• Tidak ada hasil yang ditemukan

Activity Diagram

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK kel 66 revisi (1) (Halaman 53-75)

BAB V PEMBAHASAN PROGRAM

4) Threats (Ancaman)

4.4 Perancangan Sistem Yang Diusulkan

4.4.2 Activity Diagram

Aktor : Owner

 Login

Owner (pemilik usaha) menggunakan fitur login untuk mengakses sistem dengan kredensial tertentu. Login ini dirancang khusus untuk owner agar hanya fitur-fitur strategis seperti melihat laporan penjualan yang dapat diakses. Fitur login memastikan keamanan informasi sensitif terkait penjualan dan performa bisnis.

 Lihat Laporan Penjualan

Owner dapat mengakses fitur laporan penjualan yang memberikan ringkasan detail tentang transaksi yang telah selesai, termasuk:

- Total pendapatan dalam periode tertentu (harian, mingguan, bulanan).

- Produk yang paling banyak terjual.

- Status stok produk.

- Riwayat pesanan konsumen.

Laporan ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik agar mudah dipahami, sehingga owner dapat menganalisis performa bisnis dan membuat keputusan strategis, seperti menambah stok untuk produk tertentu atau menentukan promosi.

kepada konsumen mengenai status registrasi, apakah berhasil atau gagal.

Sistem bekerja dengan menampilkan form registrasi kepada konsumen terlebih dahulu. Setelah data dikirimkan, sistem melakukan validasi untuk memastikan semua data yang diinput sesuai dengan format yang telah ditentukan, seperti keunikan alamat email dan kekuatan kata sandi. Jika validasi data berhasil, sistem menyimpan data konsumen ke dalam database dan membuat akun pengguna. Setelah itu, sistem mengirimkan notifikasi kepada konsumen bahwa akun telah berhasil dibuat. Namun, jika data yang diinput tidak valid, seperti format email yang salah atau kolom yang tidak diisi, sistem akan memberikan notifikasi kesalahan dan mengarahkan konsumen untuk kembali mengisi form registrasi.

Proses ini melibatkan beberapa poin keputusan penting. Pada tahap validasi data, jika data yang dimasukkan valid, sistem melanjutkan proses pembuatan akun. Sebaliknya, jika terdapat kesalahan atau kekurangan pada data yang dimasukkan, sistem menghentikan proses registrasi sementara dan meminta konsumen untuk memperbaiki data. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya data yang benar dan lengkap yang dapat diterima oleh sistem.

Tahap akhir dari proses ini adalah pemberian notifikasi kepada konsumen. Jika registrasi berhasil, konsumen mendapatkan notifikasi bahwa akun mereka telah berhasil dibuat, dan mereka dapat melanjutkan ke tahap login untuk menggunakan sistem.

Namun, jika registrasi gagal karena kesalahan dalam data, konsumen akan menerima pesan yang menjelaskan masalah tersebut dan diminta untuk mengisi ulang form registrasi. Proses ini memastikan bahwa data konsumen terkelola dengan baik, dan pengalaman pengguna tetap positif meskipun terjadi kesalahan pada tahap awal.a

Gambar 6 Activity Diagram Registrasi

Activity Diagram Login

Proses login dalam sistem berbasis web dirancang untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki kredensial valid yang dapat mengakses fitur sistem. Alur dimulai ketika konsumen mengakses halaman login melalui browser atau aplikasi. Pada halaman ini, pengguna diminta untuk memasukkan email dan password yang telah terdaftar sebelumnya. Setelah mengisi form login, pengguna mengklik tombol "Login" untuk memulai proses autentikasi. Jika kredensial yang dimasukkan benar, pengguna

diarahkan ke halaman utama atau dashboard sistem. Namun, jika kredensial tidak valid, pengguna akan menerima pesan error yang menyatakan kesalahan, seperti "Email atau password salah," dan diminta untuk mencoba login kembali.

Dari sisi sistem, proses login dimulai dengan menampilkan form login kepada pengguna. Ketika pengguna mengirimkan data login, sistem memvalidasi kredensial tersebut dengan membandingkan data yang dimasukkan dengan informasi yang tersimpan di database. Jika validasi berhasil, sistem membuat session untuk melacak aktivitas pengguna selama sesi berlangsung.

Setelah session dibuat, sistem menampilkan dashboard yang berisi fitur-fitur personal yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah login. Namun, jika validasi gagal, sistem akan menampilkan pesan error untuk memberi tahu pengguna bahwa login tidak berhasil.

Pada tahap keputusan, sistem menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil validasi kredensial. Jika kredensial valid, sistem melanjutkan ke pembuatan session dan memberikan akses ke halaman utama. Sebaliknya, jika kredensial tidak valid, sistem menampilkan pesan error dan tidak memberikan akses ke fitur sistem. Dengan demikian, proses login ini memastikan hanya pengguna yang memiliki kredensial valid yang dapat mengakses sistem.

Keamanan menjadi prioritas dalam proses login ini. Sistem memverifikasi identitas pengguna untuk memastikan bahwa hanya akun yang terdaftar dapat digunakan untuk login. Setelah berhasil login, pengguna diberikan akses ke fitur personal yang tidak tersedia bagi pengguna yang belum terautentikasi. Untuk melindungi data pengguna, sistem menggunakan protokol keamanan, seperti enkripsi

password dan pengamanan data selama transmisi. Dengan pendekatan ini, sistem tidak hanya menjaga keamanan data, tetapi juga memberikan pengalaman login yang efisien dan andal bagi pengguna.

Gambar 7 Activity Diagram Login

Activity Diagram Lihat Katalog

Proses melihat katalog dalam sistem berbasis web dirancang untuk memudahkan konsumen menjelajahi produk yang tersedia dengan cepat dan efisien. Alur dimulai ketika konsumen mengakses menu katalog melalui dashboard atau navigasi utama. Pada halaman katalog, konsumen dapat melihat daftar produk yang ditampilkan secara terorganisir. Untuk membantu pencarian, konsumen dapat

memilih kategori atau menggunakan fitur filter yang disediakan, seperti jenis beras, harga, kualitas, atau status stok. Setelah menemukan produk yang menarik, konsumen dapat memilih untuk melihat detail produk, yang mencakup informasi lengkap seperti jenis beras, harga, stok yang tersedia, kualitas, dan kandungan nutrisi.

Dari sisi sistem, proses ini diawali dengan menampilkan halaman katalog kepada konsumen. Sistem secara otomatis memuat data produk dari database dan menyajikannya dalam daftar yang mudah dipahami. Jika konsumen memilih filter atau kategori tertentu, sistem menerapkan filter tersebut untuk menyaring produk yang relevan. Ketika konsumen memilih salah satu produk, sistem menampilkan detail lengkap produk yang mencakup semua informasi penting. Setelah selesai, konsumen dapat kembali ke daftar produk untuk melanjutkan eksplorasi.

Fitur yang mendukung alur ini meliputi filtering produk untuk mempermudah pencarian, tampilan detail produk untuk memberikan informasi mendalam, serta navigasi yang lancar antar halaman katalog dan detail produk. Informasi yang ditampilkan di katalog meliputi daftar produk yang tersedia, detail lengkap setiap produk, status stok, dan informasi harga. Dengan pendekatan ini, proses melihat katalog memastikan kemudahan navigasi, akses cepat ke informasi produk, dan pengalaman pengguna yang optimal.

Gambar 8 Activity Diagram Katalog Produk

Activiy Diagram Kelola Pemesanan

Proses pengelolaan pemesanan dalam sistem berbasis web dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kenyamanan kepada konsumen. Alur dimulai ketika konsumen memilih produk dari katalog, memasukkan jumlah yang diinginkan, dan menambahkan produk tersebut ke dalam keranjang belanja. Setelah itu, konsumen dapat melihat isi keranjang, yang menampilkan daftar produk, jumlah masing-masing, harga per item, dan total belanja. Konsumen juga memiliki opsi untuk mengedit jumlah pesanan, menghapus produk yang tidak diinginkan, atau melanjutkan ke proses checkout untuk menyelesaikan pemesanan.

Sistem mendukung alur ini dengan memeriksa ketersediaan stok setiap kali konsumen menambahkan produk ke keranjang.

Setelah memastikan stok mencukupi, sistem memvalidasi jumlah pesanan dan mengupdate keranjang sesuai dengan input konsumen.

Sistem juga menghitung ulang total belanja setiap kali terjadi perubahan, seperti penambahan, pengurangan jumlah, atau penghapusan produk. Detail keranjang ditampilkan kepada konsumen dengan informasi lengkap, termasuk rincian produk, harga, dan total belanja, yang diperbarui secara otomatis sesuai perubahan.

Validasi menjadi bagian penting dari proses ini. Sistem melakukan pengecekan stok sebelum menambahkan produk ke keranjang untuk memastikan pesanan dapat dipenuhi. Jika stok tidak mencukupi, sistem akan menampilkan pesan error kepada konsumen dan mencegah penambahan produk. Selain itu, total belanja dihitung ulang setiap kali konsumen mengubah jumlah atau menghapus produk untuk menjaga akurasi.

Fitur pengelolaan yang disediakan mencakup penambahan produk ke keranjang, pengubahan jumlah pesanan, penghapusan produk, dan preview detail pesanan sebelum checkout. Dengan validasi stok, perhitungan otomatis, fleksibilitas dalam perubahan, dan kemudahan navigasi, sistem ini memastikan pengalaman belanja yang lancar dan efisien bagi konsumen.

Gambar 9 Activity Diagram Pemesanan

Activity Diagram Check Out

Proses pemesanan dalam sistem berbasis web dimulai dengan inisiasi oleh konsumen. Pada tahap awal, konsumen mengakses sistem dan memilih produk yang ingin dibeli dari katalog atau daftar produk yang tersedia. Katalog ini dirancang untuk memudahkan konsumen dalam menjelajahi berbagai pilihan produk yang ditawarkan oleh pabrik beras. Setelah memilih produk, konsumen diarahkan untuk

mengisi form pemesanan dengan data yang diperlukan, seperti jumlah barang yang dipesan, alamat pengiriman, dan informasi kontak.

Tahap berikutnya adalah proses pembayaran. Konsumen melakukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang ditentukan oleh sistem. Setelah pembayaran selesai, konsumen mengunggah atau mengirimkan bukti pembayaran melalui fitur yang telah disediakan.

Bukti pembayaran ini menjadi langkah penting untuk memulai proses verifikasi oleh admin. Pada tahap verifikasi, admin memeriksa keabsahan bukti pembayaran yang diterima. Jika pembayaran tidak valid, proses dihentikan, dan konsumen diberi notifikasi mengenai masalah tersebut. Sebaliknya, jika pembayaran valid, proses dilanjutkan ke tahap pemrosesan pesanan.

Setelah pembayaran tervalidasi, pesanan konsumen diproses oleh pihak terkait, seperti tim gudang atau bagian produksi. Produk kemudian dikemas dan disiapkan untuk pengiriman. Pesanan yang telah siap dikirimkan ke alamat konsumen menggunakan layanan pengiriman yang telah disepakati. Untuk memastikan transparansi, konsumen diberikan akses untuk melacak status pesanan mereka secara real-time hingga pesanan tiba di tujuan.

Tahap akhir dari proses ini adalah penerimaan pesanan oleh konsumen. Setelah pesanan diterima, proses dianggap selesai, dan sistem mencatat bahwa pesanan telah berhasil dipenuhi. Alur ini dirancang untuk memastikan efisiensi, akurasi, dan kepuasan konsumen, mulai dari tahap pemesanan hingga produk diterima oleh konsumen.

Gambar 10 Activity Diagram Check out

Activity Diagram Login

Alur proses yang melibatkan admin dalam sistem pemesanan berbasis web dimulai dengan langkah-langkah login. Admin mengakses halaman login melalui aplikasi atau browser yang telah disediakan. Pada halaman tersebut, admin diminta untuk memasukkan username atau email yang terdaftar di sistem beserta passwordnya pada form login. Setelah itu, admin mengklik tombol "Login" untuk memulai proses autentikasi. Jika kredensial yang dimasukkan benar, admin akan diarahkan ke halaman utama, yaitu dashboard admin. Di dashboard ini, admin memiliki akses ke

berbagai fitur manajemen sistem, seperti pengelolaan produk, pengguna, laporan transaksi, dan fitur lainnya. Namun, jika terjadi kesalahan, seperti username atau password yang salah, sistem akan menampilkan pesan error, misalnya "Username atau password salah" atau "Akun tidak ditemukan,"

sehingga admin harus mencoba login kembali dengan kredensial yang benar.

Dari sisi sistem, alur login dimulai dengan menampilkan halaman login yang berisi form input untuk username/email dan password. Setelah admin mengisi form tersebut dan mengklik tombol "Login," sistem akan memvalidasi kredensial yang dimasukkan dengan data yang tersimpan di database. Jika data valid, sistem akan membuat session admin, yang berfungsi untuk melacak aktivitas login selama sesi berlangsung. Setelah sesi berhasil dibuat, sistem mengarahkan admin ke dashboard, memberikan akses penuh ke fitur-fitur khusus admin. Namun, jika kredensial tidak valid, sistem akan menampilkan pesan error yang relevan untuk memberi tahu admin bahwa login gagal, dan admin diminta untuk mencoba kembali.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam sistem ini. Sistem memastikan bahwa hanya admin yang terdaftar yang dapat login, dengan memvalidasi data secara ketat. Setelah login berhasil, admin diberikan akses eksklusif ke fitur manajemen yang tidak dapat diakses oleh pengguna biasa, seperti pengelolaan produk dan laporan transaksi. Untuk melindungi data sensitif, password admin dienkripsi sebelum disimpan di database. Selain itu, protokol keamanan seperti HTTPS digunakan untuk mengamankan data selama proses login berlangsung. Sistem juga menggunakan session management untuk memastikan aktivitas login admin tetap aman. Jika session kadaluarsa atau admin logout, admin harus login kembali untuk melanjutkan akses ke sistem.

Proses login ini melibatkan beberapa poin keputusan penting. Jika kredensial admin valid, sistem akan membuat session dan mengarahkan admin ke dashboard. Sebaliknya, jika kredensial tidak valid, sistem akan menampilkan pesan error dan meminta admin untuk mencoba login

kembali. Dengan alur ini, sistem tidak hanya memastikan proses login yang efisien tetapi juga menempatkan lapisan keamanan tambahan untuk melindungi data dan akses sistem.

Gambar 11 Activity Diagram Login Admin

Activity Diagram Kelola Produk

Proses pengelolaan produk dalam sistem berbasis web dimulai ketika admin memilih menu *Kelola Produk* setelah masuk ke dalam sistem. Menu ini memungkinkan admin untuk mengelola data produk, termasuk menambah, mengedit, atau menghapus informasi produk seperti beras. Setelah masuk ke menu, admin dapat memilih tindakan yang diinginkan, seperti menambahkan produk baru, memperbarui data produk yang sudah ada, atau menghapus produk yang tidak lagi dijual.

Setelah menentukan aksi, admin akan diarahkan ke formulir sesuai tindakan yang dipilih. Untuk penambahan atau pembaruan produk, admin diminta mengisi atau mengedit data, termasuk nama produk, harga per satuan, jumlah stok tersedia, kategori produk (seperti beras premium, medium, atau biasa), serta informasi tambahan seperti deskripsi produk dan diskon jika ada. Sistem kemudian memvalidasi data yang dimasukkan, memastikan semua kolom wajib terisi, format data sesuai (misalnya, harga dan stok berupa angka), dan data yang diinput tidak duplikat jika menambah produk baru.

Jika data valid, sistem akan menyimpan perubahan ke dalam database dan langsung memperbarui informasi di daftar produk. Setelah data tersimpan, sistem menampilkan daftar produk yang telah diperbarui untuk memastikan data yang dimasukkan sesuai dengan input admin.

Admin juga mendapatkan notifikasi atau konfirmasi bahwa perubahan telah berhasil dilakukan. Jika terdapat kesalahan, admin dapat kembali ke langkah sebelumnya untuk memperbaiki data.

Proses ini memastikan data produk dikelola dengan baik, akurat, dan mudah diakses. Aktivitas selesai ketika admin mengonfirmasi perubahan atau menutup menu *Kelola Produk*. Dengan langkah-langkah yang terstruktur dan validasi sistem yang baik, pengelolaan produk dapat dilakukan dengan efisien dan minim kesalahan.

Gambar 12 Activity Diagram Kelola Produk

Activity Diagram Validasi Pembayaran

Proses validasi pembayaran dimulai dengan admin menerima bukti pembayaran dari konsumen. Admin kemudian memeriksa validitas pembayaran, memastikan bahwa informasi dalam bukti sesuai dengan ketentuan, seperti jumlah yang dibayarkan dan waktu transaksi. Setelah pemeriksaan selesai, admin mengirimkan hasil validasi kepada sistem, yang kemudian memproses hasil tersebut. Validasi ini menghasilkan dua kemungkinan keputusan: ditolak atau disetujui.

Jika pembayaran ditolak, sistem mencatat status pembayaran sebagai "ditolak." Admin kemudian meninjau alasan penolakan dan memasukkan alasan spesifik ke dalam sistem, misalnya karena

jumlah pembayaran tidak sesuai atau dokumen tidak valid. Setelah itu, sistem mengirimkan notifikasi kepada konsumen, menjelaskan alasan penolakan dan memberikan informasi tentang langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh konsumen.

Sebaliknya, jika pembayaran disetujui, sistem akan mengubah status pembayaran menjadi "berhasil." Admin dapat melakukan tinjauan ulang untuk memastikan semua informasi valid sebelum memberikan persetujuan akhir. Setelah itu, sistem mengirimkan notifikasi kepada konsumen, mengonfirmasi bahwa pembayaran telah berhasil diverifikasi. Proses ini memastikan transparansi dan akurasi dalam validasi pembayaran, baik bagi admin maupun konsumen.

Gambar 13 Activity Diagram Validasi Pembayaran

Activity Diagram Kelola Pemesanan

Proses kelola pemesanan oleh admin dimulai dengan mengakses halaman daftar pesanan. Sistem menampilkan semua pesanan yang masuk dalam bentuk tabel atau daftar lengkap dengan informasi seperti nama konsumen, jumlah pesanan, dan status saat ini. Admin kemudian memilih salah satu pesanan yang ingin diproses dengan mengklik atau memilih dari daftar tersebut. Setelah itu, admin dapat melihat detail pesanan, termasuk nama konsumen, jenis beras yang

dipesan, jumlah pesanan, alamat pengiriman, dan status pesanan saat ini.

Langkah selanjutnya adalah memperbarui status pesanan. Admin dapat mengubah status, misalnya dari

"Baru" menjadi "Diproses" atau "Selesai," untuk mencerminkan tahapan proses pesanan. Setelah status diperbarui, admin juga mengisi informasi pengiriman, seperti nama kurir, nomor resi, dan estimasi waktu pengiriman. Sistem memvalidasi data yang diinput oleh admin untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Jika data valid, sistem memperbarui database dengan status baru dan informasi pengiriman. Jika tidak valid, sistem memberikan notifikasi kepada admin untuk memperbaiki input data.

Setelah pembaruan berhasil, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada konsumen. Notifikasi ini dapat berupa email, SMS, atau pesan dalam aplikasi yang menginformasikan status terbaru dari pesanan konsumen.

Selain itu, sistem menghasilkan label pengiriman yang berisi informasi penting, seperti nama konsumen, alamat pengiriman, nomor pesanan, dan detail barang yang dikirim.

Label ini dapat diunduh dan dicetak oleh admin untuk keperluan logistik.

Poin keputusan utama dalam proses ini adalah validasi data saat memperbarui status pesanan. Jika data valid, proses berlanjut hingga pembaruan selesai. Jika tidak valid, admin diminta memperbaiki input. Tujuan utama dari sistem ini adalah mempermudah admin dalam mengelola pesanan secara efisien, memberikan pembaruan status real- time kepada konsumen, dan mempercepat proses logistik

dengan pembuatan label pengiriman otomatis. Sistem ini dirancang untuk memastikan akurasi dan transparansi dalam pengelolaan pesanan serta meningkatkan kepuasan konsumen.

Gambar 14 Activity Diagram Kelola Pemesana

Activity Diagram Login Owner

Activity diagram login pada sistem pemesanan beras menggambarkan alur proses autentikasi yang dilakukan oleh pemilik (Owner) untuk mengakses sistem. Proses dimulai ketika pemilik membuka halaman login pada sistem. Sistem kemudian menampilkan form login untuk diisi dengan kredensial berupa email dan password. Setelah pemilik memasukkan data yang dibutuhkan, ia menekan tombol login untuk memulai proses verifikasi.

Setelah tombol login ditekan, sistem memvalidasi data yang telah dimasukkan dengan mencocokkannya dengan informasi yang tersimpan dalam database. Jika data

yang dimasukkan tidak valid, sistem akan mengirimkan notifikasi kesalahan kepada pemilik, dan proses login dihentikan. Namun, jika data yang dimasukkan valid, sistem akan membuat session untuk pemilik. Session ini memungkinkan pemilik tetap terautentikasi selama periode tertentu, memastikan akses yang aman ke sistem.

Setelah session berhasil dibuat, sistem menampilkan dashboard utama kepada pemilik. Dashboard ini berisi berbagai informasi dan fitur yang dapat digunakan oleh pemilik untuk mengelola sistem pemesanan beras. Sebagai penanda bahwa proses login berhasil, sistem juga mengirimkan notifikasi keberhasilan kepada pemilik.

Aktivitas login selesai ketika pemilik berhasil masuk dan mengakses dashboard, seperti yang ditandai dengan simbol akhir pada diagram.

Secara keseluruhan, diagram ini menunjukkan alur kerja yang terstruktur antara pemilik dan sistem. Pemilik bertugas memasukkan data kredensial, sementara sistem bertanggung jawab untuk memvalidasi data, membuat session, dan memberikan akses ke dashboard. Alur ini memastikan keamanan sistem dengan membatasi akses hanya kepada pengguna yang memiliki kredensial yang valid.

Gambar 15 Activity Diagram Login Owner

Activity Diagram Lihat Laporan Penjualan

Activity diagram ini menggambarkan alur proses yang dilakukan oleh pemilik (Owner) untuk melihat laporan penjualan dalam sistem pemesanan beras. Proses ini dimulai dari pemilik yang memilih menu laporan di sistem, kemudian berlanjut hingga laporan penjualan yang diinginkan ditampilkan oleh sistem.

Proses dimulai dengan langkah awal di mana pemilik masuk ke sistem dan memilih Menu Laporan. Setelah itu, pemilik melanjutkan dengan memilih opsi Laporan

Penjualan. Langkah ini menandakan permintaan pemilik untuk mendapatkan informasi spesifik terkait data penjualan.

Pemilihan laporan ini menjadi titik awal interaksi pemilik dengan sistem untuk menghasilkan laporan yang dibutuhkan.

Selanjutnya, sistem mengambil alih proses dengan memulai dari langkah Ambil Data Penjualan. Pada tahap ini, sistem mengakses data penjualan dari basis data atau sumber informasi terkait. Data ini diambil berdasarkan parameter tertentu, seperti periode waktu atau kategori produk yang diminta oleh pemilik. Setelah data berhasil diambil, sistem melanjutkan ke tahap Proses Data Penjualan, di mana data tersebut diolah. Pemrosesan ini dapat mencakup penghitungan total penjualan, pengelompokan data berdasarkan kategori tertentu, atau persiapan data dalam format yang mudah dipahami.

Setelah data selesai diproses, sistem melanjutkan dengan langkah Tampil Laporan Penjualan, di mana laporan yang telah diolah ditampilkan kepada pemilik. Laporan ini dapat berupa tabel, grafik, atau dokumen (seperti PDF atau Excel), yang dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti. Proses ini berakhir ketika laporan telah ditampilkan, yang ditandai dengan simbol lingkaran hitam tebal pada diagram.

Secara keseluruhan, diagram ini menunjukkan bagaimana alur kerja antara pemilik dan sistem terintegrasi untuk menghasilkan laporan penjualan. Diagram ini membagi tugas menjadi dua bagian utama: pemilik bertanggung jawab untuk memberikan perintah melalui antarmuka, sedangkan sistem bertugas untuk mengambil, memproses, dan menampilkan data sesuai kebutuhan. Alur ini memastikan

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK kel 66 revisi (1) (Halaman 53-75)

Dokumen terkait