkan dari tubuh bertujuan untuk mengatur suhu tubuh. Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan banyak keringat agar suhu tubuh tetap seimbang dan sebaliknya saat cuaca dingin, tubuh tidak berkeringat, hal ini bertujuan agar suhu tubuh seimbang.

Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena panas laten penguapan air yang mengambil panas dari kulit. Oleh karena itu, pada cuaca panas, atau keringat otot memanas karena bekerja keras, keringat dihasilkan.

URIN

Urin disebut juga air seni atau air kencing yaitu cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Tujuan urin dikeluarkan dari dalam tubuh adalah untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh.

Komposisi dari urin adalah air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Bahan-bahan yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis.

KARBON DIOKSIDA

Karbon dioksida (CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi.

CAIRAN EMPEDU

Cairan empedu merupakan cairan berwarna hijau kebiruan yang berfungsi dalam mencerna makanan berlemak. Cairan ini disimpan dalam suatu bagian yang disebut kantung empedu. Zat- zat yang terkandung dalam cairan empedu yakni garam mineral, pigmen (bilirubin dan biliverdin), kolestrol, fosfolipid dan air.

Manusia memiliki organ ekskresi yang kompleks dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya.

Organ-organ ekskresi tersebut sangat penting dalam menjalankan fungsinya, seperti mengeluarkan

(31)

sisa-sisa metabolisme, mengatur homeostasis tubuh, dan mengatur kadar pH cairan tubuh.Agar kamu dapat memahami jalur terbentuknya zat sisa dan bagian yang berperan dalam mengeluarkan zat sisa tersbeut, perhatikanlah gambar berikut.

B. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN EKSKRESI MANUSIA 1. KULIT

Kulit berperan untuk mengekskresikan urea, garam, dan kelebihan air melalui kelenjar keringat yang ada di kulit. Keringat manusia terdiri dari air, garam, terutama garam dapur (NaCl), sisa

(32)

metabolisme sel, urea, serta asam. Kulit (integument) terdiri dari dua bagian yaitu epidermis dan dermis.

a. Epidermis (Kulit ari)

Epidermis adalah lapisan terluar kulit dan terutama tersusun atas sel-sel epithelial mati yang terus-menerus terlepas dan jatuh. . Sel-sel baru mendorong ke atas dari lapisan-lapisan di bawah, menggantikan sel-sel yang hilang. Ketebalan epidermis menentukan ketebalan kulit.

Kulit yang tebal, misalnya pada telapak tangan, ujung jari, memiliki lima lapis epidermis, yaitu stratum basal, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum, dan stratum korneum. Kulit yang tipis, sperti yang melapisi tubuh, tidak memiliki stratum lusidum. Sel- sel pada stratum basal, spinosum, dan stratum granulosum merupakan sel hidup karena mendapat nutrient dari kapiler di jaringan ikat (dalam hal ini adalah dermis). Sebaliknya sel- sel di stratum lusidum dan stratum korneum merupakan sel mati karena tidak mencapai lapisan ini.

b. Dermis (Kulit jangat)

Dalam dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, dan ujung saraf. Selain itu, terdapat pula kelenjar keringat (glandula sudorifera) serta kelenjar minyak (glandula sebassea) yang terletak dekat akar rambut dan berfungsi meminyaki rambut.

(33)

Kelenjar keringat berupa pipa terpilin yang memajang dari epidermis masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung dan dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut saraf simpatetik. Dari kapiler darah inilah kelenjar keingat menyerap cairan jaringan yang terdiri dari air dan ± 1% larutan garam beserta urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran keringat ke permukaan kulit. Proses pengeluaran keringat diatur oleh pusat pengatur suhu di dalam otak, yaitu hipotalamus. Hipotalamus menghasilkan enzim bradikinin yang mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat.

Jika pusat pengatur suhu mendapat ransangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah, maka ransangan tersebut akan diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat. Selanjutnya kelenjar keringat menyerap air, garam, dan sedikit urea dari kapiler darah, lalu mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat. Keringat tersebut menguap dan menyerap panas sehingga suhu tubuh kembali normal.

c. Jaringan kulit bawah (subkuntaneus)

Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.

2. PARU-PARU

Paru merupakan organ ekskresi yang berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari respirasi. Karbon dioksida yang dihasilkan selama respirasi dalam sel diangkut oleh hemoglobin dalam darah. Pada prinsipnya, CO2 diangkut dengan dua cara yaitu melalui plasma darah dan diangkut dalam bentuk ion HCO3 melalui proses berantai.

(34)

Pertukaran gas terjadi di alveoli (tunggal, alveolus), kantong-kantong udara yang menggugus di ujung bronkiolus paling kecil. Paru-paru manusia mengandung jutaan alveoli, yang secara bersamaan memiliki area permukaan sekitar 100 m2, lima puluh kali lebih luas dari pada kulit.

Oksigen di udara yang memasuki alveoli terlarut di dalam selaput lembab yang melapisi permukaan dalam dan berdifusi dengan cepat melintasi epitelium ke dalam jejaring kapiler yang mengelilingi setiap alveoli. Karbon dioksida berdifusi dalam arah yang berlawanan, dari kapiler melintasi epitelium alveoli dan menuju ke dalam rongga udara.

3. HATI

Hati berperan untuk membuang urea, pigmen, empedu dan racun. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan merupakan kelenjar detoksifikasi. Hati (mengeksresikan) kurang lebih ½ liter empedu setiap hari. Empedu berupa cairan hijau kebiruan berasa pahit, dengan pH sekitar 7-7,6;

mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, serta pigmen (zat warna empedu) yang disebut bilirubin dan biliverdin.

Empedu berasal dari perombakan sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak di dalam hati.

Sel-sel hati yang khusus bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit. Sel tersebut akan menguraikan hemoglobin menjadi senyawa hemin, zat besi (Fe), dan globulin. Zat besi diambil dan disimpan dalam hati untuk dikembalikan ke sumsum tulang. Globin digunakan lagi untuk metabolisme protein atau untuk membentuk Hb baru. Senyawa hemin di dalam hati diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Selanjutnya zar warna tersebut dikirim ke usus

(35)

dua belas jari dan dioksidasi menjadi urobilin. Urobilin berwarna kuning cokelat yang berperan memberi warna pada feses dan urin.

Sel darah merah yang rusak akan dihancurkan oleh makrofag di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi selanjutnya dibawa menuju sumsum merah tulang untuk digunakan membentuk hemoglobin baru.

Globin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan dalam pembentukan`protein lain. Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin. Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat warna kuning oranye. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu dikeluarkan ke usus dua belas jari, kemudian menuju usus besar. Di dalam usus besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen. Urobilinogen diubah menjadi urobilin sebagai pewarna kuning pada urine dan sterkobilin sebagai pigmen cokelat pada feses.

4. GINJAL

Ginjal atau “ren” berbentuk seperti biji buah kacang merah (kara/ercis). Ginjal berjumlah dua buah dan berwarna merah keunguan. Sebuah saluran sempit yang disebut ureter terdapat di setiap ginjal.

Ureter inilah yang terhubung ke kantung besar yang disebut kandung kemih. Urin dikumpulkan dan disimpan dalam kandung kemih.

(36)

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh. Ginjal terletak di kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal) (Gambar 9.2 a). Ginjal sebelah kiri letaknya lebih tinggi dari pada ginjal sebelah kanan. Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang merah (Gambar 9.2 b). Ginjal berwarna merah karena banyak darah yang masuk ke dalam ginjal. Darah akan masuk ke dalam ginjal melalui pembuluh arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena besar.

Apabila sebuah ginjal dipotong melintang, maka akan tampak tiga lapisan, seperti pada (Gambar 9.2 c). Bagian luar disebut korteks renalis atau kulit ginjal, di bawahnya terdapat medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga yang disebut rongga ginjal atau pelvis renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring yang disebut dengan nefron. Perhatikan (Gambar 9.2 d).

Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal karena nefron merupakan unit penyusun utama ginjal dan unit yang berperan penting dalam proses penyaringan darah. Sebuah nefron terdiri atas sebuah komponen penyaring atau badan Malpighi yang dilanjutkan oleh saluran- saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman.

(37)

C. MEKANISME SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA 1. Mekanisme Pengeluaran Keringat

Pengeluaran keringat diatur oleh Hipotalamus. Hipotalamus merupakan bagian otak yang memiliki jumlah nukleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu.

Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja memengaruhi kegiatan kelenjar keringat. Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah, maka rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatik ke kelenjar keringat.

Selanjutnya, kelenjar keringat akan menyerap air garam dan sedikit urea dari kapiler darah.

Setelah itu, mengirimnya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat.

Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar yang memudahkan pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun, sehingga tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat aktif dan pembuluh kapiler di kulit menyempit.

Darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak kedinginan.

2. Mekanisme Pengeluaran Karbondioksida

CO2 dan air hasil metabolisme di jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawah ke jatung.

Dari jantung akan di pompakan ke paru-paru untuk berdifusi di alveolus. Selanjutnya H2O dan CO2 berdifusi atau diekskresikan ke alveolus paru-paru karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis.

3. Mekanisme yang terjadi di dalam hati

Hati merupakan organ yang berfungsi untuk menetralkan racun dan zat sisa seperti antibiotik, steroid, bilirubin dan lain-lain. Bilirubin adalah hasil dari perombakan hemoglobin.

Berikut ini merupakan mekanisme perombakan sel darah merah di hati.

Eritrosit mati → dicerna oleh sel fagosit → terpecah menjadi heme (Fe, cincin porfirin) dan globin

→ globin disimpan untuk pembentukan hemoglobin baru → Fe disimpan di hati selanjutnya diproses dalam sumsun tulang untuk pembentukkan eritrosit baru → cincin porfirin diubah menjadi biliverdin → biliverdin direduksi lagi menjadi bilirubin → bilirubin dilepaskan ke dalam darah dan di dalam usus bentuk urine → urubilinogen memberikan warna kuning pada urine, sedangkan urobilinogen dan bilirubin memberi warna kuning pada tinja atau feses.

(38)

4. Mekanisme pembentuka urin

Proses di dalam sistem urine ini melibatkan beberapa organ, seperti ginjal, kandung kemih dan saluran kemih. Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak urine yang akan dihasilkan oleh tubuh. Urine merupakan hasil penyaringan darah oleh ginjal dan dikeluarkan tubuh melalui saluran kemih. Urine dikeluarkan dari tubuh untuk membuang sisa-sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tahap pembentukan urine.

a. Filtrasi ( Penyaringan)

Proses filtrasi atau penyaringan terjadi di glomerulus. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium dan klor. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori-pori glomerulus. Cairan yang tertampung di simpai bowman disebut urine primer.

b. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)

Proses reabsorpsi atau penyerapan kembali terjadi di tubulus kontortus proksimal. Pada tahap ini terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Air, glukosa, asam amino, natrium dan nutrisi lainnya diserap kembali ke aliran darah di kapiler yang mengelilingi tubulus. Setelah itu, air bergerak melalui proses osmosis. Hasil dari proses ini disebut urine sekunder.

c. Augmentasi (Pengumpulan)

Proses augmentasi atau pengumpulan terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada tahap ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Tahapan ini menjadi bagian dari mekanisme tubuh untuk menjaga keseimbangan pH asam-basa dalam tubuh. Ion kalium, ion kalsium dan amonia juga melewati proses sekresi. Hal tersebut, dilakukan agar senyawa kimia dalam darah juga tetap seimbang.

Cairan yang dihasilkan sudah berupa urien sesungguhnya yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra. Pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Selain disebabkan oleh pengaruh saraf, tekanan pada kandung kemih juga disebabkan oleh adanya kontraksi otot perut dan organ-organ yang menekan kandung kemih.

D. KELAINAN/GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Bagaimana tubuh kalian ketika tidak makan? Setiap hari biasanya kita makan 3 kali sehari dengan berbagai macam makanan termasuk nutrisi yang ada di dalam makanan masuk ke tubuh

(39)

kita. Makan merupakan salah satu kebiasaan hidup yang selalu kita lakukan dan tidak bisa ditinggalkan. Tanpa kalian sadari kalian makan tanpa memperhatikan pola hidup sehat. Apakah kalian telah melakukan pola hidup sehat? Bagaimana jika yang kalian lakukan adalah pola hidup yang kurang sehat, tentunya akan menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh atau penyakit. Lalu bagaimana hubungan pola hidup dengan gangguan sistem ekskresi manusia.

Pola hidup yang kurang sehat tentunya dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh kita. Lalu bagaimana pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada sistem ekskresi? Pernahkah kalian membayangkan ketika kalian melakukan pola hidup yang kurang sehat dengan selalu mengkonsumsi minuman dengan kadar pemanis buatan ataupun minuman bersoda atau berkola?

Bagaimana hubungannya dengan ginjal kalian yang bertindak sebagai organ ekskresi? Untuk memahami hal tersebut pahami materi berikut.

1. Gangguan pada organ ekskresi Kulit

1

Jerawat, merupakan gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak berlebih. Jerawat terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.

2

Eksim¸yaitu reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan timbulnya warna kemerahan dan rasa gatal. Kulit penderita eksim akan terlihat kering berwana kemerah-merahan, terasa gatal dan terlihat bersisik.

3

Kudis, merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa gatal di kulit, terutama pada malam hari, disertai dengan timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat atau lepuhan kecil bersisik. Kondisi ini merupakan dampak dari adanya tungau yang hidup dan bersarang di kulit.

4

Pruritus, yaitu rasa gatal yang terjadi pada seluruh atau sebagian tubuh seseorang. Gatal dapat disertai dengan ruam. Pruritus dapat disebabkan kulit terlalu kering, gigitan serangga dan diabetes melitus.

5

Kusta atau Lepra, merupakan penyakit infeksi bakteri kronis (Mycobacterium leprae) yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi dan saluran pernapasan. Kusta dapat ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki dan diikuti timbulnya lesi pada kulit.

2. Gangguan pada organ ekskresi Paru-paru

1 Efusi Pleura, merupakan penumpukan cairan di rongga pleura, yaitu rongga antara lapisan pleura pembungkus paru-paru dengan lapisan pleura yang menempel pada dinding dalam

(40)

rongga dada.

2 Emfisema, merupakan penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru akibat paparan zat di udara yang mengiritasi dalam jangka waktu panjang.

3

Asma, merupakan penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

4 Asbestosis, yaitu penyakit paru-paru yang disebabkan oleh paparan serat asebs dalam jangka panjang. Biasanya penyakit ini muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar serat asbes.

3. Gangguan pada organ ekskresi Hati

1

Hepatitis, yaitu peradangan pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Hepatitis juga disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu atau penyakit autoimun.

2 Sironis, yaitu kondisi rusaknya hati akibat terbentuknya jaringan parut yang terbentuk akibat penyakit hati berkepanjangan, misalnya karena hepatitis atau kecanduan alkohol.

3

Kanker hati, merupakan kanker yang bermula dari organ hati dan dapat menyebar ke organ lain di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor.

4 Penyakit kuning (Jaundice), merupakan kondisi menguningnya kulit dan bagian putih mata (sklera) yang disebabkan oleh gangguan pada pembentukan dan pembuangan bilirubin.

4. Gangguan pada organ ekskresi Ginjal

1 Albuminuria, merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya albumin dan protein lain pada urien akibat kerusakan alat filtrasi pada organ ginjal.

2 Diabetes melitus atau kencing manis merupakan suatu penyakit yang disebabkan kurangnya hormon insulin yang ditandai dengan adanya glukosa pada urine.

3 Diabetes insipidus, merupakan penyakit yang ditandai dengan kencing terus-menerus karena kurangnya hormon ADH.

4 Batu ginjal, merupakan penyakit akibat mengendapkan kristal kalsium fosfat menjadi batu yang menghambat pengeluaran urine.

5 Nefritis, merupakan kerusakan pada bagian glomerulus ginjal akibat infeksi kuman umumnya bakteri Streptococcus.

(41)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1

(42)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2

SISTEM EKSKRESI BIOLOGI KELAS XI

PENYUSUN

Nur Risnawati Kusuma, SP., M.Pd

SMA Negeri 3 Makassar

(43)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 3

DAFTAR ISI

PENYUSUN ...2

DAFTAR ISI ...3

GLOSARIUM ...5

PETA KONSEP ...6

PENDAHULUAN ...7

A. Identitas Modul ... 7

B. Kompetensi Dasar ... 7

C. Deskripsi Singkat Materi ... 7

D. Petunjuk Penggunaan Modul ... 8

E. Materi Pembelajaran ... 8

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ...9

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN EKSKRESI PADA MANUSIA ...9

A. Tujuan Pembelajaran ... 9

B. Uraian Materi ... 9

C. Rangkuman ... 14

D. Penugasan Mandiri ... 14

E. Latihan Soal ... 15

F. Penilaian Diri ... 17

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ... 18

MEKANISME PEMBENTUKAN URINE ... 18

A. Tujuan Pembelajaran ... 18

B. Uraian Materi ... 18

C. Rangkuman ... 21

D. Penugasan Mandiri ... 21

E. Latihan Soal ... 21

F. Penilaian Diri ... 24

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 ... 25

GANGGUAN DAN TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM

EKSKRESI ... 25

A. Tujuan Pembelajaran ... 25

B. Uraian Materi ... 25

C. Rangkuman ... 27

D. Penugasan Mandiri ... 27

E. Latihan Soal ... 28

(44)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4

F. Penilaian Diri ... 31

EVALUASI ... 32

DAFTAR PUSTAKA ... 36

(45)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 5

GLOSARIUM

Bilirubin : Memberi warna pada feses.

Kandung kemih : Tempat penyimpanan urine. Organ ini berbentuk balon dengan dinding elastis.

Kreatinin : Produk sisa yang dibuang dalam urin yang berasal dari pemecahan kreatinin otot.

Batu ginjal : Adanya endapan pada rongga ginjal atau kandung kemih.

Dialisis : Prosedur yang digunakan pada keadaan gagal ginjal untuk membersihkan zat-zat sisa yang terakumulasi dalam darah, racun, dan membuang kelebihan cairan.

Dermis : Lapisan dalam kulit yang terdapat pembuluh darah, akar rambut, dan ujung saraf

Ekskresi : Pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak digunakan lagi.

Epidermis : lapisan terluar kulit.

Glomerulus : Struktur yang terbentuk dari pembuluh-pembuluh darah kecil yang menyaring darah menjadi urin.

Ginjal : Organ penting yang membersihkan darah dari zat-zat sisa dan mengeluarkannya dalam bentuk urin.

Gagal ginjal : Kehilangan fungsi ginjal.

Batu ginjal : Massa solid yang terbentuk dari kristalisasi dan agregasi senyawa- senyawa dalam urin. Seringkali disebut juga sebagai renal calculi.

Lithiasis : Penyakit yang ditandai dengan pembentukan batu. Jika berlokasi di saluran kemih atau ginjal, kita sebut urolithiasis atau nephrolithiasis.

Nefron : unit fungsional ginjal.

Nefritis : Radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp.

Tubulus : Bagian dari nefron berbentuk pipa panjang yang menghasilkan urin akhir dari cairan yang dikumpulkan setelah filtrasi darah di badan renal.

Urea : Zat sisa yang berasal dari penggunaan protein dan asam amino tubuh.

Ureter : Saluran yang mengalirkan urin dari setiap ginjal ke kandung kemih.

Uretra : Saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

Urin : Cairan yang dihasilkan oleh ginjal dan diekskresikan untuk menghilangkan zat sisa yang larut dalam air dan mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh.

Vena : Pembuluh darah yang membawa darah dari organ ke jantung. Darah dalam vena secara umum miskin akan oksigen.

(46)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 6

PETA KONSEP

(47)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7

PENDAHULUAN A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas : XI

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit Judul Modul : Sistem Ekskresi

B. Kompetensi Dasar

3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia.

4.9 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan pada sistem ekskresi serta kaitannya dengan teknologi.

C. Deskripsi Singkat Materi

Proses metabolisme pada tubuh meliputi terjadinya pemasukan zat-zat ke dalam tubuh manusia yang akan diproses tubuh dengan berbagai reaksi biokimia yang pada akhirnya akan menghasilkan zat yang bermanfaat dan energi yang berguna bagi kelangsungan hidup organisme.

Selain zat yang bermanfaat, juga hasilkan zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat sisa dari proses pencernaan disebut feses. Proses pengeluaran tersebut dinamakan defekasi. Akan tetapi, zat-zat yang mengalami metabolisme dalam tubuh akan dikeluarkan melalui organ-organ pengeluaran yang disebut dengan organ ekskresi.

Zat-zat sisa metabolisme (limbah metabolisme) harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika tidak, zat tersebut dapat meracuni sel atau dapat menghambat proses metabolisme dalam tubuh. Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia antara lain ginjal, paru-paru, kulit dan hati

.

Setiap harinya delapan liter darah melewati ginjal untuk diproses menjadi urin, antara 20 sampai 25 kali darah melewati ginjal setiap hari, sehingga ginjal kanan dan kiri masing-masing menyaring sekitar 180 liter darah setiap 24 jam.

Modul Sistem Ekskresi pada Manusia ini terdiri dari tiga materi pokok yaitu struktur dan fungsi organ ekskresi pada manusia, mekanisme pembentukan urin serta gangguan dan teknologi yang berhubungan dengan sistem ekskresi. Kegiatan pembelajaran yang masing-masing memuat materi pokok, uraian materi, dan rangkuman. Terdapat pula soal-soal latihan yang dapat Anda pelajari agar semakin menguasai kompetensi yang diinginkan. Selain itu disediakan juga penilaian diri dan evaluasi untuk mengukur apakah Anda berhasil mencapai kompetensi yang diinginkan setelah belajar menggunakan modul ini. Untuk dapat menggunakan modul ini bacalah secara seksama dan cermat, kerjakan penugasan dan soal-soal latihan sesuai petunjuk.

Apabila nilai akhir Kalian ≥ 80% maka kalian telah berhasil menguasai materi sistem ekskresi pada manusia. Selamat belajar.

(48)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8

D. Petunjuk Penggunaan Modul

Petunjuk Umum:

Modul ini terdiri dari 3 kegiatan pembelajaran, setiap kegiatan pembelajaran akan diakhiri dengan latihan soal dan penilaian diri. Diakhir modul ini terdapat evaluasi yang digunakan untuk menguji tingkat pemahaman terhadap materi. Peserta didik dapat mengetahui langsung hasil belajar setelah mengerjakan soal evaluasi. Jika peserta didik telah mencapai hasil di atas 80% maka peserta didik telah menuntaskan Modul Sistem Ekskresi.

Petunjuk Khusus:

1. Modul ini dapat dipelajari oleh peserta didik dalam waktu 6 x 45 menit (terdapat 3 kegiatan pembelajaran).

2. Bacalah materi pada kegiatan pembelajaran yang ada dalam modul ini secara utuh agar memiliki pemahaman yang baik tentang materi yang dipelajari.

3. Kerjakan tugas mandiri, soal yang terdapat pada Latihan, Penilaian diri dan Evaluasi yang terdapat dalam modul ini sesuai dengan petunjuk yang disediakan.

4. Terdapat kunci jawaban soal latihan dan soal evaluasi yang dapat kalian cocokkan untuk mengukur kemampuan pemahaman kalian.

5. Jika dalam mempelajari modul ini kalian menemukan hal-hal yang belum bisa dipahami, silahkan berkomunikasi dengan teman atau guru mata pelajaran Biologi.

E. Materi Pembelajaran

Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, penugasan, soal latihan dan soal evaluasi.

Pertama : Struktur dan fungsi organ ekskresi pada manusia.

Kedua : Mekanisme Pembentukan Urine.

Ketiga : Gangguan dan Teknologi yang berhubungan dengan Sistem Ekskresi.

(49)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN EKSKRESI PADA MANUSIA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan Anda dapat menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi penyusun organ ekskresi pada manusia.

B. Uraian Materi

Salam cerdas buat kalian semua. Kali ini kita akan membahas mengenai sistem ekskresi pada manusia. Peristiwa ekskresi merupakan pengeluaran sisa metabolisme yang tidak di manfaatkan lagi. Pernahkah kalian merasa haus setelah berolahraga berat? Atau setelah berjalan di bawah terik matahari? Setelah berolahraga berat atau aktivitas lainnya, kita akan merasa haus. Hal itu disebabkan tubuh telah kehilangan banyak cairan (keringat). Keringat merupakan sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

Manusia memiliki organ ekskresi yang kompleks dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Organ-organ ekskresi tersebut sangat penting dalam menjalankan fungsinya, seperti mengeluarkan sisa-sisa metabolisme, mengatur homeostasis tubuh, dan mengatur kadar pH cairan tubuh. Apa sajakah organ ekskresi pada manusia?

Perhatikan Gambar 1. yaitu organ-organ ekskresi antara lain: kulit, paru-paru, hati dan ginjal.

Gambar1. Organ Ekskresi Manusia Sumber: teks.co.id

(50)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 10

Bagaimana struktur dan fungsi organ-organ tersebut? Simak penjelasan berikut ini:

1. Kulit

Kulit berperan untuk mengekskresikan urea, garam, dan kelebihan air melalui kelenjar keringat yang ada di kulit. Keringat manusia terdiri dari air, garam, terutama garam dapur (NaCl), sisa metabolisme sel, urea, serta asam. Kulit (integument) terdiri dari dua bagian yaitu epidermis dan dermis.

Gambar 2. Struktur Kulit Sumber: pelajaran.co.id

a. Epidermis

Epidermis adalah lapisan terluar kulit dan terumata tersusun atas sel-sel epithelial mati yang terus-menerus terlepas dan jatuh. Sel-sel baru mendorong ke atas dari lapisan-lapisan di bawah, menggantikan sel-sel yang hilang. Ketebalan epidermis menentukan ketebalan kulit.

Kulit yang tebal, misalnya pada telapak tangan, ujung jari, memiliki lima lapis epidermis, yaitu stratum basal, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum, dan stratum korneum. Kulit yang tipis, sperti yang melapisi tubuh, tidak memiliki stratum lusidum. Sel-sel pada stratum basal, spinosum, dan stratum granulosum merupakan sel hidup karena mendapat nutrient dari kapiler di jaringan ikat (dalam hal ini adalah dermis). Sebaliknya sel-sel di stratum lusidum dan stratum korneum merupakan sel mati karena tidak mencapai lapisan ini.

b. Dermis

Dalam dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, dan ujung saraf. Selain itu, terdapat pula kelenjar keringat (glandula sudorifera) serta kelenjar minyak (glandula sebassea) yang terletak dekat akar rambut dan berfungsi meminyaki rambut.

Kelenjar keringat berupa pipa terpilin yang memajang dari epidermis masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung dan dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut saraf simpatetik. Dari kapiler darah inilah kelenjar keingat menyerap

(51)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11

cairan jaringan yang terdiri dari air dan ± 1% larutan garam beserta urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran keringat ke permukaan kulit. Proses pengeluaran keringat diatur oleh pusat pengatur suhu di dalam otak, yaitu hipotalamus. Hipotalamus menghasilkan enzim bradikinin yang mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat.

Jika pusat pengatur suhu mendapat ransangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah, maka ransangan tersebut akan diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat. Selanjutnya kelenjar keringat menyerap air, garam, dan sedikit urea dari kapiler darah, lalu mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat. Keringat tersebut menguap dan menyerap panas sehingga suhu tubuh kembali normal.

2. Paru-paru

Paru merupakan organ ekskresi yang berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari respirasi. Karbon dioksida yang dihasilkan selama respirasi dalam sel diangkut oleh hemoblobin dalam darah. Pada prinsipnya, CO2 diangkut dengan dua cara yaitu melalui plasma darah dan diangkut dalam bentuk ion HCO3 melalui proses berantai yang disebut.

a

Gambar 3. Paru-paru manusia (a) dan pertukaran udara melalui dinding kapiler (b) Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id

Pertukaran gas terjadi di alveoli (tunggal, alveolus), kantong-kantong udara yang menggugus di ujung bronkiolus paling kecil. Paru-paru manusia mengandung jutaan alveoli, yang secara bersamaan memiliki area permukaan sekitar 100 m2, lima puluh kali lebih luas daripada kulit. Oksigen di udara yang memasuki alveoli terlarut di dalam selaput lembab yang melapisi permukaan dalam dan berdifusi dengan cepat melintasi epitelium ke dalam jejaring kapiler yang mengelilingi setiap alveoli. Karbon dioksida berdifusi dalam arah yang berlawanan, dari kapiler melintasi epitelium alveoli dan menuju ke dalam rongga udara.

3. Hati

Hati berperan untuk membuang urea, pigmen, empedu, dan racun. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan merupakan kelenjar detoksifikasi.

b

(52)

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12

Hati (mengeksresikan) kurang lebih ½ liter empedu setiap hari. Empedu berupa cairan hijau kebiruan berasa pahit, dengan pH sekitar 7-7,6; mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, serta pigmen (zat warna empedu) yang disebut bilirubin dan biliverdin

.

Gambar 4. Hati sebagai organ Ekskresi Pada Manusia Sumber: hedisasrawan.blogspot.com

Empedu berasal dari perombakan sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak di dalam hati. Sel-sel hati yang khusus bertgas merombak eritrosit disebut sel histiosit. Sel tersebut akan menguraikan hemoglobin menjadi senyawa hemin, zat besi (Fe), dan globulin. Zat besi diambil dan disimpan dalam hati untuk dikembalikan ke sumsum tulang. Globin digunakan lagi untuk metabolisme protein atau untuk membentuk Hb baru. Senayawa hemin di dalam hati diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Selanjutnya zar warna tersebut dikirim ke usus dua belas jari dan dioksidasi menjadi urobilin. Urobilin berwarna kuning cokelat yang berperan memberi warna pada feses dan urin.

4. Ginjal

Ginjal atau “ren” berbentuk seperti biji buah kacang merah (kara/ercis). Ginjal terletak di kanan dan di kiri tulang pinggang yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh dorsal. Ginjal berjumlah dua buah dan berwarna merah keunguan.

Ginjal sebelah kiri terletak agak lebih tinggi daripada ginjal sebelah kanan. Sebuah saluran sempit yang disebut uereter terdapat di setiap ginjal. Ureter inilah yang terhubung ke kanting besar yang disebut kandung kemih. Urin dikumpulkan dan disimpan dalam kandung kemih.

Pada akhir kandung kemih terdapat saluran berotot yang disebut uretra. Uretra bekerja sebagai saluran tempat pembuangan. Urin terus mengalir keluar dari ginjal ke dalam ureter dan bergerak menuju kandung kemih karena kontraksi dinding ureter. Kandung kemih dapat mengembang dan meperluas volumenya agar dapat diisi urin.

Gambar

Gambar 2. Struktur Kulit  Sumber: pelajaran.co.id
Gambar 3. Paru-paru manusia (a) dan pertukaran udara melalui dinding kapiler (b)  Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Gambar 4. Hati sebagai organ Ekskresi Pada Manusia   Sumber: hedisasrawan.blogspot.com
Gambar 6. Nefron merupakan unit fungsional ginjal  Sumber: repository.unpas.ac.id
+4

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan ini dilakukan setelah materi selesai disampaikan. Dalam kegiatan akhir biasanya berisi :.. LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015.

Pihak sekolah memberikan tugas dan kepercayaan kepada bapak Drs. Joko Wiyono sebagai guru pamong atau guru pembimbing mahasiswa PPL UNY selama melaksanakan PPL di SMA Negeri 3

Kegiatan PPL dan penyusunan laporan ini tidak akan terlaksana tanpa adanya kerjasama dari mahasiswa PPL di SMA Negeri 1 Kalasan, dosen pembimbing,guru pembimbing,pihak sekolah,

(3) untuk mengetahui solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penguatan karakter mandiri siswa di SMA Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian

Pertama, rencana pelaksanaan pembelajaran RPP yang digunakan guru dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Gorontalo belum sepenuhnya sesuai

Dokumen ini berisi laporan hasil pengumpulan data dari individu dengan kesalahannya yang dikenal sebagai Gangguang Kecemasan

Laporan ini berisi tentang pengalaman praktik kerja lapangan yang dilakukan oleh siswa SMK Negeri 2 Pandeglang di Dinas Perhubungan Kabupaten

Laporan ini berisi tentang peran dan tanggung jawab guru piket dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan nyaman di SMA Negeri 11 Bengkulu