BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Disiplin
4. Absensi Sidik Jari (Finger Print)
Absensi merupakan suatu kegiatan atau rutinitas yang dilakukan oleh pegawai untuk membuktikan dirinya hadir atau tidak hadir dalam bekerja disuatu instansi. Absensi berkaitan dengan penerapan disiplin yang ditentukan oleh masing-masing instansi. Salah satu penerapan teknologi guna mencapai efektifitas kerja adalah dengan meningkatkan kedisiplinan kerja yaitu dengan menggunakan mesin absensi sidik jari (Finger Print).
Menurut Zukirah (2016:41) menjelaskan mengenai mesin absensi sidik jari (Finger Print) sebagai berikut :
Mesin absensi sidik jari (Finger Print) adalah salah satu penerapan teknologi guna mencapai tujuan meningkatkan efektifitas kerja yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan kerja. Sidik jari tiap-tiap orang tidak ada yang sama, oleh karena itu dengan mesin tersebut otomatis tidak akan dapat dimanipulasi, sehingga proses yang yang dilakukan dapat menghasilkan suatu laporan dengan cepat dan tepat.
Teknologi yang digunakan pada mesin sidik jari adalah teknologi biometrik, ada beberapa teknologi biometrik yang digunakan. Namun yang paling banyak digunakan adalah teknologi sidik jari dikarenakan teknologi sidik jari jauh lebih murah dan akurat..
17
FLOWCHART SISTEM PRESENSI PEGAWAI MENGGUNAKAN FINGER PRINT / SIDIK JARI
YA
TIDAK
MULAI
SIDIK JARI PEGAWAI
VALIDASI SIDIK JARI
SIDIK JARI SESUAI DATABASE
?
SIDIK JARI SESUAI
PENYIMPANAN HASIL PROSES
ABSENSI
ABSENSI PEGAWAI.xl
s SELESAI SIDIK JARI
TIDAK SESUAI
Gambar 1
Flowchart Sistem Absensi Finger Print
18
Berikut ini cara menggunakan absensi sidik jari menurut Gandhi(2017:19) a) Registrasi Sidik Jari Pegawai
Registrasi atau pendaftaran sidik jari merupakan proses yang menentukan dalam keberlangsungan proses absensi pegawai.
Proses ini harus dilakukan dengan benar khususnya penempatan jari saat pendaftaran pada mesin. Berikut cara penempatan sidik jari yang benar, letakkan jari tepat pada tengah sensor dengan sedikit ditekan agar seluruh sidik jari dapat terbaca. Untuk registrasi jari disarankan menregistrasi lebih dari 1 jari atau memberikan jari backup. Hal ini perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah ketika jari utama tidak bisa digunakan untuk teori absensi. Dalam registrasi pegawai tidak perlu harus berurutan, yang terpenting setiap NO ID pegawai sesuai dengan nama pegawai yang nantinya akan digunakan pada software absensi.
b) Download Data dan Sidik Jari Pegawai
Untuk membackup data sidik jari dan memberikan nama pegawai agar muncul pada mesin selanjutnya silahkan mendownload sidik jari dan data pegawai dari mesin absensi ke software. Sebelum mendownload tentu saja kondisi mesin dengan software absensi fingerprint harus terkoneksi. Kemudian dilanjutkan mengubah data pegawai dengan memberikan nama keryawan sesuai dengan NO ID pegawai saat registrasi.
c) Upload Data Pegawai
Untuk mensinkronisasi data, setelah menginputkan nama pegawai pada software silahkan mengupload data pegawai. Dengan
19
sistem ini bisa memastikan kebenaran sidik jari yang digunakan pegawai sesuai dengan pegawai yang bersangkutan.
d) Mengatur Jam Kerja
Instansi bisa mengatur jam kerja dan jadwal pegawai yang nantinya akan digunakan utnuk menampilkan laporan. Pengaturan jam kerja ini disesuaikan dengan jam kerja secara umum digunakan di instansi. Beberapa instansi menggunakan sistem jam kerja reguler/normal dan multishift. Namun juga ada kemungkinan dengan jam kerja yang tidak bisa ditentukan.
e) Download Data Presensi
Ketika membutuhkan laporan absensi, hal yang paling pertama adalah mendownload data presensi pada mesin ke software, karena tidak bisa melihat data absensi dari mesin tanpa didownload dari mesin. Untuk mendownload data absensi dari mesin bisa menggunakan koneksi kabel LAN, USB atau Flashdisk sesuai dengan fiturmya.
f) Kalkulasi Laporan
Setelah semua proses dilakukan, proses terakhir membuat laporan absensi. Dalam hal ini cukup mengatur instansi/bagian, nama pegawai dan rentang waktu yang akan dibuat laporan. Untuk membuat laporan software absensi pada umumnya sudah dilengkapi dengan pengaturan tentang waktu laporan, bisa diatur sesuai dengan kebutuhan jangka waktu laporan, bisa diatur harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan.
20
5. Keunggulan dan Kelemahan Mesin Absensi Sidik Jari (Finger Print) Menurut Gandhi (2017:25) ada beberapa Keunggulan dan Kelemahan pada Mesin Absensi Finger Print :
Dengan menggunakan sistem ini pegawai tidak bisa lagi terlambat masuk kerja, bahkan tidak bisa lagi pulang sebelum waktunya. Berikut adalah beberapa faktor mengapa memilih mesin absensi finger print sebagai pilihan yang tepat dengan berbagai keunggulannya.
a) Kenyamanan
Dimulai dari registrasi yang simple, karyawan tidak perlu repot membawa kartu karyawan maupun kertas atau kartu. Setiap karyawan tidak akan lupa membawa alat absensensinya atau jari yang telah di registrasi. Dalam berabsensi kita tidak perlu menekan password atau pin yang merepotkan. Yang kita lakukan hanya menaruh jari kita tepat diatas sensor sidik jari.
b) Keamanan
Dengan menngunakan absensi sidik jari tingkat keamanan sangat tinggi dikarenakan setiap jari seseorang berbeda-beda. Jadi penggunaan tidak bisa menitipkan absensi seperti yang dilakukan menngunakan absensi tanda tangan.
c) Efektivitas waktu
lihatlah perubahan pertama ketika perusahaan anda menggunakan absensi sidik jari. Karyawan atau pengguna akan datang lebih tepat waktu beda dengan hari sebelum menggunakan absensi sidik jari..
Semuanya bisa di bilang “just click“. Dengan factor ini kita bisa meningkatkan produktivitas berdasarkan kedisiplinan.
21 d) Efisiensi biaya
Absensi sidik jari lebih efisien jika dibandingkan dengan identitifikasi dengan suara maupun retina mata atau dengan amano yang setiap bulannya harus mengeluarkan biaya membeli kertas, tinta maupun maintenance yang repot. Dengan mesin absensi sidik jari juga dapat mengurangi kecurangan jam kerja yang bisa membuat bangkrut perusahaan anda.
Walaupun menawarkan beberapa kelebihan, namun tidak menutup kemungkinan masih ditemukannya beberapa kekurangan yang terdapat dalam mesin absensi finger print diantaranya:
a) Sering terjadi kesalahan dalam proses identifikasi
Mesin ini memiliki kelemahan yang pertama yaitu seringnya terjadi kesalahan pada saat pemindaian dikarenakan scanner tidak bisa mendeteksi sidik jari seseorang bila scanner dalam kondisi kotor karena terdapat banyak ekali bekas sidik jari yang menempel, basah karena sering terkena air atau keringat dari jari seseorang dan scanner terkena cahaya secara langsung sehingga kenerja sistem menurun dan proses identifikasi harus diulang.
b) Membutuhkan perawatan yang rutin
Untuk tetap menjaga agar scanner bisa bekerja dengan maksimal dan tidak mengalami penurunan sistem. Perawatan yang rutin perlu dilakukan agar scanner bersih setiap saat untuk mencegah terjadinya kesalahan.
22 c) Kinerja Scanner Kurang Maksimal
Scanner memiliki kelemahan dimana sistem sensor tidak bisa mendeteksi jari yang basah, terlalu kering, terkelupas, kotor, dan juga tertutup oleh tinta. Oleh karena itu, sebelum melakukan proses identifikasi, jari seseorang harus dalam keadaan bersih dan kering.
6. Jenis Tindakan Disipliner
Tindakan disipliner dapat dilakukan sebuah organisasi melalui beberapa cara yang dianggap dapat membantu sebuah organisasi atau perusahaan agar mengurangi tingkat ketidakdisiplinan pegawai yang dapat merugikan organisasi atau perusahaan tersebut.
Menurut Fitriyah(2018:8-9) Berikut adalah jenis-jenis tindakan disipliner:
Disiplin Preventif
Disiplin preventif adalah jenis disiplin yang mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga pelanggaran- pelanggaran dapat dicegah. Jadi, disiplin preventif ini dibuat sebelum terjadinya ketidakdisiplinan pegawai. Disiplin preventif ini tidak menjamin akan menghilangkan segala tindakan ketidakdisiplinan yang akan terjadi, tetapi akan menguranginya.
Disiplin Korektif
Disiplin korektif adalah jenis disiplin yang berguna untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Hukuman-hukuman akan diberikan bagi pegawai yang melanggar disiplin preventif yang telah dibuat oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan dari disiplin korektif adalah
23
agar pegawai yang tidak disiplin menjadi jera dan tidak ingin mengulangi kesalahannya lain.
Disiplin Progresif
Disiplin progresif berarti pemberian hukuman berat bagi pegawai yang telah melakukan pelanggaran secara berulang. Tujuan disiplin ini adalah agar pegawai tidak menganggap remeh segala peraturan disiplin yang telah dibuat organisasi atau perusahaan, sehingga karyawan benar-benar memperbaiki kesalahan yang pernah dibuatnya.
D. Tinjauan Empiris
Penelitian terdahulu yang mencapai acuan dan pedoman bagi penulis untuk penelitian skripsi selanjutnya adalah sebagai berikut :
1. Penelitian oleh Muslikhun, Budi Hasiolan dan Azis Fathoni (2016) Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Semarang yang berjudul: “Pengaruh Mekanisme Finger Print, Prosedur Finger Print, Pencapaian Target Finger Print Terhadap Kedisiplinan Pegawai Di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang”. Mekanisme Finger print, Prosedur Finger Print dan Pencapaian Target sebagai variabel dependent sedangkan Efektivitas Kedisiplinan sebagai variabel independent. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap seluruh data yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Mekanisme Finger Print, Prosedur Finger Print dan Pencapaian Target berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Pegawai. Persamaan penelitian sekarang terletak pada Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan variabel independent sedangkan
24
perbedaannya penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda serta objek dan lokasi penelitianya yang berbeda.
2. Penelitian oleh Nurmalasari dan Sari Hartini (2018) Program studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, yang berjudul : “ Efektivitas Penerapan Absensi Fingerprint Terhadap Disiplin Kerja Karyawan PT. Hillconjaya Sakti Jakarta”. Berdasarkan pada perhitungan, baik secara manual maupun perhitungn dengan menggunakan SPSS, dapat disimpulkan bahwa hubungan yang terjadi antara variabel X (Absensi Fingerprint) dengan variabel Y (Disiplin Kerja) adalah sebesar r = 0,517. Dapat disimpulkan bahwa Absensi Fingerprint berhubungan secara positif terhadap Disiplin kerja karyawan dengan derajat hubungan korelasi sedang. Persamaan dengan penelitian sekarang terletak pada variabel dependent, independent dan metode yang digunakan sedangkan perbedaannya pada lokasi dan waktu penelitian.
3. Dwi Ismawati dan Lia Mazia (2016) STMIK Nusa Mandiri Jakarta Jakarta yang judul penelitian: “Efektivitas Penerapan Sistem Kehadiran Guru Dengan Menggunakan Finger print Terhadap Tingkat Kedisiplinan”. Hasil penelitian ini adalah variabel persepsi kegunaan (X1) diperoleh thitung
sebesar 5,100 dengan nilai signifikasi 0,000, karena nilai signifikasi jauh lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan menerima H1. Hal ini menunjukan bahwa variabel persepsi kegunaan (X1) secara statistik berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen sikap disiplin (Y).
Persamaan dengan penelitian sekarang terletak pada metode kuantitatif
25
dan penggunaan kusioner dan adapun perbedaan terletak pada jumlah populasi yang dijadikan sampel penelitian, lokasi dan waktu penelitian.
4. Farisa Djubaini, Lotje Kawet Lucky dan Dotulong (2017) Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Manado yang judul penelitian: “Pengaruh Penggunaan Fingerprint Dan Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Sekertariat DPRD Kota Manado”. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Populasi dan sample penelitian sebanyak 48 pegawai Hasil penelitian ini menunjukan Absensi Fingerprint Dan Kompensasi berpengaruh baik secara simultan maupun parsial terhadap disiplin kerja pegawai.
5. Febriani Widyastuti & Solahuddin (2016) Program Studi Manajemen Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta yang judul penelitian: “Hubungan Penerapan Absensi Sidik Jari (Finger Print) Dengan Motivasi Dan Kinerja Karyawan”. Jenis penelitian menggunakan tipe explanatory research yang merupakan jenis penelitian yang menyoroti hubungan-hubungan antar variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis. Penelitian ini menggunakan sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang karyawan dan dosen dari populasi 80 orang karyawan dosen, dengan pertimbangan bahwa untuk penelitian yang representatif, sampel minimal sebanyak 10 persen dari populasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini korelasi Rank Spearman.
26 E. Kerangka Konsep
Fokus penelitian ini adalah Pengaruh Efektivitas Penerapan Absensi terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa. Untuk kepentingan penelitian ini, disiplin pegawai dipandang sebagai hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi Kepegawaian (administrasi) yang memiliki peran penting untuk memerhatikan seluruh aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan masalah penggunaan pegawai (tenaga kerja) untuk mencapai tujuan.
Disiplin seorang pegawai pada dasarnya tergantung dari sifat pegawai itu sendiri. Untuk meningkatkan sebuah disiplin pegawai perlu adanya sanksi atau hukuman yang tegas. Pada kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa menggunakan sistem absensi finger print dengan harapan meningkatkan kedisiplinan pegawai.
Untuk memperjelas konsep dan arah penelitian, maka peneliti membuat kerangka konsep sebagai berikut :
27
Gambar 2 Kerangka Konsep F. Hipotesis
Maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai jawaban sementara yaitu:
Diduga bahwa terdapat hubungan dan pengaruh antara efektivitas penerapan sistem absensi finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil Di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kabupaten Gowa.
Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kabupaten Gowa
Efektivitas Absensi Finger Print (X)
Disiplin
Pegawai Negeri Sipil (Y)
1. Pencapaian Target 2. Kemampuan
Adaptasi 3. Kepuasan 4. Proses
Tangkilisan (2005:141)
1. Kehadiran Pegawai 2. Tujuan dan Kemampuan 3. Teladan Pimpinan 4. Balas Jasa
5. Keadilan
6. Sanksi Hukuman 7. Ketegasan
8. Hubungan Kemanusian Hasibuan (2009:194)
28
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yaitu pendekatan yang menjelaskan nilai suatu variabel dengan mengolah data-data yang ada kedalam suatu angka. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh efektivitas penerapan absensi finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada Kantor Dinas pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Kab.Gowa yang bertempat di Jl. DR.
Wahidin Sudirohusodo NO.49, Gowa.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan, yakni pada bulan Agustus s/d September 2019.
C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini menggunakan dua variabel yang akan diteliti yaitu Efektivitas absensi finger print (X) dan Disiplin pegawai (Y)
29
a. Efektivitas finger print adalah salah satu penerapan teknologi guna mencapai tujuan meningkatkan efektivitas kerja yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan kerja. Melalui indikator- indikator yang di ambil dari teori efektivitas Kinerja menurut Tangkilisan (2005), yaitu: Pencapaian Target, Kemampuan Adaptasi, Kepuasan Kerja dan Proses.
b. Disiplin Pegawai adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan instansi dan norma-norma yang berlaku yang akan ditelusuri melalui indikator-indikator dari teori disiplin pegawai menurut Hasibuan (2009:194), yaitu : Kehadiran kerja, Tujuan dan Kemampuan, Teladan Pimpinan, Balas Jasa, Keadilan, Sanksi Hukuman, Ketegasan, dan Hubungan Kemanusiaan.
2. Pengukuran Instrumen
Tabel 1
Indikator dan Pengukuran Variabel
Variabel Indikator Pengukuran
Efektivitas
Absensi Sidik Jari (X)
1. Pencapaian Target 2. Kemampuan Adaptasi 3. Kepuasan
4. Proses
Skala Likert
30
Disiplin Pegawai (Y) 1. Kehadiran kerja
2. Tujuan dan Kemampuan 3. Teladan Pimpinan 4. Balas Jasa
5. Keadilan
6. Sanksi Hukuman 7. Ketegasan
8. Hubungan Kemanusian
Skala Likert
Tabel 2
Skor dalam penelitian
Jawaban Skor Pernyataan
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berjumlah 42 pegawai yaitu keseluruhan pegawai negeri sipil yang bekerja di kantor dinas pengendalian penduduk dan KB kabupaten gowa.
2. Sampel
Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah teknik
31
sampling Jenuh, yaitu tekhnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Yang mana dalam penelitian ini adalah seluruh populasi di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab.Gowa dijadikan sampel yaitu sebanyak 42 orang pegawai.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan dua cara yang akan diperlukan untuk melakukan dalam penelitian ini :
1. Pengumpulan data primer
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner, wawancara dan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang diwujudkan dalam bentuk dokumentasi.
a. Angket (kuesioner)
Kuesioner yaitu pengumpulan data dengan cara menyebarkan seperangkat daftar pertanyaan.
b. Wawancara
Melakukan tanya jawab secara langsung kepada pimpinan dan staf pegawai di kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
c. Dokumentasi
Teknik dokumentasi ini dipergunakan untuk memperoleh data dari instansi baik berupa prosedur, peraturan-peraturan, gambar, laporan hasil pekerjaan serta berupa foto ataupun dokumen elektronik (rekaman).
2. Pengumpulan data sekunder
Data sekunder diperoleh dari data yang diberikan oleh perusahaan atau
32
instansi seperti sruktur organisasi dan sejarah Instansi serta data diperoleh dengan cara membaca bahan referensi, bahan kuliah, dan hasil penelitian lainnya yang ada hubungannya dengan obyek yang di teliti. Hal ini dilakukan penulis untuk mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai masalah yang sedang dibahasnya.
F. Teknis Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan dan diolah, proses selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap hipotesis atau jawaban sementara dengan menggunakan metode analisis regresi linear sederhana.
Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana adalah metode statistik yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan sebab akibat antara variabel faktor penyebab (X) terhadap variabel akibatnya (Y). Analisis ini untuk mengetahui pengaruh efektivitas penerapan absensi finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam analisis regresi linear sederhana ini, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Dimana : Y = Dependent X = Independent a = Konstanta
b = Koefisien Regresi Y = a+ bX
33
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah
Tonggak berdirinya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Organisasi keluarga berencana dimulai dari pembentukan Perkumpulan Keluarga Berencana pada tanggal 23 Desember 1957 di gedung Ikatan Dokter Indonesia. Nama perkumpulan itu sendiri berkembang menjadi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) atau Indonesia Planned Parenthood Federation (IPPF).
PKBI memperjuangkan terwujudnya keluarga- keluarga yang sejahtera melalui 3 macam usaha pelayanan yaitu mengatur kehamilan atau menjarangkan kehamilan, mengobati kemandulan serta memberi nasihat perkawinan.
Pada tahun 1967, PKBI diakui sebagai badan hukum oleh Departemen Kehakiman. Kelahiran Orde Baru pada waktu itu menyebabkan perkembangan pesat usaha penerangan dan pelayanan KB di seluruh indonesia.Dengan lahirnya Orde Baru pada bulan maret 1966 masalah kependudukan menjadi fokus perhatian pemerintah yang meninjaunya dari berbagai perspektif. Perubahan politik berupa kelahiran Orde Baru tersebut berpengaruh pada perkembangan keluarga berencana di Indonesia. Setelah simposium Kontrasepsi di Bandung pada bulan Januari 1967 dan Kongres Nasional I PKBI di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1967.
34
Dalam Peraturan Bupati Gowa Nomor : 56 Tahun 2016 Tentang Susunan Organisasi, Kedudukan dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa, dalam Bab III mengenai Kedudukan, Pasal 3 dinyatakan bahwa, Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. mengalami perubahan sebanyak 3 (tiga) kali, pada tahun 2004 bernama Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, serta pada awal tahun 2008 menjadi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan pada tahun 2017 menjadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
2. Visi dan Misi a. Visi
"Lembaga yang Handal dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas dengan Tata Kerja Pemerintahan yang Baik "
b. Misi
1) Melaksanakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan.
2) Menyelenggarakan Keluarga Berencana.
3) Memfasilitasi Pembangunan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi.
pengembangkan Jejaring kemitraan dalam pengelolaan
kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan Keluarga (KKBPK).
35
4) Membangun dan menerapkan Budaya Kerja Organisasi Secara Konsisten.
3. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa
4.
KEPALA DINAS
Sekretaris Kelompok Jabatan
Fungsional
Ka.Sub.Bagian Umum
&
Kepegawaian
Ka.sub.Bagian Keuangan Ka.Sub.Bagian
Perencanaan&
Pelaporan
KABID PENYULUHAN
& PENGGERAKAN
KABID KETAHANAN
& KESEJAHTERAAN KELUARGA KABID KELUARGA
BERENCANA
KABID PENGENDALIAN
PENDUDUK
Gambar 3 Struktur Organisasi
36 4. Uraian Tugas
Kepala Dinas :
Kepala Dinas mempunyai tugas pokok membantu Bupati melaksanakan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah.
Sekretaris :
Membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan perencanaan dan pelaporan, keuangan dan umum dan kepegawaian dalam linkungan dinas.
Ka.Sub.Bagian Perencanaan& Pelaporan :
Membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan penyusunan program, penyajian data dan informasi, serta penyusunan laporan.
Ka.Sub.Bagian Umum & Kepegawaian :
Membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola administrasi kepegawaian dan hukum.
Ka.sub. Bagian Keuangan :
Membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan.
Kabid Penyuluhan & Penggerakan :
Membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan kebijakan teknis dibidang
37
penyuluhan dan penggerakan sesuai lingkup tugasnya untuk pelaksanaan tugas pembantuan.
Kabid Keluarga Berencana :
Membantu Kepala Dinas dalam mengoordinasikan dan Melaksanakan perumusan kebijakan teknis, memberikan dukungan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, membina, mengoordinasikan dan melaksanakan program dan kegiatan Bidang Keluarga Berencana berdasarkan pedoman yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
Kabid Ketahanan & Kesejahteraan Keluarga :
Membantu kepala dinas dalam mengoordinasikan pelaksanaan Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Meliputi Pemberdayaan Keluarga Sejahtera, bina ketahanan keluarga balita, anak dan lanjut usia dan bina ketahanan remaja sesuai lingkup tugasnya untuk pelaksanaan tugas pembantuan.
Kabid Pengendalian Penduduk :
Membantu kepala dinas dalam mengoordinasikan pelaksanaan Pengendalian Penduduk meliputi Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Pengendalian Penduduk, Perkiraan Pengendalian Penduduk dan Data dan Informasi sesuai lingkup tugasnya untuk pelaksanaan tugas pembantuan.
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Karakteristik Responden
Penelitian ini menguraikan mengenai Efektivitas penerapan sistem absensi finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dikantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa. Hal ini bertujuan untuk