dukungnya ditunjukkan dalam
Tabel 3.3.Persamaan kapasitas dukung yang disarankan Vesic tersebut sama dengan persamaan Terzaghi, hanya persamaan faktor-faktor ka
pasitas dukungnya berbeda, yaitu seperti yang ditunjukkan dalam
Persamaan (3.48), (3.50)
dan
(3.52).Persamaan kapasitas dukung Vesic ( 1 975) selengkapnya, seper
ti juga persamaan Brinch Hansen, memberikan pengaruh-pengaruh seperti kedalaman, bentuk fondasi, kemiringan dan eksentrisitas be
ban, kemiringan dasar dan kemiringan permukaan, yaitu:
qu =
;.�. = Scdc icbcfSc cNc
+sqdq iqbqgqpc)/q
+Syd( iybygf 0,5ByNy (3.55) dengan,
Qu
B L ' , B' y c
Po
S0Sq,Sy dodq. dr =
i,, iq, ir
=b" bq. br
=gc, gq, gr =
N,,
Nq. Nr=
komponen vertikal ultimit (kN) lebar fondasi (m)
panjang dan le bar efektif fondasi (m) berat volume tanah (kN/m3)
kohesi tanah (kN/m2)
D('( = tekanan overburden di dasar fondasi (kN/m2) faktor-faktor bentuk fondasi
(Tabel 3.6a)faktor-faktor kedalaman fondasi
(Tabel 3.6b)faktor-faktor kemiringan beban
(Tabel 3.6c)faktor-faktor kemiringan dasar
(Tabel 3.6d)faktor-faktor kemiringan permukaan
(Tabel 3.6e)faktor-faktor kapasitas dukung Vesic
(Tabel 3.3)Notasi dalam
Tabel 3.6asampai
Tabel 3.6esama dengan notasi pada persamaan Brinch Hansen
(Tabel 3.5dan
Gambar 3.20).Ana/isis dan Perancangan Fondasi -I 177
Tabel 3.6a Faktor hentuk fondasi (Vesic, 1 975)
Faktor Fondasi Fondasi empat Fondasi hujursangkar hentuk memanjang persegi panjang atau lingkaran
Se 1 + (BIL) (Nq!Nc) I + (Nq!Nc)
Sq 1 + (BIL) tg <p I + tg <p
Sy 1 - 0,4 (B/L) 2: 0,6 0,6
Tabel 3.6b Faktor kedalaman fondasi (V esic 1 975) Faktor
hentuk Nilai
I + 0,4 (D !B)
Keterangan Batasan:
1 + 2(D !B) tg <p ( 1 - sin <p)2
1 Bila (D/ B) > I , maka (D/ B) diganti dengan arc tg (DI B)
Untuk faktor-faktor bentuk fondasi Vesic menyarankan pema
kaian faktor bentuk fondasi (so Sq, s;) dari De Beer (1970). Sedang untuk faktor-faktor kedalaman, Vesic (1973) menyarankan pemakaian faktor-faktor kedalaman (do dq, d;) dari Hansen (1970)
(Tabel 3.6b).Dalam Persamaan (3.55) beban yang bekerja pada fondasi merupakan beban sembarang, dapat miring dan eksentris. Penggunaan persamaan tersebut hams memperhatikan pengaruh muka air seperti yang telah dipelajari. Pertimbangan pemakaian persamaan kapasitas dukung adalah sebagai berikut (Bowles, 1996):
Metoda Terzaghi
Hansen, Meyerhof, Vesic Hansen, Vesic
178
Baik digunakan untuk:
Tanah-tanah herkohesi, di mana DIBS.I atau untuk estimasi qu secara cepat untuk dihandingkan dengan cara lain. Jangan digunakan hila fondasi mengalami momen (hehan tidak sentris) dan atau gaya horisontal, atau hila dasar fondasi miring.
Semharang situasi dapat diterapkan, hergantung pada kesukaan pemakai.
Jika dasar fondasi miring atau fondasi pada lereng atau hila D/B > 1 .
BAB Ill - Kapasitas Dukung
Tabel 3.6c Faktor kemiringan beban (Vesic 1 975) Faktor
kemiringan be ban
Nilai 1 - i
. q
l - ---q Nctg cp
[ 1 -
V + A' ca ctg <p -H ]m>
O[ 1
V + A'ca ctg <pH lm+l >0
-2 + B I L m = m =
B l + B I L 2 + L I B m = m =
L l + L I B Jika inklinasi beban pada arah n dan membuat sudut 8n terhadap arah L fondasi, maka mn diperoleh dari: mn =
mL cos28n + ms sin28n
Contoh soa/ 3.14:
Keterangan
Untuk <p > 0
Untuk <p = 0
Untuk VIA 'ea :S 1 Untuk dasar horisontal Kemiringan beban searah lebar B
Kemiringan beban searah panjang L
H :S caA ' + V tg cS
Fondasi pilar jembatan bentuk lingkaran berdiameter 2 m mendukung be ban sebesar
1 000
kN yang arahnya dianggap vertikal di pusat fondasi. Kedalaman fondasi 2 m dan sudah diperhitungkan terhadap resiko gerusan dasar sungai. Permukaan air minimum 3 mAnalisis dan Perancangan Fondasi - I 179
dan maksimum
5
m di atas dasar fondasi (Gambar C3.13). Tanah dasar sungai berupa pasir dengan cp'= 38°,
c '= 0,
dan Ysat= 1 9,8 1
kN/m3. Jika digunakan persamaan kapasitas dukung Vesic
(1 973),
berapakah faktor aman terhadap kapasitas dukung pada muka air minimum dan maksimum?
Tabel 3.6d Faktor kemiringan dasar fondasi (Vesic 1975) Faktor
kemiringan dasar Ni1ai
1 - b b
q
_ __ Nc tg <pq_
1 -�
( 1 - a n+2 tg <p)2
Keterangan
a dalam radian (Gambar 3.20)
<p dalam derajat Tabel 3.6e Faktor kemiringan permukaan (Vesic 1 975)
Faktor kemiringan permukaan
gc
gc' gq = gy
Penyelesaian:
Nilai
1 - i
. q
l -q 5,14 tg rp
1 -Jr+ 2 2/3 ( 1 - tg �)2
Keterangan
� dalam radian.
(Gambar 3.20) Batasan:
� < 45°
� < <.p dan
Dalam penyelesaian akan digunakan persamaan Vesic
( 1 975).
Untuk <p
= 3 8°,
dari Tabel 3.3, kolom3
dipero1eh:Ne = 6 1 ,35; Nq = 48,93; Nr = 78,02
180 BAB Ill - Kapasitas Dukung
Muka air maksimum
M uka air minimum
- - - - -
I_
o, = 2 m I
Pilar jembatan diameter 2 m
P = 1 000 kN
_ _ _ _ _\l_ _
L
�'---'�� � �----8 = 2 m ---______,
Gambar C3.13.
F ondasi berbentuk lingkaran berdiameter 2 m, maka B = L = 2 m.
Faktor bentuk fondasi (Tabel 3.6a) :
sq=
1 + (B/L) tg <p = 1 + (1 x tg 38°) = 1 ,78s =
r 1 - 0 4 BIL = 1 - (0 4 ' ' X 2/2) = 0 6 'Faktor kedalaman fondasi (Tabel 3.6b ):
d
q = 1 + 2_f_ tgq:> (1-sin cp)2 = 1 + [2 x 2/2x tg 38° x (1-sin38°)2] D = 1 ,23 Bdy=
1Tekanan
overbuden
efektifpada dasar fondasi:Po'
= DJ( = 2 X ( 1 9, 8 1 - 9,8 1 ) = 20 kN/m2 Kapasitas dukung ultimit neto untuk pasir (c ' = 0):qun=
Sqdo[lo (Nq -
1) +Sydy
0,5 By
'Ny
1 ,78 X 1 ,23 X 20 X (48,93 - 1 ) + 0,6 X 1 X 0,5 X 2 x 1 0 X 78,02 2567 kN/m2
Luas dasar fondasi A = 'l4 x 1t x 22 = 3,14 m2
Ana/isis dan Perancangan Fondasi - I 181
Fondasi dianggap kedap air, karena itu gaya tekanan ke atas oleh air pada dasar fondasi harus diperhitungkan.
(1) Kedudukan muka air minimum:
Tekanan air ke atas:
qw1 = 3yw=3
X
9,8 1 = 29,43 kN/m2 Tekanan fondasi neto:1 000 ' 2
qn =--- Dfy - qwl = 3 1 8,5 - 2 x 10 - 29,43 = 269 kN/m 3,14
Faktor aman pada muka air minimum:
F = 2567 = 9 6 > 3 269 '
(2)
Kedudukan muka air maksimum:
Tekanan air ke atas:
qwz = 5 x 9,8 1 = 49,05 kN/m2 Tekanan fondasi neto:
1 000 ' 2
qn = -- -D JY -qw2 = 3 1 8,5 - (2 x 1 0) - 49,05 = 248,5 kN/m 3,14
Faktor aman pada muka air maksimum:
F = 2567 = 1 0 3 > 3 248,5 '
Faktor aman muka air pada kedudukan minimum dan maksi
mum lebih besar dari 3 , maka fondasi aman terhadap keruntuhan ka
pasitas dukung. Jika gesekan antara dinding fondasi dan tanah di seki
tamya diperhitungkan, faktor aman menjadi lebih tinggi.
182 BAB Ill - Kapasitas Dukung
Contoh soa/ 3.15:
Fondasi telapak berbentuk bujursangkar lebar 1,8 m mendukung beban vertikal dan beban momen: P
=
900 kN,Mx
= 1 80 kN.m danMy
=
225 kN.m (Gambar C3.14). Kedalaman dasar fondasi D1 = 1 ,80 m.Tanah fondasi homogen dengan
<p =
36°, c = 20 kN/m2, dan Yb = 1 8 kN/m3. Berapa faktor aman terhadap keruntuhan tanah hila digunakan persamaan kapasitas dukung: (a) Meyerhof, dan (b) Hansen?Penyelesaian:
E ..,._
l- 8= 1,8 m -, r: · = 1,3m ml
1 ex= 0,25 m
+- I
My= 225kN.m
: EL
1----:T---:L ----- -
-
--+--1---r---+-ey =
:
,20 mMx= 180 kN.m
- - - --- - - -
P
= 900 kN My= 225 kN.m
} rT\
//" //
ex= 0,25 m
D1= 1,8 m
T.�-___=:J�:=.__j
0,4 m
.iJ_ L_ ___ -L._L__ _ ___.J
��- 8= 1,8 m --�
'"'--� 8'= 1,3 m
� Gambar 3.14.Analisis dan Perancangan Fondasi -I
(a) Tampak alas
(b) Tampak samping
183
"
ey M/P =
1 801900=
0,20 mex My/P =
2251900=
0,25 m E ' = E - 2 ex = 1 ,8 - 2 x 0,25 = 1 ,3 m L ' = L - 2ey
= 1 ,8 - 2 x 0,20=
1 ,4 m (a) Persamaan MeyerhofUntuk <p
=
36°, dari Tabel 3.3, diperoleh:Ne =
50,59;Nq
= 37,75;N1 =
44,43tg2(45 + <pl2) = tg2(45 + 3612)
= Kr =
3,85 tg(45 + <pl2)= K
= 1 ,96Faktor bentuk fondasi dari Meyerhof (Tabel 3.4a):
Se =
1 + 0,2 (E 'IL ') tg\
45 + 3612)=
1 + 0,2 X ( 1 ,3/1 ,4) X 3,85=
1 ,72Sq =sr =
1 + 0,1 x (E 'IL ') tg\
45 + 3612)=
1 + 0, 1 X ( 1 ,3/1 ,4) X 3,85 = 1 ,36Faktor kedalaman fondasi dari Meyerhof (Tabel 3.4b ):
de =
1 + 0,2 (DIE) tg(45 + <pl2) = 1 + 0,2 X 1 X 1 ,96 = 1 ,39dq =dr =
1 + 0,1 (DIE) tg(45 + <pl2)=
1 + 0,1 X 1 X 1 ,96=
1 ,20Pada persamaan Meyerhof, bila Dl E> 1 , maka diambil Dl B = 1 Tekanan
overburden
pada dasar fondasi :Po
=
DJY = 1 ,8 X 1 8=
32,4 kNim2 Kapasitas dukung ultimit:Karena beban vertikal, maka faktor kemiringan beban
ie = iq = i1
= 1184
qu
Scdc cNc
+SqdqfJo Nq
+Sydy
0,5 B'ytfly= 1 ,72 x 1 ,39 x 20 x 50,59 + 1 ,36 x 1 ,20 x 32,4 x 37,75
BAB Ill - Kapasitas Dukung
+ I ,36 X 1 ,20 X 0,5 X 1 ,3 X 1 8 X 44,33 5263,5 kN/m2
qun qu - D/"( = 5263,5 - 32,4 = 523 1 , 1 kN/m2
Tekanan fondasi neto:
qn = 900/( 1 ,3 x 1 ,4) = 494,5 kN/m2
Tekanan akibat beban kolom dapat dianggap sebagai beban fondasi neto. Bila tekanan fondasi neto dihitung secara tepat, dengan menganggap teba1 pelat fondasi 40 cm dan berat volume beton 24 kN/m3, maka tekanan fondasi ke tanah :
q tekanan akibat beban kolom + pelat fondasi + tanah di atas pelat fondasi
900/(1 ,3 x 1 ,4) + 0,4 x 24 + ( 1 ,8 - 0,4) 1 8 529,3 kN/m2
q"
= q - D1y = 529,3 - 32,4 = 496,9 kN/m2 (hampir sama)Faktor aman:
F = q,jq, = 523 1 , 1 /494,5 = 1 0,6
(b) Persamaan Hansen
Untuk
<p
= 36°, dari Tabel 3.3, dipero1eh:N, = 50,59; Nq = 37,75; Nr = 40,05
Untuk arah beban tegak 1urus dasar fondasi, faktor bentuk fondasi dari Hansen (Tabel 3.5a) :
Se 1 + (Nq/Nc) (B '/L ') = 1 + (37,75/50,59)(1 ,3/1 ,4) = 1 ,69 Sq 1 + (B '/L ') sin <p = 1 + ( 1 ,311 ,4) sin 36° = 1 ,55
Sy 1 - 0,4(B '/L ') = 1 - 0,4( 1 ,31 1 ,4) = 0,62
Analisis dan Perancangan Fondasi -I 185
Faktor kedalaman fondasi dari Hansen (Tabel 3.5b ):
d q =
d = r
1 + 0,4(DIB) = 1 + 0,4(1 ,8/1 ,8) 1 + 0,4 X 1 = 1 ,4
1 + 2 (DIB) tg <p ( 1 - sin <p)2 1 + 2 ( 1 ,8/1 ,8) tg 36° ( 1 - sin 36
i
1 + 2 x 1 x tg 36° (1 - sin 36
i
1 ,25 1
Perhatikan: untuk faktor kedalaman pada cara Hansen, diambil B dan L sebenamya.
Kapasitas dukung ultimit:
qu = scdc cNc + sqdq]Ja Nq + sflr0,5 B ' n Nr
1 ,69 X 1 ,4 X 20 X 50,59 + 1 ,55 X 1 ,25 X 32,4 X 37,75 + 0,62 X 1 ,0 X 0,5 X 1 ,3 X 1 8 X 40,05
4988,3 kN/m2
qun = qu - Dtr= 4988,3 - 32,4 = 4955,9 kN/m2 Faktor aman:
F = qunlqn = 4955,9/494,5 = 1 0,02
Contoh soa/ 3.1 6:
Fondasi te1apak berbentuk bujursangkar lebar 2 m diletakkan dengan dasar miring sebesar a = 1 0° (lihat Gambar C3.15). Beban tegak lurus pelat fondasi V = 1 200 kN dan sejajar pelat fondasi H = 400 kN. Permukaan tanah datar dan kedalaman fondasi 0,30 m (diambil ni1ai terkecil). Tanah fondasi homogen dengan <p = 25°, c = 25 kN/m2, dan Yb = 1 7,5 kN/m3• Berapa faktor aman terhadap keruntuhan tanah hila digunakan persamaan kapasitas dukung:
186
(a) Hansen dan (b) Vesic?
BAB Ill - Kapasitas Dukung
Penyelesaian:
V = 1 200 kN
H = 400 kN
---·---· __ ____a_=_iQ' Tanah:
c = 25 kN/m2 (0 = 25°
·t,, = 1 7,5 kN/m3
Gambar C3.15.
Luas dasar fondasi: A = 2 x 2 = 4 m2 Kedalaman fondasi : Dr = 0,30 m
Cek batasan gay a: H < A ' Ca + V tg 0 = Pnwk
Pmak = A ' ea + V tg 8 = 4 X 25 + 1 200 tg 25"
659,6 kN
>
400 kNFaktor aman terhadap penggeseran F = Pmak!H = 659,6/400 = 1 ,65 Tekanan tanah pasif diabaikan dan dianggap dasar fondasi sangat kasar, sehingga adhesi ea = c dan sudut gesek antara dasar fondasi dan tanah 8 =
<p.
(a) Persamaan Hansen
Untuk <p = 25°, dari Tabel 3.3, diperoleh:
Ne = 20,72; Nq = 1 0,66; N1 = 6,76
Faktor kedalaman fondasi dari Hansen (Tabel 3.5b ):
de = 1 + 0,4(DI B) = 1 + 0,4(0,3/2) = 1 ,06 dq =
1 +
2 (D/B) tg cp ( 1 - sin <p)2Ana/isis dan Perancangan Fondasi -I 187
= 1 + 2 (0,3/2) tg 25° ( 1 - sin 25)2 = 1 ,05
dy
= 1iqB =
[I _ 0,5H ] 5 _ [1 _ 0,5 x 400 V + A'ca ctg rp 1 200 + 4 x 25 x ctg 25° ]5= 0,47
. 1 - iq 1 - 0,47
z
q
n --- = 0 47 - = 0 42N
- 1 ' 1 0 66 - 1 'q '
Ln =
[
1 - (0,7 - a" / 450° )Hl
5 = [I - (0,7 - 1 0 / 450) 400 ] 5' V + A'c11 ctg (/J 1 200 + 4 x 25 x ctg 25°
= 0,35
iyL
= 1 (karena H arah panjang fondasi no!)Faktor bentuk fondasi dari Hansen (Tabel 3.5a), untuk beban miring se arah B (beban vertikal dan horisonta1 yang bekerja meng
hasilkan resultan beban miring):
Se 1
+ (Nq/Nc)
(B '/ L')icB
=I +
( 1 0,66/20, 72)(2/2)0,42 = 1 ,22Sq
= 1 + (B '/L') iq8
sin<p
=I
+ (2/2)0,47 x sin 25°=
I ,2s7
=
1 - 0,4 (B 'iy81L'irL) =
1 - 0,4 (2 x 0,35) I (2 x 1 ) = 0,86Faktor kemiringan dasar fondasi:
be =
1 -a0/147° = 1 - 1 0 ° 1147 ° = 0,93bq
= e 2 a tg <p = e - 2 x ( IO!l80 x rr) tg 25 = 0,85b y
= e - 2,7 a tg <p = e - 2,7 x ( I 0/ ! 80 x rr) tg 25 = 0 80'
Kapasitas dukung ultimit:
188
qll =
Scdcicbc cNc
+Sqdq iq bqpo Nq
+Sydy iy by
0,5 B ' }'bNy
1 ,22 X 1 ,06 X 0,42 X 0,93 X 25 X 20,72
+ 1 ,2 X 1 ,05 X 0,47 X 0,85 X (0,3 X 1 7,5) X 1 0,66
BAB Ill - Kapasitas Dukung