BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Alat dan Bahan Penelitian
Peralatan yang digunakan untuk menunjang penelitian ini yaitu : 1. Laptop untuk membuat program GUI;
2. Dial Indicator untuk kalibrasi side slip tester yang dibuat;
3. Multi meter untuk pengukuran parameter kelistrikan;
4. Solder untuk merakit rangkaian elektronik Bahan Penelitian
Bahan dalam penelitian rancang bangun alat side slip tester yaitu :
1. Side slip bench atau plat geser sebagai media yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan yang akan diukur;
2. Sensor Angle Pot yaitu sensor potensio sudut sebagai pembaca side slip dari roda kendaraan yang terpasang pada Side slip bench;
3. STM32F103C8T6 sebagai pembaca sensor;
4. Android TV Box sebagai pemroses data dari mikrokontroler dengan program GUI.
Perancangan Sistem
Blok diagram sistem yang digunakan ditunjukkan pada Gambar 3.3.
Gambar 3.3 Blok Diagram Sistem
Secara umum sebuah sistem terdiri dari masukan, proses, dan keluaran.
Pada penelitian ini masukan dari sistem berupa transduser linier berupa perubahan resistansi dari sensor, kemudian dikonversi menjadi tegangan dengan menggunakan rangkaian pembagi tegangan. Tegangan dari sensor kemudian masuk ke pin ADC mikrokontroler yang akan dikonversi menjadi data biner. Data hasil konversi ADC kemudian dilakukan penyaringan menggunakan filter eksponensial,
kemudian data hasil penyaringan tersebut diubah ke protokol serial yang akan dikirimkan ke GUI android melalui komunikasi UART Serial. Fungsi filter ekponensial pada sistem dimaksudkan untuk menghilangkan derau dari luar sehingga memperhalus pembacaan sensor serta meningkatkan keakurasian hasil pengukuran side slip.
Gambar 3.4 Blok diagram perangkat keras
Pada Gambar 3.4 Sistem terdiri dari side slip bench atau plat geser yang dipasang di dalamnya sebuah linear transducer untuk membaca side slip dari roda kendaraan yang akan diuji, kemudian sinyal dari sensor akan dikonversi ke bentuk data digital menggunakan ADC dari ST32F103C8T6 yang akan diproses oleh GUI program android. Sebagai penampil GUI menggunakan sebuah layar monitor LCD.
Supaya semua rangkaian dapat berjalan diberikan sumber daya menggunakan rangkaian Power supply.
Perancangan Rangkaian Mikrokontroler
Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe STM32F103C9T6. Merupakan seri dari mikrokontroler STM32 ARM Cortex- M3 yang masuk dalam tipe mainstream. STM32F103C8T6 mempunyai kinerja
processor 32-bit ARM Cortex-M3 dan clock frequensi 72 MHz. Rangkaian mikrokontroler ditunjukkan pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5 Rangkaian Mikrokontroler STM32F103C8T6
Perancangan Program Mikrokontroler
Supaya mikrokontroler dapat bekerja, perlu dirancang sebuah firmware yang ditanam pada chip mikrokontroler. Firmware adalah sebuah program permanen yang ditanam pada Read Only Memory (ROM) di mikrokontroler. ROM bisa berupa EEPROM atau Flash Memory. Langkah awal yang dilakukan dalam perancangan firmware yaitu dengan membuat sebuah diagram alir dari program yang diinginkan. Perancangan firmware untuk alat yang dibuat pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 3.6.
Saat pertama kali sistem diberikan catu daya, maka mikrokontroler melakukan inisialisasi masukan, keluaran, dan deklarasi variabel yang digunakan, kemudian mikrokontroler menunggu data perintah yang dikirimkan oleh GUI, ketika ada perintah untuk mulai baca sensor, maka mikrokontroler akan membaca masukan dari sensor dan mengirimkan data hasil pembacaan sensor ke GUI pada Android TV Box. Jika ada perintah stop, maka mikrokontroler akan menghentikan pembacaan sensor. Dan ketika menerima perintah untuk reset sistem, maka sistem akan kembali mengulangi langkah atau alur dari awal.
Gambar 3.6 Diagram Alir Firmware Mikrokontroler
Firmware yang dibuat merupakan kondisi looping sehingga tidak ada berhenti mengeksekusi program, meskipun menerima perintah untuk reset, karena perintah reset dibuat dengan program bukan reset menggunakan eksternal interrupt.
Perancangan Filter Eksponensial
Perancangan filter digital dalam hal ini filter eksponensial dengan merujuk pada persamaan (2.1), kemudian dari persamaan tersebut diimplementasikan kedalam Bahasa permrograman yang ditunjukkan pada Gambar 3.7.
Gambar 3.7 Program Filter Eksponensial
Perancangan Antarmuka Pengguna Grafis
Supaya pengguna lebih mudah mengoperasikan sebuah sistem perlu dibuat sebuah antarmuka pengguna dalam bentuk grafis yang informatif dan mudah digunakan. Antarmuka pengguna grafis dibuat dengan menggunakan Basic 4 Android. Perancangan antarmuka pengguna grafis ditunjukkan pada Gambar 3.8.
Gambar 3.8 Diagram Alir Antarmuka Pengguna Grafis
Keterangan diagram alir :
Saat pertama kali sistem dijalankan, program akan mengecek ketersediaan port serial pada android tvbox, jika ada sesuai dengan pengaturan sebelumnya yang disimpan dalam file config.ini maka program akan membuka port serial tersebut,
jika belum tersedia port serial, maka pengguna akan membuka menu untuk mengatur port serial yang akan digunakan. Kemudian jika port serial sudah diatur dan dibuka maka selanjutnya yaitu saat tombol start ditekan maka program akan mengirimkan sebuah perintah ke mikrokontroler untuk memulai pembacaan sensor, dan kemudian membaca data pembacaan sensor yang dikirimkan oleh mikrokontroler, tombol start ini akan berubah menjadi tombol stop. Kemudian untuk menghentikan pengujian atau pembacaan sensor dan sekaligus hold hasil pengujian digunakan tombol stop. Ketikan tombol stop ditekan program akan mengirimkan perintah ke mikrokontroler untuk berhenti membaca sensor.
Kemudian tombol reset digunakan untuk mereset program ke awal pengujian dan sekaligus mereset mikrokontroler. Kemudian ketika hasil uji telah didapat, pengguna dapat mencetaknya dengan menekan tombol print, maka akan muncul sebuah form untuk mengisi data kendaraan yang diuji, dan sekaligus menyimpan hasil pengujian ke datalogger. Untuk keluar dari program digunakan tombol exit atau tombol silang pada pojok kanan atas program.
Pembuatan Perangkat Keras
Pembuatan perangkat keras diawali dengan menggambar Printed Circuit Board (PCB) dari rancangan rangkaian yang telah dibuat. Gambar PCB dibuat dengan menggunakan altium designer. Hasil gambar PCB ditunjukkan pada Gambar 3.9
Gambar 3.9 Disain PCB Perangkat keras
Setelah disain PCB selesai maka gambar yang telah dibuat dikirim ke perusahaan percetakan PCB untuk diproses menjadi PCB yang siap rakit. PCB yang telah dicetak ditunjukkan pada Gambar 3.10.
Gambar 3.10 PCB setelah dicetak
Langkah selanjutnya yaitu memasangkan komponen pada PCB yang telah jadi. Komponen yang digunakan 90% berupa komponen Surface Mount Device (SMD). Pemasangan komponen SMD bisa menggunakan solder biasa maupun menggunakan reflow solder atau bisa juga menggunakan solder blower. PCB yang telah dirakit ditunjukkan pada Gambar 3.11.
Gambar 3.11 PCB telah terpasang komponen elektronik
31 permasalahan yang ada.
4.1 Hasil Rancangan Perangkat Keras
Setelah perancangan perangkat keras selesai dibuat kemudian dilakukan pemesanan papan rangkaian tercetak (PRT) serta dilakukan pemasangan komponen ke PRT didapatkan hasil perangkat keras seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Hasil Perangkat Keras
Hampir 90% komponen berada pada bagian bawah PRT dengan tujuan supaya komponen terlindungi dari debu maupun benda-benda yang bisa mengakibatkan kerusakan pada rangkaian. Bagian atas PRT berupa konektor untuk menghubungkan sensor-sensor yang dipakai, keluaran ke relai, serta masukan dari catu daya.
4.2 Hasil Rancangan Antarmuka Pengguna Grafis
Antarmuka Pengguna Grafis dibuat menggunakan Basic 4 Android (B4A/B4X), pada panel depan menampilkan pengukuran side slip kendaraan.
Program juga dilengkapi dengan formulir pengisian data pemilik kendaraan dan
nomor registrasi, serta dilengkapi juga dengan penyimpanan hasil pengujian kendaraan.
Gambar 4.2 Tampilan Awal Antarmuka Pengguna Grafis
Gambar 4.3 Tampilan Input Data Kendaaraan
Gambar 4.4 Tampilan Proses Pengujian Kendaraan
Untuk proses pengujian kendaraan diperlukan satu operator untuk menjalankan program. Mula-mula operator menekan tombol start untuk mengaktifkan pengukuran, kemudian operator memberikan instruksi kepada pemilik kendaraan untuk melewati side-slip bench dengan kecepatan 5-10Km/jam dan harus lepas kemudi. Saat roda kendaraan melewati side-slip bench sensor akan membaca side slip dari roda kendaraan dan ditampilkan pada layar monitor. Setelah didapatkan hasil operator menekan tombol print untuk mencetak hasilnya sebagai tanda bukti pengujian. Saat ditekan print data hasil pengujian juga tersimpan dalam dataloger.
4.3 Pengujian Mikrokontroler
Pengujian mikrokontroler dilakukan untuk memastikan bahwa mikrokontroler dapat ditanamkan sebuah firmware dan dapat bekerja sesuai dengan program yang dibuat. Pengujian mikrokontroler dengan cara membuat program led STAT berkedip pada rangkaian yang telah dibuat. Rangkaian pengujian ditunjukkan pada Gambar 4.5 dan program led berkedip ditunjukkan pada Gambar 4.6.
Gambar 4.5 Rangkaian Pengujian Mikrokontroler
Proses pengujian dilakukan dengan membuat program led berkedip, kemudian program dilakukan proses compile untuk memastikan program yang dibuat sudah benar dan tidak ada error. Berikut ini merupakan program untuk pengujian mikrokontroler.
Gambar 4.6 Program Pengujian Mikrokontroler
Setelah program sudah benar, langkah selanjutnya yaitu melakukan upload program ke mikrokontroler, upload program dilakukan dengan menggunakan modul STLink. Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil Pengujian Mikrokontroler
Waktu Kondisi led Keterangan
Detik Pertama Menyala Baik
Detik Kedua Padam Baik
Detik Ketiga Menyala Baik
Detik Keempat Padam Baik
Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa rangkaian mikrokontroler sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan perancangan.
4.4 Pengujian Filter Eksponensial
Pengujian filter eksponensial dilakukan dengan cara mengisi program seperti pada Gambar 3.7 ke mikrokontroler. Pengujian ini bertujuan untuk melihat respon sinyal pada filter eksponensial dengan menentukan bobot 𝑎 menggunakan persamaan (2.2) bobot 𝑎 .
Dari program yang dibuat konstanta waktu sampling pembacaan sinyal sebesar 100 mili atau 0,1 detik sehingga nilai 𝑎 adalah
𝑎 = exp (−0,1 0,1 ) 𝑎 = 0,36
Kemudian nilai tersebut digunakan pada program untuk pengamatan respon sinyal, dan membandingkan dengan bobot 𝑎 hasil koreksi untuk mendapatkan hasil yang paling baik untuk sistem pengukuran side slip kendaraan. Program yang dibuat yaitu membaca masukan analog dari pin ADC mikrokontroler dengan memberikan simulasi derau pada pin ADC tersebut kemudian difilter dengan eksponensial filter untuk mengurangi derau pada pembacaan ADC.
Hasil pengujian filter eksponensial terhadap masukan sensor ditunjukkan pada Gambar 4.7 sampai Gambar 4.12.
Gambar 4.7 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,5
Pada Gambar 4.7 hasil pemfilteran sinyal adc dengan bobot pada filter exponensial sebesar a=0,5, garis biru merupakan sinyal adc sebelum difilter dan garis merah merupakan keluaran setelah difilter. Terlihat pada Gambar 4.7 hasil pemfilteran tidak begitu berbeda dengan sinyal masukan. Derau masih terlihat jelas.
Gambar 4.8 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,4
Pada Gambar 4.8 hasil pemfilteran sinyal adc dengan bobot pada filter eksponensial sebesar a=0,4, hasil pemfilteran hampir sama dengan Gambar 4.7 Terlihat pada Gambar 4.8 hasil pemfilteran tidak begitu berbeda dengan sinyal masukan. Derau masih terlihat jelas.
Gambar 4.9 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,3
Pada Gambar 4.9 hasil pemfilteran sinyal adc dengan bobot pada filter exponensial sebesar a=0,3. Terlihat pada Gambar 4.9 respon terhadap sinyamsukan cepat akan tetapi hasil pemfilteran masih ada derau.
Gambar 4.10 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,2
Pada Gambar 4.10 dengan bobot filter eksponensial sebesar 0,2 dihasilkan penapisan derau sangat baik dan halus, respon terhadap sinyal masukan pada awal waktu juga sudah sangat cepat,
Gambar 4.11 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,1
Pada Gambar 4.11 dengan bobot a=0,1 pada filter eksponensial, hasil pemfilteran sudah sangat halus terhadap derau, akan tetapi untuk respon awal pembacaan sinyal sangat lambat. Hal ini berpengaruh pada pembacaan sinyal adc untuk pembacaan masukan adc dengan waktu yang singkat.
Gambar 4.12 Respon Sinyal Filter Eksponensial Dengan Bobot a=0,1 (garis merah) dan a=0,01 (garis hijau)
Pada Gambar 4.12 terlihat pada garis warna hijau dengan bobot pada filter eksponensial sebesar 0,01, untuk hasil filter sangat halus, akan tetapi responnya begitu lambat. Dari grafik hasil pengujian filter eksponensial, semakin kecil nilai bobot a terlihat semakin halus hasilnya, akan tetapi respon terhadap masukan sinyal semakin lambat. Maka dari itu untuk bobot yang diterapkan pada alat uji side slip dipilih dengan bobot 0,2. Dengan alasan dari grafik terlihat respon terhadap sinyal masukan cepat dan untuk penapisan derau sudah sangat baik.
4.5 Kalibrasi Pengukuran Side-Slip
Kalibrasi side slip tester dilakukan dengan cara membandingkan langsung antara hasil pembacaan alat yang dibuat dengan dial indicator yang telah terkalibrasi. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa alat yang dibuat telah memenuhi standar untuk melakukan pengujian side slip kendaraan bermotor.
Pengujian dilakukan pada pergeseran side slip bench 1mm sampai 10mm. Hasil pengujian dicatat kedalam tabel kemudian dihitung persentase kesalahan dari pembacaan alat yang dirancang. Dalam hal ini kalibrasi dilakukan untuk menentukan besarnya daya ulang pembacaan, penyimpangan pembacaan. Proses kalibrasi ditunjukkan pada Gambar 4.13.
Gambar 4.13 Kalibrasi side-slip tester
Hasil dari proses kalibrasi disajikan dalam Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Hasil Kalibrasi Side Slip Tester
Pengukuran ke
Pembacaan pada alat (mm)
Alat Pembanding (Dial Indicator)
Persentase Kesalahan (%)
1 1 1,01 0,99
2 2,1 2,09 0,48
3 3,2 3,19 0,31
4 4,5 4,5 0,00
5 5,3 5,29 0,19
6 6,5 6,5 0,00
7 7,3 7,31 0,14
8 8,3 8,31 0,12
9 9,2 9,23 0,33
10 10,4 10,38 0,19
Dari Tabel 4.2 dapat dianalisis untuk penunjukkan dial indicator pada titik uji menunjukan nilai yang berbeda, hal ini disebabkan karena untuk menggeser side slip bench pada kelipatan 0,01 mm sangatlah sulit karena dilakukan dengan cara manual untuk memperoleh nilai yang angka bulat. Terlihat dalam table persentase
kesalahan terbesar pada pengujian 1 mm dimana pada dial indicator menunjukkan nilai 1,01 mm dan pada alat menunjukkan 1 mm yaitu sebesar 0,99%. Dari hasil kalibrasi dapat disimpulkan bahwa alat yang dibuat sudah layak untuk digunakan sebagai alat uji side slip pada kendaraan bermotor.
42
dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari hasil pengujian filter eksponensial diperoleh bobot terbaik untuk filter pembacaan adc sebesar 0,2 dengan alasan dari grafik terlihat respon terhadap sinyal masukan cepat dan untuk penapisan derau sudah sangat baik.
2. Setelah dilakukan kalibrasi alat yang dibuat mendapatkan hasil kesalahan maksimum sebesar 0,99% pada uji geser side slip bench 1 mm.
3. Dengan mengunakan Smart system perpaduan antara mikrokontroler STM32F103C8T6 dan Android TV Box, serta sensor linear displacement dengan menambahkan filter eksponensial pada pembacaan masukan sensor dapat dihasilkan ala uji side slip kendaraan bermotor pada UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan.
5.2 Saran
Saran dari penulis untuk pengembangan penelitian selanjutnya yaitu 1. Pengembangan sistem dengan metode IoT yang dapat menyimpan dan
mengakses basis data dari server dinas perhubungan darat dan dapat diakses pemilik kendaraan supaya tidak terjadi kecurangan.
2. Bisa dikembangkan alat uji kendaraan bermotor sistem portable, sehingga bisa digunakan untuk pengujian keliling.
3. Bisa dikembangkan pengujian dengan sistem full automatic, yaitu kendaraan masuk kemudian alat siap untuk pengujian secara otomatis tanpa operator.
43
[2] Undang-Undang Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Indonesia, 2009, hal. 1–203.
[3] K. Publik dan P. K. Bermotor, “Implementasi Kebijakan Pengujian Kendaraan Bermotor Di Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” J. Polit., vol. 10, no. 4, 2021.
[4] C. De Saxe, R. J. Berman, A. Clarke, dan J. D. Reinecke, “Camera-based side-slip measurement for tyre testing,” no. July, 2019.
[5] J. Shao, F. Lin, dan Z. Ye, “Research on automatic verification device for vehicle sideslip tester,” Appl. Mech. Mater., vol. 215–216, hal. 1263–1266, 2012, doi: 10.4028/www.scientific.net/AMM.215-216.1263.
[6] Y. Wu, L. Meng, J. Liu, J. Dai, dan J. Xie, “Research on calibration device based on laser displacement measurement technology for automobile side slip tester,” Guangxue Jishu/Optical Tech., vol. 44, hal. 630–633, Sep 2018.
[7] M. Gadola, D. Chindamo, M. Romano, dan F. Padula, “Development and validation of a Kalman filter-based model for vehicle slip angle estimation,”
Veh. Syst. Dyn., vol. 52, no. 1, hal. 68–84, 2014, doi:
10.1080/00423114.2013.859281.
[8] T. C. Evans, E. Gavrilovich, R. C. Mihai, I. Isbasescu, dan L. Easyg, “( 12 ) Patent Application Publication ( 10 ) Pub . No .: US 2006 / 0222585 A1 Figure 1,” 2015.
[9] A. Gajek dan P. Strzępek, “The analysis of the accuracy of the wheel alignment inspection method on the side-slip plate stand,” IOP Conf. Ser.
Mater. Sci. Eng., vol. 148, hal. 012037, 2016, doi: 10.1088/1757- 899X/148/1/012037.
[10] W. Luty, “Experimental research on tyres in transient sideslip conditions,”
Arch. Motoryz., vol. 66, 2014.
[11] H. F. Grip, L. Imsland, T. A. Johansen, T. I. Fossen, J. C. Kalkkuhl, dan A.
Suissa, “Nonlinear vehicle side-slip estimation with friction adaptation,”
Automatica, vol. 44, no. 3, hal. 611–622, 2008, doi:
10.1016/j.automatica.2007.06.017.
[12] S. G. Barhe dan B. G. Gawalwad, “Measurement of Wheel Alignment using IR,” hal. 8689–8693, 2016, doi: 10.15680/IJIRCCE.2016.
[13] B. L. Boada, M. J. L. Boada, A. Gauchía, E. Olmeda, dan V. Díaz, “Sideslip angle estimator based on ANFIS for vehicle handling and stability,” J. Mech.
Sci. Technol., vol. 29, no. 4, hal. 1473–1481, 2015, doi: 10.1007/s12206- 015-0320-x.
[14] N. Corporation, “Basic Wheel Alignment Fundamentals.” Latest Undercar Service Equipment Luse, Prineville, Oregon, US, hal. 1–11, [Daring].
Tersedia pada: http://lusequip.com/site/1212late/Alignment_Basics.pdf.
[15] G. Stanley, “Exponential Filter,” 2010.
https://gregstanleyandassociates.com/whitepapers/FaultDiagnosis/Filtering/
Exponential-Filter/exponential-filter.htm (diakses Mar 05, 2020).
[16] R. M. Firdaus, B. Supriyo, dan A. Suharjono, “Electronic and GUI Development of Roller Brake Tester,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1273, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1273/1/012070.
[17] R. M. Firdaus, B. Supriyo, dan A. Suharjono, “Sistem untuk Analisis Variasi Tindakan Pengereman,” Semin. Nas. aptikom, 2019.
[18] R. Ristiana, A. S. Rohman, A. S. Prihatmanto, dan C. Machbub, “Sistem Kendali Kendaraan untuk Keselamatan Aktif : Review Paper,” vol. 3, no. 1, 2017.
[19] I. H. Siahaan, N. Djonoadji, dan A. Sugondo, “ANALISA GAYA PADA
RODA KENDARAAN PADA BERBAGAI KECEPATAN
KENDARAAN,” TEKNO SIM, no. September, hal. 1–7, 2007.
[20] J. S. Young, H. Y. Hsu, dan C. Y. Chuang, “Camber angle inspection for vehicle wheel alignments,” Sensors (Switzerland), vol. 17, no. 2, 2017, doi:
10.3390/s17020285.
[21] I. INSTRUMENTATION, “KTC LINEAR MOTION POSITION
SENSORS.” https://www.reichelt.com/de/en/linear-potentiometer-100-mm- max-60-v-ktc-100-p-p152223.html (diakses Jul 09, 2021).
[22] R. C. AB, “Ktc, ktf, ktp Linear sensor 75-1000mm,” vol. 1, no. 4, Swedia, 2013, hal. 4–7.
[23] J. V. Vijay dan B. Bansode, “ARM Processor Architecture,” Int. J. Sci. Eng.
Technol. Res., vol. 4, no. 10, hal. 243–268, 2015, doi: 10.1016/b978-0-12- 410414-3.00008-6.
[24] R. M. Firdaus, “Analisis variasi tindakan pengereman terhadap pengukuran efisiensi gaya rem dan perlambatan pada rol penguji rem,” Politeknik Negeri Semarang, 2019.
[25] G. Brown, “Discovering the STM32 Microcontroller,” Cortex, vol. 85, hal.
1–244, 2012, doi: 10.1.1.251.2645.
[26] STMicroelectronics, STM32F103x8 STM32F103xB Datasheet, REV 17.
Geneva, Switzerland: www.st.com, 2015.
[27] H96TVBox, “Android TV Box H96 Mini.”
https://www.h96tvbox.com/home/87-446-rk3228a-ram-1gb-rom-8gb- cheap-4k-smart-tv-box.html#/29-rom-8gb/35-wifi-24g5gbluetooth/36- plug_type-au_plug/42-ram-1gb (diakses Jul 09, 2021).
46
47
#VersionName:
'SupportedOrientations possible values: unspecified, landscape or portrait.
#SupportedOrientations: landscape
#CanInstallToExternalStorage: True
#End Region
#Region Activity Attributes
#FullScreen: True
#IncludeTitle: False
#BridgeLogger: True
#End Region
Sub Process_Globals
'These global variables will be declared once when the application starts.
'These variables can be accessed from all modules.
Private usbserial As felUsbSerial Private manager As UsbManager Private bc As ByteConverter Dim AStreams As AsyncStreams
Dim Socket1 As Socket
Dim tcpStream As AsyncStreams
Dim Printer1 As EscPosPrinter
Dim Version As Double = 2.0 ' Demo program version End Sub
Sub Globals
'These global variables will be redeclared each time the activity is created.
'These variables can only be accessed from this module.
'Public Caranim(121) As Bitmap
Dim Caranim(30) As Bitmap Dim gaugebmp(121) As Bitmap
Private Gauge_V As ImageView Private L_Gauge As Label Private EditText1 As EditText Private SeekBar1 As SeekBar Private Caranimasi As ImageView
Dim data As CacheCleaner
Private Level_Left As ImageView Private IN_L As Label
Private Level_Right As ImageView Private OUT_L As Label
Private ImageL0 As ImageView Private ImageL1 As ImageView Private ImageL2 As ImageView Private ImageL4 As ImageView
Dim panel_gerak As Int Private Panel_Bg As Panel
Dim inc_pgerak,delay_sebentar As Boolean Private Imagecar As ImageView
'usb
Dim usbvendor_id(8) As String Dim usbproduct_id(8) As String Dim init_Timerser As Timer Dim init_permission As Boolean Dim chek_usb As Timer
Dim alat_available As Boolean Dim ft As Boolean
Dim usbvendor_id(8) As String Dim usbproduct_id(8) As String Dim usbSerial_port As Int
Private DevSer_State As Label Private DevSerBaudRate As Label Private LPrinterSerialState As Label Private LPrinterSerialBaudR As Label Private L_state As Label
'tcp
Dim chek_tcp As Timer Dim ipTcp As String Dim portTcp=23 As Int
Dim jumlah_sumbu(7) As String Dim jenis_mobil(9) As String Dim count_sumbu=0 As Int Dim count_jenis=0 As Int Dim TStartDef(2) As Int Dim TResetDef(2) As Int
Dim pengukuran_mulai=False As Boolean
Dim carReduceMuter As Int 'view baru
'Menu input data kendaraan
Private E_Sumbu As EditText Private E_uji As EditText Private E_Nama As EditText Private E_Kend As EditText Private E_jenis As EditText Private E_merk As EditText Private Save_BT As Button Private B_Metu As Button Private PanelMenu As Panel Private PanT_Start As Panel Private PanT_Reset As Panel Private PanT_Print As Panel Private PanT_InpuData As Panel Private Panel_Standby As Panel Private Panel_Gauge As Panel Private Panel_Stop As Panel Private T_Stop As Button Private L_start As Label Private L_Reset As Label Private L_Print As Label Private L_InputData As Label Private v_no_uji As Label Private v_no_kend As Label Private v_merk As Label Private v_jenis As Label
Private v_jumlah_sumbu As Label Private v_nama_penguji As Label Private b_change_jenis As Button Private nilai_Result As Label Private ket_kondisi As Label Private Ket_Result As Label Private LButtonPrint As Label Private gaugeResult As ImageView End Sub
Sub isi_idusb
' <usb-device vendor-id="1027" product-id="24577" />
usbvendor_id(0)="1027"
usbproduct_id(0)="24577"
'
' <!-- 0x0403 / 0x6015: FTDI FT231X -->
' <usb-device vendor-id="1027" product-id="24597" />
usbvendor_id(1)="1027"
usbproduct_id(1)="24597"
'
' <!-- 0x2341 / Arduino -->
' <usb-device vendor-id="9025" />
usbvendor_id(2)="1027"
usbproduct_id(2)="24577"
'
' <!-- 0x16C0 / 0x0483: Teensyduino -->
' <usb-device vendor-id="5824" product-id="1155" />
usbvendor_id(3)="9025"
usbproduct_id(3)="0"
'
' <!-- 0x10C4 / 0xEA60: CP210x UART Bridge -->
' <usb-device vendor-id="4292" product-id="60000" />
usbvendor_id(4)="4292"
usbproduct_id(4)="60000"
'
' <!-- 0x067B / 0x2303: Prolific PL2303 -->
' <usb-device vendor-id="1659" product-id="8963" />
usbvendor_id(5)="1659"
usbproduct_id(5)="8963"
'
' <!-- 0x1a86 / 0x7523: Qinheng CH340 -->
' <usb-device vendor-id="6790" product-id="29987" />
usbvendor_id(6)="6790"
usbproduct_id(6)="29987"
End Sub
Sub Activity_Create(FirstTime As Boolean)
'Do not forget to load the layout file created with the visual designer. For example:
Activity.LoadLayout("Main") Gauge_def