• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 26 Meningkatnya permukiman yang layak huni tercapai dengan rata-rata capaian sebesar 100% dengan predikan “Sangat Memuaskan”. Untuk melihat lebih detail terhadap tiap-tiap indikator kinerja utama, dibuat rincian analisis masing-masing sasaran strategis tersebut, yang diuraikan sebagai berikut:

Tujuan 1

Meningkatkan Lingkungan Hunian yang Layak Huni

Tahun ini Dinas Perkimta memiliki satu tujuan inti yaitu “Meningkatkan Lingkungan Hunian yang Layak Huni” hal ini menggambarkan keinginan Dinas untuk meningkatkan lingkungan hunian yang tidak hanya layak huni namun juga berkualitas.

Tujuan tersebut di jabarkan dalam satu sasaran strategis, dengan ringkasan kinerja sebagai berikut:

Sasaran Strategis 1.1

Meningkatnya Permukiman yang Layak Huni

Pencapaian sasaran strategis meningkatnya permukiman yang layak huni secara memadai ditunjukkan oleh lima indikator kinerja, dengan ringkasan sebagai berikut:

Tabel 3.3

Ringkasan Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2021 INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

luas kawasan kumuh

yang di tangani 1,82 Ha 1,82 Ha 100%

Persentase jumlah unit

RTLH yang ditangani 0,81% 0,81% 100%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana

kabupaten/kota sesuai SPM

100% 100% 100%

Cakupan lingkungan 100% 100% 100%

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 27 perumahan yang

sudah dilengkapi PSU sesuai standar Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

100% 100% 100%

Sedangkan untuk ringkasan capaian kinerja sasaran strategis yang terdiri dari 5 indikator kerja jika dibandingkan dengan target nasional maka akan tergambar sebagai berikut:

Tabel 3.4

Ringkasan Capaian Kinerja Sasaran Strategis Tahun 2021 Dibandingkan dengan Target Nasional

INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET

NASIONAL CAPAIAN

Luas kawasan kumuh yang di tangani

1,82 Ha Menjadi 0 Ha

99,33%

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

0,81% 100% 99,19%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana

kabupaten/kota sesuai SPM

100% - 100%

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

100% - -

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

100% - -

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 28 Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan pada tahun 2021 terbagi menjadi lima indikator, yaitu:

1. Luas Kawasan Kumuh yang Ditangani

Luas Kawasan kumuh pada tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun 2020. Luas Kawasan kumuh pada tahun 2020 sebesar + 84,69 Ha sedangkan pada tahun 2021 meningkat menjadi 112,8 Ha. Target kinerja indikator ini dalam tahun 2021 adalah Dinas Perkimta dapat menangani luas Kawasan kumuh sebesar 1,82 Ha.

Realisasi yang telah dicapai sesuai dengan target yang sudah ditentukan yaitu 1,82 dengan persentase capaian sebesar 100%. Mesikpun luas Kawasan kumuh yang meningkat, Dinas Perkimta tetap dapat mengatasi permasalahan Kawasan kumuh dengan sangat baik serta dapat memenuhi target yang sudah ditentukan.

Target nasional atas luas Kawasan kumuh adalah 0 Ha atau 100% luas wilayah terbebas dari Kawasan kumuh yang dapat diikatakan juga 0% permukiman kumuh yang dapat dilihat dalam indikator pengentasan permukiman kumuh.

Perhitungan capaian nasional pada indikator ini sebesar 99,33% didasarkan pada jumlah luas wilayah yang kota Tangerang Selatan dikurang luas wilayah kumuh menurut SK Kumuh Tahun 2021. Dinas Perkimta Kota Tangerang Selatan pada tahun 2021 berhasil mengentaskan 1,82 Ha Kawasan kumuh sehingga terdapat 99,33% lagi capaian kinerja yang perlu dilakukan untuk mengentaskan Kawasan Kumuh jika dibandingkan dengan target nasional.

Dengan dasar amanat Undang-Undang 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman merupakan kewajiban Pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak.

Dengan hal indikator ini merupakan upaya Dinas Perkimta dalam memenuhi amanat yang telah tertera dalam undang-undang serta memenuhi tanggung jawab untuk menyediakan tempat hunian yang layak serta berkualitas.

Kota Tangerang Selatan merupakan sasaran para pendatang serta pekerja yang bekerja di Ibukota untuk menetap dan bertempat tinggal dikarenakan letaknya yang strategis serta kedekatan jarak dengan ibukota. Selain itu Kota Tangerang Selatan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mudah serta lebih terjangkau dibandingkan dengan tinggal di ibukota. Namun hal ini tentunya menimbulkan beberapa masalah seperti meningkatnya kawasan kumuh di Tangerang Selatan akibat terdapat beberapa kawasan permukiman maupun bukan pemukiman yang dijadikan sebagai tempat tinggal namun bangunan-bangunan yang telah berdiri tidak layak huni, tempat tinggal ini di huni oleh penduduk miskin yang padat.

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 29 Kawasan tidak layak dijadikan permukiman ini di isi oleh penduduk miskin yang berpenghasilan rendah serta tidak tetap dan dijadikan tempat tinggal. Areal permukiman yang ditempati adalah seperti kawasan bantaran sungai, pinggir rel kereta api, tanah kosong di sekitar pusat kota serta di bawah jembatan. Hal ini diperparah dengan pandemi covid 19 yang menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya peningkatan kawasan kumuh di Tangerang Selatan. Suatu daerah atau kawasan dapat dikatakan atau teridentifikasi sebagai kawasan kumuh dapat ditinjau dari 7 indikator yaitu kondisi bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, air limbah, air bersih/air minum, pengelolaan persampahan dan pengamanan bahaya kebakaran.

Tabel 3.5

Luas Kawasan Pemukiman Kumuh Dibawah 10 Ha yang ditangani (Ha) Tahun 2021

No Kecamatan Luas Permukiman

Kumuh (Ha)

1 Serpong

29,21

2 Serpong Utara

5,38

3 Ciputat

10,32

4 Ciputat Timur

0

5 Pondok Aren

9,33

6 Pamulang

13,99

7 Setu

36,97

JUMLAH 105,20

Luas kawasan pemukiman kumuh dibawah 10 Ha yang ditangani di Kota Tangerang Selatan mencapai 105,20 Ha. Kecamatan dengan luas kawasan permukiman kumuh dibawah 10 Ha yang ditangani tertinggi berada di Kecamatan Setu yang kemudian di susul oleh Kecamatan Serpong. Sedangkan untuk Luas Kawasan Permukiman Kumuh Dibawah 10 Ha yang ditangani terendah berada Kecamatan Ciputat Timur. Tentunya untuk Kecamatan Ciputat Timur perlu untuk dikaji ulang apakah memang sudah terbebas dari kawasan kumuh atau memang belum dilakukan pendataan yang komprehensif sehingga belum pernah dilakukan penataan kawasan kumuh.

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 30 Tabel 3.6

Realisasi Capaian Kinerja Luas Kawasan Kumuh yang Ditangani tahun 2021

Indikator kinerja luas Kawasan kumuh yang ditangani dalam realisasi tahun 2021 sebesar 1,82 Ha. Pada tahun 2021 terdapat penanganan kawasan kumuh sebesar 1,8 Ha yang berlokasi di Kampung Dadap dengan penataan PSU Kawasan kumuh yang terdiri dari penataan jalan dan saluran drainase, pembangunan posyandu, pembangunan ruang display, pembangunan lapangan olahraga dan pembangunan rumah ilmu. Realisasi fisik pekerjaan yang telah tercapai dari kegiatan penataan PSU ini adalah sebesar 97,45.

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA SATUAN REALISASI 2021 1 Meningkatnya

permukiman yang layak huni

Luas kawasan kumuh yang di tangani

Ha 1,82 Ha

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

Persen 0,81%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

Persen 100%

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

Persen 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

Persen 100%

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 31 Tabel 3. 7

Perbandingan Capaian Kinerja Persentase permukiman kumuh yang tertata Tahun 2021 dengan Target pada Tahun 2026

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET AKHIR RENSTRA (TAHUN 2026)

REALISASI

2021 CAPAIAN

1.1 Meningkatkan kualitas

perumahan dan pemukiman beserta infrastruktur pendukungnya secara memadai

Luas kawasan kumuh yang di tangani

112.82 Ha 1,82 Ha 1,61%

Persentase

jumlah unit RTLH yang ditangani

0,52% 0,81% 64,19%

Persentase

Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

100% 100% 100%

Cakupan

lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

100% 100% 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

100%

100% 100%

Jika dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2026 yaitu seluas 112,82 Ha, maka capaian kinerja tahun 2021 telah mencapai 1,61%. Pada indikator kinerja ini, Dinas Perkimta masih cukup jauh untuk mencapai target akhir pada rencana jangka menengah (Renstra) periode 2021-2026. Oleh karena itu dibutuhkan

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 32 upaya tambahan berupa pelayanan kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan wilayah yang berpotensi menjadi wilayah kumuh dan tetap mengurangi wilayah- wilayah yang sudah terdata menjadi wilayah kumuh.

2. Presentase Jumlah Unit RTLH yang Ditangani

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani diukur dengan membandingkan jumlah unit RTLH dibandingkan dengan jumlah total rumah yang kemudian dikali dengan 100%. Rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahun 2021 sebanyak 198 unit yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Dengan banyaknya unit yang telah ditangani maka realisasi fisik pekerjaan dalam indikator ini telah mencapai 100%

Dilihat dari hasil pengukuran kinerja tahun 2021, terdapat 328.312 jumlah rumah layak huni di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2021. Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan banyaknya jumlah rumah layak huni pada tahun 2020 yang berjumlah 328.114 rumah. Selain itu jumlah kepala rumah tangga di Tangerang Selatan juga mengalami peningkatan, pada tahun 2020 jumlah kepala rumah tangga sebanyak 355.610 dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi 372.548.

Tabel 3.8

Data rumah layak huni dan data jumlah kepala keluarga tahun 2021 per kecamatan

No Kecamatan

Jumlah Kepala Keluarga

Jumlah Rumah (unit)

Jumlah rumah layak huni

(unit)

Rasio rumah layak

huni

1 Serpong 39.384 35.861 35.489 1,10975

2 Serpong Utara 37.102 35.693 35.160 1,05523

3 Ciputat 54.923 47.949 47.730 1,15070

4 Ciputat Timur 52.374 41.842 41.652 1,25741

5 Pondok Aren 74.562 71.002 70.405 1,05904

6 Pamulang 91.780 78.802 78.287 1,17235

7 Setu 22.423 19.834 19.589 1,14467

JUMLAH 372.548 330.983 328.312 11,35402

Semakin rendah rasio rumah layak huni memperlihatkan hal yang semakin baik sedangkan apabila terbalik maka pemerintah dapat berfokus untuk meningkatkan target capaian pengentasan rumah yang tidak layak huni. Kecamatan dengan rasio

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 33 rumah layak huni tertinggi yaitu di Kecamatan Ciputat Timur dengan rasio 1,25741, sedangkan rasio rumah layak huni terendah yaitu di Kecamatan Ciputat dengan rasio 1,15070.

Hal ini cukup berbeda dibandingkan pada tahun 2020, rasio rumah layak huni tertinggi berada di Kecamatan Ciputat dengan rasio 1: 0,6457 dan rasio rumah layak huni terendah berada di Kecamatan Pondok Aren dengan 1:2,5186. Pada tahun 2020, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan melakukan bedah rumah sebanyak 205 unit rumah namun pada tahun 2021 mengalami penurunan yang menyebabkan hanya terdapat 198 unit rumah yang berhasil dibedah. Di harapkan kedepannya dapat meningkatkan kuantiti bedah rumah yang terlaksana sehingga masyarakat dapat pemukiman yang layak untuk ditinggali dapat meningkat sesuai dengan fokus isu strategis dalam laporan ini.

Tabel 3.9

Realisasi Bedah Rumah Tahun 2020 menurut Kecamatan

No Kecamatan Jumlah bedah

rumah (unit) Persentase

1 Serpong

35 18%

2 Serpong Utara

13 6%

3 Ciputat

47 24%

4 Ciputat Timur

25 13%

5 Pondok Aren

44 22%

6 Pamulang

24 12%

7 Setu

10 5%

JUMLAH 198 100%

Dari data yang tertera diatas dapat dilihat bahwa Kecamatan Ciputat merupakan kecamatan yang mendapatkan realisasi bedah rumah tertinggi di Tangerang Selatan pada tahun 2021 dengan jumlah bedah rumah sebanyak 47 unit rumah atau sebanyak 24%. Sedangkan untuk realisasi bedah rumah terendah berada di Kecamatan Setu dengan jumlah bedah rumah sebanyak 10 unit rumah atau sebanyak 5%.

Bedah rumah diberikan dengan persyaratan sebagai berikut:

1) Tanah milik sendiri dan tidak boleh lebih dari 120 meter (dibuktikan dengan Akta Jual Beli (AJB) atau sertifikat.

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 34 2) Ada surat keterangan waris, apabila tanah merupakan warisan.

Berusia 50 tahun ke atas atau usia tidak produktif, atau orang dengan kategori tidak mampu.

3) Tidak memiliki pendapatan tetap.

4) Kondisi infrastuktur yang tidak layak dan membahayakan penghuni.

5) Persyaratan pengusung yakni, lingkungan.

Gambar 3.1

Dokumentasi Pekerjaan RUTLH (Rumah Umum Tidak Layak Huni), Serpong Buaran

Rumah awal sebelum direnovasi

Rumah setelah rampung 100%

Gambar 3.2

Dokumentasi Pekerjaan RUTLH (Rumah Umum Tidak Layak Huni), Pamulang Bambu Apus

Rumah awal sebelum di renovasi

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 35 Rumah setelah rampung 100%

Tabel 3.10

Realisasi Capaian Kinerja Persentase Jumlah Unit RTLH yang Ditangani tahun 2021

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA SATUAN REALISASI 2021

1 Meningkatnya permukiman yang layak huni

Luas kawasan kumuh yang di tangani

Ha 1,82 Ha

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

Persen 0,81%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota

Persen 100%

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 36 Indikator kinerja persentase jumlah rumah RTLH yang ditangani Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan pada tahun 2021 tidak dapat dibandingkan dengan indikator kinerja pada tahun 2020. Hal ini terjadi terkait dengan adanya perubahan indikator sasaran dalam proses perencanaan jangka menengah tahun 2021-2026 yang mengakibatkan ada perubahan terhadap struktur tujuan, sasaran dan program kegiatan. Pada tahun 2021 Dinas Perkimta melakukan realisasi terkait indikator kinerja persentase jumlah rumah RTLH yang ditangani sebesar 0,81%. Realisasi ini telah memenuhi target yang telah ditentukan oleh Dinas Perkimta tahun ini yaitu 0,81% sehingga pada tahun ini untuk capaian indikator kinerja persentase jumlah RTLH yang ditangani Dinas Perkimta sudah mencapai 100%

Dengan capaian yang mencapai 100% dan juga telah terealisasi 198 unit bedah rumah diharapkan kedepannya indikator kinerja ini dapat terus meningkat untuk memberikan hunian serta yang layak serta berkualitas. Pada tahun 2020 jumlah rumah layak huni yang tersebar di tujuh kecamatan di Tangerang selatan sebanyak 328.114 dengan capaian bedah rumah sebanyak 205 unit. Sedangkan pada tahun 2021 jumlah rumah layak huni yang tersebar di tujuh kecamatan di Tangerang Selatan sebesar mengalami peningkatan menjadi 328.312 unit, dengan penurunan realisasi bedah rumah menjadi 198 unit. Penurunan realisasi ini disebabkan oleh indikator kinerja yang masih dalam proses penyesuaian serta pandemic covid 19 yang

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA SATUAN REALISASI 2021

sesuai SPM

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

Persen 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

Persen 100%

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 37 menyebabkan ekonomi daerah masih dalam proses pemulihan dan masih belum stabil.

Tabel 3.11

Perbandingan Capaian Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani Tahun 2021 dengan Target pada Tahun 2026

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET AKHIR RENSTRA (TAHUN 2026)

REALISASI

2021 CAPAIAN

1.1 Meningkatkan kualitas

perumahan dan pemukiman beserta infrastruktur pendukungnya secara memadai

Luas kawasan kumuh yang di tangani

112.82 Ha

1,82 Ha 1,61%

Persentase

jumlah unit RTLH yang ditangani

0,52%

0,81% 64,19%

Persentase

Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

100% 100% 100%

Cakupan

lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

100% 100% 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

100% 100% 100%

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 38 Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 dibandingkan dengan target Renstra yang tertera di dalam renstra tahun 2021-2026, Dinas Perkimta Kota Tangerang Selatan belum mencapai target. Hal ini terjadi karena Target dalam Renstra sendiri sebesar 0,52% sedangkan untuk realisasi indikator kinerja persentase jumlah unit RTLH yang ditangani sebesar 0,81%. Dengan capaian sebesar 64,19%

yang di hitung dari perbandingan antara target Renstra 2026 dengan capaian pada tahun 2021.

3. Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Korban Bencana Kabupaten/Kota sesuai SPM

Dalam kehidupan sosial tidak dapat dipungkiri bahwa selalu ada bencana yang terjadi baik itu bencana karena ketidaksengajaan manusia maupun bencana alam. Kemudian pemerintah dalam hal ini memiliki tugas untuk melakukan penyediaan serta rehabilitasi terhadap korban bencana yang telah terjadi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Salah satunya adalah penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni akibat dari bencana baik itu di tingkat kabupaten maupun tingkat kota. Hal ini dilakukan berdasarkan dengan standar pelayanan minimum yang berlaku dan kecukupan anggaran.

Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 29/PRT/M/2018, penyediaan rumah merupakan kegiatan menyediakan unit rumah yang memenuhi kriteria layak huni dimana dilaksanakan melalui pembangunan baru dan/atau pembangunan kembali rumah. Pembangunan baru merupakan kegiatan pembangunan rumah layak huni bagi korban bencana alam yang harus direlokasi ke lokasi baru yang aman dari bencana. Sedangkan untuk pembangunan kembali merupakan kegiatan pengembalian fungsi struktur rumah rusak berat dengan membangunkan rumah baru yang berada pada lokasi yang sama.

Untuk rehabilitasi rumah sendiri merupakan kegiatan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan baik ringan maupun sedang.

Tabel 3.12

Realisasi Capaian Kinerja Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana Kabupaten/Kota Sesuai Standar SPM tahun 2021 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN REALISASI 2021 1 Meningkatnya permukiman

yang layak huni

Luas kawasan kumuh yang di tangani

Ha 1,82 Ha

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 39

Pada tahun 2021 target capaian pada indikator kinerja persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM yaitu sebesar 100%. Sedangkan untuk realisasi pada tahun ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan mampu untuk mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 100%.

Dengan realisasi indikator kinerja persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perkimta pada tahun 2021 sebesar 100% sangat berarti untuk meringankan beban bagi para korban bencana.

Selain itu pelaksanaan pembangunan baru sangat penting untuk keselamatan bagi para korban sehingga mendapatkan kehidupan yang lebih baik akibat dapat bertempat tinggal di daerah yang aman dari bencana. Hal ini juga sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan yaitu Mewujudkan Lingkungan Hunian yang Layak Huni.

Lingkungan hunian yang layak huni tidak hanya terlihat secara fisik rumah namun juga terlihat dari kondisi lingkungan yang terbebas dari bencana serta dapat memberikan rasa aman bagi para masyarakat yang menempatinya. Selain itu rehabilitasi rumah akibat bencana apabila seiring berjalannya tahun dapat selalu teralisasi dengan baik

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN REALISASI 2021 Persentase jumlah

unit RTLH yang ditangani

Persen 0,81%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

Persen 100%

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

Persen 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

Persen 100%

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 40 seperti tahun ini maka tujuan yang telah ditentukan di awal akan semakin tercapai secara memuaskan.

Berikut ini merupakan perbandingan capaian penyediaan dan rehabilitasi layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2021 dengan target pada tahun 2026:

Tabel 3.13

Perbandingan Capaian Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM Tahun 2021 dengan Target pada Tahun 2026

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET AKHIR RENSTRA

(TAHUN 2026)

REALISASI

2021 CAPAIAN

1.1

Meningkatkan kualitas

perumahan dan pemukiman beserta infrastruktur pendukungnya secara memadai

Luas kawasan kumuh yang di tangani

112.82 Ha 1,82 Ha 1,61%

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

0,52% 0,81% 64,19%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

100% 100% 100%

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

100% 100% 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

100% 100% 100%

Realisasi indikator kinerja persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM sebesar 100%. Hal ini telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Renstra 2021-2026 yaitu sebesar

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 41 100%. Untuk indikator persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM tidak memiliki acuan target nasional hal ini dikarenakan menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 29/PRT/M/2018 disebutkan bahwa jumlah rehabilitasi rumah korban bencana menyesuaikan rencana aksi tahunan.

4. Cakupan Lingkungan Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU Sesuai Standar Prasarana Sarana Utilitas Umum diperlukan terkait dengan penunjang masyarakat dalam melakukan kegiatan. Pemerintah melakukan penyediaan prasarana, sarana utilitas umum terkait dengan kebutuhan sosial di masyarakat.

Terdapat beberapa bentuk prasarana, sarana dan utilitas umum seperti rumah ibadah, sanitasi, PJU (Penerangan Jalan Umum), balai warga dan masih banyak bentuk PSU lainnya. Pada tahun 2021 terdapat beberapa PSU yang telah terealisasi yaitu pembangunan balai warga, penataan halaman balai warga, pembangunan gapura, pembangunan PJU (Penerangan Jalan Umum). Selain itu terdapat penataan PSU dikawasan kumuh yang telah disampaikan dalam indikator kinerja luas Kawasan kumuh yang di tangani, PSU tersebut terdiri dari penataan jalan dan saluran drainase, pembangunan posyandu, pembangunan ruang display, pembangunan lapangan olahraga, dan pembangunan rumah ilmu.

Dalam realisasi PSU yang dilakukan oleh Dinas Perkimta dalam tahun 2021, pembangunan balai warga terealisasi sebanyak 7 unit dengan realisasi fisik pekerjaan sebesar 100%. Kemudian, Realisasi penataan halaman balai warga sebesar 1 paket, pembangunan gapura terealisasi sebanyak 33 unit serta pembangunan PJU (Penerangan Jalan Umum) teralisasi sebanyak 2.094 titik. Pada tahun 2020 realisasi pembangunan PJU sebanyak 3.749, jika dibandingkan dengan realisasi pembangunan PJU pada tahun 2.094 titik terjadi penurunan pembangunan PJU.

Namun meskipun mengalami penurunan, realisasi fisik dalam pembangunan PJU mencapai 100%.

Gambar 3.3

Kegiatan Pembangunan Balai Warga Kelurahan Jurang Mangu Timur

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 42 Gambar 3.4

Pembangunan Sarana Penunjang Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur

Tabel 3.14

Realisasi Capaian Kinerja Cakupan Lingkungan Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU sesuai standar tahun 2021

Target indikator kinerja cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar sebesar 100% pada tahun 2021 sedangkan untuk realisasinya

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN REALISASI 2021 1 Meningkatnya

permukiman yang layak huni

Luas kawasan kumuh yang di tangani

Ha 1,82 Ha

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

Persen 0,81%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana

kabupaten/kota sesuai SPM

Persen 100%

Cakupan lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar

Persen 100%

Persentase regulasi tentang pertanahan yang terbentuk

Persen 100%

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Perkimta - Laporan Kinerja 2021 43 indikator kinerja ini sendiri juga telah memenuhi target yang telah ditentukan sebesar 100%.

Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) merupakan kelengkapan fisik untuk mewujudkan pemukiman yang sehat, aman serta terjangkau. Ketersediaan PSU merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan serta Kawasan permukiman. Dengan realiasi yang memenuhi target pada tahun ini di harapkan penyediaan PSU mampu meningkatkan produktivitas serta membuat pemukiman menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Penyediaan PSU yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta persebarannya yang merata dirasa sangat penting, selain itu terdapat faktor yang tidak kalah penting yaitu proses pemeliharaan yang seimbang. Dengan kerja sama yang baik antara penyedia yaitu Dinas Perkimta dengan masyarakat diharapkan kedepannya target-target indikator kinerja ini dapat meningkat secara signifikan.

Tabel 3.15

Perbandingan capaian lingkungan perumahan yang sudah dilengkapi PSU sesuai standar Tahun 2021 dengan Target pada Tahun 2026

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET AKHIR RENSTRA (TAHUN 2026)

REALISASI

2021 CAPAIAN

1.1

Meningkatkan kualitas

perumahan dan pemukiman beserta infrastruktur pendukungnya secara memadai

Luas kawasan kumuh yang di tangani

112.82 Ha 1,82 Ha 1,61%

Persentase jumlah unit RTLH yang ditangani

0,52% 0,81% 64,19%

Persentase Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sesuai SPM

100% 100% 100%

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH (Halaman 31-62)

Dokumen terkait