Disusun oleh:
Kelompok 66
Iqbal Rifky Muizz 20210810047 M. Lutfi Iskandar 20210810155 Shafta Arya
Wijaya
20210810131
Aldiansyah 20210810094
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI JENJANG S1 FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KUNINGAN 2024
PABRIK BERAS BERKAH
Laporan Kerja Praktek ini telah diseminarkan pada :
Hari, tanggal :
Tempat : FKOM Kampus II UNIKU
Menyetujui/mengesahkan :
Kuningan, Januari 2025 Ketua Program Studi,
Yati Nurhayati, M.Kom NIK. 410 380 912 90
Dosen Pembimbing,
Sherly Gina Supratman, M.Kom NIK. 410105685124
Menngetahui :
Dekan FKOM Universitas Kuningan
Tito Sugiharto, M.Eng NIK. 410 381 013 48
Laporan Kerja Praktek ini telah diseminarkan pada :
Hari, tanggal :
Tempat : FKOM Kampus II UNIKU
Menyetujui/mengesahkan :
Kuningan, Januari 2025 Penguji 1,
Fitra Nugraha, M.Kom NIK. 41038111389
Penguji II,
Iwan Lesmana, M.Kom NIK. 41038091288
i
syarat untuk memenuhi kegiatan mata kuliah Kerja Pratek dari program studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
Dengan selesainya laporan kerja praktek ini, maka penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar besarnya atas bantuan dan dukungan, baik materi maupun non - materi yang diberikan kepada penulis selama kerja praktek berlangsung secara khusus kepada:
1. Bapak Tito Sugiharto, S.Kom, M.Eng. selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
2. Bapak Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom. selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
3. Ibu Yati Nurhayati, M.Kom. selaku Kepala Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
4. Ibu Sherly Gina Supratman, M.Kom. selaku Pembimbing Kerja Praktek.
5. Orang tua yang telah memberikan do’a, arahan dan dukungan baik material maupun moral.
6. Serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kerja Praktek.
Penulis menyadari bahwa laporan Kerja Praktek ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun selalu penulis harapkan, demi penyusunan laporan yang lebih baik lagi kedepannya. Penulis berharap, semoga laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat untuk penulis sendiri, dan para pembaca.
Kuningan, Januari 2025 Kelom pok 66
ii
Iqbal Rifky Muizz NIM: 20210810047
M Luthfi Iskandar NIM: 20210810155
iii
DAFTAR ISI ...iv
DAFTAR GAMBAR ...vii
DAFTAR TABEL ...ix
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Rumusan Masalah ...2
1.3 Tujuan dan Manfaat ...2
1.3.1 Tujuan ...2
1.3.2 Manfaat ...2
1.4 Ruang Lingkup Pembahasan ...3
1.5 Metodologi Penelitian ...4
Metode Pengumpulan Data ...4
Metode Pengembangan Sistem ... 5
Metode Penyelesaian Masalah ... 7
1.6 Sistematika Penulisan ... 8
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ...9
2.1 Sejarah Perusahaan ... 10
2.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 10
2.2.1 Visi ... 11
2.2.2 Misi ... 11
2.3 Struktur Organisasi ... 11
2.4 Hak dan Wewenang ... 11
2.5 Lokasi Perusahaan ... 13
BAB III LANDASAN TEORI ... 13
3.1 Definisi ... 14
iv
3.2 Perancangan Sistem ...16
3.2.1 UML ...17
3.2.2 Use Case Diagram ...17
3.2.3 Activity Diagram ...22
3.2.4 Sequence Diagram ...23
3.2.5 Class Diagram ...24
3.3 Implementasi Sistem ...26
3.3.1 PHP ...26
3.3.2 API ...27
3.3.3 HTML ...27
3.3.4 JavaScript ...28
3.3.5 MySQL ...29
3.3.6 Bootstrap ...29
3.3.7 CSS ...30
3.3.8 Laravel ...30
3.4 Metode Pengujian ...31
3.4.1 Black Box ... 31
3.4.2 White Box ... 31
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN/PELAKSANAAN …………... 24
4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan ... 24
4.1.1 Analisa SWOT/Sejenis ... 24
4.1.2 Sistem yang sedang Berjalan ... 26
4.1.3 Perangkat Keras dan Perangkat Lunak yang digunakan ………... 26
4.2 Fungsi dan Kegunaan Sistem ... 26
4.2.1 Kegunaan Sistem Informasi ... 27
4.2.2 Cara Kerja Sistem ... 27
v
4.4.3 Sequence Diagram ... 48
4.4.4 Class Diagram ... 53
4.4.5 Antarmuka Interface ... 53
BAB V PEMBAHASAN PROGRAM ... 70
5.1 Implementasi Sistem ... 70
5.1.1 Pengguna ... 70
5.1.2 Admin ... 77
5.1.3 Owner ... 86
5.2 Pengujian Black Box ... 87
5.3 Pengujian White Box ... 91
a. Pengujian White Box Login ... 91
b. Pengujian White Box Detail Produk ... 92
c. Pengujian White Box Register ... 95
d. Pengujian White Box Daftar Pemesanan Member ... 96
e. Pengujian White Box Ubah Password Member ... 98
f. Pengujian White Box Edit Profile Member ... 100
g. Pengujian White Box Admin Dashboard ... 102
h. Pengujian White Box Produk Admin Dashboard ... 104
i. Pengujian White Box Daftar Pemesanan Admin Dashboard ………. 109
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 113
6.1 Kesimpulan ... 113
6.2 Saran ... 113
Lampiran ... 115
vi
Gambar 6 Usecase Diagram...39
Gambar 7 Activity Diagram Registrasi...44
Gambar 8 Activity Diagram Login...46
Gambar 9 Activity Diagram Katalog Produk...48
Gambar 10 Activity Diagram Pemesanan...50
Gambar 11 Activity Diagram Check out...52
Gambar 12 Activity Diagram Login Admin...54
Gambar 13 Activity Diagram Kelola Produk...56
Gambar 14 Activity Diagram Validasi Pembayaran...58
Gambar 15 Activity Diagram Kelola Pemesana...60
Gambar 16 Activity Diagram Login Owner...62
Gambar 17 Activity Diagram Data Penjualan...64
Gambar 18 Sequence diagram konsumen...65
Gambar 19 Sequence Diagram Admin...66
Gambar 20 Sequence Diagram Owner...67
Gambar 21 Class Diagram...69
Gambar 22 Halaman depan carousel...70
Gambar 23 Halaman depan tentang kami...70
Gambar 24 Halaman depan Produk...71
Gambar 25 Halaman tentang kami...71
Gambar 26 Halaman tentang kami visi misi...72
Gambar 27 Halaman produk... 72
Gambar 28 Halaman detail produk...73
Gambar 29 Halaman FAQ... 74
Gambar 30 Halaman Login...74
Gambar 31 Halaman Register... 75
Gambar 32 Halaman Dashboard member...76
Gambar 33 halaman edit profile member...76
Gambar 34 Halaman Data pemesanan...77
Gambar 35 Edit password member...77
Gambar 36 Dashboard admin...78
Gambar 37 Tentang kami admin...79
Gambar 38 Edit tentang kami admin...80
Gambar 39 Data member...80
Gambar 40 Edit data member...81
Gambar 41 Data Produk...81
vii
Gambar 47 Tambah FAQ...84
Gambar 48 Edit FAQ...85
Gambar 49 Data slide carousel...85
Gambar 50 Tambah data slide carousel...86
Gambar 51 Edit Data slide... 86
Gambar 52 Dashboard owner...87
Gambar 53 Pabrik Beras Barokah...123
Gambar 54 Pabrik Beras Barokah...123
Gambar 55 Penyimpanan Beras Sementara...123
Gambar 56 Pabrik Beras Barokah...123
viii
Tabel1 5 Class Diagram...26 Tabel1 6 Perangkat yang di gunakan...35 Tabel1 7 Jaringan yang digunakan...35
ix
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi saat ini sangatlah cepat, hal ini diikuti dengan perkembangan di segala sektor. Adanya perkembangan teknologi berdampak pada penyebaran informasi yang sangat cepat dan mudah. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, diperlukan pengolahan yang sistematis dengan cara membentuk suatu sistem informasi. Sistem persediaan barang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, karena dengan sistem tersebut perusahaan dapat mendukung operasional usaha secara optimal. Dalam penerapan sistem informasi perlu ditunjang dengan teknologi informasi yaitu pemanfaatan komputer beserta aplikasi-aplikasinya untuk mempercepat pendistribusian data dan informasi. Sistem informasi menggunakan database sangat mendukung terhadap penyimpanan informasi secara cepat, tepat, seragam, dan mudah disesuaikan(Rohman & Bhakti, 2023).
jPabrik Beras Berkah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pangan, khususnya penggilingan padi, dan menjual kebutuhan pokok berupa beras.
Berlokasi di Pangandaran, pabrik ini memiliki banyak konsumen, tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari daerah lain seperti Jawa tengah. Dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton per hari dan melayani lebih dari 50 pelanggan tetap, Pabrik Beras Berkah membutuhkan sistem pemesanan yang efisien. Saat ini, proses pemesanan masih dilakukan secara manual melalui telepon atau catatan tertulis, yang sering menimbulkan berbagai kendala seperti ketidakakuratan dalam pencatatan pesanan, kesalahan jumlah atau jenis beras yang dipesan, serta lambatnya konfirmasi pesanan kepada pelanggan. Hal ini dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional pabrik.
Berdasarkan data operasional 6 bulan terakhir, ketidakefisienan sistem pemesanan manual telah mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.
Tercatat beberapa kali terjadi kesalahan dalam pencatatan pesanan, seperti jumlah
pesanan yang tidak sesuai atau pesanan yang terlewat, sehingga mengakibatkan keterlambatan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Selain itu, proses konfirmasi pesanan yang lambat sering menimbulkan ketidakpastian bagi pelanggan, yang berdampak pada menurunnya kepuasan mereka. Kondisi ini berpotensi mengancam posisi kompetitif Pabrik Beras Berkah di pasar.
Dari uraian diatas, maka penulis mengangkat masalah tersebut menjadi Laporan Kerja Praktek dengan judul " RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PEMESANAN BERAS BERBASIS WEB DI PABRIK BERAS BERKAH".
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, masalah yang ditemukan adalah
a. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem informasi pemesanan yang dapat meningkatkan akurasi pencatatan pesanan di Pabrik Beras Berkah?
b. Bagaimana solusi berbasis teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan melalui pengelolaan pemesanan yang lebih baik di Pabrik Beras Berkah?
1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan
Merancang dan membangun aplikasi sistem informasi pemesanan berbasis teknologi di Pabrik Beras Berkah untuk menggantikan proses manual dalam pencatatan pesanan, meningkatkan akurasi data pesanan, dan mempercepat proses konfirmasi kepada pelanggan.
Mengembangkan sistem informasi pemesanan yang terintegrasi dengan operasional pabrik untuk meningkatkan efisiensi proses pemesanan, mempercepat pemenuhan pesanan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta daya saing Pabrik Beras Berkah di pasar.
1.3.2 Manfaat
Bagi Pabrik Beras Berkah
● Memudahkan pelacakan status pemesanan secara real-time sehingga pesanan dapat diproses dengan lebih cepat dan akurat.
● Meminimalisir kesalahan dalam pencatatan manual pesanan dan meningkatkan efisiensi operasional dalam pemrosesan pesanan pelanggan.
Bagi Pelanggan
● Dengan adanya implementasi sistem informasi manajemen pemesanan yang lebih baik, pelanggan dapat merasakan proses pemesanan yang lebih cepat dan akurat, sehingga meningkatkan kepuasan dan pengalaman mereka dalam bertransaksi.
Bagi Penulis
● Memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur terkait implementasi sistem informasi pemesanan dalam industri penggilingan beras, serta bagaimana sistem ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan pesanan dan kepuasan pelanggan.
1.4 Ruang Lingkup Pembahasan
Laporan ini berfokus pada penerapan sistem informasi pemesanan di pabrik beras Berkah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Pembahasan akan mencakup proses implementasi sistem pemesanan berbasis teknologi, termasuk penggantian sistem manual yang digunakan sebelumnya.
Agar penelitian lebih terarah, penelitian ini dibatasi pada:
Perancangan sistem difokuskan untuk dua kategori pengguna utama yaitu admin, konsumen dan owner sebgai pengguna akhir.
Fokus utama proyek adalah merancang dan membangun sistem pemesanan yang menekankan pada kemudahan penggunaan dan efisiensi operasional.
Aksesibilitas sistem dirancang untuk dapat digunakan secara optimal oleh kedua kategori pengguna - kasir/admin serta pelanggan.
Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel untuk mendukung pengembangan backend yang terstruktur dan efisien, serta Bootstrap untuk mempermudah pembuatan antarmuka pengguna yang responsif dan modern.
Dalam rancang bangun sistemnya, diimplementasikan teknologi web yang terdiri dari HTML, CSS, JavaScript, dan PHP sebagai bahasa pemrograman.
Pengelolaan dan penyimpanan data sistem menggunakan database MySQL sebagai sistem manajemen basis data.
1.5 Metodologi Penelitian
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi:
a. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pihak Pabrik Beras Berkah untuk menggali informasi mengenai proses operasional yang berlangsung, tantangan yang dihadapi, serta harapan mereka terhadap implementasi sistem pemesanan berbasis teknologi. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan sejumlah pelanggan untuk memperoleh masukan terkait pengalaman mereka dalam melakukan pemesanan produk dan layanan yang disediakan oleh Pabrik Beras Berkah.
b. Observasi
Kegiatan observasi dilakukan secara sistematis di Pabrik Beras Berkah dengan memantau alur kerja pemesanan dan pendistribusian produk beras. Pengamatan ini dilaksanakan untuk memetakan berbagai permasalahan operasional yang timbul, mengingat pabrik tersebut masih menerapkan sistem pencatatan pemesanan berbasis manual dalam kegiatan sehari-hari.
c. Studi Literatur
Pengkajian mendalam telah dilaksanakan dengan menelaah beragam sumber pustaka, mencakup literatur ilmiah seperti publikasi jurnal, bahan
bacaan tekstual, serta hasil riset terdahulu. Fokus pengkajian diarahkan pada topik sistem pemesanan berbasis sistem modern, khususnya yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Aspek yang dikaji meliputi dampaknya terhadap optimalisasi kegiatan operasional serta tingkat kepuasan konsumen. Kajian literatur ini bertujuan untuk memperoleh wawasan komprehensif mengenai prinsip-prinsip manajemen pemesanan dan mengidentifikasi solusi yang tepat bagi permasalahan yang sedang dihadapi Pabrik Beras Berkah dalam pengelolaan sistem pemesanannya.
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall. Metode ini dipilih karena prosesnya yang terstruktur dan berurutan, sehingga memudahkan dalam mengembangkan sistem CRM yang sesuai dengan kebutuhan Toko Parfumku. Berikut adalah tahapan- tahapan dalam metode Waterfall:
Gambar 1 Tahapan Metode Waterfall (Wahid, 2020)
a. Requirement (Analisis Kebutuhan): Pada tahap ini, pengembang sistem akan berkomunikasi intensif dengan pihak terkait di Pabrik Beras Berkah untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka terhadap
sistem informasi pemesanan. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara dengan manajer operasional, diskusi dengan staf bagian pemesanan, dan survei kepada pelanggan mengenai pengalaman mereka dalam melakukan pemesanan produk. Data yang terkumpul akan mencakup kebutuhan fungsional, kendala sistem manual saat ini, batasan anggaran dan infrastruktur, serta kriteria keberhasilan.
Informasi ini akan dianalisis untuk merumuskan spesifikasi sistem yang jelas sebagai dasar pengembangan sistem pemesanan yang diinginkan.
b. Design (Perancangan Sistem dan Antarmuka): Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tahap perancangan akan dimulai dengan merancang arsitektur sistem, mencakup alokasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan. Pengembangan perangkat lunak akan fokus pada modul seperti pencatatan pemesanan otomatis, pelaporan status pemesanan secara real-time, dan notifikasi status pemesanan. Desain antarmuka akan disesuaikan agar mudah digunakan oleh staf dan manajer operasional. Selain itu, pengembang akan memastikan integrasi yang efisien antara database, aplikasi, dan antarmuka pengguna untuk mendukung kelancaran proses pemesanan.
c. Implementation (Implementasi dan Pengujian Unit): Setelah sistem berhasil diverifikasi dan diimplementasikan, tahap pemeliharaan dimulai dengan pemantauan kinerja sistem pemesanan secara berkala.
Pada tahap ini, tim pengembang akan terus memantau sistem untuk memastikan bahwa semua fungsionalitas berjalan dengan lancar dalam kondisi operasional sehari-hari. Jika ditemukan masalah atau kekurangan, perubahan atau perbaikan akan dilakukan untuk memastikan sistem tetap sesuai dengan kebutuhan Pabrik Beras Berkah.
Pemeliharaan ini juga meliputi pembaruan dan peningkatan sistem, baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak, guna memastikan bahwa sistem tetap efisien dan dapat mengakomodasi perkembangan kebutuhan di masa mendatang.
d. Verification (Pengujian Sistem): Setelah pengujian unit selesai, tahap verifikasi dimulai dengan implementasi penuh sistem pemesanan di Pabrik Beras Berkah. Pada tahap ini, pengguna sistem, termasuk manajer operasional dan staf bagian pemesanan, akan dilatih untuk menggunakan sistem yang baru. Pengujian sistem dilakukan untuk memastikan bahwa semua fungsi, seperti pencatatan pemesanan otomatis, pelaporan status pemesanan secara real-time, dan notifikasi pemesanan, berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Selain itu, sistem diuji secara menyeluruh untuk memastikan integrasi yang efektif antara database, aplikasi, dan antarmuka pengguna. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem dapat digunakan secara optimal dalam kondisi operasional sehari-hari di Pabrik Beras Berkah.
e. Maintenance (Pemeliharaan): Setelah pengujian unit selesai, tahap verifikasi dimulai dengan implementasi penuh sistem pemesanan di Pabrik Beras Berkah. Pada tahap ini, pengguna sistem, termasuk manajer operasional dan staf bagian pemesanan, akan dilatih untuk menggunakan sistem yang baru. Pengujian sistem dilakukan untuk memastikan bahwa semua fungsi, seperti pencatatan pesanan otomatis, pelaporan status pesanan secara real-time, dan notifikasi pesanan, berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Selain itu, sistem diuji secara menyeluruh untuk memastikan integrasi yang efektif antara database, aplikasi, dan antarmuka pengguna. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem dapat digunakan secara optimal dalam proses pemesanan sehari-hari di Pabrik Beras Berkah.
Metode Penyelesaian Masalah
Sistem pemesanan berbasis web ini dirancang untuk mengatasi kendala proses pemesanan manual di Pabrik Beras Berkah. Sistem ini akan membantu dalam pengelolaan data pesanan, mempercepat proses konfirmasi, dan mempermudah distribusi pesanan secara efisien.
Pelanggan dapat memesan beras secara online, sementara pihak pabrik
dapat memantau pesanan secara real-time, mengelola pesanan masuk, dan memastikan proses distribusi berjalan lancar ke berbagai aktor, termasuk pasar, pabrik lain, dan konsumen langsung.
Langkah utama dalam pengembangan meliputi analisis kebutuhan pengguna, desain antarmuka yang intuitif, pengembangan fitur pencatatan dan pelacakan pesanan, serta pengujian dan implementasi sistem. Sistem juga akan dilengkapi dengan notifikasi status pesanan, laporan transaksi, dan pencatatan distribusi pesanan yang akurat.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan Pabrik Beras Berkah mampu meningkatkan efisiensi proses pemesanan, meminimalkan kesalahan pencatatan pesanan, dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan. .
1.6 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat, Ruang Lingkup Pembahasan, Metodologi Penelitian serta Sistematika Penulisan.
BAB II : GAMBARAN UMUM TOKO
Pada bab ini berisi tentang Sejarah Toko, Struktur Organisasi, Hak dan Wewenang serta Lokasi Toko
BAB III : LANDASAN TEORI
Pada bab ini menyajikan teori-teori yang relevan dengan topik laporan.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi Analisis Sistem Berjalan, Fungsi dan Kegunaan Sistem, Analisis Kebutuhan Sistem yang Diusulkan, Perancangan Sistem yang Diusulkan, serta Perancangan antarmuka.
BAB V : PEMBAHASAN PROGRAM
Pada bab ini menjelaskan detail program Sistem Pemesanan Pabrik Berkah meliputi Implementasi dan Pengujian Sistem BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dari laporan seperti dampak implementasi rancang bangun aplikasi berbasis web pemesanan terhadap efisiensi proses pemesanan dan kepuasan pelanggan di Pabrik Beras Berkah. Terdapat juga saran untuk perbaikan lebih lanjut atau pengembangan fitur pada aplikasi berbasis web di masa depan.
Pabrik Beras Barokah didirikan pada tahun 2017 di Desa Cikembulan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Pendirian pabrik ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyediakan beras berkualitas bagi masyarakat sekaligus memberdayakan petani lokal di wilayah sekitar. Dengan memanfaatkan hasil panen petani setempat, Pabrik Beras Barokah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa serta memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas.
Pada tahun 2018, Pabrik Beras Barokah meraih pencapaian penting dengan menjadi mitra penyedia beras untuk Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG). Kerja sama ini membuka peluang bagi pabrik untuk memperluas distribusinya hingga ke berbagai wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Namun, pada tahun 2020, kerja sama dengan BULOG berakhir karena adanya perubahan kebijakan dan strategi operasional.
Setelah kerja sama tersebut berakhir, Pabrik Beras Barokah tetap melanjutkan usahanya dengan fokus pada peningkatan kualitas dan pelayanan.
Berlokasi strategis di Desa Cikembulan, pabrik ini melayani kebutuhan beras masyarakat lokal sekaligus mendistribusikan produknya ke pasar tradisional dan modern di sekitar Pangandaran.
Hingga kini, Pabrik Beras Barokah terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memperkuat kemitraan dengan petani lokal. Dengan semangat untuk memberikan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, pabrik ini bercita-cita menjadi salah satu pabrik beras terkemuka di Kabupaten Pangandaran dan di tingkat nasional. Dedikasi terhadap kualitas, kepercayaan, dan keberlanjutan membuat Pabrik Beras Barokah optimis menghadapi tantangan industri pangan di masa depan.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan 5.1.1 Visi
Menjadi pabrik beras unggulan yang terpercaya dalam menyediakan beras berkualitas tinggi, mendukung ketahanan pangan, dan memberdayakan petani lokal untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
5.1.2 Misi
a. Memproduksi beras dengan standar kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan harga yang terjangkau.
b. Membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pembelian hasil panen yang adil dan berkelanjutan.
c. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan memastikan ketersediaan produk, pengiriman tepat waktu, dan layanan pelanggan yang responsif.
d. Mengembangkan jaringan distribusi yang luas untuk memastikan ketersediaan produk di seluruh wilayah Pangandaran.
2.3 Struktur Organisasi
Gambar 2 Struktur Organisasi
2.4 Hak dan Wewenang
a. CEO (Chief Executive Officer)
Merumuskan dan menetapkan arah serta tujuan strategis pabrik beras Berkah.
Mengelola keseluruhan operasional bisnis pabrik beras agar selaras dengan visi dan misi perusahaan.
Memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir terkait kebijakan bisnis, termasuk strategi produksi dan distribusi beras.
Berhak untuk mengatur dan mengarahkan tim manajemen dalam pencapaian target perusahaan, seperti peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
Berwenang untuk mewakili perusahaan dalam berhubungan dengan pihak eksternal, seperti mitra distribusi, koperasi, dan pemerintah daerah.
b. CFO (Chief Financial Officer)
Mengelola dan mengawasi aliran keuangan perusahaan, termasuk penerimaan dari penjualan beras dan pengeluaran operasional pabrik.
Memiliki wewenang untuk menganalisis dan menyusun laporan keuangan bulanan serta memberikan rekomendasi strategi keuangan, seperti efisiensi biaya produksi dan distribusi.
Berhak untuk membuat keputusan terkait alokasi anggaran, termasuk pembelian bahan baku (gabah), pemeliharaan mesin, dan pengelolaan aktiva perusahaan.
Memiliki wewenang untuk memastikan stabilitas keuangan perusahaan dan mengkoordinasikan pengendalian dana serta anggaran untuk pengembangan fasilitas pabrik.
Berwenang dalam menyusun strategi investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pengembangan sistem distribusi beras.
c. CMO (Chief Marketing Officer)
Merumuskan dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan beras pabrik Berkah.
Berwenang untuk mengatur dan mengelola kampanye pemasaran, termasuk promosi produk beras di pasar tradisional, supermarket, dan media sosial.
Berhak untuk membuat konten pemasaran yang menarik, seperti iklan tentang kualitas beras dan metode produksi higienis.
Memiliki wewenang untuk mengembangkan strategi media sosial dan menjalin kerjasama dengan distributor, retailer, atau agen pemasaran lainnya.
Berhak untuk mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan promosi dengan tim internal maupun mitra eksternal guna memperluas jangkauan pasar.
2.5 Lokasi Perusahaan
Gambar 3 Foto Pabrik Tampak depan
Lokasi Pabrik Beras Berkah di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran Jawa Barat Kode Pos 46365
Lokasi Maps: https://maps.app.goo.gl/i2id9w6ADgiKNhct9
menunjang penelitian, diantaranya :
3.1.1 Rancang Bangun
Perancangan adalah proses mendefinisikan sesuatu yang akan dikerjakan dengan menggunakan berbagai teknik. Proses ini mencakup deskripsi mengenai arsitektur, detail komponen, serta keterbatasan yang mungkin dihadapi selama pengerjaan. Menurut Pressman (2009), perancangan atau rancang merupakan serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisis sistem ke dalam bahasa pemrograman, dengan tujuan mendeskripsikan secara detail bagaimana komponen- komponen sistem akan diimplementasikan. Sementara itu, pembangunan atau bangun sistem, menurut Pressman (2009), adalah kegiatan menciptakan sistem baru atau mengganti serta memperbaiki sistem yang sudah ada secara menyeluruh.
Dari pemahaman tersebut, rancang bangun dapat disimpulkan sebagai serangkaian kegiatan yang mencakup penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan elemen-elemen terpisah menjadi satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Proses ini melibatkan penerjemahan hasil analisis ke dalam bentuk perangkat lunak, yang diikuti dengan pembuatan sistem baru atau perbaikan terhadap sistem yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan yang telah dirumuskan (Gunawan et al., 2021).
3.1.2 Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah sistem dalam sebuah organisasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung fungsi operasional yang bersifat manajerial, serta mendukung aktivitas strategis organisasi. Sistem ini juga menyediakan informasi yang diperlukan oleh pihak tertentu di luar organisasi untuk pengambilan keputusan. Dalam sebuah organisasi, Sistem Informasi berperan sebagai alat yang memberikan informasi kepada semua tingkatan kapan saja diperlukan. Sistem ini berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah, mengubah, dan menyampaikan informasi dengan memanfaatkan teknologi atau perangkat sistem lainnya.
3.1.3 Pemesanan
Pemesanan adalah aktivitas yang dilakukan konsumen sebelum melakukan pembelian. Untuk mencapai kepuasan pelanggan, perusahaan perlu memiliki sistem pemesanan yang efektif. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemesanan didefinisikan sebagai "proses, tindakan, atau cara memesan (tempat, barang, dan sebagainya) kepada pihak lain"(Mulyono, 2020).
Pemesanan merupakan elemen penting dalam proses bisnis yang berperan dalam menjembatani kebutuhan pelanggan dengan penyedia barang atau jasa. Sistem pemesanan yang dirancang dengan baik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan. Oleh karena itu, pengembangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sangat penting untuk mendukung keberhasilan bisnis.
Pemesanan online merupakan inovasi dalam dunia perdagangan yang memberikan kemudahan, efisiensi, dan fleksibilitas bagi pelanggan dan penjual. Namun, untuk mencapai efektivitas maksimal, sistem pemesanan online harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna, keamanan data, dan stabilitas teknologi yang digunakan.
3.2 Perancangan Sistem
Website merupakan kumpulan halaman dalam suatu domain yang berisi berbagai informasi yang dapat diakses dan dilihat oleh pengguna internet melalui mesin pencari. Informasi yang terdapat pada sebuah website umumnya mencakup konten berupa gambar, ilustrasi, video, dan teks, yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan (Wirawan et al., 2021).
Hastanti, dkk. (2015:3) mengemukakan bahwa website atau situs web adalah media untuk mengakses informasi dari dunia internet, di mana pengguna dapat mengunjungi sebuah alamat yang disebut URL (Uniform Resource Locator) dan menemukan berbagai informasi berupa teks, gambar, animasi, atau suara, yang dapat diakses melalui web browser di komputer.
Website pertama kali dibuat dengan tujuan untuk mempermudah pertukaran dan pembaruan informasi antar peneliti di tempat mereka bekerja. Website ini dipublikasikan ke publik setelah pengumuman dari CERN pada 30 April 1993, yang menyatakan bahwa website dapat digunakan secara gratis oleh semua orang. Website dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Website Statis (Static Website)
Website statis tidak memungkinkan interaksi dari pengunjung selain untuk melihat informasi yang disajikan. Pembaruan konten pada website ini dilakukan secara manual, yaitu dengan membuka halaman dan mengetikkan informasi baru di dalamnya.
2.Website Dinamis (Dynamic Website)
Website dinamis memungkinkan interaksi dari pengunjung, seperti mengisi buku tamu, menjadi anggota, memberikan komentar, dan sebagainya. Pembaruan konten pada website ini dilakukan secara real-time atau online karena didukung oleh database, yang memungkinkan pembaruan dilakukan otomatis tanpa perlu mengubah script halaman secara manual.(Php, 2022)
3.2.1 UML
UML adalah salah satu alat atau model yang digunakan untuk merancang pengembangan perangkat lunak berbasis object-oriented. UML menyediakan standar untuk membuat blueprint sistem, mencakup proses bisnis, penulisan kelas-kelas dalam bahasa pemrograman tertentu, desain skema database, serta komponen-komponen yang dibutuhkan dalam sistem perangkat lunak (Customer-to-customer, 2019).
3.2.2 Flowcart
Flowchart Program merupakan pengembangan dari Flowchart Sistem yang memberikan penjelasan lebih detail mengenai setiap langkah dalam program atau prosedur yang dijalankan. Diagram ini menggambarkan urutan langkah-langkah secara sistematis sesuai dengan proses yang berlangsung. Programmer menggunakan Flowchart Program untuk memvisualisasikan alur instruksi dalam suatu program komputer agar lebih mudah dipahami dan diimplementasikan (Ridlo, 2017).
Tabel1 1 Flowchart
3.2.3 Use Case Diagram
Use case diagram adalah model yang digunakan untuk menggambarkan perilaku (behavior) sistem informasi yang akan dikembangkan. Use case menjelaskan interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang dirancang. Secara umum, use case membantu mengidentifikasi fungsi-fungsi yang tersedia dalam sistem serta pihak-pihak yang memiliki hak akses untuk menggunakan fungsi tersebut (Mare et al., 2022) .
No Simbol Nama Keterangan
1. Aktor Menggambarkan
tokoh atau seseorang yang berinteraksi dengan sistem. Dan dapat menerima dan memberi informasi pada sistem.
2. Use case Menjelaskan fungsi
dari kegunaan sistem yang di rancang.
3. Association Menghubungkan
antara use case
dengan aktor
tertentu.
4. Generalisas
i
Menunjukkan
spesialiasi aktor
untuk dapat
berpartisipasi dengan use case.
5. Include Menunjukkan bahwa
use case satu merupakan bagian dari use case lainnya.
6. Extend Menunjukkan arah
panah secara putus- putus dari
No Simbol Nama Keterangan
use case ke base use case.
Tabel1 2 Use case diagram 3.2.4 Activiy Diagram
Activity Diagram adalah diagram yang menggambarkan alur aktivitas atau proses kerja dalam sebuah sistem yang dirancang untuk dijalankan. Diagram ini digunakan untuk mendefinisikan dan mengelompokkan alur atau langkah-langkah yang akan ditampilkan oleh sistem. Activity Diagram terdiri dari berbagai komponen dengan bentuk khusus yang dihubungkan oleh panah. Panah ini menunjukkan urutan aktivitas yang terjadi, mulai dari langkah awal hingga proses selesai (Mare et al., 2022).
No Simbol Nama Keterangan
1. Initial
Titik awal untuk
memulai suatu
aktivitas.
2. Final Titik akhir untuk
mengakhiri aktivitas.
3. Activity Menandakan sebuah
aktivitas
4. Decision Pilihan untuk
mengambil keputusan
5. Fork
atau Join
Digunakan untuk menunjukkan
kegiatan yang
dilakukan secara
No Simbol Nama Keterangan
paralel atau untuk menggabungkan dua kegiatan paralel menjadi satu.
6. Flow
Final
Untuk mengakhiri suatu aliran.
7 Swinlan
e
Untuk mengelompokkan activity berdasarkan
aktor.
Tabel1 3 Activity Daigram
3.2.5 Sequence Diagram
Sequence Diagram adalah salah satu jenis diagram dalam Unified Modeling Language (UML) yang digunakan untuk memodelkan interaksi antar objek dalam suatu sistem berdasarkan waktu. Diagram ini menggambarkan bagaimana pesan atau komunikasi terjadi antar objek untuk menyelesaikan suatu proses atau aktivitas tertentu.
Sequence diagram berfokus pada perilaku di dalam sistem, menunjukkan bagaimana objek saling berinteraksi. Diagram ini menampilkan objek dan pesan yang saling dikirimkan antar objek. Sequence diagram umumnya digunakan untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam suatu use case. Biasanya, satu use case hanya membutuhkan satu sequence diagram. Namun, jika sebuah use case memiliki beberapa skenario, skenario-skenario tersebut dapat diwakili sebagai fragmen dalam sequence diagram (Raharjana & Justitia, n.d.).
No Simbol Nama Keterangan
1. Aktor Orang yang berinteraksi dengan sistem.
2. Boundar
y
Menggambarkan
hubungan kegiatan yang akan dilakukan.
3. Control Menggambarkan
penghubung antara boundary dengan tabel.
4. Entity Menggambarkan
hubungan kegiatan yang akan dilakukan.
5. Message Mengindikasikan
komunikasi antar objek.
6. Life Line Mengindikasikan
keberadaan sebuah objek dalam basis waktu.
Tabel1 4 Sequence Diagram 3.2.6 Class Diagram
Class diagram merepresentasikan kumpulan kelas-kelas objek.
Diagram ini digunakan untuk menjelaskan berbagai kelas yang ada dalam aplikasi yang dirancang. Sebagai contoh, pada gambar Class diagram, terdapat beberapa kelas, seperti splash screen, menu utama, pilihan menu pahlawan, pilihan latihan, tentang, dan keluar (Perwitasari et al., 2024).
No Simbol Nama Keterangan
1. Class Menggambarkan
sebuah kelas pada sistem yang terbagi
menjadi 3
bagian. Bagian atas adalah nama kelas. Bagian tengah adalah atribut kelas.
Bagian bawah adalah methode dari kelas.
2. Association Hubungan statis
antar kelas.
Menggambarkan
kelas yang
memiliki atribut berupa kelas lain atau kelas yang harus
mengetahui eksistensi kelas lain.
3. Agregation Hubungan yang
menyatakan bahwa suatu kelas menjadi
No Simbol Nama Keterangan atribut bagi kelas lain.
4. Composition Bentuk khusus
dari agregation dimana kelas yang menjadi bagian
diciptakan setelah kelas whole dibuat.
5. Generalizatio
n
Relasi antar kelas dengan makna
generalisasi- spesialisasi (umum-khusus).
6. Directed
Association
Asosiasi dengan makna kelas
yang satu
digunakan oleh kelas yang lain.
Tabel1 5 Class Diagram 3.3 Implementasi Sistem
3.3 PHP
Menurut Sibero (2011), PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter, di mana baris kode sumber diterjemahkan langsung menjadi kode mesin yang dapat dipahami komputer saat kode tersebut dijalankan.
PHP juga dikenal sebagai Server Side Programming karena semua prosesnya dilakukan di sisi server. Selain itu, PHP adalah bahasa pemrograman bersifat open source, yang memungkinkan pengguna untuk mengembangkan kode-kode fungsi sesuai dengan kebutuhan mereka (Erdani et al., n.d.).
PHP, atau Hypertext Preprocessor, adalah bahasa pemrograman server-side yang berfungsi untuk menghubungkan website dengan database serta menghasilkan konten dinamis. Sebagai bahasa scripting, PHP terintegrasi dengan HTML dan dieksekusi sepenuhnya di sisi server, sehingga semua sintaks yang ditulis diproses langsung pada server (Sinlae et al., 2024).
3.4 API
API (Application Programming Interface) adalah sebuah penghubung yang memungkinkan program untuk berkomunikasi dengan aplikasi atau layanan lainnya. Dengan memanfaatkan API, developer dapat menggunakan fungsi yang telah ada tanpa perlu membangunnya dari nol.
Dalam lingkup web, API bekerja melalui protokol HTTP dan menghasilkan respons dalam format XML atau JSON.
API memiliki dua tujuan utama: memfasilitasi pertukaran data antar aplikasi yang berbeda dan mempercepat proses pengembangan dengan menyediakan fungsi-fungsi yang dapat digunakan ulang. Di level sistem operasi, API berperan penting dalam memungkinkan aplikasi untuk berkomunikasi dengan lapisan dasar sistem dan aplikasi lainnya melalui protokol dan spesifikasi tertentu.
Salah satu contoh implementasinya adalah POSIX (Portable Operating System Interface), yang memungkinkan aplikasi yang dikompilasi untuk satu sistem operasi dapat berjalan di sistem lain yang kompatibel. Software library juga berkontribusi penting dalam menciptakan kompatibilitas antar sistem yang berbeda (Kurniawan & Rozi, 2020).
3.5 HTML
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa yang memanfaatkan tag atau tanda tertentu untuk menyusun kode yang dapat dipahami oleh browser, sehingga halaman web dapat ditampilkan dengan benar. Secara umum, HTML bukanlah bahasa pemrograman, melainkan bahasa penandaan (markup language) yang terdiri dari berbagai tag. Tag ini digunakan untuk menunjukkan bagian tertentu dari halaman web yang akan ditampilkan oleh browser. Penyusunan HTML dilakukan dengan menuliskan kode atau simbol khusus dalam sebuah file atau dokumen untuk membentuk struktur halaman web. Dengan demikian, halaman web yang dihasilkan dapat ditampilkan di layar komputer dan mudah dipahami oleh pengguna (Sinlae et al., 2024).
HTML berfungsi untuk menyusun kerangka dasar halaman, menyisipkan berbagai jenis konten seperti teks, gambar, video, dan audio, serta membuat tautan untuk menghubungkan halaman. Selain itu, HTML memungkinkan pembuatan tabel untuk menampilkan data secara terstruktur dan formulir untuk mengumpulkan input pengguna. Dengan kemampuannya, HTML dapat dipadukan dengan CSS untuk mempercantik tampilan dan JavaScript untuk menambahkan interaktivitas, menjadikannya komponen penting dalam pengembangan web.
3.6 JavaScript
JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang berjalan pada perangkat pengguna (client-side), yang memungkinkan komputer mengeksekusi kode secara lokal. Bahasa ini populer dalam pembuatan fitur interaktif dan animasi di website. Tersedianya berbagai library JavaScript membantu para pengembang dalam menghasilkan website yang dinamis dan atraktif. Untuk menjalankan program JavaScript, dibutuhkan browser web yang mendukung dan mengizinkan eksekusi JavaScript (Sinlae et al., 2024).
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis script yang berjalan di dalam dokumen HTML Bahasa ini digunakan untuk meningkatkan tampilan dan fungsi aplikasi berbasis web. JavaScript memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu: (1) merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi (high-level programming); (2) dijalankan di sisi klien (client-side);
(3) berorientasi pada objek (object-oriented); dan (4) bersifat loosely typed.
Untuk mengimplementasikannya, diperlukan editor teks seperti Notepad++, Adobe Dreamweaver, atau NetBeans, web browser seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, OperaMini, dan Safari, serta HTML sebagai kerangka dasarnya. Namun, kelemahan JavaScript adalah tidak kompatibel dengan beberapa browser versi lama (Fungsi et al., 2019).
3.7 MySQL
MySQL adalah sistem manajemen basis data yang populer yang menggunakan SQL sebagai bahasa untuk mengakses datanya. Perangkat lunak ini tersedia dalam dua versi: satu dengan lisensi FOSS License Exception untuk penggunaan gratis, dan versi berbayar untuk keperluan komersial. MySQL, yang dikenal dengan slogan "The World's most popular open source database", dapat dijalankan di berbagai sistem operasi termasuk Windows dan Linux. Untuk memudahkan pengelolaan database MySQL, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi bantuan seperti phpMyAdmin dan MySQL Yog yang menyediakan antarmuka yang lebih user-friendly (Ramadhan & Mukhaiyar, 2020).
3.8 Bootsrap
Bootstrap adalah framework front-end yang dirancang untuk membangun tampilan website yang responsif. Framework ini memudahkan pengembang karena tidak perlu khawatir tentang bagaimana halaman web akan ditampilkan di berbagai ukuran layar atau browser, karena Bootstrap secara otomatis menangani penyesuaian tampilan tersebut (Aipina & Witriyono, 2022).
Fungsi utama Bootstrap meliputi pengaturan tata letak responsif menggunakan sistem grid 12-kolom, penyediaan komponen UI yang dapat digunakan ulang, dan pengelolaan konsistensi desain lintas platform.
Sedangkan manfaat menggunakan Bootstrap antara lain mempercepat proses pengembangan website, menghasilkan tampilan yang konsisten di berbagai perangkat, mengurangi kebutuhan penulisan kode CSS dari awal, memberikan fleksibilitas dalam kustomisasi desain, dan memudahkan pemeliharaan kode karena standarisasi yang baik. Bootstrap juga mendukung kompatibilitas lintas browser dan menyediakan dokumentasi yang komprehensif, sehingga sangat membantu baik untuk pengembang pemula maupun profesional.
3.9 CSS
CSS (Cascading Style Sheet) adalah seperangkat aturan yang digunakan untuk mengatur tampilan dan tata letak sebuah website. Bahasa pemrograman ini memungkinkan pengembang untuk mengontrol berbagai aspek visual seperti tipografi, warna teks, dan latar belakang halaman. CSS tidak hanya membantu menyeragamkan tampilan website sesuai kebutuhan, tetapi juga meningkatkan kecepatan loading halaman, menyederhanakan pengelolaan kode HTML, dan menciptakan desain yang responsif yang dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar. Dengan CSS, pengembang dapat menghasilkan tampilan website yang rapi dan beragam (Sinlae et al., 2024).
3.10 Laravel
Laravel adalah framework PHP open source yang banyak digunakan oleh pengembang di seluruh dunia. Framework ini menjadi pilihan utama dalam beberapa tahun terakhir karena kemudahan penggunaannya dan dokumentasi yang komprehensif. Laravel membantu para pengembang mengoptimalkan penggunaan PHP dalam pengembangan website dengan menyediakan berbagai fitur unggulan seperti template engine untuk
tampilan, sistem routing untuk pengelolaan URL, dan modularitas untuk pengorganisasian kode yang lebih baik (Aipina & Witriyono, 2022).
3.4 Metode Pengujian 3.4.1 Black Box
Black-Box Testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang memfokuskan pada pengujian fungsi program tanpa melihat kode internal. Dalam metode ini, penguji menetapkan serangkaian input dan mengevaluasi output berdasarkan spesifikasi fungsional yang diharapkan dari software tersebut (Hidayat & Putri, 2019).
3.4.2 White Box
White box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang memeriksa detail internal program dengan menganalisis struktur kontrol dan alur prosedural kode. Pendekatan ini menggunakan desain program untuk membuat kasus-kasus pengujian yang spesifik. Meskipun metode ini bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan benar secara menyeluruh, namun tidak dapat menjamin kebenaran program 100%
(Hidayat & Putri, 2019).
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN/PELAKSANAAN 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan
4.1.1 Analisa SWOT/Sejenis
Analisis sistem yang sedang berjalan pada Pabrik Beras Berkah mencakup evaluasi dari aspek Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Berikut adalah contoh analisis SWOT untuk Pabrik Beras Berkah: :
1) Strengths (Kekuatan)
a) Pangandaran memiliki potensi pertanian yang tinggi, sehingga pabrik beras dapat dengan mudah mendapatkan pasokan padi dari petani lokal.
b) Berdekatan dengan area pertanian dan pasar regional, sehingga memudahkan distribusi.
c) Banyak tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang dapat dilibatkan dalam operasional pabrik.
d) Produk beras lokal sering dianggap berkualitas tinggi dan memiliki cita rasa khas.
2) Waknesses (Kelemahan)
a) Pasokan bahan baku sangat bergantung pada hasil panen petani lokal.
Jika terjadi gagal panen atau musim paceklik, operasional pabrik dapat terganggu.
b) Pabrik lokal sering kali kurang memperhatikan aspek branding dan kemasan, yang membuat produk sulit bersaing di pasar yang lebih kompetitif, terutama dengan merek besar yang memiliki daya tarik visual lebih baik.
3) Opportunities (Peluang)
a) Pangandaran sebagai destinasi wisata memungkinkan pabrik untuk memasok kebutuhan beras ke hotel,
kapasitas dan kualitas produksi pabrik.
d) Dengan meningkatnya penggunaan e-commerce, pabrik dapat menjual produk secara langsung kepada konsumen melalui marketplace atau situs web resmi, memperluas pasar tanpa batasan geografis.
4) Threats (Ancaman)
a) Pabrik beras di Pangandaran mungkin masih mengandalkan distribusi lokal dan belum memiliki jaringan pemasaran yang kuat ke kota-kota besar atau luar daerah, sehingga pangsa pasarnya terbatas.
b) Variasi kualitas bahan baku (padi) dari petani lokal dapat memengaruhi hasil akhir beras, sehingga sulit menjaga standar kualitas yang diharapkan konsumen.
c) Pabrik lokal sering kali kurang memperhatikan aspek branding dan kemasan, yang membuat produk sulit bersaing di pasar yang lebih kompetitif, terutama dengan merek besar yang memiliki daya tarik visual lebih baik.
4.1.2 Sistem yang sedang Berjalan
Gambar 4 Sistem yang sedang berjalan
4.1.3 Perangkat Keras dan Perangkat Lunak yang digunakan Perangkat Keras yang Digunakan
Perangkat keras yang digunakan Admin Beras BArokah menggunakan sebuah Smartphone Android. Berikut ini merupakan spesifikasi inti dari Smartphone Android yang digunakan.
Perangkat Deskripsi
Processor Mediatek Helio G31
RAM 8 GB
Storage 256 GB
Tabel1 6 Perangkat yang di gunakan Perangkat Lunak yang Digunakan
Perangkat keras yang digunakan Admin Beras BArokah menggunakan sebuah Smartphone Android. menggunakan sebuah Smartphone Android.
Jaringan yang Digunakan
Jaringan yang digunakan di Beras Barokah menggunakan sebuah router Wifi, berikut spesifikasi dari jaringan yang digunakan.
Jaringan Deskripsi
Indihome 10mbps
Tabel1 7 Jaringan yang digunakan
4.2 Fungsi dan Kegunaan Sistem 4.2.1 Sistem Informasi
Sistem Informasi Pemesanan Beras Berbasis Website di Pabrik Beras Berkah memiliki berbagai fungsi utama. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan beras secara
online melalui website, memberikan akses yang mudah dan praktis.
Sistem ini menyediakan informasi lengkap mengenai pabrik beras, termasuk jenis beras yang tersedia, harga, stok terkini, dan detail lainnya.
Proses pemesanan beras dilakukan secara otomatis, mulai dari pencatatan pemesanan, pelacakan status, hingga notifikasi kepada pelanggan terkait status pesanan mereka. Sistem ini juga memudahkan staf dalam mengelola menu jenis beras yang tersedia, memperbarui informasi harga, serta menambah atau mengubah stok beras sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, sistem menyediakan laporan penjualan secara berkala yang membantu manajemen dalam melakukan analisis penjualan dan mengambil keputusan strategis untuk pengembangan pabrik beras.
Dengan fitur-fitur ini, sistem mendukung operasional yang lebih efisien dan meningkatkan pengalaman pelanggan dalam pemesanan beras..
4.2.2 Kegunaan Sistem Informasi
Sistem ini dirancang untuk memberikan berbagai manfaat bagi Pabrik Beras Berkah dan pelanggannya. Pelanggan dapat dengan mudah memesan beras secara online melalui website, memudahkan mereka dalam memilih jenis beras, melihat harga, dan memastikan ketersediaan stok tanpa harus mengunjungi pabrik secara langsung. Hal ini tentunya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi pelanggan yang ingin memesan beras dalam jumlah besar maupun kecil.
Dari sisi operasional, sistem ini membantu staf pabrik dalam mengelola stok beras dengan lebih baik, memperbarui informasi produk secara real-time, serta meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam pencatatan pesanan. Proses pemesanan yang terotomatisasi mengurangi beban kerja manual dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesanan.
Dengan adanya laporan penjualan yang dihasilkan secara berkala, manajemen Pabrik Beras Berkah dapat memperoleh data yang akurat tentang tren penjualan, stok yang tersedia, serta performa produk, yang
dapat digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran dan pengelolaan stok yang lebih baik di masa depan. Sistem ini juga memastikan bahwa proses pemesanan dan pengelolaan stok berjalan lancar, memberikan pengalaman yang lebih efisien dan transparan bagi pelanggan maupun pihak pabrik.
4.2.3 Cara Kerja Sistem
Sistem pemesanan online berbasis website di Pabrik Beras Berkah dirancang untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pemesanan dan membantu admin dalam mengelola pesanan secara efisien. Konsumen yang ingin memesan beras harus terlebih dahulu melakukan registrasi di website dengan mengisi informasi pribadi, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan email. Setelah registrasi, konsumen dapat login untuk memilih produk beras yang tersedia. Di halaman produk, konsumen dapat melihat daftar jenis beras beserta harga per kilogram dan jumlah stok yang tersedia secara real-time.
Setelah menentukan jenis dan jumlah beras yang diinginkan, konsumen memasukkan alamat pengiriman dan mengonfirmasi pesanan. Sistem akan menampilkan ringkasan pesanan yang mencakup detail produk, total harga, dan biaya pengiriman jika berlaku.
Pesanan yang masuk akan diterima oleh admin melalui dashboard sistem. Admin kemudian memvalidasi pesanan dengan memeriksa ketersediaan stok dan informasi lainnya. Jika pesanan tervalidasi, status pesanan diperbarui menjadi "diproses", dan konsumen akan menerima notifikasi melalui email atau website. Setelah itu, produk akan disiapkan dan dikirimkan ke alamat yang telah ditentukan oleh konsumen, dengan status pengiriman yang terus diperbarui di sistem hingga pesanan selesai diterima.
Untuk proses pembayaran, sistem menyediakan beberapa metode, seperti transfer bank atau e-wallet. Konsumen dapat mengunggah bukti pembayaran melalui website, dan admin akan memverifikasi
pembayaran sebelum memproses pesanan lebih lanjut. Selain itu, admin dapat memantau semua pesanan masuk melalui dashboard, termasuk pesanan yang sedang diproses, yang sudah dikirim, dan yang selesai.
Sistem juga secara otomatis menghasilkan laporan transaksi untuk membantu pengelolaan keuangan dan analisis operasional. Dengan fitur notifikasi real-time, konsumen akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang status pesanan mereka, sementara admin dapat segera mengetahui pesanan baru yang masuk. Melalui sistem ini, Pabrik Beras Berkah diharapkan mampu memberikan layanan pemesanan yang lebih efisien, transparan, dan memuaskan bagi pelanggan.
4.3 Analisis Kebutuhan Sistem Yang Diusulkan
Sistem pemesanan berbasis website di Pabrik Beras Berkah dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional yang lebih efisien dan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Analisis kebutuhan sistem menunjukkan bahwa pelanggan membutuhkan kemudahan untuk melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke pabrik. Oleh karena itu, sistem akan menyediakan fitur registrasi akun, login, serta pilihan produk lengkap dengan deskripsi, harga, dan ketersediaan stok secara real- time.
Dari sisi pengelola, kebutuhan utama adalah validasi pesanan dan pelacakan status pengiriman. Sistem ini akan memungkinkan admin untuk memvalidasi pesanan secara cepat, mengelola data pelanggan, dan menghasilkan laporan pesanan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, sistem juga harus mendukung berbagai metode pembayaran untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Melalui analisis ini, sistem yang diusulkan diharapkan dapat mengatasi kendala proses pemesanan manual, mengurangi kesalahan, mempercepat layanan, dan meningkatkan daya saing Pabrik Beras Berkah di pasar.
4.4 Perancangan Sistem Yang Diusulkan
Perancangan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML).
Berikut ini perancangan sistemnya.
4.4.1 Use Case Diagram
Use case diagram ini dirancang untuk menggambarkan interaksi antara aktor dan sistem pemesanan pada pabrik beras. Diagram ini memuat berbagai aktivitas utama yang dilakukan oleh aktor, yaitu admin dan konsumen (suplier beras), dalam mengelola dan menggunakan sistem. Setiap use case merepresentasikan proses spesifik yang mendukung operasional sistem, mulai dari pengelolaan data hingga pemrosesan pemesanan.
Gambar 5 Usecase Diagram
Aktor: Konsumen
Registrasi
Konsumen pertama kali mengakses sistem dan mengisi form registrasi dengan data yang diperlukan (seperti nama, alamat, email, dan nomor telepon). Setelah form diisi dan dikirim, konsumen akan menjadi anggota sistem yang dapat melakukan pemesanan dan mengakses fitur lainnya. Proses ini
penting untuk mencatat informasi pengguna dan memastikan komunikasi antara konsumen dan sistem.
Login
Setelah mendaftar, konsumen harus login ke sistem menggunakan akun yang sudah didaftarkan. Fitur ini memungkinkan sistem untuk memverifikasi identitas pengguna dan memberi akses ke fitur yang lebih personal, seperti melacak pesanan dan mengelola keranjang belanja. Login juga berfungsi untuk menjaga keamanan data konsumen.
Lihat Katalog
Konsumen dapat melihat daftar beras yang tersedia di katalog online. Setiap produk akan mencantumkan informasi terkait harga, stok, dan deskripsi produk (misalnya jenis beras, kualitas, dan kandungan). Ini memungkinkan konsumen untuk membuat keputusan yang lebih informasional sebelum membeli.
Kelola Keranjang
Setelah memilih produk, konsumen dapat menambahkannya ke keranjang belanja. Mereka juga dapat mengubah jumlah pesanan atau menghapus produk yang tidak jadi dibeli. Fitur ini memberikan fleksibilitas dalam memilih produk yang akan dibeli sebelum melanjutkan ke tahap checkout, serta memberi kesempatan untuk memeriksa ulang pesanan sebelum finalisasi.
Checkout
Setelah selesai memilih produk, konsumen dapat mengisi form pemesanan yang berisi informasi pengiriman dan pilihan pembayaran. Setelah mengisi form, konsumen melakukan pembayaran sesuai dengan metode yang tersedia. Setelah pembayaran diterima, konsumen dapat melacak status pesanan, seperti apakah pesanan sedang diproses, dikirim, atau sudah diterima.
Aktor: Admin
Login
Admin menggunakan fitur login untuk mengakses sistem dengan kredensial khusus (username dan password) yang telah ditentukan.
Proses ini memungkinkan sistem untuk memverifikasi identitas admin dan membatasi akses hanya pada fungsi yang relevan, seperti mengelola produk, memvalidasi pembayaran, dan mengelola pesanan. Fitur ini juga menjaga keamanan data dalam sistem.
Kelola Produk
Admin memiliki kontrol penuh terhadap produk yang tersedia di sistem. Admin dapat menambah produk baru, memperbarui detail produk (seperti harga, deskripsi, dan kategori dan Diskon), serta mengupdate stok yang tersedia berdasarkan pembelian atau pemasok baru. Admin juga dapat menghapus produk yang tidak lagi dijual.
Proses ini memastikan bahwa katalog produk selalu up-to-date dan relevan.
Validasi Pembayaran
Admin bertanggung jawab untuk memeriksa bukti pembayaran yang dikirimkan oleh konsumen. Jika bukti pembayaran valid, admin mengkonfirmasi pembayaran dan melanjutkan proses pemesanan. Jika bukti pembayaran tidak sesuai atau mencurigakan, admin dapat menolak pembayaran dan memberi informasi kepada konsumen mengenai status pembayaran mereka. Fitur ini penting untuk memastikan transaksi yang dilakukan sah dan aman.
Kelola Pesanan
Admin dapat melihat daftar pesanan yang masuk, termasuk status pesanan yang sedang diproses atau sudah selesai. Admin juga dapat mengubah status pesanan (misalnya, dari "menunggu pembayaran" ke "diproses" atau "dikirim") dan mengelola pengiriman produk ke konsumen. Proses ini memastikan pesanan ditangani dengan efisien dan tepat waktu.
Aktor : Owner
Login
Owner (pemilik usaha) menggunakan fitur login untuk mengakses sistem dengan kredensial tertentu. Login ini dirancang khusus untuk owner agar hanya fitur-fitur strategis seperti melihat laporan penjualan yang dapat diakses. Fitur login memastikan keamanan informasi sensitif terkait penjualan dan performa bisnis.
Lihat Laporan Penjualan
Owner dapat mengakses fitur laporan penjualan yang memberikan ringkasan detail tentang transaksi yang telah selesai, termasuk:
- Total pendapatan dalam periode tertentu (harian, mingguan, bulanan).
- Produk yang paling banyak terjual.
- Status stok produk.
- Riwayat pesanan konsumen.
Laporan ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik agar mudah dipahami, sehingga owner dapat menganalisis performa bisnis dan membuat keputusan strategis, seperti menambah stok untuk produk tertentu atau menentukan promosi.
4.4.2 Activity Diagram
Acticity Diagram Registrasi
Proses registrasi dalam sistem berbasis web dirancang untuk memastikan konsumen dapat membuat akun dengan mudah dan aman. Proses dimulai ketika konsumen mengakses halaman registrasi yang disediakan oleh sistem. Di halaman ini, konsumen diminta untuk mengisi form registrasi dengan data yang diperlukan, seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan kata sandi. Setelah melengkapi form, konsumen mengirimkan data tersebut untuk diproses oleh sistem. Pada tahap ini, sistem memberikan notifikasi
kepada konsumen mengenai status registrasi, apakah berhasil atau gagal.
Sistem bekerja dengan menampilkan form registrasi kepada konsumen terlebih dahulu. Setelah data dikirimkan, sistem melakukan validasi untuk memastikan semua data yang diinput sesuai dengan format yang telah ditentukan, seperti keunikan alamat email dan kekuatan kata sandi. Jika validasi data berhasil, sistem menyimpan data konsumen ke dalam database dan membuat akun pengguna. Setelah itu, sistem mengirimkan notifikasi kepada konsumen bahwa akun telah berhasil dibuat. Namun, jika data yang diinput tidak valid, seperti format email yang salah atau kolom yang tidak diisi, sistem akan memberikan notifikasi kesalahan dan mengarahkan konsumen untuk kembali mengisi form registrasi.
Proses ini melibatkan beberapa poin keputusan penting. Pada tahap validasi data, jika data yang dimasukkan valid, sistem melanjutkan proses pembuatan akun. Sebaliknya, jika terdapat kesalahan atau kekurangan pada data yang dimasukkan, sistem menghentikan proses registrasi sementara dan meminta konsumen untuk memperbaiki data. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya data yang benar dan lengkap yang dapat diterima oleh sistem.
Tahap akhir dari proses ini adalah pemberian notifikasi kepada konsumen. Jika registrasi berhasil, konsumen mendapatkan notifikasi bahwa akun mereka telah berhasil dibuat, dan mereka dapat melanjutkan ke tahap login untuk menggunakan sistem.
Namun, jika registrasi gagal karena kesalahan dalam data, konsumen akan menerima pesan yang menjelaskan masalah tersebut dan diminta untuk mengisi ulang form registrasi. Proses ini memastikan bahwa data konsumen terkelola dengan baik, dan pengalaman pengguna tetap positif meskipun terjadi kesalahan pada tahap awal.a
Gambar 6 Activity Diagram Registrasi
Activity Diagram Login
Proses login dalam sistem berbasis web dirancang untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki kredensial valid yang dapat mengakses fitur sistem. Alur dimulai ketika konsumen mengakses halaman login melalui browser atau aplikasi. Pada halaman ini, pengguna diminta untuk memasukkan email dan password yang telah terdaftar sebelumnya. Setelah mengisi form login, pengguna mengklik tombol "Login" untuk memulai proses autentikasi. Jika kredensial yang dimasukkan benar, pengguna
diarahkan ke halaman utama atau dashboard sistem. Namun, jika kredensial tidak valid, pengguna akan menerima pesan error yang menyatakan kesalahan, seperti "Email atau password salah," dan diminta untuk mencoba login kembali.
Dari sisi sistem, proses login dimulai dengan menampilkan form login kepada pengguna. Ketika pengguna mengirimkan data login, sistem memvalidasi kredensial tersebut dengan membandingkan data yang dimasukkan dengan informasi yang tersimpan di database. Jika validasi berhasil, sistem membuat session untuk melacak aktivitas pengguna selama sesi berlangsung.
Setelah session dibuat, sistem menampilkan dashboard yang berisi fitur-fitur personal yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah login. Namun, jika validasi gagal, sistem akan menampilkan pesan error untuk memberi tahu pengguna bahwa login tidak berhasil.
Pada tahap keputusan, sistem menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil validasi kredensial. Jika kredensial valid, sistem melanjutkan ke pembuatan session dan memberikan akses ke halaman utama. Sebaliknya, jika kredensial tidak valid, sistem menampilkan pesan error dan tidak memberikan akses ke fitur sistem. Dengan demikian, proses login ini memastikan hanya pengguna yang memiliki kredensial valid yang dapat mengakses sistem.
Keamanan menjadi prioritas dalam proses login ini. Sistem memverifikasi identitas pengguna untuk memastikan bahwa hanya akun yang terdaftar dapat digunakan untuk login. Setelah berhasil login, pengguna diberikan akses ke fitur personal yang tidak tersedia bagi pengguna yang belum terautentikasi. Untuk melindungi data pengguna, sistem menggunakan protokol keamanan, seperti enkripsi
password dan pengamanan data selama transmisi. Dengan pendekatan ini, sistem tidak hanya menjaga keamanan data, tetapi juga memberikan pengalaman login yang efisien dan andal bagi pengguna.
Gambar 7 Activity Diagram Login
Activity Diagram Lihat Katalog
Proses melihat katalog dalam sistem berbasis web dirancang untuk memudahkan konsumen menjelajahi produk yang tersedia dengan cepat dan efisien. Alur dimulai ketika konsumen mengakses menu katalog melalui dashboard atau navigasi utama. Pada halaman katalog, konsumen dapat melihat daftar produk yang ditampilkan secara terorganisir. Untuk membantu pencarian, konsumen dapat
memilih kategori atau menggunakan fitur filter yang disediakan, seperti jenis beras, harga, kualitas, atau status stok. Setelah menemukan produk yang menarik, konsumen dapat memilih untuk melihat detail produk, yang mencakup informasi lengkap seperti jenis beras, harga, stok yang tersedia, kualitas, dan kandungan nutrisi.
Dari sisi sistem, proses ini diawali dengan menampilkan halaman katalog kepada konsumen. Sistem secara otomatis memuat data produk dari database dan menyajikannya dalam daftar yang mudah dipahami. Jika konsumen memilih filter atau kategori tertentu, sistem menerapkan filter tersebut untuk menyaring produk yang relevan. Ketika konsumen memilih salah satu produk, sistem menampilkan detail lengkap produk yang mencakup semua informasi penting. Setelah selesai, konsumen dapat kembali ke daftar produk untuk melanjutkan eksplorasi.
Fitur yang mendukung alur ini meliputi filtering produk untuk mempermudah pencarian, tampilan detail produk untuk memberikan informasi mendalam, serta navigasi yang lancar antar halaman katalog dan detail produk. Informasi yang ditampilkan di katalog meliputi daftar produk yang tersedia, detail lengkap setiap produk, status stok, dan informasi harga. Dengan pendekatan ini, proses melihat katalog memastikan kemudahan navigasi, akses cepat ke informasi produk, dan pengalaman pengguna yang optimal.
Gambar 8 Activity Diagram Katalog Produk
Activiy Diagram Kelola Pemesanan
Proses pengelolaan pemesanan dalam sistem berbasis web dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kenyamanan kepada konsumen. Alur dimulai ketika konsumen memilih produk dari katalog, memasukkan jumlah yang diinginkan, dan menambahkan produk tersebut ke dalam keranjang belanja. Setelah itu, konsumen dapat melihat isi keranjang, yang menampilkan daftar produk, jumlah masing-masing, harga per item, dan total belanja. Konsumen juga memiliki opsi untuk mengedit jumlah pesanan, menghapus produk yang tidak diinginkan, atau melanjutkan ke proses checkout untuk menyelesaikan pemesanan.