• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

3. Anak Usia Dini

2. BSH (Berkembang Sesuai Harapan), bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru

3. MB (Mulai Berkembang), bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru

4. BB (Belum Berkembang), bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru.62

ayat 1 berbunyi “ Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar”.Selanjutnya pada Bab I pasal 1 ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Permendikbud 137 Tahun 2014 menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (kordinasi motorik halus dan kasar),kecerdasan (daya pikir,daya cipta,kecerdasan emosi,kecerdasan spiritual),sosio emosional (sikap dan prilaku serta beragama),bahasa dan komunikasi,sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Dari beberapa pengertian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 0 sampai dengan 6 atau 8 tahun yang mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani yang paling pesat,baik fisik maupun mental.64Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak sehingga disebut Golden Age.

b. Karakteristik Anak Usia Dini

64 Setiyaningrum, Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak Usia 0-12 Tahun, ( Sidoarjo : Indomedia Pustaka, 2017 ),hlm. 2.

Anak usia dini merupakan pribadi yang memiliki karakter yang sangat unik.

Keunikan karakter tersebut membuat orang dewasa menjadi kagum dan terhibur melihat tingkah laku yang lucu dan menggemaskan. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang merasa kesal dengan tingkah laku anak yang dianggapnya nakal dan susah diatur.

Sebagai orang tua dan pendidik yang baik, sudah tentu harus mengerti dan memahami berbagai karakter dasar anak usia dini. Disebabkan karakter-karakter itulah yang akan menjadi pusat perhatian untuk dikembangkan dan diarahkan untuk menjadi karakter positif.65 Anak usia dini memiliki beberapa karakter dasar yaitu memiliki dasar kebaikan, suka meniru, suka bermain, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Usia dini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya.Anak usia dini memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa. Montessori dalam Setyaningrum mengungkapkan beberapa karakteristik anak usia dini,66yaitu :

1. Unik, sifat anak berbeda satu sama lainnya

2. Egosentris, anak lebih cenderung melihat dan memahami dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri

3. Aktif dan energik, anak senang melakukan aktifitas

4. Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal

65 Fadillah&Kholida, Pendidikan Karakter Anak Usia Dini; Konsep &Aplikasinya dalam PAUD, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hlm. 81-84.

66Setiyaningrum, Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak Usia 0-12 Tahun, ( Sidoarjo : Indomedia Pustaka, 2017 ),hlm. 13.

5. Eksploratif dan berpetualang, ingin menjelajah, berpetualang dan mempelajari ha-hal baru

6. Spontan, artinya prilaku yang ditampilkan relatif asli yang merefleksikan perasaan dan pikirannya.

7. Kaya dengan fantasi, anak senang dengan hal-hal imajinatif 8. Kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu

Sejalan dengan ungkapan tersebut di atas Sujiono mengatakan, anak usia dini memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka selalu aktif, dinamis, antusias dan ingin tahu terhadap yang di lihat, didengar, dirasakan, mereka seolah-olah tak pernah berhenti bereksplorasi dan belajar. Anak bersifat egosentris, memiliki rasa ingin tahu secara alamiah, merupakan makhluk sosial, unik kaya dengan fantasi, memiliki daya perhatian yang pendek dan merupakan masa yang potensial untuk belajar.67

Berdasarkan beberapa ungkapan diatas dapat disimpulkan bahwa anak usia dini memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan orang dewasa.Anak adalah sososk individu yang aktif,dinamis antusias dan selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengar.

c. Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan

67 Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta: PT.Indeks , 2013), cet.ke-8,hlm. 6.

perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir,dayacipta,kecerdasan emosi,kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku dan agama), bahasa dan komunikasi , sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Kelembagaan pendidikan anak usia dini di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam memacu peningkatan angka partisipasi anak usia dini dalam mengikuti layanan Pendidikan Anak Usia Dini.Lembaga PAUD ini tersebar diberbagai lingkungan pendidikan,mulai dari pendidikan informal,formal maupun non formal.Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu lembaga yang memberikan layanan pengasuhan,pendidikan dan pengembangan bagi anak lahir sampai enam tahun dan atau enam sampai delapan tahun,baik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan non pemerintah.

Keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini diatur oleh Undang- Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Disebutkan bahwa setiap penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini

memiliki ciri khusus,68 sesuai dengan jalur pendidikan dimana lembaga tersebut berada ialah :

1. Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.

2. Pendidikan Anak Usia Dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,nonformal,dan/atau informal.

3. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk TK,RA,atau bentuk lain yang sederajat.

4. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk KB,TPA,atau bentuk lain yang sederajat.

5. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh pendidikan.

Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan,pengasuhan,dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengekplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksprimen yang berlangsung secara berulang-ulang,dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.

68Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 28 ayat 1-6.

Oleh karena itu anak merupakan pribadi yang unik dan melewati beberapa tahap perkembangan kepribadian,maka lingkungan yang diupayakan oleh pendidik dan orang tua yang dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman dengan berbagai suasana,hendaknya memperhatikan keunikan anak-anak dan disesuaikan dengan tahap perkembangan kepribadian anak.69

G. Metode Penelitian

Dokumen terkait