• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anak Lahir Hidup, Anak Masih Hidup, dan Anak Sudah Meninggal

Dalam dokumen Gambaran Umum Wilayah (Halaman 42-58)

Kependudukan

5. Anak Lahir Hidup, Anak Masih Hidup, dan Anak Sudah Meninggal

Anak Lahir Hidup (ALH) adalah semua anak yang waktu lahir memperlihatkan tanda-tanda kehidupan, walaupun sesaat, seperti adanya detak jantung, bernafas, menangis dan tanda-tanda kehidupan lainnya. Anak masih hidup adalah semua anak yang dilahirkan hidup yang pada saat pencacahan masih hidup, baik tinggal bersama orang tuanya maupun yang tinggal terpisah. Anak sudah meninggal adalah Anak kandung yang sudah meninggal, tetapi tidak termasuk anak yang lahir mati.

Dari tabel di bawah terlihat bahwa wanita pernah kawin (WPK) paling banyak memiliki anak berjumlah 2 dan 3 anak saja yaitu masing-masing sebesar 24.29 persen dan 28.94 persen.

Hal ini bisa terjadi karena dua hal, yaitu keberhasilan program KB yang dilakukan berkat kerjasama masyarakat dan pemerintah, atau bisa juga karena terjadinya kematian ALH pada WPK dengan jumlah anak lebih dari dua.

19

Tabel 3.4. Persentase Perempuan Pernah Kawin Usia 15-49 Tahun Menurut Jumlah Anak Yang Dilahirkan Tahun 2016.

Jumlah Anak Anak Lahir Hidup

Anak Masih Hidup

Anak Sudah Meninggal

0 7,80 8,16 92,58

1 16,12 16,37 6,58

2 24,29 26,71 0,84

3 28,94 27,58 0,00

4 10,32 10,37 0,00

≥ 5 12,53 10,81 0,00

Sumber : Susenas 2016

Sebagian besar perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun di Kabupaten Agam memiliki anak 3 orang dengan persentase 28,94 persen. Persentase perempuan pernah kawin 15-49 tahun yang memiliki anak 4 dan diatas 5 orang hanya sekitar 10,32 persen dan 12,53 persen. Secara umum perempuan di perdesaan memiliki anak lebih banyak dibandingkan dengan perempuan di perkotaan. Persentase perempuan yang memiliki anak 4 orang atau keatas lebih besar untuk daerah perdesaan dibandingkan di daerah perkotaan.

20 6. Keluarga Berencana

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu sarana untuk mengendalikan jumlah penduduk terutama untuk menekan angka kelahiran yang akhirnya akan menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Sejak era otonomi daerah digulirkan yang berakibat pada desentralisasi kebijakan kependudukan, pelaksanaan program KB memang mengalami banyak kemunduran. Meskipun sudah ada upaya revitalisasi program KB nasional sejak tahun 2009 namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Data KB dikumpulkan diantaranya melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mendapatkan informasi penggunaan alat KB oleh perempuan pernah kawin (kawin, cerai hidup, dan cerai mati) berusia 15 tahun keatas. Pada kelompok usia tersebut seorang perempuan berpeluang untuk hamil dan melahirkan.

Persentase perempuan pernah kawin berumur 15-49 tahun yang menggunakan alat/cara KB hanya sekitar 41,20 persen. Meskipun tidak mencapai setengahnya, namun persentase pengguna KB meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 persentase perempuan yang menggunakan metode/cara KB hanya sekitar 34,5 persen.

21

Dilain sisi persentase perempuan yang tidak pernah menggunakan alat KB juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 persentase perempuan pernah kawin berumur 15- 49 tahun yang tidak pernah menggunakan alat KB adalah 39,55 persen, kemudian di tahun 2016 meningkat menjadi 41,80 persen. Hal ini diduga merupakan kontribusi dari pasangan usia muda yang belum pernah menggunakan alat KB.

Gambar 3.3. Perempuan Pernah Kawin menurut Penggunaan Alat/Cara KB (persen), 2013-2016

Sumber : BPS Kab. Agam Tahun 2017

Dari seluruh perempuan pernah kawin yang sedang menggunakan alat/cara KB, metode Suntik KB merupakan metode KB favorit yang digunakan. Hal ini terlihat dari persentase pengguna KB Suntik yang mencapai 47,43 persen.

Selain Suntik KB, alat KB lain yang banyak digunakan adalah Pil

2013 2014 2015 2016

25.55 37.19 26.15 17.00

25.66 24.79 34.3 41.20

48.79 38.02 39.55 41.80

Pernah Sedang Tidak

22

KB yakni mencapai 13,28 persen. Motode KB tradisonal juga banyak digunakan yaitu pantang berkala sebanyak 8,24 persen.

Gambar 3.4

Pengguna KB menurut Alat/Cara KB Tahun 2016

Sumber : BPS Kab. Agam Tahun 2017.

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang saat ini sedang aktif digalakkan dan ditengarai lebih efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk belum begitu diminati.

Tahun 2016 MKJP baru digunakan oleh sekitar 24,75 persen.

Meskipun penggunanya belum cukup banyak, namun perkembangannya menunjukkan hal yang positif. Pada tahun 2015 pengguna alat/metode KB MKJP hanya sekitar 20.53 persen akseptor KB.

MOW/

Tubektomi, 2.9

6 MOP/

Vasektomi, 1.6 3 AKDR/ IUD/

Spiral, 15.23

Suntikan, 47.43

Susuk KB, 4.93 Pil, 13.28

Kondom, 3.4 Intravag/

Kondom Perempuan, 0

Metode Menyusui Alami, 0.75

Pantang Berkala, 8.24

Lainnya, 2.15

23

Tabel 3.5. Jumlah Peserta KB Baru (PB) Per Kecamatan Kabupaten Agam Tahun 2016

N

O KECAMATAN

Peserta KB Perempuan Peserta KB Laki- laki

Total IUD MO

W Impl

ant Sunti

k Pil Jumlah M O P

Kon dom

Juml ah

1 Tj. Mutiara 69 15 38 238 85 445 0 22 22 467

2 Lb. Basung 130 99 126 511 216 1082 15 18 33 1115

3 Tj. Raya 57 6 63 333 333 792 1 69 70 862

4 Matur 76 12 12 240 50 390 0 72 72 462

5 IV Koto 40 7 37 333 168 585 10 93 103 688

6 Banuhampu 72 4 107 190 166 539 2 102 104 643

7 Ampek

Angkek 68 11 33 346 193 651 0 113 113 764

8 Baso 41 8 29 419 158 655 1 85 86 1741

9 Tl. Kamang 140 14 25 224 113 516 2 66 68 584

10 Palembayan 61 13 61 265 128 528 0 59 59 587

11 Palupuh 64 2 86 199 154 505 0 44 44 549

12 Ampek

Nagari 73 13 125 247 92 550 0 24 24 574

13 Km. Magek 68 5 29 131 6 239 0 6 6 245

14 Sei Pua 81 10 53 340 35 519 0 19 19 538

15 Candung 18 6 14 312 140 490 0 121 121 611

16 Malalak 1 8 29 125 31 194 2 35 37 231

Kab. Agam 105

9 233 867 4453 206

8 8680 33 948 981 9661 Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

24

Gambar 3.5. Jumlah Peserta KB Baru berdasarkan Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Agam Tahun 2016

Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

Peserta KB baru adalah pasangan usia subur (PUS) yang baru pertama kali menggunakan alat/obat kontrasepsi atau PUS yang kembali menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan atau abortus.

Berdasarkan gambar di atas bahwa jumlah peserta KB baru adalah terbanyak peserta KB wanita yang menggunakan alat kontraspesi suntik, yaitu sebanyak 4453 orang dan jumlah peserta KB terendah adalah peserta KB pria yaitu MOP sebanyak 33 orang. Dari gambar di atas juga menunjukkan bahwa peserta KB baru masih didominasi oleh perempuan.

1059 233

867

4453 2068

33 948

IUD MOW Implant Suntik Pil MOP Kondom

25

Tabel 3.6. Jumlah Peserta KB Aktif (PA) Per Kecamatan Kabupaten Agam Tahun 2016

N

O KECAMATAN

Peserta KB Perempuan Peserta KB Laki-laki

Total

IUD MO

W Impl

ant Suntik Pil Jumlah MOP Kond om

Juml ah

1 Tj. Mutiara 420 32 171 1303 207 1713 3 76 79 1792

2 Lb. Basung 923 492 603 2464 1067 5549 47 416 463 6012

3 Tj. Raya 209 157 229 1961 523 3079 14 90 104 3183

4 Matur 636 189 26 356 111 1318 18 152 170 1488

5 IV Koto 153 109 120 1153 201 1736 21 121 142 1878

6 Banuhampu 532 151 268 1466 370 2787 13 191 204 2991

7 Ampek

Angkek 439 203 87 1883 739 3351 16 204 220 3571

8 Baso 257 183 198 2115 536 3289 8 163 171 3460

9 Tl. Kamang 863 161 212 2008 490 3734 19 185 204 3938

10 Palembayan 398 128 489 1055 679 2749 41 180 221 2970

11 Palupuh 123 41 113 484 237 998 11 108 119 1117

12 Ampek Nagari 232 123 282 1464 458 2559 5 70 75 2634

13 Km. Magek 181 68 149 825 108 1331 8 80 88 1419

14 Sei Pua 496 169 360 874 222 2121 7 44 51 2172

15 Candung 182 131 96 1724 565 2698 5 178 183 2881

16 Malalak 128 39 250 528 154 1099 11 32 43 1142

Kab. Agam 6172 2376 3653 21663 6667 40111 247 2290 2537 4264

8 Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

26

Gambar 3.6. Jumlah Peserta KB Aktif (PA) berdasarkan Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Agam Tahun 2016

Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

Peserta KB aktif adalah pasangan usia subur (PUS) yang yang pada saat ini sedang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi.

Berdasarkan gambar di atas bahwa jumlah peserta KB baru adalah terbanyak peserta KB wanita yaitu sebanyak 21663 orang dan jumlah peserta KB terendah adalah peserta KB pria yaitu MOP sebanyak 247 orang. Dari gambar di atas juga menunjukkan bahwa peserta KB aktif masih didominasi oleh perempuan.

6172 2376

3653

21663 6667

247 2290

IUD MOW Implant Suntik Pil MOP Kondom

27

Tabel 3.7. Jumlah Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Per Kecamatan Kabupaten Agam Tahun 2016

NO KECAMATAN Jenis Kelamin

Total Laki-laki Perempuan

1 Tanjung Mutiara - 1 1

2 Lubuk Basung 1 3 4

3 Tanjung Raya 2 1 3

4 Matur - 1 1

5 IV Koto - 2 2

6 Banuhampu - 2 2

7 Ampek Angkek - 1 1

8 Baso 1 - 1

9 Tilatang Kamang - 1 1

10 Palembayan - 1 1

11 Palupuh - 1 1

12 Ampek Nagari - 1 1

13 Kamang Magek - 1 1

14 Sei Pua - 2 2

15 Candung 1 1 2

16 Malalak - 1 1

Kab. Agam 5 20 25

Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

Dalam rangka mensukseskan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Indonesia, peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) menjadi penting untuk mendorong terwujudnya keluarga kecil bahagia sejahtera. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) merupakan

28

ujung tombak pengelola KB di lini lapangan. Tenaga KB bertugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, evaluasi dan pengembangan keluarga berencana di lapangan.

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa PKB di Kabupaten Agam sebanyak 25 orang, dimana 20% (5 orang) PKB adalah laki-laki. Artinya peran laki-laki dalam pembangunan KB masih rendah dan dari kecukupan jumlah tenaga PKB juga masih rendah. Artinya di Kabupaten Agam dengan 82 nagari membutuhkan 82 PKB, sedangkan tenaga yang tersedia hanya 25 orang. Hal ini mempengaruhi pencapaian Akseptor KB baru dan program KB lainnya.

7. Perempuan sebagai Kepala Rumah Tangga (KRT)

Masyarakat Indonesia cenderung menganggap bahwa laki-laki adalah penanggung jawab ekonomi rumah tangga. Hal ini menyebabkan mereka pada umumnya menyandang jabatan sebagai kepala rumah tangga. Namun dalam beberapa dekade ini terlihat adanya peningkatan jumlah perempuan yang menyandang jabatan KRT.

Karakteristik KRT menurut jenis kelamin kepala rumah tangga dapat menunjukkan seberapa banyak perempuan yang menjadi kepala rumah tangga, bagaimana kecenderungannya dimasa depan dan bagaimana gambaran sosial ekonomi rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan. Pada tahun 2016, di kabupaten Agam terdapat sebesar 20,08 persen rumah tangga

29

yang dikepalai perempuan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.8. di bawah ini.

Tabel 3.8. Persentase KRT Menurut Jenis Kelamin, 2016

Status dalam Rumah

Tangga laki-laki Perempuan Jumlah Kepala rumah

Tangga (KRT) 79,92 20,08 100,00

Sumber : BPS Kab. Agam Tahun 2017

Meskipun persentase perempuan yang menjadi KRT cukup besar, namun sebagian besar merupakan KRT yang berstatus cerai (cerai hidup/mati). Fenomena ini membutuhkan analisis lebih dalam untuk melihat apakah secara ekonomi rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan lebih baik secara ekonomi dibandingkan rumah tangga yang dikepalai oleh laki- laki.

30

8. Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 3.9. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2015

No KECAMATAN JUMLAH

KK JUMLAH

KK Total

LAKI-LAKI PEREMPUAN

1. Tanjung Mutiara 4,724 927 5,651

2. Lubuk Basung 11,942 2,633 14,575

3. Tanjung Raya 6,900 1,998 8,898

4. Matur 3,958 1,318 5,276

5. IV Koto 5,238 1,645 6,883

6. Banuhampu 6,572 1,438 8,010

7. Ampek Angkek 8,096 1,867 9,963

8. Baso 7,176 2,230 9,406

9. Tilatang Kamang 7,491 2,139 9,630

10. Palupuh 3,118 771 3,889

11. Palembayan 6,531 1,587 8,118

12. Sungai Pua 4,456 1,344 5,800

13. Ampek Nagari 4,656 864 5,520

14. Candung 5,018 1,491 6,509

15. Kamang Magek 3,774 1,314 5,088

16. Malalak 2,287 705 2,992

KABUPATEN 91,937 24,271 116,208

Sumber : Dinas Dalduk KB PP dan PA Kab. Agam Tahun 2017

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Secara implisit dalam

31

batasan ini adalah anak yang belum menikah. Kepala keluarga adalah laki-laki atau perempuan yang berstatus kawin, atau janda/duda yang mengepalai suatu keluarga yang anggotanya terdiri dari istri/suami atau anak-anaknya.

Berdasarkan tabel 3.9. menunjukkan bahwa perempuan sebagai kepala keluarga sebesar 20,89% (24271 KK) dan laki-laki sebesar 79,11% (91.937 KK) di Kabupaten Agam pada tahun 2015.

32

9. Anak yang Memiliki Akte Kelahiran Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Agam Tahun 2016

Tabel 3.10. Jumlah Anak (umur < 18 th) yang memiliki Akte Kelahiran menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2016

NO KECAMATAN

Umur 0 – 18 tahun Umur 0 – 18 tahun Laki-

laki

Pere m puan

Jumla h

Laki- laki

Pere m Puan

Jumla h 1 Tanjung Mutiara 5961 5404 11365 3987 3686 7673 2 Lubuk Basung 13779 13069 26848 8501 8273 16774 3 Tanjung Raya 6035 5784 11819 4135 4013 8184

4 Matur 2948 2786 5734 2004 1911 3915

5 IV Koto 4170 3856 8026 2841 2804 5645

6 Banuhampu 6463 5891 12354 4266 3979 8245 7 Ampek Angkek 7336 6771 14107 5466 5026 10492

8 Baso 5774 5415 11189 4376 4245 8621

9 Tilatang Kamang 5950 5562 11512 4072 3706 7778 10 Palupuh 2515 2413 4928 1697 1718 3415 11 Palembayan 6547 6174 12721 4211 4072 8283 12 Sungai Pua 4668 4137 8805 3201 2846 6047 13 Ampek Nagari 5854 5460 11314 3749 3619 7368 14 Candung 3929 3676 7605 2749 2675 5424 15 Kamang Magek 3370 3046 6416 2265 2046 4311 16 Malalak 1593 1467 3060 1159 1071 2230

Kab. Agam 86892 80911 167803 5867

9 55690 114369 Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Agam Tahun 2017

33

Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas tahun), termasuk anak yang masih dalam kandungan. Salah satu hak sipil anak adalah mendapatkan akte kelahiran seperti yang tercantum dalam pasal 5 bahwa setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.

Dari data di atas menunjukkan bahwa anak yang memiliki akte kelahiran adalah sebanyak 68.16 % dari anak yang ada di Kabupaten Agam, 34.97% anak laki-laki dan 33.19% anak perempuan.

BAB IV

Dalam dokumen Gambaran Umum Wilayah (Halaman 42-58)

Dokumen terkait