BAB IV HASIL PENELITIAN
4.4. Alternatif Penanganan Simpang 1. Penerapan APILL
Sementara itu dari hasil simulasi Vissim, kinerja simpang eksisting juga menunjukan hasil yang tidak berbeda jauh dengan hasil perhitungan manual jika dilihat dari nilai tundaan dan panjang antrian pada simpang. Berikut merupakan hasil kinerja simpang eksisting yang merupakan hasil simulasi pada Vissim.
Tabel 4. 27 Kinerja Simpang Eksisting Hasil Simulasi
Kaki Simpang
Tundaan (Veh.
Delay)
Panjang Antrian (Q. Len)
LOS
Utara 9,01 0,22 A
Timur 33,72 30,37 C
Barat 67,77 225,26 F
Rata - Rata 44,23 51,17 E
Sumber: Hasil Simulasi Vissim, 2022
Dari hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa tingkat pelayanan pada Simpang Tiga Tak Bersinyal Emmy Saelan termasuk kategori E dengan waktu tundaan rata- rata 44,23 detik sehingga diperlukan alternatif penanganan.
4.4. Alternatif Penanganan Simpang
efektif yang dapat digunakan dalam fase tersebut. Beberapa data primer dibutuhkan untuk menghitung jumlah fase tersebut seperti arus lalu lintas setiap kaki simpang (smp/jam), kapasitas lajur (smp/jam), Lost time, dan All Red Time. Berikut merupakan langkah – langkah hasil perhitungan fase yang telah dilakukan.
- Perhitungan Arus Jenuh Dasar (So)
Berikut merupakan perhitungan arus jenuh dasar yang menggunakan pedoman MKJI 1997 sebagai berikut : So utara = 600 x We
= 600 x 5,2
= 3120
So Timur = 600 x We
= 600 x 18,8
= 11280
So Barat = 600 x We
= 600 x 18,8
= 12000
Tabel 4.28 Perhitungan Arus Jenuh Dasar No Kaki
Simpang
Lebar Lajur Efektif (m)
Arus Jenuh Dasar
1 Utara 5,2 3120
2 Timur 18,8 11280
3 Barat 20 12000
Sumber: Hasil Analisis, 2022
- Faktor Ukuran Kota (Fcs)
Kota Makassar memiliki jumlah penduduk 1.517.814 jiwa yang menunjukan faktor penyesuaian ukuran kota adalah 1,0
- Faktor Hambatan Samping
Dalam menentukan faktor penyesuaian hambatan samping yaitu dengan melihat lingkungan jalan, hambatan samping, dan rasio kendaraan tak bermotor pada masing kaki simpang.
Tabel 4.29 Faktor Penyesuaian Hambatan Samping No Kaki
Simpang
Rasio Kendaraan Tak Bermotor
Faktor Penyesuaian Hambatan Samping
1 Utara 0,01 0,94
2 Timur 0,01 0,94
3 Barat 0,01 0,94
Sumber: MKJI, 1997 - Faktor Kelandaian (Fg)
Faktor kelandaian persimpangan untuk masing – masing kaki simpang adalah datar maka kelandaianya adalah 0%, sehingga untuk nilai faktor penyesuaian kelandaian pada masing – masing kaki simpang adalah 1,0.
- Faktor parkir (Fp)
Lingkungan sekitar simpang terbebas dari kendaraan yang parkir di tepi jalan sehingga untuk nilai faktor parkir adalah 1,0.
- Faktor penyesuaian belok kanan (Frt)
Faktor penyesuaian belok kanan yaitu dilihat dari rasio belok kanan pada masing – masing kaki simpang dan mencocokanya dengan grafiknya.
Tabel 4.30 Faktor Penyesuaian Belok Kanan No Kaki
Simpang
Rasio Belok Kanan
Faktor Penyesuaian Belok Kanan
1 Utara 0,47 1,15
2 Timur 0,05 1,03
3 Barat 0,00 1,00
Sumber: MKJI, 1997
- Faktor penyesuaian belok kiri (Flt)
Faktor penyesuaian belok kiri yaitu dilihat dari rasio belok kiri pada masing – masing kaki simpang dan mencocokanya dengan grafiknya.
Tabel 4.31 Faktor Penyesuaian Belok Kiri No Kaki
Simpang
Rasio Belok Kiri
Faktor Penyesuaian Belok Kiri
1 Utara 0,53 0,89
2 Timur 0,00 1,00
3 Barat 0,09 0,97
Sumber: MKJI, 1997 - Perhitungan Arus Jenuh
Perhitungan nilai arus jenuh menurut MKJI 1997 adalah dengan menggunakan rumus :
S = So x Fcs x Fsf x Fg x Fp x Frt x Flt
Dengan menggunakan rumus diatas maka didapatkan nilai arus jenuh masing – masing kaki simpang sebagai berikut :
Sutara = 3120 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,15 x 0,89 = 3343 smp/jam
Stimur = 11280 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,03 x 1,00 = 11080 smp/jam
Sbarat = 12000 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,00 x 0,97 = 10378 smp/jam
Tabel 4.32 Nilai Arus Jenuh
No Kaki Simpang Arus Jenuh
1 Utara 3343
2 Timur 11080
3 Barat 10378
Sumber: Hasil Analisis, 2022
- Penentuan rasio arus jenuh (FR)
Setelah penentuan nilai arus jenuh didapatkan selanjutnya yaitu menentukan rasio arus jenuh (FR) menggunakan pedoman MKJI 1997. Berikut tabel hasil perhitungan rasio arus jenuh :
Tabel 4.33 Perhitungan Rasio Arus Jenuh
Kaki Simpang Q S FR (Q/S) FRcrit
Utara 413 3343 0,08 0,08
Timur 3264 11080 0,28
0,28
Barat 2421 10378 0,21
IFR 0,36
Sumber: Hasil Analisis, 2022
Tabel 4.34 Pedoman penentuan waktu antar hijau Ukuran
Simpang
Lebar Jalan Rata-Rata
Ukuran Normal Waktu Antar Hijau
Kecil 6-9 meter 4 detik/fase
Sedang 10-14 meter 5 detik/fase
Besar ≥ 15 meter ≥ 6 detik/fase
Sumber: MKJI,1997
- Penentuan waktu hilang (Lost Time)
Untuk mendapatkan waktu hilang menggunakan rumus:
LTI = ∑(Merah Semua + Kuning) LTI = ∑((2 + 2) + (3 + 3)) = 10 detik
Waktu lost time pada simpang monumen emmy saelan dengan rencana penerapan 2 fase yaitu 10 detik.
- Penetapan waktu siklus pra penyesuaian (Co)
Mencari nilai waktu siklus pra penyesuaian (Co) dengan menggunakan rumus dibawah ini :
Co = (1,5 x LTI + 5)
(1 − IFR) Co = (1,5 x 10 + 5) (1 – 0,36) Co = 56 detik
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan waktu siklus pra penyesuaian yaitu 56 detik.
- Penentuan waktu hijau tiap kaki simpang
Mencari nilai waktu hijau menggunakan rumus dibawah ini.
G utara = (56 – 10) x (0,08/0,36)
= 10 detik
G Timur-Barat = (56 – 10) x (0,28/0,36)
= 36 detik
- Penentuan waktu siklus yang disesuaikan
Mencari nilai waktu siklus yang disesuaikan dengan menggunakan rumus dibawah ini.
C = ∑g + LTI+ 10 = 56 detik
- Membuat diagram fase
Membuat diagram fase sesuain dengan waktu hijau, waktu kuning,
= 46
waktu hilang dan waktu siklus yang telah disesuaikan.
Gambar 4.19 Diagram Fase APILL dengan 2 Fase Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa perhitungan fase apill dengan menggunakan 2 Fase didapatkan waktu siklus senilai 51 detik dengan waktu hijau yang dapat digunakan untuk kaki simpang utara adalah 10 detik, sedangkan untuk waktu hijau kaki simpang timur - barat adalah 36 detik.
Adapun berikut merupakan hasil simulasi penanganan simpang monumen emmy saelan dengan 2 fase yang dapat dilihat pada tabel 4.35.
Tabel 4.35 Kinerja Simpang Monumen Emmy Saelan dengan 2 Fase
Kaki
Simpang Tundaan
(Veh. Delay) Panjang Antrian
(Q. Len) LOS
Utara 129,58 116,97 F
Timur 91,20 255,42 F
Barat 43,92 83,80 E
Rata - Rata 82,59 91,24 F
Sumber: Hasil Simulasi Vissim, 2022
Dari hasil simulasi vissim, diketahui bahwa tingkat pelayanan pada Simpang Tiga Tak Bersinyal Bawen berada dalam kategori “Buruk” jika dilihat dari average nilai tundaan lalu lintas yang diatas 60 detik.
U 3 2 2
T - B 2 3 2
Diagram 2 Fase APILL Simpang Emmy Saelan 39 36 10
13
2) Perhitungan Fase APILL 3 Fase Perhitungan Arus Jenuh Dasar (So)
Berikut merupakan perhitungan arus jenuh dasar yang menggunakan pedoman MKJI 1997 sebagai berikut :
So utara = 600 x We
= 600 x 5,2
= 3120
So Timur = 600 x We
= 600 x 18,8
= 11280
So Barat = 600 x We
= 600 x 18,8
= 12000
Tabel 4.36 Perhitungan Arus Jenuh Dasar No Kaki
Simpang
Lebar Lajur Efektif (m)
Arus Jenuh Dasar
1 Utara 5,2 3120
2 Timur 18,8 11280
3 Barat 20 12000
Sumber: Hasil Analisis, 2022 - Faktor Ukuran Kota (Fcs)
Kota Makassar memiliki jumlah penduduk 1.517.814 jiwa yang menunjukan faktor penyesuaian ukuran kota adalah 1,0
- Faktor Hambatan Samping
Dalam menentukan faktor penyesuaian hambatan samping yaitu dengan melihat lingkungan jalan, hambatan samping, dan rasio kendaraan tak bermotor pada masing kaki simpang.
Tabel 4.37 Faktor Penyesuaian Hambatan Samping
No Kaki Simpang
Rasio Kendaraan Tak Bermotor
Faktor Penyesuaian Hambatan Samping
1 Utara 0,01 0,94
2 Timur 0,01 0,94
3 Barat 0,01 0,94
Sumber: MKJI, 1997
- Faktor Kelandaian (Fg)
Faktor kelandaian persimpangan untuk masing -masing kaki simpang adalah datar maka kelandaianya adalah 0%, sehingga untuk nilai faktor penyesuaian kelandaian pada masing – masing kaki simpang adalah 1,0.
- Faktor parkir (Fp)
Lingkungan sekitar simpang terbebas dari kendaraan yang parkir di tepi jalan sehingga untuk nilai faktor parkir adalah 1,0.
- Faktor penyesuaian belok kanan (Frt)
Faktor penyesuaian belok kanan yaitu dilihat dari rasio belok kanan pada masing – masing kaki simpang dan mencocokanya dengan grafiknya.
Tabel 4.38 Faktor Penyesuaian Belok Kanan No Kaki
Simpang
Rasio Belok Kanan
Faktor Penyesuaian Belok Kanan
1 Utara 0,47 1,15
2 Timur 0,05 1,03
3 Barat 0,00 1,00
Sumber: MKJI, 1997
- Faktor penyesuaian belok kiri (Flt)
Faktor penyesuaian belok kiri yaitu dilihat dari rasio belok kiri pada masing – masing kaki simpang dan mencocokanya dengan grafiknya.
Tabel 4.39 Faktor Penyesuaian Belok Kiri No Kaki
Simpang
Rasio Belok Kiri
Faktor Penyesuaian Belok Kiri
1 Utara 0,53 0,89
2 Timur 0,00 1,00
3 Barat 0,09 0,97
Sumber: MKJI, 1997
- Perhitungan Arus Jenuh
Perhitungan nilai arus jenuh menurut MKJI 1997 adalah dengan menggunakan rumus :
S = So x Fcs x Fsf x Fg x Fp x Frt x Flt
Dengan menggunakan rumus diatas maka didapatkan nilai arus jenuh masing – masing kaki simpang sebagai berikut :
Sutara = 3120 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,15 x 0,89 = 3343 smp/jam
Stimur = 11280 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,03 x 1,00
= 11080 smp/jam
Sbarat = 12000 x 1 x 0,94 x 1 x 1 x 1,00 x 0,97 = 10378 smp/jam
Tabel 4.40 Nilai Arus Jenuh
No Kaki Simpang Arus Jenuh
1 Utara 3343
2 Timur 11080
3 Barat 10378
Sumber: Hasil Analisis, 2022
- Penentuan rasio arus jenuh (FR)
Setelah penentuan nilai arus jenuh didapatkan selanjutnya yaitu menentukan rasio arus jenuh (FR) menggunakan pedoman MKJI 1997. Berikut tabel hasil perhitungan rasio arus jenuh :
Tabel 4.41 Perhitungan Rasio Arus Jenuh Kaki Simpang Q S FR (Q/S) FRcrit
Utara 413 3343 0,08 0,08
Timur 3264 11080 0,28 0,28
Barat 2421 10378 0,21 0,21
IFR 0,57
Sumber: Hasil Analisis, 2022
Tabel 4.42 Pedoman penentuan waktu antar hijau Ukuran
Simpang
Lebar Jalan Rata-Rata
Ukuran Normal Waktu Antar Hijau
Kecil 6-9 meter 4 detik/fase
Sedang 10-14 meter 5 detik/fase
Besar ≥ 15 meter ≥ 6 detik/fase
Sumber: MKJI,1997
- Penentuan waktu hilang (Lost Time)
Untuk mendapatkan waktu hilang menggunakan rumus:
LTI = ∑(Merah Semua + Kuning)
LTI = ∑((2 + 2 + 2) + (3 + 3 + 3)) = 15 detik
Waktu lost time pada simpang monumen emmy saelan dengan rencana penerapan 3 fase yaitu 15 detik.
- Penetapan waktu siklus pra penyesuaian (Co)
Mencari nilai waktu siklus pra penyesuaian (Co) dengan menggunakan rumus dibawah ini :
Co = (1,5 x LTI + 5) (1 − IFR) Co = (1,5 x 15 + 5) (1 – 0,57) Co = 64 detik
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan waktu siklus pra penyesuaian yaitu 64 detik.
- Penentuan waktu hijau tiap kaki simpang
Mencari nilai waktu hijau menggunakan rumus dibawah ini.
G utara = (64 – 15) x (0,08/0,57)
= 9 detik
G Timur = (64 – 15) x (0,28/0,57)
= 32 detik
G Barat = (64-15) x (0,21/0,57)
= 24 detik
- Penentuan waktu siklus yang disesuaikan
Mencari nilai waktu siklus yang disesuaikan dengan menggunakan rumus dibawah ini.
C = ∑g + LTI = 65 + 15 = 80 detik
- Membuat diagram fase
Membuat diagram fase sesuain dengan waktu hijau, waktu kuning, waktu hilang dan waktu siklus yang telah disesuaikan.
Gambar 4.20 Diagram Fase APILL dengan 3 Fase Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa perhitungan fase apill dengan menggunakan 3 Fase didapatkan waktu siklus senilai 65 detik dengan waktu hijau yang dapat digunakan untuk kaki simpang utara adalah 9 detik, kaki simpang timur adalah 32 detik, dan untuk waktu hijau kaki simpang barat adalah 24 detik. Adapun berikut merupakan hasil simulasi penanganan simpang monumen emmy saelan dengan 3 fase yang dapat dilihat pada tabel 4.32.
Tabel 4.11 Perhitungan Fase APILL dengan 3 Fase Kaki
Simpang
Tundaan (Veh.
Delay)
Panjang Antrian (Q. Len)
LOS
Utara 163,74 125,01 F
Timur 146,45 272,01 F
Barat 160,89 120,71 F
Rata - Rata 147,44 103,55 F
Sumber: Hasil Simulasi Vissim, 2022
Dari hasil simulasi vissim, diketahui bahwa tingkat pelayanan pada Simpang Tiga Tak Bersinyal Bawen 3 fase berada dalam kategori “Sangat Buruk” jika dilihat dari average nilai tundaan lalu lintas yang diatas 60 detik.
U 3 2 2 2
T 2 3 2 2
B 2 2 24 3 2
27 27 Diagram 3 Fase APILL Simpang Emmy Saelan
35 35 32 9
12
12
4.4.2. Kinerja Simpang dengan Penerapan APILL 2 Fase dan 3 Fase
Kinerja simpang diketahui dengan melakukan simulasi penanganan pemasangan APILL baik 2 fase mau pun 3 fase dengan menggunakan Vissim dan melakukan perhitungan secara manual. Dari proses simulasi didapatkan hasil yang berbeda pada setiap fase APILL yang digunakan. Hal tersebut terlihat dari nilai panjang antrian, dan juga tundaan kendaraan pada simpang yang dapat mengukur tingkat pelayanan simpang tersebut.
Tabel 4.44 Kinerja Simpang dengan penerapan APILL 2 Fase dan 3 Fase Simulasi Vissim
Kaki Simpang
2 FASE 3 FASE
Panjang Antrian (m)
Tundaan (det/smp)
Panjang Antrian (m)
Tundaan (det/smp)
Utara 116,97 129,58 125,01 163,74
Timur 255,42 91,20 272,01 146,45
Barat 83,80 43,92 120,71 160,89
Sumber: Hasil Analisis, 2022
Dari data di atas diketahui bahwa nilai dari Tundaan (Veh. Delay) dan Panjang Antrian (Q. Len) pada setiap kondisi adalah berbeda. Dimana pada kondisi penerapan APILL 2 fase tundaan dan antrian kendaraan jauh lebih baik dari pada kondisi penerapan APILL 3 fase sehingga dengan penerapan APILL 2 fase dapat direkomendasikan pada
simpang monumen emmy saelan guna meningkatkan kelancaran dan keselamatan pada simpang tersebut.