• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bivariat

Dalam dokumen pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media (Halaman 70-77)

BAB V PEMBAHASAN

5.3 Analisa Bivariat

55

56

masalah gizi dan kesehatan tentang bagaimana mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Salah satu hal yang meyakinkan tentang pentingnya pengetahuan gizi didasarkan pada setiap orang hanya akan cukup gizi jika makanan yang dimakannya mampu menyediakan zat gizi yang diperlukan untuk tubuh, pemeliharaan dan energy.

Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan dimana terdapat calon pengantin dengan pendidikan SD dan SMP sebanyak 65,8 %, Pada dasarnya pendidikan sangat mempengaruhi hasil pengetahuan calon pengantin, bahwa pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang untuk mendapatkan informasi khususnya informasi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan calon pengantin.

Hasil analisis kuesioner pengetahuan, bahwa rata – rata responden tidak bisa menjawab pertanyaan tentang bahan makanan yang banyak zat besi, masalah- masalah akibat kekurangan gizi, dan penyebab anemia, hal tersebut dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan untuk lebih memperdalam pengetahun tentang zat – zat gizi yang dibutuhkan calon pengantin dan akibat kekurangan gizi bagi calon pengantin dan dapat menjadi masukan untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam mengenai pengetahuan gizi calon pengantin.

Berdasarkan peneliti bahwa masih banyak calon pengantin yang belum pernah mendapatkan penyuluhan gizi sebelumnya, padahal informasi kesehatan tersebut sangat lah berguna untuk menambah pengetahuan calon pengantin mengenai gizi dan calon pengantin mengerti akan pentingnya pemenuhan gizi.

57

Melalui Penyuluhan dan didukung dengan media Smartphone dapat membantu calon Ibu mengerti dan tau tentang pentingnya gizi , Mengetahui Jenis dan Kelompok bahan makanan dan berapa asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh sehingga mampu dan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan gizi mulai dari awal kehamilan, melahirkan bayi yang sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik dan memahami serta mau dan mampu melaksanakan apa yang diinformasikan oleh peneliti.

5.3.2 Pengaruh Penyuluhan Gizi Menggunakan Media Smartphone terhadap Sikap Calon Pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengaruh yang signifikan penyuluhan gizi terhadap sikap responden pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019 dengan nilai p <0,05. Penyuluhan gizi yang diberikan dapat membantu meningkatkan sikap responden tentang gizi ,pembentukan sikap dipengaruhi oleh informasi yang ditangkap dan diterima oleh individu

Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Purba, tuti hartati (2016) tentang pengaruh penyuluhan gizi 1000 hari pertama kehidupan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Saitnihuta yang menyatakan bahwa pemberian penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap seseorang dengan p value = 0,000. Dan juga sejalan dengan penelitian Andriani (2017) pendidikan gizi melalui penyuluhan dapat merubah sikap calon pengantin tentang gizi sebelum dan sesudah perlakuan.

Media smartphone dipilih karena melibatkan indera penglihatan dan materi yang mudah disampaikan oleh peneliti dan mudah dimengerti responden .

58

Dalam penelitian ini, media smartphone merupakan stimulus yang diharapkan dapat member pengaruh terhadap calon pengantin untuk bersikap dan berprilaku sesuai dengan pesan yang ada pada aplikasi smartphone tersebut, berdasarkan analisis diatas ternyata media smartphone mampu mempengaruhi sikap calon pengantin tentang gizi karena kemauan calon pengantin untuk mengikuti dan mengetahui manfaat dari penyuluhan tersebut.

Melalui Penyuluhan dan didukung dengan media Smartphone dapat membantu calon Ibu mengerti dan tau tentang pentingnya gizi , Mengetahui Jenis dan Kelompok bahan makanan dan berapa asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh sehingga mampu dan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan gizi mulai dari awal kehamilan, melahirkan bayi yang sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik dan memahami serta mau dan mampu melaksanakan apa yang diinformasikan oleh peneliti.

5.3.3 Pengaruh Penyuluhan Gizi Menggunakan Media Smartphone terhadap Asupan Energi Calon Pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengaruh yang signifikan penyuluhan gizi dengan asupan energi responden pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019 dengan nilai p < 0,05. Pemberian penyuluhan gizi yang tepat dapat membantu meningkatkan asupan energi responden tentang gizi.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Waryana dkk (2017) mengatakan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap setelah diberi penyuluhan dengan media smartphone pada remaja putri didesa Tridadi dengan p value = 0,000. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Widhayati

59

(2009) bahwa sesudah penyuluhan ada pengaruh yang signifikan rata – rata asupan energy sebelum dan sesudah intervensi dimana p = 0,030 (p < 0.05), ini menunjukkan bahwa penyuluhan gizi yang didapat dipraktekkan dalam pemenuhan kebutuhan energy.

Menurut Analisa Peneliti hal tersebut dapat disebabkan karena pemilihan bahan makanan yang dikonsumsi responden sudah bervariasi setelah diberikan penyuluhan gizi menggunakan media smarphone seperti yang tergambar pada recall 24 jam, penyebab lainnya yaitu adanya calon pengantin yang hanya menyukai makanan tertentu yang menyebabkan tidak mendapat asupan gizi yang bervariasi.

Penyuluhan gizi merupakan salah satu bentuk pendidikan gizi yang dapat dilakukan di masyarakat. Dalam memberikan pendidikan gizi perlu adanya media yang berfungsi membantu penyampaian materi supaya mudah dipahami oleh sasaran.

Penyuluhan gizi dibantu dengan media smartphone ini dapat membantu calon ibu memahami materi yang disampaikan, untuk mengetahui kebutuhan gizinya sudah terpenuhi apa belum sehingga ibu akan termotivasi untuk memenuhi asupan gizinya, aplikasi ini dapat membantu untuk melihat berapa asupan gizi yang sudah terpenuhi dari makanan yang kita konsumsi sehari – hari . Penggunaan aplikasi Nutrient Content Count (NCC ) ini dengan memasukkan jumlah dan bahan makanan yang dikonsumsi dalam sehari – hari seperti makan pagi, selingan, makan siang, selingan dan makan malam. Jumlah bahan makanan dimasukkan ke dalam aplikasi dalam gram. Kemudian dianalisa sehingga diketahui berapa asupan gizi.

60

5.3.4 Pengaruh Penyuluhan Gizi Menggunakan Media Smartphone terhadap Asupan Protein Calon Pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengaruh yang signifikan penyuluhan gizi dengan asupan protein responden pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Silungkang tahun 2019 dengan nilai p < 0,05. Pemberian penyuluhan gizi yang tepat dapat membantu meningkatkan asupan protein responden tentang gizi.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Waryana dkk (2017) mengatakan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap setelah diberi penyuluhan dengan media smartphone pada remaja putri didesa Tridadi dengan p value = 0,000.

Menurut Analisa Peneliti hal tersebut dapat disebabkan karena pemilihan bahan makanan yang dikonsumsi responden sudah bervariasi setelah diberikan penyuluhan gizi menggunakan media smarphone seperti yang tergambar pada recall 24 jam yang dilakukan menunjukkan bahwa pada saat mereka mengkonsumsi lauk nabati (tahu dan tempe) , mereka juga mengkonsumsi lauk hewani yang kaya kandungan protein,yang sebelumnya hanya salah satu saja, penyebab lain yaitu adanya calon pengantin yang hanya menyukai makanan tertentu yang menyebabkan tidak mendapat asupan gizi yang bervariasi.

Penyuluhan gizi merupakan salah satu bentuk pendidikan gizi yang dapat dilakukan di masyarakat. Dalam memberikan pendidikan gizi perlu adanya media yang berfungsi membantu penyampaian materi supaya mudah dipahami oleh sasaran.

Salah satu aplikasi gizi smartphone yang dapat didownload di playstore adalah Nutrient Content Count (NCC ) dimana aplikasi ini dapat membantu untuk melihat kelompok dan jenis bahan makanan , berapa asupan gizi yang sudah terpenuhi dari

61

makanan yang kita konsumsi sehari – hari sehingga calon ibu akan termotivasi untuk memenuhi asupan gizinya . Penggunaan aplikasi ini dengan memasukkan jumlah dan bahan makanan yang dikonsumsi dalam sehari – hari seperti makan pagi, selingan, makan siang, selingan dan makan malam. Jumlah bahan makanan dimasukkan ke dalam aplikasi dalam gram. Kemudian dianalisa sehingga diketahui berapa asupan gizi.

62

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada penelitian ini tentang pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap perubahan pengetahuan, sikap, Kecukupan asupan energi dan protein calon pengantin di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019, dapat ditarik kesimpulan:

1. Rata – rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan gizi adalah 13,5 dengan tingkat pengetahuan kurang dan setelah diberikan penyuluhan gizi adalah 18,37 dengan tingkat pengetahuan baik di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

2. Rata – rata skor sikap responden sebelum diberikan penyuluhan gizi adalah 81,37 dengan sikap kurang dan setelah diberikan penyuluhan gizi adalah 87,63 dengan sikap kurang di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

3. Rata – rata asupan kalori responden sebelum diberikan penyuluhan gizi adalah 1758,18 kategori asupan kalori kurang. Rata – rata asupan kalori responden setelah diberikan penyuluhan gizi adalah 1880,71 kategori asupan kalori cukup di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

4. Rata – rata asupan protein responden sebelum diberikan penyuluhan gizi adalah 43,55 kategori asupan protein kurang. Rata – rata asupan protein

63

responden setelah diberikan penyuluhan gizi adalah 46,5 kategori asupan protein cukup di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

5. Ada pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap perubahan pengetahuan calon pengantin di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

6. Ada pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap perubahan sikap calon pengantin di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

7. Ada pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap asupan kalori calon pengantin di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

8. Ada pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap asupan protein calon pengantin di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019

6.2 Saran

6.2.1 Bagi Instutisi Pendidikan

Sebagai bahan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan dan dapat dijadikan sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya terutama mahasiswa/i Jurusan Gizi Stikes Perintis Padang untuk pengembangan kompetensi edukasi Gizi.

64

6.2.2 Bagi Tempat Penelitian

Diharapkan menambah informasi pada pihak puskesmas dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan pengetahuan WUS dan memfasilitasi media informasi tentang gizi untuk meningkatkan kualitas edukasi gizi bagi calon pengantin di Puskesmas Silungkang dengan menggunakan media Smartphone.

6.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel yang beda, dan lokasi yang berbeda.

6.2.4 Peneliti

Sebagai wacana yang memperkaya pengetahuan peneliti tentang “Pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media smartphone terhadap perubahan pengetahuan, sikap, asupan energi dan protein calon pengantin diwilayah Kerja Puskesmas Silungkang Tahun 2019.

6.2.5 Bagi Calon Pengantin

Diharapkan Calon Pengantin dapat menggunakan dan memanfaatkan media smartphone sebagai media pendukung untuk menambah pengetahuan mengenai gizi .

65

DAFTAR PUSTAKA

AKG. 2013. Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013.

Almatsier, Sunita. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Almatsier, Sunita. 2004. Penuntun Diet edisi Baru. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Andriani WOS. Perbedaan pengetahuan, Sikap dan Motivasi Ibu Sesudah Diberikan Program Mother Smart Grounding (MSG) Dalam pencegahan Stunting diwilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat.

Arsyati, Asri Masitha. 2018. Pengaruh penyuluhan media audiovisual dalam pengetahuan pencegahan stunting pada ibu hamil didesa cibatok.

Aplikasi, Info. 2016. Nutrient Content Count.

Arsyad. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo Persada.

Ardiyah, Farah Okky et all. 2015. Faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita diwilayah pedesaan dan perkotaan.. E- Jurnal Pustaka Kesehatan Vol 3 (No 1)

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. 2018.Hasil Pemantauan Status Gizi Balita se Provinsi Sumatera Barat. Padang

Hastono,2007.Analisa DAata Kesehatan.Jakarta : Universitas Indonesia

66

Kemkes. 2015. Pedoman Gizi seimang . Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Kemkes. 2018. Pedoman Pelayanan kesehatan masa seelum hamil . Jakarta : DirJEN Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI

Kemkes. 2018. Buletin cegah stunting itu penting . Jakarta : Pusat data dan Informasi

Kemkes. 2018. Cegah Stunting dengan perbaikan pola makan , pola asuh dan sanitasi (2). Jakarta : Biro Komunikasi dan Pelayanan masyarakat, Kementrian Kesehatan RI

Kemkes RI,2016. Pedoman Gizi Seimbang

Kemkes. 2018. Ini Penyebab Stunting Pada Anak. Jakarta : Biro Komunikasi dan Pelayanan masyarakat, Kementrian Kesehatan RI

Kemkes. 2018. Pedoman Pelayanan kesehaan masa seelum hamil. Jakarta : Direktoral Jenderal Kesehaan Masyaraka, Kementrian Kesehatan RI

Kemkes. 2019. Perbaikan Gizi Bangsa terus dioptimalkan : Biro Komunikasi dan Pelayanan masyarakat, Kementrian Kesehatan RI

Mubarak, I. 2007. Promosi Kesehatan sebuah pengantar proses mengajar dalam pendidikan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Muhilal . 1998. Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Pustaka Pelajar

Notoatmodjo,S. 2003. Pendidikan dan perilaku Kesehatan . Jakarta : Rineka Cipta

67

Notoatmodjo,S. 2007. Promosi Kesehatan dan ilmu perilaku . Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmodjo,S. 2010. Metodologi Penelitian kesehatan . Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmodjo,S. 2012. Promosi Kesehatan dan perilaku kesehatan . Jakarta : Rineka Cipta

Norman. 2012 .Penembangan media edukasi gizi berasis android serta pengaruhnya terhadap perilaku tentang gizi seimbang siswa sekolah dasar

Nasir,Abd dll..2011.Buku Ajar Metodologi Kesehatan.Yogyakarta : Nuha Medika

Puskesmas Silungkang. 2018. Rekapitulasi Hasil Penimbangan Masal .Sawahlunto

Puskesmas Silungkang. 2018. Rekapitulasi Kunjungan Calon Pengantin .Sawahlunto

Purba, Tuti Hartati. 2016. Pengaruh penyuluhan gizi 1000 hari pertama kehidupan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil diwilayah kerja puskesmas saltnihuta .

Riwidikdo, H. 2012. Statistik Kesehatan . Yogyakarta : Wuha medika

Santoso,Soegoeng dan anne lies banti. 2009. Kesehatan gan Gizi . Jakarta : Ranerka Cipta

68

Sediaoetama. 1996. Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi di Indonesia . Jakarta : Dian Rakyat

Suhardjo,S. 2003. Berbagai cara pendidikan Gizi . Jakarta : Bumi Aksara Sugiyono,S. 2008. Metode Penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif dan

kualitatif) . Bandung: Alfa Beta

Waryana dkk. 2017. Pengaruh penyuluhan gizi dengan media aplikasi mobile terhadap pengetahuan tentang anemia dan sikap dalam mencegah anemia pada remaja putri didesa trikandi Kabupaten Sleman.

Widhayati, Retno Endah 2009. Efek Pendidikan Gizi Terhadap Perubahan Konsumsi dan Indeks Masa Tubuh Pada Remaja Kelebihan berat badan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang

69

KUESIONER PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN TENTANG GIZI

Nama : Umur : Alamat : Pendidikan : Pekerjaan :

Sudah Pernah Mendapatkan Penyuluhan Gizi Sebelumnya : Ya/ Tidak I Kuesioner Pengetahuan

1. Menurut ibu apa yang dimaksud dengan Gizi Seimbang?

a. Makanan atau minuman yang mengandung zat zat gizi yang dikonsumsi sesuai kebutuhan gizi tubuh

b. Mengkonsumsi makanan cemilan c. Memberikan makanan yang disukai

2. Menurut Ibu Apakah Tujuan Mengkonsumsi Gizi Seimbang ? a. Agar terlihat Gemuk

b. Agar tidak terasa lapar

c. Agar Terpenuhinya Kebutuhan Gizi dan mencegah terjadinya masalah gizi

3. Dibawah ini makanan yang mengandung komposisi gizi seimbang adalah a. Makanan pokok, Lauk pauk, buah – buahan dan sayuran

b. Makanan pokok, sayur, lauk pauk, susu

c. Makanan pokok, lauk pauk, buah- buahan dan susu.

4. Contoh makanan yang mengandung komposisi gizi seimbang adalah a. Nasi, ayam, bayam. Mentimun susu

b. Nasi , ikan, tempe, wortel , jeruk c. Nasi, telur, ikan, tempe, pisang

5. Menurut ibu apa akibat kepada anak nantinya jika kekurangan asupan makanan yg mengandung zat-zat gizi dari awal kehamilan

a. Stunting (Pendek)

b. Agar anak tumbuh dan berkembang secara normal c. Gangguan pencernaan,

70

6. Zat gizi yang berfungsi sebagai sumber energy adalah?

a. Karbohidrat,lemak,vitamin b. Karbohidrat,protein,lemak c. Karbohidrat,protein,vitamin

7. Bahan makanan yang banyak mengandung karbodidrat adalah ? a. Nasi,Ubi,Jagung,Kentang

b. Pisang,Ikan,Ubi,Jagung c. Tahu,Ayam,Jeruk,Udang

8. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi protein ? a. Menganti sel-sel yang rusak (0)

b. Membantu dalam proses pembekuan darah c. Memberi daya tahan tubuh terhadap penyakit(0)

9. Bahan makanan yang merupakan sumber protein nabati adalah ? a. Ubi,Tahu,Pepaya

b. Tahu,tempe,dan kacangan c. Ayam,Daging,tempe

10. Bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani adalah a. Ikan,ayam,daging,telur, belut, lele

b. Kacang panjang,tahu,bayam,ikan c. Kentang,tempe,buncis,telur

11. Berapakah perenkah asupan energy dan protein dari kebutuhan yang sudah dikatak baik

a. > 90 % dari angka kecukupan gizi b. > 80 % dari angka keculupan gizi c. > 70 % dari angka kecukupan gizi

71

12. Sayuran dan buah-buahan merupakan bahan makanan sumber?

a. Vitamin dan mineral b. Mineral dan air

c.Protein dan vitamin

13. yang bukan merupakan Masalah-masalah akibat kekurangan zat gizi adalah?

a. Kekurangan Energi Kronis (KEK) b.Berat Badan lebih

c. Anemia

14.Kekurangan Energi Kronis (KEK) ditandai dengan a. Berat Badan Kurang dari 40 Kg

b. Tinggi Badan Kurang dari 145 cm c. Lingkar Lengan Kurang dari 23,5 cm

15. Bagaimanakah cara menentukan status gizi?

a. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi b.Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) c. Berdasarkan Daya Tahan Tubuh

16. Berapakah Indeks Masa Tubuh Masa Tubuh kategori Normal?

a. 18,5 sampai < 25 b. < ,17

c..> 27

17. Zat gizi apakah yang seharusnya yang ada pada garam dapur?

a. Vitamin b.Mineral c. Yodium

18. Apakah akibat apabila kurang mengkonsumsi yodium a. Gondok, Pertumbuhan terganggu

b.Darah Tinggi c. Beri – Beri

72

19 . Anemia disebabkan karena kekurangan zat gizi a. Zat Besi ( Fe)

b. Kalsium c. Zink

20. Anemia pada wanita dewasa ditandai dengan kadar Hemoglonbin a. 12- 16 gr %

b. < 12 gr % c. 13-15 gr %

21. Bahan makanan yang banyak mengandung zat besi (Fe ) adalah a,,Mihun, Roti

b. Daging, Ayam, Telur, Hati c. Nasi, Jagung

22. Bahan makanan yang banyak mengandung kalsium adalah a. Ubi

b. Susu, Keju c. Kentang

23. Setiap hari kita mengkonsumsi air putih sebanyak a. 3 Gelas

b. 10 Gelas c. 8 Gelas

73

24. Manfaat dari Minum air putih adalah

a. Memelihara fungsi ginjal, menghindari dehidrsi , mengurangi resiko kanker kandung kemih, memperlancar pencernaan , perawatan kulit.

b. Meningkatkan kerja otot c. Meningkatkan kebugaran

25. Pentingnya menjaga kebersihan salah satunya dengan cara mencuci tangan. Manfaat mencuci tangan adalah

a. Mengurangi resiko diabetes

b.Makanan yang dikonsumsi lebih terasa enak

c. Mencegah Penyakit Diare, Infeksi saluran pernafasan atas, Hepatitis A, Kecacingan , Kulit dan mata

74 II. KUESIONER SIKAP

No Pernyataan SS S RR TS STS

1 Makanan Pokok,lauk ,sayur dan buah dalam hidangan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi

2 Kebutuhan Gizi harus dipenuhi untuk mencegah terjadinya masalah gizi 3 Mengkonsumsi makanan harus

memperhitungkan jumlahnya dan jenis makanan

4 Zat gizi yang harus kita penuhi setiap hari adalah karbohidrat, protein, lemak , vitamin dan mineral.

5 Sebaiknya kita hanya mengkonsumsi makanan yang disukai saja

6 Nasi Merupakan Sumber Karbohidrat dan dapat digantikan dengan Ubi, jagung,talas dan kentang

7 Makan Sebaiknya 3 kali Sehari dan 2 kali selingan

8 Bb dan tb perlu diketahui untuk menilai status Gizi

9 Kita tidak perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung protein

10 Ikan , ayam dapat menyebabkan kecacingan

11 Ibu membeli bahan makanan sumber protein karena nilai gizinya

12 Sayuran dan buah perlu dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral 13 Status Gizi dikatakan baik apabila berat

badan Sesuai Dengan Tinggi Badan (Indeks masa Tubuh) Normal

14 Sumber Protein yang wajib dikonsumsi hanya tahu tempe .

75 15 Makanan Bergizi tidak harus mahal tetapi

mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh

16 Garam yang mengandung Iodium Baik dikonsumsi Untuk mencegah penyakit Gondok

17 Bahan makanan sumber Zat Besi ( Fe ) Perlu dikonsumsi untuk mencegah Anemia

18 Kadar Hemoglobin Seseorang Tidak Berpengaruh Terhadap Kondisi Kesehatan dan Gizi Seseorang

19 Daging, Ayam, Telur, Hati baik dikosumsi untuk mencegah anemia

20 Susu, Keju banyak mengandung kalsium dan baik dikonsumsi untuk Pertumbuhan tulang dan gigi

21 Tidak ada manfaat dari mengkonsumsi air putih hanya untuk menghilangkan rasa haus saja

22 Mencaga Kebersihan dengan mencuci tangan perlu dilakukan agar terhindar penyakit seperti diare dan kecacingan 23 Yang perlu diperhatikan asupan dan

pemenuhan gizi dalam keluarga adalah ayah

24 Semakin Banyak makanan pantangan semakin terpenuhi kebutuhan gizi seseorang

25 Jumlah air yang dikonsumsi tidak

Dalam dokumen pengaruh penyuluhan gizi menggunakan media (Halaman 70-77)

Dokumen terkait