• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat Pembatas

Dalam dokumen Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (Halaman 42-47)

ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP) II

D. Peralatan dan Bahan dalam Pemasangan Alat Pengukur dan Pembatas (APP) Seperti yang telah di sebutkan pada pembahasan sebelumnya, untuk

2. Alat Pembatas

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

Keterangan:

(1) Kumparan tegangan yang berfungsi sebagai pembangkit fluk tegangan.

(2) Kumparan arus sebagai pembangkit fluks arus.

(3) Elemen penggerak/piringan aluminium sebagai tempat integrasi fluks tegangan dan fluks arus serta terjadinya arus foucault sehingga timbul momen putar pada piringan. Terdapat 2 bantalan (atas dan bawah) yang ditempatkan pada piringan kWh meter yang berfungsi agar dengan gesekan sekecil mungkin piringan kWh meter tersebut tetap dapat berputar.

(4) Rem Magnet berfungsi sebagai alat untuk pengereman dan memberikan perlawanan putar dari piringan aluminium. Rem magnet merupakan magnet permanen yang memiliki satu pasang kutub (Utara dan selatan). Fungsi dari rem magnet antara lain sebagai berikut.

(a) Menjaga dari kerusakan alat ukur akibat gaya berat yang ditimbulkan oleh piringan kWh meter.

(b) Alat kalibrasi semua pembatas arus serta menghilangkan/

meredam ayunan perputaran piringan.

(5) Register sebagai pencatat/penghitung jumlah energi terpakai di tempat pelanggan, atau dapat juga difungsikan sebagai alat transmisi pada tiap rotasi piringan, dengan demikian alat pencatat dapat mengetahui adanya perubahan dari perputaran piringan sehingga jumlah energi yang terukur oleh kWh meter tersebut dapat tercatat dan memiliki nilai baik satuan maupun puluh ribuan.

(6) Name Plate atau papan nama digunakan untuk mencantumkan informasi dasar yang terdapat pada kWh meter. Umumnya papan nama dari meter energi tersebut mencantumkan hal-hal berikut ini.

(a) Nama alat/merek pabrik.

(b) Tipe atau jenis meter.

(c) Cara pengawatan 1 phasa 2 kawat/3 phasa 3 kawat/3 phasa 4 kawat.

(d) Tegangan.

(e) Arus.

(f) Frekuensi.

(g) Konstanta meter.

(h) Kelas.

(i) Satuan energi listrik.

(7) Terminal Klemp/Terminal Blok yang merupakan tempat penyambungan pengawatan sumber tegangan dan beban ke kumparan arus dan kumparan tegangan.

28 TEKNIK JARINGAN TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

terbuka dan memutuskan arus bila arus tersebut melebihi suatu nilai tertentu dalam suatu waktu tertentu. Arus yang nilainya lewat ke batasan yang cukup rendah dari arus puncak perkiraannya dibatasi oleh pelebur ini. Karakteristik berikut ini harus dimiliki oleh pembatas arus pada penyambungan TR dan TM

Tabel 2.1 Karakteristik Pembatas Arus Arus nominal (In)

(ampere) Arus lebih

(ampere) Waktu

lebur Catatan

< 60 1,3 x In >1 Tidak akan terputus dalam waktu 60 menit

> 60 1,3 x In 2,0 x In

>2

<2

Tidak akan terputus dalam waktu 120 menit Akan terputus dalam waktu

maksimal 120 menit

Sumber: ppg.spada.ristekdikti.go.id

b. Relai pembatas, merupakan alat pembatas yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang masuk ke pelanggan. Berdasarkan fungsinya, relai ini terdiri dari relai overload dan overcurrent. Menurut prinsip kerjanya, relai ini terbagi menjadi 3 macam, yaitu relai magnetis yang bekerja berdasarkan prinsip medan magnet dari status kumparan listrik, relai termis yang bekerja berdasarkan prisip elektrostatistik dari suatu elemen pemanas, dan relai elektronik, yaitu berdasarkan prinsip kerja elektrostatistik dari beberapa komponen elektronik. Untuk penempatan relai ini terdiri dari relai primer yang merupakan relai yang langsung dipasang pada saluran utama tegangan menengah, dan relai sekunder yang dipasang pada saluran utama dari sisi sekunder peralatan bantu trafo arus (CT).

Tabel 2.2 Karakteristik Relai

Pada Arus Harus Jatuh Catatan

1,05 x In 1,2 x In 1,5 x In 4,0 x In

Sesudah 1 jam Sebelum 1 jam Sebelum 2 menit Pemutusan Momen

Tidak jatuh dalam waktu 1 jam Jatuh dalam waktu maksimal 1 jam

Jatuh dalam waktu maksimal 2 menit

Jatuh seketika

Sumber: ppg.spada.ristekdikti.go.id

Jika dilihat dari tingkat akurasinya, maka relai jenis pelebur tentunya tidak akan banyak dipergunakan lagi sebagai alat pembatas untuk pelanggan baru. Secara bertahap pelanggan baru akan diarahkan menggunakan relai sebagai pembatasnya.

Pada sistem pembatas arus, apabila pelanggan memakai arus melebihi batas yang telah ditetapkan, maka pembatas akan bekerja. Salah satu pembatas arus yang selalu digunakan adalah berupa Circuit breaker. Berikut ini adalah beberapa alat pengaman arus listrik yang juga digunakan untuk penghubung dan pemutus.

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

a. MCB (Miniatur circuit breaker)

MCB digunakan untuk membatasi daya yang dipakai pelanggan TR agar sesuai dengan daya kontraknya digunakan pemutus mini yang terpasang pada kotak kWh meter. MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih yang juga dapat berfungsi sebagai pembatas arus. Selain itu, MCB juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat.

Pada pengamanan sirkit satu fasa dan tiga fasa lebih banyak menggunakan MCB.

Untuk prinsip kerjanya, pada MCB terdapat dua jenis pengaman, yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman thermis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih, sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar yang memicu koil bersifat magnet. Semakin besar arus hubung singkat, maka semakin besar pula daya untuk menggerakkan sakelar tersebut, sehingga lebih cepat memutuskan rangkaian listrik.

MCB merupakan saklar atau perangkat elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current).

Perancangan MCB dengan 1 kutub digunakan untuk satu fasa dan 3 kutub untuk tiga fasa. Pada pengaman 3 fasa biasanya memiliki 3 kutub dengan satu tuas, artinya apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub, maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus.

Terminal MCB sebaiknya di gunakan untuk pemasangan kabel dengan polaritas fasa (yang menyala jika dites dengan tespen), bukan pada kawat netral/polaritas nol (tidak menyala jika dites dengan tespen). MCB ini memiliki kelebihan antara lain sebagai berikut.

1) Rangkaian tiga fasa dapat terputus sekaligus walaupun hanya terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.

2) Apabila rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih, MCB masih dapat digunakan kembali.

3) Respon yang baik dimiliki oleh MCB apabila terjadi short circuit/hubung singkat atau overload/beban lebih.

30 TEKNIK JARINGAN TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 2.11 Kontruksi MSB 1 Fasa Sumber: eprints.polsri.ac.id

Keterangan gambar MCB

1) Tuas aktuator operator ON-OFF 2) Mekanisme aktuator.

3) Kontak penghubung.

4) Terminal input-output.

5) Batang bimetal.

6) Pelat penahan dan penyalur busur api.

7) Solenoid/trip coil.

8) Kisi kisi pemadam busur api.

Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan menjadi 5 jenis ciri, yaitu sebagai berikut.

1) Tipe Z (rating dan breaking capacity kecil), digunakan untuk pengaman rangkaian semikonduktor dan trafo-trafo yang sensitif terhadap tegangan.

2) Tipe K (rating dan breaking capacity kecil), digunakan untuk mengamankan alat-alat rumah tangga.

3) Tipe G (rating besar) untuk pengaman motor.

4) Tipe L (rating besar) untuk pengaman kabel atau jaringan.

5) Tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan b. MCCB (Mold Case Circuit breaker)

MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat, dan arus beban lebih biasanya dipasang pada outgoing generator dengan tegangan rendah (< 1000 Volt).

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

Pada jenis tertentu pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. MCCB ini biasanya digunakan pada arus di atas 100A. Singkatan MCCB adalah Moulded Case Circuit breaker. Fungsi MCCB adalah sebagai pemutus sirkit pada tegangan menengah. Arus pengenal MCCB, yaitu 63, 80, 100, 125, 160, 200, 225, 250, 300, 400, 500, 800, dan 1600 A.

MCCB merupakan pemutus rangkaian kelistrikan yang memiliki beban yang lebih tinggi dibandingkan dengan rangkaian kelistrikan yang menggunakan MCB.

Gambar 2.12 Konstruksi MCCB Sumber: www.a-electric.net

Keterangan, sebagai berikut.

1) Bahan BMC untuk bodi dan tutup 2) Peredam busur api

3) Blok sambungan untuk pemasangan ST dan UVT 4) Penggerak lepas-sambung

5) Kontak bergerak

6) Data kelistrikan dan pabrik pembuat 7) Unit magnetik trip

c. NFB (No Fuse Breaker)

Dalam bahasa Indonesia NFB (No Fuse Breaker) bisa diartikan sebagai pemutus tanpa sekering. NFB bekerja sebagai penghubung dan pemutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu juga dapat berfungsi sebagai pemutus/pelindung beban dari kejadian hubung singkat ataupun jika terjadi arus yang berlebihan pada rangkaian.

NFB merupakan sebuah pemutus dengan memanfaatkan sensor arus. Sistem kerjanya adalah ketika arus yang melewati peralatan melebihi

32 TEKNIK JARINGAN TENAGA LISTRIK

MATERI PEMBELAJARAN

Gambar 2.13 Bentuk NFB Sumber: mitsubishielectric.com

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, bahwa fungsi dari NFB adalah sebagai penghubung dan pemutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu juga dapat berfungsi sebagai pemutus/

pelindung beban dari kejadian hubung singkat ataupun jika terjadi arus yang berlebihan pada rangkaian. NFB otomatis akan memutuskan arus apabila arus yang mengelir melebihi dari nilai yang tertera pada NFB itu sendiri.

Umumnya pada sirkuit motor induksi atau control panel menggunakan NFB 3 Fasa sebagai pengamannya.

Dalam dokumen Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (Halaman 42-47)