BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Karakteristik Responden
Penelitian ini menguraikan mengenai Efektivitas penerapan sistem absensi finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dikantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa. Hal ini bertujuan untuk
38
mengetahui seberapa besar pengaruh Efektivitas penerapan sistem finger print terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dikantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa. Dalam penelitian ini mengambil semua pegawai 42 orang sebagai sampel penelitian.
Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan.
Salah satu tujuan dengan karakteristik responden adalah memberikan gambaran objek yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Karakteristik responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini kemudian dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan masa kerja. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka akan disajikan tabel mengenai data responden seperti yang dijelaskan berikut ini.
a) Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang kerja jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas yang dilakukan oleh individu.
Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut ini :
Tabel 3
Jenis Kelamin Responden keterangan jenis
kelamin jumlah responden persentase
laki- laki 18 43 %
Perempuan 24 57 %
Jumlah 42 100 %
Sumber: data primer yang diolah, 2019
39
Dari tabel 3 di atas menunjukkan bahwa dari 42 orang responden, sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 24 orang atau 57%
dan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 18 orang atau 43%. Responden wanita lebih banyak dari pria, Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan sebagai proporsi yang lebih besar dibanding pegawai laki-laki yang bekerja pada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa. Hal ini disebabkan karena wanita lebih terampil dalam bersosialisasi dan lebih besar pengharapannya dari pada pria.
b) Deskripsi Karakteristik responden berdasarkan usia
Umur dalam keterkaitannya dengan kinerja individu di lokasi kerja biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu. Tabulasi umur responden dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 4 Umur Responden
keterangan usia jumlah responden Persentase
21-30 8 19 %
31-40 22 52 %
41-50 9 21 %
51-60 3 8 %
Jumlah 42 100 %
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Dari tabel 4 di atas yang berdasarkan usia, responden yang berumur 31-40 tahun merupakan yang paling banyak, yaitu terdiri dari 22 orang atau 52% dan yang paling sedikit berumur 51-60 tahun, yaitu terdiri dari 3 orang atau 8%. Dari hasil perolehan data tersebut membuktikan bahwa responden dengan usia 31-40 tahun memiliki tingkat kematangan secara pribadi sehingga self-control serta perilaku
40
terhadap pegawai di lingkungan kerja lebih stabil. Urutan kedua adalah umur 41-50 tahun sebanyak 9 orang atau 21% dan juga umur 21-30 tahun sebanyak 8 orang atau 19%.
c) Deskripsi Karakteristik berdasarkan Pendidikan responden
Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang. Penyajian data responden berdasarkan pendidikan adalah sebagaimana terlihat pada Tabel 5 berikut ini:
Tabel 5 Pendidikan responden
keterangan pendidikan jumlah responden Persentase
strata 3 - -
strata 2 4 10 %
strata 1 35 83 %
D3 - -
Sma 3 7 %
Jumlah 42 100 %
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Hasil olahan data mengenai karakteristik responden yang berdasarkan tingkat pendidikan yang ditunjukkan pada tabel 5 diatas, dari 42 orang responden terdapat 4 orang atau 10% yang berpendidikan Strata 2, terdapat 35 orang atau 83% yang berpendidikan Strata 1, kemudian tidak terdapat berpendidikan D3 dan yang terakhir adalah pendidikan SMA terdapat 3 orang atau 7%. Data ini menunjukkan bahwa jumlah responden yang terbanyak adalah dari kelompok responden yang berpendidikan S1 yaitu sebanyak 35 orang atau 83% dari jumlah responden. Ini menunjukkan bahwa pegawai
41
Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa sebagian besar memiliki pendidikan tinggi. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya pegawai Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa dibutuhkan pendidikan yang tinggi, karena peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia ialah membina manusia menjadi tenaga produktif. Selain itu pendidikanlah yang berperan membentuk kepribadian yang berorientasi kepada prestasi dan bekerja dengan rencana dan berani mengambil resiko yang diperhitungkan dengan baik, bertanggung jawab atas pekerjaannya, dan bekerja dengan hasil yang jelas yang dapat diukur dengan sukses atau gagal.
d) Deskripsi karakteristik Responden berdasarkan Masa Kerja Masa kerja seseorang menunjukkan hubungan secara positif terhadap kinerja dan disiplin seseorang. Masa kerja yang lama menunjukkan pengalaman yang lebih dibandingkan rekan kerja yang lain. Masa kerja seseorang juga akan menentukan prestasi individu yang merupakan dasar prestasi dan kinerja organisasi. Semakin lama seseorang bekerja di suatu organisasi, maka tingkat prestasi individu akan semakin meningkat yang dibuktikan dengan tingginya tingkat pelayanan dan akan berdampak kepada kinerja dan keuntungan organisasi yang menjadi lebih baik. Penyajian data responden berdasarkan masa kerja adalah sebagaimana terlihat pada Tabel 6 berikut ini:
42 Tabel 6
Masa kerja responden
keterangan masa kerja jumlah responden persentase %
1-5 Tahun 4 10%
6 -10 Tahun 8 19%
11-15 tahun 14 33%
16-20 tahun 11 26%
21-25 tahun - -
26-30 tahun 4 10%
31 > 1 2%
Jumlah 42 100%
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Dari tabel 6 di atas yang berdasarkan lama bekerja, responden yang paling dominan adalah pegawai yang bekerja antara 11-15 tahun yang terdiri dari 14 orang atau 33%, dan yang paling sedikit pegawai yang bekerja selama 31 tahun keatas sebanyak 1 orang atau 2%, kemudian yang telah bekerja selama 1-5 yang terdiri dari 4 orang atau 10% tahun dan 16-20 tahun sebanyak 11 orang atau 26%. Sedangkan pegawai yang bekerja selama 21-25 tahun tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Gowa diduga memiliki tingkat Komitmen Organisasi yang cukup tinggi karena mampu bertahan selama lebih dari sepuluh tahun bekerja sehingga membuktikan bahwa mereka memiliki keterikatan emosional terhadap pekerjaan, perusahaan , maupun pada pegawai lainnya.
43 2. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 42 responden melalui penyebaran kuesioner, untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran.
a. Deskripsi Variabel Efektivitas Absensi Finger Print
Variabel Efektivitas Absensi Finger Print pada penelitian ini diukur melalui 8 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap Absensi Finger Print dapat dijelaskan pada tabel 7 berikut ini:
Tabel 7
Tanggapan responden mengenai Efektivitas Absensi Finger Print
No Pernyataan
Skor
JumlahSS S KS TS STS
1 X.1 11 28 3 - - 42
2 X.2 10 31 1 - - 42
3 X.3 11 30 1 - - 42
4 X.4 9 32 1 - - 42
5 X.5 12 30 - - - 42
6 X.6 11 29 2 - - 42
7 X.7 9 30 3 - - 42
8 X.8 7 32 3 - - 42
Sumber: data primer yang diolah, 2019
b. Analisis Variabel Efektivitas Absensi Finger Print (X)
Setelah dilakukan analisis validitas dari 8 instrumen untuk variabel efektivitas absensi finger print (X). Maka data yang valid terdiri dari 8 instrumen, maka terdapat hasil sebagai berikut :
44
1) Bila setiap item pernyataan mendapat skor tertinggi, yaitu : 5x8x42 = 1680
2) Bila setiap item pernyataan mendapat skor terendah, yaitu : 1x8x42 = 336
Keterangan :
Skor tertinggi = 5 Skor terendah = 1 Jumlah responden = 42
Jumlah skor pengumpulan data variabel x = 1410 Rata- rata skor ideal = Jumlah skor tertinggi = 1680 = 40 Jumlah responden 42 Menurut 42 responden mengenai efektivitas penerapan absensi finger print, yaitu:
Jumlah skor variabel (X) x 100 % = 1410 x 100 % = 83,9 % Jumlah skor tertinggi 1680
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa efektivitas absensi finger print yang sudah diterapkan di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa dalam rangka meningkatkan kehadiran pegawai dan tingkat kedisiplinan pegawai untuk mematuhi jam kerja sudah baik. Hal ini terlihat dari nilai 83,9 % termasuk kategori sangat baik. Dapat dikatakan sangat baik karena pernyataan yang diberikan oleh peneliti mengenai efektivitas absensi finger print rata-rata menjawab setuju.
45
c. Deskripsi Variabel Disiplin Pegawai Negeri Sipil
Variabel Disiplin Pegawai Negeri Sipil pada penelitian ini diukur melalui 12 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap Disiplin Pegawai Negeri Sipil dapat dijelaskan pada tabel 8 berikut ini:
Tabel 8
Tanggapan responden mengenai Disiplin Pegawai Negeri Sipil
No Pernyataan
Skor
JumlahSS S KS TS STS
1 Y.1 12 30 - - - 42
2 Y.2 7 35 - - - 42
3 Y.3 13 23 6 - - 42
4 Y.4 16 24 2 - - 42
5 Y.5 16 25 1 - - 42
6 Y.6 15 27 - - - 42
7 Y.7 11 28 3 - - 42
8 Y.8 9 31 2 - - 42
9 Y.9 7 31 4 - - 42
10 Y.10 10 29 3 - - 42
11 Y.11 12 30 - - - 42
12 Y.12 11 28 3 - - 42
Sumber: data primer yang diolah, 2019 d. Analisis Variabel Disiplin Pegawai (Y)
Setelah dilakukan analisis validitas dari 12 instrumen. Maka data yang valid terdiri dari 12 instrumen, maka terdapat hasil sebagai berikut :
1) Bila setiap item pernyataan mendapat skor tertinggi, yaitu : 5x12x42=2520
2) Bila setiap item pernyataan mendapat skor terendah, yaitu 1x12x42=504
Keterangan :
Skor tertinggi = 5
46 Skor terendah = 1 Jumlah responden = 42
Jumlah skor pengumpulan data variabel Y = 2131 Rata- rata skor ideal = Jumlah skor tertinggi = 2520 = 60
Jumlah responden 42 Menurut 42 responden mengenai disiplin pegawai, yaitu:
Jumlah skor variabel (Y) x 100 % = 2131 x 100 % = 84,5 % Jumlah skor tertinggi 2520
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa disiplin pegawai di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari nilai 84,5 persen termasuk kategori sangat baik. Dapat dikatakan sangat baik karena pernyataan yang diberikan oleh peneliti mengenai efektivitas absensi finger print rata- rata menjawab setuju.
3. Analisis Data
a. Pengujian Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur mengungkapkan konsep gejala/ kejadian yang diukur. Jika rhitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Jika r hitung > dari r tabel (pada taraf signifikan 5%) maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
Pengujian validitas selengkapnya dapat dilihat pada tabel 9 dan tabel 10 berikut ini :
47 Tabel 9
Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Efektivitas Absensi Finger Print (X)
No. Instrumen r hitung r tabel Keputusan
1 0,798 0,304 Valid
2 0,658 0,304 Valid
3 0,819 0,304 Valid
4 0,765 0,304 Valid
5 0,480 0,304 Valid
6 0,805 0,304 Valid
7 0,734 0,304 Valid
8 0,809 0,304 Valid
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Tabel 10
Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Y)
No. Instrumen r hitung r tabel Keputusan
9 0,748 0,304 Valid
10 0,666 0,304 Valid
11 0,715 0,304 Valid
12 0,817 0,304 Valid
13 0,620 0,304 Valid
14 0,747 0,304 Valid
15 0,848 0,304 Valid
16 0,749 0,304 Valid
17 0,817 0,304 Valid
18 0,878 0,304 Valid
19 0,748 0,304 Valid
20 0,639 0,304 Valid
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Berdasarkan Tabel 9 dan 10 terlihat bahwa korelasi antara masing- masing indikator terhadap total skor dari setiap variabel menunjukkan hasil yang signifikan, dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > rtabel yaitu pada taraf signifikan 5%
48
(a=0.05) dan n=42 (n= 42-2) diperoleh r tabel = 0,304 maka dapat diketahui r hitung tiap- tiap item > 0,304 sehingga dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pernyataan yang diajukan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
b. Pengujian Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. Menurut Ghozali untuk mengukur reliabilitas, dinyatakan bahwa jika nilai intercept (konstan) lebih besar dari 0,6 (Cronbach Alpha>
0,6) maka variabel tersebut dikatakan reliable.
Tabel 11
Realibilitas Efektivitas Absensi Finger Print (X)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.879 8
Sumber: Lampiran output SPSS, 2019
Tabel 12
Realibilitas Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Y)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.927 12
Sumber: Lampiran output SPSS, 2019
49
Tabel 13
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel No.
Item
Cronbach's Cronbach's
Keterangan Alpha Standar
Efektivitas
Absensi X.1 0,856 0,60 Realiabel
Finger Print X.2 0,873 0,60 Realiabel
X.3 0.852 0,60 Realiabel
X.4 0,860 0,60 Realiabel
X.5 0.891 0,60 Realiabel
X.6 0.854 0,60 Realiabel
X.7 0.865 0,60 Realiabel
X.8 0.854 0,60 Realiabel
Disiplin
Pegawai (Y) Y.1 0.921 0,60 Realiabel
Y.2 0.924 0,60 Realiabel
Y.3 0.925 0,60 Realiabel
Y.4 0.917 0,60 Realiabel
Y.5 0.927 0,60 Realiabel
Y.6 0.921 0,60 Realiabel
Y.7 0.916 0,60 Realiabel
Y.8 0.921 0,60 Realiabel
Y.9 0.917 0,60 Realiabel
Y.10 0.914 0,60 Realiabel
Y.11 0.921 0,60 Realiabel
Y.12 0.926 0,60 Realiabel
Sumber: Olahan output SPSS, 2019
Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0.6 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah realiabel sehingga untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur.
50 4. Pengujian Hipotesis
a. Uji Koefisien Korelasi (R)
Dalam penelitian ini koefisien korelasi yang digunakan adalah koefisien korelasi pearson/ product moment. Berikut ini pengujian
Tabel 14
Koefisien Korelasi product moment
Correlations
Efektivitas Finger Print
Disiplin Pegawai
Efektivitas Finger Print
Pearson Correlation 1 .727**
Sig. (2-tailed) .000
N 42 42
Disiplin Pegawai
Pearson Correlation .727** 1
Sig. (2-tailed) .000
N 42 42
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: Lampiran output SPSS, 2019
Berdasarkan tabel 14 diatas dapat diketahui bahwa terdapat hubungan positif sebesar 0,727 antara efektivitas absensi finger print (X) terhadap disiplin pegawai (Y). Untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi, dapat dibandingkan dengan tabel sebagai berikut :
Tabel 15
Pedoman untuk memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00-0.199 Sangat Rendah
0.20-0.399 Rendah
0.40-0.599 Sedang
0.60-0.799 Kuat
0.80-1.000 Sangat Kuat
Sumber: (Sugiyono,231:2011)
51
Mengacu pada tabel pedoman interprestasi terhadap koefisien korelasi, maka koefisien korelasi antara efektivitas absensi finger print (X) dan disiplin pegawai (Y) adalah kuat karena koefisien korelasinya menunjukkan angka 0,727 yang tergolong pada interval koefisien antara 0.60-0,799.
Korelasi antara X dan Y sebesar 0,727, artinya terdapat korelasi kuat antara efektivitas absensi finger print (X) dan Disiplin pegawai (Y), dengan arah positif. Dari perbandingan tersebut r hitung ternyata menunjukkan angka sebesar 0,727 lebih besar dari r tabel 0,304.
Jadi, jika r hitung> r tabel maka hipotesis diterima artinya terdapat hubungan yang kuat antara efektivitas absensi finger print (X) dan disiplin pegawai (Y).
b. Uji Koefisien Determinan (R Square)
Untuk menghitung besarnya pengaruh antara variabel efektivitas absensi finger print (X) terhadap variabel disiplin pegawai (Y), kemudian dapat dilakukan dengan cara menghitung koefisien yang ditentukan. Berikut adalah model summary berdasarkan hasil pengolahan data melalui SPSS versi 20.
Tabel 16
Koefisien Determinan
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .727a .529 .517 3.228
a. Predictors: (Constant), Efektivitas Finger Print
Sumber: Lampiran output SPSS, 2019
52
Tabel 16 di atas menunjukkan nilai korelasi (R) untuk variabel absensi finger print yaitu 0,727. Dengan begitu dapat dinyatakan ada hubungan yang positif antara variabel absensi Finger Print dengan variabel disiplin pegawai negeri sipil yang dikategorikan kuat.
Berdasarkan tabel 16 Koefisien determinan atau R square hasil yang didapat sebesar 0,529 berarti kontribusi variabel Efektivitas Absensi finger print (X) terhadap variabel disiplin pegawai (Y) lebih besar yaitu sebesar 52,9 % dari sisanya 47,1 % dipengaruhi faktor- faktor lain yang tidak diteliti.
Sedangkan besarnya pengaruh antara efektivitas penerapan sistem absensi finger print terhadap disiplin pegawai dapat dilihat pada tabel 16 yaitu sebesar 51,7%.Hal ini menunjukkan hubungan antar kedua variabel kuat karena semakin besar angka R Square semakin kuat hubungan variabel.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan absensi finger print mempunyai kontribusi yang tinggi dan dapat meningkatkan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
5. Regresi Linear Sederhana
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variable efektivitas absensi finger print (X) dengan variable disiplin pegawai (Y), maka menggunakan rumus regresi linear sebagai berikut :
Rumus : Y = a + bX
Keterangan : Y = Subjek atau nilai dalam dependen yang diprediksi
a = Harga Y, apabila X= 0 (harfa konstan)
53
b = Angka arah atau koefisien korelasi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan variable independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan.
Berdasarkan hasil pengolahan data analisis regresi linear sederhana melalui SPSS versi 20, maka diperoleh nilai (a) dan (b), yaitu :
Tabel 17
Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 11.738 5.845 2.008 .005
Efektivitas Finger Print 1.162 .173 .727 6.697 .000
a. Dependent Variable: Disiplin Pegawai
Sumber: Lampiran output SPSS, 2019
Berdasarkan tabel 17 Diatas maka dapat dilihat a= 11.738 dan b=
1,162 kemudian disusun persamaan regresinya yaitu : Y = a+bX
Y = 11.738 + 1,162X Keterangan :
Y = Disiplin Pegawai
X = Efektivitas absensi finger print
a = Konstanta sebesar 11.738, artinya jika efektivitas absensi finger print di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kabupaten Gowa (X) nilainya 0, maka nilai disiplin Pegawai Negeri Sipil di kantor
54
Dinas pengendalian penduduk dan KB Kabupaten Gowa (Y) nilainya positif sebesar 11.738.
b = Koefisiensi regresi sebesar 1,162, artinya jika efektivitas absensi finger print di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kabupaten Gowa (X) mengalami kenaikan 1, maka disiplin Pegawai Negeri Sipil di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kabupaten Gowa (Y) mengalami peningkatan sebesar 1,162.
Diketahui dari hasil perhitungan efektivitas absensi finger print (X) sebesar 83,9 persen, maka persamaan regresinya, adalah :
Y = a+bX
= 11,738 + 1,162 (83,9%)
= 11,738 + 97,491
= 109.229
6. Interprestasi Hasil Penelitian
Dari hasil uji coba diatas diketahui interprestasi dari penelitian yang berjudul Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Absensi Finger Print di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa, yaitu untuk menguji koefisien korelasi adalah jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel maka hipotesis diterima. Sebalikya jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel maka hipotesis ditolak. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa r hitung 0,727> r tabel 0,304 maka hipotesis diterima.
Untuk menghitung besarnya pengaruh antara efektivitas absensi finger print (X) dengan disiplin pegawai (Y), maka menggunakan rumus koefisien determinan (R square) Cd = x 100% = x 100%= 52%, Artinya besarnya pengaruh efektivitas absensi finger print (X) terhadap
55
disiplin pegawai (Y) yaitu 52% dan sisanya 48% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Maka hipotesis dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara efektivitas absensi finger print (X) dengan disiplin pegawai (Y).
Untuk menghitung apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel X (independen) dan variabel Y (dependen), maka menggunakan rumus regresi linear yaitu Y = 11,738 + 1,162X. artinya, nilai a adalah kostanta sebesar 11,738, jika efektivitas absensi finger print (X) nilainya 0 (nol), maka tingkat disiplin pegawai (Y) nilainya positif sebesar 11,738, nilai b adalah koefisien regresi sebesar 1,162, berarti jika efektivitas absensi finger print (X) mengalami kenaikan 1 (satu), maka tingkat disiplin pegawai mengalami peningkatan sebesar 1,162. Dari ketentuan tingkat signifikasi, yaitu: p value (sign) a = maka hipotesis diterima. Lihat tabel koefesien dihalaman sebelumnya bahwa nilai sign 0,005, itu berarti nilai P value : 0,05 = 0,005 < 0,05. Dari perhitungan ini berarti hipotesis diterima.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara efektivitas absensi finger print (X) dengan disiplin pegawai (Y) di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa.